Jurnal Bina Akuntansi Volume 12. Number 2, 2025 pp. ISSN: 2338-1132 E-ISSN : 2656-9515 Open Access: https://jurnal. id/JBA FAKTOR PENENTU FINANCIAL DISTRESS DI SEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE: STUDI EMPIRIS BEI 20182020 Khabitsya Haifan Nisa1*. Dian Widiyati2. Neneng Hasanah3 khabitsyannisa@gmail. Universitas Pamulang. Indonesia dosen02421@unpam. Universitas Pamulang. Indonesia dosen02422@unpam. Universitas Pamulang. Indonesia INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Pengajuan : 01/05/2025 Revisi : 05/05/2025 Penerimaan : 14/05/2025 Kata Kunci: Rata-rata Periode Penagihan. Koneksi Politik. Komite Audit. Kesulitan Keuangan Keywords: Average Collection Period. Political Connection. Audit Committee. Financial Distress. ABSTRAK Penelitian ini menguji pengaruh Average Collection Period, koneksi politik, dan komite audit terhadap financial distress pada perusahaan property dan real estate di BEI periode 2018Ae2022. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan subsektor Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022. Metode penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling, diperoleh data sampel sebanyak 29 dengan periode 5 tahun, total observasi penelitian sebanyak 145 sampel. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan yaitu data sekunder dari laporan keuangan tahunan yang didapat melalui website BEI dan website resmi perusahaan. Teknik analisis data: analisis statistik deskriptif, analisis model regresi data panel, uji pemilihan model regresi data panel, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis menggunakan program Eviews 12. Hasil penelitian ini secara parsial average collection period berpengaruh terhadap financial distress, political connection tidak berpengaruh terhadap financial distress, dan Audit Committee tidak berpengaruh terhadap financial distress, kemudian secara simultan average collection period, political connection, dan audit committee berpengaruh signifikan terhadap financial distress. DOI: 52859/jba. ABSTRACT This study examines the effect of the average collection period, political connections, and audit committee on financial distress among property and real estate companies listed on the IDX during 2018Ae2022. The sampling method used in this study is the purposive sampling method, obtained data from 29 companies that were used as research samples with observations for 5 years, so that the total research observation was 145 samples. This type of research uses a quantitative approach. The data used in this study is secondary data derived from annual financial statements obtained through the Indonesia Stock Exchange website, namely w. id and the company's official website. The data analysis techniques used are descriptive statistical analysis, panel data regression model analysis, panel data regression model selection test, classical assumption test, multiple linear regression test, determination coefficient test, and hypothesis test using the Eviews 12 program. Partially the average collection period affects financial distress, while political connection and audit committee do not affects financial distress,and simultaneously the average collection period, political connection, and audit committee significant affect financial distress. Pendahuluan Fenomena Covid-19 yang terjadi dipenghujung tahun 2019 dan kemudian menyebar ke berbagai negara di awal tahun 2020 merupakan suatu peristiwa yang mengakibatkan perubahan signifikan terhadap tatanan kehidupan khususnya pada sektor perekonomian. Dampak Covid-19 ini mengakibatkan penurunan pendapatan perusahaan sekitar 82,85%. Sebanyak 14,6% perusahaan menyatakan pendapatannya tetap selama pandemi. Sedangkan ada sekitar 2,55% perusahaan yang pendapatannya meningkat (Badan Pusat Statistik, 2. Ketidakstabilan ekonomi Indonesia beberapa tahun terakhir ini menyebabkan ketidakstabilan perolehan laba oleh perusahaan dan bahkan tidak sedikit terdapat perusahaan yang mengalami kondisi kesulitan keuangan, salah satunya adalah pada perusahaan property dan real estate. Salah satu yang paling terasa yaitu masyarakat menahan pembelian hunian. Subsektor property dan real estate pun masih belum bangkit dari keterpurukan karena terbatasnya mobilitas masyarakat mengubah * Penulis Korespondensi: Khabitsya Haifan Nisa / khabitsyannisa@gmail. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. pendekatan pemasaran property dan real estate yang semula banyak melalui expo atau pameran secara langsung menjadi virtual (Indriyani, 2. Suatu organisasi atau individu mengalami kondisi keuangan yang melemah dan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan, seperti membayar utang atau mengelola biaya operasional, disebut financial distress (Ardiyanti & Istanti, 2. Financial distress pada perusahaan dapat berujung pada akuisisi dan juga dapat berpotensi kebangkrutan. Kebangkrutan disebabkan oleh salah satunya karena ketidakmampuan perusahaan yang bersangkutan untuk membayar kewajiban yang telah jatuh tempo. Suatu perusahaan dianggap mengalami kebangkrutan atau kegagalan keuangan ketika tingkat pengembalian yang diperoleh perusahaan lebih kecil dari total biaya yang harus dikeluarkannya dalam jangka panjang. Widiyanti et al. menyatakan bahwa Average collection period menghitung seberapa cepat konsumen secara keseluruhan dapat segera melunasi kewajiban atas pembelian kreditnya. Tingginya average collection period juga berdampak pada tingginya biaya atau modal yang berupa piutang, yang akan menurunkan keuntungan perusahaan. Perusahaan dapat memaksimalkan keuntungannya dengan cara mengelola dengan sebaik-baik periode pengumpulan piutangnya semakin cepat piutang tersebut dikumpulkan, atau semakin kecil nilai Average Collection Period (ACP), maka semakin kecil kemungkinan perusahaan mengalami financial distress menurut Widiyanti et al. Faktor kedua yang mempengaruhi keberhasilan perusahaan terdiri dari beberapa aspek salah satunya political connection, dimana sering dilakukan oleh perusahaan dalam upaya memperbaiki kinerja perusahaan menurut Azizah & Amin . Manfaat bagi perusahaan yang terkoneksi politik, diantaranya ada perlakuan istimewa seperti diskon pajak dan pemberian pinjaman yang tidak biasa, perlakuan istimewa dalam menerima kontrak dari pemerintah dan perizinan, dan pengawasan yang tidak Disaat kontrol dari politik dibatasi, kinerja perusahaan akan membaik menurut Kharis & Nugrahanti . Faktor