Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 179 PENGARUH BEBAN KERJA. STRES KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJADENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Karyawan Bagian Produksi Industri Manufaktur PT. XYZ Brebe. Disiya Intan Setiyawati1. Ary Kusmanto2 STIE Putera Bangsa Tegal Jawa Tengah email1: disiyaintansetiawati@gmail. email2: aryhunt5@gmail. ABSTRACT For a company, the final result in the form of a product is absolute, which cannot be separated from the productivity of human resources which is influenced by various factors such as binding company regulations, high production target targets to meet market needs, thus giving rise to a major influence on employees, especially in the production department. An employee must always receive attention from his leader or superior in order to achieve good work productivity. This attention can be in the form of actions taken to resolve the problem. Some of the problems faced by employees include workloads that are too heavy, inappropriate working hours and work stress, many requirements that must be met, inappropriate income levels, and even the amount of work that must be completed. This research was conducted at PT. XYZ with a total of 100 respondents using a questionnaire on the Googleform application. The research method used is quantitative with the SmartPLS 3. 0 data analysis tool. The results obtained are that workload and work stress have a positive and significant direct effect on work productivity. Workload, work stress have a positive and significant effect on motivation as a mediating variable and motivation mediates the relationship between workload, work stress and work productivity. Keywords: Workload. Job Stress. Motivation. Productivity ABSTRAK Bagi sebuah Perusahaan, hasil akhir dalam bentuk sebuah produk adalah mutlak, dimana tidak lepas dari produktivitas sumber daya manusia yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti aturan-aturan Perusahaan yang mengikat, target hasil produksi yang tinggi guna memenuhi kebutuhan pasar, sehingga memunculkan pengaruh besar terhadap karyawan khususnya pada bagian Seorang karyawan harus selalu mendapat perhatian dari pimpinan atau atasannya agar dapat mencapai produktivitas kerja yang baik. Perhatian ini dapat berupa tindakan yang diambil untuk menyelesaikan permasalahan. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh karyawan antara lain beban kerja yang terlalu berat, jam kerja yang tidak sesuai sampai dengan stress kerja, banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi, tingkat pendapatan yang tidak sesuai, bahkan jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. Penelitian ini dilakukan pada PT. XYZ dengan jumlah responden 100 orang dengan menggunakan kuisioner pada aplikasi googleform. Metode penelitian yang dipakai adalah kuantitatif dengan alat analisis data SmartPLS 3. Hasil yang diperoleh adalah beban kerja, stress kerja berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap produktivitas kerja. Beban kerja, stress kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi sebagai variabel mediasi dan motivasi memediasi hubungan beban kerja, stress kerja dengan produktivas kerja. Kata kunci: Beban Kerja. Stres Kerja. Motivasi. Produktivitas ISSN: 2337778X E - ISSN: 2685 - 1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 180 Pendahuluan Perkembangan bisnis sepatu di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat, termasuk pada saat ini industri sepatu memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat di daerahdaerah di wilayah Indonesia, sehingga selain memberikan dampak positif bagi memunculkan persaingan antar perusahaan itu sendiri dimana setiap perusahaan berlomba-lomba meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menjadi faktor penting dalam perusahaan. Kapasitas manajemen suatu perusahaan sangat keberlangsungannya, dengan berbagai macam aset yang dimilikinya salah satunya adalah sumber daya manusia (SDM). Sumber daya manusia selalu terhubung dengan setiap aset organisasi yang merupakan variabel