Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 040 Ae 047 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN HYBRID LEARNING DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA GURU-GURU SMP KOTA JAMBI Andiopenta Purba Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi E-mail korespondensi: penta. andi@gmail. Article History: Received: 24 Desember 2023 Revised: 28 Desember 2023 Accepted: 28 Desember 2023 Kata Kunci: Model pembelajaran. Hybrid learning. Merdeka Belajar, guru SMP Abstrak: Latar Belakang: Pembelajaran yang menerapkan satu model saja membuat siswa kurang termotivasi untuk belajar, jika dibandingkan dengan penerapan berbagai Demikian halnya guru-guru SMP di Kota Jambi perlu memiliki kemampuan menerpkan berbagai model dalam proses pembelajaran. Tujuan pengabdian ini dilaksanakan adalah untuk memberikan pengetahuan serta pengalkaman bagaiumana memadukan berbagai model pembelajaran melalui penyuluhan tentang penerapan hybrid learning pada kurikulum merdeka belajar. Metode: Metode pengabdian diterapkan adalah metode penyuluhan dengan langkah. penjelasan materi, demonstrasi, latihan kelompok besar, latihan kelompok kecil, dan latihan individual. Kemudian menerapkan di sekolah masing-masing, dengan satu guru tampil mengajar menerapkan hybrid learning, dan dua guru lainnya mengamati dan mengobservasi. Di samping itu tetap ada satu tutor pembimbing setiap kegiatan latihan. Tahap terakhir diadakan evaluasi keberhasilan setiap guru dalam menerapkan model pembelajaran hybrid learning. Sasaran pengabdian ditetapkan sebayak 40 guru, yang dipilih dari setiap kelompok MGMP. Hasil: Dari hasil evaluasi terlihat bahwa penguasaan materi model pembelajaran hybrid learning terbagi atas kategori sangat baik 25%, baik 65%, sedang 8%, kurang baik 2%. Dalam hal penerapan hybrid learning pada capaian pembelajaran, menunjukkan kategori sangat baik 24%, baik sedang 7%, dan kurang baik 3%. Abstract: Background: Learning that applies only one model makes students less motivated to learn, when compared to applying various models. Likewise, junior high school teachers in Jambi City need to have the ability to apply various models in the learning process. The purpose of this service is to provide knowledge and experience on how to combine various learning models through counseling about the application of hybrid learning in the independent learning curriculum. Method: The service method applied is the counseling method with steps. explanation of material, demonstrations, large group exercises, small group exercises, and individual ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 040 - 047 Keywords: Learning model. Hybrid learning. Independent Learning, junior high school Then apply it in each school, with one teacher appearing to teach implementing hybrid learning, and two other teachers observing and observing. Apart from that, there is still one tutor supervising each training activity. The final stage is an evaluation of the success of each teacher in implementing the hybrid learning model. The service target is set at 40 teachers, selected from each MGMP group. Result: From the evaluation results, it can be seen that mastery of the hybrid learning model material is divided into very good categories 25%, good 65%, moderate 8%, poor 2%. In terms of the application of hybrid learning to learning outcomes, it shows a very good category of 24%, good 66%. fair 7%, and poor 3%. Pendahuluan Penguasaan terhadap berbagai model pembelajaran bagi guru, adalah sesuatu hal yang mutlak. Melalui penguasan berbagai model pembelajaran itu, para guru dapat lebih leluasa menentukan dan menetapkan model pembelajaran apa yang paling tepat, serta paling efektif dalam mengajarkan suatu capaiuan pembelajaran atau materi ajar. Terlebih pada jaman ini, teknologi pembelajaran semakin canggih, dan semakin