LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan STKIP PGRI BANDAR LAMPUNG http://jurnal. id/index. php/lentera STUDI KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MATA DIKLAT PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN RUMPUN BISNIS DAN MANAJEMEN PADA SMK DI PRINGSEWU Sariyah Astuti1. Dian Puspita2. Yoeyong Rahsel 3 1, 2, 3 STMIK Pringsewu Lampung Ririastuti91@yahoo. Abstract: The scope of the study in this study is about the level of mastery of the competence of teachers in the eye teacher training productive Office Administration Expertise Program At SMK In Pringsewu District. The core of the study focuses on mastery of learning material mastering indicators, research capability indicators, indicators of research capability and the preparation of scientific papers, and indicators of understanding of insights and educational foundations. The research method used is descriptive method with technique of collecting data of questionnaire scale five category Likert. Data analysis technique used is the calculation of the average score. Based on the calculation results obtained as follows: on indicator of mastery of learning material is in the high category of 4. on indicator of research ability is in medium category equal to on indicator of research ability and preparation of scientific works, is in the medium category of 3. , on the indicators of understanding of insight and educational foundation, is in the high category of 4. The results show that all dimensions are in the medium and high category, but have not reached the very high category so it is necessary to improve the dimensions. Keywords: Professional Competence. Descriptive Method Abstrak: Ruang lingkup yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah mengenai tingkat penguasaan kompetensi guru pada guru mata diklat produktif Program Keahlian Administrasi Perkantoran Pada SMK Di Kabupaten Pringsewu. Inti difokuskan pada penguasaan indikator penguasaan materi pembelajaran, indikator kemampuan penelitian, indikator kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah, dan indikator pemahaman terhadap wawasan dan landasan kependidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data angket skala lima kategori Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah perhitungan skor rata-rata. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut: pada indikator kemampuan penguasaan materi pembelajaran berada pada kategori tinggi Pada indikator kemampuan penelitian berada pada kategori sedang sebesar Pada indikator kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah, berada pada kategori sedang sebesar 3. Pada indikator pemahaman terhadap wawasan dan landasan kependidikan, berada pada kategori tinggi sebesar 4. Hasil penelitian menunjukkan semua dimensi berada pada kategori sedang dan tinggi, namun belum mencapai kategori sangat tinggi sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan atas dimensi-dimensi tersebut. Kata kunci : Kompetensi Profesional, metode deskriptif Studi Kompetensi Profesional Guru Mata Diklat Program Keahlian Administrasi Perkantoran Rumpun Bisnis dan Manajemen pada SMK di Pringsewu PENDAHULUAN Masalah pendidikan merupakan masalah nasional yang dari tahun ke tahun senantiasa berkembang. Persoalan yang berkenaan dengan guru dan jabatan guru senantiasa disinggung bahkan menjadi salah satu pokok bahasan yang mendapat tempat tersendiri di tengah-tengah ilmu kependidikan yang begitu luas dan Dewasa ini perhatian itu bertambah besar sehubungan dengan kemajuan pendidikan dan kebutuhan guru yang semakin meningkat, baik dalam kualitas maupun kuantitas. Dalam era globalisasi semua negara dituntut untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya agar dapat bersaing dan mampu mengatasi perubahan yang terjadi dengan cepat. Selama ini kualitas SDM di Indonesia dirasakan masih rendah, khususnya kualitas guru. Hal ini dapat dilihat dari hasil survey mengenai kualitas guru yang dilakukan oleh Political and Ecomomic Risk Country(PERC), sebuah lembaga konsultan di Singapura pada akhir 2002 menempatkan Indonesia diurutan ke-12 dari 12 negara di Asia Vietnam . pikiran-rakyat. Ditegaskan kembali oleh Syafarudin . dari The Jakarta Post mengungkapkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia adalah yang terburuk di Asia. Mutunya dengan skor 6. 