Vol 2 No. 4 November 2025 P-ISSN : 3047-1931 E-ISSN : 3047-2334. Hal 30 - 40 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jilak Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI:https://doi. org/10. 69714/m2g66m20 PENGARUH BONUS PLAN TERHADAP RESPON PASAR DENGAN INCOME SMOOTHING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2021-2023 Ria Lusiana a*. Marhaendra Kusuma b. Imarotus Suaidah c a Ekonomi / Akuntansi, rlusiana81@gmail. Universitas Islam Kadiri. Kediri. Jawa Timur b Ekonomi / Akuntansi, marhaenis@uniska-kediri. Universitas Islam Kadiri. Kediri. Jawa Timur c Ekonomi / Akuntansi, imarotus@uniska-kediri. Universitas Islam Kadiri. Kediri. Jawa Timur Korespondensi ABSTRACT This study aims to examine the effect of bonus plans on market response with income smoothing as a mediating variable in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021Ae2023 The novelty of this research lies in the inclusion of income smoothing as a mediating variable. The bonus plan variable is proxied by the natural logarithm of salary expenses, income smoothing is measured using the Eckel index, and market response is measured using stock returns. This research uses secondary data obtained from the IDX website in the form of annual financial reports and daily stock prices. The sample consists of 19 banking companies listed on the IDX. This is a quantitative study using path analysis as the analytical technique. The findings show that, on average, banking companies engage in income The results indicate that the bonus plan has a positive effect on market response, the bonus plan has a positive effect on income smoothing, income smoothing has no significant effect on market response, and income smoothing does not mediate the relationship between the bonus plan and market response. Keywords: Bonus Plan. Income Smoothing and Market Response Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bonus plan terhadap respon pasar dengan income smoothing sebagai variabel mediasi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Kebaruan dalam penelitian yaitu menambahkan variabel mediasi income smoothing. Variabel bonus plan diproksikan dengan logaritma natural biaya gaji, income smoothing dihitung menggunakan indeks eckel dan respon pasar dihitung menggunakan return saham. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari website BEI berupa laporan keuangan tahunan dan harga saham harian. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 19 perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis jalur . ath analysi. Temuan dari penelitian ini yaitu rata-rata perusahaan perbankan melakukan income smoothing. Hasil penelitian bonus plan berpengaruh positif terhadap respon pasar, bonus plan berpengaruh positif terhadap income smoothing, income smoothing tidak berpengaruh terhadap respon pasar dan income smoothing tidak dapat memediasi hubungan antara bonus plan terhadap respon pasar. Kata Kunci: Bonus plan. Income smoothing. Respon pasar. PENDAHULUAN Sektor perbankan merupakan salah satu sektor perusahaan yang memegang peranan penting dalam perekonomian negara, karena bertindak sebagai urat nadi perdagangan yang bertujuan untuk menyediakan segala macam kebutuhan pembiayaan dan pinjaman untuk masyarakat. Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi pada perusahaan perbankan yang mengakibatkan peningkatan resiko kredit macet karena adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan sosial distancing dan lockdown sehingga banyak pelaku usaha yang kesulitan menjalankan usahanya dan berpotensi untuk gagal bayar . Naskah Masuk 29 Agustus, 2025. Revisi 30 Agustus, 2025. Diterima 1 September, 2025. Tersedia 4 September, 2025 Ria Lusiana dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 30 Ae 40 Hal ini secara tidak langsung dapat berdampak pada harga saham bank. Jika bunga dari kredit menurun dan disertai dengan penurunan pendapatan bank maka harga saham bank tersebut