ketiga adalah komite audit. Komite audit memiliki tugas untuk memberikan pendapat atas masalah akuntansi, pelaporan keuangan dan penjelasannya, menilai internal kontrol, serta menelaah sistem pelaporan kepada pihak eksternal (Anggriawan & Irwan 2. Komite audit yang berkualitas dapat dilihat dari komite audit yang memiliki kompetensi serta latar belakang pendidikan yang sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh peraturan OJK yang berlaku. Komite audit dengan kualitas yang baik tersebut akan dapat mencegah terjadinya financial distress karena adanya pengendalian dan pengawasan yang baik, terutama terkait kinerja beserta pelaporan keuangan Komite rekomendasi terkait operasional perusahaan, dan mencegah tindakan yang tidak sesuai dalam laporan keuangan (Rohmatun et al. , 2. Penelitian mengenai variabel Average Collection Period, koneksi politik, dan komite audit terhadap financial distress pada perusahaan properti dan real estate terbatas jumlahnya. Berdasarkan penelitian terdahulu dan fenomena yang telah diuraikan, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait variabel tersebut pada perusahaan properti dan real estate. Telaah Literatur Teori Sinyal (Signalling Theor. Teori signalling adalah teori yang dikembangkan oleh Ross pada tahun 1977 yang menyatakan bahwa pihak eksekutif perusahaan memiliki informasi yang lebih baik mengenai perusahaannya akan terdorong Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. untuk menyampaikan informasi tersebut kepada calon investor agar harga saham perusahaanya Menurut Eksandy . teori sinyal menyatakan bahwa perusahaan yang berkualitas baik dengan sengaja akan memberikan sinyal pada pasar, dengan demikian pasar diharap dapat membedakan perusahaan yang berkualitas baik atau buruk. Pengumuman tentang data keuangan dan kondisi perusahaan yang terdengar oleh investor akan diolah dan diinterpretasikan menjadi suatu kabar baik . ood new. atau kabar buruk . ad new. Jika sinyal baik, maka terjadi peningkatan dalam volume perdagangan saham perusahaan. Namun sebaliknya jika sinyal buruk, maka terjadi penurunan volume perdagangan saham perusahaan. Teori sinyal berhubungan dengan financial distress, adanya teori sinyal mampu menjelaskan dan menggambarkan jika suatu kondisi keuangan perusahaan baik dan keberadaannya stabil maka hal tersebut menjadi sinyal positif bagi investor dan calon investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Sedangkan, apabila kondisi keuangan suatu perusahaan buruk dan diragukan keberadaannya maka hal tersebut akan menjadi sinyal negatif bagi investor. Financial Distress Financial distress merupakan kondisi sebelum kebangkrutan yang diartikan sebagai suatu keadaan di mana karena keuangan perusahaan tidak mampu kewajiban-kewajiban debitur tidak sehat atau krisis (Chrisantha & Suhartono. Dampak dari financial distress bersifat berkelanjutan dan bertahap, dimulai dari munculnya masalah likuiditas dalam perusahaan hingga perusahaan dinyatakan bangkrut. Maka dari itu, financial distress perlu dideteksi secara berkala untuk mengantisipasi kondisi perusahaan. Menurut Kusuma . Financial Distress adalah salah satu contoh dari bad news yang sedang dihadapi perusahaan. Hal tersebut membuat perusahaan untuk segera memperbaiki laporan keuangannya agar dapat terlihat lebih baik lagi dan dengan adanya perbaikan tersebut maka penyampaian dari laporan keuangan yang diaudit tersebut akan lebih lama. Sedangkan menurut Narayana et al. financial distress adalah sebuah kondisi dimana perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan yang terlihat dari ketidak mampuannya sebuah perusahaan untuk membayarkan kewajibannya yang telah jatuh tempo. Seringkali perusahaan yang telah beroperasi dalam kurun waktu tertentu terpaksa bubar atau dilikuidasi karena terus berada dalam kesulitan keuangan . inancial distres. disetiap periodenya, baik kerugian akibat piutang tak tertagih, pembayaran kredit yang tersendat dan lain lain (Listyarini, 2. Average Collection Period Periode penerimaan rata-rata (Average Collection Perio. merupakan jumlah uang yang dipinjam dari perusahaan oleh pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit. Semakin cepat periode penerimaan rata-rata menunjukkan bahwa modal kerja yang ditanamkan dalam piutang semakin rendah di mana kondisi ini baik bagi perusahaan. Menurut Hanafi . semakin cepat perputaran piutang menunjukkan kesuksesan penagihan piutang yang berarti juga kesuksesan manajemen piutang. Rasio ini yang menunjukan seberapa lamanya waktu yang diperlukan oleh sebuah perusahaan dalam merealisasikan penjualan kreditnya. Menurut Wulandari et al. , periode penagihan piutang rata-rata digunakan untuk menilai efektivitas kebijakan kredit suatu perusahaan dalam menagih Average collection period menghitung seberapa cepat konsumen secara keseluruhan dapat segera melunasi kewajiban atas pembelian kreditnya. Informasi ini mempermudah perusahaan dalam merencanakan besarnya dana yang ditahan untuk menjalankan operasional perusahaan, memenuhi kewajiban, dan aspek-aspek penting lainnya dalam melaksanakan aktivitas bisnis. Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Political Connection Political connection yaitu jika menteri atau kepala negara, anggota parlemen, lembaga kenegaraan, dan pejabat-pejabat negara merupakan petinggi perusahaan atau pemegang saham otoritas (Ramadhan. Penelitian Ramadhan . menunjukkan bahwa koneksi politik berdampak positif pada kinerja Hal ini dikarenakan perusahaan yang terhubung secara politik memperoleh keuntungan seperti hal administrative yang dipermudah. Dengan keuntungan tersebut tentu dapat meningkatkan Koneksi politik merupakan salah satu cara untuk mempermudah perusahaan mendapatkan manfaat dari pemerintah. Habib et al. menjelaskan bahwa transaksi pihak terkait merupakan salah satu jembatan yang digunakan perusahaan terkoneksi politik untuk mengambil keuntungan dari investor minoritas atau untuk mencapai tujuan kepentingan pribadi. Ciri perusahaan yang terkoneksi politik yaitu dewan direksi, dewan komisaris dan pemegang saham yang berlatar belakang anggota parlemen, menteri, politikus, partai politik, rangkap jabatan oleh pejabat militer atau mantan pejabat militer serta kepemilikan langsung oleh pemerintah pada perusahaan Menurut Faccio yang dikutip oleh Pinem . Komite Audit Menurut FCGI . 