56, masih di bawah negara Vietnam dengan skor 6,21 dan negara-negara tetangga di Asia. Pendidikan Nasional di Indonesia hanya mendapat tingkat 12 di bawah Vietnam. Hal tersebut berimbas pada pentingnya peningkatan mutu sumber daya manusia melalui jalur pendidikan. Lembaga pendidikan khususnya sekolah kejuruan dituntut untuk mampu memberikan pembangunan dan peningkatan kualitas SDM yang mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional. Hal ini senada dengan PP RI No. Tahun menengah pasal 3 ayat 2. Sekolah Menengah Kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional. Demikian pula dengan Sekolah Kejuruan Menengah rumpun Bisnis dan Manajemen menyiapkan lulusan yang memiliki keahlian dan profesi sesuai dengan kebutuhan pembangunan Nasional kita. Selain dari bidang pendidikan, seorang guru harus pula memiliki kompetensi profesional yang optimal untuk dapat menciptakan output siswa yang memiliki kualitas tinggi. Selain dalam dunia pendidikan faktor seorang guru juga harus profesional guru tersebut. Salah satu upaya yang dapat meningkatkan guru tersebut antara lain melalui pembangunan pendidikan itu sendiri. Hal ini senada dengan pendapat Djoyonegoro . bahwa sedikitnya terdapat tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat kualitas sumber daya manusia (SDM), yakni: . sarana gedung, . buku yang berkualitas, dan . guru dan tenaga kependidikan yang profesional. Sebagaimana kita tahu, bahwa salah satu faktor yang menentukan berhasil Sariyah Astuti. Dian Puspita. Yoeyong Rahsel LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 19- 30 menciptakan lulusan yang baik adalah kualitas guru dan penunjang lainnya berupa fasilitas sarana dan prasarana. Menurut Adiningsih . , guru merupakan faktor utama dalam proses Meskipun pendidikannya lengkap dan canggih, namun bila tidak ditunjang oleh keberadaan guru yang berkualitas serta mempunyai kompetensi tinggi maka mustahil akan menimbulkan proses belajar mengajar yang maksimal. Masalah rendahnya kualitas SDM sebagaimana disebutkan dimuka memang menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi semua elemen pendidikan, terutama bagi Seorang guru harus dapat menciptakan suatu proses belajar mengajar yang efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan mutu Seorang menempatkan diri sebagai sutradara sekaligus aktor dalam proses belajarmengajar yang mempunyai pengaruh kuat terhadap keberhasilan siswa dalam pencapaian prestasi belajarnya dan pencapaian tujuan pendidikan. Guru memiliki peranan yang sangat penting pengajaran yang dilaksanakannya. Agar dapat menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien, penguasaan kompetensi profesional. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto . bahwa kompetensi profesional pengetahuan yang luas tentang subject matter . idang stud. yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoritik, maupun memilih metode yang tepat dan mampu menggunakan dalam proses belajar Penguasaan kompetensi profesional guru dapat membantu seorang guru dalam menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan seorang guru dapat dikatakan profesional apabila dia dapat memiliki kemampuan seperti . mengerti dan dapat menerapkan landasan pendidikan baik filosofis, psikologis, dan sebagainya, . mengerti dan menerapkan landasan teori belajar sesuai dengan perkembangan perilaku peserta didik, . mampu menangani mata pelajaran atau bidang studi yang ditugaskan kepadanya, . mengerti dan dapat menerapkan metode belajar yang sesuai, . mampu menggunakan berbagai alat pelajaran dan media serta fasilitas belajar lainnya, . melaksanakan program pengajaran, . mampu melaksanakan evaluasi belajar, dan . mampu menumbuhkan motivasi Dengan menguasai kompetensi profesional maka seorang kemampuan di atas sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Selanjutnya, dalam melakukan kewenangan