Volume 19 Number 02. Page 249-261, 2023 AKUISISI : Jurnal Akuntansi ONLINE ISSN : 2477-2984 Ae PRINT ISSN : 1978-6581 Peran Green Innovation Dan Modal Usaha Dalam Menentukan Sustainability Business UMKM Di Kabupaten Karawang Nurhalimah1. Yanti2. Lilis Lasmini3 1,2,3 Universitas Buana Perjuangan. Karawang. Indonesia Email: ak19. nurhalimah@mhs. , yanti@ubpkarawang. lilislasmini@ubpkarawang. ARTICLE INFO Article history: Received 16 Juli 2023 Received in Revised 19 November Accepted 04 Desember KeywordAos : Green Innovating. Modal Usaha. Sustainability Business ABSTRACT In the era of globalization, the country's economy is growing rapidly, especially in Indonesia, this is a challenge for each country to maintain the sustainability of the business. This study aims to examine how the role and application of Green Innovation and business capital in determining Sustainability Businesses. Taking the population in this study, namely SMEs in Karawang Regency, the number of samples is 100 respondents, using a purposive sampling method. The method applied in this research is using a questionnaire with a Likert scale of 1-5, this questionnaire is arranged in the form of a Google form. The analysis tool used is SmartPLS version 3. The stages of data analysis are through three stages, namely Outer model, inner model analysis and hypothesis testing. This research results that Green Innovation has a positive effect on Business Sustainability. Also, business capital has a positive effect on Business Sustainability. Pada era globalisasi perekonomian negara semakin berkembang pesat khususnya di Indonesia, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap negara untuk mempertahankan keberlanjutan bisnis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana peran serta penerapan Green Innovation dan modal usaha dalam menentukan Sustainability Busines. Pengambilan populasi dalam penelitian yaitu pelaku UMKM yang berada di Kabupaten Karawang, jumlah sample 100 responden, dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode yang diterapkan pada penelitian ini Yaitu menggunakan kuesioner dengan skala linkert 1-5, kuesioner ini disusun dalam bentuk Google formulir. Alat analisis yang digunakan adalah SmartPLS versi 3. Tahapan analisis data melalui tiga tahap yaitu Outer model, analisis inner model dan pengujian hipotesis. Penelitian ini menghasilkan bahwa Green Innovation berpengaruh positif terhadap Sustainability Business. Serta, modal usaha berpengaruh positif terhadap Sustainability Business. AKUISISI : Jurnal Akuntansi Website : http://w. id/ejournal/index. php/JA This is an open access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. * Corresponding author. Telp. : 6281-0000-0000. fax: 0-000-000-0000. E-mail address: ak19. nurhalimah@mhs. Peer review under responsibility of Akuisisi : Accounting Journal. http://dx. org/10. PENDAHULUAN Pada era globalisasi, perdagangan merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh setiap negara untuk meningkatkan perekonomi negara itu sendiri, baik perdagangan yang dilakukan pada skala mikro atau makro (Nugraha Sugita & Seri Ekayani, 2. UMKM juga dipercaya menjadi salah satu sektor yang dapat memimpin sektor lain untuk menuju kemajuan dalam suatu pertumbuhan pekonomian (Yanti et al. , 2. Namun, pertumbuhan ekonomi juga dapat mempercepat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh peningkatan penggunaan energi dan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan produksi (Lasmini et , 2. Pada saat ini bisnis UMKM sedang Booming, tetapi jika dilihat dari Sustainability Business masih belum diketahui bisnis tersebut dapat berkelanjutan atau tidak. (Faradillah et , 2. Setiap wilayah