2, dikutip dalam saifi, 2. Komite Audit merupakan mekanisme corporate governance yang diasumsikan mampu mengurangi masalah keagenan yang timbul dalam suatu Komite audit memiliki tugas dalam pengawasan laporan keuangan, pengawasan auditor eksternal, dan pengawasan pada sistem pengendalian internal yang didalamnya termasuk audit internal yang meminimalis opportunistic manajemen pada manajemen laba (Ananto et al. , 2. Komite audit memegang peranan penting sebagai pengawas pelaksanaan kemudian mengevaluasi hasil audit guna menilai kelayakan dan kemampuan pengendalian intern termasuk mengawasi proses penyusunan laporan keuangan menurut Daeli & Widiyati . Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 55/PJOK. 03/2016, anggota komite audit setidaknya memiliki 1 orang komisaris independent, 1 orang independent yang berkemampuan dalam akuntansi keuangan, dan 1 orang pihak independent yang memiliki kemampuan dalam bidang hukum maupun perbankan. Tingkat pengawasan yang tinggi hadir di perusahaan dengan sejumlah besar komite audit, sehingga tidak ada cara untuk menyiasati membayar pajak. Di sisi lain, akan ada sedikit pengawasan jika hanya ada sedikit komite audit (Rahmadi & Mujiyati 2. Kompetensi komite audit juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi perusahaan. Kualitas audit juga terhadap keakuratan dan validitas laporan keuangan auditan yang telah diterbitkan oleh auditor (Indriyani & Hasanah 2. Di Indonesia, pedoman pembentukan Komite Audit yang efektif (KNKG, 2. menjelaskan bahwa anggota Komite Audit yang dimiliki oleh perusahaan sedikitnya terdiri dari tiga orang, diketuai oleh Komisaris Independen perusahaan dengan dua orang eksternal yang independen terhadap perusahaan serta menguasai dan memiliki latar belakang akuntansi dan keuangan. Kerangka Berpikir Gambar 1 menyajikan kerangka berpikir yang menggambarkan hubungan antara variabel independen dan dependen dalam penelitian ini. Terdapat tiga variabel independen, yaitu Average Collection Period (X. Political Connection (X. , dan Komite Audit (X. , yang diduga memiliki pengaruh terhadap variabel dependen, yaitu Financial Distress (Y). Masing-masing hubungan tersebut dijelaskan melalui hipotesis HCA. HCC. H3 dan H4. Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Gambar 1. Kerangka Berpikir Sumber: Olahan Peneliti . Hipotesis Penelitian Pengaruh Average Collection Period. Political Connection dan Komite Audit Terhadap Financial Distress Simultan merupakan sesuatu yang terjadi atau dilakukan pada waktu yang bersamaan yang tidak saling menunggu (Sentana, 2. Simultan adalah pengaruh yang ditimbulkan oleh variabel independen jika digabungkan terhadap variabel dependen. Secara statistik pengaruh simultan itu sendiri dijelaskan oleh uji F. Ketentuan penerimaan atau penolakan hipotesis sebagai berikut: jika nilai signifikan > 0,05 maka hipotesis diterima . oefisien regresi tidak signifika. Artinya bahwa secara simultan ketiga variabel independen tersebut tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikan < 0,05 maka hipotesis ditolak . oefisien regresi signifika. Ini berarti bahwa secara simultan ketiga variabel independen tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Ketentuan dan penerimaan hipotesis dapat juga dilakukan dengan cara melihat F hitung dan F tabel. (Ghozali, 2. Dengan demikian, pengujian hipotesis simultan bertujuan untuk melihat apakah variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Keputusan diambil berdasarkan nilai signifikansi atau perbandingan antara F hitung dan F tabel sesuai. ini mengajukan hipotesis sebagai berikut: HCA: Diduga Average Collection Period. Political Connection dan Komite Audit berpengaruh secara simultan terhadap Financial Distress. Pengaruh Average Collection Period Terhadap Financial Distress Average collection period merupakan waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mengumpulkan piutang dari pelanggan dan mengubah piutang dagang menjadi uang tunai (Wulandari et al. , 2. Average collection period didefinisikan sebagai rasio yang menunjukan seberapa lamanya waktu yang diperlukan oleh sebuah perusahaan dalam merealisasikan penjualan kreditnya. Average collection period menghitung seberapa cepat konsumen secara keseluruhan dapat segera melunasi kewajiban atas pembelian kreditnya. ACP yang rendah bisa membuktikan strategi kredit yang baik dan account receivable management yang efisien maka kemungkinkan perusahaan untuk mendapatkan dana yang dapat kembali direalisasikan guna membayar kewajiban jangka pendeknya (Wulandari et al. , 2. Hal ini mengandung arti dimana kian tinggi average collection period maka akan mendekatkan kemungkinan perusahaan mendapatkan financial distress. Dapat disimpulkan bahwa semakin cepat piutang tersebut dikumpulkan, atau semakin kecil nilai average collection period (ACP), maka semakin besar pula profit yang dihasilkan oleh perusahaan. Dengan demikian, logika hipotesis yang dapat ditarik adalah bahwa average collection period (ACP) berbanding terbalik dengan profitabilitas perusahaan. Semakin kecil nilai ACP, yang menunjukkan Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. kecepatan perusahaan dalam mengumpulkan piutang, maka semakin besar kemungkinan perusahaan memperoleh profit yang optimal. Sebaliknya, semakin tinggi ACP, maka risiko finansial perusahaan pun meningkat, yang dapat mengarah pada kondisi financial distress. Hipotesis dapat dirumuskan sebagai HCC: Diduga Average Collection Period berpengaruh terhadap Financial Distress. Pengaruh Political Connection Terhadap Financial Distress Koneksi politik merupakan perusahaan yang masuk dalam kriteria petinggi negara atau pejabat negara dan anggota partai politik yang mempunyai koneksi atau merangkap jabatan sebagai pimpinan perusahaan atau pemegang saham tertinggi perusahaan menurut Azizah & Amin . Koneksi politik merupakan suatu kondisi di mana terjalin suatu hubungan antara pihak tertentu dengan pihak yang memiliki kepentingan dalam politik yang digunakan untuk mencapai suatu hal tertentu yang dapat menguntungkan kedua belah pihak (Yudawirawan et al. , 2. Penelitian oleh Rahim . membuktikan bahwa berpengaruh signifikan dan bernilai positif antara koneksi politik dengan financial Political connection berpengaruh signifikan dan bernilai positif terhadap financial distress. Dengan demikian semakin tinggi political connection maka kemungkinan terjadinya financial distress akan lebih besar atau tinggi. Arah yang positif serta signifikan variabel political connection, berarti koneksi politik dapat merugikan