Pengaruh literasi keuangan, pemahaman SIA, dan lingkungan sosial terhadap mitigasi penipuan keuangan pada penggunaan transaksi digital mahasiswa akuntansi Universitas Sam Ratulangi Manado Inka Shefrani Supu Corresponding author: inkasupu064@student. Sam Ratulangi University - Indonesia Herman Karamoy Sam Ratulangi University - Indonesia Steven J. Tangkuman Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. ABSTRACT This study investigates the influence of financial literacy, understanding of accounting information systems (AIS). Keywords and social environment on financial fraud mitigation in financial literacy the use of digital transactions among Accounting informationstudents at Sam Ratulangi University. Manado. The increasing adoption of digital financial services by social environment students has heightened their exposure to potential fraud financial fraud mitigation This research employs a quantitative approach with digital transactions survey data collected from 267 respondents. Multiple linear regression analysis is applied to test the JEL Classification G53 The results reveal that financial literacy and D14 social environment significantly affect financial fraud mitigation, while understanding of AIS shows no Received 19 September 2025 significant effect. Simultaneously, the three variables Revised 28 September 2025 collectively influence studentsAo ability to mitigate Accepted 29 September 2025 financial fraud in digital transactions. These findings Published 8 October 2025 provide theoretical and practical implications for higher education institutions, regulators, and financial service providers to strengthen digital financial education and preventive measures against fraud. A2025 Inka Shefrani Supu. Herman Karamoy. Steven J. Tangkuman This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem keuangan global, termasuk di Indonesia. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Inovasi finansial melalui financial technology . mendorong pertumbuhan pesat transaksi keuangan digital, seperti e-wallet, mobile banking. QRIS, kartu debit, dan kartu kredit. Bagi mahasiswa, terutama generasi muda di perguruan tinggi, layanan ini dianggap praktis, cepat, dan menawarkan banyak promo Mahasiswa Akuntansi Universitas Sam Ratulangi Manado merupakan kelompok yang intens menggunakan layanan transaksi digital dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pembelian makanan, transportasi daring, hingga belanja daring. Fenomena ini diiringi perilaku konsumtif, keputusan finansial impulsif, dan rendahnya kewaspadaan terhadap risiko keamanan digital. Di sisi lain, laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Satgas PASTI, dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menunjukkan peningkatan signifikan kasus penipuan keuangan digital sepanjang 2025, dengan kerugian mencapai triliunan rupiah. Modus penipuan mencakup phishing, penipuan belanja daring, pinjaman online ilegal, serta rekayasa akun . ccount takeove. Data ini menegaskan urgensi literasi keuangan dan pemahaman teknologi informasi yang memadai untuk memitigasi risiko penipuan. Mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Sam Ratulangi Manado sebagai bagian dari masyarakat yang aktif dalam transaksi digital, lebih cenderung menggunakan metode transaksi keuangan digital dibandingkan metode pembayaran konvensional. Selain itu, mahasiswa menjadi konsumen yang cenderung melakukan pembelian secara spontan dan konsumtif tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan (Maulidatinisa et al. , 2025. Wahyuni, 2. kalangan mahasiswa, penggunaan transaksi digital menjadi sangat populer karena kemudahannya dalam melakukan transaksi seharihari (Simbolon et al. , 2. , seperti pembelian makanan dan minuman, transportasi online, hingga belanja online. Selain itu, berbagai promo dan tawaran menarik berupa cashback yang ditawarkan oleh penyedia layanan transaksi digital semakin menarik minat mahasiswa untuk menggunakannya. Namun, di balik kemudahan tersebut, penggunaan transaksi digital juga memiliki potensi modus penipuan keuangan bagi penggunanya. Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengatur keuangan dengan cara yang efisien, termasuk dalam hal membuat keputusan yang bijak terkait pengeluaran, tabungan, investasi, hingga penggunaan transaksi keuangan digital. Pengaruh pengetahuan akan keuangan yang baik akan membuat para mahasiswa akan menjadi bijak dan waspada dalam memahami modus-modus penipuan keuangan yang menjadi tren saat ini terutama dalam transaksi digital. Elsa et al. mengatakan bahwa mahasiswa dengan literasi keuangan yang baik lebih mampu menghindari risiko finansial dalam transaksi digital. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pemahaman sistem informasi akuntansi (SIA) dalam menyediakan sistem pengendalian internal yang dapat mendeteksi dan mencegah potensi penipuan keuangan. Dengan pemahaman yang baik mengenai Sistem Informasi Akuntansi (SIA), mahasiswa dapat lebih waspada terhadap potensi risiko seperti phishing, penyalahgunaan data, maupun account takeover yang kerap terjadi dalam sistem transaksi keuangan digital. Bodnar dan Hopwood . menyatakan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang dirancang dengan baik harus mencakup fitur pengendalian internal dan prosedur keamanan yang mampu menjaga integritas serta kerahasiaan data keuangan. Ketika transaksi keuangan semakin beralih ke platform digital seperti e-wallet dan mobile banking, maka pemahaman terhadap cara kerja dan mekanisme pengamanan dalam SIA menjadi semakin penting, tidak hanya bagi praktisi keuangan tetapi juga bagi pengguna akhir seperti mahasiswa. Lingkungan sosial aspek yang positif juga memiliki peran krusial dalam pembentukan perilaku keuangan mahasiswa. Mahasiswa yang berada dalam lingkungan sosial yang mendukung, seperti keluarga yang memiliki pemahaman keuangan yang baik, teman sebaya yang bijak dalam penggunaan keuangan digital, serta kampus yang proaktif memberikan edukasi terkait risiko keuangan digital, sehingga memiliki perilaku keuangan yang lebih baik dan lebih waspada terhadap penipuan keuangan. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi tiga variabel utama Ae literasi keuangan, pemahaman SIA, dan lingkungan sosial Ae dengan mengacu pada Fraud Triangle Theory (Cressey, 1. Teori ini menjelaskan bahwa penipuan timbul karena interaksi tekanan . , peluang . , dan rasionalisasi . Dalam konteks ini, literasi keuangan diharapkan mampu mengurangi tekanan finansial mahasiswa, pemahaman SIA membantu menutup peluang penipuan melalui sistem yang lebih aman, sedangkan lingkungan sosial berperan membentuk nilai dan norma yang menghambat rasionalisasi tindakan penipuan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis untuk menguji penerapan Fraud Triangle Theory pada perilaku keuangan digital mahasiswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, pemahaman sistem informasi akuntansi, dan lingkungan sosial terhadap mitigasi penipuan keuangan pada penggunaan transaksi digital mahasiswa Akuntansi Universitas Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi institusi pendidikan tinggi, regulator keuangan, dan penyedia layanan fintech untuk memperkuat program literasi digital, sistem keamanan transaksi, dan lingkungan sosial yang mendukung Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. perilaku finansial yang sehat serta aman di kalangan mahasiswa. Tinjauan Fraud Triangle Theory Donald R. Cressey . menyatakan penipuan muncul dari interaksi tiga faktor kunci: tekanan . , peluang . , dan rasionalisasi . Ketiga elemen ini menjadi dasar fundamental untuk memahami bagaimana dan mengapa seseorang dapat melakukan penipuan, terutama dalam transaksi keuangan Tekanan (Pressur. merupakan dorongan yang berasal dari kondisi pribadi