memiliki jumlah UMKM, namun kondisi UMKM dan permasalahanan UMKM yang berbeda (Yanti & Nurlaelasari, 2. Kabupaten Karawang merupakan wilayah dengan jumlah UMKM yang cukup banyak (Lasmini et al. , 2. Jumlah UMKM yang meningkat menjadi tantangan bagi pebisnis untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya di tengah krisis ekonomi, ditambah dengan banyaknya persaingan bisnis yang menjadi fenomena di Kabupaten Karawang (Wulansari et al. , 2. Menjaga Sustainability Business dan pengembangan UMKM tidaklah mudah, pendapatan UMKM biasanya tidak stabil, sehingga banyak UMKM yang harus berhenti beroperasi karena tidak mampu berproduksi dan kurangnya inovasi produk menjadi permasalahan yang harus diteliti (Nugraha Sugita & Seri Ekayani, 2. Sustainability Business tercermin pada keberhasilan usaha, baik dalam hal inovasi maupun untuk pemasaran produk, pengelolaan kinerja karyawan dan pelanggan serta dalam pengembalian suatu modal yang di investasikan (Ayu & Dewi, 2. Sustainability Business memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan usahanya (Nurmawati et al. , 2. Selain itu, dengan memiliki kemampuan dan upaya dalam menyusun strategi untuk menjaga keberlanjutan bisnisnya sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi pelaku bisnis. (Soesanto, 2. Untuk mempertahankan keberlanjutan UMKM tidaklah mudah dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah Green Innovation. Green Innovation atau Inovasi hijau yaitu mengembangkan produk baru atau meningkatkan produk secara signifikan (Alfian & Widianesti, 2. Green Innovation adalah cara bagi sebuah bisnis untuk menghilangkan atau meminimalkan dampak negatif lingkungan dari operasinya. (P. Dewi & Sudhiksa, 2. Penelitian yang di lakukan oleh (Alfian & Widianesti, 2. dengan hasil Green Innovation memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan bisnis. Pada penelitian (P. Dewi & Sudhiksa, 2. juga menghasilkan bahwa Green Innovation memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perkembangan usaha. Penerapan Green Innovation berpengaruh positif terhadap Sustainability Business (Putra & Utama. Serta pada penelitian yang dilakukan oleh (Sari & Handayani, 2. menghasilkan bahwa Green Innovation memiliki pengaruh positif terhadap bisnis, karena Green Innovation berfungsi untuk mengurangi pengaruh negatif masalah lingkungan yang ditimbulkan dari proses produksi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (R. Dewi & Rahmianingsih, 2. yang menyatakan bahwa Green Innovation memiliki dampak positif dan signifikan terhadap lingkungan. Green Innovation bertujuan untuk meningkatkan kualitas bisnis dan sumber daya alam secara efektif dan efisien untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Namun, pada penelitian yang dilakukan oleh (Tonay & Murwaningsari. Menyatakan bahwa Green Innovation tidak berpengaruh pada Sustainability Business, karena sebuah bisnis menggunakan teknik dan sistem dalam menerapkan Green Innovation yang harus diterapkan untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang menghasilkan biaya lebih tinggi. Oleh karena itu. Green Innovation tidak berdampak positif terhadap nilai perusahaan, karena tidak semua bisnis sudah menerapkan Green Innovation. Modal usaha juga menjadi salah satu faktor penting dalam Sustainability Business. Modal usaha merupakan hal mutlak yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu usaha (Ayu & Dewi, 2. Pada penelitian (Anggraini & Nawawi, 2. menghasilkan bahwa modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainability Business. Penelitian tersebut juga sejalan pada penelitian (Weniger & Jarchow, 2. yang menghasilkan bahwa modal usaha berpengaruh positif terhadap Sustainability Business. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Rossi et al. , 2. menunjukan bahwa modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainability Business, dikarena jika modal usaha semakin tinggi, maka Sustainability Business UMKM juga semakin tinggi. Modal usaha berpengaruh positif terhadap Sustainability Business, karena modal usaha merupakan faktor penting dalam Sustainability Business, hal tersebut dikarenakan semakin tinggi modal usaha, maka bisnis usaha memiliki kecukupan modal yang tinggi, sehingga pelaku bisnis memiliki akses terhadap sumber modalan yang tinggi dan memberikan dampak yang baik bagi pengembangan usaha hingga usaha dapat berkelanjutan. (Susanti et al. , 2. Namun, pada penelitian yang dilakukan oleh (Faradillah et al. , 2. menyatakan bahwa modal usaha tidak berpengaruh terhadap Sustainability Business di Kota Batu. Penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nabawi & Basuki, 2. , modal usaha tidak terlalu berpengaruh terhadap Sustainability Business, hal ini dimungkinkan karena pada periode tersebut masyarakat dapat berbisnis dengan skema kemitraan, bahkan banyak produsen yang bersedia menjadi pemasok barang terlebih dahulu dengan pembayaran diakhir apabila barang sudah terjual. Semakin banyak jumlah UMKM maka persaingan UMKM juga semakin ketat (P. Dewi & Sudhiksa, 2. Sudah banyak yang melakukan penelitian terkait dengan Green Innovation apalagi jika di kaitkan dengan UMKM yang lebih berinovasi dan kompetitif, sehingga Green Innovation ini akan menjadi dorongan untuk UMKM dalam menjaga pelestarian lingkungan (Alfian & Widianesti, 2. Namun, masih sangat jarang penelitian yang menghubungkan Sustainability Business untuk pelestarian lingkungan dengan variabel Green Innovation. Dengan adanya fakta Ae fakta diatas maka penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana peran serta penerapan Green Innovation dan modal usaha dalam menentukan Sustainability Business UMKM Di Kabupaten Karawang?. LANDASAN TEORI Teori Legitimasi Teori legitimasi adalah suatu kondisi pada saat sistem nilai entitas selaras dengan sistem nilai secara umum, seorang pebisnis harus mampu memperoleh nilai legitimasi dari masyarakat untuk keberlangsungan suatu bisnis tersebut (Lechner et al. , 2. Teori legitimasi menyatakan bahwa untuk bisnis yang sukses dan berkelanjutan, perlu adanya dukungan dan persetujuan dari para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, pelanggan, pemerintah, dan lingkungan (Yang et al. , 2. Oleh karena itu, dalam konteks keberlanjutan bisnis UMKM, penting untuk mempertimbangkan peran Green Innovation dan modal usaha dalam menghasilkan dukungan dan persetujuan dari para pemangku kepentingan (Nakanishi, 2. Teori legistimasi dengan variabel Green Innovation dan modal usaha memiliki hubungan ketika terjadi kesulitan dalam perkemangan UMKM (Jones, 2. Konsep Green lnnovation tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, akan tetapi memberikan banyak manfaat positif juga terhadap masyarakat dengan mengubah nilai budaya dan norma sosial yang ada di masyarakat (Thomas et al. , 2. Selain itu, adanya hubungan antara teori legistimasi dengan variabel modal usaha, modal usaha dapat membantu UMKM untuk membangun dasar yang kuat untuk pertumbuhan bisnis dan mempertahankan operasi yang berkelanjutan (Weniger & Jarchow, 2. Modal usaha dapat membantu UMKM untuk melakukan investasi dalam Green Innovation serta mengurangi biaya operasional, dan mengalihkan arus kas ke dalam pengembangan bisnis yang berkelanjutan (Faradillah et al. , 2. Dengan demikian, peran Green Innovation dan modal usaha sangat penting dalam menentukan Sustainability Business, kedua faktor ini perlu dipertimbangkan