perusahaan karena koneksi ini dapat menyebabkan biaya agensi Muttakin . , over investasi perusahaan (Su et al. , 2. , manajemen laba (Chaney et al. , 2. tingkat korupsi yang tinggi (Goldman et al. , 2. Hasil yang konsisten ditemukan oleh Kristanto . bahwa political connection berpengaruh signifikan dan bernilai positif terhadap financial distress, artinya semakin tinggi koneksi politik maka akan menurunkan kinerja yang berakibat pada semakin tingginya kemungkinan financial distress pada Oleh karena itu hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut: HCE: Diduga Political Connection terhadap Financial Distress. Pengaruh Komite Audit Terhadap Financial Distress Komite audit memiliki tugas untuk membantu dewan komisaris melalui pengecekan atas laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi, memiliki struktur pelaksanaan audit yang dilaksanakan sesuai dengan standar yang berlaku dan menindak lanjuti hasil temuan audit yang dilaksanakan oleh manajemen. Menurut Anggriawan & Irwan . Komite audit yang dimiliki oleh suatu perusahaan terdiri dari sekurang-kurangnya 3 . orang anggota yang diketuai oleh Komisaris Independen dan 2 . orang anggota lainnya yang bukan anggota Emiten atau Perusahaan Publik. Komite audit bertugas memberikan suatu pendapat tentang masalah akuntansi, pelaporan keuangan dan penjelasannya, menilai pengendalian internal dan menelaah sistem pelaporan kepada pihak eksternal. Keberadaan komite audit yang independen mampu mengoptimalkan reputasi komite audit sebagai pengawas yang baik, mampu memberikan opini yang lebih objektif dan lebih mampu memberikan rekomendasi dalam hubungannya dengan kebijakan yang ditetapkan dan dilakukan manajemen (Noviyanti, 2. Independensi yang senantiasa dipertahankan pada komite audit akan meningkatkan kepercayaan investor atas laporan keuangan dan dapat mengurangi kemungkinan perusahaan berada dalam kondisi kesulitan keuangan yang disebabkan karena kasus penyimpangan tata kelola perusahaan (Azib, 2. Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Dari kesimpulan diatas, maka dapat diduga bahwa pertemuan komite audit menunjukkan efektifan komite audit dalam pelaporan keuangan dan mencegah perusahaan mengalami financial distress dan komite Audit berpengaruh terhadap financial distress. Sesuai dengan Penelitian yang dilakukan oleh Aditama . yang menyatakan Komite Audit berpengaruh terhadap Financial Distress. Oleh karena itu hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut: H4: Diduga Komite Audit berpengaruh terhadap Financial Distress. Metode Jenis Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Menurut Sugiyono . Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Operasional dan Variabel Penelitian Variabel Dependen Menurut Sugiyono . Variabel Terikat (Dependent Variabl. adalah: AuVariabel dependen sering disebut sebagai variabel terikat, yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebasAy. Adapun variabel dependen dalam penelitian ini adalah Financial Distress yang selanjutnya disebut dengan huruf Y. Financial distress merupakan keadaan dimana perusahaan sedang menghadapi masalah kesulitan keuangan dan mempengaruhi kinerja perusahaan sehingga diketahui dari ketidakmampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya hingga perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan (Narayana et al. Financial distress adalah masalah kesulitan keuangan yang terjadi didalam perusahaan akibat dari turunnya kondisi ekonomi dan keuangan perusahaan yang mengakibatkan adanya peningkatan risiko kebangkrutan (Damayanti & Hari 2. Dalam penelitian ini financial distress diukur dengan rumus sebagai berikut: yayaycI = ycNycuycycayco yaycycycaycuyci ycu 100% ycNycuycycayco yaycyceyc Sumber: Narayana et al. Variabel Independen Variabel bebas atau variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2. Variabel independen atau variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi variabel dependen yang selanjutnya disebut dengan huruf X. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Average Collection Period (X. Political Connection (X. , dan Komite Audit (X. Average Collection Period Average collection period (ACP) adalah periode yang dibutuhkan perusahaan dalam mengubah piutang menjadi pendapatan (Brigham et al. , 2011:. Perusahaan menginginkan pembayaran piutang dibayarkan secepat mungkin. Piutang yang segera dibayarkan dapat digunakan perusahaan untuk kegiatan operasional perusahaan dan menutup biaya-biaya yang telah dikeluarkan perusahaan itu sendiri (Husnan, 2000:. Hal tersebut akan berdampak terhadap profitabilitas, semakin cepat piutang dibayarkan maka akan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Menurut Weygandt et al. , periode penagihan piutang rata-rata dipakai guna menunjukkan seberapa efektif kebijakan kredit suatu Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. perusahaan dalam menagih piutangnya Rumus Average Collection Period secara matematis dapat ditulis yayaycE = . cEycnycycycaycuyci yaycayciycaycuyci ycu . ycEyceycuycycycaycoycaycu Sumber: Wulandari et al. Political Connection Parlemen, lembaga kenegaraan, dan pejabat-pejabat negara merupakan petinggi perusahaan atau pemegang saham otoritas (Ramadhan 2. Penelitian Ramadhan . menunjukkan bahwa koneksi politik berdampak positif pada kinerja perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan yang terhubung secara politik memperoleh keuntungan seperti hal administrative yang dipermudah. Menurut Cornett dalam Soekardan . Koneksi politik diproksikan dengan kepemilikan saham pemerintah atau dewan komisaris dan dewa direktorat memiliki rekam jejak sebagai mantan pengurus pada pemerintahan pada perusahaan yang diteliti yaitu Perusahaan real estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Kepemilikan saham pemerintah adalah situasi di mana pemerintah memiliki saham perusahaan. Besarnya saham pemerintah diukur dari rasio dari jumlah kepemilikan saham pemerintah terhadap total saham beredar di perusahaan. yaycycoycoycaEa yaycnycyceycoycycn & yayceycycaycu yaycuycoycnycycaycycnyc ycycaycuyci ycoyceycoycnycoycnycoycn ycoycuycuyceycoycycn ycyycuycoycnycycnyco yaycycoycoycaEa yayceycycaycu yaycnycyceycoycycn yccycaycu yayceycycaycu yaycuycoycnycycaycycnyc ycu 100% Sumber: Indra et al. Komite Audit Komite audit merupakan badan yang dibentuk untuk membantu dewan komisaris dalam melaksanakan pemantauan serta memastikan efektifitas dari sistem pengendalian