profesionalnya, guru dituntut . yang menunjuk pada performance atau perbuatan yang rasional untuk memenuhi spesifikasi tertentu di tugas-tugas Dengan demikian, seorang profesional sehingga dapat menjalankan Studi Kompetensi Profesional Guru Mata Diklat Program Keahlian Administrasi Perkantoran Rumpun Bisnis dan Manajemen pada SMK di Pringsewu tugas keprofesionalannya sebagai seorang tenaga pendidik. Kemampuan mengelola proses belajar mengajar adalah kesanggupan atau kecakapan para guru dalam menciptakan suasana pengajaran yang kondusif antara guru dan peserta didik yang mencakup segi kognitif, afektif, dan psikomotorik sebagai upaya mempelajari sesuatu berdasarkan perencanaan sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut agar tercipta tujuan pengajaran. Untuk itu, seorang guru harus dituntut untuk dapat mengelola proses belajar mengajar yang dapat merangsang kepada siswanya agar memiliki kemauan dalam belajar karena memang siswalah yang merupakan subjek utama dalam Seorang guru yang berkompeten memiliki peranan yang stategis dalam proses pendidikan dan turut menentukan keberhasilan dalam belajar siswa pada tingkat optimal. Berdasarkan uraian di atas, penulis memandang penting untuk mengadakan penelitian lebih lanjut, dengan judul AuStudi Kompetensi Profesional Guru Mata Diklat Produktif Program Keahlian Administrasi Perkantoran Rumpun Bisnis Dan Manajemen Pada SMK di Kabupaten Pringsewu. Ay Penelitian Terdahulu Penelitin yang dilakukan oleh Slamet Winarto pada tahun 2011 dari Hasil penelitian Kompetensi Profesional Guru Mata Diklat Produktif Teknik Komputer Jaringan SMK Bertaraf Internasional di Malang menunjukkan hasil: . kompetensi profesional guru mata diklat produktif teknik komputer dan jaringan kategori cukup baik . %), . profesionalnya jauh di bawah rata-rata atau jauh dari standar kualifikasi yang dipersyaratkan dan ada yang mendekati ideal, serta belum berorientasi pada kualitas dan cita-cita profesi. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Ridaul Inayah . mendapatkan hasil bahwa kompetensi guru berpengaruh secara langsung positif terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi sebesar 40,9%, akan tetapi tidak memiliki pengaruh secara signifikan melalui variabel motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa berpengaruh secara langsung positif terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi sebesar 39,3%, dan fasilitas belajar berpengaruh secara langsung positif terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi sebesar 28,1% serta berpengaruh secara tidak langsung positif terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi melalui motivasi belajar siswa sebesar 0,149. Dari kompetensi guru menjadi prioritas penting dalam mencapai pendidikan yang Seorang berkompeten memiliki peranan yang stategis dalam proses pendidikan dan turut menentukan keberhasilan dalam belajar siswa pada tingkat optimal. Namum belumbanyak penelitian yang mengukur seberapa besar kopetensi guru yang dibutuhkan dalam mata diklat kejuruan administrasi perkantoran dan Sekolah Menengah Kejuruan Dalam UUD 1995 dinyatakan bahwa tujuan dari pembangunan nasional adalah memajukan kesejahteraan umum. Sariyah Astuti. Dian Puspita. Yoeyong Rahsel LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 19- 30 perdamaian abadi dan keadilan sosial. Oleh karena itu dalam pembangunan tersebut pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan pemerintah melaksanakan kebijakan pendidikan untuk tercapainya tujuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan, yang selanjutnya disingkat SMK adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP. MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs (Peraturan Pemerintah, 2010: . Menurut penjelasan yang ditulis dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 15 dijelakan bahwa Pendidikan Kejuruan mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu (Undang-Undang, 2003: . Kompetensi Guru Arikunto . menyatakan pengetahuan yang luas tentang subject matter . idang stud. yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoritik, maupun