secara serius oleh pemilik bisnis dan pemangku kepentingan dalam menentukan strategi operasional dan pengembangan bisnis ke depan (Jirakraisiri & Badir, 2. Dalam hal ini, teori legistimasi dapat digunakan untuk memahami peran green innovation dan modal usaha dalam menentukan Sustainability Business (Yang et al. , 2. DESAIN PENELITIAN Penelitian ini menggunakan dua variabel independen dan satu variabel dependen yang dapat menghubungkan dalam satu bentuk gambar kerangka pemikiran seperti di bawah ini: GREEN INNOVATION (X. (Alkebsee & Habib, 2. (Ordonez-Ponce et al. MODAL USAHA (X. (Anggraini & Nawawi. SUSTAINABILITY BUSINESS (Y) Gambar 1 : Desasin penelitian Peran Green Innovation Dalam Menentukan Sustainability Business UMKM Green Innovation atau inovasi hijau merupakan inovasi yang fokus pada perkembangan teknologi dan produk yang ramah lingkungan serta berkelanjutan (Maldonado Guzmym & Pinzyn Castro, 2. Berdasarkan teori legitimasi yang menyatakan bahwa seorang pebisnis harus mampu memberi laporan kegiatan sosial agar terjamin keberlajutan pada bisnisnya (Lechner et al. , 2. Green Innovation memiliki kaitan dengan teori legitimasi dalam menjelaskan aktivitas bisnis harus memiliki legitimasi persepsi positif dari masyarakat yang maengakui bahwa bisnis tersebut berpotensi secara wajar serta memenuhi standar moral dan etika (Nakanishi, 2. Green lnnovation dapat membantu UMKM memenuhi harapan terhadap bisnis yang berkelanjutan dan dapat membantu untuk mengurangi dampak lingkungan dari produksi dan operasi bisnis, seperti penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan, energi terbarukan, teknologi ramah lingkungan, dan strategi pengelolaan limbah yang bagus (Thomas et al. , 2. Menurut (Maldonado Guzmym & Pinzyn Castro, 2. bisnis yang meningkatkan Green Innovation melalui inovasi produk yang berbasis lingkungan akan memberikan keuntungan pada peningkatan pertumbuhan jumlah konsumen, sehingga memberikan dampak pada peningkatan penjualannya. Pada penelitian yang di lakukan oleh (Orobia et al. , 2. , (Severo et al. , 2. , (Alfian & Widianesti, 2. dan (Thomas et al. , 2. dan (Maldonado Guzmym & Pinzyn Castro, 2. , menghasilkan bahwa Green Innovation memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainability Business. Berdasarkan pada penelitian tersebut, maka di rumuskan hipotesis sebagai berikut. H1: Green Innovation Berpengaruh Positif Terhadap Sustainability Business UMKM Peran Modal Usaha Dalam Menentukan Sustainability Business UMKM Modal usaha sangat penting dalam menentukan keberlanjutan bisnis UMKM, dalam mengembangkan usaha maka dibutuhkan modal usaha secara terus-menerus untuk perantara bahan dan jasa dalam proses produksi guna memperoleh pendapatan dari transaksi penjualan, modal usaha di butuhkan dari sejak awal membuka usaha hingga mengembangkan usaha (Weniger & Jarchow, 2. Pada teori legitimasi, modal usaha dapat membantu UMKM memenuhi harapan para pemangku kepentingan dalam menjalankan bisnisnya, hal ini dapat menciptakan persepsi positif dari masyarakat, pelanggan, dan pemerintah, yang dapat membantu menjaga keberlanjutan bisnis UMKM dalam jangka panjang (Jones, 2. Variabel modal usaha dan teori legitimasi memiliki keterkaitan yang erat dalam bisnis, modal usaha merupakan sumber daya finansial, fisik dan manusia yang dibutuhkan oleh suatu usaha agar dapat beroprasi dan mencapai tujuannya, serta teori legitimasi dapat diartikan sebagai cara untuk memperoleh dukungan dari masyarakat baik secara individu maupun secara Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Kirihata, 2. , (Rossi et al. , (Jones, 2. , (Weniger & Jarchow, 2. dan (Susanti et al. , 2. , menghasilkan bahwa modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan UMKM karena jika modal usaha semakin tinggi, maka keberlanjutan UMKM juga semakin tinggi. Berdasarkan pada penelitian tersebut, maka di rumuskan hipotesis sebagai berikut. H2: Modal Usaha Berpengaruh Positif Sustainability Business UMKM METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan data primer. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah pelaku UMKM yang berada di Kabupaten Karawang, dengan jumlah sample 100 responden, dan menggunakan metode purposive sampling. Metode yang diterapkan pada penelitian ini Yaitu menggunakan kuesioner dengan skala linkert 1-5, kuesioner ini disusun dalam bentuk Google form. Alat analisis yang digunakan adalah SmartPLS versi 3. Tahapan analisis data melalui tiga tahap yaitu Outer model, analisis inner model dan pengujian hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Variabel Green Innovation Maksimum Standar Deviasi Kelebihan Kurtosis Skewness 3,000 5,000 0,764 -0,989 -0,671 Jumlah Observasi Yang Digunakan 100,000 5,000 3,000 5,000 0,492 1,305 -1,497 100,000 4,750 5,000 3,000 5,000 0,497 2,823 -1,886 100,000 GI_4 4,560 5,000 3,000 5,000 0,712 0,244 -1,314 100,000 GI_5 4,590 5,000 3,000 5,000 0,634 0,557 -1,302 100,000 RataRata Median Minimum GI_1 4,340 5,000 GI_2 4,720 GI_3 Tabel 1: Deskripsi variabel Green Innovation Pada pengujian tabel 1 diketahui bahwa variabel Green Innovation (X. memperoleh nilai rata-rata . sebesar 4,560 sehingga menunjukan bahwa nilai rataAerata pada tanggapan responden menilai tinggi terhadap variabel Green Innovation (X. Deskripsi Variabel Modal Usaha Rata Rata MU_ MU_ MU_ MU_ MU_ 4,55 4,61 4,55 4,59 4,51 Media Minimu Maksimu Standar Deviasi Kelebiha Kurtosis Skewnes Jumlah Observasi Yang Digunaka 5,000 3,000 5,000 0,712 0,156 -1,274 100,000 5,000 3,000 5,000 0,677 0,816 -1,491 100,000 5,000 3,000 5,000 0,740 0,094 -1,303 100,000 5,000 3,000 5,000 0,549 -0,189 -0,917 100,000 5,000 3,000 5,000 0,685 -0,112 -1,077 100,000 Tabel 2: Deskripsi variabel modal usaha Pada pengujian tabel 2 diketahui bahwa variabel modal usaha (X. memperoleh nilai rata-rata . sebesar 4,590 sehingga menunjukan bahwa nilai rata Ae rata pada tanggapan responden menilai tinggi terhadap variabel modal usaha (X. Deskripsi Variabel Sustainability Business Maksimum Standar Deviasi Kelebihan Kurtosis Skewness 3,000 5,000 0,766 -0,970 -0,698 Jumlah Observasi Yang Digunakan 100,000 5,000 3,000 5,000 0,754 -0,098 -1,239 100,000 4,170 5,000 3,000 5,000 0,960 -1,858 -0,350 100,000 SB_4 4,610 5,000 3,000 5,000 0,691 0,794 -1,511 100,000 SB_5 4,530 5,000 3,000 5,000 0,685 0,032 -1,153 100,000 RataRata Median Minimum SB_1 4,350 5,000 SB_2 4,530 SB_3 Tabel 3: Deskripsi variabel Sustainability Business Pada pengujian tabel 3 diketahui bahwa variabel Sustainability Business (Y) memperoleh nilai rata-rata . sebesar 4,530 sehingga menunjukan bahwa nilai rata Ae rata pada tanggapan responden menilai tinggi terhadap variabel Sustainability Business (Y). Evaluasi Outer Model (Model Pengukura. Uji Convergent Validity Uji Convergent Validity adalah langkah yang dilakukan pada analisis struktural dengan menggunakan SmartPLS. Uji Convergent Validity memiliki Tujuan utama untuk memastikan bahwa konstruk yang diukur secara akurat oleh indikator-indikator yang ada Uji Convergent Validity berguna dalam memverifikasi indikator-indikator yang mengkonvergensi atau mencerminkan konstruk yang sama. (Maldonado Guzmym & Pinzyn Castro, 2. Uji Convergent Validity model penukuran dengan indeks reflektansi dapat dilihat dari korelasi antara skor item atau indeks dengan skor kontruksi, indikator individual dianggap reliabel jika memiliki nilai korelasi lebih besar dari 0,70. Akan tetapi, pada