Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 TINJAUAN PUSTAKA PENGGUNAAN PELEMBAB PADA DERMATITIS ATOPIK ANAK Riri Arisanty Safirin Lubis Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Departemen Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ririarisanty@umsu. Abstrak: Pendahuluan: Dermatitis atopik (DA) merupakan salah satu istilah yang banyak dipakai untuk menggambarkan bentuk kelainan kulit yang sering terjadi. Dermatitis atopik terjadi pada 15% populasi anak-anak dan berkaitan erat dengan tingginya kadar IgE. Salah satu terapi pada pasien DA bertujuan untuk mengatasi kekeringan kulit. Pemberian pelembab diharapkan dapat mengatasi kekeringan kulit yang terjadi sehingga dapat mengurangi keluhan dan komplikasi kulit yang biasa Pembahasan: Manifestasi lesi DA dapat bertambah parah pada kondisi cuaca dingin dan kering. Pada DA terjadi gangguan fungsi sawar kulit akibat gangguan fungsi keringat, terjadinya Trans Epidermal Water Lost (TEWL) dan perubahan lemak kulit. Diagnosis DA ditegakkan berdasarkan kriteria Hanafin dan Rajka yang menilai luasnya kelainan kulit, perjalanan penyakit dan intensitas penyakit. Penatalaksanaan DA berupa pemberian pengobatan yang bersifat sistemik mupun pengobatan yang bersifat topikal menggunakan pelembab yang mengandung bahan oklusif dan humektan. Efek samping penggunaan pelembab yang harus diperhatikan yaitu iritasi kulit, dermatitis kontak alergi, akne kosmetika, sumbatan kelenjar keringat, dan infeksi. Kesimpulan: Dermatitis atopik (DA) merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan kulit gatal dan kulit kering . yang biasanya menyerang usia bayi dan anak. Perubahan struktur korneosit dan lemak interseluler menyebabkan penigkatan TEWL sehingga kulit penderita dermatitis atopik menjadi kering. Pemberian pelembab pada DA bertujuan untuk mengembalikan kadar air menjadi normal kembali. Penggunaan pelembab pada DA dapat meningkatkan sawar kulit, mengurangi TEWL dan dapat mengurangi rasa Kata kunci: Dermatitis atopi. Pelembab JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 Abstract : Introduction: Atopic dermatitis (DA) is a term that is widely used to describe a form of skin disorder that often occurs. Atopic dermatitis occurs in 15% of the pediatric population and is closely associated with high IgE levels. One of the therapies in AD patients aims to treat skin dryness. Giving moisturizer is expected to be able to overcome the dryness of the skin that occurs so that it can reduce complaints and skin complications that usually occur. Discussion: The manifestation of AD lesions can get worse in cold and dry weather conditions. In AD there is impaired function of the skin barrier due to impaired sweat function, the occurrence of Trans Epidermal Water Lost (TEWL) and changes in skin fat. AD can be diagnosed based on the Hanafin and Rajka criteria which assessed the extent of skin disorders, disease course and disease The management of AD consists of systemic and topical agents such as a moisturizer containing occlusive and humectant ingredients. Side effects of using moisturizers that must be considered are skin irritation, allergic contact dermatitis, cosmetic acne, obstructed sweat glands, and infection of the skin. Conclusion: Atopic dermatitis (AD) is a disease characterized by itchy skin and dry skin . which usually affects infants and children. Changes in the structure of the corneocytes and intercellular fat cause an increase in TEWL so that the skin of people with atopic dermatitis becomes dry. The application of moisturizer in DA aims to return the water content to normal again. The use