JURNAL BASICEDU Volume 8 Nomor 4 Tahun 2024 Halaman 3373 - 3382 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Pengaruh Sikap Altruisme terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Vi di Sekolah Menengah Pertama Michi Aminatin Rhohmah1A. Hambali2. Supentri3 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Universitas Riau. Indonesia1,2,3 E-mail: michi. aminatin2734@student. id1, hambali@lecturer. id2, supentri@lecturer. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sikap dan aktivitas altruisme serta pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang semakin mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh sikap altruisme terhadap motivasi belajar siswa Kelas Vi di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui dokumentasi dan kuesioner. Populasi dan jumlah sampel penelitian ini berjumlah 84 responden. Berdasarkan uji analisis regresi linier sederhana, didapatkan hasil nilai dari signifikansi (Sig. sebesar 0,000 O 0. 050, sehingga terdapat pengaruh antar variabel X dan variabel Y. Diketahui pula bahwa nilai Ftabel sebesar 3,957 . ingkat keyakinan sebesar 95% dan tingkat signifikansi 5%, uji signifikansi satu ara. , maka nilai Fhitung sebesar 28. 945 Ou nilai Ftabel sebesar 3,957 bermakna bahwa antar variabel X terhadap variabel Y berpengaruh positif dan signifikan. Dan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,511 bermakna bahwa antar variabel X dan variabel Y memiliki korelasi dengan tingkatan AosedangAo dan nilai dari koefisien determinasi (R. sebesar 0,261, bermakna pengaruh antar variabel X terhadap variabel Y sebesar 26,1% sedangkan sebesar 73,9% dipengaruhi oleh variabel atau faktor lain. Kata Kunci: altruisme, motivasi belajar, tolong menolong. Abstract This research is motivated by altruistic attitudes and activities and their impact on student learning motivation at Junior High School 6 Sentajo Raya. The attention and assistance provided by fellow school members, especially those provided by altruistic students, is useful in increasing motivation and study habits for those who have been provided with assistance. The aim of this research is to determine whether there is an influence of altruism on the learning motivation of Class Vi students at SMP Negeri 6 Sentajo Raya. This type of research is quantitative with data collection through documentation and questionnaires. The population and sample size of this study amounted to 84 respondents. Based on a simple linear regression analysis test, the significance value (Sig. ) obtained is 0. 000 O 0. 050, so that there is an influence between variable one-way significance tes. , then the F count value is 28,945 Ou the F table value is 3. 957, meaning that variable X and variable Y have a positive and significant effect. And the correlation coefficient (R) value of 0. 511 means that 9% was influenced by other variables or factors. Keywords: influence, altruistic, learning motivation. Copyright . 2024 Michi Aminatin Rhohmah. Hambali. Supentri A Corresponding author : Email : michi. aminatin2734@student. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Altruisme terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Vi di Sekolah Menengah Pertama Ae Michi Aminatin Rhohmah. Hambali. Supentri DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Dalam menjalankan kegiatan belajar, dibutuhkan suatu dorongan dan bahan bakar yang disebut Motivasi atau dorongan menjadi faktor penentu individu dalam melaksanakan atau tidaknya kegiatan belajar. Motivasi sebagai bentuk aktualisasi yang didapatkan individu melalui daya kekuatan dalam diri sendiri dan mengarahkan sikap individu dalam perwujudan adanya hasil akhir yang akan dicapai dalam pelaksanaan dari proses belajar. Sejalan dengan penjelasan Sultan dan Ruslan . alam Safitri et al. , 2. dengan terbentuknya dorongan yang bersumber