riset tahap pengembangan skala loading 0,50 sampai dengan 0,60 masih dapat diterima (Harahap. Hasil pengujian Convergent Validity dapat di lihat pada gambar berikut ini. Gambar 2: Uji Convergent Validity Pada gambar 2 terlihat bahwa semua indikator pada Green Innovation (X. dan Modal Usaha (X. memiliki nilai diatas 0,70. Maka. Uji Convergent Validity model pengukuran dengan indeks reflektansi dapat dianggap reliabel atau dapat diterima. Uji Discriminant Validity Uji Discriminant Validity dilakukan untuk memastikan bahwa setiap konsep dari setiap model laten berbeda dengan variabel lainnya dan Discriminant Validity juga digunakan untuk mengetahui alat ukur yang tepat untuk melakukan fungsi pengukuran, pengujian Discriminant Validity dapat dinilai berdasarkan pada Cross Loading harus menunjukan nilai indikator yang lebih tinggi dari setiap konstruk dibandingkan dengan indikator lainnya (Arya Pering, 2. Green Innovation (X. Modal Usaha (X. Sustainability Business (Y) GI_1 0,757 0,717 0,658 GI_2 0,743 0,668 0,621 GI_3 0,730 0,622 0,629 GI_4 0,722 0,681 0,604 GI_5 0,719 0,625 0,575 MU_1 0,627 0,748 0,589 MU_2 0,616 0,761 0,675 MU_3 0,710 0,772 0,651 MU_4 0,764 0,784 0,715 MU_5 0,742 0,780 0,751 SB_1 0,635 0,639 0,754 SB_2 0,629 0,693 0,777 SB_3 0,670 0,668 0,779 SB_4 0,661 0,728 0,707 SB_5 0,597 0,623 0,787 Tabel 4: Uji Discriminant Validity Terlihat dari tabel 4 Uji Discriminant Validity pada variable Green Innovatio (X. memiliki nilai nilai lebih tinggi dibandingkan dengan modal usaha (X. dan Sustainability Business (Y). Variabel Modal Usaha memiliki nilai lebih tinggi dari Green Innovation (X. dan Sustainability Business (Y). Sustainability Business (Y) memiliki nilai yang lebih tinggi jika di bandingkan dengan Green Innovation (X. dan Modal Usaha (X. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil Uji Discriminant Validity sudah tepat atau bagus karena konstruk lebih tinggi jika dibandingkan dengan pada indikator konstruk lainnya. Average Variance Extraced (AVE) Pengujian AVE digunakan untuk mengetahui tercapainya validitas diskriminan. Nilai AVE harus melebihi 0,50, jika nilai AVE kurang dari 0,50 maka dapat dikatakan bahwa terjadi kesalahan dalam indikator atau item pada nilai variance dari konstruk (Furadantin. Hasil Average Variance Extraced (AVE) dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Rata-rata Varians Diekstrak (AVE) Green Innovation (X. 0,540 Modal Usaha (X. 0,592 Sustainability Business (Y) 0,580 Tabel 5: Hasil Average Variance Extraced (AVE) Hasil output Average Variance Extraced (AVE) menjunjukan bahwa nilai AVE tertinggi yaitu pada variabel modal usaha(X. yaitu 0,592, kemudian nilai AVE tertinggi selanjutnya yaitu pada Sustainability Business (Y) 0,580 dan untuk Green Innovation (X. sebesar 0,540. Semua konstruk ini memiliki nilai diatas 0,50 maka dapat disimpukan bahwa pengujian AVE berhasil atau diterima. Uji CronbachAos Alpa dan Reliabilitas Komposit Uji CronbachAos Alpa dan Reliabilitas Komposit yang digunakan untuk mengukur Untuk menentukan CronbachAos Alpa dapat dikatakan baik apabila Ou 0,5 dan dikatakan cukup apabila Ou 0,3. Sedangkan untuk menentukan Reliabilitas Komposit yang reliabel apabila nilai Reliabilitas Komposit yaitu pc Ou 0,7 maka dapat dikatakan bahwa konstruk Reliabilitas Komposit yang tinggi atau reliabel (Harahap, 2. Hasil uji CronbachAos Alpa dan Reliabilitas berdasarkan tabel di bawah ini. Cronbach's Alpha Reliabilitas Komposit Green Innovation (X. 0,787 0,854 Modal Usaha (X. 0,828 0,879 Sustainability Business (Y) 0,818 0,873 Tabel 6: Hasil Uji CronbachAos Alpa dan Reliabilitas Komposit Hasil Output Uji CronbachAos Alpa dan Reliabilitas Komposit menyatakan baik untuk Hasil AVE