yang menentukan dan keberadaan serta tugasnya memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan Perusahaan. Bagi sebuah Perusahaan, hasil akhir dalam bentuk sebuah produk adalah mutlak, dimana tidak lepas dari produktivitas sumber daya manusia yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti aturan-aturan Perusahaan yang mengikat, target hasil produksi yang tinggi guna memenuhi kebutuhan pasar, sehingga memunculkan pengaruh besar terhadap karyawan khususnya pada bagian produksi. Seorang karyawan harus selalu mendapat perhatian dari pimpinan atau atasannya agar dapat mencapai produktivitas kerja yang baik. Perhatian ini dapat berupa menyelesaikan permasalahan. Beberapa karyawan antara lain beban kerja yang terlalu berat, jam kerja yang tidak sesuai, banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi, tingkat pendapatan yang tidak sesuai, bahkan jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. Beban kerja juga menjadi salah satu penyebab berkurangnya efisiensi kerja karena tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan terlalu tinggi. Oleh karena itu, untuk memastikan kondisi ISSN: 2337778X pekerja tidak dirugikan, beban kerja diperhatikan dan segera diatasi. Selain itu, stres kerja adalah masalah penting lainnya yang perlu diwaspadai oleh dunia usaha. Ketidakmampuan dalam penugasan dan kelangsungan karir sering kali dihadapi oleh karyawan. Kondisi ini mengandung makna bahwa stres kerja dipengaruhi oleh beberapa variabel, yaitu unsur lingkungan, organisasi dan individu. Apabila stress kerja yang dirasakan karyawan cukup tinggi, maka besar menurun yang diikuti dengan penurunan kinerja perusahaan. Langkah yang harus diambil Perusahaan untuk mengatasi hal itu adalah dengan memberikan motivasi Karyawan bekerja berdasarkan motivasi kerja yang ada pada dirinya. Motivasi kerja seorang karyawan dapat berbeda-beda, hal ini tergantung kondisi yang ada di dalam maupun di luar diri Motivasi kerja karyawan seringkali berubah-ubah karena tidak selamanya semangat kerja karyawan dapat Ada saatnya motivasi seorang pekerjaannya atau adanya masalah yang sedang dihadapi. Pada dasarnya, semakin tinggi motivasi kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi pula semangat kerja dalam diri karyawan yang mampu memberikan kinerja yang efektif dan efesien bagi perusahaan, sehingga beban kerja dan stres kerja serta motivasi kerja dapat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan (Ismartaya. Erni Yuningsih PT. XYZ merupakan perusahaan baru yang berada di Kabupaten Brebes Jawa Tengah dan bergerak di bidang produksi sepatu yang memulai operasinya pada awal 2018 yang merupakan produsen brand internasional yaitu NIKE. PT. XYZ yang memiliki lebih dari 1000 karyawan memiliki target produksi yang tinggi yang mengakibatkan meningkatnya beban kerja dan stress kerja karyawan khususnya bidang produksi yang berdampak pada Menurunnya produktivitas kerja E - ISSN: 2685 - 1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 181 dipengaruhi oleh motivasi kerja karyawan dimana pemberian kompensasi sangat berpengaruh kepada produktivitas kerja dari karyawan, khususnya pada bagian Dari pandangan-pandangan tersebut maka faktor beban kerja, stress dan motivasi yang akan dikaji dalam penelitian ini untuk memprediksi produktivitas kerja karyawan dengan menempatkan motivasi sebagai variabel mediasi. Ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang lebih beragam dari pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap produktivitas kerja. Kegunaan penelitian ini adalah sebagai dasar pertimbangan bagi organisasi dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja karyawan, dan untuk melatih diri guna berfikir secara kritis dalam menghadapi masalah yang nyata. Dengan demikian maka masalah pokok dalam penelitian ini adalah . bagaimana pengaruh beban kerja terhadap produktivitas kerja. bagaimana pengaruh stress kerja terhadap produktivitas kerja. bagaimana produktivitas kerja dengan motivasi sebagai variabel mediasi dan . bagaimana pengaruh stress kerja terhadap produktivitas kerja dengan motivasi sebagai variabel mediasi. Berdasarkan masalah tersebut, hipotesis penelitian adalah: . diduga beban kerja berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas dan . diduga stress kerja berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja . diduga beban kerja berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi . diduga stress kerja berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi . diduga beban kerja berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja dengan motivasi sebagai variabel mediasi dan . diduga stress kerja berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja dengan motivasi sebagai variabel mediasi. Tinjauan Pustaka Produktivitas Kerja Produktivitas sebagai perbandingan antara totalitas pengeluaran pada awaktu ISSN: 2337778X tertentu dibagi totalitas masukan selama periode tersebut. Jadi merujuk pada efektivitas dan efisiensi dalam memperoleh barang dan jasa (Greenberg Paul 2. Di sisi lain, produktivitas kerja menunjukkan tingkat efisiensi proses menghasilkan dari sumber daya yang digunakan, yang berkualitas lebih baik dengan usaha yang sama (Anoraga 2. Produkrivitas dapat diukur dengan dua standar utama yaitu: produktivitas fisik dan produktivitas nilai. Produktivitas fisik diukur dari aspek kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan, sedangkan produktivitas nilai diukur atas dasar nilainilai kemampuan sikap, perilaku, disiplin. Oleh karena itu mengukur tingkat produktivitas tidaknlah mudah, disamping banyaknya variabel yang harus diukur, juga alat ukur yang digunakannya sangat bervariasi. Dalam mengukur produktivitas akan menggabungkan sisi efektivitas dan Produktivitas kerja pada lembaga nirlaba, diukur atas dasar kemampuan melakukan kegiatan dalam jangka waktu tertentu kuantitas dan kualitas hasil Dalam hal ini ukuran produktivitas kerja difokuskan pada kemampuan karyawan untuk memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan kerja ergonomis, sehingga bisa menampilkan diri sebagai individu produktif dalam mewujudkan tujuan organisasi secara efektif dan efisien (Paul Mali 2. Beban Kerja Beban kerja adalah sesuatu yang dirasakan berada di luar kemampuan pekerja untuk melakukan pekerjaannya. Kapasitas seseorang yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas sesuai dengan harapan . erforma harapa. berbeda dengan kapasitas yang tersedia pada saat itu . erforma aktua. Perbedaan diantara keduanya menunjukkan taraf kesukaran tugas yang mencerminkan beban kerja. Beban kerja adalah tekanan sebagai tanggapan yang tidak dapat menyesuaikan E - ISSN: 2685 - 1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 182 diri, yang dipengaruhi oleh perbedaan individual atau proses psikologis, yakni suatu konsekuensi dari setiap tindakan ekstern . ingkungan, situasi, peristiwa yang terlalu banyak mengadakan tuntutan psikologi atau fisi. terhadap seseorang (Gibson. Ivancevich. , & Donnely 2. Selain itu beban kerja adalah keadaan dimana pekerja dihadapkan pada tugas yang harus diselesaikan pada waktu tertentu (A. Munandar 2. Sedangkan beban kerja adalah volume dari hasil kerja atau catatan tentang hasil pekerjaan yang dapat volume yang dihasilkan oleh sejumlah pegawai dalam suatu bagian tertentu (Moekijat 2. Dari berbagai pandangan tersebut, dapat disimulkan bahwa beban kerja adalah sejumlah tugas yang harus diselesaikan oleh seorang karyawan dalam suatu jangka waktu tertentu. (A. Munandar 2. membagi beban kerja ke dalam dua aspek yaitu . Beban kerja sebagai tuntutan Fisik dan . Beban kerja sebagai tuntutan tugas. Kajian empiris yang dilakukan oleh Encep Saefullah. Listiawati, dan Asti Nur Amalia . berpengaruh terhadap produktivitas kerja Stres Kerja Stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidak seimbangan fisik dan psikis, yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seorang karyawan. Selanjutnya dikatakan terdapat dua terhadap stress kerja yaitu pendekatan individu dan pendekatan Perusahaan . Bagi individu penting dilakukan pendekatan kehidupan, kesehatan, produktivitas, dan Bagi perusahaan bukan saja karena alasan kemanusiaan, tetapi juga karena pengaruhnya terhadap prestasi semua aspek dan efektivitas dari perusahaan secara keseluruhan. Tidak ada perbedaan yang tegas antara pendekatan individu dengan pendekatan organisasi. Stress kerja dalam tingkat sedang dapat meningkatkan produktivitas kerja. ISSN: 2337778X tetapi stress tingkat tinggi dapat menurunkan produktivitas. Sedangkan stress rendah, produktivitas juga rendah. Ini bisa disebabkan seseorang tidak menghadapi banyak kemungkinan besar tidak melakukan usaha yang tinggi untuk menghadapinya. Kemudian. Tingkat meningkat, yang berarti seseorang mengalami banyak tuntutan dalam produktivitas kerja sampai titik tertentu di Tetapi ketika tingkat stress meningkat melebihi tingkat yang dapat dikendalikan, pretasi kerja akan menurun (Hariandja 2. Motivasi Motivasi berangkat dari istilah motif yang artinya suatu alasan untuk melakukan Motivasi berkenaan dengan faktor faktor yang memengaruhi seseorang untuk berperilaku dalam cara-cara tertentu (Kotler. , & Amstrong 2. Motivasi adalah kekuatan yang membangkitkan, mengarahkan, dan menopang perilaku. Istilah motivasi berhubungan dengan tujuan-tujuan yang dimiliki oleh individu, cara-cara yang dilakukan individu untuk mencapai tujuannya, dan cara-cara yang dilakukan oleh orang lain berusaha mengubah perilakunya (Armstrong, 2. Menurut teori yang dikembangkan Herzberg dikelompokkan menjadi dua tipe, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik . alam Armstrong, 2. Motivasi intrinsik adalah faktor-faktor diri yang digerakkan yang memengaruhi seseorang untuk berperilaku dalam cara tertentu atau dalam arah tertentu (Kotler, , & Amstrong 2. Faktor-faktor diri tersebut meliputi tanggung jawab . aitu perasaan bahwa pekerjaan adalah penting dan memiliki kontrol atas sumber daya . aitu kebebasan untuk bertinda. , jangkauan untuk menggunakan dan mengembangkan keahlian, kemampuan, pekerjaan yang E - ISSN: 2685 - 1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 183 menarik dan menantang, serta peluangpeluang untuk maju. Motivasi intrinsik yang diteliti di PT. XYZ Brebes terdiri dari prestasi kerja, tanggung jawab, beban kerja, pencapaian target kerja, dan keterlibatan diperusahaan. Motivasi ekstrinsik adalah sesuatu yang diberikan kepada atau untuk seseorang untuk memotivasi orang tersebut, yang meliputi imbalan-imbalan seperti gaji yang dinaikkan, penghargaan promosi, dan hukuman seperti tindakan disiplin (Armstrong, 2. Motivasi ekstrinsik yang diteliti di PT. XYZ Brebes terdiri dari motivasi dari pimpinan, promosi jabatan, penghargaan prestasi, bonus/insentif (Arif Hamali 2. Metode ini dipilih karena sejalan dengan tujuan penelitian yaitu memperoleh data melalui penyebaran kuisioner untuk mengetahui pengaruh beban kerja, stres kerja terhadap produktivitas kerja melalui motivasi Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan eknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik probability sampling dimana teknik ini memberikan peluang yang sama bagi semua anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. XYZ Brebes Kabupaten Tegal dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 orang. Teknik pengolahan data menggunakan aplikasi SmartPLS 3. Model Penelitian Model penelitian ini adalah sebagai Hasil dan Pembahasan Pada tahap pengumpulan kuisioner karyawan PT. XYZ dengan jumlah sampel Beban Kerja sebanyak 100 orang. Berikut ini adalah data rekapitulasi pengambilan jumlah Produktivitas sampel yang didapatkan dari hasil Motivasi Kerja kuisioner sebagai berikut : Tabel 1 Stres Kerja Rekapitulasi Pengambilan Jumlah Sampel Target No. Kuisioner Jumlah Responden Gambar 1 Pengisian Model Penelitian kuisioner dengan Metode Penelitian Dari tabel diatas dapat disimpulkan Metode penelitian meliputi waktu, target pengambilan lokasi, teknik pengumpulan data, teknik sampling, definisi operasional variabel dan dengan karakteristik responden sebagai teknik analisis data. Sub bagian dapat diberikan penomoran bertingkat bila Tabel 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Lokasi Penelitian berada di Kabupaten Jenis Kelamin Brebes Propinsi Jawa Tengah dimana No. Jenis Kelamin Jumlah Prosentase peneliti mengambil lokasi penelitian Laki Ae Laki tersebut karena kemudahan mencari Perempuan responden dikarenakan jumlah karyawan JUMLAH Dari tabel diatas dapat disimpulkan Penelitian dilakukan dalam jangka waktu 2 responden didominasi jenis kelamin bulan yakni mei dan juni 2024. perempuan dengan jumlah sebanyak 53 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ISSN: 2337778X E - ISSN: 2685 - 1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 184 Selain itu responden dilihat dari masa kerja didapatkan data sebagai berikut Tabel 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja No. Masa Kerja Jumlah Prosentase (Tahu. 0Ae3 4Ae6 JUMLAH Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa responden didominasi masa kerja 0 Ae 3 tahun dengan jumlah sebanyak 62 Hasil Pada analisis yang menggunakan aplikasi SmartPLS ada 2 cara yaitu Outer Model Inner Model Dimana 2 cara pengukuran tersebut harus dilakukan secara berurutan/ EVALUASI MODEL PENGUKURAN (Outer Mode. Memiliki 2 pengujian yaitu Uji Validitas dan Uji Reliabilitas. UJI VALIDITAS Uji validitas ilakukan dengan 2 cara yaitu uji convergent validity dan diskriminant validity. Convergent Validity Analisis Outer Loading Nilai keeratan hubungan antar variable dengan indikatornya dengan nilai standar idealnya sebesar 0,7. No. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. Beban Kerja Stres Kerja Motivasi Produktiv itas Kerja Ket Valid Valid Valid Valid Valid penelitian diperoleh kesimpulan bahwa nilai loading factor besarnya diatas 0. 7 dan nilainya dinyatakan valid. Pengukuran Nilai AVE (Rata-rata Varian Diekstra. Dalam pengukuran nilai AVE memiliki batas minimum validitasnya yaitu diatas 5 sehingga apabila nilainya diatas 0. maka kesimpulannya bahwa indikatorindikator tersebut merupakan alat ukur yang tepat untuk mengukur variabelnya. Tabel 4 Nilai AVE No. Nilai AVE Beban Kerja Stres Kerja Motivasi Produktivitas Kerja Berdasarkan tabel nilai AVE diperoleh kesimpulan bahwa nilai AVE besarnya 5 dan dinyatakan bahwa indicator variabel tersebut merupakan alat ukur yang Diskriminant Validity Berfungsi untuk menjelaskan bahwa alat ukur-alat ukut dan indikatorindikatornya variabel lainnya. Diskriminan validasi setiap indikatornya mempunyai keeratan hubungan yang seharusnya lebih erat ke variabelnya itu sendiri bukan ke variabel Jika indikator A . alam variabel X) sangat memperngaruhi variabel lain dan lebih besar pengaruhnya ke variabel lain selain X maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada kecenderungan indikator itu lebih kuat untuk mengukur variabel lain. Valid Valid Valid Valid Valid Variabel Penelitian Tabel 5 Kriteria Fornell Lacher Beban Kerja Stres Kerja Motivasi Produktivitas Kerja Beban Kerja Stres Kerja Motiv Produktivitas Kerja Berdasarkan tabel nilai loading factor (Analisis Outer Loadin. dari variabel ISSN: 2337778X E - ISSN: 2685 - 1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 185 Tabel 6 Cross Loadings X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Z1. Z1. Z1. Z1. Beban Kerja Stres Kerja Motivasi Produktivitas Kerja Berdasarkan tabel di atas dengan membandingkan nilai korelasi antar variable ternyata nilainya lebih besar maka dapat dinyatakan bahwa semua variable valid dan nilai Cross Loading sama dengan Nilai Outer Loading UJI RELIABILITAS Uji reliabilitas ini dapat diukur dengan CronbachAos Alfa Reliabilitas Komposit. Pada CronbachAos Alfa dan Reliabilitas Komposit nilai batas terendah adalah 0,7. Tabel 7 CronbachAos Alfa dan Reliabilitas Komposit Beban Kerja CronbachAos Alfa Reliabilitas Komposit Stres Kerja Motivasi Produktivitas Kerja Reliable Reliable Reliable Ket Reliable Dari data tabel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai CronbachAos Alfa dan Reliabilitas Komposit semua variabelnya berada diatas 0,7 dan reliable sehingga dapat dinyatakan bahwa konsistensi alat ukur tersebut sangat bagus. ISSN: 2337778X EVALUASI MODEL STRUKTUR (Inner Mode. Model struktural dievaluasi menggunakan R-square pada konstruk dependen dan uji signifikansi dari koefisien parameter jalur R-Square Tabel 8 Item Square Produktivitas Kerja Motivasi 0,264 Square Adjusted 0,566 0,248 Dari Tabel 5. 9 dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel produktivitas kerja memiliki nilai R square sebesar 0,580 atau 58% yang artinya bahwa variabel produktivitas kerja dipengaruhi oleh variabel motivasi sebesar Q2 Predictive Relevance Q square mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan estimasi Q square > dari 0 . menunjukkan bahwa model mempunyai nilai predictive Q square < 0 . , maka menunjukkan bahwa model kurang memiliki predictive Tabel 9 Q-Square predictive relevance Variabel SSO SSE Q2 . SSE/SSO) Beban Kerja Stres Kerja Motivasi Produktivitas Kerja Berdasarkan tabel 5. 10 diatas bahwa nilai Q square besarnya di atas 0,340 artinya bahwa model cukup moderat bahkan ada yang nilainya di atas 0. 186 yang berarti model cukup kuat untuk memprediksi Uji Signifikansi (Bootstrapin. Uji Signifikan Bootstraping digunakan untuk mengukur apakah suatu konsep hipotesis diawal penelitian diterima atau ditolak dengan membandingkan T Statistik. T Tabel dan P Value. Jika semakin besar nilai T Statistiknya maka menunjukkan semakin dominan indikator-indikator tersebut dalam mengukur Dengan cara tersebut, maka E - ISSN: 2685 - 1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 186 estimasi pengukuran dan standar error tidak lagi dihitung dengan asumsi statistik, tetapi didasarkan pada observasi empiris. Dalam metode bootstraping pada penelitian ini, hipotesis diterima jika nilai signifikan t-values lebih besar atau diatas 0,05 . ,05 setara 1,. dan atau nilai p-values lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak begitu pula sebaliknya. Tabel 10 Hasil T Statistik Sample Mean (M) Stand Deviat (STD EV) Statisti (|O/ST DEV|) Values Hipot Item Original Sample (O) Beban Kerja => Produktivitas Kerja Beban Kerja => Motivasi Stres Kerja => Produktivitas Kerja Stres Kerja => Motivasi Motivasi => Produktivitas Kerja Berdasarkan tabel diatas maka dapat dinyatakan sebagai berikut Tabel 11 Hasil Uji Hipotesis Kode Hipotesis Beban kerja memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan produktivitas kerja Beban kerja memiliki hubungan positif dan signifikan dengan Stres kerja memiliki hubungan positif dan signifikan dengan produktivitas kerja Stres kerja memiliki hubungan positif dan signifikan dengan Motivasi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja ISSN: 2337778X Ket Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Kode Hipotesis Ket Motivasi memediasi hubungan antara beban Diterima kerja dengan produktivitas kerja secara positif dan signifikan Motivasi memediasi hubungan antara stres kerja dengan Diterima produktivitas kerja secara positif dan signifikan PEMBAHASAN Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja Kecenderungan seorang karyawan bekerja dan semakin meningkatkan produktivitas kerja secara maksimal salah satunya dikarenakan beban kerja dan tanggungjawab namun berbanding terbalik bila beban kerja yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan dan menyebabkan produktivitas kerja seoarng karyawan akan menurun, disisi lain apabila beban kerja berkurang maka produktivitas kerja meningkat Menurut penelitian yang dilakukan (Afia. Ika Nur 2. beban kerja secara parsial berkontribusi positif dan memberikan efek yang baik terhadap produktivitas karyawan. Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi Beban kerja dapat diukur dengan melalui tiga dimensi yaitu beban waktu, beban mental dan beban psikologis, dari penjelasan diatas dapat menerangkan bahwa pekerjaan yang sukar bisa menjadi faktor penyebab beban mental, waktu bekerja yang terdeadline menjadi penyebab beban waktu sedangkan tidak adanya kepuasan dalam bekerja menjadi penyebab adanya beban psikologis. Ketiga faktor ini akhirnya membawa persepsi karyawan bahwa beban kerja menjadi naik turunnya motivasi karyawan dalam bekerja. Hal ini didukung dengan teori sunyoto . dimana beban kerja merupakan hal yang ketegangan karena adanya berbagai tuntutan E - ISSN: 2685 - 1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 187 seperti target yang tinggi, sehingga dituntut untuk bekerja secara cepat dan memiliki keahlian yang tinggi. Stres Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja Di dalam suatu perusahaan para karyawan banyak mengalami tekanan dari era yang semakin maju, dengan tingginya target yang harus dicapai dan banyaknya persaingan antar Stres memiliki dampak positif dan negatif, dampak positif dari stres yaitu karyawan lebih memiliki motivasi kerja yang tinggi, membuat menjadikan karyawan tersebut untuk bekerja lebih keras, dan memiliki kebutuhan berprestasi yang lebih kuat sehingga karyawan lebih mudah untuk menyelesaikan suatu target, hal ini didukung dengan pernyataan (Pamungkas 2. dimana stres kerja memiliki pengaruh positif dan produktivitas karyawan. Tingkat produktivitas yang dialami karyawan yang disebabkan oleh beban kerja yang berlebihan, tekanan atau munculnya stress kerja karyawan yang tidak memadahi, frustasi, dan konflik pribadi dan kelompok yang dapat ditunjukkan oleh hal Stress kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi Dalam pemberian target pekerjaan yang tinggi pada karyawan memicu munculnya stress kerja yang berdampak pada naik turunnya motivasi karyawan, namun disisi lain, karyawan akan termotivasi bilamana dalam pemberian informasi terkait target kerja yang tinggi akan mendapatkan reward dalam hal ini upah lemburan yang tinggi sehingga karyawan akan semakin termotivasi untuk meskipun dengan jumlah target yang tinggi. Motivasi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja Motivasi kerja karyawan merupakan motor penggerak dalam peningkatan produktivitas ISSN: 2337778X kerja, motivasi yang merupakan penggerak dalam menciptakan semangat kerja karyawan dimana motivasi tersebut dapat dikarenakan banyak hal seperti dikarenakan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Pemenuhan kebutuhan rumah tangga ini memotivasi karyawan untuk bekerja secara maksimal bahkan bekerja lembur dan meningkatkan produktivitas kerjanya demi pemenuhan kebutuhan rumah tangganya. Motivasi memediasi hubungan antara beban kerja dengan produktivitas secara positif dan signifikan Beban kerja seorang karyawan yang tinggi diakibatkan karena peraturan yang ketat, target yang tinggi sehingga menyebabkan produktivitas karyawan menurun, tetapi akan berbeda keadaan bila pada saat penyampaian aturan-aturan perusahaan yang ketat dan target yang tinggi ditambahkan bahwa akan ada reward bagi karyawan yang dapat tertib aturan dan mencapai target kerja yang tinggi tesebut sehingga karyawan akan termotivasi produktivitas kerjanya. Motivasi memediasi hubungan antara stres kerja dengan produktivitas secara positif dan signifikan Peningkatan maupun penurunan produktivitas kerja dapat disebabkan oleh stress kerja yang tinggi dimana tekanan-tekanan, kelelahan kerja serta lingkungan kerja yang kurang produktivitas kerja sehingga dibutuhkan motivasi yang baik dalam bekerja. Motivasi yang baik tersebut dapat menyebabkan hilangnya stres kerja akibat tekanan-tekanan kerja, kelelahan kerja hingga lingkungan kerja yang kurang nyaman itu. Semakin termotivasi pekerjaan maka produktivasi kerja karyawan tersebut akan meningkat. E - ISSN: 2685 - 1504 Jurnal Magisma Vol. XII No. 2 Ae Tahun 2024 | 188 Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang dijabarkan, maka pada penelitian ini diperoleh kesimpulan yaitu hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja dan stress kerja mempunyai tingkat korelasi positif yang kuat terhadap produktivitas kerja, selain itu beban kerja dan stress kerja memiliki korelasi positif dengan motivasi. Produktivitas kerja meningkat melalui beban kerja dan stress kerja yang tinggi yang mampu diimbangi dengan motivasi yang positif sehingga karyawan tidak akan merasa mendapatkan tekanan dalam bekerja. Ismartaya. Erni Yuningsih. Mutiara Rengganis. AuPengaruh Beban Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan PT. ABC. Ay Ekonomi. Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan 2 No. DAFTAR PUSTAKA