ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 Pelatihan Kader Posyandu untuk Pendampingan Ibu Nifas dan Bayi Baru Lahir Secara Holistik Giari Rahmilasari1. Mulyanti2. R Mulia Julianti3. Rita Nurmawati4 1,2,3,4 Universitas Aisyiyah Bandung. Jl. H Ahmad Dahlan Dalam No. Kota Bandung Jawa Barat, 022-73514992 e-mail co Author: *1rahmilasari. giari@gmail. ABSTRAK Posyandu Flamboyan 20 desa Mekarrahayu, kecamatan Margaasih, kabupaten Bandung adalah posyandu dengan jumlah kunjungan mencapai 50-100 bayi/balita per bulan, yang menunjukkan tingginya ibu hamil, melahirkan dan menyusui di wilayah, dan memerlukan Monitoring/pendampingan ibu nifas terbukti dapat mendeteksi morbiditas dan mencegah komplikasi. Kader dapat mengambil peran agar ibu dapat melalui pemulihan yang fisiologis, memberi pengetahuan tentang dasar tehnik menyusui, perawatan yang tepat untuk diri juga bayinya, dan kemampuan berinteraksi terhadap bayi serta anggota Untuk itu, kader memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilannya, dengan juga memperhatikan sisi ruhiyah, sehingga dapat memberikan pendampingan secara holistik. Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan informasi masyarakat tentang perawatan masa nifas dan bayi baru lahir, menghadirkan peran aktif kader dan masyarakat, dengan meningkatkan kemampuan kader secara holistik. Pelatihan yang diberikan berupa pijat oksitosin, pijat payudara, pijat bayi, cara memandikan bayi, serta materi pelayanan holistik yaitu pembahasan berdasarkan Al-Quran dan hadist tentang nifas dan bayi, serta teknik pendampingan motivasi sesuai kepercayaan masing Pada akhir pelatihan kader sepakat untuk memasukkan program pendampingan ini menjadi salah satu program posyandu, dan hasil evaluasi menunjukkan terdapat kenaikan pengetahuan sebanyak 2,02% . ,09% menjadi 61,11%) pada materi keislaman, dan 22,39% . ,09% menjadi 81,48%) pada materi nifas dan bayi bari lahir. Kata Kunci : Pendampingan. Kader. Nifas. Bayi Baru Lahir. Holistik PENDAHULUAN Desa Mekarrahayu Kecamatan margaasih Kabupaten Bandung merupakan perluasan dari desa Rahayu yang memiliki luas wilayah A299,644 Ha. Desa ini tergolong desa swasembada, karena telah memiliki ciri-ciri desa swasembada yaitu : keperluan hidup pokok desa telah tersedia. ikatan adat yang berhubungan dengan perekonomian tidak berpengaruh lagi, sedangkan lembaga-lembaga ekonomi dianggap lebih modern. biasanya terletak di sekitar ibu kota kecamatan, ibu kota kabupaten, atau ibu kota provinsi. alat-alat teknis sudah modern. mata pencaharian beraneka ragam. tingkat pendidikan dan keterampilan tinggi. lembaga ekonomi, sosial, dan kebudayaan sudah dapat menjaga kelangsungan ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 . hubungan dengan kota sekitarnya berjalan lancar. kondisi perhubungan, produksi, pemasaran, dan kegiatan sosial sudah baik. Desa ini memiliki 27 Posyandu yang keseluruhannya merupakan posyandu aktif dan memiliki kader minimal 6 orang kader di setiap posyandu nya. Salahsatunya yaitu Posyandu Flamboyan 20, yang merupakan posyandu dengan potensi besar, karena telah berhasil mendapatkan juara ke-2 Lomba Posyandu se-Kabupaten Bandung. Posyandu ini juga memiliki media sosial yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat serta ragam kegiatan yang dilaksanakan terinformasi pada laman media sepertidi instagram dengan nama pengguna flamboyan. Posyandu Flamboyan 20 memiliki jumlah kunjungan ke posyandu per bulannya mencapai 50-100 bayi/balita. Hal ini menunjukkan tingginya ibu hamil, melahirkan dan menyusui yang berada di wilayah tersebut dan memerlukan perhatian yang tinggi dalam menjalani perannya. Pelayanan posyandu, umumnya berkisar antara ibu hamil, bayi dan balita saja, padahal ibu nifas juga termasuk yang diberikan pelayanan oleh posyandu. Sebuah penelitian tentang nifas terhadap ketidaknyamanan fisik yang terjadi pada ibu selama masa nifas (Islamy. Aisyaroh. N, 2. menyatakan bahwa monitoring ibu nifas terbukti berhubungan dengan kejadian morbiditas nifas karena dapat