memilih metode yang tepat dan mampu menggunakan dalam proses belajar Penguasaan kompetensi profesional guru dapat membantu seorang guru dalam menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan seorang guru dapat dikatakan profesional apabila dia dapat memiliki kemampuan seperti . mengerti dan dapat menerapkan landasan pendidikan baik filosofis, psikologis, dan sebagainya, . mengerti dan menerapkan landasan teori belajar sesuai dengan perkembangan perilaku peserta didik, . mampu menangani mata pelajaran atau bidang studi yang ditugaskan kepadanya, . mengerti dan dapat menerapkan metode belajar yang sesuai, . mampu menggunakan berbagai alat pelajaran dan media serta fasilitas belajar lainnya, . melaksanakan program pengajaran, . mampu melaksanakan evaluasi belajar, dan . mampu menumbuhkan motivasi Dengan menguasai kompetensi profesional maka seorang kemampuan di atas sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Uji Kompetensi Keahlian pada SMK merupakan bagian Ujian Nasional yang menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan, sedangkan bagi stakeholder akan dijadikan sebagai informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja. Pada tahun pelajaran 2014/2015 Ujian Nasional bagi peserta didik SMK diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud RI) Nomor 59 Tahun 2011 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian. Studi Kompetensi Profesional Guru Mata Diklat Program Keahlian Administrasi Perkantoran Rumpun Bisnis dan Manajemen pada SMK di Pringsewu Sekolah/Madrasah Ujian Nasional. Ujian praktek merupakan bagian integral dari kegiatan ujian nasional yang wajib diikuti oleh siswa kelas XII dalam menyelesaikan tugas Hal ini menjadi penting karena siswa dapat dilihat diamati dan dievaluasi sejauh mana telah tercapainya standar kompetensi yang dicapai dalam jenjang sekolah tingkat SMK dan menjadi ukuran apakah pada keterampilan tersebut siswa sudah dianggap mampu melakukan keterampilan tertentu atau belum. METODE Populasi dan Sampel Populasi yang di ambil dalam penelitian ini adalah seluruh guru mata diklat produktif Admnistrasi Perkantoran yang masih aktif masa mengajar sampai penelitian ini dilakukan. Berdasarkan data yang ada pada guru mata diklat produktif Administrasi Perkantoran pada Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Pringsewu, yaitu. SMK Teknika Grafika sebanyak 10 orang guru. SMK Muhammdiyah Pringsewu sebanyak 9 orang guru. SMK Yadika Pagelaran sebanyak 8 orang guru. Sedangkan keseluruhan populasi penelitian berjumlah 27 orang guru. Hal ini dilakukan karena jumlah populasi kurang dari 100. Seperti Arikunto . memberikan pedoman dalam penarikan sampel, yaitu untuk sekadar ancar-ancar maka apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua penelitian populasi. Selanjutnya, jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Sekolah Menegah Kejuruan di Kabupaten Pringsewu. Khususnya pada SMK Teknika Grafika. SMK Muhammadiyah Pringsewu dan SMK Yadika Pagelaran. Instrumen Penelitian Sebelum dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pengujian instrumen pengumpul data . Uji dimaksudkan untuk mengetahui apakah instrumen . memenuhi dua persyaratan penting yaitu validitas . apat mengukur apa yang hendak diukur atau ketepata. dan reliabilitas . ila digunakan berkali-kali menghasilkan data yang sama Suharsimi Arikunto . bahwa instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel. Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan perhitungan persentase dan skor rata-rata jawaban Interpretasi skor rata-rata jawaban responden dalam penelitian ini menggunakan rumus interval yang dikemukakan oleh Sudjana . , yaitu: Rentang Panjang Kelas Interval = Banyaknya Kelas Interval Sesuai dengan skor alternatif jawaban angket yang terentang dari 1 sampai dengan 5, maka banyak kelas interval yang ditentukan sebanyak 5 kelas, sehingga diperoleh panjang kelas interval sebagai berikut. Sariyah Astuti. Dian Puspita. Yoeyong Rahsel LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 19- 30 5 A1 A 0 . Berdasarkan perhitungan di atas, diperoleh skala penafsiran rata-rata jawaban responden sebagai berikut : Panjang Kelas Interval A Tabel 1 Skala Penafsiran Skor Rata-Rata Jawaban Responden Rentang Penafsiran 00 Ae 1. 