of a moisturizer in DA can increase the skin barrier, reduce TEWL and can reduce itching. Keywords: Atopic dermatitis. Moisturizer superficial, adanya reaksi peradangan PENDAHULUAN dan diserta rasa gatal. Dermatitis atopik (DA) merupakan salah satu istilah yang banyak dipakai untuk menggambarkan bentuk kelainan kulit yang sering terjadi. Kata atopy berasal dari bahasa Yunani atopos yang berarti out of place. Pada tahun 1930 Hill dan Sulzeberg merupakan sarjana Dermatitis atopik terjadi pada 15% populasi anak-anak dan berkaitan erat dengan tingginya kadar IgE pada penderita tersebut sehingga diduga bahwa DA mempunyai kaitan yang erat dengan faktor imunologi. Selain faktor imunologi. DA juga dipengaruhi oleh faktor genetik. dermatitis atopi untuk menggambarkan keadaan kulit yang ditandai oleh Data insidensi dan prevalensi kronisitas penyakit, letaknya yang DA pada anak belum dilaporkan secara JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 Tetapi di Indonesia pada tahun tersebut disebabkan antara lain oleh 2000 ditemukan 23,67% kasus baru DA gangguan fungsi keringat, terjadinya anak dari 611 kasus baru penyakit kulit Trans Epidermal Water Lost (TEWL) dan perubahan lemak kulit. 1,3,5 pertama dari 10 penyakit kulit anak pada 7 rumah sakit di 5 kota di Indonesia. Prevalensi DA pada anak lebih tinggi terdapat di Australia dan Eropa Utara dan lebih rendah di Eropa Barat. Tengah dan Asia. Wanita lebih banyak terkena DA dibandingkan pria dengan perbandingan 3:1. Penderita Penatalaksanaan DA berupa pemberian pengobatan yang bersifat bersifat topikal. 1, 3 Kondisi kulit yang kering pada DA akan meningkatkan rasa gatal dan kulit menjadi rentan terhadap infeksi, sehingga salah satu terapi pada pasien DA sebaiknya juga bertujuan untuk mengatasi kekeringan memiliki riwayat keluarga alergi atau kulit tersebut. Pemberian pelembab atopik, selain itu didapatkan juga diharapkan dapat mengatasi kekeringan manifestasi penyakit atopi lain seperti: kulit yang terjadi sehingga dapat asma, demam atau rhinitis alergi. mengurangi keluhan dan komplikasi Manifestasi lesi DA dapat bertambah kulit yang biasa terjadi. 3,6,7 parah pada kondisi cuaca dingin dan 1 Manifestasi DA dapat berupa: utama penderita DA, kulit kering. Pada makalah ini membahas dermatitis atopik. pitiriasis alba dan Dennie Morgan PATOGENESIS DERMATITIS 7 Kulit penderita DA juga ATOPIK rentan terhadap infeksi virus, bakteri Disfungsi sawar kulit dan jamur karena pada DA terjadi Stratum korneum menyusun sawar gangguan fungsi sawar kulit. Gangguan utama untuk difusi substansi melewati JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 Substansi itu terdiri dari korneosit proses kornifikasi, membran plasma dan lipid, terutama ceramides, sterols dan asam lemak bebas. 7 Ceramides epidermis dan berperan menahan air dan fungsi sawar stratum korneum. ceramide pasien DA rendah dan inilah Kulit kering merupakan gambaran pada yang menyebabkan gangguan sawar 9,10 Disfungsi Kadar dipengaruhi oleh gaya hidup, misalnya stratum korneum. Pada penderita atopi berlebihan, deterjen yang tertinggal pada pakaian, antigen lingkungan yang abnormal, yang akan menghidrolisis mampu berpenetrasi di kulit akibat . ir Selain itu, flora bakterial conditione. , ventilasi yang buruk dan kulit didapatkan dari kedua lesi dan non lesi kulit dari pasien dengan DA Disfungsi sawar kulit akan merangsang 10,11 pengeluaran sitokin, misalnya yang berasal dari keratinosit. Pasien atopi menambah menjadi defisiensi ceramide di stratum korneum. 