Jurnal Pendidikan dan Kewirausahaan p-ISSN: 2302-0008 e-ISSN: 2623-1964 DOI: https://doi. org/10. 47668/pkwu. Volume 14 Issue 1 2026 Pages 33 Ae 46 Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UPI di Bidang Otomotif Herry Kuswanto1*. Javier Kenji Owen2. Wahid Munawar3 1,2,3Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia *Corresponding author: nikharyanti1983@gmail. Abstract: This study aimed to analyze the factors influencing entrepreneurial interest among students of the Automotive Engineering Education Study Program at Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) in the automotive field. The study used a quantitative approach with a survey method involving 30 active students selected through purposive sampling. The research instrument was a Likert-scale questionnaire measuring entrepreneurial motivation, self-efficacy, risk readiness, social environment, and digital technology utilization. Data were analyzed using descriptive statistics, validity, and reliability tests. The results showed that students had a high level of entrepreneurial interest with an average score of 3. The main influencing factors included motivation, self-efficacy, industrial internship experience, risk readiness, and digital technology utilization. The findings can support the development of entrepreneurship curricula based on practical skills and digital technology in automotive vocational education. Keywords: interest in entrepreneurship. automotive students. entrepreneurship, automotive engineering education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di bidang otomotif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 30 mahasiswa aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang mengukur motivasi berwirausaha, kepercayaan diri . elf-efficac. , kesiapan menghadapi risiko, lingkungan sosial, serta pemanfaatan teknologi digital. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki minat berwirausaha yang tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 3,72. Faktor yang paling memengaruhi minat berwirausaha meliputi motivasi, kepercayaan diri, pengalaman praktik industri, kesiapan menghadapi risiko, dan pemanfaatan teknologi digital. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum kewirausahaan berbasis praktik dan teknologi digital pada pendidikan vokasi otomotif. Kata Kunci: minat berwirausah. mahasiswa otomotif. Pendidikan Teknik Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA PENDAHULUAN Pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi tetap menjadi masalah besar di Indonesia. Yulanto et al. menegaskan bahwa lulusan Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif seharusnya dapat berkarir sebagai guru produktif, praktisi industri, atau wirausahawan di bidang otomotif. Namun, realitanya lulusan pendidikan vokasional malah menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia. Hal ini diperparah oleh rendahnya tingkat kewirausahaan di Indonesia yang hanya sekitar 3,47%, jauh di bawah target 12% yang dibutuhkan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju (Herdiansyah et al. , 2. Oleh karena itu, penting dan mendesak untuk meningkatkan minat berwirausaha di kalangan mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif. Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara jelas memasukkan wirausaha di bidang otomotif sebagai salah satu profil lulusannya (Kurikulum UPI, 2. Mahasiswa dibekali dengan kompetensi teknis praktis di bidang Teknik Sepeda Motor. Teknik Kendaraan Ringan. Teknik Alat Berat, serta Teknik Desain. Pembentukan, dan Pengecatan Bodi Otomotif yang sesuai dengan berbagai peluang usaha di sektor otomotif. Kompetensi ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalankan usaha bengkel, jasa servis kendaraan, modifikasi, penjualan suku cadang, hingga detailing dan pengecatan Selain keahlian teknis, kemajuan teknologi digital juga memberikan peluang baru bagi mahasiswa untuk mengembangkan bisnis otomotif secara digital. Mereka bisa memanfaatkan media sosial seperti Instagram. TikTok, dan Facebook untuk mempromosikan jasa servis, modifikasi, atau menjual suku cadang secara lebih luas. Marketplace seperti Tokopedia. Shopee, dan platform digital lainnya juga dapat digunakan untuk menjual produk otomotif, mulai dari aksesori kendaraan hingga produk hasil modifikasi. Teknologi digital juga memungkinkan mahasiswa membangun jaringan bisnis, melakukan pemasaran digital, dan memberikan konsultasi otomotif secara daring, sehingga bisnis yang dijalankan menjadi lebih fleksibel