kompleks. Oleh karena itu, guru harus juga senantiasa mempersiapkan diri untuk mengikuti perkembangan jaman, terutama dalam hal teknologi pembelajaran. Kurikulum merdeka belajar, sesungguhnya salah satu jenis kurikulum yang juga menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Dalam hal ini, pendidikan seharusnya mampu mempersiapkan peserta didik nantinya setelah selesai dari dunia pendidikan, mampu bersaing dalam kehidupannya, terutama dalam menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu, pendidikan senantiasa mempersiapkan peserta didik nantinya siap menghadapi berbagai tantangan dalam dunia kerja serta dalam kehidupannya seharihari. Ruang lingkup permasalahan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kegiatan penyuluhan tentang penerapan hybrid learning dalam pembelajaran pada kurikulum merdeka belajar. Sasaran penyuluhan ini dilaksanakan pada guru-guru SMP kota Jambi. Dalam hal ini adalah guru-guru bidang studi Bahasa Indonesia. Permasalahan dalam pelatihan ini adalah bagaimana upaya agar guru guru SMP kota Jambi dapat menguasai penerapan model pembelajaran hybrid learning dalam proses pembelajaran, maka tujuan pengabdian ini adalah untuk. Para guru SMP kota Jambi memahami konsep model pembelajaran hybrid learning dalam proses pembelajaran pada kurikulum merdeka belajar. Para guru SMP kota Jambi memiliki kemampuan menerapkan model pembelajaran hybrid learning dalam kurikulum merdeka belajar. Metode pembelajaran berbasis kelas adalah merupakan model pembelajaran tradisional dan konvensional. Metode pembelajaran yang memanfaatkan ruang kelas sudah lama dilakukan dalam proses pembelajarn. Namun demikian ruang kelas adalah sesuatu sarana prasarana yang sangat dibutuhkan dalam suatu lembaga pendidikan. Ruang kelas merupakan pertemuan anatara dosen dan mahasiswa. Dalam ruang kelas inilah pertama sekali awal dari proses peembelajaran itu sendiri. Dengan demikian. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 040 - 047 walupun begitu banyak model pembelajaran, baik yang tradisional hingga modern, ruang kelas masih diperlukan. Ruang kelas merupakan penerapan pembelajaran tatap muka antara dosen dan mahasiswa. Pembelajaran model tradisional berceramah di dalam ruang kelas, memang dirasakan belum mampu untuk mencapai tujuan kompetensi pembelajaran yang akan Hal ini dikarenakan pusat pembelajaran lebih banyak terhadap guru. Namun demikian, ruang kelas sangat banyak membantu siswa, terutama dalam hal sosialisasi, komuniksi dan interaksi, baik sesama peserta didik mapun dengan guru atau pendidik. Dengan demikian pembelajaran berbasis kelas masih sangat strategis. Jika suasana kelas mulai jenuh terhadap suatu materi, guru dapat memberikan kesempatan atau melemparkan pertanyaan kepada siswa yang lain (Yusuf, 2015 . Dalam sejarah pembelajaran, berbagai ahli pembelajaran memberikan alasan setidak-tidaknya ada tiga alasan mengapa pembelajaran tatap muka di kelas dipandang masih perlu digunakan, yakni. Perlunya forum untuk menjelaskan maksud dan mekanisme belajar yang akan dilalui bersama secara langsung dengan semua peserta . Perlunya memberikn pemahaman sekaligus pengalaman belajar dengan mengerjakan tugas secara kelompok dan kolaboratif pada setiap peserta didik. Untuk itu mengenal pribadi satu dengan yang lain perlu dilakukan secara langsung guna membangun suatu kelompok yang kokoh selama kerja secara virtual selanjutnya. Perlunya pemberian pelatihan secukupnya dalam menggunakan komputer yang akan digunakan sebagai media komunikasi berbasis web kepada setiap peserta didik. Huda . juga menjelaskan bahwa Willkiam Glasser pada tahun 1969 merekomendasikan pembelajaran clasroom meeting karena ruang kelas merupakan sarana siswa untuk bertindak melalui prilakunya, sehingga siswa juga akan mampu mengembangkan dirinya bersama relasinya di kelas dan berpikir positif hingga