80 Ae 2. 60 Ae 3. 40 Ae 4. 20 Ae 5. Sangat rendah Rendah Cukup/Sedang Tinggi Sangat Tinggi Setelah pengolahan data dilakukan maka selanjutnya yaitu melakukan interpretasi data yang merupakan tahap penalaran atas data-data lapangan yang mengkonfirmasikan pada teori-teori yang Pada tahapan interpretasi ini menghasilkan suatu pemahaman yang mengarah pada bagaimana kaitannya dengan teori. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Karakteristik responden Karakteristik responden secara sederhana dapat ditunjukkan melalui tabel berikut ini. Tabel 2 Gambaran Responden Penelitian Pada Guru Mata Diklat Produktif Administrasi Perkantoran Tempat Penelitian Ukuran Populasi SMK Teknika Grafika SMK Muhammadiyah Pringsewu SMK Yadika Pagelaran Jumlah Sumber: Data Subag Kesiswaan SMK Teknika Grafika. SMK Muhamadiyah Pringsewu. SMK Yadika Pagelaran Tabel di atas merupakan jumlah keseluruhan guru mata diklat produktif Administrasi Perkantoran responden,dengan harapan hasil yang diperoleh dapat menggambarkan sifat dan karakteristik populasi secara keseluruhan, dengan demikian hasil tersebut akan berlaku untuk seluruh populasi. Hasil Uji Validitas. Uji Reliabilitas dan Uji Hipotesis Penelitian Uji Validitas Uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui valid atau tidaknya angket yang digunakan dalam pengumpulan data yang akan dianalisis lebih lanjut. Dalam menggunakan rumus korelasi yang dikemukakan oleh Pearson yang dikenal dengan rumus korelasi Product Moment, yaitu dengan cara mengkolerasikan bulir item dengan total. Adapun formulanya sesuai dengan yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto sebagai berikut: rxy A N Eu XY A (Eu X )(Eu Y ) {N Eu X 2 A (Eu X ) 2 }{N Eu Y 2 A (Eu Y )2 (Suharsimi Arikunto, 1998:. Dengan kriteria uji: rh A rt , valid rh A rt , tidak valid Berdasarkan hasil perhitungan . , validitas dari kedua variabel Studi Kompetensi Profesional Guru Mata Diklat Program Keahlian Administrasi Perkantoran Rumpun Bisnis dan Manajemen pada SMK di Pringsewu penelitian dapat dilihat pada tabel 3 Tabel 3 Hasil uji coba validitas variabel Kompetensi profesional Koefisien Korelasi Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid A2 E E1 A Eu 2 b E r11 A E E ( n A . At E Keterangan: = Reliabilitas instrumen = Banyaknya butir pertanyaan atau EuA = Jumlah varians butir A t2 = Varians total Rumus variansnya adalah: EuX AEu X A A (Suiharsimi Arikunto, 1998:. Keterangan: A t2 Eux = Varians = Jumlah skor = Jumlah peserta tes Catatan: yang tidak valid dibuang Dengan kriteria pengujiannya: Uji Reliabilitas Untuk dapat memenuhi instrumen penelitian yang sifatnya selalu dapat dipercaya, maka digunakan uji reliabilitas, yaitu untuk mengetahui ketepatan nilai Artinya instrumen penelitian reliabel bila diujikan pada kelompok yang sama walaupun dalam waktu yang Pengujian reliabilitas ini menggunakan rumus alpha untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, melainkan berskala 1-5. Adapun rumus alpha yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto . adalah sebagai berikut. rh A rt . Reliabel rh A rt , tidak Reliabel. Berdasarkan hasil perhitungan. Kompetensi Profesional diperoleh nilai reliabilitas variabel Kompetensi Profesional sebesar 0,874. Kemudian dikonsultasikan dengan tabel r Product Moment dengan r n = 10 pada taraf nyata () = 0,05 sebesar rtabel = 0,632. Dari hasil perhitungan diperoleh rhitung . > rtabel . Dengan demikian, instrumen untuk variabel Kompetensi Profesional mempunyai daya ketepatan atau dengan kata lain dinyatakan reliabel. Sariyah Astuti. Dian Puspita. Yoeyong Rahsel LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 19- 30 Pembahasaan Variabel Kompetensi Profesional Guru Pemahaman Terhadap Wawasan dan Kemampuan Pengembangan Profesi Kemampuan Penelitian dan Penyusunan Kemampuan Penguasaan Materi Grafik 1. Rata-rata Skor Jawaban Responden Terhadapa Indikator variabel Kompetensi Profesional Skor rata-rata