dari dalam diri seseorang, selanjutnya akan memengaruhi pula sikap individu tersebut baik secara langsung atau tidak langsung dalam mencapai hasil dari kegiatan pembelajaran atau tujuannya ke arah dan perubahan yang lebih baik daripada sebelumnya. Diketahui bahwa adanya dorongan atau motivasi dari dalam diri siswa dalam pelaksanaan pembelajaran saat melihat teman sekelas yang memiliki output atau luaran belajar yang baik, akan memengaruhi bagaimana siswa lainnya dalam menyamai pencapaian dari temannya tersebut (Agustiningtyas & Surjanti, 2. Dalam fenomena ini peran dari teman sebaya dapat memberikan adanya motivasi yang kuat, kondisi belajar yang optimal dan juga dukungan dari lingkungan sekitar yang didapatkan berbeda dengan lingkungan keluarga atau lingkungan sekitar siswa. Peran dari teman sebaya tersebut merupakan salah satu contoh yang mengindikasikan bahwa dorongan atau motivasi belajar yang didapatkan siswa dapat berasal dari lingkungan terdekatnya di dalam kelas, khususnya melalui teman sebaya. Salah satu bentuk dari peran teman sebaya yang dapat memberikan peningkatan motivasi dan dorongan bagi teman sekelasnya yaitu adanya siswa yang memiliiki sikap altruisme dan terdapat niatan serta aksi untuk tolong menolong pada temannya yang sedang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran. Pembahasan mengenai bagaimana sikap altruisme sebagai bentuk dari peranan teman sebaya yang dapat memengaruhi motivasi belajar sejatinya dapat ditemukan pada penelitian-penelitian terdahulu. Penelitian dari Agustiningtyas & Surjanti . yang membahas mengenai peranan dari teman sebaya terhadap kebiasaan belajar terhadap luaran belajar, dapat membentuk kebiasaan belajar yang lebih baik sehingga akan meningkatkan motivasi belajar pula. Selaras dengan kajian tersebut, kajian yang dilakukan oleh Putri . bahwa teman sebaya termasuk pada faktor ekstrinsik yang berasal dari lingkungan sosial siswa yang berpengaruh pada motivasi belajar, hal ini pula yang akan memengaruhi pada luaran belajar dari siswa itu sendiri. Disebutkan bahwa teman sebaya dapat menghadirkan motivasi sekaligus kondisi dan atmosfer yang baik dalam membangun niat belajar dalam kelas, dan kondisi suasana ini berbeda dari yang didapatkan dan diberikan oleh keluarga atau faktor ekstrinsik lainnya. Selain itu, penelitian dari Handayani & Razi . bahwa altruisme merupakan perbuatan terpuji sebagai bentuk keterbalikan dari sikap egois. Dari penelitian ini diketahui bahwa suasana hati dan kondisi sosial memengaruhi terbentuknya sikap altruisme seseorang. Padahal, adanya kompleksitas pada terbentuknya motivasi belajar sebagai dampak dari sikap altruisme tidak sesederhana didorong oleh faktor suasana hati dan kondisi sosial anak yang altruis. Dari kajian penelitian terdahulu di atas, diketahui bahwa pembahasan yang ada hanya berfokus pada penjelasan faktor pendorong dari sikap altruisme yang dapat memengaruhi motivasi belajar, tanpa menjelaskan bagaimana bentuk sikap altruisme yang dilakukan sehingga memengaruhi motivasi belajar tersebut. Maka dari itu, untuk turut melengkapi dan memperbarui pembahasan serupa, dalam penelitian ini akan dibahas pembaharuan berupa bagaimana sikap altruisme secara kompleks dapat memengaruhi motivasi belajar siswa khususnya pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan melihat dari aspek karakteristik dari sikap altruisme yang belum dibahas pada penelitian terdahulu dan juga dengan melihat dari aspek faktor pendorong yang tidak hanya dipengaruhi oleh suasana hati dan kondisi sosial anak saja. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Altruisme terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Vi di Sekolah Menengah Pertama Ae Michi Aminatin Rhohmah. Hambali. Supentri DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. METODE Metode pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan rentang durasi penelitian yaitu sekitar satu . bulan terhitung sejak awal Maret 2024 sampai dengan awal April 2024. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan penyebaran kuisioner dan dokumentasi terhadap 84 responden yang berasal dari siswa Kelas Vi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 6 Sentajo Raya. Tahapan dalam penelitian yang peneliti lakukan berupa penentuan latar belakang masalah dengan menjajaki dan melakukan studi pendahuluan dari penelitian-penelitian terdahulu. Selanjutnya dilakukan penentuan variabel penelitian, dan setelahnya dirumuskan menjadi rancangan penelitian serta hipotesis sementara. Perumusan instrumen penelitian dilakukan untuk dapat memeroleh data yang kredibel. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis, lalu dilakukan pembahasan untuk hasil data yang telah ditelaah dan selanjutnya dapat ditarik hasil akhir untuk menjawab hipotesis penelitian. Sistematika dan cara telaah data yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan uji normalitas dan linieritas sebagai syarat sebelum dilakukannya uji hipotesis regresi linier sederhana untuk mendapatkan hasil dari seberapa besar pengaruh antar variabel X yaitu sikap altruisme terhadap variabel Y yaitu motivasi belajar. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses pembelajaran membutuhkan suatu dorongan dan bahan bakar yang disebut motivasi. Perhitungan dari pembentukan motivasi diri salah satunya dipengaruhi oleh kondisi dari lingkungan terdekat siswa dalam pelaksanaan pembelajaran (Prihartanta, 2015: . Adanya dorongan atau motivasi dari dalam diri siswa dalam pelaksanaan pembelajaran terjadi saat melihat teman sekelas yang memiliki luaran belajar yang baik, dan fenomena ini memengaruhi bagaimana siswa lainnya untuk menyamai pencapaian dari temannya tersebut (Agustiningtyas & Surjanti, 2. Dengan kata lain, motivasi belajar siswa di kelas dapat dipengaruhi oleh teman sebaya (Putri, 2018: . Salah satu bentuk dari peran teman sebaya yang memengaruhi pembentukan motivasi belajar yaitu adanya siswa yang memiliki sikap altruisme. Perilaku atau sikap altruisme siswa merupakan salah satu sifat terpuji. Ciri utama yang dapat dirasakan dan dilihat dari perilaku ini yaitu indikasi untuk mementingkan dan adanya keinginan untuk menolong orang lain dengan tidak mengharapkan adanya balasan dan mengesampingkan untuk mencari manfaat dari bantuan yang telah dilakukannya terhadap orang lain (Handayani & Razi, 2022: 23 ). Dari ciri khas di atas, disebutkan pula bahwa altruisme termasuk dalam salah satu perwujudan dari perilaku pro sosial karna dampak yang dihasilkan memiliki substansi baik bagi orang lain (Mulyadi et al. , 2016: . Altruisme Altruisme merupakan kebalikan dari perilaku egoisme dan merupakan salah satu bentuk sikap yang berlandaskan rasa tolong menolong. Sikap altruisme sarat akan kepekaan terhadap sosial dan perasaan iba terhadap orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Untuk dapat mengindikasikan seberapa besar tingkat perilaku altruisme. Myers dalam Savitri & Purwaningtyastuti . dan Fatimah . mengemukakan aspek yang menjadi karakteristik altruis, yaitu . Simpati sebagai suatu perasaan peduli, merasakan kesulitan yang dirasakan orang lain, hingga perasaan tersebut menghasilkan suatu dorongan rasa untuk menolong, namun perasaan ini hanya sebatas rasa ingin dan tidak sampai melakukan aktivitas menolong tersebut. Empati berupa perpanjangan dari rasa simpati berupa aktivitas atau aksi yang dilakukan setelahadanya dorongan rasa untuk menolong. Kerja Sama, berupa keinginan untuk kerja sama ini dilakukan karna para altruis merasakan bahwa mereka akan mudah membantu dengan mengikutsertakan diri melalui kerja sama. Kejujuran dan integritas sebagai bentuk dalam mendidik dan melatih kesadaran serta inisiatif dalam menolong dan membantu orang lain. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Altruisme terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Vi di Sekolah Menengah Pertama Ae Michi Aminatin Rhohmah. Hambali. Supentri DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Suasana hati berhubungan dengan keadaan atau suasana hati yang baik akan meningkatkan kemungkinan seorang individu dalam memberikan kepedulian atau pertolongan kepada orang lain. Tanggung Jawab Sosial sebagai bentuk perpanjangan dari empati dan kepercayaan yang dibangun dengan baik. Tanggung jawab sosial turut bercirikan kepekaan yang timbul dari empati. Percaya Akan Keadilan Dunia berisi keyakinan bahwa dunia hanya membawa sebuah keadilan. Para altruisme mengisyarakatkan dunia yang sifatnya adil bagi umat manusia. Motivasi Belajar Motivasi merupakan salah satu gejala atau indikasi dari psikologis yang berbentuk dorongan yang timbul dan dirasakan seseorang didalam dirinya, dan berlangsung secara tidak sadar untuk mewujudkannya melalui suatu tindakan dan perilaku untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Prihartanta, 2015:. Dalam sistematis pelaksanaan pembelajaran, dorongan belajar sebagai salah satu aspek yang bersifat timbal balik, seperti apa yang disampaikan Rahman, . Sederhananya, jika peserta didik mengerahkan segala upaya dan dorongan dari dalam dirinya untuk belajar, tentu akan memengaruhi pemaknaan dari proses pembelajaran yang dilaksanakannya. Motivasi belajar tidak hanya dinilai dari ada atau tidaknya suatu dorongan belajar, namun tedapat karakteristik tersendiri dalam menilainya. Seperti yang dikemukakan oleh Uno . dan (Cahyono et al. , dorongan dalam belajar yang terbentuk pada siswa memiliki karakteristik yang berbeda tiap Karakteristik tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut. Terdapat niat dan keinginan untuk sukses, niatan dan keinginan ini mengacu pada perubahan motivasi diri peserta didik ke arah peningkatan. Dorongan untuk butuh dalam belajar, kebutuhan untuk melaksanakan belajar didorong pula oleh hasrat dari peserta didik untuk menghindari sebuah kegagalan demi mencapai tujuan. Terdapat ambisi dan cita-cita dimasa depan, adanya ambisi dan cita-cita ini mengindikasikan salah satu bentuk dan ciri-ciri dari adanya motivasi belajar. Terdapat umpan balik dalam belajar, terbentuknya motivasi belajar dapat dilihat dari umpan balik yang didapatkan peserta didik setelah mengalami perubahan dalam motivasi belajar menjadi lebih . Adanya aksi belajar yang inovatif dan menarik, peserta didik yang sudah terbentuk motivasi belajar didalam dirinya tentu sudah mendapatkan perasaan nyaman dan ketertarikan yang dirasakan saat . Senang menyelesaikan masalah yang muncul saat belajar, siswa dengan motivasi belajar yang baik cenderung menyukai hal-hal yang menantang saat belajar sebagai bentuk dalam melatih Dalam pelaksanaan pembelajaran, para peserta didik yang memiliki perilaku altruis memberikan bantuan kepada temannya yang kurang dalam pemahaman materi pelajaran. Bantuan yang diberikan peserta didik altruis ini berguna dalam meningkatkan dorongan motivasi belajar dan kebiasaan belajar bagi mereka yang telah diberikan bantuan. dengan motivasi belajar mereka yang bergeser ke arah yang lebih baik. Perlakuan dalam bentuk perlakuan seperti ini akan sangat baik dan membekas pada diri mereka yang dibantu Selain itu, motivasi belajar ini diperlukan untuk menggerakkan hasrat dan keinginan belajar peserta didik sehingga nantinya akan memengaruhi bagaimana kualitas dari hasil belajar yang didapatkan peserta didik (Safitri et al. , 2023: 6. Untuk melihat besar pengaruh dari variabel X yaitu sikap altruisme terhadap variabel Y yaitu motivasi belajar secara menyeluruh, peneliti melakukan uji regresi linier sederhana pada data yang telah dilakukan uji normalitas dan linieritas. Berdasarkan hasil pengujian dan pembuktian yang telah