7,9,11 Perubahan AunormalAy, dapat dianggap bahwa selalu kandungan lipid di stratum korneum merupakan penyebab perubahan sawar rangsangan pada disfungsi sawar. Sawar kulit diperankan terutama oleh keratinosit di epidermis yang saat proliferasinya menuju stratum korneum envelope (CE)-associated protein. Pada Abnormalitas imunologik Peristiwa imunologik pada penderita individual termasuk aktivasi dari imun respon T-helper 2 (Th. , dengan JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 sintesis sitokin IL-4. IL-5. IL-10 dan atopik sering berkarakter urtikaria. IL-13 dan penghambat respon Th1. Sel manifestasi dari hiperaktivitas Th2. Th1 akan memproduksi IFN-. TNF. IL-12 dan IL-17. IL-4 dan IL-5 GAMBARAN KLINIS menyebabkan peningkatan level IgE Berdasarkan manifestasi klinisnya. DA dan eosinofilia pada jaringan dan darah dikelompokkan dalam tiga fase13,14 perifer eosinofil serta menginduksi Dermatitis atopik fase bayi/infantil molekul adesi yang terlibat pada . bulan-2 tahu. migrasi dari sel inflamasi ke lesi kulit12 perkembangan sel T menjadi sel Th2 dipacu oleh IL-10 dan prostaglandin (PG)-E. IL-10 hipersensitivitas tipe lambat. IL-4 mengatur produksi IFN-. IFN- yang akan menghambat proliferasi sel Th2, ekspresi IL-4 pada sel T, dan produksi Bersifat daerah pipi, dahi, kepala, fossa kubiti, fossa poplitea, badan dan tungkai, ditandai dengan lesi polimorfik yang berbatas tegas, difus, berupa makula pruritus yang hebat. IgE. IL-4 dan IL-13 berperan sebagai Dermatitis atopik fase anak . -12 meningkatkan regulasi VCAM-1 serta E-selectin sel endotel. IL-5 berperan Bersifat subakut, mengenai leher, fosa sebagai faktor diferensiasi sel B dan kubiti, fosa poplitea dengan gambaran 12,13 Pada klinis berupa erosi dan ekskoriasi. umumnya sel T teraktivasi oleh alergen Dermatitis atopik fase dewasa . -18 hirup. Alergen makanan, autoantigen dan superantigen (SAG) yang berasal Lanjutan dari tipe bayi dan tipe anak, dari bakteri. Baru-baru ini diamati pula gambaran yang ditandai dengan makula peran Pityrosporum ovale sebagai pemicu lesi DA. Lesi awal dermatitis ekstensor ekstremitas dan tengkuk. JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 Kejadian KRITERIA DIAGNOSIS Diagnosis DA ditegakkan berdasarkan kronik residif. Riwayat atopi pada diri Pemeriksaan sendiri atau keluarga. laboratorium kurang mempunyai nilai Kriteria Minor . atau lebi. diagnostik kuat. Kriteria diagnosis yang Xerosis. Iktiosis / hiperkeratosis secara luas digunakan adalah kriteria palmaris / keratosis pilaris. berdasarkan Hanafin dan Rajka13,14 Reaktivitas uji kulit tipe cepat. yang menilai luasnya kelainan kulit. Peningkatan perjalanan penyakit dan intensitas Dermatitis di daerah palmo- penyakit berdasarkan kriteria ini dibagi Keilitis. Dermatitis di menjadi tiga yaitu derajat ringan apabila didapatkan nilai skoring 3-4. Kemudahan mendapat infeksi derajat sedang dengan nilai 4,5-7,5 Staphylococcus nilainya 8,5-9. Diagnosis Hanifin IgE kepala/sebore. Rajka13,14. Papul didasarkan atas kriteria mayor dan Pitiriasis alba. Dermatitis di Kriteria mayor . atau lebi. Morfologi dan sebaran yang khas. atau linearitas fleksural White Katarak dan Uji kulit . ipe Pruritus. serangan pada wajah cepa. Garis Dennie Morgan. Kemerahan kepucatan di wajah. Perjalanan lingkungan dan emosi. dan ekstensor pada bayi Selain kriteria di atas derajat keparahan dan anak. penyakit DA juga dapat dilakukan JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 dengan menggunakan indeks Scoring korneum antara 10-30%. Penelitian of Atopik Dermatitis/SCORAD. Sistem mengenai pelembab berkembang pada ini terdiri dari 3 parameter yaitu luas sekitar tahun 1950, ketika itu Blank lesi, atau penyakit yang dihitung berdasarkan rule of nine, intensitas disebabkan oleh kandungan air yang Bila terjadi kerusakan sawar melihat bentuk kelainan kulit, dan juga kulit maka kandungan air pada lapisan korneum tersebut dikurangi. Tujuan menggunakan visual analog scale pemakaian pelembab adalah untuk (VAS), dihitung rata-rata selama 3 hari mempertahankan kadar air pada lapisan setiap malam adakah gejala gatal dan korneum sementara sampai kerusakan gangguan tidur dengan angka 0 apabila sistem sawar kuit tersebut pulih. 