internal dan pelaksanaan tugas baik auditor internal maupun auditor eksternal. Komite audit digunakan untuk mengukur seberapa efektif komite audit dalam mengawasi kinerja perusahaan melalui laporan keuangan (Shanti, 2. Komite audit menggunakan pengukuran secara numeral, yang dilihat melalui jumlah nominal dari anggota komite audit dalam sebuah perusahaan. Jumlah Anggota Komite Audit Sumber: MaAorifah . Populasi dan Sampel Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan subsektor property dan real estate yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2022. Sampel Menurut Sugiyono . sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode purposive Sugiyono . mengemukakan bahwa teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Adapun pertimbangan/kriteria sampel yang akan digunakan adalah sebagai berikut: Perusahaan subsektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun Perusahaan subsektor property dan real estate yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan selama 2018-2022. Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Teknik Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara studi dokumentasi dengan mengumpulkan dan mempelajari dokumen-dokumen dan data yang diperlukan. Data yang dimaksud adalah data laporan keuangan tahunan perusahaan subsektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022. Dengan sumber data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dan diakses langsung melalui w. id dan website resmi masing-masing perusahaan. Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara studi dokumentasi dengan mengumpulkan dan mempelajari dokumen-dokumen dan data yang diperlukan. Data yang dimaksud adalah data laporan keuangan tahunan perusahaan subsektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018Ae2022. Dengan sumber data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dan diakses langsung melalui w. id dan website resmi masing-masing perusahaan. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Analisis Statistik Deskriptif Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis ACP Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. Observations Sumber: Output Eviews 12 . , data diolah. Berdasarkan data yang disajikan tabel 2 menunjukan bahwa sampel dalam penelitian ini sebanyak 145 Hasil uji statistik deskriptif terhadap financial distress (Y) menunjukan nilaiN minimum sebesar 010000 yang dimiliki oleh perusahaan Agung Semesta Sejahtera Tbk. (TARA) 2021, nilai maksimum 710000 yang dimiliki oleh perusahaan Modernland Realty Tbk. (MDLN) 2020, dengan rata-rata 344552, dan memperoleh nilai standar deviasi 0. Hasil uji statistik terhadap Average Collection Period (X. menunjukan nilai minimum sebesar 0. 000000 yang dimiliki oleh perusahaan Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) 2021. Pikko Land Development Tbk. (RODA) 2020-2022. Agung Semesta Sejahtera Tbk. (TARA) 2018-2022, nilai maksimum sebesar 250. 4000 yang dimiliki oleh perusahaan Cahayasakti Investindo Sukses (CSIS) 2018, dengan rata-rata sebesar 38. 68428, dan memperoleh nilai standar deviasi Hasil uji statistik deskriptif terhadap political connection (X. menunjukan nilai minimum sebesar 000000 yang dimiliki oleh perusahaan perusahaan Intiland Development Tbk. (DILD) 2018-2022. Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) 2018-2022. Bumi Citra Permai Tbk. (BCIP) 2018-2022. Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) 2018-2022. Ciputra Development Tbk. (CTRA) 2018- 2022. Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) 2018-2022. Perdana Gapuraprima Tbk. (GPRA) 2022. Jaya Real Property Tbk. (JRPT) 2018-2022. Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) 2021. Star Pacific Tbk (LPLI) Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) 2018-2022. Metropolitan Land Tbk. (MTLA) 20182022. Metropolitan Land Tbk. (MTSM) 2018-2022. Andalan Perkasa Abadi Tbk. (NASA) 2018-2022. City Retail Developments Tbk. (NIRO) 2018-2022. Pakuwon Jati Tbk. (PWON) 2018-2022. Pikko Land Development Tbk. (RODA) 2018-2019. Pikko Land Development Tbk. (TARA) 2018-2022, nilai maksimum 330000 yang dimiliki oleh perusahaan Cahayasakti Investindo Sukses (CSIS) 2018-2020, dengan rata-rata 0. 073931, dan memperoleh standar deviasi sebesar 0. Hasil uji statistik deskriptif terhadap komite audit (X. menunjukan nilai minimum sebesar 0. yang dimiliki oleh perusahaan Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) 2018 & 2022. Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) 2018-2022. Bumi Citra Permai Tbk. (BCIP) 2018-2019 & 2022. Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) 2018-2022. Cahayasakti Investindo Sukses (CSIS) 2018-2022. Ciputra Development Tbk. (CTRA) 20182022. Intiland Development Tbk. (DILD) 2018-2022. Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) 2018-2022. Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) 2018-2022. Gowa Makassar Tourism Developm (GMTD) 2018-2022. Perdana Gapuraprima Tbk. (GPRA) 2018-2022. Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) 2018-2022. Jaya Real Property Tbk. (JRPT) 2018-2019 & 2021- 2022. Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) 2018-2022. Lippo Cikarang Tbk (LPCK) 2018-2022. Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) 2018. Star Pacific Tbk (LPLI) 2019-2022. Modernland Realty Tbk. (MDLN) 2018-2022. Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) 2018-2022, Metropolitan Land Tbk. (MTLA) 2018- 2022. Metropolitan Land Tbk. (MTSM) 2018-2022. Andalan Perkasa Abadi Tbk. (NASA) 2018-2022. City Retail Developments Tbk. (NIRO) 2018-2022. Pakuwon Jati Tbk. (PWON) 2018-2022. Roda Vivatex Tbk (RDTX) 2018-2022. Pikko Land Development Tbk. (RODA) Suryamas Dutamakmur Tbk. (SMDM) 2018-2022. Summarecon Agung Tbk. (SMRA) 20182022. Pikko Land Development Tbk. (TARA) 2018-2022, dengan nilai maksimum sebesar 4. 000000 yang dimiliki oleh perusahaan Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) 2019-2021. Bumi Citra Permai Tbk. (BCIP) Jaya Real Property Tbk. (JRPT) 2020. Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) 2019-2022. Star Pacific Tbk (LPLI) 2018, dengan rata-rata sebesar 0. 