dan inovatif. Walaupun potensi ini besar, belum tentu minat berwirausaha di kalangan mahasiswa sudah kuat. Minat berwirausaha dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berbeda tergantung konteks program studi. Ramlah et al. melalui penelitian pada 139 mahasiswa Universitas Papua menemukan bahwa kepribadian dan lingkungan program studi merupakan faktor utama dengan pengaruh masing-masing sebesar 45,3% dan 23,8%, sedangkan lingkungan keluarga tidak berpengaruh signifikan. Hamdan . menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi sangat berperan dalam membentuk sikap dan keterampilan berwirausaha mahasiswa, namun keberhasilan tergantung pada kualitas kurikulum dan dukungan ekosistem Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA Dalam konteks Teknik Otomotif. Hidayat et al. menemukan hubungan positif signifikan antara motivasi dan sikap kewirausahaan mahasiswa. Hanafi Pawitno bersama-sama memengaruhi minat berwirausaha. Selain pendidikan dan motivasi, perkembangan teknologi digital juga menjadi faktor penting dalam membentuk minat berwirausaha mahasiswa. Zulastsari & Soesatyo . menyatakan bahwa literasi digital dan pendidikan kewirausahaan berdampak pada minat berwirausaha karena pemanfaatan media digital membantu meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis secara modern. Pada mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif, literasi digital dapat berupa kemampuan membuat konten promosi otomotif di media sosial, menggunakan marketplace untuk menjual produk atau jasa otomotif, serta memanfaatkan platform digital untuk membangun relasi dengan pelanggan dan komunitas otomotif. Dengan demikian, literasi digital tidak hanya mendukung pemasaran, tetapi juga meningkatkan daya saing mahasiswa dalam menghadapi industri otomotif berbasis teknologi. Selain literasi digital, lingkungan keluarga dan sosial juga memengaruhi minat berwirausaha mahasiswa. Dalam konteks ini, dukungan keluarga sangat penting jika orang tua memberikan motivasi, modal, atau kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam usaha keluarga seperti bengkel atau penjualan suku cadang. Sebaliknya, minimnya dukungan keluarga bisa menjadi hambatan karena mahasiswa cenderung diarahkan untuk mencari pekerjaan tetap daripada membangun usaha mandiri. Lingkungan sosial seperti teman sekelas, komunitas otomotif, dan lingkungan kampus juga berperan dalam membentuk minat berwirausaha. Mahasiswa yang bergaul dalam komunitas yang aktif di bidang modifikasi, bisnis otomotif, atau penjualan produk digital cenderung lebih tertarik membuka usaha. Dukungan teman sebaya dapat meningkatkan rasa percaya diri untuk memulai usaha, misalnya dengan kerja sama membuka jasa servis atau pemasaran produk secara digital. Lingkungan kampus yang menyediakan seminar kewirausahaan, pelatihan bisnis, dan praktik industri juga memperkuat minat mahasiswa untuk berwirausaha di bidang otomotif. Penelitian yang secara khusus mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UPI masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor tersebut agar hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan program kewirausahaan yang lebih efektif, aplikatif, dan sesuai kebutuhan mahasiswa di tingkat program studi Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UPI di bidang otomotif. Pendekatan kuantitatif digunakan karena penelitian bertujuan mengukur hubungan dan pengaruh antar variabel secara objektif melalui data numerik yang dianalisis menggunakan statistik (Creswell & Creswell, 2. Metode survei dipilih karena mampu memperoleh informasi dari responden dalam jumlah tertentu melalui penyebaran kuesioner secara sistematis. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang masih aktif mengikuti perkuliahan. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria mahasiswa yang memiliki pengetahuan atau pengalaman terkait bidang otomotif dan kewirausahaan. Jumlah sampel adalah 1 kelas pada pendidikan teknik Prosedur penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: . identifikasi masalah dan studi literatur terkait minat berwirausaha, . penyusunan instrumen penelitian berdasarkan indikator variabel, . uji validitas dan reliabilitas instrumen, . penyebaran kuesioner kepada responden, . pengumpulan dan pengolahan data, serta . analisis dan penarikan kesimpulan. Tahapan tersebut dilakukan secara sistematis agar data yang diperoleh memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang baik (Sugiyono, 2. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket atau kuesioner tertutup dengan skala Likert lima tingkat, yaitu sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Variabel yang diteliti meliputi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa, seperti motivasi berwirausaha, kepercayaan diri . elf-efficac. , lingkungan keluarga, pengetahuan kewirausahaan, serta peluang usaha di bidang otomotif. Kisi-kisi instrumen disusun berdasarkan indikator dari penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung maupun daring menggunakan media digital. Sebelum digunakan, instrumen penelitian diuji validitas menggunakan korelasi Product Moment dan diuji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach Alpha untuk memastikan konsistensi instrumen penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan tingkat minat berwirausaha mahasiswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya melalui nilai rata-rata, persentase, dan standar deviasi. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dibawah ini adalah hasil Penelitian yang telah dilakukan yang mencakup validitas dan reliabilitas dari hasil kuesioner yang telah dilakukan pada 30 Gambar 1. Hasil Kuesioner pada Aspek Minat Berwirausaha Mahasiswa Berdasarkan diagram batang di atas, dari total 30 responden, mayoritas mahasiswa menyatakan sangat setuju bahwa mereka yakin mampu menjalankan usaha di bidang otomotif, yaitu sebanyak 17 responden . ,7%). Selanjutnya, sebanyak 9 responden . %) menyatakan setuju. Sementara itu, 2 responden . ,7%) memberikan jawaban netral, dan masing-masing 1 responden . ,3%) menyatakan tidak setuju serta sangat tidak setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dalam menjalankan usaha di bidang otomotif. Gambar 2. Hasil Kuesioner pada Aspek Kepercayaan Diri . elf-efficac. Berdasarkan diagram batang di atas, dari total 30 responden, sebagian besar mahasiswa menyatakan setuju bahwa mereka percaya diri dalam mengelola usaha sendiri, yaitu sebanyak 14 responden . ,7%). Selain itu, sebanyak 11 responden . ,7%) menyatakan sangat setuju. Sementara itu, 4 responden . ,3%) memberikan jawaban netral dan 1 responden . ,3%) menyatakan sangat tidak setuju. Tidak Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA terdapat responden yang memilih tidak setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif memiliki tingkat kepercayaan diri yang baik dalam mengelola usaha secara mandiri. Gambar 3. Hasil Kuesioner pada Aspek Pengetahuan Kewirausahaan Berdasarkan diagram batang di atas, dari total 30 responden, sebanyak 12 responden . %) menyatakan sangat setuju dan 12 responden . %) menyatakan setuju bahwa mereka siap menghadapi risiko dalam menjalankan usaha. Selain itu, sebanyak 5 responden . ,7%) memberikan jawaban netral dan 1 responden . ,3%) menyatakan sangat tidak setuju. Tidak terdapat responden yang memilih tidak Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif memiliki kesiapan yang cukup baik dalam menghadapi risiko berwirausaha di bidang otomotif. Gambar 4. Hasil Kuesioner pada Aspek Peluang Usaha di Bidang Otomotif Berdasarkan diagram batang di atas, dari total 30 responden, sebanyak 14 responden . ,7%) menyatakan sangat setuju dan 12 responden . %) menyatakan setuju bahwa teknologi digital memudahkan dalam memulai usaha. Selain itu, 2 responden . ,7%) memberikan jawaban netral, sedangkan masing-masing 1 responden . ,3%) menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hasil tersebut Pendidikan Teknik Otomotif memandang teknologi digital sebagai faktor yang mendukung dan mempermudah proses memulai usaha di bidang otomotif. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA Tabel 1 Hasil Uji Validitas dan Realibilitas Tabel 1. Hasil Uji Validitas dan Realibilitas Ketera Hitun Tabel (=0,0 Validitas Alpha Cronb Ketera Reliabilitas Item Deleted Valid Sangat Valid 0,944 Sangat Valid 0,948 Sangat Reliabel Valid 0,946 Sangat 0,948 0,951 Reliabel Valid Sangat Reliabel 0,952 Sangat Reliabel Valid 0,947 Reliabel Valid Sangat Reliabel 0,951 Sangat Reliabel Valid 0,950 Reliabel Valid Sangat Reliabel Valid 0,957 Sangat Reliabel Hasil analisis statistik deskriptif terhadap variabel minat berwirausaha yang diukur melalui 10 butir pernyataan menunjukkan nilai rata-rata . sebesar 3,72 dengan standar deviasi sebesar 1,232. Berdasarkan kriteria penilaian interval, nilai rata-rata tersebut berada pada rentang 3,41Ae4,20 yang termasuk dalam kategori Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UPI memiliki minat berwirausaha yang tinggi di bidang otomotif. Distribusi jawaban responden menunjukkan kecenderungan yang positif terhadap faktor-faktor yang memengaruhi minat berwirausaha. Nilai standar deviasi yang relatif kecil menunjukkan bahwa jawaban responden cenderung homogen atau konsisten sehingga tidak terdapat perbedaan persepsi yang terlalu besar antar mahasiswa mengenai minat berwirausaha di bidang otomotif. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA Berdasarkan hasil uji validitas terhadap 10 butir pernyataan dengan jumlah responden sebanyak 30 orang, seluruh item dinyatakan valid karena memiliki nilai r hitung lebih besar dibandingkan r tabel sebesar 0,361. Nilai korelasi tertinggi terdapat pada item P7 sebesar 0,946, sedangkan nilai terendah terdapat pada item P10 sebesar 0,652. Dengan demikian, seluruh item pernyataan mampu mengukur variabel minat berwirausaha secara tepat. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh item memiliki nilai CronbachAos Alpha di atas 0,90 sehingga instrumen penelitian termasuk dalam kategori sangat Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat konsistensi yang sangat baik dan layak digunakan dalam penelitian mengenai minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UPI. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UPI memiliki minat berwirausaha yang tinggi di bidang otomotif. Tingginya minat tersebut dapat dipengaruhi oleh perkembangan industri otomotif yang semakin pesat serta terbukanya berbagai peluang usaha, seperti jasa servis kendaraan, modifikasi kendaraan, penjualan suku cadang, detailing kendaraan, hingga usaha berbasis teknologi otomotif. Kompetensi teknis yang diperoleh mahasiswa selama proses perkuliahan juga menjadi modal penting dalam membangun usaha mandiri setelah menyelesaikan pendidikan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Widiawan et al. yang menyatakan bahwa pendidikan kewirausahaan memiliki hubungan positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa teknik otomotif. Pendidikan kewirausahaan pada program studi otomotif tidak hanya memberikan pemahaman teori bisnis, tetapi juga mengajarkan penerapan praktik usaha otomotif seperti pengelolaan bengkel, pemasaran produk otomotif, dan pengembangan usaha jasa otomotif. Selain itu. Hanafi & Pawitno . menjelaskan bahwa pendidikan kewirausahaan dan pengalaman praktik kerja industri secara simultan berpengaruh terhadap minat berwirausaha di bidang otomotif karena mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai dunia usaha dan industri otomotif. Motivasi berwirausaha juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat mahasiswa untuk membuka usaha mandiri. Hidayat et al. menemukan bahwa motivasi berwirausaha memiliki hubungan positif dengan sikap kewirausahaan mahasiswa teknik otomotif. Mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha sesuai kompetensi otomotif yang Pendidikan kewirausahaan dan motivasi tersebut membantu mahasiswa membentuk pola pikir inovatif, kreatif, dan berani mengambil risiko dalam menjalankan usaha di bidang otomotif. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA Pengalaman praktik industri juga memiliki peran penting dalam meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UPI. Pengalaman praktik industri tidak hanya memberikan pengalaman kerja secara teknis, tetapi juga membantu mahasiswa memahami kondisi nyata dunia usaha dan industri otomotif. Melalui praktik industri di bengkel, dealer, maupun perusahaan otomotif, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses pelayanan pelanggan, pengelolaan usaha, pemasaran jasa, hingga manajemen operasional dilakukan dalam dunia kerja. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai peluang usaha menyelesaikan pendidikan. Dalam konteks bidang otomotif, praktik industri membantu mahasiswa mengenali berbagai peluang usaha, seperti membuka bengkel kendaraan, jasa servis dan tune up, usaha detailing kendaraan, modifikasi kendaraan, penjualan suku cadang, maupun usaha berbasis digital seperti pemasaran produk otomotif melalui media sosial dan marketplace. Mahasiswa juga dapat memahami kebutuhan konsumen, perkembangan teknologi otomotif, serta strategi pelayanan yang baik kepada pelanggan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun kesiapan mental dan keterampilan kewirausahaan mahasiswa. Selain itu, pengalaman praktik industri membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan kewirausahaan, seperti kemampuan komunikasi dengan pelanggan, kerja sama tim, problem solving, disiplin kerja, dan kemampuan mengambil Ketika mahasiswa menghadapi permasalahan teknis kendaraan secara langsung di tempat praktik, mahasiswa belajar mencari solusi secara cepat dan tepat. Kemampuan tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan usaha otomotif karena seorang wirausahawan otomotif tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan mengelola usaha dan menghadapi tantangan dunia Penelitian Sukmana et al. juga menjelaskan bahwa praktik kerja industri mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa pendidikan vokasi dalam membangun usaha mandiri karena mahasiswa memahami sistem kerja industri, pelayanan pelanggan, dan manajemen usaha secara langsung. Dengan demikian, pengalaman praktik industri menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk minat dan kesiapan mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif untuk menjadi wirausahawan di bidang otomotif. Selain pendidikan kewirausahaan dan pengalaman praktik, perkembangan teknologi digital turut memengaruhi minat berwirausaha mahasiswa. Sukmana et . menyatakan bahwa literasi digital dan pendidikan kewirausahaan berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Dalam bidang otomotif, mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial seperti Instagram. TikTok, dan Facebook untuk mempromosikan jasa servis kendaraan, modifikasi kendaraan. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA maupun penjualan suku cadang otomotif. Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee juga dapat digunakan sebagai sarana penjualan produk otomotif secara Pemanfaatan teknologi digital tersebut membantu mahasiswa memperluas jaringan usaha serta meningkatkan kemampuan pemasaran secara efektif. Konsep berwirausaha mahasiswa teknik melalui pemanfaatan teknologi dalam dunia usaha. Nurhayati et al. menjelaskan bahwa technopreneurship dapat diwujudkan melalui inovasi layanan berbasis digital. Dalam bidang otomotif, hal tersebut dapat diterapkan melalui layanan booking servis online, pemasaran digital bengkel, hingga pengembangan produk otomotif modern berbasis teknologi. Dengan demikian, mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha yang kreatif dan kompetitif sesuai perkembangan industri otomotif modern. Faktor lingkungan keluarga dan sosial juga memengaruhi minat berwirausaha Mahyundari et al. menjelaskan bahwa dukungan keluarga dapat memberikan dorongan moral maupun material sehingga mahasiswa lebih berani membuka usaha mandiri. Dalam konteks mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif, dukungan keluarga dapat berupa pemberian modal awal, kesempatan membantu usaha bengkel keluarga, maupun motivasi untuk mengembangkan usaha otomotif Selain itu, lingkungan sosial seperti teman sekelas, komunitas otomotif, dan berwirausaha melalui kerja sama bisnis, kegiatan kewirausahaan, dan pertukaran pengalaman usaha di bidang otomotif. Penelitian oleh Yasman et al. menjelaskan bahwa kompetensi teknik otomotif yang diperoleh mahasiswa melalui praktik bengkel dan pembelajaran servis kendaraan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam membangun usaha bengkel mandiri. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa keterampilan teknis otomotif memiliki hubungan langsung dengan kesiapan berwirausaha mahasiswa pendidikan vokasi otomotif. Selain itu. Wahyudi et al. menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek otomotif dapat meningkatkan kreativitas dan minat kewirausahaan mahasiswa karena mahasiswa dilatih untuk merancang produk, melakukan praktik servis kendaraan, hingga menyusun simulasi usaha bengkel otomotif. Pembelajaran tersebut membantu mahasiswa memahami proses bisnis otomotif secara langsung sehingga lebih siap menjadi wirausahawan di bidang otomotif. Penelitian Nugroho & Miyono . juga menunjukkan bahwa praktik kerja industri pada dunia usaha dan dunia industri otomotif mampu meningkatkan kemampuan komunikasi kerja, pelayanan pelanggan, problem solving, dan manajemen usaha mahasiswa teknik otomotif. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA Pengalaman mengembangkan usaha jasa otomotif setelah menyelesaikan pendidikan. Dalam konteks perkembangan teknologi. Belmonte et al. menjelaskan bahwa konsep technopreneurship pada pendidikan teknik otomotif dapat diterapkan melalui pemanfaatan teknologi digital, seperti pemasaran jasa bengkel melalui media sosial, layanan booking servis online, hingga penjualan suku cadang kendaraan melalui marketplace. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa teknik otomotif tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis kendaraan, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha otomotif modern. Selanjutnya, penelitian Muhamad Rizqy et al. menjelaskan bahwa perkembangan teknologi kendaraan listrik dan smart automotive membuka peluang usaha baru bagi mahasiswa teknik otomotif. Mahasiswa dapat mengembangkan usaha berbasis inovasi teknologi, seperti jasa perawatan kendaraan listrik, modifikasi sistem elektronik kendaraan, maupun layanan otomotif berbasis aplikasi Dengan demikian, pendidikan kewirausahaan pada program studi teknik otomotif perlu dikembangkan secara kontekstual sesuai perkembangan industri otomotif modern agar mahasiswa tidak hanya siap menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri. Nilai standar deviasi sebesar 1,232 menunjukkan bahwa jawaban responden relatif homogen atau konsisten. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar berwirausaha di bidang otomotif. Konsistensi jawaban responden menunjukkan bahwa mahasiswa menyadari adanya peluang usaha yang dapat dikembangkan berdasarkan kompetensi otomotif yang dimiliki selama proses perkuliahan. Persepsi positif terhadap peluang usaha otomotif menjadi faktor penting dalam membentuk minat mahasiswa untuk menjadi wirausahawan di bidang otomotif. Berdasarkan hasil uji validitas, seluruh item pernyataan dinyatakan valid karena memiliki nilai r hitung lebih besar dibandingkan r tabel sebesar 0,361. Nilai validitas tertinggi terdapat pada item P7 sebesar 0,946, sedangkan nilai terendah terdapat pada item P10 sebesar 0,652. Selain itu, hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh item memiliki nilai CronbachAos Alpha di atas 0,90 yang termasuk kategori sangat reliabel. Hal tersebut menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat konsistensi yang sangat baik sehingga layak digunakan dalam penelitian mengenai minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UPI dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pendidikan kewirausahaan, motivasi, pengalaman praktik industri, literasi digital, lingkungan sosial, dan kompetensi teknis otomotif. Oleh karena itu, program Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA studi diharapkan dapat terus mengembangkan program kewirausahaan berbasis otomotif melalui seminar bisnis otomotif, pelatihan technopreneurship, praktik industri, serta pengembangan inkubator bisnis otomotif agar mahasiswa tidak hanya siap menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri di bidang otomotif. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif UPI memiliki minat berwirausaha yang tinggi di bidang otomotif. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa meliputi motivasi berwirausaha, kepercayaan diri . elf-efficac. , pengalaman praktik industri, kesiapan menghadapi risiko, dukungan lingkungan sosial, serta pemanfaatan teknologi digital dalam menjalankan usaha otomotif. Kompetensi teknis otomotif yang diperoleh mahasiswa selama proses pembelajaran juga menjadi modal penting dalam membangun usaha mandiri di bidang otomotif. Mayoritas mahasiswa menunjukkan keyakinan bahwa mereka mampu menjalankan usaha di bidang otomotif dan memiliki keinginan untuk mencapai kesuksesan melalui kegiatan berwirausaha. Selain itu, perkembangan teknologi digital dinilai memudahkan mahasiswa dalam memulai dan mengembangkan usaha, seperti melalui promosi jasa otomotif di media sosial, penjualan sparepart melalui marketplace, maupun pengembangan layanan otomotif berbasis digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan yang terintegrasi dengan kompetensi teknik otomotif berkontribusi positif terhadap tumbuhnya minat berwirausaha mahasiswa. Pengalaman praktik industri juga terbukti memberikan pengaruh penting terhadap pembentukan minat dan kesiapan berwirausaha mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif. Melalui praktik industri di bengkel, dealer, dan perusahaan otomotif, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai pelayanan pelanggan, pengelolaan usaha, manajemen operasional, serta peluang bisnis di bidang otomotif. Pengalaman tersebut membantu mahasiswa memahami kondisi nyata dunia usaha sehingga meningkatkan kesiapan mereka untuk membuka usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif UPI disarankan untuk mengoptimalkan pengalaman praktik industri mahasiswa dengan memperluas kerja sama dengan bengkel profesional, dealer, dan industri otomotif yang memiliki sistem manajemen usaha yang baik. Selain itu, program studi dapat mengembangkan model pembelajaran berbasis teaching factory dan proyek kewirausahaan otomotif sehingga mahasiswa tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola usaha otomotif. Program pelatihan bisnis otomotif, pemasaran digital. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA dan pengelolaan bengkel juga perlu ditingkatkan agar mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan dunia usaha otomotif modern. Pengembangan inkubator bisnis otomotif di lingkungan kampus juga dapat menjadi langkah strategis untuk membantu mahasiswa mengembangkan ide usaha dan menerapkan kompetensi otomotif yang dimiliki menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan. DAFTAR RUJUKAN (Palatino Linotype 11 spasi . Belmonte. Decapia. Jr. Tu. Lavado. Junio. , & Lira. Impact of Information and Communications Technology on Technopreneurial Intention among Engineering Students. International Journal of Information Education Technology, 12. , 756Ae761. https://doi. org/10. 18178/ijiet. Creswell. , & Creswell. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Hamdan. Peran Pendidikan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Daya Saing Mahasiswa dalam Memasuki Dunia Kerja. Jurnal Pendidikan Dan Kewirausahaan, 12. , 734Ae749. https://doi. org/10. 47668/pkwu. Hanafi. , & Pawitno. Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan dan Pengalaman Prakerin terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK Kelas XI SMK Muhammadiyah Kutowinangun. Auto Tech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo, 18. , 28Ae35. https://doi. org/10. 37729/autotech. Herdiansyah. Fahrizal. , & Suprihartini. Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha pada Perguruan Tinggi Vokasi. Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam. Pendidikan. Ekonomi. Humaniora, 11. , 1051Ae https://doi. org/10. 37567/alwatzikhoebillah. Hidayat. Ganefri. Yulastri. Muslim. , & Setiawan. Hubungan antara Motivasi Berwirausaha dengan Sikap Kewirausahaan bagi Mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. AEEJ: Journal of Automotive Engineering and Vocational Education, 3. , 113Ae122. https://doi. org/10. 24036/aeej. Kurikulum UPI. Struktur kurikulum Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif. Universitas Pendidikan Indonesia. https://kurikulum. edu/struktur/prodi/E105 Mahyundari. Togatorop. Sinaga. Putri. Hutasuhut. , & Nababan. Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa. GEMAH RIPAH: Jurnal Bisnis, 5. , 169Ae184. https://doi. org/10. 69957/grjb. Muhamad Rizqy. Sopian. , & Munawar. Persepsi Mahasiswa terhadap Tantangan dan Peluang di Bidang Pendidikan Teknik Otomotif. Auto Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha MahasiswaA Tech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo, 20. , 1Ae14. https://doi. org/10. 37729/autotech. Nugroho. , & Miyono. Implementasi Praktik Kerja Industri dalam Peningkatan Kompetensi Computer Numerical Control pada Program Keahlian Teknik Pemesinan SMKN 4 Semarang. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10. , 1607Ae1614. https://doi. org/10. 36989/didaktik. Nurhayati. Judijanto. Sepriano. , & Mahendra. Technopreneurship. PT. Green Pustaka Indonesia. Ramlah. Murtihapsari. , & Lestari. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa terhadap Kewirausahaan pada Program Studi Kimia dan Pendidikan Kimia di Universitas Papua. Jurnal Pendidikan Dan Kewirausahaan, 12. , 654Ae665. https://doi. org/10. 47668/pkwu. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Sukmana. Nasution. Triastuti. Estede. Prihartini. Soegiarto. Natsir, . Ningrum. Dewantara. , & Baskoro. Pendidikan Vokasi: Kompetensi & Solusi Kebutuhan Dunia Kerja. Star Digital Publishing. Wahyudi. Sudira. Mutohhari. Nurtanto. , & Nur. Improving automotive studentAos creativity and online learning motivation through project-based https://doi. org/10. 1063/5. Widiawan. Setiawan. Khancitra. Wijaya. , & Yalasena. Minat Berwirausaha Mahasiswa Teknik: Sebelum Dan Sesudah Pendidikan Kewirausahaan. CV. AZKA PUSTAKA. Yasman. Suprapto. , & Mau. Analisis Kompetensi Praktik Kerja Siswa di Sekolah SMKN 2 Kota Kupang Jurusan Teknik Kendaraan Ringan terhadap Kebutuhan Industri. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik Mesin, 1, 168Ae Yulanto. Koto. Doni. Januariyansah. Iskandar. , & Zaman. Analisis Kesiapan Kerja Mahasiswa Vokasional Menghadapi Era Industri Jurnal Pendidikan Vokasi Otomotif, 8. https://doi. org/10. 21831/jpvo. Zulastsari. , & Soesatyo. Pengaruh Literasi Ekonomi Dan Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya Angkatan 2015. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 6.