CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. JUNI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STRES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RS SENTRA MEDIKA CISALAK Devi Kurniasih1. Mila Sartika2 Prodi Sarjana Keperawatan. Universitas Medika Suherman. Cikarang Email: devikurniasih0112@gmail. Received: 03-05-2023. Revised: 23-05-2023. Accepted: 20-02-2023 Abstract Stress factors in diabetes mellitus are important to know and understand by nurses, families and diabetes mellitus sufferers. If stress cannot be overcome then it will aggravate the physical and psychological burden. It causes also negative impacts on health and it affects one's life This study aims to determine the factors associated with stress incidence of patients with type 2 diabetes mellitus at Sentra Medika Hospital. Cisalak. The type of research used by researcher is cross-sectional. The total of samples is 124 respondents using the Slovin formula. Data collection is in the form of questionnaire. The statistical test used is chi-square. The results showed that the length of treatment factor is associated with stress incidence with a p-value = Fatigue factor is associated with stress incidence with a p-value = 0. 000, role changes in the family factor is associated with stress incidence with a p-value = 0. 000, family support factors are associated with stress incidence with a p-value = 0. Conclusion: length of treatment, fatigue, role changes and family support are associated with stress incidence. Keywords: diabetes mellitus, fatigue, role changes, family support, stress Abstrak Faktor stres pada diabetes melitus penting untuk diketahui dan dipahami oleh perawat, keluarga serta penderita diabetes melitus. Apabila stres tidak dapat diatasi maka akan memperberat beban fisik dan psikologis. Stres juga berdampak buruk bagi kesehatan dan mempengaruhi kondisi kehidupan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stres pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Sentra Medika Cisalak. Jenis Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah crossectional. Jumlah sample 124 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data berupa kuisioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor lama pengobatan berhubungan dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0. faktor kelelahan berhubungan dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0. 000, faktor perubahan peran dalam keluarga berhubungan dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0. 000, faktor dukungan keluarga berhubungan dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0. Kesimpulan : faktor lama pengobatan, kelelahan, perubahan peran dan dukungan keluarga berhubungan dengan kejadian stres. Kata Kunci: diabetes melitus, kelelahan, perubahan peran, dukungan keluarga, stres E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj PENDAHULUAN Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular kronik yang disebabkan oleh International Diabetes Federation menyatakan bahwa kondisi kronik terjadi ketika ada peningkatan glukosa dalam memproduksi hormon insulin secara Kondisi tingginya kadar glukosa dalam darah apabila tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan kerusakan fungsi organ-organ tubuh serta meningkatkan komplikasi penyakit serta kematian (International Diabetes Federation, 2. Internasional Diabetes Federation menyatakan prevalensi diabetes melitus meningkat di seluruh dunia dan diperkirakan 536,6 juta orang hidup dengan diabetes melitus baik yang di diagnosis atau tidak terdiagnosis pada tahun 2021, dan jumlah ini diproyeksikan meningkat sebesar 46%, mencapai 783,2 juta pada tahun 2045(Ogurtsova et al. , 2. Indonesia menempati peringkat ke-5 di dunia dengan jumlah penderita diabetes mencapai 19,47 juta dengan jumlah penduduk sebesar 179,72 juta, prevalensi diabetes melitus di Indonesia sebesar 10,6%. (International Diabetes Federation, 2. Angka kejadian diabetes melitus di Jawa Barat tahun 2020 Prevalensi diabetes melitus di Jawa Barat 1. 