Determinan Penggunaan Alat Kontrasepsi Implan pada Pasangan Usia Subur di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin Determinants of the Use of Implantable Contraception Devices in Couples of Childbearing Age in Gayau Village. Padang Cermin District Yunila Sari1. Wayan Aryawati1. Dhiny Easter Yanti1. Riyanti1 Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati. Lampung. Indonesia Korespondensi Penulis : yunilasari59@gmail. ABSTRACT Implants are small, flexible plastic rods, the size of a matchstick. The results of the 2022 Family Data Collection in Indonesia, there were 59. 4% of acceptors using modern According to the Central Statistics Agency of Lampung Province in 2018, there were 280,188 active family planning users. Implant users in Pesawaran Regency in 2023 were 1,260 active family planning users. The number of active family planning users in Gayau Village was 85 people. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes, husband's support, number of children, age, and education with the use of implant contraception in Fertile Age Couples in Gayau Village. Padang Cermin District in 2024. This study used a quantitative research design with a crosectional approach. The population of this study was 292 families with a sample of 169 PUS. Data collection techniques were through questionnaires. Data analysis used univariate and bivariate. The results of the study showed that there were differences in knowledge . -value = 0. , attitude . -value = 0. , husband's support . -value = . , number of children . -value = 0. , age . -value = 0. , education . -value = 0. with the behavior of using contraceptive implants in PUS. Keywords: Implantable family planning use behavior, knowledge, attitude, husband's support, number of children, age, education. ABSTRAK Implan merupakan batang plastik kecil yang lentur, seukuran batang korek api. Pendataan Keluarga di Indonesia 2022, terdapat 59,4% akseptor menggunakan alat kontrasepsi modern. Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung tahun 2018 188 pengguna KB aktif. Pengguna implan di kabupaten pesawaran tahun 2023 sebanyak 1. 260 pengguna KB aktif. Jumlah penggunan KB aktif di Desa Gayau sebanyak 85 orang. Tujuan penelitian ini untuk diketahui hubungan pengetahuan, sikap, dukungan suami, jumlah anak, usia, dan pendidikan dengan penggunaan alat kontrasepsi implan pada Pasangan Usia Subur di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross Populasi dari penelitian ini yakni 292 KK dengan sampel sebanyak 169 PUS. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dan Hasil penelitian diketahui bahwa ada perbedaan pengetahuan . -value = 0,. , sikap . -value = 0,. , dukungan suami . -value = 0,. , jumlah anak . -value = 0,. , usia . -value = 0,. , pendidikan . -value = 0,. dengan perilaku penggunaan alat KB implan pada PUS. Kata Kunci: Perilaku penggunaan KB Implan, pengetahuan, sikap, dukungan suami, jumlah anak, usia, pendidikan. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 203-210 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index PENDAHULAN Implan adalah alat kontrasepsi berbentuk batang plastik kecil dan fleksibel, seukuran batang korek api, yang mengandung progestin, hormon yang mirip dengan progesteron alami di tubuh perempuan (Kemenkes RI, 2. Implan, atau sering disebut susuk KB, terdiri dari enam kapsul kecil berisi hormon levonorgestrel dan dipasang di bawah kulit lengan atas bagian dalam, dengan masa efektif penggunaan selama lima tahun (Indrawati & Nurjanah, 2. Lebih dari 100 juta pasangan di kontrasepsi, dengan 75% menggunakan menggunakan non-hormonal. Pada tahun 2019, penggunaan kontrasepsi global mencapai 89%, meningkat menjadi 92,1% pada tahun 2020. Di Afrika, 82% kontrasepsi, sementara di Asia Tenggara. Selatan, dan Barat, 43% menggunakan Penggunaan KB modern di perkotaan mencapai 58%, sedangkan di pedesaan mencapai 57% (WHO, 2. Di Indonesia, pada tahun 2020 203 pasangan usia subur (PUS) yang menjadi peserta KB aktif, meningkat menjadi 56. 438 pada tahun 2021, dengan suntikan dan implan menjadi metode yang paling banyak Berdasarkan data tahun 2022, 59,4% akseptor menggunakan alat kontrasepsi modern, dengan suntikan, pil, dan implan sebagai pilihan utama. Di Provinsi Lampung, pengguna KB aktif implan pada tahun 2017 385, meningkat menjadi 188 pada tahun 2018. Kabupaten Lampung Tengah Lampung Selatan dan Lampung Timur. Kabupaten Pesawaran, pengguna KB aktif implan pada tahun 2018 berjumlah 036, dan pada tahun 2023 turun Di Desa Gayau, terdapat 85 pengguna KB aktif, dengan Dusun Panoram (DP3AP2KB Pesawaran, 2. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden . ,36%) tidak menggunakan KB implan, dengan mayoritas berusia 20- 35 tahun, memiliki 2-4 anak, dan berpendidikan rendah (Nesimnahan et , 2. Menurut teori Green & Krauter perilaku dan faktor eksternal. PRECEDEPROCEED adalah kerangka kerja yang program kesehatan berbasis bukti. Observasi Desa Gayau menunjukkan bahwa 90% masyarakat memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang KB implan, dengan kekhawatiran utama adalah efek samping seperti nyeri, bengkak, dan kenaikan berat badan. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap yang kurang baik (Widyaningsih, 2021. Rahmi & Hadi. Selain itu, dukungan suami juga mempengaruhi keputusan penggunaan KB implan, dengan sebagian besar suami tidak mendukung (Safitriana et al. METODE Jenis penelitian ini menggunakan model penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional . etode potong silan. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin pada bulan juni - juli 2024. Populasi penelitian adalah rumah tangga yang berada di Desa/Kelurahan Gayau, yakni 292 PUS dengan sampel 169 PUS. Pengambilan teknik sampling isidental. Penelitian ini menggunakan kuesioner gform sebagai instrumen untuk Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat dilakukan untuk melihat pengetahaun, sikap, dukungan suami, jumlah anak, penggunaan alat kontrasepsi implant. Sedangkan analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahaun, sikap, dukungan suami, jumlah anak, usia, dan pendidikan terhadap penggunaan alat kontrasepsi Anlisis pada penelitian ini menggunakan teknik insidental sempling. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 203-210 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Determinan Penggunaan Alat Kontrasepsi A (Yunila Sari. Wayan Aryawati, dk. HASIL Karakteristik Responden Tabel 1 Karakteristik Responden Karakteristik Responden Frekuensi Presentase (%) Usia Usia Produktif . -35 tahu. Usia resiko persalinan (>35 Total Jumlah Anak Total Pendidikan Terakhir Tidak Sekolah SMP SMA Pendidikan Lanjut Total Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui sebagian besar usia responden penelitian > 35 tahun . ,6%). Sebagian besar jumlah anak responden penelitian >3 . ,7%). Sebagian besar pendidikan SMA . ,5%). Analisis Univariat Tabel 2 Distribusi Frekuensi Perilaku. Pengetahuan. Sikap. Dukungan Suami. Jumlah Anak. Usia Dan Pendididikan Variabel Perilaku Menggunakan implan Tidak menggunakan implan Pengetahuan Baik Kurang Baik Sikap Positif Negatif Dukungan Suami Mendukung Tidak Mendukung Jumlah Anak Usia Usia Produktif Usia Resiko Persalinan Pendidikan Pendidikan Rendah Pendidikan Tinggi Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 203-210 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Berdasarkan diketahui dari 169 responden bahwa terdapat 25 . responden yang menggunakan implan, terdapat 130 ,9%) pengetahuan baik terhadap penggunaan kb implan, terdapat 131 . ,5%) responden memiliki sikap positif terhadap penggunaan kb implan, terdapat 126 responden dengan dukungan suami terhadap penggunaan kb implant, terdapat 131 . jumlah anak tidak implant, terdapat 126 . dengan usia resiko persalinan terhadap penggunaan kb implant, dan terdapat 104 responden dengan Pendidikan tinggi terhadap penggunaan kb implant Analisis Bivariat Tabel 3 Hubungan Pengetahuan. Sikap. Dukungan Keluarga. Jumlah Anak. Usia Dan Pendidikan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Implan Penggunaan KB Implan Variabel Tidak Menggunak 47 100,0 13,1 122 100,0 21,3 169 100,0 0,000 0,204 ,0930,. 98,5 131 100,0 38 100,0 93,5 169 100,0 0,001 0,050 ,0100,. 0,000 23,7 169 100,0 0,197 ,0920,. 0,001 0,272 ,1270,. 0,000 4,232 ,0178,. 0,001 0,234 ,1010,. Menggunak Pengetahuan Baik Kurang Baik Total Sikap Positif Negatif Total Dukungan Suami Mendukung Tidak Total Jumlah Anak Tidak Beresiko Total Usia Usia Usia Total Pendidikan Pendidikan Pendidikan Total Jumlah 15,6 122 100,0 22,5 169 100,0 95% CI PValue 74,6 169 100,0 61,5 169 100,0 Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 203-210 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index PEMBAHASAN Analisis Univariat Perilaku kontrasepsi implant Berdasarkan hasil uji univariat pada variabel perilaku dapat diketahui dari 169 responden di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin sebanyak 47 . ,8%) dengan perilaku menggunakan dan sebanyak 122 . ,2%) dengan perilaku tidak menggunakan. Peneliti berpendapat bahwa perilaku penggunaan alat KB Implan dapat dilihat dari hasil masyarakat yang tidak menggunakan KB implan, karena kurangnya informasi tentang alat kontrasepsi implan atau Pengetahuan Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 169 responden