4,12,13 tidak ada, dan angka dapat diberi Pelembab akan meningkatkan sampai 10 apabila terdapat rasa gatal kadar air pada stratum korneum yang yang hebat dan terjadi gangguan tidur. disebut skin capacitance (SC), dengan Hasil dari penelitian ketiga parameter cara meningkatkan absorbs air perkutan tersebut di masukkan ke dalam rumus dan menurunkan TEWL. Peningkatan A/5 7B/2 C, absorbsi perkutan dapat terjadi karena adanya substansi yang dapat mengikat diadapatkan skor 40. 17 Keuntungan dari membentuk sawar lipid hidrofobik. berguna dalam penilaian derajat sakit. Humektan adalah bahan yang mampu dapat digunakan sebagai parameter menarik air ke dalam stratum korneum menilai keberhasilan pengobatan. dan meningkatkan hidrasi, menjaga SCORAD PELEMBAB Pelembab adalah suatu bahan kompleks yang dibuat dengan tujuan untuk mempertahankan kadar air pada lapisan . kelenturan dan menghambat evaporasi dengan adanya sawar lipid yang tahan terhadap air, maka evaporasi melalui Keadaan JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 terjadinya akumulasi air pada stratum Pelembab golongan ini bersifat untuk oklusif atau membentuk lapisan yang meningkatkan skin capacitance dan menurunkan TEWL. mengganti lapisan hidrofilik alamiah, sehingga mengurangi TEWL. Preparat PELEMBAB PADA DERMATITIS ATOPIK 14,16 Perbaikan sawar kulit membutuhkan suatu proses aktif yang tergantung pada Emolien produksi lipid keratinosit. Pemberian lipid yang mencegah penguapan air dari permukaan kulit dan memperbanyak akumulasi air dalam lapisan tanduk menggantikan lipid keratinosit tetapi yang berasal dari lapisan di bawahnya. dapat mengurangi kerusakan sawar Efek melembabkan juga mengubah sifat biofisik stratum korneum secara memiliki struktur menyerupai lipid Efek maksimum terjadi 30 menit pada kulit normal, sehingga lebih hingga 1 jam setelah penggunaan dan efektif dalam membantu memperbaiki bertahan hingga lebih dari 4 jam. kerusakan sawar kulit. 3,4,10 Komponen terpenting pada emolien Pelembab biasanya merupakan emulsi adalah lipid. Lipid bisa berasal dari minyak dalam air . il in wate. seperti tumbuhan dan hewan, minyak mineral lotion atau emulsi air dalam minyak atau sintetik. Asam lemak lipid yang . ater in oi. seperti krim. Tipe utama digunakan berantai karbon 8-18 dan pelembab terdiri dari oklusif dan dapat jenuh atau tidak jenuh. Bahan humektan, pelembab yang baik terdiri oklusif yang umum digunakan antara Secara dari dua tipe tersebut. Bahan Oklusif lain:15,16,18 Lemak hewani: lemak sapi, lemak domba . JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 Minyak tumbuhan Jenis emolien yang banyak Minyak mineral Lilin lemak Pengobatan DA dengan menggunakan kandungan air pada lapisan korneum. Emolien akan membentuk lapisan yang berminyak pada lapisan korneum yang (TEWL). Air yang akan menguap akan sehingga air tersebut akan mengisi celah-celah korneosit, selain itu emolien tersebut juga akan meresap ke lapisan atas lapisan korneum sehingga menyerupai hidrokarbon, zat ini dipakai sejak 1872. Petrolatum dianggap sebagai emolien standar preparat emolien. Keuntungan biasanya memperparah kondisi DA. Kerugian memakai petrolatum adalah sifatnya yang berminyak sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, oleh dengan zat lain yang dapat mengurangi rasa berminyak tersebut. 