peneliti lakukan dengan menggunakan uji hipotesis yaitu uji regresi linier sederhana, didapatkan beberapa hasil yang dapat dilihat pada Tabel 1. Nilai Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Altruisme terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Vi di Sekolah Menengah Pertama Ae Michi Aminatin Rhohmah. Hambali. Supentri DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Koefisien Regresi, yaitu nilai konstanta sebesar 10,876 yang berarti nilai konstitensi variabel perilaku altruisme siswa sebesar 10,876 dan nilai koefisien regresi X sebesar 0,450 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai perilaku altruisme siswa, maka besaran hasil dari nilai motivasi belajar siswa meningkat sebesar 0,450. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat diartikan bahwa arah pengaruh perilaku altruisme siswa . ariabel X) terhadap motivasi belajar siswa . ariabel Y) adalah positif. Model Tabel 1 Nilai Koefisien Regresi Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 1 (Constan. Sig. Dependent Variable: motivasi belajar Sumber: Data Olahan 2024 Kedua, diketahui pula nilai signifikansi (Sig. ) dan F hitung yang dapat dilihat pada Tabel 2. Nilai Signifikansi dan F Hitung, yaitu sebesar 0,000 O 0. 050, sehingga terdapat pengaruh antar variabel X dan variabel Y. Dan diketahui bahwa nilai Ftabel sebesar 3,957 . ilihat melalui tingkat keyakinan sebesar 95% dan tingkat signifikansi 5% serta uji signifikansi satu ara. , maka nilai Fhitung sebesar 28. 945 Ou nilai Ftabel sebesar 3,957 bermakna bahwa antar variabel X dan variabel Y berpengaruh positif dan signifikan. Model Regression Residual Total Tabel 2 Nilai Signifikansi dan F Hitung ANOVAa Sum of Mean Squares Square Dependent Variable: motivasi belajar Predictors: (Constan. , perilaku altruisme Sumber: Data Olahan 2024 Sig. Selain nilai koefisien regresi dan F hitung, hasil pengolahan data juga diperoleh besaran nilai koefisien korelasi (R) dan koefisien determinasi (R. yang dapat dilihat pada Tabel 3. Nilai Koefisien Korelasi Regresi Linier Sederhana yaitu R sebesar 0,511 dan bermakna bahwa antar variabel X dan variabel Y memiliki korelasi dengan tingkatan sedang dengan nilai dari koefisien determinasi (R . sebesar 0,261 atau sebesar 26,1%, maka pengaruh antar variabel X terhadap variabel Y sebesar 26,1% sedangkan sebesar 73,9% dipengaruhi oleh faktor dari variabel independen lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Sehingga membuktikan bahwa perilaku altruisme siswa memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Altruisme terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Vi di Sekolah Menengah Pertama Ae Michi Aminatin Rhohmah. Hambali. Supentri DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Tabel 3 Nilai Koefisien Korelasi Regresi Linier Sederhana Model Summaryb Model Adjusted R Std. Error of Square Square the Estimate Predictors: (Constan. , perilaku altruisme Dependent Variable: motivasi belajar Altruisme menjadi salah satu bentuk dalam menjadi dasar perilaku pro sosial yang bercirikan kegiatan sukarela untuk kebaikan khalayak dan berdampak positif (Handayani & Razi, 2022: . Altruisme muncul karna perasaan dan kesadaran bahwa orang lain yang memiliki kesulitan memerlukan bantuan yang sifatnya ikhlas dari orang lain yang memiliki kesadaran dalam membantu (Umiati, 2021: . Altruisme yang dikemukakan oleh Tanau dalam Umiati . , diartikan sebagai kecendrungan untuk memiliki inisiatif dalam menolong orang lain. Inti dan ciri umum dari perilaku ini adalah rasa kepedulian terhadap orang lain (Imam et , 2. Namun ciri umum di atas tidak dapat menjadi patokan dalam menentukan seberapa besar perilaku altruisme individu. Untuk itu, ciri-ciri spesifik untuk mengidentifikasi perilaku altruisme ini dapat diketahui dari ada atau tidaknya tujuh . ciri-ciri spesifik ini pada diri