Jurnal PARAMA: Pengabdian untuk Masyarakat Maju Bersama Vol. No. 1 Juli 2025. Hal. Pengembangan Pendidikan Karakter dan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Kegiatan Seni dan Budaya Lokal Sukamdi1 1STIT Madina Sragen E-mail: sukamdixbagus@gmail. Abstrak Pendidikan karakter dan kreativitas pada anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan kepribadian dan potensi anak secara menyeluruh. Pengintegrasian seni dan budaya lokal dalam pembelajaran di usia dini menawarkan pendekatan yang efektif untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter sekaligus mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas anak. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kegiatan seni dan budaya lokal sebagai media pendidikan karakter dan kreativitas anak usia dini di TK Bintang Perkasa. Metode yang diterapkan meliputi pelatihan bagi pendidik dan pendampingan langsung kepada anak-anak dalam berbagai kegiatan seni tradisional. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran karakter positif dan kreativitas anak yang signifikan, serta meningkatnya minat terhadap pelestarian budaya lokal. Temuan ini menegaskan pentingnya seni dan budaya lokal sebagai sarana pembelajaran yang mampu membentuk karakter serta kreativitas anak secara holistik dan berkelanjutan. Kata kunci: Pendidikan karakter. Kreativitas anak usia dini. Seni dan budaya lokal Abstract Character education and creativity development in early childhood are essential foundations for shaping a childAos personality and overall potential. Integrating local arts and culture into early childhood learning offers an effective approach to foster character values while enhancing childrenAos imagination and This community service project aims to examine the implementation of local arts and cultural activities as a medium for character education and creativity development among early childhood children at TK Bintang Perkasa. The methods applied include training educators and providing direct guidance to children through various traditional art activities. The results show significant improvements in positive character awareness and creativity in children, along with increased interest in preserving local culture. These findings highlight the importance of local arts and culture as a holistic and sustainable learning tool to shape character and creativity in children. Keywords: Character education, early childhood creativity, local arts and culture P-ISSN x-x | E-ISSN x-x Jurnal PARAMA: Pengabdian untuk Masyarakat Maju Bersama Vol. No. 1 Juli 2025. Hal. PENDAHULUAN Masa anak usia dini merupakan fase krusial dalam pembentukan dasar-dasar moral dan kepribadian, yang akan menjadi landasan penting bagi perkembangan karakter anak di masa mendatang (Musfiroh, 2. Oleh karena itu, sangat tidak tepat apabila pendidikan pada usia ini hanya difokuskan pada aspek kognitif semata, tanpa memberikan perhatian serius terhadap penguatan nilai-nilai karakter. Dalam konteks inilah, pendekatan berbasis budaya lokal menjadi sangat relevan, karena nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni dan tradisi masyarakat dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan moralitas dan membentuk kepribadian anak secara alami dan menyenangkan. Budaya lokal memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai sarana pembelajaran yang relevan dengan kehidupan anak, serta mampu menanamkan identitas budaya sejak usia dini (Suyanto & Jihad, 2. Pemanfaatan budaya lokal dalam pendidikan anak usia dini bukan hanya menciptakan suasana belajar yang lebih dekat dengan realitas kehidupan anak, tetapi juga menjadi strategi penting dalam membangun jati diri mereka sebagai bagian dari komunitas budaya tertentu. Dalam konteks globalisasi yang cenderung mengikis nilai-nilai lokal, pendidikan yang berbasis budaya menjadi tameng penting agar anak tidak tercerabut dari akar budayanya. Kegiatan seni tradisional, seperti menari dan memainkan gamelan, tidak hanya mempererat hubungan anak dengan budaya lokal, tetapi juga berperan dalam merangsang perkembangan motorik halus, daya imajinasi, serta keterampilan bersosialisasi anak sejak dini (Yuliani, 2. Dengan demikian, seni tradisional tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga sebagai alat pedagogis yang mampu mengembangkan berbagai aspek kecerdasan anak secara terpadu. Mengintegrasikan kegiatan seni budaya ke dalam pembelajaran anak usia dini adalah langkah strategis yang bukan hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan, relevan secara kontekstual, dan mampu membentuk karakter serta kecakapan hidup anak sejak usia dini. Menggabungkan unsur seni dan budaya lokal ke dalam kurikulum PAUD dapat memperkaya pembelajaran berbasis nilai serta pengalaman konkret yang lebih mudah dipahami oleh anak-anak (Rochaeti, 2. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang dikaitkan langsung dengan konteks kehidupan dan budaya sekitar anak akan lebih bermakna dan efektif. Anak tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengalami dan merasakan langsung nilai-nilai yang diajarkan. Oleh karena itu, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku anak secara menyeluruh sesuai dengan karakter budaya setempat. Pengembangan pendidikan karakter dan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan seni dan budaya lokal terbukti menjadi pendekatan yang efektif dan relevan secara kontekstual. Pemanfaatan seni tradisional seperti tari, musik gamelan, dan kerajinan lokal tidak hanya memperkuat kecintaan anak terhadap budaya daerah, tetapi juga mampu menstimulasi aspek perkembangan motorik, sosial, emosional, dan kognitif secara terpadu. Melalui integrasi budaya lokal dalam pembelajaran, anak-anak memperoleh pengalaman nyata yang bermakna serta nilainilai karakter seperti disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap budaya. Oleh karena itu, pendekatan ini perlu terus dikembangkan dan didukung oleh semua pihak, termasuk pendidik, orang tua, dan pemerintah daerah, guna menciptakan pendidikan anak usia dini yang holistik, berkarakter, dan berakar pada budaya bangsa. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan pendidikan karakter dan kreativitas anak usia dini melalui integrasi kegiatan seni dan budaya lokal. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pendidik di TK Bintang Perkasa agar mampu mengimplementasikan metode pembelajaran berbasis budaya lokal secara efektif. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan potensi budaya yang dimiliki oleh masyarakat sebagai sumber belajar yang kaya nilai dan bermakna bagi anak. Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini secara holistik, sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah di tengah masyarakat. P-ISSN x-x | E-ISSN x-x Jurnal PARAMA: Pengabdian untuk Masyarakat Maju Bersama Vol. No. 1 Juli 2025. Hal. METODE Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan edukatifpartisipatif yang menekankan keterlibatan aktif pendidik dan masyarakat dalam pengembangan pendidikan karakter dan kreativitas anak melalui seni dan budaya lokal (Sanjaya, 2. Tahapan pelaksanaan meliputi: . identifikasi kebutuhan melalui observasi dan wawancara. perencanaan program pelatihan berbasis budaya lokal. pelaksanaan pelatihan dan workshop kepada guru PAUD. monitoring dan evaluasi menggunakan instrumen kuantitatif dan Alat ukur keberhasilan kegiatan terdiri dari: Observasi langsung untuk menilai perubahan praktik pembelajaran guru (Creswell, 2. Angket dengan skala Likert untuk mengukur sikap dan persepsi guru terhadap integrasi seni dan budaya lokal (Sugiyono, 2. Analisis portofolio anak sebagai dokumentasi perkembangan kreativitas dan karakter (Epstein. Wawancara mendalam dengan pendidik dan orang tua untuk mendapatkan gambaran dampak sosial budaya (Moleong, 2. Keberhasilan diukur dari perubahan sikap guru, peningkatan kreativitas dan karakter anak, serta peningkatan partisipasi sosial budaya masyarakat sekitar (Depdiknas, 2. Pengukuran dilakukan secara deskriptif dan kualitatif untuk mendapatkan gambaran komprehensif atas dampak kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian masyarakat di TK Bintang Perkasa menunjukkan hasil yang positif baik bagi individu pendidik maupun lembaga secara keseluruhan dalam jangka waktu pendek dan panjang. Dalam periode awal, guru mengalami peningkatan signifikan dalam memahami dan mengaplikasikan seni serta budaya lokal sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan kreativitas anak usia dini. Peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan seni dan budaya lokal menjadi bukti bahwa intervensi yang dilakukan tepat sasaran. Ini sejalan dengan teori pembelajaran kontekstual, di mana pembelajaran akan lebih bermakna jika dikaitkan dengan lingkungan budaya siswa. Keberhasilan awal menjadi pondasi penting untuk perubahan berkelanjutan dalam sistem pembelajaran di lembaga. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari data hasil observasi dan kuesioner yang menunjukkan bahwa sekitar 75% guru menjadi lebih antusias dan percaya diri dalam menggunakan media pembelajaran yang berbasiskan nilai-nilai budaya daerah. Hal ini menunjukkan penerimaan yang baik terhadap pendekatan pembelajaran baru yang lebih Data kuantitatif menunjukkan keberhasilan dalam perubahan sikap guru. Ini penting karena antusiasme dan kepercayaan diri merupakan faktor kunci dalam efektivitas pembelajaran. Pendekatan berbasis budaya daerah bukan hanya meningkatkan keterlibatan guru, tetapi juga menciptakan suasana pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai lokal yang dekat dengan kehidupan siswa. Dalam teori perubahan pendidikan, sikap dan persepsi pendidik menjadi indikator awal kesiapan lembaga dalam mengadopsi inovasi. Di sisi lain, respon anak-anak terhadap kegiatan seni tradisional, seperti tari-tarian dan permainan musik gamelan, sangat positif. Mereka menunjukkan semangat yang tinggi dalam berpartisipasi yang berdampak langsung pada peningkatan kemampuan motorik halus, kreativitas, serta kemampuan berinteraksi sosial dalam kelompok. Respon positif anak-anak merupakan validasi bahwa pendekatan ini efektif tidak hanya bagi guru tetapi juga bagi siswa. Kegiatan seni tradisional terbukti mampu mengembangkan aspek-aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, seperti kreativitas, motorik, dan sosial-emosional. Ini sejalan dengan pendekatan holistik dalam pendidikan anak usia dini, yang tidak hanya fokus pada kognitif, tetapi juga perkembangan fisik dan sosial anak melalui kegiatan yang menyenangkan dan Secara jangka panjang, diharapkan anak-anak dapat menginternalisasi nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari karakter mereka dan membangun kecintaan yang kuat terhadap warisan budaya daerahnya. Hal ini akan menjadi modal penting dalam membentuk perilaku dan P-ISSN x-x | E-ISSN x-x Jurnal PARAMA: Pengabdian untuk Masyarakat Maju Bersama Vol. No. 1 Juli 2025. Hal. kepribadian yang positif dan berkelanjutan. Pembangunan karakter anak berdasarkan kearifan Penguatan identitas budaya sejak dini penting dalam era globalisasi untuk menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, hormat kepada orang tua, dan cinta tanah air. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga membentuk fondasi karakter generasi muda yang kuat, relevan dengan konsep pendidikan karakter berbasis budaya. Lembaga TK Bintang Perkasa juga mengalami peningkatan kapasitas dalam menyusun dan melaksanakan program pembelajaran yang berorientasi pada kearifan lokal. Perkembangan ini menjadi potensi untuk dijadikan contoh bagi PAUD lain di wilayah sekitar guna mengadopsi metode serupa. Lembaga sebagai institusi mengalami penguatan kapasitas, yang merupakan salah satu indikator keberhasilan program pengabdian. Kemampuan menyusun program berbasis lokal menunjukkan bahwa transfer pengetahuan telah terjadi. Potensi sebagai model atau best practice bagi PAUD lain menciptakan efek multiplikasi yang memperluas dampak program, sejalan dengan tujuan pengabdian masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara Untuk mengukur keberhasilan program, digunakan beberapa indikator utama, yakni perubahan sikap dan peningkatan keterampilan guru melalui pengisian angket dan hasil observasi pembelajaran secara langsung. Selain itu, perkembangan kreativitas serta karakter anak juga diukur melalui dokumentasi portofolio dan pengamatan rutin oleh pendidik. Pentingnya evaluasi berbasis data untuk menilai keberhasilan program. Penggunaan angket dan observasi sebagai alat ukur guru, serta portofolio dan pengamatan untuk anak, menunjukkan pendekatan evaluasi yang komprehensif dan triangulatif. Hal ini sesuai dengan prinsip evaluasi pendidikan yang valid dan reliabel, sehingga hasilnya dapat dijadikan dasar dalam perbaikan program selanjutnya. Partisipasi orang tua dan masyarakat sekitar juga menjadi aspek penting dalam menilai keberhasilan program ini, dimana dukungan mereka dapat meningkatkan keberlanjutan dan dampak kegiatan seni dan budaya dalam proses belajar anak. Pelibatan orang tua dan masyarakat merupakan prinsip dasar pendidikan berbasis komunitas. Dukungan dari lingkungan luar sekolah memperkuat keberlanjutan program karena anak mendapatkan stimulasi yang konsisten baik di rumah maupun di sekolah. Partisipasi komunitas juga menciptakan rasa memiliki terhadap program, yang penting untuk keberlangsungan kegiatan berbasis budaya dalam jangka panjang. Standar keberhasilan yang digunakan adalah apabila minimal 70% pendidik mampu secara aktif mengintegrasikan unsur seni dan budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran, serta terjadi peningkatan nyata dalam kreativitas anak yang dapat dilihat dari hasil karya dan interaksi sosial mereka. Penetapan indikator kuantitatif seperti 70% menjadi tolok ukur objektif dalam evaluasi program. Ini penting untuk mengetahui sejauh mana tujuan program tercapai. Peningkatan hasil karya dan kemampuan interaksi sosial anak menjadi bukti konkret dampak pembelajaran berbasis seni budaya. Hal ini menunjukkan keterkaitan antara input . embelajaran oleh gur. dan output . erkembangan kreativitas dan karakter ana. Salah satu keunggulan dari program ini adalah penggunaan potensi budaya lokal yang otentik, yang membuat pembelajaran menjadi lebih relevan dan mudah dipahami oleh anak. Pendekatan