atau sosial, seperti kebutuhan ekonomi, gaya hidup konsumtif, atau tekanan akademik yang dialami mahasiswa. Dalam konteks ini, mahasiswa yang mengalami tekanan finansial lebih rentan terhadap tindakan penipuan, baik sebagai pelaku maupun Kesempatan (Opportunit. akan muncul ketika individu melihat adanya celah atau kelemahan dalam sistem pengendalian atau pemantauan, apabila mahasiswa memiliki akses terhadap sistem pembayaran digital yang lemah dari sisi pengawasan atau pemahaman, maka kesempatan untuk melakukan atau menjadi korban penipuan akan semakin besar. Rasionalisasi (Rationalizatio. merupakan proses di mana individu membenarkan tindakan curangnya secara moral, misalnya dengan berpikir bahwa tindakannya hanya sementara, tidak merugikan langsung orang lain, atau karena merasa berhak mendapatkan keuntungan tertentu. Rasionalisasi menjadi faktor psikologis yang memperkuat kecenderungan seseorang melakukan penipuan. Oleh karena itu, sangat diperlukan tindakan pencegahan untuk meminimalkan penipuan . di kalangan mahasiswa dalam penggunaan transaksi digital. Literasi keuangan . inancial literac. Literasi keuangan mencakup kesadaran individu dalam mengelola keuangan pribadi melalui pemahaman konsep dasar keuangan, penyusunan anggaran, serta perencanaan masa depan secara finansial. Literasi yang baik membantu individu dalam membuat pilihan yang tepat dan mencegah tindakan impulsif dalam penggunaan layanan keuangan digital (Gitman, dan Joehnk. Menurut Mitchell dan Lusardi dalam Financial Literacy and Planning . , seseorang dengan literasi keuangan yang kuat lebih mungkin membuat pilihan keuangan yang baik, merencanakan masa depan secara finansial, serta menghindari risiko penipuan Peningkatan literasi keuangan menjadi faktor kunci untuk membangun ketahanan finansial individu, terutama bagi mahasiswa yang aktif menggunakan layanan keuangan digital. Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, indikator literasi keuangan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. meliputi beberapa aspek yang mencerminkan sejauh mana seseorang mengerti dan mengelola keuangan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: Pengetahuan Keuangan (Financial Knowledg. Sikap Keuangan (Financial Attitud. Perilaku Keuangan (Financial Behavio. Keterampilan Keuangan (Financial Skill. Literasi keuangan dapat diukur melalui kombinasi antara pemahaman teoritis terhadap konsep keuangan dasar, kemampuan dalam mengelola anggaran dan tabungan, serta sikap yang bijaksana dalam pengambilan keputusan finansial sehari-hari. Pentingnya integrasi antara pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang konsisten agar individu mampu mencapai kestabilan dan keamanan keuangan jangka panjang (Kapoor et al. , 2. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Romney dan Steinbart . mengatakan, sistem informasi akuntansi (SIA) adalah sistem yang dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memproses data akuntansi, serta menyediakan informasi yang diperlukan pengguna internal dan eksternal untuk memfasilitasi pengambilan keputusan yang efektif. Bagi kalangan mahasiswa, khususnya yang aktif menggunakan transaksi keuangan digital, pemahaman tentang cara kerja dan peran SIA menjadi sangat penting. Untuk mengukur tingkat pemahaman individu terhadap sistem informasi akuntansi (SIA), diperlukan indikator yang merepresentasikan aspek-aspek penting dalam pengelolaan informasi keuangan berbasis digital, antara lain: Pengetahuan kontrol keamanan informasi. Romney dan Steinbart . menyebutkan bahwa kontrol internal yang kuat dalam SIA berfungsi untuk mencegah terjadinya kesalahan, penyimpangan, dan kecurangan. Kemampuan mengenali fitur keamanan dalam sistem. Mencakup kesadaran pengguna terhadap fitur keamanan dalam sistem keuangan digital seperti autentikasi dua faktor . FA), enkripsi data, serta notifikasi aktivitas mencurigakan. Pemahaman