memonitor keluhan atau kejadian morbiditas ibu sehingga dengan monitoring ibu yang baik dapat dideteksi morbiditas ibu lebih Efektifitas asuhan masa nifas dapat diukur dari proses pemulihan fisiologis ibu, pengetahuan dasar tentang tehnik menyusui yang dimiliki oleh ibu, kemampuan ibu dalam melakukan perawatan yang tepat untuk diri juga bayinya, dan kemampuan ibu untuk berinteraksi terhadap bayi serta anggota keluarganya. Serta 76% wanita mengalami sedikitnya satu masalah kesehatan dalam delapan minggu setelah Sebuah penelitian menunjukkan bahwa, ibu yang diberikan kunjungan rumah, memiliki kemampuan regulasi diri yang lebih baik dibandingkan ibu yang mengunjungi fasilitas kesehatan. Walaupun tidak signifikan, hal ini cukup menarik untuk ditindak lanjuti. (Rahmilasari, 2. (Rahmilasari, 2. Posyandu adalah salah satu tugas yang harus dilakukan pengelolaan oleh bidan bersama kader. Karena umumnya bidan desa memiliki tugas yang sangat banyak, akan sangat kesulitan jika seluruh tugas dikerjakan tanpa ada tim yang membantu. Dalam hal ini, kader berperan sebagai perpanjangan tangan bidan di masyarakat. Setelah pengabdian masyarakat sebelumnya yang juga dilakukan di desa yang berbeda, mendapat hasil yang baik untuk peningkatan pengetahuan kader, dan respon yang baik dari ibu nifas yang di berikan kunjungan, maka ini akan menjadi project yang berkesinambungan dengan kegiatan sebelumnya. Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini juga, memaksimalkan peran kader dalam menjaring ibu yang baru melahirkan dan bayinya. (Rahmilasari & Rohmah, 2. Dalam melaksanakan kegiatan ini, saya mengajak bidan untuk dapat memaksimalkan kunjungan dengan bekerjasama dengan kader. Menurut berbagai ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 penelitian, salahsatu kendala kunjungan rumah adalah pemikiran apakah efektif berdasarkan pengeluaran yang dikeluarkan lembaga kesehatan . ost-effectivenes. Kegiatan ini, mencoba untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan . dan meningkatkan kerjasama anatara nakes . alam hal ini bidan desa, dengan kade. (Tiruneh et al. , 2. Budaya untuk tidak boleh keluar rumah selama masa nifas, juga masih banyak dianut oleh masyarakat sekitar, padahal jika keluar rumah di waktu yang tepat, maka ibu dan bayi bisa mendapatkan pelayanan yang tepat dan sesuai kebutuhan (Rachmah. Masa pandemi covid-19 juga menyebabkan ibu semakin berhati-hati saat akan keluar rumah, sehingga membutuhkan pelayanan yang dapat datang kerumah dan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat dijalankan. METODE Metode kegiatan pada pengabdian masyarakat ini yaitu : . Pelatihan Kader, para kader dari beberapa RW diundang dan diberikan pelatihan untuk dapat mendampingi ibu pada masa nifas, dan mengetahui apa saja yang harus di monitor pada kesehatan ibu dan bayi di masa nifas. Pembuatan Video, setelah dilakukan pelatihan kader, dibuat video yang kemudia diberikan kepada para kader, dan diunggah di laman sosial media milik universitas, agar kader dapat melihat berulangkali hal yang diajarkan pada saat pelatihan, dan memiliki dampak lebih luad ke masyarakat, karena dapat diakses oleh masyarakat luas. Langkah-langkah Kegiatan: Mempersiapkan materi dan memperbanyak buku panduan yang disadur dari buku Panduan DoAoa bidan dan perawat Edisi 1 yang dicetak oleh Universitas Aisyiyah Bandung . Meminta izin pada kader dan bidan setempat untuk melakukan kegiatan . Membuat video materi yang akan disampaikan yaitu cara memandikan bayi baru lahir, perawatan tali pusat, cara menjaga kehangatan bayi, cara perawatan payudara pada ibu nifas, materi pemenuhan kebutuhan ASI untuk bayi, dan panduan doa yang berkaitan dengan masa nifas dan bayi baru lahir. Memberikan pelatihan pada kader berupa cara memandikan bayi baru lahir, perawatan tali pusat, cara menjaga kehangatan bayi, cara perawatan payudara pada ibu nifas, materi pemenuhan kebutuhan ASI untuk bayi, dan panduan doa yang berkaitan dengan masa nifas dan bayi baru lahir. Melakukan rekaman pada saat