partisipatif yang melibatkan berbagai pihak juga memperkuat kesinambungan dan keterlibatan komunitas. Keunggulan ini menjelaskan alasan utama keberhasilan program. Pembelajaran yang berbasis budaya lokal menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi anak karena sesuai dengan pengalaman hidup mereka. Pendekatan partisipatif meningkatkan efektivitas program karena semua pihak merasa memiliki peran. Dengan demikian, program tidak hanya berhasil diimplementasikan tetapi juga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut secara Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang perlu diperhatikan, seperti keterbatasan waktu untuk pelatihan guru dan kurangnya fasilitas penunjang seni budaya. Meski demikian, peluang pengembangan program ini cukup besar, terutama bila didukung oleh kerja P-ISSN x-x | E-ISSN x-x Jurnal PARAMA: Pengabdian untuk Masyarakat Maju Bersama Vol. No. 1 Juli 2025. Hal. sama dengan komunitas seni dan pemerintah desa untuk menyediakan sumber belajar yang lebih beragam dan berkualitas. Tabel: 1. Evaluasi Perkembangan Kreativitas Anak Selama Kegiatan Aspek Kreativitas Indikator Penilaian Skor Awal (Sebelum Progra. Skor Akhir (Setelah Progra. Persentase Peningkatan (%) Kreativitas Motorik Halus Kemampuan menggambar dan Kreativitas Gerak Tari Ekspresi dan Kreativitas Musik Partisipasi dan ritme saat bermain gamelan Tabel ini menyajikan hasil evaluasi perkembangan kreativitas anak usia dini setelah mengikuti program kegiatan seni tradisional, yang mencakup tiga aspek utama kreativitas: motorik halus, gerak tari, dan musik. Masing-masing aspek dievaluasi melalui indikator penilaian tertentu, dengan skor awal . ebelum progra. , skor akhir . etelah progra. , dan persentase peningkatan sebagai ukuran efektivitas program. Kreativitas Motorik Halus. Indikator Penilaian: Kemampuan menggambar dan mewarnai. Skor Awal: 60. Skor Akhir: 80. Persentase Peningkatan: 33,3%. Penjelasan: Setelah mengikuti program, anak menunjukkan peningkatan kemampuan motorik halus yang signifikan, terlihat dari hasil menggambar dan mewarnai yang lebih rapi, kreatif, dan penuh warna. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dirancang mampu menstimulasi koordinasi tangan-mata serta imajinasi anak. Kreativitas Gerak Tari. Indikator Penilaian: Ekspresi dan keluwesan gerakan. Skor Awal: Skor Akhir: 78. Persentase Peningkatan: 41,8%. Penjelasan: Anak menjadi lebih ekspresif dan luwes dalam bergerak saat menari. Ini mencerminkan peningkatan dalam keberanian tampil di depan umum, kemampuan mengekspresikan diri melalui gerakan, serta kepekaan terhadap ritme dan alur musik. Kreativitas Musik. Indikator Penilaian: Partisipasi dan ritme saat bermain gamelan. Skor Awal: 50. Skor Akhir: 75. Persentase Peningkatan: 50%. Penjelasan: Keterlibatan anak dalam bermain gamelan meningkat drastis. Anak menunjukkan ketepatan ritme dan antusiasme yang lebih tinggi saat berpartisipasi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan musik berbasis budaya lokal mampu merangsang rasa percaya diri, kepekaan musikal, dan kerja sama dalam kelompok. Ketiga aspek kreativitas mengalami peningkatan yang nyata, dengan persentase tertinggi pada kreativitas musik . %), diikuti oleh gerak tari dan motorik halus. Ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis seni dan budaya lokal memiliki dampak positif terhadap perkembangan kreativitas anak usia dini secara menyeluruh. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di TK Bintang Perkasa menunjukkan hasil yang positif dengan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan P-ISSN x-x | E-ISSN x-x Jurnal PARAMA: Pengabdian untuk Masyarakat Maju Bersama Vol. No. 1 Juli 2025. Hal. keterampilan guru dalam mengintegrasikan seni dan budaya lokal ke dalam pembelajaran anak usia dini. Anak-anak juga menunjukkan antusiasme tinggi yang berdampak pada perkembangan kreativitas dan karakter sosial mereka. Kelebihan dari kegiatan ini terletak pada pemanfaatan potensi budaya lokal yang autentik sebagai media pembelajaran yang kontekstual dan menarik, serta pendekatan partisipatif yang melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat. Namun, keterbatasan waktu pelatihan dan sarana pendukung menjadi kendala yang perlu diatasi agar program dapat berjalan lebih optimal. Peluang pengembangan ke depan sangat terbuka, terutama jika ada kerja sama yang lebih intensif dengan komunitas seni lokal dan pemerintah desa untuk memperkaya sumber belajar dan memperluas dampak positif kegiatan ini secara berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan pendidikan karakter dan kreativitas anak usia dini melalui seni dan budaya lokal memiliki potensi besar untuk terus mendukung perkembangan holistik anak dan memperkuat identitas budaya daerah. DAFTAR PUSTAKA