8 % (Nugraha & Rahmat, 2. dalam penelitian (The author, 2. Prevalensi diabetes melitus di kota Depok yaitu 15%, pada tahun 2018 penderita diabetes melitus lebih banyak berada di perkotaan . ,89%) dibandingkan dengan pedesaan . ,01%) (Depok, 2. Meningkatnya diabetes melitus disebabkan karena faktor keturunan, overweight, perubahan gaya hidup yang tidak teratur, diet yang tidak sesuai, ketidakpatuhan berolahraga, faktor usia, perokok, dan stres (Nursucita & Handayani, 2. Stres adalah reaksi fisiologis tubuh VOL. 01 NO. JUNI membangkitkan perubahan. Setiap situasi, peristiwa, atau agen yang mengancam keamanan seseorang disebut stressor. Stressor beradaptasi dan bersifat internal dan Penyebab stressor yang bersifat internal yaitu fisiologi, psikologis dan sedangkan penyebab stressor bersifat ekternal yaitu lingkungan dan sosial budaya (Delaune and Ladner, 2. Stres dapat mempengaruhi kondisi fisik, emosional, intelektual, sosial dan spiritual dalam kehidupan individu. Stres yang fisik dapat Stres yang mempengaruhi kondisi emosional mengakibatkan perasaan negatif terhadap diri sendiri dan terhadap orang Stres yang mempengaruhi kondisi intelektual dapat mempengaruhi persepsi dan kemampuan memecahkan masalah. Stres yang mempengaruhi kondisi sosial dapat mengubah hubungan seseorang Stres mempengaruhi kondisi spiritual dapat mempengaruhi nilai dan kepercayaan individu (Nugroho & Purwanti,2. dalam penelitian (Meivy et al. , 2. Stres fisik dan psikis dapat mengaktifkan sistem neuroendokrin dan sistem saraf simpatis melalui hipotalamus, pituitary, adrenal sehingga terjadi peningkatan hormon kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes (Arzaq et al. , 2. Stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 yaitu terdiri dari usia, lamanya pengobatan, diterapkannya diet, lamanya penyembuhan luka, serta kekhawatiran terjadinya komplikasi (Nursucita & Handayani, 2. Adapun faktor lain penyebab stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 yaitu ketidakmampuan penderita diabetes dalam mengontrol diri menghadapi masalah di kehidupan seharihari karena pekerjaan, lingkungan sosial, tekanan dalam keluarga, berkurangnya peran dalam rumah tangga, hilangnya E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 173 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj pekerjaan dan pendapatan yang menurun (Nababan et al. ,2. dalam penelitian (Nursucita & Handayani, 2. Penderita diabetes yang mengalami kecacatan keputusasaan, merasa diri tidak berguna, tidak ada semangat hidup, keinginan untuk banyak berbicara, makan dan bekerja menurun sehingga dapat mempengaruhi tingkat stres pada penderita diabetes melitus WHO (Center for disease control and prevention, 2. dalam penelitian (Yan et , 2. serta adanya sikap menyangkal, obsesif, marah, takut, dan frustasi (Tatar et , n. Data yang diperoleh dari penelitian faktor penyebab stres pada penderita menggunakan metode studi literatur riview. Literatur yang digunakan merupakan jurnal nasional yang diterbitkan mulai tahun 2011 Literatur dikumpulkan https://garuda. id dan google scholar dengan menggunakan kata pencarian Autingkat stres diabetes melitus tipe 2Ay. Augangguan emosional diabetes melitus serta menggunakan teknik inklusi dan eksklusi seperti penyebab stres pada penderita diabetes melitus tipe 2, sebanyak 90 artikel dihilangkan kemudian diperoleh lagi 10 artikel jurnal riview. Hasil riview yang menunjukan faktor penyebab tingkat stres pada pasien diabetes melitus yaitu karena lamanya proses pengobatan, diharuskan untuk mengubah gaya hidup dengan menerapkan diet ketat setiap hari, penyembuhan luka serta kekhawatiran jika terjadi komplikasi (Nursucita & Handayani. Fenomena dilapangan, banyak pasien yang datang berobat 2-3 bulan sekali ke RS, adanya kadar glukosa darah yang tinggi walaupun sudah minum obat, adanya pasien yang mengalami komplikasi dari penyakit diabetes melitus, adanya pasien yang VOL. 01 NO. JUNI mengeluhkan kondisi penyakitnya dan masalah pribadi. Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan melalui wawancara singkat dengan penderita diabetes melitus yang berobat di poli penyakit dalam di RS Sentra Medika Cisalak sejumlah 10 orang mengatakan bahwa karena lamanya pengobatan diabetes pasien mengalami kejenuhan untuk minum obat dan berobat ke rumah sakit, mudah lelah, pekerjaan tidak dapat terselesaikan atau tertunda, tidak ada keluarga yang mengantar ke rumah sakit, banyak kegiatan di rumah maupun diluar rumah seperti untuk mengurus anak dan bekerja, kurangnya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan, seringnya buang air kecil pada malam hari sehingga mengalami komplikasi seperti penurunan penyembuhannya sehingga sulit untuk beraktivitas, pasien merasakan sedih dan khawatir karena komplikasi yang akan terjadi contohnya cuci darah. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik korelasi dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 08 Desember 2022- 15 Januari 2023 di RS Sentra Medika Cisalak . Populasi penelitian ini adalah pasien penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RS Sentra Medika Cisalak yang berjumlah 179 orang di rawat jalan RS Sentra Medika Cisalak. Untuk mengetahui faktor kejadian stres pada penderita Diabetes Melitus Tipe Peneliti kuisioner tertutup yang sudah di uji validitas, uji realibitas dan uji normalitas. Analisa data yang digunakan untuk uji analisa bivariat adalah chi-Square dengan aturan continuity correction dengan aplikasi berbasis komputer atau SPSS. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj HASIL DAN PEMBAHASAN Data Univariat Kejadian Stres Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kejadian Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak Bulan Desember 2022 Kejadian Stres Stres Tidak Stres Total 58,9% 41,1% Berdasarkan tabel 1 dapat dijelaskan bahwa dari 124 responden, jumlah pasien dengan kejadian stres terbanyak yaitu stres sebanyak 73 . ,9%) responden dan paling sedikit yaitu tidak stres sebanyak 51. ,1%) responden. Lama Pengobatan Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Lama Pengobatan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak Bulan Desember 2022 Lama pengobatan Lama pengobatan <5 tahun Lama pengobatan Ou5-10 tahun Total 37,9% 62,1% Berdasarkan tabel 2 dapat dijelaskan bahwa dari 124 responden, jumlah lama pengobatan Ou5-10 tahun sebanyak 77. ,1%) responden dan paling sedikit yaitu lama pengobatan <5 tahun sebanyak 47 . ,9%) responden. Kelelahan Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kelelahan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak Bulan Desember 2022 VOL. 01 NO. JUNI Kelelahan Tidak lelah Lelah Total 43,5% 56,5% Berdasarkan tabel 3 dapat dijelaskan bahwa dari 124 responden, jumlah kelelahan terbanyak yaitu kategori lelah sebanyak 70 . ,5%) responden dan paling sedikit yaitu kategori tidak lelah sebanyak 54 . ,5%) responden Perubahan peran dalam keluarga Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Perubahan Peran Dalam Keluarga Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak Bulan Desember 2022 Perubahan Positif Negatif Total Berdasarkan tabel 4 dapat dijelaskan bahwa dari 124 responden, jumlah perubahan peran dalam keluarga terbanyak yaitu kategori negatif sebanyak 76 . ,3%) responden dan paling sedikit yaitu kategori positif sebanyak 48 . ,7%) responden. Dukungan Keluarga Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Keluarga Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak Bulan Desember 2022 Dukungan keluarga Kurang baik Baik Total Berdasarkan tabel 5 dapat dijelaskan bahwa dari 124 responden, jumlah dukungan keluarga terbanyak yaitu kategori kurang baik sebanyak 70 . ,5%) responden dan paling sedikit yaitu kategori baik sebanyak 54 . ,5%) responden. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Analisis Bivariat VOL. 01 NO. JUNI independent dan dependen dikatakan bila p<0,05 dikatakan bermakna dan dikatakan tidak bermakna bila pvalue >0,05 Uji hubungan penelitian Chi square dengan derajat % hubungan antara variable Hubungan Antara Lama Pengobatan Diabetes Dengan Kejadian Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak. Tabel 4 Distribusi Frekuensi Hubungan Lama Pengobatan Dengan Kejadian Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak. Lama Pengobatan < 5 Tahun Ou 5-10 Tahun Total Kejadian Stres Stres Tidak Stres 17,0% 39 65 84,4% 12 73 58,9% 51 41,1% Berdasarkan didapatkan data yang paling tinggi yaitu lama pengobatan Ou 5-10 tahun dengan kejadian stres sebanyak 65 . ,4%) responden dan data paling rendah yaitu lama pengobatan < 5 tahun dengan kejadian stres