menunjukan bahwa nilai AVE baik untuk konstruk Green Innovation. Modal Usaha dan Sustainability Business diatas 0,70 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator konstruk yaitu reliabel atau memenuhi syarat uji reliabilitas. Evaluasi Inner Model (Modal Struktura. Uji R Square dan Adjusted R Square Nilai R Square adalah cara untuk menilai besar konstruk endogen yang dapat dijelaskan oleh konstruk eksogen untuk setiap variabel laten endogen sebagai kekuatan prediksi dari modal struktural. Inner Model yaitu spesifikasi hubungan antar variabel leten disebut dengan Inner Relation yang menunjukan hubungan antar variabel laten (Saftari & Sinta, 2. Berikut hasil uji R Square dan Adsuted R Square. R Square Sustainability Business (Y) Adjusted R Square 0,792 0,787 Tabel 7: Hasil Uji R Square dan Adjusted R Square Nilai R Square sebesar 0,75, 050 dan 0,25 menunjukan bahwa model kuat, moderat dan lemah sedangkan Adjusted R Square adalah nilai R Squer yang telah dikorelasi berdasarkan nilai standar error, nilai Adjustred R Square memberikan gambaran yang lebih kuat dan jelas di bandingkan dengan nilai R Square dalam menilai kemampuan sebuah konstruk exogen dalam menjelaskan konstruk endogen (Saftari & Sinta, 2. Pada tabel tersebut menunjukan nilai R Square sebesar 0,792 dan nilai Adjusted R Square 0,787 maka dapat disimpulkan bahwa nilai R Square dan Adjusted R Square termasuk pada model kuat. Evaluasi Uji Hipotesis Uji hipotesis yaitu untuk menganalisis hipotetis awal berdasarkan Output Bootstrapping diketahui pada nilai masing-masing T-statistiknya. Hipotesis dapat dilihat dari nilai P Value, apabila nilai P Value kurang dari 0,50 maka hipotesis dapat diterima, namun apabila nilai P Value lebih dari 0,50 maka hipotesis ditolak (Saftari & Sinta, 2. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang bersumber dari Output Bootstrapping dengan nilai Tstatistik dan P Value terlihat pada tabel berikut ini. Green Innovation (X. Sustainability Business (Y) Modal Usaha (X. Sustainability Business (Y) Standar Deviasi (STDEV) Sampel Asli (O) Rata-rata Sampel (M) T Statistik (| O/STDEV |) 0,233 0,245 0,125 1,865 0,031 0,674 0,667 0,119 5,644 0,000 P Values Tabel 8: Hasil Uji Hipotesis Pada data T-statistik dan nilai P Value yang terdapat di tabel 8, data tersebut menunjukan bahwa variabel Green Innovation terhadap Sustainability Busines memiliki nilai T-statistik 0,233 dan nilai P Value 0,031 lebih kecil dari 0,05 yang berarti variabel tersebut dapat diterima atau dapat dikatakan bahwa variabel Green Innovation berpengaruh positif terhadap Sustainability Busines. variabel modal usaha terhadap Sustainability Business memiliki nilai T-statistik 5,644 dan nilai P Value 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti variabel tersebut dapat diterima atau dapat dikatakan bahwa variabel modal usaha berpengaruh positif terhadap Sustainability Busines. Pembahasan Pengaruh Green Innovation Terhadap Sustainability Business Hasil dari uji hipotesis pada penelitian ini membuktikan bahwa Green Innovation memiliki pengaruh positif terhadap Sustainability Business, hal ini ditunjukan dengan koefisien parameter sebesar 0,233. Dari hasil pengolahan data Path Coeffisients di dapatkan nilai T-statistik sebesar 1,865 lebih besar dari T-tabel pada Alpha 5% dengan nilai P-Value 0,031 lebih kecil dari 0,50 maka dengan adanya pernyataan tersebu dapat di simpulkan bahwa (H1 diterim. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (R. Dewi & Rahmianingsih, 2. dan (P. Dewi & Sudhiksa, 2. menunjukan bahwa Green Innovation memiliki pengaruh positif terhadap Sustainability Business, hal ini menyatakan bahwa Green innovation adalah salah satu kunci bagi pebisnis untuk menciptakan keunggulan yang kompetitif jika dilakukan secara teratur dan diterapkan pada proses bisnis untuk mencapai Sustainability Busines. Berdasarkan penelitian yang dilakukan (Sari & Handayani, 2. hal ini dikarenakan oleh faktor kesadaran masyarakat terhadap penerapan produk yang ramah lingkungan dan untuk mengurangi dampak negatif dari sebuah bisnis. Green Innovation memiliki hubungan dengan teori ligitimasi yang menjelaskan bahwa teori ligitimasi dapat mengungkapkan bahwa seorang pebisnis hendaknya mampu memberi laporan kegiatan sosialnya untuk memperoleh nilai legitimasi dari masyarakat karena bisnis tersebut dianggap memperhatikan lingkungan sehingga berdampak baik terhadap Sustainability Business. Pengaruh Modal Usaha Terhadap Sustainability Business Hasil dari uji hipotesis pada penelitian ini membuktikan bahwa modal usaha memiliki pengaruh positif terhadap Sustainability Business, hal ini ditunjukan dengan koefisien parameter sebesar 0,674. Dari hasil pengolahan data Path Coeffisients di dapatkan nilai Tstatistik sebesar 5,644 lebih besar dari T-tabel pada Alpha 5% dengan nilai P-Value 0,000 lebih kecil dari 0,50 maka dengan adanya pernyataan tersebu dapat di simpulkan bahwa (H2 Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ayu & Dewi, 2. dan (Nabawi & Basuki, 2. menghasilkan modal usaha memiliki pengaruh positif terhadap Sustainability Business, hal ini menunjukkan bahwa semakin besar modal yang dikelaurkan maka akan semakin meningkatkan Sustainability Business. Berdasarkan penelitian yang dilakukan (Jones, 2. hal ini dikarenakan modal usaha menjadi faktor penting dalam memulai atau menjalankan bisnis, modal usaha memiliki hubungan dengan teori legitimasi yang menyatakan bahwa modal usaha dapat membantu UMKM untuk melakukan investasi, sehingga dapat membantu untuk mengurangi biaya operasional dalam pengembangan bisnis yang berkelanjutan. KESIMPULAN DAN SARAN Pada pembahasan sebelumnya dapat di tarik kesimpulan bahwa Green Innovation sejalan dengan teori ligitimasi yang menyatakan bahwa Green Innovation memiliki kaitan dengan teori legitimasi dalam menjelaskan aktivitas bisnis harus memiliki legitimasi persepsi positif dari masyarakat yang maengakui bahwa bisnis tersebut berpotensi secara wajar serta memenuhi standar moral dan etika. Berdasarkan pada hasil pengujian yang di lakukan pada peneitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa Green Innovation berdampak positif dan signifikan terhadap Sustainability Business, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bisnis dan sumber daya alam secara efektif dan efisien untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Pada variabel selanjutnya yaitu modal usaha berdasarkan dengan teori legitimasi memiliki keterkaitan dalam bisnis karena modal usaha merupakan sumber daya finansial, fisik dan manusia yang dibutuhkan oleh suatu usaha agar dapat beroprasi dan mencapai Demikian berdasarkan pada pengujian yang dilakukan pada penelitian ini menunjukan bahwa Modal Usaha berdampak positif dan signifikan terhadap Sustainability Business, hal ini menunjukan jika modal usaha semakin tinggi, maka Sustainability Business juga akan semakin tinggi. Saran untuk penelitian selanjutnya terkait dengan hasil penelitian ini disarankan untuk menambahkan variabel selain Green Innovation, modal usaha dan Sustainability Business, adapun variabel yang dapat ditambahkan untuk penelitian selanjutnya yaitu seperti variabel Green Product Innovation. Green process Innovation. Creativity Capital atau variabel Serta disarankan untuk memperluas objek penelitian, populasi penelitian dan meambahkan sample penelitian agar hasil penelitian semakin baik dan relevan. DAFTAR PUSTAKA