108207 dan memperoleh standar deviasi 0. Uji Pemilihan Data Panel Uji Chow Tabel 2. Hasil Uji Chow Redundant Fixed Effects Tests Equation: MODEL_FEM Test cross-section fixed effects Effects Test Statistic Cross-section F Cross-section Chi-square Sumber: Output Eviews 12 . , data diolah. Prob. Hasil pengujian antara common effect model (CEM) dan fixed effect model (FEM) didapatkan nilai probabilitas cross-section chi-square sebesar 0. Nilai probabilitasnya kurang dari 0. yang berarti H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi data panel yang direkomendasikan berdasarkan uji chow adalah fixed effect model (FEM). Uji Hausman Tabel 3. Hasil Uji Hausman Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: MODEL_REM Test cross-section random effects Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Cross-section random Sumber: Output Eviews 12 . , data diolah. Prob. Hasil pengujian antara random effect model (REM) dan fixed effect model (FEM) didapatkan nilai probabilitas cross-section chi-square sebesar 0. Nilai probabilitasnya lebih dari 0. 1216 > 0. Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. yang berarti H1 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi data panel yang direkomendasikan berdasarkan uji hausman adalah random effect model (REM). Dikarenakan model yang terpilih dari uji chow dan uji hausman berbeda, yaitu dalam uji chow yang terpilih adalah fixed effect model (FEM), sedangkan dalam uji hausman model yang terpilih adalah random effect model (REM), maka peneliti melakukan uji Lagrange Multiplier untuk menentukan model apa yang cocok digunakan dalam penelitian ini. Uji Lagrange Multiplier Tabel 4. Hasil Uji Lagrange Multiplier Lagrange Multiplier Tests for Random Effects Null hypotheses: No Effects Alternative hypotheses: Two-side (Breusch-Paga. and one-sided . ll other. altermatives Cross-section Test Hypothesis Time Breusch-Pagan . Honda . King-Wu . Standardized Honda . Standardized King-Wu . Gourieroux, et al. --- Both . Sumber: Output Eviews 12 . , data diolah. Hasil pengujian antara random effect model (REM) dan fixed effect model (FEM), didapatkan Both pada Breusch- Pagan sebesar 0. Nilai Both pada Breusch-Pagan lebih kecil dari 0. 0000< 0. yang berarti H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi data panel yang direkomendasikan berdasarkan uji lagrange multiplier adalah random effect model (REM). Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi data panel yang terpilih dalam penelitian ini adalah random effect model (REM). Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 2. Hasil Uji Normalitas Sumber: Output Eviews 12 . , data diolah. Berdasarkan grafik hasil uji normalitas dapat diketahui bahwa Probability Jarque Bera > 0. > 0. berdistribusi secara normal. Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Uji Multikolinearitas Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas Variance Inflation Factors Date: 11/20/23 Time: 16:27 Sample: 2018 2022 Included observations: 145 Coefficient Uncentered VIF Centered VIF Variance ACP 89E-08 Sumber: Output Eviews 12 . , data diolah. Variable Berdasarkan tabel di atas, nilai VIF average collection period sebesar 1. 053666, political connection 183535, komite audit sebesar 1. ketiga nilai variance inflation factor (VIF) variabel independen tersebut < 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami multikolinearitas antar variabel independen. Uji Autokorelasi Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi Weighted Statistics 055166 Mean dependent var 035063 S. dependent var R-squared Adjusted Rsquared of regression 067852 Sum squared resid F-statistic 744169 Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Sumber: Output Eviews 12 . , data diolah. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai Durbin Watson (D-W) sebesar 0. 9693 maka dapat disimpulkan bahwa nilai DW tersebut diantara -2 dan 2 (-2 < 0. 984448 < . yang artinya tidak terjadi Uji Regresi Linier Berganda Tabel 7. Hasil Regresi Random Effect Dependent Variable: FD Method: Panel EGLS (Cross-section random effect. Date: 11/17/23 Time: 17:30 Sample: 2018 2022 Periods included: 5 Cross-sections included: 29 Total panel . observations: 145 Swamy and Arora estimator of component variances Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. ACP Sumber: Output Eviews 12 . , data diolah. Hasil pengujian yang ditunjukan oleh tabel 7, maka persamaan regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : FD = C. *ACP C. *PC C. *KA E FD = 0. 319889 - 0. 000379*ACP 0. 218880 *PC 0. 214033 *KA E Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Persamaan regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Konstanta (): Nilai konstanta sebesar 0. 319889 menunjukan bahwa jika semua variabel independen (Average Collection Period. Political Connection. Komite Audi. dianggap konstan maka nilai variabel dependen (Financial Distres. akan konstan sebesar 0. Koefisien Regresi () Average Collection Period: Koefisien regresi variabel Average Collection Period (X. 000379 artinya jika variabel Average Collection Period bertambah satu satuan maka variabel financial distress menurun sebesar -0. Koefisien Regresi () Political Connection: Koefisien regresi variabel Political Connection (X. sebesar 218880 artinya jika variabel Political Connection bertambah satu satuan maka variabel financial distress meningkat sebesar 0. Koefisien Regresi () Komite Audit: Koefisien regresi variabel Komite Audit (X. artinya jika variabel Komite Audit bertambah satu satuan maka variable financial distress meningkat Uji Koefisien Determinasi Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi Weighted Statistics R-squared 055166 Mean dependent var 0. Adjusted R0. 035063 S. dependent var of regression 067852 Sum squared resid F-statistic 744169 Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Sumber: Output Eviews 12 . , data diolah. Hasil uji koefisien determinasi pada tabel 8 dapat dilihat dari Adjusted R Square sebesar 0. Hal ini berarti bahwa persentase pengaruh Average Collection Period. Political Connection, dan Komite Audit terhadap Financial Distress hanya sebesar 3,5% dan sisanya . % - 3,5% = 96,5%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Uji Hipotesis Uji Signifikan Simultan (Uji F) Tabel 9. Hasil Uji F Weighted Statistics 055166 Mean dependent var 035063 S. dependent var R-squared Adjusted R0. of regression 067852 Sum squared resid F-statistic 744169 Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Sumber: Output Eviews 12 . , data diolah. Pengujian menunjukkan bahwa F-hitung . > F-tabel . dan nilai probabilitas . , sehingga H1 diterima. Artinya, secara simultan average collection period, political connection, dan komite audit berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Uji Parsial (Uji T) Tabel 10. Hasil Uji T Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. ACP Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Sumber: Output Eviews 12 . , data diolah. Berdasarkan hasil uji T pada tabel 10 diatas, maka peneliti dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai Pengaruh Average Collection Period Terhadap Financial Distress Hasil pengujian dengan analisis data panel di atas menunjukan bahwa Average Collection Period memiliki t-hitung sebesar -2. 