kemampuan penguasaan materi pelajaran, adalah sebesar 4. Hal ini mengandung makna bahwa walaupun belum mencapai skor maksimal ideal . , kompetensi profesional pada indikator kemampuan penguasaan materi pelajaran bagi guru mata diklat produktif program keahlian administrasi perkantoran rumpun bisnis dan manajemen pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten Pringsewu, berada pada kategori tinggi. Kompetensi yang dimaksud meliputi halhal sebagai berikut. Menguasai substansi mata pelajaran Mengorganisasikan Menyesuaikan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa Memberikan ilustrasi contoh sesuai dengan materi pembelajaran. Skor rata-rata kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah, adalah sebesar 3. Hal ini mengandung makna bahwa walaupun belum mencapai skor maksimal ideal . , kompetensi profesional pada indikator kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah bagi guru mata diklat produktif program keahlian administrasi perkantoran rumpun bisnis dan manajemen pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten Pringsewu, berada pada kategori sedang atau cukup. Kompetensi yang dimaksud meliputi hal-hal sebagai berikut. Menulis karya ilmiah Menulis/menyusun diklat mata Mengumpulkan semua materi dikembangkan menjadi buku Menulis modul untuk siswa Menyusun berbagai artikel . arya tuli. yang berhubungan dengan strategi pembelajaran maupun tentang materi yang diajarkan Melakukan berbagai penelitian mengenai masalah riil yang dialami ketika sedang mengajar Skor rata-rata adalah sebesar 3. Hal ini mengandung makna bahwa walaupun belum mencapai skor maksimal ideal . , kompetensi profesional pada indikator kemampuan pengembangan profesi guru mata diklat produktif program keahlian administrasi manajemen pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Pringsewu berada pada kategori tinggi. Kompetensi yang dimaksud meliputi hal-hal sebagai Studi Kompetensi Profesional Guru Mata Diklat Program Keahlian Administrasi Perkantoran Rumpun Bisnis dan Manajemen pada SMK di Pringsewu Mengikuti informasi perkembangan IPTEK yang mendukung profesi melalui kegiatan ilmiah Mengembagkan kurikulum, silabi, dan SAP Skor rata-rata profesional pada indikator pemahaman kependidikan, adalah sebesar 3. Hal ini mengandung makna bahwa walaupun belum mencapai skor maksimal ideal . , kompetensi profesional pada indikator pemahaman terhadap wawasan dan landasan kependidikan bagi guru mata diklat produktif program keahlian administrasi perkantoran rumpun bisnis dan manajemen pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Pringsewu berada pada kategori tinggi. Kompetensi yang dimaksud meliputi hal-hal sebagai Memahami visi dan misi sekolah Mengidentifikasi umum pendidikan dalam proses dan hasil belajar Memahami Memahami kebijakan-kebijakan pendidikan nasional Memahami berbagai peraturan dan tata tertib yang berlaku disekolah, baik yang ditetapkan secara nasional maupun kebijakan kepala Memahami fungsi serta tugas guru sebagai tenaga kependidikan Berdasarkan grafik 4. 1, diperoleh gambaran bahwa skor rata-rata untuk masing-masing indikator belum mencapai . Walaupun demikian hasil ini menunjukkan secara empirik kompetensi profesional dapat dijelaskan oleh indikator-indikator di atas. Artinya kualitas indikator . kemampuan penelitian dan penyusunan . pemahaman terhadap wawasan dan landasan kependidikan dapat dijadikan kompetensi profesional. Grafik 4. 1, juga menunjukkan indikator kemampuan menguasai materi pelajaran memiliki skor rata-rata tertinggi, yaitu sebesar 4. 