10,21 fungsi lemak interseluler yang pada DA Beberapa kadarnya berkurang. 6,20 pengobatan emolien secara lengkap Sebaiknya emolien diberikan setelah mandi, oleh karena pada saat ini kadar kadarnya meningkat setelah mandi. Emolien paling sedikit diberikan 2 kali sehari, bila diberikan ke seluruh tubuh anak-anak membutuhkan kurang kebih 250-500 gram emolien per minggu. yang terdiri dari emolien salep/krim, emolien bath oil, dan pemakaian sabun Efektivitas emolien dapat ditingkatkan dengan menggunakan wet wrapping. Perbaikan keadaan kulit pada DA terlihat setelah pemakaian emolien secara teratur dapat menurunkan gejala gatal dan dapat mengurangi pemakaian kortikosteroid Evaluasi penggunaan emolien JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 dapat dilakukan diantaranya dengan pengamatan/perabaan penurunan keluhan gatal. 4,12 korneum, contohnya: Asam amino Humektan Humektan adalah suatu bahan yang bersifat larut dalam air dan mempunyai Humektan dapat menyerap air dari sekeliling dan dari epidermis di bawah Kemampuan humektan menyerap air dari sekeliling hanya dapat dilakukan bila kelembapan lingkungan sekeliling mencapai 80%. Sebaiknya dikombinasi dengan emolien sehingga Urea Polyol, terdiri dari sejumlah molekul hidroksil yang bersifat higroskopis, bahannya antara Gliserin Sorbitol Propilen glikol Molekul makro adalah bahan memiliki bentuk molekul yang dapat mencapai efek maksimal. 15,16 Oleh Pirolidon mempunyai kemampuan menyerap air maka terjadi pembengkakan ringan pada lapisan korneum, perubahan ini akan memberikan sensasi kulit yang halus dan tidak keriput. Humektan besar sehingga tidak dapat berpenetrasi ke dalam stratum semipermeabel seperti: Asam hialuronat terdiri atas :10,16 Kondroitin sulfat Natural Liposom merupakan vesikel (NMF), merupakan substansi kecil yang berdiameter 50-500 nm yang dikelilingi oleh satu Substansi Bentuk JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 yang khusus disebut niosom. sebagai humektan urea juga memiliki Sekarang, fosfolipid digantikan kemampuan sebagai antipruritus, hal ini menguntungkan untuk pemakaian yakni non-ionic amphiphilic pada DA. TEWL dapat menurunkan lipids yang memiliki afinitas dengan pemakaian krim urea 10%. Penetrasi urea dapat meningkat bila dikombinasikan dengan hidrokortison. kekuatan hidrasi. Pemakian pelembab yang mengandung Gliserin merupakan humektan kuat dan mempunyai kemampuan menyerap air hampir sama dengan NMF yang merupakan pengikat air alami dalam Suatu membandingkan gliserin dengan jenis pelembab lain pada 394 penderita kulit kering menunjukkan hasil yang lebih urea dianjurkan hanya dipakai pada saat kulit dalam keadaan lembab untuk Pada penderita DA terdapat kekurangan kadar urea hingga 85% sehingga pemakaian urea pada DA diharapkan 8,10,15 baik pada penderita yang memiliki Humektan yang banyak dipakai lainnya adalah -hydroxy acids (AHA. yang memakai pelembab yang lain. Gliserin merupakan golongan asam organik dan secara cepat dapat mengembalikan dapat juga berfungsi sebagai zat kulit kering seperti normal dan mampu Beberapa zat yang termasuk kelompok AHAs adalah: asam glikolat, asam laktat dan asam malat. Humektan pelembab lain. 12,13 Jenis humektan yang lain adalah urea yang merupakan komponen dari NMF. Urea banyak dipakai sebagai krim golongan propylene glycol merupakan berfungsi sebagai humektan sekaligus bahan oklusif. tangan sejak tahun 1940-an. Selain JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 Bahan humektan