232525 dan nilai signifikan sebesar 0. Nilai t-tabel dicari berdasarkan kriteria = . , dan df . anyak data - total variabe. = 145-4 = 141, maka diperoleh ttabel sebesar 1. T-hitung sebesar -2. 232525 < dari t- tabel sebesar 1. 65573 dan probabilitas average collection period sebesar 0. 0272 < dari tingkat signifikansi () 0. 05 sehingga menyebabkan H2 diterima. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa average collection period secara parsial berpengaruh terhadap financial distress. Pengaruh Political Connection Terhadap Financial Distress Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas menunjukkan bahwa political connection memiliki t- hitung sebesar 1. 332801, nilai probabilitas sebesar 0. 1857, dan nilai coefficient political connection sebesar 0. 218880 yang menunjukan bahwa arah koefisien positif, serta diperoleh t-tabel T-hitung sebesar 1. 332801 < dari t- tabel sebesar 1. 65573 dan nilai probabilitas political connection sebesar 0. 1857 > dari tingkat signifikansi 0. 05, sehingga menyebabkan H3 ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa political connection secara parsial tidak berpengaruh terhadap financial distress. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kharis & Nugrahanti . politik berpengaruh terhadap financial distress. Pengaruh Komite Audit Terhadap Financial Distress Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel di atas menunjukkan bahwa komite audit memiliki thitung sebesar 1. 687682, nilai probabilitas sebesar 0. 0937, dan diperoleh t-tabel sebesar 1. Thitung sebesar 1. 687682 > dari t- tabel sebesar 1. 65573 dan probabilitas komite audit sebesar 0. dari tingkat signifikansi () 0. 05 sehingga menyebabkan H4 ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa komite audit secara parsial tidak berpengaruh terhadap financial distress. Pembahasan Hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan menggunakan berbagai macam uji dan analisis, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pengaruh Average Collection Period. Political Connection Dan Komite Audit Terhadap Financial Distress Hasil uji koefisien determinasi pada tabel 10 dapat dilihat dari Adjusted R Square sebesar 0. Hal ini berarti bahwa persentase sumbangan pengaruh Average Collection Period. Political Connection, dan Komite Audit Terhadap Financial Distress hanya sebesar 3,5%, dan sisanya 96,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji F pada tabel 10 terlihat bahwa Prob F-statistic memiliki nilai 0. 045410 sehingga lebih kecil dibandingkan dengan batas signifikansi sebesar 0,05. Sedangkan nilai F-statistic sebesar 744169 dan nilai F-tabel 2. Nilai F-statistic lebih besar dibanding F- tabel, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel Average Collection Period (X. Political Connection (X. , dan Komite Audit (X. dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress (Y). Hasil penelitian Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. ini menyatakan bahwa semakin besar average collection period, political connection, dan komite audit maka peluang perusahaan mengalami financial distress akan berkurang. Hal ini dikarenakan tingkat average collection period yang rendah dapat membuktikan kebijakan kredit yang seksama dan account receivable management yang efektif maka mencerminkan kinerja suatu perusahaan dalam mengelola aktivitas bisnis yang baik dan efisien. Selain itu semakin besar hubungan secara politik, maka semakin rendah kinerjanya yang dapat kemungkinan financial distress semakin parah. Dan juga dikarenakan banyaknya komite audit dalam perusahaan dapat melakukan pengawasan terhadap Penelitian ini didukung oleh teori sinyal yang pada dasarnya menjelaskan tentang kondisi keuangan perusahaan baik dan keberadaannya stabil maka hal tersebut menjadi sinyal positif bagi investor dan calon investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Sedangkan, apabila kondisi keuangan suatu perusahaan buruk dan diragukan keberadaannya maka hal tersebut akan menjadi sinyal negatif bagi Menurut Hakim et al. teori sinyal menyatakan bahwa perusahaan yang berkualitas baik dengan sengaja akan memberikan sinyal pada pasar, dengan demikian pasar diharap dapat membedakan perusahaan yang berkualitas baik atau buruk. Pengaruh Average Collection Period terhadap Financial Distress Dalam tabel 11 . asil uji signifikan parsia. yang menunjukan bahwa Average Collection Period memiliki thitung - 2. 232525 dan nilai signifikansi sebesar 0. Nilai t-tabel di cari berdasarkan kriteria = . , dan df . anyak data Ae total variabe. = 145-4 = 141, maka diperoleh t- tabel sebesar 1. T-hitung sebesar -2. 232525 < dari t- tabel sebesar 1. 65573 dan probabilitas Average Collection Period 0272 < dari tingkat signifikansi 0. 05 sehingga menyebabkan H2 diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Average Collection Period secara parsial berpengaruh terhadap financial distress pada perusahaan subsektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 20182022. Hal ini dikarenakan dengan mengurangi lamanya waktu penagihan piutang usaha, maka dapat memperoleh kas lebih cepat, sehingga perusahaan dapat memaksimalkan laba yang dihasilkan dalam rangka meminimalisir kemungkinan terjadinya kondisi financial distress. Penelitian yang dilakukan oleh Wulandari et al. sejalan dengan penelitian ini yang menyatakan bahwa average collection period berpengaruh terhadap financial distress. Namun tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Azizah & Yunita . yang mengatakan bahwa average collection period tidak berpengaruh terhadap financial distress. Penelitian ini didukung oleh teori sinyal yang pada dasarnya menjelaskan tentang kondisi keuangan perusahaan baik dan keberadaannya stabil maka hal tersebut menjadi sinyal positif bagi investor dan calon investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Sedangkan, apabila kondisi keuangan suatu perusahaan buruk dan diragukan keberadaannya maka hal tersebut akan menjadi sinyal negatif bagi Menurut Hakim and Eksandy . teori sinyal menyatakan bahwa perusahaan yang berkualitas baik dengan sengaja akan memberikan sinyal pada pasar, dengan demikian pasar diharap dapat membedakan perusahaan yang berkualitas baik atau buruk. Pengaruh Political Connection Terhadap Financial Distress Dalam tabel 11 . asil uji signifikansi parsia. menunjukkan bahwa political connection memiliki t-hitung 332801, nilai probabilitas sebesar 0. 