04, sedangkan indikator kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah memiliki skor rata-rata terendah yaitu 3. Tingginya skor rata-rata indikator menguasai materi pelajaran menunjukkan bahwa guru mata diklat produktif manajemen pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Pringsewu sudah memiliki kemampuan menguasai materi pelajaran dengan baik. Penguasaan materi mata pelajaran sangat penting dimiliki oleh setiap guru. Peran guru sebagai penyampai ilmu pengetahuan mempunyai tanggung jawab untuk mentrasfer pengetahuan kepada peserta Untuk penguasaan materi dengan baik untuk bisa mentrasfer pengetahuan dengan baik kepada anak didiknya. Suherman dan Mahendra . menyatakan bahwa: Autugas seorang guru adalah menciptakan proses belajar mengajar yang efektif, untuk itu diperlukan penguasaan materi, metode, maupun strategi pembelajaran oleh guru yang bersangkutanAy. Sementara itu, berdasarkan grafik di atas, indikator kemampuan melakukan Sariyah Astuti. Dian Puspita. Yoeyong Rahsel LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 19- 30 penelitian dan penyusunan karya ilmiah mempunyai skor rata-rata paling rendah dibandingkan dengan indikator lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa harus dilakukan peningkatan terhadap indikator Melakukan penelitian bagi guru dikarenakan guru merupakan aktor utama dalam proses pembelajaran. Menurut Mulyasa pembelajaran merupakan seni, yang penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi Untuk itu, diperlukan berbagai penelitian, yang didalamnya melibatkan guru. Sekarang ini dunia Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian ini merupakan salah satu jenis penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang dihadapi guru dalam pembelajaran. Menurut Kasbolah . , manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) langsung mengacu kepada sasarannya, yaitu melakukan upaya perbaikan praktik pembelajaran untuk memperbaiki kondisi yang ada pada saat itu. Kemampuan merupakan suatu keharusan jika kualitas pembelajaran ingin terus meningkat, karena dengan melakukan penelitian dan penyusunan karya ilmiah khususnya yang berkenaan dengan profesinya sebagai guru akan dapat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi selama menjalankan profesinya sebagai seorang guru sehingga bisa dijadikan masukan agar senantiasa proses pembelajaran dapat terus ditingkatkan. Mengingat begitu penelitian bagi guru, sementara itu hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kemampuan melakukan penelitian dan menyusun karya ilmiah berada pada kategori sedang, maka perlu ada upaya dari pihak terkait khususnya departemen pendidikan untuk dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan Upaya-upaya tersebut bisa ditempuh melalui intensitas pemberian pelatihanpelatihan melakukan penelitian dan diselenggarakan oleh Depdiknas, lebih meningkatkan intensitas perlombaanperlombaan penulisan karya ilmiah yang diharapkan dapat menumbuhkan motivasi guru dalam menulis karya ilmiah dan lainlain. SIMPULAN Dalam merumuskan empat kesimpulan sebagai Penguasaan professional guru mata diklat administrasi perkantoran rumpun bisnis dan manajemen pada SMK di Kabupaten Pringsewu, indikator kamampuan penguasan materi pembelajaran berada pada kategori tinggi. Hal ini ditunjukkan rata-rata responden terhadap angket variabel indikator kamampuan penguasan materi pembelajaran sebesar 4. Penguasaan kompetensi profesional guru mata diklat produktif program keahlian administrasi perkantoran rumpun bisnis dan manajemen pada SMK di Kabupaten Pringsewu, pada indikator kamampuan penelitian dan Studi Kompetensi Profesional Guru Mata Diklat Program Keahlian Administrasi Perkantoran Rumpun Bisnis dan Manajemen pada SMK di Pringsewu penyusunan karya ilmiah berada Hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata indikator kamampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah sebesar Penguasaan kompetensi profesional guru yang dimiliki oleh guru mata diklat produktif program keahlian administrasi perkantoran rumpun bisnis dan manajemen pada SMK di Kabupaten Pringsewu, indikator kamampuan pengembangan profesi berada pada kategori Hal ditunjukkan oleh skor rata-rata jawaban responden terhadap angket variabel kompetensi profesional pengembangan profesi sebesar 3. Penguasaan kompetensi profesional guru yang dimiliki oleh guru mata diklat produktif program keahlian administrasi perkantoran rumpun bisnis dan manajemen pada SMK di Kabupaten Pringsewu, indikator pemahaman terhadap kependidikan berada pada kategori Hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata indikator pemahaman terhadap DAFTAR PUSTAKA