seseorang. Tujuh ciri-ciri spesifik ini yaitu simpati . erasaan peduli terhadap orang lain, perasaan yang hanya sebatas rasa ingin dan iba, namun tidak sampai melakukan aktivitas menolon. , empati . anjutan dari simpati, berupa perasaan ingin membantu orang lain dan direalisasikan dalam bentuk pertolonga. , kerja sama . danya keinginan dan kebersediaan untuk melakukan kerja sama karrna dengan ini akan semakin mudah untuk membantu orang lain dengan mengikutsertakan diri menolong dan membantu orang lain dengan bekerja sam. , kejujuran . einginan untuk selalu menjaga kepercayaan orang lain dengan selalu menjaga integritas dan kejujuran dalam setiap aktivita. , kondisi hati . ondisi hati yang baik dapat meningkatkan keinginan untuk membantu orang lai. , tanggung jawab sosial . erasa bahwa diri sendiri memiliki peran dan tanggung jawab moral untuk membantu saat melihat orang lain sedang ditimpa kesulita. , dan yang terakhir percaya akan keadilan dunia . einginan dan komitmen untuk selalu berbuat baik, karna segala keburukan atau kesalahan yang diperbuat dipercaya akan memiliki konsekuensi tersendir. (Savitri & Purwaningtyastuti, 2020 dan Fatimah, 2. Perilaku altruisme individu terbentuk dengan berbagai faktor yang memengaruhinya. Faktor-faktor ini tidak berdiri sendiri dan saling terkait-berpengaruh, satu sama lain. Terdapat dua . faktor yang memengaruhi terbentuknya perilaku altruisme seorang individu, yaitu faktor eksternal dan iinternal (Handayani & Razi, 2022: 23-. Faktor eksternal merujuk pada segala kondisi yang berada dilingkungan sekitar individu. Sederhananya faktor eksternal ini merupakan dorongan yang bersumber dari luar diri individu. Sedangkan dorongan internal merupakan dorongan yang asalnya dari dalam diri individu. Dorongan ini juga disebut dengan pengaruh individu. Motivasi belajar sebagai salah satu bidang penting untuk menghasilkan hasil belajar yang baik bagi Motivasi belajar juga merupakan sarana dalam menciptakan sebuah kegiatan belajar yang baik, sehingga diharapkan siswa dapat mencapai luaran belajar dengan baik (Cahyono et al. , 2022: . Motivasi belajar bersifat dinamis, sehingga jika seorang siswa memiliki motivasi belajar dengan kualitas dsn tingkatan yang baik, maka akan memengaruhi tercapainya hasil baik pula terhadap kenaikan hasil belajar dan kualitas dari kemampuan belajar siswa tersebut (Rahman, 2021: . Siswa yang terdorong untuk belajar akan menjadi siswa yang memiliki semangat dalam menjalankan proses belajarnya, berdedikasi dan memiliki ambisi dalam melaksanakan pekerjaannya, gigih dengan prinsip dan niat dalam mengejar pengetahuan, dan fokus yang baik pada apa yang mereka pelajari dan ingin dicapai (Disriani & Habibi, 2023: . Selain itu, motivasi belajar ini diperlukan untuk menggerakkan hasrat dan keinginan belajar peserta didik sehingga nantinya akan memengaruhi bagaimana kualitas dari hasil belajar yang didapatkan peserta didik (Safitri et al. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Altruisme terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Vi di Sekolah Menengah Pertama Ae Michi Aminatin Rhohmah. Hambali. Supentri DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. 2023: 6. Sama halnya dengan perilaku altruisme, motivasi belajar memiliki faktor-faktor yang memengaruhi pula. Faktor internal ini terdiri dari faktor fisik . ang berkenaan dengan tubuh atau penampilan individu serta faktor nutrisi tubuh dan fungsi panca inder. dan juga faktor psikologis . ang berkenaan dengan rohani atau psikis individu yang memengaruhi perasaan dan juga perilak. Adapun faktor eksternal terdiri dari faktor sosial . ang berkenaan dengan faktor lingkungan sekitar individu dan merujuk pula dengan bagaimana orang-orang disekitar lingkungan individ. dan juga faktor non sosial . ang berkenaan dengan bagaimana kehidupan dan situasi kondisi yang dirasakan individu