di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 133 . ,7%) dibandingkan dengan responden yang sebanyak 36 . ,3%). Hasil jawaban dari penggunaan alat kontrasepsi implan ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara penggunaan Ketersediaan merata, terutama di daerah pedesaan atau kurang berkembang(Rachmawati, menggunakan kontrasepsi implan selama kehamilan(Adventus et al. , 2. Dukungan suami Berdasarkan hasil uji univariat pada variabel dukungan suami dapat diketahui dari 169 responden di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin sebanyak 129 . ,3%) dengan dukungan suami mendukung dan sebanyak 40 . ,7%) dengan dukungan suami tidak Peneliti berpendapat Hasil dukungan suami, bisa dilihat pada nomor 4 yaitu masih banyak suami yang tidak bisa menyedikan waktu ke pelayanan kesehatan dikarenakan. Banyak suami yang memiliki jadwal kerja yang padat dan mungkin merasa tidak memiliki cukup waktu untuk menemani istri ke fasilitas kesehatan(Sugiana et al. , 2. Jumlah anak Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 169 responden di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin sebagian besar responden menyatakan jumlah anak tidak beresiko sebanyak 131 ,5%), responden yang menyatakan beresiko . ,5%). Peneliti berpendapat hasil jawaban responden banyak mengatakan bahwa jumlah anak tidak beresiko dikarenakan banyak masyarakat mungkin tidak memiliki manfaat dan cara kerja kontrasepsi implant(Lusiana, 2. Sikap Usia Berdasarkan hasil uji univariat pada variabel sikap dapat diketahui dari 169 responden di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin sebanyak 131 . ,5%) dengan sikap positif dan sebanyak 38 . ,5%) dengan sikap negatif. Peneliti responden terkait sikap penggunaan alat kontrasepsi implan bisa dilihat dari nomor 7 dan 10 bahwa Sikap masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan penggunaan kontrasepsi juga berperan. Beberapa orang mungkin percaya bahwa selama masa kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi tidak diperlukan atau bahkan berbahaya, meskipun secara Berdasarkan uji univariat di atas dapat diketahui dari 169 responden di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin sebagian besar responden menyatakan usia produktif sebanyak 43 . ,4%), dibandingkan dengan responden yang menyatakan usia resiko persalinan . ,6%). Peneliti masyarakat yang menjawab usia resiko persalinan dkarenakan masih adanya menjawab atau berfokus pada usia risiko persalinan . i atas 35 tahu. dalam termasuk implan, dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya Banyak Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 203-210 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Determinan Penggunaan Alat Kontrasepsi A (Yunila Sari. Wayan Aryawati, dk. kesehatan reproduksi dan risiko yang terkait dengan kehamilan di usia yang lebih tua(Oktavianah et al. , 2. Pendidikan Berdasarkan uji univariat di atas dapat diketahui dari 169 responden penggunaan alat kontrasepsi implan sebnyak 104 . ,5%), lebih besar jika dibandingkan dengan pendidikan rendah sebesar 65 . ,5%) responden. Peneliti berpendapat masih banyak responden dkarenakan banyak daerah, terutama di pedesaan, akses ke sekolah dan fasilitas pendidikan mungkin sangat terbatas. Kurangnya infrastruktur, seperti sekolah yang tidak memadai atau jauh dari tempat tinggal. Oleh karena itu mengajak tokoh masyarakat, seperti pemuka agama atau pemimpin lokal, untuk mendukung program edukasi tentang kontrasepsi(Sugiana et al. , 2. Analisis Bivariat Hubungan Pengetahuan Perilaku Penggunaan Alat Kontrsepsi Implan Hasil uji perbedaan proporsi diperoleh nilai p value = 0,000 yang artinya ada perbedaan proporsi perilaku penggunaan alat kontrsepsi implan baik pengetahuan baik dengan yang kurang tersebut dijelaskan pada nilai OR = 0,204 yang artinya, responden yang memiliki pengetahuan baik memiliki peluang untuk perilaku penggunaan alat kontrsepsi 0,20 dibandingkan dengan yang memiliki Peneliti berpendapat masyarakat yang memliki dkarenakan, kurangnya Dukungan dari pasangan, terutama suami, sangat penting dalam pengambilan keputusan mengenai penggunaan kontrasepsi. Hubungan Sikap dengan Perilaku Penggunaan Alat Kontrsepsi Implan Hasil uji perbedaan proporsi diperoleh nilai p value = 0,001 yang artinya ada perbedaan proporsi perilaku penggunaan alat kontrsepsi implan baik antara responden yang memiliki sikap positif dengan yang negatif. Risiko perbedaan perilaku tersebut dijelaskan pada nilai OR = 0,050 yang artinya, responden yang memiliki sikap positif penggunaan alat kontrsepsi implan baik sebanyak 0,05 kali dibandingkan dengan Peneliti berpendapat masih terdapat sikap positif tapi tidak menggunakn alat kontrasepsi implant dikarenakan kurangnya informasi yang jelas dan akurat tentang cara kerja, manfaat, dan prosedur pemasangan implan dapat membuat masyarakat ragu untuk menggunakannya. Masyarakat mungkin tidak sepenuhnya memahami bagaimana implan dapat bermanfaat bagi mereka, selain itu juga Beberapa individu kekhawatiran terkait efek samping dari penggunaan implan, seperti perubahan pola haid atau efek hormonal lainnya. Hubungan Dukungan Suami dengan Perilaku Penggunaan Alat Kontrsepsi Implan Hasil analisis statistik dengan Chi-square derajat ke kemaknaan 95% ( = 0,. didapatkan nilai p value = 0,000 atau p = < 0,05 artinya Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang dengan penggunaan alat kontrasepsi Dari hasil penelitian ini juga menunjukkan Odds Ratio (OR) sebesar 0,197 yang artinya responden dengan dukungan suami mendukung memiliki 0,19 dibandingkan dengan dukungan suami tidak mendukung. Peneliti berpendapat masih terdapat masyarakat yang tidak menggunakan alat kontrasepsi implan, padahal sudah mendapatkan dukungan dari suami dikarenakan. Beberapa wanita mungkin lebih nyaman dengan metode kontrasepsi lain yang mereka anggap lebih sesuai dengan kebutuhan mereka, seperti pil, kondom, atau metode alami. Hubungan Jumlah Anak dengan Perilaku Penggunaan Alat Kontrsepsi Implan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 203-210 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Determinan Penggunaan Alat Kontrasepsi A (Yunila Sari. Wayan Aryawati, dk. Hasil analisis statistik dengan Chi-square derajat ke kemaknaan 95% ( = 0,. didapatkan nilai p value = 0,001 atau p = < 0,05 artinya Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara jumlah anak dengan penggunaan alat kontrasepsi implan. Dari hasil penelitian ini juga menunjukkan Odds Ratio (OR) sebesar 0,272 yang artinya responden dengan jumlah anak yang beresiko memiliki peluang 0,27 kali Peneliti berpendapat masih ada masyarakat dengan jumlah anak beresiko padahal sudah menggunakan alat kontrasepsi implant dikarenakan, tidak semua orang mungkin memiliki akses ke metode informasi tentang cara penggunaannya yang benar. Hubungan Usia dengan Perilaku Penggunaan Alat Kontrsepsi Implan Hasil analisis statistik dengan Chi-square derajat ke kemaknaan 95% ( = 0,. didapatkan nilai p value = 0,000 atau p = < 0,05 artinya Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang penggunaan alat kontrasepsi implan. Dari hasil penelitian ini juga menunjukkan Odds Ratio (OR) sebesar 4,232 yang artinya responden dengan usia produktif memiliki peluang 4,23 kali lebih besar dibandingkan dengan responden usia resiko persalinan. Peneliti berpendapat masih ada masyarakat dengan usia menggunakan alat kontrasepsi implan dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang kontrasepsi implan, termasuk cara kerjanya, manfaat, dan prosedur Hubungan Pendidikan Perilaku Penggunaan Alat Kontrsepsi Implan Hasil analisis statistik dengan Chi-square derajat ke kemaknaan 95% ( = 0,. didapatkan nilai p value = 0,001 atau p = < 0,05 artinya Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang penggunaan alat kontrasepsi implan. Dari hasil penelitian ini juga menunjukkan Odds Ratio (OR) sebesar 0,234 yang artinya responden dengan pendidikan tinggi memiliki peluang 0,23 kali lebih besar dibandingkan dengan responden pendidikan rendah. Peneliti berpendapat masyarakat yang berpendidkan tinggi namun masih tidak menggunakan alat meskipun memiliki pendidkan tinggi, pengetahuan, sikap individu terhadap penggunaan kontrasepsi implan bisa jadi Beberapa memiliki kekhawatiran tentang efek samping, seperti nyeri, pembengkakan, atau perubahan berat badan, yang dapat menggunakan implant. SIMPULAN Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi implant di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin p-value 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara sikap kontrasepsi implant di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin dengan nilai p-value 0,001. Ada hubungan yang kontrasepsi implant di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin dengan nilai p-value 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara jumlah anak dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi implant di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin dengan nilai p-value 0,001. Ada hubungan yang bermakna antara usia dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi implant di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin dengan nilai p-value 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi implant di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin dengan nilai p-value 0,001. SARAN