bertanggung jawab dan bahkan saling hormat menghormati. Oleh karena itu ruang kelas masih dibutuhkan. Pembelajaran berbasis web merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media situs . yang bisa di akses melalui jaringan internet. Pembelajaran ini adalah salah satu jenis dari pembelajaran E-Learning. Pembelajaran berbasis web atau juga disebut Web Based Education atau juga sering dengan sebutan Elearning . lectronic learnin. merupakan penerapan teknologi web dalam pembelajaran pada tahapan proses pendidikan. Dalam hal ini pembelajaran dilaksanakan dengan memanaatkan teknologi internet. Melalui teknologi ini proses pembelajaran terasa semakin mudah, baik dari segi ruang, waktu, dan jarak serta kemudahan memperoleh inormasi (Rusman, 2012 . Pembelajaran E-learning memiliki pada dasarnya memiliki ciri pembelajaran khusus, seperti. Interaktif langsung maupun tidak langsung. Kemandirian . Kemudahan mengakses berbagai sumber belajar. Kegiatan pembelajaran yang lebih kompleks dan beragam. Pembelajaran berbasis web dapat didefenisikan sebagai model pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan internet untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi pembelajaran, baik mahasiswa maupun dosen sebagai instruktur ataupun nara sumber. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 040 - 047 Pembelajaran berbasis hybrid learning adalah suatu model pembelajaran gabungan dari berbagai metode pembelajaran. Dalam hal ini menggunakan lebih dari dua metode pembelajaran dalam melaksanakan suatu proses pembelajaran tertentu. Penggunaan berbagai metode ini, dapat dilakukan dengan dua atau tiga metode Penggunaan dua atau tiga metode dalam suatu kegiatan pembelajaran, dalam berbagai teori belajar dan pembelajaran maupun inovasi pembelajaran sering disebut dengan istilah blended learning. Disamping itu ada juga yang menyebutnya dengan istilah hybrid learning dan bahkan ada juga yang menyebutnya dengan sebutan mixed learning. Garrison & Vaughan . menjelaskan bahwa model hybrid yang disebutnya dengan blended learning adalah perpaduan yang baik antara pengalaman pembelajaran online dan tatap muka. Prinsip dasarnya adalah bahwa komunikasi lisan tatap muka dan komunikasi AutertulisAy online terintegrasi secara optimal sehingga kekuatan masingmasing dicampur ke dalam pengalaman belajar yang unik sesuai dengan konteks dan tujuan pendidikan yang dimaksudkan. Dengan kata lain ia menjelaskan bahwa dengan penggabungan dua model pembelajaran sangat berarti bagi pembelajar dalam suatu proses pembelajaran. Disamping itu ada lagi tokoh lain Bonk & Graham . menjelaskan bahwa hyibrid learning atau disebutnya juga blended learning adalah model pembelajaran yang dilakukan dengsn cara kombinasi pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran yang dimediasi dengan komputer. Dalam desain pembelajaran ini kelas-kelas pembelajaran tatap muka tradisional dikombinasikan dengan pembelajaran online berbasis web melalui media komputer. Hybrid Learning ini sering pula disebut dengan blended learning yang pada prinsipnya adalah memanfaatkan kekuatan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online sekaligus menutupi kelemahan-kelemahan dalam masing-masing pembelajaran. Pembelajaran tatap muka mempunyai kelebihan dan tidak dapat digantikan dengan pembelajaran jarak jauh, begitu pula sebaliknya. Metode Pelaksanaan Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini adalah metode. ceramah untuk meenjelaskan teori dan konsep pembelajaran hybrid learning. Metode berikutnya digunakan metode demonstrasi memperagaakan penerapan pembelajaran hybrid learning. Disamping itu digunakan juga metode dengan menggunakan alat audiovisual untuk mempertontonkan penerapan pembelajaran hybrid learning. Kemudian digunakan metode latihan secara bergantian bagaimana penerapan pembelajaran hybrid learning dalam