yang berpengaruh terhadap afeksi dir. (Cahyono et al. , 2022: 41 dan Rubianah & Dadi, 2. Terdapat enam . karakteristik sebagai bentuk dorongan belajar, yaitu terdapat hasrat dan keinginan untuk berjaya sebagai bentuk keinginan dalam mencapai tujuan lewat motivasi belajar yang dimiliki, terdapat perasaan dan dorongan untuk membutuhkan belajar demi tercapainya luaran dan target belajar yaitu hasil belajar yang baik, adanya harapan untuk berhasil dimasa depan setelah berupaya untuk mencapai tujuan belajar melalui adanya motivasi belajar, mendapatkan umpan balik dari lingkungan sekitar berupa pujian ataupun penghargaan, merasakan adanya proses belajar yang menarik . i sekolah atau di ruma. sehingga mood dan keinginan untuk belajar meningkat, dan yang terakhir, seorang individu yang memiliki motivasi belajar atau sedang mengalami peningkatan motivasi belajar sangat senang untuk secara mandiri mencari solusi saat duhadapi oleh masalah atau kesulitan dalam proses belajar yang dilaksanakan dan (Cahyono et al. 2022: 42-. dan (Uno, 2. Dari hasil dan pembahasan yang didapatkan pada penelitian ini, dengan menggunakan karakteristik dari sikap altruisme melalui teori dari Savitri & Purwaningtyastuti . dan Fatimah . , serta karakteristik dari motivasi belajar melalui teori dari Cahyono et al. , . dan Uno . sebagai indikator dalam mengukur kedua variabel ini. Didapatkan hasil bahwa variabel X terhadap Y memiliki pengaruh yang bernilai positif dan signifikan serta persentase antar pengaruh keduanya sebesar 26,1%. Hasil dari kajian ini sejalan dengan kajian terdahulu yang dikemukakan oleh Umiati . Isnaeni et al. , . , dan Handayani & Razi . bahwa mereka para altruis memiliki perasaan yang berorientasi untuk membantu orang lain dan memiliki bekal moral serta sifat simpati, empati, dan social responsibility yang baik terhadap khalayak yang merasakan kesusahan. Salah satu bentuk dari sikap altruisme yang ada pada diri seperti adanya inisiatif yang disampaikan untuk melaksanakan kerja kelompok atau belajar bersama sebagai bentuk dalam membantu teman dalam memahami materi belajar. Tidak hanya inisiatif dalam mengajak, namun perlakuan dalam membantu juga diwujudkan dalam ajakan belajar bersama ini. Para responden melakukan dan memberi bantuan kepada teman mereka. yang dalam hal ini berupa bantuan pemahaman belajar. melalui belajar bersama maupun kerja sama, agar temannya tersebut dapat lebih memahami materi belajar. Namun bantuan ini tidak dilakukan dengan paksaan, karna para altruis selalu memikirkan bagaimana perasaan orang disekitarnya dan tidak memaksakan keingimam atau pendapatnya untuk diterima oleh orang lain. Bantuan inipun dilakukan tanpa mengharapkan imbalan atau tanpa pamrih (Illahi, 2. Selain itu, hasil dari penelitian ini membuktikan adanya fenomena peningkatan motivasi belajar karna bantuan yang diberikan peserta didik yang memiliki pemahaman materi belajar yang lebih baik kepada temannya yang sedang mengalami kesulitan dalam memahami materi belajar. Hasil ini selaras dengan penelitian Agustiningtyas & Surjanti . bahwa peserta didik yang memberi bantuan berupa ajakan belajar bersama kepada temannya yang sedang mengalami kesulitan dalam memahami materi belajar, berdampak pada peningkatan motivasi belajar temannya tersebut. Peningkatan motivasi belajar ini sebagai dampak dari adanya perubahan kebiasaan belajar yang lebih baik (Wahid et al. , 2. Selain itu adanya peningkatan kebiasaan belajar yang dirasakan mereka yang diberikan bantuan berdampak pula terhadap peningkatan minat belajar mereka, dan hal ini akan berdampak baik pula terhadap tujuan belajar yang hendak dicapai siswa. Selain itu adanya peningkatan dari motivasi belajar mampu meningkatkan pula fokus siswa Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Altruisme terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Vi di Sekolah