sebanyak 8 . ,0%). Dari hasil analisis diatas hubungan lamanya pengobatan dengan kejadian stres yang dianalisis dengan uji Analisa Chi Square didapatkan nilai p value 0,000 berarti ada hubungan yang signifikan antara lamanya pengobatan dengan kejadian stres. Hasil analisis diperoleh nilai Odds Ratio sebesar 26,406 yang artinya adalah responden yang lama pengobatan Ou 5-10 tahun mempunyai 26,406 kali lebih beresiko untuk mengalami kejadian stres dibandingkan dengan responden yang lama pengobatan < 5 tahun pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Sentra Medika Cisalak tahun 2022. Hasil analisis data lama pengobatan dengan kejadian stres pada pasien diabetes melitus tipe 2 menggunakan uji statistik Chi-Square, diperoleh nilai p=0,000 . , maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara Total 100,0% 100,0% 100,0% P Value . %) 0,000 26,406 . ,92370,. lama pengobatan dengan kejadian stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Stres pengobatan pada pasien diabetes melitus dalam penelitian ini menunjukan sebagian besar lama pengobatan berpengaruh dengan kejadian stres. Hal ini sejalan dengan penelitian (Gede et al. , n. yang menyatakan bahwa penderita diabetes melitus di RSUD Karang asem Bali ditemukan adanya hubungan bermakna antara lama pengobatan diabetes dengan Lama mempengaruhi stres pada seseorang dalam menghadapi penyakit diabetes terutama lama pengobatan <5 tahun yang merupakan masa rentan dalam menerima suatu penyakit dan pasien belum mengetahui informasi dan perawatan yang tepat untuk penyakitnya . Selanjutnya penelitian yang dilakukan. (Nursucita et , 2. lama pengobatan yang dipengaruhi dengan kejenuhan dalam pengobatan rutin, diterapkannya diet, serta komplikasi pada pasien diabetes melitus tipe 2 menyebabkan stress. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. JUNI Hubungan Antara Kelelahan Dengan Kejadian Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak. Tabel 5. Distribusi Frekuensi Hubungan Kelelahan Dengan Kejadian Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak Desember 2022 Kelelahan Tidak Lelah Lelah Total Kejadian Stres Stres Tidak Stres 13,0% 47 66 94,3% 5,7% 73 58,9% 51 41,1% Berdasarkan didapatkan data yang paling tinggi yaitu kelelahan dengan kejadian stres sebanyak 66 . ,3 %) responden dan data yang paling rendah yaitu kelelahan dengan kejadian tidak stres sebanyak 4 . ,7%) Adapun analisis diatas hubungan kelelahan dengan kejadian stres yang dianalisis dengan uji Analisa Chi Square didapatkan nilai p value 0,000 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kelelahan dengan kejadian stres. Hasil analisis diperoleh nilai Odds Ratio sebesar 110,786 yang artinya adalah responden yang kelelahan mempunyai 110,786 kali lebih beresiko untuk mengalami kejadian stres dibandingkan dengan responden yang tidak kelelahan pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Sentra Medika Cisalak tahun 2022. Hasil analisis data kelelahan dengan kejadian stres pada pasien diabetes melitus tipe 2 menggunakan uji statistik ChiSquare, diperoleh nilai p=0,000 . , maka dapat disimpulkan bahwa ada Total 100,0% 100,0% 100,0% P Value . %) 0,000 110,786 . ,675400,. hubungan antara kelelahan dengan kejadian stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hal ini sejalan dengan penelitian (Sutawardana et al. , 2. mengalami diabetes melitus dengan usia diatas 45 tahun, obesitas , gula darah lebih dari 200 dapat mengalami kelelahan fisik yang berdampak dengan stres. Selanjutnya hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Pratama, n. mental berhubungan dengan stres yang disebabkan karena adanya tekanan dikehidupan sehari-hari yang dapat mempengaruhi perilaku yang ditandai menurunnya ketepatan dan kecepatan dalam memecahan masalah, cenderung lupa, merasa sulit berfikir, sulit isthirahat, gelisah, sulit tidur, tidak dapat konsentrasi dan kejenuhan dalam melakukan kegiatan Selanjutnya penelitian (Arzaq et al. , 2. yaitu kelelahan mental dapat menyebabkan stres yang ditandai dengan peningkatan hormon kortisol sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah. Hubungan Antara Perubahan Peran Dalam Keluarga Dengan Kejadian Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak. Tabel 5. Distribusi Frekuensi Hubungan Perubahan Peran Dalam Keluarga Dengan Kejadian Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak. Perubahan Peran dalam Keluarga Kejadian Stres Stres Tidak Stres Total P Value 0,000 . %) 52,111 E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 177 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Positif Negatif Total 12,5% 88,2% 58,9% VOL. 01 NO. JUNI 87,5% 11,8% 41,1% Berdasarkan didapatkan data yang paling tinggi yaitu perubahan peran dalam keluarga kearah negatif dengan kejadian stres sebanyak 67. ,2%) responden, sedangkan data yang paling rendah perubahan peran kearah positif sebanyak 6 . ,5%). Dari hasil analisis diatas hubungan perubahan peran kearah negatif dengan kejadian stres yang dianalisis dengan uji Analisa Chi Square didapatkan nilai p value 0,000% berarti ada hubungan yang signifikan antara perubahan peran dengan kejadian Hasil analisis diperoleh nilai Odds Ratio sebesar 52,111 yang artinya adalah responden yang perubahan peran dalam keluarga kearah negatif mempunyai 52,111 kali lebih beresiko untuk mengalami kejadian stres dibandingkan dengan yang perubahan peran dalam keluarga kearah positif pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Sentra Medika Cisalak tahun 2022. Hasil analisis untuk melihat hubungan perubahan peran dalam keluarga dengan kejadian stres pada pasien diabetes melitus tipe 2 menggunakan uji statistik ChiSquare, diperoleh nilai p=0,000 . , maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perubahan peran dalam keluarga dengan kejadian stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hal ini 100,0% 100,0% 100,0% . ,300156,. sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Thania et al. , 2. yang menyatakan bahwa perubahan peran dalam keluarga yaitu perubahan peran ganda dimana suatu individu memiliki waktu untuk memenuhi peran tertentu dan kesulitan untuk memenuhi peran lainnya, kesulitan untuk merubah perilaku dari satu peran ke peran lainnya sehingga terganggunya peran lainnya sehingga terjadi tekanan secara emosional yang berhubungan dengan stres. Selanjutnya penelitian yang dilakukan (Jia Z. , 2. Penyakit diabetes yang menyebabkan komplikasi pada penderita diabetes berdampak terhadap perubahan peran dalam keluarga dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Perubahan peran pasien diabetes yang terjadi dalam keluarga yaitu terjadinya disfungsi peran yaitu seorang penderita diabetes yang kehilangan perannya di dalam keluarga akibat komplikasi dari penyakitnya seperti penurunan fungsi mata dan penurunan fungsi organ tubuh lainnya yang menyebabkan penderita diabetes tidak dapat melakukan peran dalam keluarga, karena berkurangnya peran dalam keluarga penderita diabetes mengalami mudah marah, bereaksi berlebihan terhadap sesuatu, mudah tersinggung dan sulit untuk tenang dan sabar, hal tersebut dapat memicu terjadinya stres. Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak. Tabel 5. Distribusi Frekuensi Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak Dukungan Keluarga Baik Kurang Baik Kejadian Stres Stres Tidak Stres 10 18,5% 44 63 90,0% Total 100,0% 100,0% P Value 0,000 . %) 39,600 . ,999112,. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 178 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Total 58,9% Berdasarkan tabel 5. 9 maka didapatkan data yang paling tinggi yaitu dukungan keluarga yang memiliki katagori kurang baik dengan kejadian stres sebanyak 63 . ,0%) responden sedangan data yang paling rendah yaitu dukungan keluarga yang memiliki katagori kurang baik dengan kejadian stres sebanyak 7 . ,0%). Dari hasil analisis diatas hubungan dukungan keluarga dengan kejadian stres yang dianalisis dengan uji Analisa Chi Square didapatkan nilai p value 0,000% berarti ada hubungan yang signifikan antara perubahan peran dengan kejadian stres. Hasil analisis diperoleh nilai Odds Ratio sebesar 39,600 yang artinya adalah responden yang dukungan keluarganya kurang baik 39,600 kali lebih beresiko dibandingkan dengan responden yang dukungan keluarganya baik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Sentra Medika Cisalak tahun 2022. Hasil analisis data dukungan keluarga dengan kejadian