akan ikut mengalami penurunan dan dapat menyebabkan berkurangnya kepercayaan investor. Menurut berita harian Media Center, sejak bulan Januari 2020 beberapa perbankan besar mengalami penurunan harga saham yang cukup signifikan, seperti saham Bank BCA (BBCA) mengalami penurunan dari Rp. 000/lot menjadi Rp. 675/lot (-30%), saham Bank BRI (BBRI) mengalami penurunan dari Rp. 500/lot menjadi Rp. 810/lot (-37%), dan saham Bank BNI (BBNI) yang mengalami penurunan dari Rp. 000/lot menjadi Rp. 600/lot (-60%) hal ini disebabkan oleh kepanikan terhadap pandemi Covid-19. Respon pasar atau reaksi pasar merupakan suatu respon yang berasal dari pasar berdasarkan informasi yang diterima investor hal ini ditunjukan dengan adanya perubahan harga saham dari perusahaan yang Perubahan harga tersebut disebabkan karena adanya tindakan investor mengenai perusahaan yang bersangkutan. Tindakan tersebut dapat dapat berupa sell, buy atau hold terhadap saham perusahaan yang dianalisa investor dikarenakan mereka mendapati informasi . Berdasarkan pada teori sinyal informasi yang terkandung dalam laporan keuangan dapat menjadi sinyal bagi investor yang akan mempengaruhi tindakan investor. Tindakan investor ini akan membuat pasar bereaksi atau memberikan Sehingga dalam penelitian ini faktor yang diduga berpengaruh terhadap respon pasar yaitu Bonus Plan dan Income Smoothing. Bonus plan atau rencana bonus merupakan sebuah bentuk penghargaan yang akan diberikan perusahaan kepada manajemen atas prestasi dan pencapaian targetnya . Kebijakan ini diberikan kepada manajemen dengan harapan agar manajemen dapat terus meningkatkan kinerjanya dan dapat memenuhi target perusahaan yang kemudian dapat meningkatkan laba perusahaan dan memberikan kepuasan untuk para investor dan calon investor. Investor melihat bonus plan sebagai sinyal bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik. Income smoothing atau perataan laba merupakan tindakan yang dilakukan oleh manajemen terhadap laba perusahaan dalam batasan-batasan yang diizinkan oleh standar akuntansi untuk memastikan bahwa laba terlihat konsisten dan stabil dari satu periode ke periode berikutnya . Income smoothing ini dilakukan oleh manajemen dengan merubah informasi laba pada laporan keuangan. Untuk melakukan tindakan perataan laba, manajemen melakukan tindakan yang dapat meningkatkan laba yang dilaporkan ketika laba itu rendah dan menurunkan laba ketika laba tersebut relatif tinggi agar laba terlihat stabil. Perusahaan yang memiliki nilai fluktuasi laba yang stabil akan disukai oleh investor dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki laba yang tidak stabil karena laba yang stabil memberikan gambaran kondisi perusahaan yang terlihat baik, sehingga akan membuat investor semakin terdorong untuk melakukan investasi. Pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan harga saham pada perusahaan perbankan. Adanya peristiwa ini menimbulkan tekanan bagi perusahaan untuk menjaga stabilitas kinerja keuangan agar tetap menarik bagi Salah satunya melalui strategi bonus plan dan income smoothing. Bonus plan yang diberikan dapat mendorong manajer untuk bekerja mencapai target perusahaan dan memaksimalkan kinerja keuangan Income smoothing dapat menjadi upaya untuk mengurangi fluktuasi laba perusahaan sehingga laba terlihat stabil. Kedua cara tersebut dapat meningkatkan stabilitas laporan keuangan sehingga dapat menarik dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan perbankan. TINJAUAN PUSTAKA Teori Akuntansi Positif Teori Akuntansi Positif/Positive Accounting Theory mulai berkembang pada tahun 1960-an yang dicetuskan oleh Watts dan Zimmerman. Teori akuntansi postif mendapatkan landasan utamanya pada tahun 1986 melalui buku yang berjudul Positive Accounting Theory. Didalam teori akuntansi positif ini menjelaskan bahwa manajer memiliki alasan tertentu untuk menggunakan metode akuntansi tertentu untuk perusahaan mereka. Penggunaan metode akuntansi tersebut dapat digunakan untuk tujuan efisiensi dan oportunistik perusahaan. Ada 3 hipotesis motivasi manajemen laba yang dihubungkan oleh tindakan oportunistik yang dilakukan oleh perusahaan yang dikemukakan oleh . dalam teori akuntansi positif yaitu: Bonus Plan Hypothesis Hipotesis ini memberikan penjelasan manajer perusahaan cenderung menggunakan prosedur akuntansi untuk menaikkan laba tahun berjalan atas dasar bonus plan. Pengaruh Bonus Plan Terhadap Respon Pasar Dengan Income Smoothing Sebagai Variabel Mediasi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di BEI Periode 2021-2023 (Ria Lusian. Ria Lusiana dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 30 Ae 40 Debt . Hypothesis Hipotesis ini memberikan penjelasan jika rasio hutang semakin tinggi terhadap ekuitas, maka manajemen perusahaan akan menggunakan prosedur akuntansi untuk menaikkan laba. Political Cost Hypothesis Hipotesis ini memberikan penjelasan manajemen akan menggunakan metode akuntansi saat merencanakan laba yang akan dilaporkan yang disebabkan karena biaya politik meningkat. Perusahaan yang besar mempunyai keuntungan yang tinggi yang lebih tinggi, maka dari itu manajemen perusahaan akan menunda pengakuan laba agar biaya politik dapat berkurang. Teori Keagenan Teori Keagenan/Agency Theory pertamakali dicetuskan oleh Jensen dan Meckling pada tahun 1976. Teori keagenan merupakan teori yang menjelaskan hubungan antara satu atau lebih pemilik . dan manajer . , dalam hubungan keagenan ini principals dan agent terlibat dalam hubungan kontrak . Agent mempunyai tanggung jawab agar bisa memberikan keuntungan kepada principal. Dalam teori ini principal memberikan tugas kepada agent tetapi agent tidak selalu melakukan apa yang diinginkan oleh principal karena mereka bertindak sesuai dengan kepentingan mereka sendiri . Hal tersebut dapat memicu tindakan mengutamakan kepentingan pribadi agent yang dapat menimbulkan konflik. Teori Sinyal Teori Sinyal/Signalling Theory pertamakali dikemukakan oleh Michael Spence pada tahun 1973 dalam penelitiannya yang berjudul Job Market Signalling. Dengan memberikan sinyal pemilik informasi berusaha memberikan informasi yang akan memberikan manfaat bagi penerima informasi . Terdapat tiga komponen dalam teori sinyal yaitu pemberi sinyal, penerima sinyal dan sinyal. Teori sinyal berkaitan dengan bagaimana perusahaan seharusnya memberikan sinyal kepada para pengguna laporan keuangan . Sinyal yang diberikan oleh manajemen dapat berpengaruh terhadap keputusan yang akan diambil oleh Kinerja yang baik dianggap sebagai sinyal positif sedangkan kinerja yang buruk dianggap sebagai sinyal negatif. Respon Pasar Respon pasar adalah bentuk balasan pasar terhadap informasi yang publikasi perusahaan yang ditandai dengan pergerakan harga saham . Respon pasar ini dapat dilihat dari harga saham perusahaan terkait yang biasanya diukur dengan return saham sebagai nilai perubahannya . Return saham adalah pengembalian yang diterima oleh seorang investor sebagai hasil dari kepemilikan sahamnya selama jangka waktu tertentu . Berikut adalah rumus dalam menghitung return saham: Rt = Keterangan: Rt : Return Saham : Harga Saham H-7 setelah rilis laporan keuangan : Harga Saham H 7 setelah rilis laporan keuangan Periode pengamatan . ven window. yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 hari, 7 hari sebelum rilis laporan keuangan, 1 hari pada saat rilis laporan keuangan dan 7 hari setelah rilis laporan keuangan. Alasan menggunakan periode jendela 15 hari adalah untuk menghindari adanya pengaruh dari informasi Bonus Plan Bonus plan adalah reward yang akan diberikan perusahaan kepada manajemen atas prestasi dan pencapaian target . Bonus plan dapat dihitung menggunakan rumus logaritma natural dari total biaya gaji . Data bonus individu manajer tidak terdapat pada laporan keuangan secara langsung, sehingga menggunakan total biaya gaji yang didalamnya tercakup kompensasi manajemen. Ln digunakan untuk menormalkan data karena nilai dari bonus bernilai besar. Berikut merupakan rumus bonus plan: Bonus Plan = Ln(Total Biaya Gaj. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 30 - 40 Ria Lusiana dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 30 Ae 40 Keterangan: Ln: Logaritma Natural Income Smoothing Income smoothing merupakan cara untuk mengurangi fluktuasi dari periode ke periode dengan cara memindahkan penghasilan dari periode yang besar pengahasilanya ke periode periode yang penghasilannya kurang menguntungkan . Dalam mengukur income smoothing dapat dilakukan dengan menggunakan rumus pengukuran oleh . yaitu Indeks Eckel. Pengukuran ini merupakan indikator untuk melihat perusahaan yang diduga melakukan income smoothing dengan rumus berikut . Indeks Eckel= Keterangan: CV : Koefisien variasi dari variabel, yaitu standar deviasi dibagi dengan nilai rata-rata OII : Perubahan laba dalam satu periode OIS : Perubahan penjualan dalam satu periode N : Banyaknya tahun yang diamati Income smoothing merupakan variabel dummy perusahaan yang melakukan tindakan income smoothing maka akan diberi nilai 1, sedangkan perusahaan yang tidak melakukan income smoothing maka akan diberi Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang ditulis dalam bentuk kalimat pertanyaan . Maka hipotesis penelitian ini adalah: = Bonus Plan Berpengaruh Positif Terhadap Respon Pasar. = Bonus Plan Berpengaruh Positif Terhadap Income Smoothing. = Income Smoothing Berpengaruh Positif Terhadap Respon Pasar. = Income Smoothing mampu memediasi pengaruh antara Bonus Plan Terhadap Respon Pasar. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini ini termasuk jenis penelitian kuantitatif karena mengolah data berupa angka-angka. Lokasi penelitian ini yaitu pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan harga saham harian yang diperoleh dari situs resmi BEI . Penentuan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling yang didasarkan pada kriteria tertentu. Adapun kriteria pengambilan sampel pada penelitian ini, yaitu sebagai berikut 1. Perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Perusahaan Perbankan yang tidak mengalami kerugian pada periode 2021-2023. Sehingga diperoleh 19 perusahaan yang ditetapkan sebagai sampel. Teknik analisis yang dgunakan adalah analisis jalur menggunakan analisis regresi, yang didahului dengan analisis deskriptif, uji asumsi klasik seperti uji normalitas, multikolineariitas, heteroskedastisitas dan Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software SPSS. Persamaan yang digunakan untuk analisis jalur pada penelitian ini sebagai berikut: Dimana: : Konstanta : Koefisien variabel : error / residual : Income Smoothing : Respon Pasar : Bonus Plan Pengaruh Bonus Plan Terhadap Respon Pasar Dengan Income Smoothing Sebagai Variabel Mediasi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di BEI Periode 2021-2023 (Ria Lusian. Ria Lusiana dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 30 Ae 40 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Hasil Nilai Ketiga Variabel Perusahaan Pertahun Kode Tahun Bonus Plan Income Smoothing Return Saham Perusahaan BRIS 29,13 -0,065 BBRI BBNI BBCA BMRI SMBC MEGA BDMN BNGA BBTN BNLI BTPS BNII 29,23 -0,044 29,25 0,093 30,78 0,080 30,89 0,041 30,98 0,035 30,05 0,056 30,15 0,072 30,18 0,032 30,23 -0,016 30,24 0,024 30,42 -0,021 30,75 0,042 30,84 0,028 30,83 0,086 28,84 -0,004 28,86 -0,008 28,95 0,010 27,91 0,018 27,94 0,023 28,01 -0,040 29,29 0,017 29,37 0,007 29,45 0,054 29,13 0,073 29,17 0,012 29,23 0,076 28,96 0,047 29,06 -0,029 29,01 0,046 28,67 -0,011 28,74 0,010 28,84 0,011 27,77 0,057 27,81 -0,080 27,94 -0,075 28,58 -0,038 28,64 -0,008 28,73 0,000 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 30 - 40 Ria Lusiana dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 30 Ae 40 PNBN 28,36 -0,063 28,45 -0,098 28,52 0,005 28,48 0,008 28,59 0,060 28,66 0,008 28,70 -0,007 28,81 -0,025 28,58 -0,016 28,13 0,027 28,15 0,000 28,20 0,016 26,31 -0,009 26,33 0,000 26,45 -0,009 26,27 -0,094 26,41 -0,268 26,53 -0,124 Minimum Maximum Mean Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error 26,27 30,98 28,8207 ,15949 Std. Deviation Statistic 1,20409 NISP BJBR BJTM SDRA NOBU Sumber : Data Diolah Peneliti 1 Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Bonus Plan Income Smoothing ,00 1,00 ,5789 ,06598 ,49812 Respon Pasar -,268 ,093 ,00039 ,007906 ,059692 Valid N . Sumber: Pengolahan data SPSS Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif diatas dapat diketahui, pada bonus plan diperoleh nilai minimum 26,27, nilai maksimum 30,98, rata-rata 28,8207 dan standar deviasi sebesar 1,20409. Income smoothing diperoleh nilai minimum 0,00, nilai maksimum 1,00, rata-rata 0,5789 menunjukan nilai < dari 1 . ,0789 < . yang menunjukan bahwa rata-rata perusahaan perbankan melakukan perataan laba dan standar deviasi 0,49812. Respon pasar diperoleh nilai minimum -0,268, nilai maksimum 0,093, rata-rata 0,00039 dan standar deviasi 0,059692. 2 Uji Asumsi Klasik 1Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation ,04636533 Most Extreme Differences Absolute ,099 Positive ,061 Pengaruh Bonus Plan Terhadap Respon Pasar Dengan Income Smoothing Sebagai Variabel Mediasi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di BEI Periode 2021-2023 (Ria Lusian. Ria Lusiana dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 30 Ae 40 Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Pengolahan data SPSS -,099 ,099 ,200c,d Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel diatas menunjukan nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200 dimana nilai tersebut > 0,05. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal dan peneliti dapat melanjutkan ke tahap pengujian berikutnya. 2 Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF Bonus Plan ,821 1,218 Income Smoothing ,821 1,218 Dependent Variable: Respon Pasar Sumber: Pengolahan data SPSS Kriteria pengujian jika nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,100 maka tidak terjadi multikolinearitas. Nilai VIF variabel Bonus Plan (X) sebesar 1,218 < 10,00 dan nilai tolerance sebesar 0,821 > 0,100 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas. Nilai VIF variabel Income Smoothing (M) sebesar 1,218 < 10,00 dan nilai tolerance sebesar 0,821 > 0,100 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas. 3 Uji Heteroskedastisitas (Uji Par. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. 1,826 7,913 Bonus Plan -,478 ,406 -,175 Income Smoothing -,410 ,941 -,065 Dependent Variable: Respon Pasar Sumber: Pengolahan data SPSS ,231 -1,179 -,436 Sig. ,818 ,244 ,665 Uji heteroskedastisitas pada penelitian ini menggunakan uji park dengan kriteria pengambilan keputusan jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Nilai signifikansi variabel Bonus Plan (X) sebesar 0,244 dimana angka tersebut > 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terjadi gelaja heteroskedastisitas. Nilai signifikansi variabel Income Smoothing (M) sebesar 0,665 dimana angka tersebut > 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. 4 Uji Autokorelasi (Uji Chocrane-orcut. Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson ,476a ,227 ,198 ,04723 1,910 Predictors: (Constan. Income Smoothing. Bonus Plan Dependent Variable: Respon Pasar JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 30 - 40 Ria Lusiana dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 30 Ae 40 Sumber: Pengolahan data SPSS Uji autokorelasi pada penelitian ini menggunakan uji chocrane-orcutt dengan kriteria jika nilai DU < DW < 4-DU maka tidak terjadi autokorelasi. Dilihat dari tabel Durbin-Watson 5% N = 56 dan K (Variabel Independe. = 2. Nilai DL adalah 1,4954 nilai DU adalah 1,6430, nilai DW adalah 1,910 dan nilai 4-DU adalah 2,357. Jadi. DU < DW < 4-DU = 1,6430 < 1,910 < 2,357 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala autokorelasi 3 Analisis Jalur/ Path Analysis Analisis Regresi Sederhana I Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. -3,217 1,058 Bonus Plan ,182 ,053 ,423 Dependent Variable: Income Smoothing Sumber: Pengolahan data SPSS -3,042 3,429 Sig. ,004 ,001 Berdasarkan uji diatas diperoleh hasil persamaan model regresi sebagai berikut : Nilai = = 0,906 Persamaan regresi dapat dijelaskan, yaitu Nilai Koefisien bonus plan sebesar 0,423 menunjukan bahwa variabel bonus plan berpengaruh positif terhadap income smoothing, atau jika nilai bonus plan dinaikan satu satuan maka akan meningkatkan income smoothing sebesar 0,423 satuan. Analisis Regresi Berganda II Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. -,512 ,152 Bonus Plan ,026 ,008 ,437 Income Smoothing ,011 ,018 ,079 Dependent Variable: Respon Pasar Sumber: Pengolahan data SPSS -3,366 3,281 ,596 Sig. ,001 ,002 ,553 Berdasarkan uji diatas diperoleh hasil persamaan model regresi sebagai berikut : Nilai = = 0,879 Persamaan regresi dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai Koefisien bonus plan sebesar 0,437 menunjukan bahwa variabel bonus plan berpengaruh positif terhadap respon pasar, atau jika nilai bonus plan dinaikan satu satuan maka akan meningkatkan respon pasar sebesar 0,437 satuan. Nilai Koefisien income smoothing sebesar 0,079 menunjukan bahwa variabel income smoothing berpengaruh positif terhadap respon pasar namun pengaruhnya sangat lemah atau jika nilai income smoothing dinaikan satu satuan maka hanya akan meningkatkan respon pasar sebesar 0,079 satuan. Berikut diagram jalur hasil analisis: Pengaruh Bonus Plan Terhadap Respon Pasar Dengan Income Smoothing Sebagai Variabel Mediasi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di BEI Periode 2021-2023 (Ria Lusian. Ria Lusiana dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 30 Ae 40 Sumber: Data Diolah Peneliti Suatu variabel dikatakan intervening atau dapat memediasi jika Beta 1 X beta 2 > beta 3. Dari hasil analisis ini maka hasilnya: 0,423 * 0,079 = 0,033417 < 0,473 Oleh karena itu variabel income smoothing bukanlah sebagai variabel mediasi karena nilainya lebih kecil. 4 Uji Hipotesis Uji t . Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. -3,217 1,058 Bonus Plan ,182 ,053 ,423 Dependent Variable: Income Smoothing Sumber: Pengolahan data SPSS -3,042 3,429 Sig. -3,366 3,281 ,596 Sig. ,004 ,001 Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. -,512 ,152 Bonus Plan ,026 ,008 ,437 Income Smoothing ,011 ,018 ,079 Dependent Variable: Respon Pasar Sumber: Pengolahan data SPSS ,001 ,002 ,553 Kriteria pengambilan keputusan yaitu jika nilai signifikansi < 0,05 maka variabel tersebut berpengaruh terhadap variabel Y. Pengaruh Bonus Plan terhadap Income Smoothing Hasil pengujian pada pengaruh bonus plan terhadap income smoothing menunjukan bahwa nilai signifikansi-t sebesar 0,001 < 0,05. Hal ini berarti hipotesis Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bonus plan berpengaruh signifikan positif terhadap income smoothing. Pengaruh bonus plan terhadap respon pasar Hasil pengujian pada pengaruh bonus plan terhadap respon pasar menunjukan bahwa nilai signifikansi-t 0,002 < 0,05. Hal ini berarti hipotesis Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bonus plan berpengaruh signifikan positif terhadap respon pasar. Pengaruh income smoothing terhadap respon pasar. Hasil pengujian pada pengaruh income smoothing terhadap respon pasar menunjukan bahwa nilai signifikansi-t 0,553 > 0,05. Hal ini berarti hipotesis Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa income smoothing tidak berpengaruh signifikan terhadap respon pasar. Pengaruh bonus plan terhadap respon pasar melalui variabel mediasi income smoothing. Koefisien path menunjukan = 0,423 X 0,079 = 0,033 maka hasilnya pengaruh langsung > tidak langsung . ,437 > 0,. Hasil penelitian menunjukan bahwa income smoothing tidak dapat memediasi pengaruh antara bonus plan dengan respon pasar. Hal ini berarti hipotesis Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa income smoothing tidak dapat memediasi hubungan pengaruh antara bonus plan dengan respon pasar. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 30 - 40 Ria Lusiana dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 30 Ae 40 5 Interprestasi Pengaruh bonus plan terhadap respon pasar dalam penelitian ini menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 yang artinya bonus plan berpengaruh terhadap respon pasar pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Hal ini terjadi karena investor merespon bonus plan sebagai sinyal positif karena bonus plan yang diberikan dapat memberi motivasi bagi manajer untuk memaksimalkan kinerja dan meyakini perusahaan memiliki prospek yang baik di masa mendatang. Pengaruh bonus plan terhadap income smoothing dalam penelitian ini menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 yang artinya bonus plan berpengaruh terhadap income smoothing pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Hal ini terjadi karena dengan adanya bonus plan manajer terdorong untuk melakukan income smoothing karena laba yang stabil menunjukan kinerja manajer yang baik sehingga dapat memperoleh bonus yang maksimal. Sehingga bonus plan mendorong pihak manajemen untuk mengatur laba perusahaan dengan melakukan income smoothing agar memperoleh bonus yang lebih Pengaruh income smoothing terhadap respon pasar dalam penelitian ini menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,553 > 0,05 yang artinya income smoothing tidak berpengaruh terhadap respon pasar pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Hal ini terjadi karena investor kesulitan dalam menghitung nilai income smoothing karena di dalam laporan keuangan perusahaan tidak dicantumkan secara jelas perusahaan-perusahaan yang melakukan praktik income smoothing sehingga tidak semua investor bisa menangkap sinyal tentang adanya income smoothing. Pengaruh bonus plan terhadap respon pasar dalam penelitian ini menunjukan koefisien path pengaruh langsung > tidak langsung . ,437 > 0,. Hasil penelitian menunjukan bahwa income smoothing tidak dapat memediasi pengaruh antara bonus plan dengan respon pasar pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Karena pengaruh langsung lebih besar dibandingkan dengan pengaruh tidak langsung selain itu, income smoothing juga tidak berpengaruh terhadap respon pasar. Meskipun bonus plan dapat memotivasi manajemen untuk melakukan praktik income smoothing agar memperoleh bonus yang maksimal akan tetapi praktik tersebut tidak efektif dalam mempengaruhi pandangan atau keputusan investor di pasar modal karena tidak dicantumkan secara langsung pada laporan keuangan. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian bonus plan berpengaruh positif terhadap respon pasar, bonus plan berpengaruh positif terhadap income smoothing, income smoothing tidak berpengaruh terhadap respon pasar dan income smoothing tidak dapat memediasi hubungan antara bonus plan terhadap respon pasar. Berdasarkan kesimpulan diatas dapat diberikan beberapa saran dan masukan untuk peneliti selanjutnya Penelitian ini memiliki keterbatasan yang dapat menjadi masukan bagi peneliti selanjutnya. Pertama, keterbatasan dari penelitian ini yaitu penggunaan indikator bonus plan yang hanya diukur menggunakan logartima natural beban gaji, respon pasar diukur dengan return saham maka peneliti selanjutnya dapat menggunakan indikator lain seperti bonus plan menggunakan data kompensasi manajemen secara langsung jika tersedia dan respon pasar menggunakan (Cummulative Abnormal Retur. CAR. Kedua, penelitian ini hanya dilakukan pada perusahaan perbankan konvensional maka peneliti selanjutnya dapat mengganti objek penelitian pada bank syariah atau pada perusahaan lain selain itu peneliti selanjutnya juga dapat memperluas periode penelitian agar mendapatkan hasil yang lebih akurat. DAFTAR PUSTAKA