1847, dan nilai coefficient political connection sebesar 0. yang menunjukan bahwa arah koefisien positif, serta diperoleh t-tabel sebesar 1. T-hitung sebesar 1. 332801 < dari t- tabel sebesar 1. 65573 dan nilai probabilitas political connection 1847 > dari tingkat signifikansi 0. 05, sehingga menyebabkan H3 ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa political connection secara parsial tidak berpengaruh terhadap financial distress pada Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. perusahaan subsektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018 - 2022, hal ini dikarenakan semakin tinggi koneksi politik maka akan menurunkan kinerja yang berakibat pada semakin tingginya kemungkinan financial distress pada perusahaan. Kristanto . menyatakan bahwa kedekatan politis membuat perusahaan menjadi sulit untuk dapat terbuka dalam penyediaan informasi kepada pihak luar. Keterbukaan informasi dalam pasar saham merupakan hal yang sangat penting karena merupakan sumber informasi bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Ketidakterbukaan informasi akan membuat pandangan investor terhadap perusahaan menjadi buruk, dan akan berimbas terhadap harga saham perusahaan, dan secara tidak langsung akan berdampak pada kinerja pasar perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kalbuana et al. yang menyatakan bahwa political connection tidak berpengaruh terhadap financial distress. Namun tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Peni Anggriani et al. yang mengatakan bahwa political connection berpengaruh terhadap financial distress. Penelitian ini didukung oleh teori sinyal yang pada dasarnya menjelaskan tentang kondisi keuangan perusahaan baik dan keberadaannya stabil maka hal tersebut menjadi sinyal positif bagi investor dan calon investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Sedangkan, apabila kondisi keuangan suatu perusahaan buruk dan diragukan keberadaannya maka hal tersebut akan menjadi sinyal negatif bagi Menurut Hakim and Eksandy . teori sinyal menyatakan bahwa perusahaan yang berkualitas baik dengan sengaja akan memberikan sinyal pada pasar, dengan demikian pasar diharap dapat membedakan perusahaan yang berkualitas baik atau buruk. Pengaruh Komite Audit Terhadap Financial Distress Dalam tabel 11 . asil uji signifikansi parsia. menunjukkan bahwa komite audit memiliki t-hitung sebesar 0. 487826, nilai probabilitas sebesar 0. 6263, dan diperoleh t-tabel sebesar 1. T-hitung sebesar 0. 487826 < dari t- tabel sebesar 1. 687682 dan probabilitas komite audit sebesar 0. 0937 > dari tingkat signifikansi () 0. 05 sehingga menyebabkan H4 ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa komite audit secara parsial tidak berpengaruh terhadap financial distress pada perusahaan subsektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2022. Hal ini dikarenakan bahwa jumlah komite audit yang lebih besar cenderung mengurangi financial distress karena tingkat pengawasan yang tinggi terhadap kinerja perusahaan. Ketika perusahaan memiliki banyak hutang, hal ini cenderung meningkatkan risiko kesulitan keuangan perusahaan karena perusahaan akan kesulitan dalam memenuhi kewajibannya jika jumlahnya lebih besar dan akan berakhir pada kesulitan keuangan perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Anggriawan et al. sejalan dengan penelitian ini yang menyatakan bahwa komite audit tidak berpengaruh terhadap financial distress. Namun tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wowor & Zabrina . Masak & Noviyanti . yang mengatakan bahwa komite audit berpengaruh positif terhadap financial distress. Penelitian ini didukung oleh teori sinyal yang pada dasarnya menjelaskan tentang kondisi keuangan perusahaan baik dan keberadaannya stabil maka hal tersebut menjadi sinyal positif bagi investor dan calon investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Sedangkan, apabila kondisi keuangan suatu perusahaan buruk dan diragukan keberadaannya maka hal tersebut akan menjadi sinyal negatif bagi Menurut Hakim and Eksandy . teori sinyal menyatakan bahwa perusahaan yang berkualitas baik dengan sengaja akan memberikan sinyal pada pasar, dengan demikian pasar diharap dapat membedakan perusahaan yang berkualitas baik atau buruk. Khabitsya Haifan Nisa. Dian Widiyati & Neneng Hasanah . - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Perusahaan Sektor Properties dan Real Estate di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Simpulan Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh average collection period, political connection dan komite audit terhadap financial distress pada perusahaan subsektor Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2022. Analisis yang telah di uji menghasilkan bahwa variabel Average collection period, political connection dan komite audit secara simultan berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Sedangkan secara parsial variabel Average collection dan Political connection berpengaruh terhadap financial distress. Namun variabel Komite audit tidak berpengaruh terhadap financial Temuan ini memberikan wawasan bagi manajemen perusahaan Property dan Real Estate dalam mengefisiensikan pengelolaan piutang dan memastikan efektivitas peran komite audit. Adapun saran dalam penelitian ini, yaitu penelitian selanjutnya menggunakan variabel yang beragam agar hasil penelitian berbeda dan lebih mendalam. Misalnya rasio likuiditas, leverage dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini sampel yang dipilih adalah sampel perusahaan subsektor Property dan Real Estate. Penelitian selanjutnya diharapkan menambah jumlah sampel agar penelitian yang dilakukan menjadi lebih baik, misalnya dengan menggunakan sektor industri barang konsumsi, perbankan dan lain sebagainya dan dapat menggunakan periode penelitian yang lebih lama agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Referensi