Menengah Pertama Ae Michi Aminatin Rhohmah. Hambali. Supentri DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. terhadap dirinya sendiri saat merasa kurang dalam mengerjakan tujuan dari pembelajaran, seperti menggunakan cara-cara inovatif dalam belajar, melengkapi apa-apa saja media dari pembelajara yang ada, hingga terbiasa untuk belajar dengan menggunakan konsep yang sesuai dengan kemampuaun diri sendiri, sehingga lebih mudah dalam memahami pelajaran (Prastika Damayanti et al. , 2. Selain itu, hasil kajian ini sejalan dengan kajian terdahulu dari Putri . yang menjelaskan bahwa mereka yang menerima bantuan belajar dari teman yang memiliki pemahaman belajar yang lebih baik, terdorong untuk selalu merasa butuh dan ingin terus belajar. Keinginan dan rasa butuh ini mengindikasikan munculnya dorongan dan motivasi untuk belajar. Adanya perasaan butuh dan ingin terus belajar ini dilakukan untuk mempersiapkan diri karna munculnya keinginan dan juga harapan untuk berhasil menggapai cita-cita serta keinginan untuk terus berhasil dalam mencapai tujuan belajar. Keinginan dan harapan untuk berhasil ini pula yang menjadi acuan mereka yang menerima bantuan belajar untuk selalu mengevaluasi dan tidak berpuas diri terhadap pencapaian yang telah dilakukan. Adanya hasil akhir dari kajian ini diisyaratkan dapat menjadi sebuah temuan baru untuk menjadi salah satu langkah dalam mengoptimalkan motivasi belajar siswa, yaitu dengan pemaksimalan sikap altruisme pada teman sebaya. Selain itu, hasil penelitian ini menjadi pengingat bahwa terdapat kepentingan untuk melestarikan sikap altruisme khususnya pada siswa sekolah. Pengingat ini berlandaskan dari apa saja dampak baik sikap altruisme terhadap orang lain, khususnya terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Namun demikian, dari hasil penelitian ini pula masih ditemukan beberapa kekurangan. Dilihat dari hasil penelitian berupa persentase dari variabel X terhadap Y memiliki pengaruh yang bernilai positif dan signifikan dengan pengaruh keduanya sebesar 26,1%. Besaran persentase ini mengindikasikan bahwa pengaruh antar variabel X dan Y sebesar 26,1% dengan 73,9% lainnya dipengaruhi oleh aspek dari variabel independen lain yang tidak dibahas dan diteliti pada penelitian ini. KESIMPULAN Dalam pelaksanaan pembelajaran diperlukan adanya motivasi atau hasrat dorongan belajar yang harus dimiliki oleh seorang siswa. Salah satu dorongan yang dapat menumbuhkan dan mengoptimalkan dorongan belajar yaitu dengan adanya peran teman sebaya. Peran dari teman sebaya yang dapat memengaruhi motivasi belajar yaitu apabila terdapat siswa yang memiliki perilaku altruis dan memberikan bantuan kepada temannya yang kurang dalam pemahaman materi pelajaran. Bantuan yang diberikan siswa altruis ini berguna dalam meningkatkan dorongan motivasi belajar dan kebiasaan belajar bagi mereka yang telah diberikan bantuan. dengan pengaruh yang didapatkan yaitu motivasi belajar mereka yang bergeser ke arah yang lebih baik karna merasa berambisi untuk berhasil karna mencontoh teman yang altruis dan membantu tersebut. Selain itu, motivasi belajar ini diperlukan untuk menggerakkan hasrat dan keinginan belajar siswa, terutama siswa yang sedang merasakan kemunduran dorongan belajar, sehingga nantinya akan memengaruhi bagaimana peningkatan dari kualitas belajar yang memengaruhi pula hasil belajar yang didapatkan siswa. Sikap altruisme dan dorongan belajar dapat terpengaruh oleh dorongan yang bersumber dari diri sendiri dan juga lingkungan. Dorongan ini dapat pula dikontrol oleh diri sendiri (Hidayati, 2. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh sikap altruisme terhadap motivasi belajar siswa Kelas Vi di Sekolah Menengah Pertama (SMP), sehingga membuktikan dan sesuai dengan tujuan penelitian bahwa perilaku altruisme siswa berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA