PENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATA KULIAH SEJARAH PERADABAN ISLAM MELALUI METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING PADA PRODI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI (PIAUD) STAI DARUSSALAM LAMPUNG Damanhuri . Sumaryati damanhuri1332@gmail. com, sumaryatiatik40@gmail. STAI Darussalam Lampung Received: 20/07/2020 Revised: 08/09/2020 Aproved: 10/11/2020 Abstract A saturated attitude in learning is one of the problems that results in a decrease in student motivation in learning the History of Islamic Education, a solution must be sought. The mind mapping method applied in the course of the History of Islamic Civilization can be an alternative solution to overcome it. The aim of this research is to obtain an overview of the implementation of learning using the mind mapping method in increasing the motivation of the third semester students of the 2020/2021 Academic year of the PIAUD Study Program at STAI Darussalam in the History of Islamic Civilization course. The data were taken from PIAUD Semester i students, with classroom action research (PTK). To obtain complete data, this study uses a qualitative approach to retrieve, analyze, and process data and information that will be made to answer the problem being studied. The results showed that, the method of implementing mind mapping learning in the History of Islamic Civilization course could: . increase student motivation, . increase student activity and make quality, and . increase student learning to make creative and varied. Keyword: Motivation. History of Islamic Civilization. Mind Mapping Method Abstrak Sikap jenuh dalam belajar adalah salah satu permasalahan yang mengakibatkan turunnya motivasi mahasiswa dalam pembelajaran Sejarah Pendidikan Islam , yang harus dicari solusinya. Metode mind mapping yang diterapkan dalam kuliah Sejarah Peradaban Islam dapat menjadi solusi alternatif untuk mengatasinya. Tujuannya dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode mind mapping dalam meningkatkan motivasi mahasiswa semester i tahun Akademik 2020/2021 Program Studi PIAUD di STAI Darussalam pada AZZAHRA Vol. I I No. Th. E-ISSN: 2714-982X Edisi: Juli-Desember 2020 mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Data diambil dari mahasiswa PIAUD Semester i, dengan penelitian tindakan kelas (PTK). Untuk mendapatkan data yang lengkap, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengambil, menganalisis, dan mengolah data dan informasi yang akan dibuat untuk menjawab masalah yang sedang dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, metode pelaksanaan pembelajaran mind mapping pada mata kuliah Sejarah Peradaban Islam dapat : . meningkatkan motivasi belajar siswa, . meningkatkan aktivitas siswa dan membuat kualitas, dan . peningkatan belajar siswa untuk membuat kreatif dan bervariasi. Kata Kunci: Motivasi. Sejarah Peradaban Islam. Metode Mind Mapping Pendahuluan Kegiatan pembelajaran merupakan proses interaksi edukatif antara tenaga pendidik dan peserta didik, seperti dosen dan mahasiswa atau guru dengan siswa dalam satuan lembaga pendidikan. Sebagai salah satu komponen proses pembelajaran, dosen merupakan pemegang peran yang sangat penting. Bukan hanya sekedar penyampai materi, tetapi lebih dari itu dosen dikatakan sebagai sentral pembelajaran. Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses pembelajaran, dosen mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu Karena itu dosen dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik sehingga bahan perkuliahan yang disampaikan akan membuat mahasiswa menjadi bersemangat dan termotivasi untuk mempelajari bahan perkuliahan yang sedang dikaji. Salah satu unsur pembelajaran yang dapat membuat mahasiswa bersemangat dalam belajar adalah metode belajar . earning metho. Melalui metode yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan pola pikir, peserta didik akan dapat mengungkap dan mengembangkan potensi. Mahasiswa dalam membangkitkan potensi internalnya . nternal forc. Jika potensi internal berkembang membentuk kesadaran belajar . earning awarenes. , maka materi perkuliahan dapat diserap dengan baik. Kesesuain materi dengan strategi pembelajaran menjadi komponen penting untuk mencapai tujuan akhir belajar. DAMANHURI. SUMARYATI / PENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATA KULIAH SEJARAHA Sejarah Pendidikan Islam termasuk lingkup kajian keilmuan sejarah merupakan salah satu materi yang oleh mahasiswa dinilai tidak jauh berbeda dengan belajar ketika di SLTA (Aliyah atau SMA). Umumnya mereka memiliki pengalaman yang relatif sama dalam belajar sejarah. AuPelajaran sejarah itu membosankan, tidak menarik, hanya menghafal materi yang tidak memiliki makna serta prediksi yang menantang dalam belajarAy. Beberapa alasan yang mereka ungkapkan, pertama: metode pembelajaran yang dipakai guru kurang sesuai dengan karakteristik materi, sehingga membuat pembelajaran tidak Kedua, sistematika bahan ajar tidak tersusun berdasarkan logika kronologis baik aspek waktu, kejadian maupun tempat. Ketiga, guru kurang menguasai materi atau bahan ajar. dan keempat, tidak menguasai metode pembelajaran yang relevan, sehingga membuat materi menjenuhkan. Beberapa pengalaman mahasiswa terkait pembelajaran sejarah sudah saatnya mendapatkan perhatian untuk dilakukan adaptasi metode pembelajaran, agar rasa enggan untuk menekuni materi yang terkesan menjenuhkan itu dapat Kegagalan pembelajaran satu bidang materi ajar, dapat mempengaruhi keseimbangan penguasaan sejumlah materi secara keseluruhan. Hal ini berhubungan dengan kebiasaan bagaimana memanfaatkan potensi otak kiri dan otak kanan yang seharusnya bekerja secara seimbang, untuk mencapai kecerdasan intelektual. Kajian sejarah yang seharusnya memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter . haracter buildin. peserta didik berdasarkan potensi nilai-nilai dasar yang dimuat, menjadi AkeringA tidak bermakna. Materi pembelajaran terkesan sebuah informasi yang tidak berpengaruh dalam pembentukan perilaku, akibatnya tujuan pembelajaran tidak tercapai. Jika kondisi tersebut tidak mendapatkan perhatian, akan berdampak negatif. Materi pembelajaran yang bernuansa sejarah menjadi tidak diminati sehingga akan menghambat proses belajar terutama target tujuan akhir pendidikan tidak Nggermanto Agus. Quantum Quetient (Kecerdasan Quantu. Cara Cepat Melejitkan IQ. EQ dan SQ Secara Harmonis. Yayasan Nusantara. Bandung, 2002, hlm 121 AZZAHRA Vol. I I No. Th. E-ISSN: 2714-982X Edisi: Juli-Desember 2020 Pembelajaran materi Sejarah Pendidikan Islam yang memiliki beberapa diminimalisasikan apabila menggunakan desain metode mind map. Melalui penempatan pokok pembicaraan sebagai kata kunci . ey wor. , seperti misal akar sejarah materi pembelajaran kemudian diikuti rangkaian kata-kata penjelas . abang- caban. lanjutan, menjadikan materi pembelajaran lebih enak diikuti oleh logika pemikiran yang pada akhirnya mempermudah pemahaman. Upaya mencari penyelesaian melalui penelitian tindakan kelas (PTK) dengan membuat desain pembelajaran Sejarah Peradaban Islam menggunakan metode mind map, diharapkan dapat memberikan koreksi atas kejenuhan yang terjadi selama ini terkait perkuliahan dengan materi kuliah yang bernuansa Secara umum penelian tindakan kelas ini bertujuan untuk melihat keberhasilan pembelajaran Sejarah Peradaban Islam melalui penggunaan metode mind mapping. Lebih khusus lagi penelitian PTK bertujuan: Mengetahui implementasi metode mind mapping dalam meningkatkan motivasi belajar pada pembelajaran mata kuliah sejarah peradaban Mengetahui keaktivan mahasiswa dalam pembelajaran sejarah peradaban islam melalui metode mind mapping. Mengetahui peningkatan kreativitas belajar mahasiswa dalam pembelajaran sejarah peradaban islam melalui metode mind mapping. Pembahasan Motivasi Belajar Banyak ragam teori motivasi yang dapat menjadi rujukan dalam membahas belajar. Namun hal itu membutuhkan pemahaman unsur-unsur yang mempengaruhi perkembangan motivasi. Suatu model yang bisa merangsang tumbuhnya motivasi peserta didik, seperti yang dikemukakan Keller terdapat model ARCS (Attention. Relevance. Confidance, and Satisfactio. Amna Emda. Kedudukan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran. Lantanida Journal. Vol. 5 No. , hlm 173 DAMANHURI. SUMARYATI / PENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATA KULIAH SEJARAHA Perhatian . peserta didik didorong oleh rasa ingin tahu. Oleh sebab itu rasa ingin tahu perlu mendapat rangsangan sehingga peserta didik akan memberikan perhatian dan perhatian tersebut terpelihara selama proses beljar mengajar, bahkan lebih lama lagi. Rasa ingin tahu dapat dirangsang atau dipancing melalui elemen-elemen yang baru. Relevan . menunjukkan adanya hubungan antara materi pelajaran dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik. Motivasi akan terpelihara apabila mereka menganggap apa yang dipelajari memenuhi kebutuhan pribadi, atau bermanfaat dan sesuai dengan nilai yang dipegang. Kepercayaan diri . , merasa diri kompeten atau mampu merupakan potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan linkungan. Konsep tersebut berhubungan dengan keyakinan pribadi peserta didik bahwa dirinya memiliki keyakinan untuk melakukan suatu tugas yang menjadi syarat Kepuasan . , keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan, dan peserta didik akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan Kepuasan karena mencapai tujuan dipengaruhi oleh konsekuensi yang diterima, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar diri peserta didik. Untuk memelihara dan meningkatkan motivasi peserta didik, guru/dosen dapat menggunakan pemberian penguatan berupa pujian, kesempatan dan lain-lain. Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak memiliki motivasi dalam belajar tidak akan melakukan aktivitas belajar . Motivasi merupakan suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Jenis motivasi ini bisa timbul sebagai akibat dari dalam individu yang dikenal sebagai motivasi intrinsic. Apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Tri Nur Fadhilah dkk. Analisis Pola Asuh Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa. JP2. Vol 2 No 2. Tahun 2019 p-ISSN : 2614-3909 e-ISSN : 2614-3895, hlm 251 Uzer Usman. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja. Rosdakarya. Nana AZZAHRA Vol. I I No. Th. E-ISSN: 2714-982X Edisi: Juli-Desember 2020 Motivasi instrinsik merupakan motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsi tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Terdapat motivasi lain yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu yang dikenal sebagai motivasi ekstrinsik, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain dapat dilakukan melalui: kompetisi . , pace making . embuat tujuan sementara atau deka. , tujuan yang jelas, kesempurnaan untuk sukses, minat yang besar, dan mengadakan penilaian atau Motivasi memiliki pengaruh dalam mengantarkan keberhasilan belajar peserta didik. Hal ini karena motivasi belajar memiliki tiga fungsi, yakni: mendorong manusia untuk berbuat, menentukan cara perbuatan kearah tujuan yang hendak dicapai, dan menyeleksi perbuatan. Konsep Sejarah Kebudayaan Islam Kata AusejarahAy dari bahasa Arab syajarah, berarti pohon, sesuatu yang mempunyai akar, batang, dahan, ranting, daun, bunga, dan buah. Pengertian etimologis ini mempengaruhi seseorang untuk melihat sejarah secara figuratif sebagai pohon yang mempunyai akar yang berfungsi untuk memperkuat berdirinya batang pohon dan sekaligus untuk menyerap air dan makanan yang dibutuhkan demi keberlangsungan pertumbuhan pohon tersebut. Menurut sayid Quthub, sejarah bukanlah peristiwa- peristiwa melainkan tafsiran peristiwa-peristwa itu, dan pengetian mengenai hubunganAehubungan Syaodih,2000, hlm 209 Djamarah Syaiful Bahri. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka, 2002, hlm Uzer Usman. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja. Rosdakarya. Nana Syaodih, 200, hlm 29 Hanafi. Mamduh dan Halim. Abdul. Analisis Laporan Keuangan. Edisi. DAMANHURI. SUMARYATI / PENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATA KULIAH SEJARAHA nyata dan tidak nyata, yang menjalin seluruh bagian serta memberinya dinamisme dalam waktu dan tempat. 8 Sejarah kebudayaan Islam dipahami sebagai berita atau cerita peristiwa masa lalu yang mempunyai asal muasal Peristiwa menjelang dan saat Muhammad SAW, lahir dan diutus sebagai rasul adalah asal- muasal sejarah kebudayaan Islam. Semua peristiwa baik yang menyangkut pemikiran, politik, ekonomi, teknologi, dan seni dalam sejarah Islam disebut sebagai kebudayaan. Kebudayaan ini adalah hasil karya, rasa dan cipta orang-orang Muslim. Sejarah kebudayaan Islam sama dengan sejarah kebudayaan lain pada umumnya, yaitu bersifat dinamis. Perbedaannya, terletak pada sumber nilainya. Komponen Sejarah Pendidikan Islam : kejadian, manusia, latar belakang . , dan sarat makna. Dari sini dapat dipahami bahwa, kajian sejarah berisi catatan suatu masa yang ditemukan dan dipandang bermanfaat oleh generasi dari zaman berikutnya. Masa kini bisa dipahami dari peristiwa masa lampau bahkan masa yang akan dating bisa diprediksi dengan bekal kemampuan mengetahui hukum sejarah masa lampau. Sejarah bukanlah sekedar cerita besar masa lampau yang tanpa punya arti untuk masa kini dan Pengetahuan sejarah menjadi modal untuk membangun peradaban yang lebih baik dari sebelumnya. Pembelajaran sejarah peradaban islam mengajak memahami, dan pendidikan Islam, yang kemudian menjadi dasar pandangan hidupnya . ay of lif. melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, penggunaan pengalaman dan pembiasaan (Departemen Pendidikan Agama RI. 9 Dalam konteks pembelajaran, sejarah peradaban islam memiliki beberapa fungsi, antara lain: Fungsi Fungsi fungsi-fungsi Fungsi (Untuk membutuhkan pendekatan terpadu yang dapat dilakukan dengan melibatkan Keempat. Yogyakarta, hlm 7 Zuhairini,dkk. Zuhairini, dkk. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara, 2004, hlm 27 Departemen Pendidikan Nasional. Kurikulum 2004 Kerangka Dasar, (Jakarta: Departemen Pendidikan nasional, 2. , h. AZZAHRA Vol. I I No. Th. E-ISSN: 2714-982X Edisi: Juli-Desember 2020 seperti berikut: keimanan, pengalaman, pembiasaan, rasional, emosional, fungsional, dan keteladanan. Metode Pembelajaran Mind mapping Metode pembelajaran merupakan media guru/dosen untuk mengadakan hubungan dengan peserta didik saat berlangsungnya pengajaran. 10 Termasuk Metode Mind mapping atau peta pikiran merupakan salah satu pembelajaran yang dikembangkan oleh Tony Buzan sekitar tahun 1970-an dengan mendasarkan pada hasil risetnya mengenai cara kerja otak, dengan menulis atau mencatat topik utama di tengah dan menulis sub topik dan rincianya diletakkan mengitari topik utama. 11 Teknik mencatat peta ini kemudian dikembangkan sebagai metode pembelajaran yang dirancang berdasarkan cara kerja otak memproses informasi. Pendekatan ini diselaraskan dengan cara kerja otak yang didesain secara alamiah untuk belajar yang bermula dari pertanyaan yang fundamental seperti apa saja yang baik untuk otak . 12 Pendekatan berbasis kemampuan otak ini tidak menyuguhkan resep praktis namun paling tidak bisa dijadikan rujukan dan pertimbangan dalam mengambil keputusan berdasarkan sifat alamiah otak. Tentunya dengan harapan keputusan ini akan memberi dampak yang lebih baik meminimalisir tingkat kesalahan menjadi lebih kecil. Menurut Buzan mind map merupakan langkah-langkah penyimpanan, penarikan data, dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa yang sebetulnya ada dalam otak manusia yang sangat menakjubkan . 13 Menurutnya, bahwa otak mengambil informasi tidak secara linear melainkan dengan cara Sudjana. Nana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung :Sinar Mulya. Hermawati. Hubungan antara kecemasan pada kehamilan akhir triwulan tiga dengan lama persalinan pada ibu yang melahirkan anak pertama. Bandung: Media Psikologi Indonesia. 2009, hlm 67 Jansen. Model-Model Pengelolaan Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2008, hlm12 Buzan. Tony. Buku pintar Mind Map. Jakarta, 2012, hlm 10 Ahmad Munjih Nasih, dan Lilik Nur Kholidah. Metode dan Teknik. DAMANHURI. SUMARYATI / PENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATA KULIAH SEJARAHA Karakteristik metode mind mapping disebutkan sebagai berikut: . Subyek yang menjadi perhatian mengalami kristalisasi dalam citra sentral. Tema utama cabang-cabang. Cabang-cabang terdiri dan citra kunci atau kata kunci. Metode Penelitian Pendekatan dan Subyek Penelitian Penelitian pembelajaran Sejarah pendidikan Islam berikut solusinya pada mahasiswa Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) semester i STAI Darussalam dengan model pembelajaran mind mapping . eta Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), bermaksud untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara berkesinambungan, pada akhirnya mampu meningkatkan mutu hasil pembelajaran, mengembangkan keterampilan dosen, meningkatkan relevansi, meningkatkan efisiensi pengelolaan pembelajaran serta menumbuhkan budaya meneliti pada kegiatan pembelajaran. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester i Prodi PIAUD Jurusan Tarbiyah STAI Darussalam Lmapung, dengan mata kuliah Sejarah Peradaban Islam semester Ganjil tahun akademik pelajaran 2020/2021. Beberapa kegiatan atau tindakan yang diteliti meliputi: Tingkat motivasi belajar mahasiswa, tingkat keaktivan, dan Peningkatan kreativitas belajar. Langkah-langkah PTK dirumuskan mengikuti model siklus yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart15: Menyusun Perencanaan (Plannin. Melaksanakan Tindakan (Actin. dan Observasi (Observin. Melakukan Refleksi (Reflectin. Memperbaiki Rencana (Revise Pla. Lanjutan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung : PT Refika, 2009, hlm 111 Akbar & Usman. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara, 2009,hlm 84 AZZAHRA Vol. I I No. Th. E-ISSN: 2714-982X Edisi: Juli-Desember 2020 Teknik Pengumpulan Data Pembelajaran berbasis PTK, tugas dosen tidak hanya mengajar saja melainkan juga melakukan kegiatan penelitian. Untuk mendapatkan data dilakukan pengumpulan data menggunakan beberapa metode yang relevan dengan penelitian yakni: Teknik Wawancara. FGD (Focus Group Discussio. Teknik Observasi. Teknik Dokumentasi. Teknik Analisis Data Analisis dilakukan mulai sebelum memasuki lapangan, dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Analisis selama di lapangan dilakukan pada saat pengumpulan data . ata collectio. 16 Saat wawancara peneliti melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila terasa belum memuaskan akan dilanjutkan kembali sampai diperoleh data dianggap kredibel dan jenuh data. Kegiatan analisis selanjutnya meliputi reduksi data . ata reductio. , display data . ata displa. , dan penarikan kesimpulan . onclusion drawing/verificatio Hasil Penelitian Dan Pembahasan Implementasi Metode Mind Mapping dalam Pembelajaran Sejarah Peradaban Islam Hasil mahasiswa berkembang secara signifikan. Pendekatan model ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang diselaraskan dengan cara kerja otak yang didesain secara alamiah untuk belajar. Cara kerja pikiran manusia secara alami adalah memancar dari satu titik pikiran ke berbagai asosiasi pemikiran yang lain, dan selalu menyebar kembali dengan tidak terbatas. Meningkatnya motivasi belajar mahasiswa dalam mengikuti Materi Sejarah Peradaban Islam berawal dari penyusunan materi yang didesain sebagaimana potensi berfikir. Dari materi pokok dikembangkan menurut sistematika Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta. 2011, hlm 90 DAMANHURI. SUMARYATI / PENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATA KULIAH SEJARAHA pembahasan dan ruang lingkup sesuai kajian dalam silabus. Sebaran materi mengikuti cara bekerja otak dalam mempelajari obyek kajian, sehingga materi mudah diikuti dan difahami. Dari sini merangsang mahasiswa untuk mengikuti mulaiAakarA Acabang-cabangA materi yang lebih rinci. Implementasi pembelajaran mind mapping mampu membangkitkan motivasi belajar mahasiswa, ini dapat dilihat dari berkembangnya jumlah