stres pada pasien diabetes melitus tipe 2 menggunakan uji statistik Chi-Square, diperoleh nilai p=0,000 . , maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hal ini sejalan dengan penelitian (Rahmi et al. , 2. kurangnya dukungan informasi mengenai penyakit, perawatan diri, dan penanganan yang tepat pada penyakit diabetes, pasien mengalami stres. kurangnya dukungan emosional yaitu keluarga tidak mengerti dengan kekhawatiran yang dialami oleh pasien, pasien dapat mengalami stres. kurangnya dukungan penilaian yaitu kurangnya dorongan keluarga kepada pasien untuk mematuhi diet, mengontrol gula darah dan melakukan pengobatan rutin ke pelayanan kesehatan dapat menyebabkan pasien mengalami stres. Kurangnya dukungan instrumental seperti keluarga tidak mengingatkan dan tidak menyediakan VOL. 01 NO. JUNI 100,0% makanan sesuai diet dan tidak membantu untuk membayar pengobatan menyebabkan pasien diabetes tipe 2 mengalami stres. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Sentra Medika Cisalak, dapat dilihat Dari hasil analisis statistik dapat diketahui bahwa kejadian stres pada pasien diabetes melitus tipe 2 di ruang poliklinik RS Sentra Medika Cisalak dari 124 reponden sebagian besar 73 orang atau 58,9% mengalami kejadian Hal ini dikarenakan banyak penderita diabetes yang mengalami perubahan peran dalam keluarga, lama pengobatan, kelelahan dan kurangnya dukungan keluarga. Dari hasil analisa statistik dapat diketahui bahwa lama pengobatan diabetes melitus tipe 2 di ruang poliklinik RS Sentra medika Cisalak dari 124 responden sebagian besar 65 orang atau 84,4% dengan lama pengobatan Ou5-10 tahun mengalami kejadian stres didapatkan nilai p value 0,000 menggunakan uji chi square ada hubungan lama pengobatan dengan kejadian stres. Hal ini dikarenakan banyak penderita diabetes yang mengalami kejenuhan . alam kontrol rutin, minum obat secara teratur, komplikasi penyakit dan kurang pengetahuan mengenai penyakitnya. Dari hasil analisis statistik dapat diketahui bahwa kelelahan pada pasien dibetes melitus tipe 2 di ruang poliklinik RS Sentra Medika Cisalak dari 124 reponden sebagian besar 66 orang atau 94,3 % mengalami kejadian stres didapatkan nilai p value 0,000 berarti E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 179 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj secara statistik menggunakan uji chi square ada hubungan kelelahan dengan kejadian stres. Hal ini dikarenakan banyak penderita diabetes yang mengalami penurunan fungsi fisik dan mental dalam menghadapi penyakitnya. Dari hasil analisis statistik dapat diketahui bahwa perubahan peran pasien dalam keluarga pada pasien diabetes melitus tipe 2 di ruang poliklinik RS Sentra Medika Cisalak dari 124 reponden sebagian besar 67 orang atau 88,2% mengalami perubahan peran negatif didapatkan nilai p value 0,000 menggunakan uji chi square ada hubungan perubahan peran dengan kejadian stres. Hal ini dikarenakan banyak penderita diabetes mengalami komplikasi akibat penyakit yang dideritanya sehingga terjadi disfungsi peran yaitu kehilangan peran dalam penderita diabetes mengalami stres dan mengalami perubahan peran ganda yaitu adanya beberapa peran yang harus dilakukan dalam keluarga. Dari hasil analisis statistik dapat diketahui bahwa dukungan keluarga pada pasien diabetes melitus tipe 2 di ruang poliklinik RS Sentra Medika Cisalak dari 124 reponden sebagian besar dukungan keluarga 63 orang atau 90,0% mengalami dukungan keluarga kurang baik didapatkan nilai p value menggunakan uji chi square ada hubungan dukungan keluarga dengan kejadian stres. Hal ini dikarenakan membutuhkan dukungan keluarga agar dapat mengurangi stres. SARAN Bagi peneliti selanjutnya perlu adanya lanjutan yang dapat mengembangkan variable yang mendukung faktor stres pada pasien diabetes tipe 2 dan cara menangani stres serta VOL. 01 NO. JUNI cara mencegah stres pada pasien diabetes tipe Ucapan Terima Kasih Penelitian ini dapat berjalan dengan baik dengan bantuan berbagai pihak, untuk itu peneliti mengucapkan terimakasih kepada Universitas Medika Suherman. Progdi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners. Rekam medis serta seluruh perawat poliklinik rawat jalan RS Sentra Medika Cisalak DAFTAR PUSTAKA