kelas ketika proses pembelajaran. Metode yang terakhir para guru berlatih sendiri di sekolah masing-masing dengan tetap dibimbing oleh tutor yang telah ditentukan. Kunjungan ke sekolah-sekolah peserta nantinya dilaksanakan sekali seminggu untuk melakukan evaluasi. Kerangka pemecahan masalah dalam kegiatan ini adalah diawali dengan memberikan penjelasan secara mendetail tentang konsep teori tentang pembelajaran hybrid learning. Setelah itu dilakukan penjelasan tentang teknik penerapan pembelajaran ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 040 - 047 hybrid learning. Apabila sudah selesai menyususn RPP, guru mulai diajak melihat percontohan penerapan pendekatan hybrid learning melalui video pembelajaran, atau dengan mendemonstrasikan penerapan langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran hybrid learning. Setelah dianggap sudah memiliki wawasan tentang langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan hybrid learning tersebut, mereka mulai dilatih bagaimana menerapkan atau mengimplementasikan nya dalam proses pembelajaran. Alternatif pemecahan masalah adalah dengan menggunakan pelatihan khusus terhadap beberapa guru yang dianggap sudah mapan dan paham betul tentang konsep teori serta penerapannya dalam RPP dan juga mengimplementasikannya. Beberapa guru tersebut nantinya akan menularkan serta member penjelasan serta sekaligus percontohan mendemonstrasikan penerapan pendekatan pembelajaran hybrid Evaluasi kegiatan dilaksanakan terhadap dua hal, yakni mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dan mengevaluasi keberhasilan para peserta dalam memahami dan menerapkan pembelajaran hybrid learning dalam proses pembelajaran pada kurikulum merdeka belajar. Untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan, pada dasarnya dilaksanakan oleh tim monitoring dari LP2M Universitas Jambi. Sedangkan untuk mengevaluasi peserta, dilaksanakan dengan mengadakan pengamatan langsung dikelas ketika para guru mengajarkan suatu KD pada bidang studi masing-masing-masing guru. Hasil Dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat ini, pendekatan yang digunakan adalah melalui penyuluhan. Penyuluhan dilakukan mulai dengan penjelasan materi, pengertian, pentingnya materi, prosedur pelaksanaannya atau penerapannya di kelas dalam proses belajar mengajar. Setelah itu diadakan diskusi kelompok, dan tanya Setelah penyuluhan dilaksanakan, dilakukan demonstrasi penerapan pembelajaran hybrid learning. Dalam pelaksanaan demonstrasi penerapan hybrid learning, dipilih salah satu guru yang dianggap profesional, dalam hal ini dipilih salah satu guru instruktur dalam KKG. Setelah itu, dibandingkan kembali dengan seorang contoh penyuluh sebagai perbandingan dalam menerapkan pembelajaran hybrid learning dalam proses pembelajaran. Untuk mengevaluasi kegiatan ini dilakukan dengan teknik penilaian di kelas di sekolah masing-masing peserta. Guru ketika menerapkan model pembelajaran hybrid learning dalam kurikulum merdeka belajar, diadakan observasi langsung oleh tutor dan diadakan refleksi. Hasil evaluasi terlihat bahwa penguasaan materi model pembelajaran hybrid learning terlihat pada tabel berikut. Tabel 1. Hasil Evaluasi Pemahaman Materi Penyuluhan Kategori Penguasaan Persentase Sangat Baik Baik Sedang Kurang Baik ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 040 - 047 Dalam hal penerapan hybrid learning pada capaian pembelajaran, pada saat penerapan di kelas, di luar kelas, dalam jaringan, dan luar jaringan seperti pada tabel Tabel 2. Hasil Penerapan Hybrid Learning pada Capaian Pembelajaran Kategori Penguasaan Persentase Sangat Baik Baik Sedang Kurang Baik Diskusi Kegiatan penyuluhan berlangsung pada bulan Oktober 2023. Dipilihnya bulan ini karena belum sibuk dengan tugas-tugas ujian siswa. Tempat kegiatan di aula kantor dinas pendidikan kota Jambi. Waktu pelaksanaan pelatihan dilaksanakan selama dua hari mulai dari pukul 8. 