pertanyaan yang diajukan dalam setiap pembelajaran melalui diskusi. Peserta kuliah yang terbagi menjadi Sembilan kelompok, masing-masing setiap kelompok yang tampil dipenuhi dengan pertanyaan maupun respon balikan. Interaksi belajar seperti itu berlangsung hingga akhir semester, dimana keaktivan dan kreativitas belajar mahasiswa berkembang dengan lebih baik dibandingkan pengalaman pembelajaran pada semester-semester sebelumnya. Untuk pembelajaran materi Sejarah Peradaban Islam. Aupenguasaan materi bukan jaminan keberhasilan dalam pembelajaran melainkan pemilihan metode yang tepat jauh lebih penting dibandingkan dengan subtansiAy. Melalui metode yang tepat dapat membangkitkan belajar yang pada akhirnya mampu mengantarkan keberhasilan belajar. Keaktivan Mahasiswa dalam Pembelajaran Materi Sejarah Peradaban Islam Implementasi pembelajaran model mind mapping pada mata kuliah Materi Sejarah Peradaban Islam mampu merangsang mahasiswa meningkatkan keaktivan belajar. Sebelumnya kemauan bertanya masih rendah, ini disebabkan mahasiswa tidak memahami materi pembelajaran lantaran tidak tertarik pada materi yang bersifat kesejarahan. Melalui mind mapping menjadikan kemauan bertanya mahasiswa meningkat sebagaimana disampaiakan dalam uraian di muka dalam kegiatan diskusi. Demikian pula menjadi meningkat kemauan menanggapi terhadap permasalahan yang sedang dibicarakan baik oleh dosen maupun oleh mahasiswa penyaji materi diskusi. Dari sisi kualitas materi tanggapan menjadi meningkat jika dikaitkan dengan sumber-sumber buku AZZAHRA Vol. I I No. Th. E-ISSN: 2714-982X Edisi: Juli-Desember 2020 rujukan yang menjadi bahan referensi. Keberanian mahasiswa dalam menyampaikan makalah terlihat lebih percaya diri dengan model penyampaian menggunakan mind mapping dalam bentuk power point lewat media LCD. Demikian juga dalam memberikan respon balik atas pertanyaan dari teman-teman lain, dilakukan dengan jelas, obyektif, ilmiah sesuai prosedur keilmuan yang telah difahami. Keberanian tersebut lebih disebabkan penguasaan materi berikut sistematikanya difahami oleh mahasiswa dengan baik, seperti pengakuan salah seorang mahasiswa, menyenangkan, lebih memahami pembelajaran materi sejarah peradaban islam setelah menggunakan model mind mappingAy. Keaktivan belajar terlihat juga dari proses interaksi antara mahasiswa Komunikasi berkembang dinamis antara anggota kelompok penyaji dengan peserta lain dan begitu sebaliknya, sehingga pola komunikasi membentuk pola bintang . Pola komunikasi bentuk bintang ini ditandai oleh komunikasi antar individu yang terjadi secara timbal balik dari setiap anggota kelompok. Setiap anggota kelompok memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam mengembangkan materi diskusi kelompok. Komunikasi belajar yang terjadi secara multi arah merupakan bentuk keberhasilan pembelajaran yang disebabkan oleh beberapa hal, antara lain . mahasiswa memahami ruang lingkup kajian materi yang sedang dikaji melalui mind mapping. mahasiswa setidaknya memiliki bahan materi kajian sebagai bahan rujukan mekipunpun sebatas hasil foto kopi atau penelusuran dari . mahasiswa lebih aktif membahas materi bahan kajian diskusi bersama teman sekelompok sebelum maju menyampaikan makalah, dari pada sebelum belajar melalui mind mapping. dosen memberi peluang yang relatif longgar kepada mahasiswa untuk mengembangkan materi sejarah peradaban islam melalui berbagai ragam sumber informasi atau wawasan lain yang relevan dan mendukung. DAMANHURI. SUMARYATI / PENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATA KULIAH SEJARAHA Kreativitas Belajar Mahasiswa dalam Pembelajaran Materi sejarah peradaban islam Kreativitas ditunjukkan dengan kemampuan mengembangkan materi diskusi dengan berdasar pada pendekatan yang makin meluas . xpanding community approac. Materi disusun berawal dari lingkungan yang dekat dengan jangkauan peserta didik kemudian dikembangkan ke lingkungan masyarakat yang makin meluas tidak saja mengambil materi baik fakta konsep maupun generalisasi dari tempat yang dekat dengan kasus utama tetapi juga diambil dari kasus ataupun contoh yang berasal dari masyarakat yang jauh dari tempat kajian utama, namun dapat dipahami berdasarkan jangkauan abstraksi konsepsional. Kreativitas mahasiwa dapat dilihat juga dari kemampuan memberi alternatif jawaban yang mengikuti pola integrative korelasional. Strategi memberikan jawaban mengambil beberapa konsep dari berbagai disiplin ilmu yang berhubungan untuk memberikan fokus jawaban, sehingga posisi masalah menjadi lebih jelas. Contoh kasus dikotomi pendidikian islam, bukan disebapkan oleh ajaran islam itu sendiri melainkan dari percampuran pilitik. Bentuk menemukan cara-cara baru dalam menyampaikan materi diskusi maupun memberikan jawaban pertanyaan yang disampaikan teman-teman peserta Cara baru dimaksudkan adalah model dan variasi mind mapping yang disusun untuk menjelaskan materi kajian. Salah satu contoh bentuk ARantai KejadianA merupakan bentuk mind mapping yang menggambarkan peta konsep untuk menjelaskan suatu urutan kejadian, langkah-langkah dalam suatu prosedur atau tahap-tahap dalam suatu Misalnya dalam melakukan eksperimen. Rantai kejadian cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal yang berhubungan dengan . menggambarkan tahap-tahap suatu proses. langkah-langkah dalam suatu . menjelaskan suatu urutan kejadian. Misalnya menjelaskan berdirinya dinasti abbasiyah dan factor-faktor yang menyebapkan bani AZZAHRA Vol. I I No. Th. E-ISSN: 2714-982X Edisi: Juli-Desember 2020 abbasiyah mencapai puncaki kejayaan dalm bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dimulai dengan mendeskripsikan sebab-sebab terjadinya peperangan, kelompok-kelompok yang terlibat, kemudian menjelaskan akibat yang ditimbulkan dari peperangan baik terhadap aspek sosial, politik dan kekuasaan serta dampak kelanjutannya dalam kepemimpinan Islam masa itu. Perkembangan Motivasi Belajar Perubahan motivasi internal pada diri mahasiswa ditandai dengan munculnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan belajar. Sikap jenuh belajar dan tidak tertarik materi pembelajaran materi sejarah peradaban islam perlahan menjadi bergeser tergantikan dengan sikap semangat dan tertarik materi sejarah peradaban islam, karena penggunaan pembelajaran mind mapping. Dalam diri mahasiswa muncul motivasi kuat, akibat dorongan perasaan untuk belajar. Kuat-lemahnya motivasi mahasiswa sangat tergantung pada bagaimana perasaan yang dimiliki mahasiswa itu yang pada akhirnya melahirkan tindakan untuk memenuhi kepuasan, berupa belajar sejarah peradaban islam dengan sungguh-sungguh. Dari sini dapat dikatakan bahwa motivasi belajar erat hubungannya dengan diterapkannya model belajar mind Dari hasil pengamatan perubahan motivasi belajar dapat diamati dalam tabel berikut. Tabel 4. Perbedaan Kondisi Pembelajaran Sebelum dan Sesudah Mind Mapping No Keadaan SebelumMind Mapping Keadaan Sesudah Mind Mapping Keaktivan Belajar Keaktivan Belajar Kemauan bertanya masih rendah. Kemauan bertanya meningkat kuantitas dan kualitas. Kemauan menanggapi Kemauan menanggapi menjadi tinggi. Penyajian makalah/presentase bervariasi. Penyajian makalah/presentase dan lebih bersemangat. monoton, kurang bersemangat. Kemampuan kerjasama rendah. Kemampuan kerjasama tinggi. Kreativitas Belajar Kreativitas Belajar DAMANHURI. SUMARYATI / PENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATA KULIAH SEJARAHA Kemampuan menciptakan variasi a. Kemampuan pertanyaan rendah pertanyaan lebih bervariasi. Kemampuan menyampaikan b. Kemampuan memberi alternatif jawaban alternatif jawaban terbatas dan Kemampuan menemukan cara-cara baru Kemampuan dalam menyampaikan makalah lebih cara-cara baru dalam presentase makalah terbatas dan monoton Motivasi Belajar Motivasi Belajar Semangat belajar yang ditandai a. Semangat belajar yang ditandai dengan dengan kemauan dan pemenuhan kemauan dan pemenuhan kebutuhan kebutuhan belajar rendah. sarana belajar meningkat. Sikap serius/sungguh- sungguh b. Sikap serius/sungguh- sungguh dalam dalam mengikuti perkuliahan belum terlihat jelas. Sikap ingin tahu rendah. Sikap ingin tahu meningkat. Minat terhadap pengembangan c. Minat terhadap pengembangan ilmu ilmu rendah. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa, pembelajaran materi sejarah peradaban islam mendapat respon positif dari mahasiswa setelah menggunakan model mind mapping yang telah mengubah kejenuhan belajar menjadi semangat dan tertarik memahami materi sejarah peradaban islam. tumbuhnya motivasi mampu memberikan fungsi antara lain: mendorong tingkah laku atau perbuatan belajar berupa semangat memahami materi, mengembangkan materi dalam pembahasan dalam dikusi. Kedua, meningkatkan prestasi belajar melalui partisipasi dalam diskusi dan respon balik terhadap pembelajaran dosen. Ketiga, mahasiswa yang telah berhasil memiliki motivasi pada kenyataannya lebih berhasil baik dalam mengerjakan tugas membuat makalah maupun penyajiannya dalam diskusi kelompok, serta terlihat lebih siap dibandingkan mahasiswa lain yang memiliki motivasi rendah. Berdasarkan uraian tersebut pembelajaran model mind mapping mampu mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Itu sebabnya meningkatkan motivasi belajar melalui metode pembelajaran yang relevan merupakan salah AZZAHRA Vol. I I No. Th. E-ISSN: 2714-982X Edisi: Juli-Desember 2020 Mempertahankan kondisi belajar yang diwarnai dengan motivasi belajar secara penuh merupakan kegiatan yang membutuhkan latihan dan pembiasaan dalam suasana embelajaran yang mendukung, guna menghasilkan prestasi akademik yang lebih baik. Kesimpulan Hasil kajian dan analisis data-data di lapangan tentang upaya meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan materi sejarah peradaban islam melalui pembelajaran mind mapping, menghasilkan beberapa informasi dan temuan yang terumuskan dalam kesimpulan seperti berikut: pertama, implementasi metode mind mapping pada pembelajaran materi sejarah peradaban islam mampu meningkatkan motivasi belajar mahaiswa PIAUD. hal tersebut dapat dilihat pada: meningkatnya tingkah laku atau perbuatan belajar berupa semangat memahami materi, mengembangkan materi dalam pembahasan diskusi. meningkatnya sikap sungguh-sungguh, rasa ingin tahu, serta minat memahami materi pembelajaran. motivasi telah berhasil partisipasi dalam diskusi dan respon balik terhadap pembelajaran dosen. Kedua, keaktivan mahasiswa PIAUD dalam pembelajaran sejarah islam dengan menggunakan metode mind mapping, menjadikan kemauan bertanya mahasiswa meningkat. Demikian pula menjadi meningkat kemauan menanggapi terhadap permasalahan yang sedang dibicarakan baik oleh dosen maupun oleh mahasiswa penyaji materi diskusi. Dari sisi kualitas sumber-sumber buku rujukan yang menjadi bahan referensi. Keberanian mahasiswa dalam menyampaikan makalah terlihat lebih percaya diri dengan model penyampaian menggunakan mind mapping dalam bentuk power point lewat media LCD. Dalam memberikan respon balik atas pertanyaan dari teman-teman lain, dilakukan dengan jelas, obyektif, ilmiah sesuai prosedur keilmuan yang telah difahami. DAMANHURI. SUMARYATI / PENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATA KULIAH SEJARAHA Ketiga, kreativitas belajar mahasiswa PIAUD dalam pembelajaran sejarah peradaban islam dengan menggunakan metode mind mapping, berkembang baik yang ditunjukkan dengan kemampuan mengembangkan materi diskusi dengan berdasar pada pendekatan yang makin meluas . xpanding community approac. , kemampuan menciptakan variasi pertanyaan lebih bervariasi, kemampuan memberi alternatif jawaban bervariasi, demikian juga kemampuan mahasiswa menemukan cara-cara baru dalam menyampaikan makalah lebih bervariasi. Kreativitas mahasiwa dapat dilihat juga dari kemampuan memberi alternatif jawaban yang mengikuti pola integrative korelasional. Strategi memberikan jawaban mengambil beberapa konsep dari berbagai disiplin ilmu yang berhubungan dengan materi kajian untuk memberikan fokus jawaban, sehingga posisi masalah yang sedang dibicarakan menjadi lebih jelas. AZZAHRA Vol. I I No. Th. E-ISSN: 2714-982X Edisi: Juli-Desember 2020 DAFTAR PUSTAKA