teknis terhadap fitur keamanan memiliki hubungan signifikan terhadap peningkatan kesadaran keamanan informasi secara menyeluruh. Kepatuhan terhadap prosedur keamanan. Keberhasilan pengendalian internal sangat ditentukan oleh kepatuhan pengguna terhadap prosedur yang telah ditetapkan dalam Penerapan teknologi keamanan dalam transasksi digital. Tindakan nyata pengguna dalam menerapkan praktik keamanan saat bertransaksi digital, seperti menggunakan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. jaringan yang aman serta tidak menyimpan data penting di perangkat umum. Individu yang rutin menggunakan pengamanan tambahan saat bertransaksi memiliki kerentanan rendah terhadap penipuan keuangan. Dengan memahami SIA ini, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis dalam pengelolaan informasi keuangan, tetapi juga ditanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keamanan data pribadi serta waspada terhadap berbagai modus penipuan Penelitian yang dilakukan oleh Azniza dan Meyla . menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi dan fitur layanan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan dompet digital di kalangan mahasiswa akuntansi. Lingkungan sosial Lingkungan sosial ialah keseluruhan interaksi sosial melibatkan individu dengan kelompok di sekitarnya, termasuk keluarga, teman sebaya, komunitas, serta lingkungan akademik. Lingkungan sosial mempengaruhi sikap dan perilaku individu dalam mengelola keuangan, termasuk dalam konteks penggunaan layanan keuangan Penelitian oleh Dewi dan Prima . juga menyebutkan bahwa lingkungan sosial seperti keluarga, teman, maupun komunitas memiliki pengaruh nyata terhadap perilaku keuangan Hal ini mendukung hasil penelitian ini, di mana pengaruh lingkungan sosial menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap penipuan digital. Budaya konsumtif yang berkembang di lingkunan kampus atau teman sebaya juga turut mempengaruhi perilaku keuangn Salah satu fenomena yang sering muncul adalah "Fear of Missing Out" (FOMO) mengacu pada kecemasan yang dialami seseorang saat mereka merasa mungkin ketinggalan tren populer atau informasi penting, yang memengaruhi proses pengambilan keputusan mereka. Keluarga, teman sebaya, komunitas akademik, dan media sosial memiliki peran dalam membentuk cara pandang dan sikap mahasiswa terhadap keamanan untuk memanfaatkan layanan pembayaran digital. Dengan demikian, hal-hal tersebut dapat menunjukkan sejauh mana lingkungan sosial turut berkontribusi dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap pencegahan penipuan keuangan di kalangan mahasiswa. Mitigasi penipuan keuangan Arens et al. berpendapat bahwa penipuan keuangan (. inancial frau. merupakan tindakan yang disengaja untuk mendapat keuntungan ekonomi secara tidak sah dengan cara memanipulasi informasi, menyalahgunakan kepercayaan, atau mengeksploitasi kelemahan sistem keuangan, baik secara individu maupun organisasi. Wells . menyebutkan bahwa penipuan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. keuangan modern sering kali menggunakan teknik manipulatif berbasis teknologi seperti phishing, social engineering, dan rekayasa akun . ccount takeove. , yang menyasar individu dengan tingkat literasi digital rendah. Seiring dengan meningkatnya penggunaan transaksi keuangan digital, modus penipuan finansial turut bertransformasi dengan memanfaatkan kelemahan pada literasi digital dan kurangnya kewaspadaan pengguna. Zurman dan Uli . menjelaskan bahwa mitigasi penipuan keuangan merupakan mekanisme dalam mencegah, mendeteksi, dan mengurangi tindakan penipuan . Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif asosiatif yang dilakukan untuk mencari pengaruh satu atau lebih variabel independen dengan satu atau lebih variabel dependen. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Akuntansi di Universitas Sam Ratulangi Manado yang aktif menggunakan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 267 responden dengan penentuan metode sampling menggunakan metode purposive sampling. Jenis data penelitian ini bersifat kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan . Sumber data penelitian ini adalah data primer dalam bentuk kuesioner dan data sekunder mencakup laporan kasus penipuan keuangan yang bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia. Teknik pengukuran data primer menggunakan skala likert 1-5. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda sebagai instrumen penelitian, dengan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = CAXCA CCXCC CEXCE e Keterangan: : Mitigasi Penipuan Keuangan : Konstanta CA. CC, dan CE : Koefisien Regresi XCA : Literasi Keuangan XCC : Pemahaman SIA XCE : Lingkungan Sosial : Error Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Hasil dan Tabel 1. Hasil uji statistik deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Literasi Keuangan (X. Pemahaman SIA (X. Lingkungan Sosial (X. Mitigasi Penipuan 267 Keuangan (Y) Valid N . Sumber: Data olahan, 2025 Mean Std. Deviation Berdasarkan tabel 1, variabel literasi keuangan memiliki nilai minimum sebesar 17, nilai maksimum sebesar 30, rata-rata . sebesar 25,75 dengan standar deviasi sebesar 3,367. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat literasi keuangan mahasiswa akuntansi sudah berada pada kategori Kemudian untuk variabel pemahaman SIA, diketahui memiliki nilai minimum sebesar 17, nilai maksimum sebesar 30, rata-rata . sebesar 26,78 dengan standar deviasi sebesar 2,601. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemahaman mahasiswa Akuntansi terhadap SIA sudah baik. Selanjutnya, variabel lingkungan sosial diketahui memiliki nilai minimum sebesar 14, nilai maksimum sebesar 30, rata-rata . sebesar 23,25 dengan standar deviasi sebesar 3,690. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengaruh lingkungan sosial terhadap mahasiswa cukup beragam, sebagian mendapat dukungan lingkungan sosial yang kuat, namun ada beberapa yang masih berada pada tingkat rendah. Terakhir, untuk variabel mitigasi penipuan keuangan, diketahui memiliki nilai minimum sebesar 9, nilai maksimum sebesar 30, rata-rata . sebesar 22,97 dengan standar deviasi sebesar 4,187. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian mahasiswa sudah memiliki kewaspadaan tinggi terhadap penipuan keuangan, namun sebagian masih cukup rentan. Tabel 2. Hasil analisis regresi linear berganda Coefficients Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Literasi Keuangan (X. Pemahaman SIA (X. Lingkungan Sosial (X. Dependent Variable: Mitigasi Penipuan Keuangan (Y) Sumber: Data olahan, 2025 Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan tabel 2, dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Y= 4,222 0,174X1 0,054X2 0,552X3 e Konstanta () Nilai konstanta 4,222 berarti jika Literasi Keuangan. Pemahaman SIA, dan Lingkungan Sosial bernilai nol, maka Mitigasi Penipuan Keuangan diperkirakan sebesar 4,222. Literasi Keuangan Koefisien literasi keuangan sebesar 0,174 dengan signifikansi 0,032 menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan 1 satuan meningkatkan potensi penipuan keuangan sebesar 0,174, dengan variabel lain tetap. Hasil regresi ini menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap mitigasi penipuan keuangan. Hal ini berarti semakin baik literasi keuangan yang dimiliki mahasiswa, semakin tinggi pula kemampuan mereka untuk mencegah penipuan keuangan dalam menggunakan transaksi digital sehari-hari. Pemahaman SIA Koefisien pemahaman SIA sebesar 0,054 namun nilai signifikansinya 0,580 (>0,. menunjukkan bahwa variabel ini tidak berpengaruh signifikan terhadap mitigasi penipuan keuangan secara parsial. Artinya, meskipun mahasiswa memahami teori tentang Sistem Informasi Akuntansi (SIA), sebagian besar responden cenderung kurang memperhatikan penerapan autentikasi ganda atau prosedur keamanan digital lainnya ketika bertransaksi, sehingga kontribusinya terhadap mitigasi penipuan tidak terlihat signifikan. Lingkungan Sosial Koefisien Lingkungan Sosial sebesar 0,552 dengan signifikansi 0,000 menunjukkan bahwa peningkatan 1 satuan dalam lingkungan sosial menaikkan prediksi mitigasi penipuan keuangan sebesar 0,552, jika variabel lain tetap. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap mitigasi penipuan keuangan. Hal ini berarti, mahasiswa yang berada di lingkungan positif memiliki peran penting dalam membentuk sikap waspada mahasiswa terhadap potensi penipuan keuangan dalam transaksi digital. Tabel 3. Hasil uji parsial . ji statistik . Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Literasi Keuangan (X. Pemahaman SIA (X. Lingkungan Sosial (X. Dependent Variabel: Mitigasi Penipuan Keuangan (Y) Sumber: Data olahan, 2025 Sig. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Berdasarkan tabel 3, variabel literasi keuangan memiliki pengaruh signifikan terhadap mitigasi penipuan keuangan, ditunjukkan oleh nilai t sebesar 2,154 dan signifikansi 0,032 (< 0,. , maka hipotesis pertama (H. Variabel Pemahaman sistem informasi akuntansi (SIA) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap mitigasi penipuan keuangan, dengan nilai t sebesar 0,554 dan signifikansi 0,580 (> 0,. , maka hipotesis kedua (H. Variabel Lingkungan sosial terbukti sangat berpengaruh terhadap mitigasi penipuan keuangan, dengan nilai t sebesar 8,246 dan signifikansi 0,000 (< 0,. , maka hipotesis ketiga (H. Tabel 4. Hasil koefisien determinasi (R. Model Summary Model R Square Sumber: Data olahan, 2025 Adjusted Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan tabel diatas, nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,346 sehingga dapat disimpulkan variabel literasi keuangan, pemahaman SIA, dan lingkungan sosial secara bersama-sama mempengaruhi variabel mitigasi penipuan keuangan sebesar 34,6% sisanya sebesar 65,4% dipengaruhi oleh variabel ataupun faktor lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini. Laporan kasus penipuan keuangan digital di Indonesia 2025 Data sekunder yang diperoleh dari laporan kasus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Satgas PASTI . , dan Indonesia AntiScam Centre (IASC) sebagai dasar dalam menganalisis perkembangan kasus penipuan keuangan digital di Indonesia. Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, terdapat peningkatan yang signifikan dalam jumlah laporan penipuan digital, nilai kerugian korban, serta jumlah entitas dan rekening ilegal yang diblokir oleh otoritas. Berikut merupakan ringkasan data laporan penipuan keuangan digital yang dihimpun hingga Mei 2025: Tabel 5. Rekapitulasi laporan kasus penipuan keuangan digital di Indonesia Periode Jumlah Laporan Rekening Kerugian Diblokir Januari-Februari 536 entitas ilegal 12 Maret 2025 Rp1,2 triliun April 2025 Rp2 triliun 23 Mei 2025 Rp2,6 triliun Kuartal I 2025 Rp1,7 triliun Sumber: OJK. IASC. Satgas PASTI . Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Data ini menunjukkan bahwa kasus penipuan digital telah menjadi isu sistemik yang perlu ditangani secara komprehensif. Jenis penipuan digital yang paling banyak dilaporkan, yaitu penipuan belanja online, phishing dan spoofing . engatasnamakan lembaga resm. , penawaran kerja palsu, penipuan hadiah dan undian palsu, pinjaman online ilegal . Temuan dari data sekunder ini menunjukkan bahwa penipuan keuangan digital di Indonesia sudah berada pada tahap kritis dan memerlukan langkahlangkah mitigasi yang sistematis. Temuan ini memiliki keterkaitan langsung dengan urgensi penelitian mengenai mitigasi penipuan keuangan dalam transaksi digital pada mahasiswa Akuntansi Universitas Sam Ratulangi Manado. Pembahasan Pengaruh literasi keuangan terhadap mitigasi penipuan keuangan Hasil uji dalam penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap mitigasi penipuan keuangan. Semakin tinggi literasi keuangan maka semakin rendah risiko menjadi korban bahkan pelaku penipuan keuangan. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Elsa et al. menegaskan bahwa semakin tinggi literasi keuangan maka semakin rendah kerentanan terhadap penipuan berbasis digital. Sejalan dengan itu, penelitian yang dilakukan oleh Ariska et al. juga menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Dengan demikian, implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan meningkatkan literasi keuangan dapat menjadi langkah strategis dalam menurunkan angka penipuan keuangan di kalangan pengaruh pemahaman sia terhadap mitigasi penipuan keuangan Hasil uji dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman SIA tidak memberikan pengaruh terhadap mitigasi penipuan Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Fadya et al. yang menyatakan bahwa pemahaman SIA mendukung penggunaan teknologi keuangan yang aman sehingga dapat meminimalisir potensi penipuan keuangan Hasil penelitian ini yang menunjukkan pemahaman SIA tidak berpengaruh terhadap mitigasi penipuan keuangan pada mahasiswa, mungkin disebabkan karena mahasiswa Akuntansi belum sepenuhnya menerapkan pengetahuan tentang SIA dalam praktik transaksi digital sehari-hari, terutama dalam pengambilan keputusan saat berhadapan dengan situasi keuangan digital yang rentan terhadap penipuan. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pengaruh lingkungan sosial terhadap mitigasi penipuan keuangan Hasil uji dalam penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial berpengaruh terhadap mitigasi penipuan keuangan. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi dan Prima . juga menyebutkan bahwa lingkungan sosial seperti keluarga, teman, maupun komunitas memiliki pengaruh terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Hal ini membuktikan bahwa peran lingkungan sosial tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga preventif dalam meminimalisasi penipuan keuangan dalam penggunaan transaksi digital mahasiswa. Pengaruh literasi keuangan, pemahaman SIA, dan lingkungan sosial terhadap mitigasi penipuan keuangan Hasil uji dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan literasi keuangan, pemahaman SIA, dan lingkungan sosial berpengaruh signifikan terhadap mitigasi penipuan keuangan. Hasil penelitian ini selaras dengan Fraud Triangle Theory yang dikemukakan oleh Cressey . , yang menyatakan bahwa penipuan dapat terjadi karena interaksi antara tekanan, kesempatan/peluang, dan rasionalisasi. Dalam penelitian ini, literasi keuangan dapat menurunkan tekanan karena individu memiliki kontrol yang baik atas keuangannya, pemahaman SIA membantu mengidentifikasi dan menutup peluang terjadinya penipuan, dan lingkungan sosial dapat membentuk nilai serta sikap yang mendorong atau menahan rasionalisasi terhadap tindakan Penemuan ini membuktikan kerangka berpikir (H. dalam penelitian yang mengasumsikan bahwa ketiga faktor tersebut saling melengkapi dalam membentuk kewaspadaan terhadap mitigasi penipuan keuangan. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa Akuntansi Universitas Sam Ratulangi Manado mencegah penipuan keuangan pada transaksi digital. Semakin baik pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan dan semakin kuat dukungan lingkungan di sekitarnya, semakin besar pula kewaspadaan mereka terhadap risiko penipuan digital. Sebaliknya, pemahaman tentang Sistem Informasi Akuntansi (SIA) ternyata belum memberikan pengaruh signifikan secara Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun mahasiswa mengetahui konsep SIA, penerapannya dalam praktik keamanan transaksi digital sehari-hari masih belum maksimal. Namun ketika ketiga faktorAiliterasi keuangan, pemahaman SIA, dan lingkungan sosialAidilihat secara bersama-sama, hasilnya tetap menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam memitigasi penipuan keuangan. Temuan ini Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. menguatkan kerangka Fraud Triangle Theory, bahwa tekanan, peluang, dan rasionalisasi penipuan dapat ditekan melalui kombinasi literasi, sistem keamanan, dan dukungan lingkungan Selain hasil penelitian ini juga memberikan bukti empiris Institusi pendidikan tinggi, regulator keuangan, dan penyedia layanan fintech dapat memanfaatkan temuan ini untuk memperkuat program literasi digital, meningkatkan sistem keamanan transaksi, serta menciptakan lingkungan sosial yang lebih mendukung perilaku finansial yang sehat. Daftar Arens. Elder. Beasley. , & Hogan. Auditing and assurance services: An integrated approach. Pearson Education Limited. Ariska. Jusman. , & Asriany. Pengaruh literasi keuangan, financial teknologi dan gaya hidup hedonisme terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Owner: Riset dan Jurnal Akuntansi, 7. , https://doi. org/10. 33395/owner. Azniza. , & Meyla. Pengaruh fitur layanan dan sistem informasi akuntansi terhadap penggunaan financial technology pada aplikasi dompet digital (Studi empiris pada mahasiswa akuntansi Universitas Ekasakt. Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi, 1. , 104Ae111. https://doi. org/10. 31933/epja. Bodnar. , & Hopwood. Accounting information Prentice Hall Cressey. Other peopleAos money: A study in the social psychology of embezzlement. Free Press. Elsa. Dasila. , & Riyanti. Analisis tingkat literasi keuangan terhadap risiko finansial di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo. Jurnal Manajemen dan Keuangan Mahasiswa, 4. , 90Ae102. http://dx. org/10. 29040/jie. Fadya. Widawati. , & Rukmiyati. Implementasi Digital Payment dalam Memitigasi Risiko Fraud di Hotel Conrad Bali. Indonesian Journal of Banking and Financial Technology (FINTECH), 2. , https://doi. org/10. 55927/fintech. Febrianti. , & Prima. Pengaruh literasi keuangan, financial technology, dan lingkungan sosial terhadap perilaku keuangan mahasiswa di Kota Batam. eCo-Buss, 6. , 1194-1207. https://doi. org/10. 32877/eb. Gitman. Joehnk. , & Billingsley. Personal financial planning. South-Western College Pub. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Kapoor. Dlabay. , & Hughes. Personal finance. McGraw-Hill Education. Maulidatinisa. Zulaihati. , & Respati. Pengaruh literasi keuangan, pengendalian diri, dan penggunaan fintech berbasis shopeepay terhadap perilaku konsumtif mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (Studi kasus angkatan 2. Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi, 1. , 776792. https://doi. org/10. 63822/avvk9583 Mitchell. , & Lusardi. Financial literacy and planning: Implications for retirement wellbeing. NBER Working Paper No. https://w. org/system/files/working_papers/w17078 /w17078. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan https://ojk. id/id/berita-dankegiatan/publikasi/Pages/Survei-Nasional-Literasi-danInklusi-Keuangan-(SNLIK)-2024. Otoritas Jasa Keuangan. Satgas PASTI blokir 536 entitas ilegal JanuariAeMaret https://ojk. id/id/berita-dankegiatan/info-terkini/Pages/Satgas-PASTI-Blokir-536-EntitasIlegal-di-Januari-Februari-2025. Romney. , & Steinbart. Accounting information Pearson Education. Simbolon,L. Suriyanti. , & Samsiah. Pengaruh literasi keuangan digital, literasi keuangan, dan sosialisasi keuangan terhadap perilaku keuangan. Multiplier: Jurnal Magister Manajemen, 6. , https://multiplier. id/index. php/MLT/article/view /215 Wahyuni. Pengaruh literasi keuangan dan penggunaan digital payment terhadap perilaku konsumtif generasi z mahasiswa di Mataram. Jurnal Aplikasi Perpajakan, 6. , 395-407. https://doi. org/10. 29303/jap. Zurman. , & Uli. Pengaruh manajemen risiko dan aktivitas audit internal dalam mitigasi fraud. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 13. https://doi. org/10. 32520/jak.