00 sampai dengan 16. Dalam pelaksanaan penyuluhan kepada guru-guru SMP di kota Jambi, terlihat para peserta sangat antusias memperhatikan serta mengikuti kegiatan penyuluhan. Para guru merasa bermanfaat mengikuti kegiatan tersebut untuk menambah wawasan mereka mereka dalam menerapkan pembelajaran hybrid learning dalm pembelajaran. Mereka mengikuti dengan antusia dari awal kegiatan hingga ahir kegiatan. Pembelajaran hybrid learning memang sudah lama dikenal dalam dunia Namun bagaimana penerapannya pada berbagai jenis kurikulum perlu Namun demikian, diawal pencangan tersebut banyak guru yang tidak paham bagaimana itu pembelajaran berbasis hybrid learning dalam pembelajaran. Namun berkat upaya dipemerintah, lama-kelamaan pendekatan pembelajaran ini semakin dipahami oleh guru. Untuk itulah kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, para guru terasa kembali diberi penyegaran penerapan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran. Terutama kali ini pendekatan saintifik ini diterapkan dalam pembelajaran hybrid learning. Dari pengamatan pelaksanaan, guru-guru terlihat Permasalahan yang muncul pada pelaksanaan kegiatan sesungguhnya tidak ada yang sangat berarti. Namun demikian, permasalahan yang dihadapi para peserta adalah jauhnya jarak tempuh kedatangan para guru dari tempat tinggal atau temppat mengajar ke lokasi pelkasanaan pengabdian. Ada yang hingga 80 km harus menempuh perjalanan untuk mengikuti kegiatan penyulkuhan ini. Di samping itu, suasana pelaksanaan yang kurang kondusif, yakni cuaca panas yang kurang diantisipasi panitia. Permasalahan yang tidak begitu serius dapat diatasi panitia sehingga pelaksanaan dapat juga terlaksana dengan baik. Namun diharapkan pada kegiatan penyuluhanpenyuluahan atau kegiatan pengabdian lainnya, permasalahan yang dihadapi kiranya dapat diantisipasi sebelumnya agar pelaksanaan pengabdian semakin kondusif dan tujuan yang diharapkan dari kegiatan pengabdian itu dapat berjalan dengan baik. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 040 - 047 Sehingga manfaat yang diharapkan dapat terwujud. Kesimpulan dan Saran Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di aula kantor dinas pendidikan Kota Jambi, yang dalam hal ini terhadap guru-guru SMP Kota Jambi, tentang penerapan pembelajaran hybrid learning dalam pembelajarn Bahasa Indonesia berlangsung dengan Peserta terdiri dari 40 guru dari berbagai SMP kota Jambi. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan tahapan penjelasan materi hybrid learning pada hari pertama. Kemudian hari kedua latihan penerapan dalam kurikulum merdeka belajar. Tahapan ketiga latihan secara mandiri di sekolah masing-masing . Tahapan keempat dilaksanakan evaluasi di sekolah masing-masing. Dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan tersebut melalui evaluasi, terlihat menunjukkan hasil yang baik. Dari hasil evaluasi terlihat bahwa penguasaan materi model pembelajaran hybrid learning terbagi atas kategori sangat baik 25%, baik 65%, sedang 8%, kurang baik 2%. Dalam hal penerapan hybrid learning pada capaian pembelajaran, menunjukkan kategori sangat baik 24%, baik 66%. sedang 7%, dan kurang baik 3%. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, yakni penyuluhan penerapan model pembelajaran hybrid learning pada guru-guru SMP kota Jambi, terlaksana dengan baik. Sehubungan dengan itu, diharapkan para guru SMP kota Jambi yang ikut dalam penyuluhan ini, dapat kirana menularkan pengetahuan merka terhadap guru lainnya. Dari pelaksanaan penyuluhan, diharapkan para peserta dapat, menerapkan pengalamannya pada setiap pembelajaran. Demikian juga kiranya dapat memberikan contoh kepada guru-guru lainnya, sehingga mereka juga memiliki pengetahuan dan pengalaman mengajar dengan menggunakan model hybrid learning. Daftar Pustaka