pelatihan . Menjalankan pelaksanaan pendampingan ibu pada masa nifas ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada akhir pelatihan terdapat peningkatan pengetahuan tentang perawatan nifas dan bayi baru lahir yang pada saat pre test pengetahuan rerata adalah 59,09 menjadi 81,48 sesudah kegiatan, dan pengetahuan tentang perawatan ibu masa nifas dan bayi baru lahir secara Islam dan holistic yang pada awal pre test 59,09 menjadi 61,11 sesudah kegiatan. Program pendampingan ibu masa nifas ini juga telah masuk menjadi salahsatu program di puskesmas Flamboyan 20, sebagai salah satu usaha bersama untuk mendeteksi secara dini morbiditas yang terjadi pada ibu dan bayi, sehingga tidak terjadi komplikasi yang lebih serius. Kami juga membuat video tentang asuhan perwatan masa nifas dan bayi baru lahir ini beserta asuhan holistiknya, agar kader dapat melihat kapan saja dibutuhkan, atau diberikan kepada ibu yang membutuhkan video tersebut. Video ini akan tayang di youtube channel Universitas Aisyiyah Bandung, namun saat ini masih dalam bentuk gdrive, dapat dilihat di https://drive. com/drive/folders/1DX8m76lrrtJnQwMZ3-DDyZoouCTLPJ6 Video kegiatan sebagai salahsatu pertanggung jawaban kegiatan juga telah dibuat dan akan muncul di youtube channel LPPM Universitas Aisyiyah, namun saat ini dapat dilihat di link gdrive berikut https://drive. com/file/d/1gGZJCNVwFOD68VrtDl28RRxcMU893fN/view?usp=sharing Gambar 1. Grafik Perolehan Rata-rata Pretest. Posttes, dan N Gain Pengetahuan Kader pada Materi Perawatan Nifas dan BBL serta asuhan Holistik Islami Pada gambar nampak terdapat peningkatan rerata pengetahuan yang signifikan, baik pada materi ke-Islam-an dan Holistik maupun pada materi perawatan nifas dan bayi baru lahir ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 KESIMPULAN Pengabdian masyarakat kali ini telah berhasil melakukan pelatihan pada kader di posyandu Flamboyan 20, dengan jumlah peserta 11 orang kader yang terdiri dari kader tidak hanya Flamboyan 20, namun juga dari kader RW lain, yang harapannya dapat memberikan informasi kepada kader lain di posyandunya masing-masing. Pengabdian masyarakat ini juga telah berhasil memasukkan program pendampingan ibu nifas dan bayi baru lahir kedalam program posyandu, sehingga ibu nifas dan bayi baru lahir selanjutnya akan terpantau dan terdampingi dengan baik secara holistic, yang tidak hanya melihat ibu dari kebutuhan perubahan fisik saja, namun juga psikologis dan spiritual. Namun, karena waktu yang pendek, jadi peserta hanya dibatasi 11 orang saja, padahal Desa Mekarrahayu memiliki 27 posyandu aktif, sehingga diharapkan dapat kembali dilakukan di posyandu lain di desa Mekarrahayu. Pengabdian masyarakat ini sangat bisa berkembang dengan program dan metode yang sama untuk dapat di kembangkan di berbagai posyandu, sehingga seluruh posyandu terpapar dan harapannya, seluruh ibu nifas dan bayi baru lahir mendapatkan asuhan secara holistik dari lingkungan sekitarnya, yaitu kader posyandu yang memang bertanggung jawab pada kesehatan ibu dan anak di lingkungannya sebagai perpanjangan tangan dari bidan desa. Dengan demikian, jangka panjangnya, dihaparkan target SDGAos dapat tercapai yaitu penurunan angka kematian ibu dan bayi dengan signifikan pada tahun SARAN Semoga semakin memudahkan dengan waktu yang bisa lebih panjang dan sosialisasi yang lebih massif, sehingga kami mendapatkan informasi jauh har sebelum batas kahir pengumpulan, dengan demikian, semoga semakin banyak pengabdian yang terjaring dan bermanfaat untuk masyarakat UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih kepada Universitas Aisyiyah Bandung yang telah memberikan dukungan untuk terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat ini, dan kepada Desa Mekarrahayu khususnya RW. 20 dan Posyandu Flamboyan 20 beserta seluruh kader yang hadir pada saat pelatihan, yang telah berkejasama dengan baik dan mengikuti pelatihan dengan penuh semangat, dan bersedia memasukkan program pendampingan ini menjadi program posyandu. DAFTAR PUSTAKA