yang penting bagi pengobatan DA adalah asam laktat. Humekta Absorbsi dari udara Seperti diketahui pada penderita DA peningkatan TEWL, sedangkan dari penelitian in vitro maupun in vivo diketahui bahwa pemberian asam laktat Sorbitol Kompone n yang Belum jelas Elastin Lesitin Resin DA. 8,14 Ariana Pelembut membandingkan efektifitas antara krim glukunolakton 8% dan krim urea 10% Mempengaru hi keratin terjadi efek Urea Mengikat Pankera tersebut memiliki efektivitas yang sama dalam perbaikan kekeringan kulit pada penderita DA. Asam Kolagen kondisi lapisan korneum pada penderita Penelitian Propilen Etilen terjadi penurunan kadar seramid yang Gliserin Kondensa t gula . engikat Asam Laktak Asam Jenis Isi Mekanisme Contoh Lubrikan Oklusi Petroleu Rekonstruksi lapisan lemak antar sel Minyak yang memiliki peran dalam pertahanan Lanolin Pelembab sering mengandung Silikon lemak-lemak Di antara sel korneosit, terdapat lemak menggantikan lemak tersebut untuk menggantikan lemak antar sel yang JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 rusak, penambahan bahan tersebut akan . sam linolena. , psoriasis, dermatitis atopik, dan xerosis senilis akan diikuti sehingga meningkatkan kohesi antar Bahan-bahan Pengolesan komponen tersebut antara lain: asam linoleat, lipid stratum komeum berupa seramid seramid, kolesterol dan kolagen. dan asam linolenat secara topikal pada Pengobatan DA harus memperhatikan kulit yang telah kehilangan komponen keadaan sebagai berikut: kulit kering, gatal, eksema, infeksi kulit, dan alergi. mempercepat pemulihan fungsi sawar Kulit permeabilitas kulit. 10,12 ambang rasa Garukan menjadi pencetus kerusakan kulit, yang rangsangan untuk menggaruk secara Pemberian memperbaiki kekeringan kulit pada DA dan dapat mengurangi gatal. Penelitian Dahlan menunjukkan keefektifan pelembab (PhysiogelA) memperbaiki sawar kulit . enurunkan TEWL) dan memperbaiki kekeringan kulit secara bermakna dalam 3 minggu pemberian pelembab pada anak-anak penderita dermatitis atopik. 4 Penelitian 1,3,19 Chamlin memperlihatkan penurunan Berbagai penelitian tentang peran lipid TEWL dan peningkatan SC pada stratum korneum dalam fungsi sawar penderita DA yang hanya diberi krim permeabilitas kulit di antaranya telah penurunan komposisi lipid stratum patologis tertentu, seperti pada penyakit defisiensi asam lemak esensial tertentu Pelembab kandungan air pada stratum korneum yang disebut skin capacitance (SC) dan JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 TEWL, meningkatkan absorbsi air per kutan. EFEK SAMPING PELEMBAB Iritasi Kulit hal ml dapat terjadi karena pelembab Tiap mengikat air . dan atau menyebabkan iritasi pada kulit, hanya bila individu tersebut cenderung lebih Dengan adanya sawar lipid merupakan resiko terjadinya reaksi evaporasi melalui permukaan kulit iritan kulit. Sediaan yang mengandung dapat dicegah. Keadaan ini akan ditergen natrium lauril sulfat sebagai menyebabkan terjadinya akumulasi air pengemulsi dengan konsentrasi 1 Ae 2% pada stratum korneum dan dengan atau lebih dapat mengiritasi kulit. Yang demikian pelembab akan meningkatkan juga merupakan iritan adalah propilen SC dan menurunkan TEWL. 4,16 glycol dan polietilen glycol dengan Atopik konsentrasi > 20%. 15,16 Untuk diperlukan suatu proses aktif yang Emolien beberapa kali sehari dan digosokkan Pemberian lipid secara kedaerah yang sangat sensitif, misalnya eksternal melalui pengolesan pelembab kulit leher, kelopak mata dan pipi, sehingga walaupun dengan sediaan keratinosit, tetapi dapat mengurangi efek kerusakan sawar kulit. Pelembab menyebabkan dermatitis. yang secara fisiologis menyerupai lipid. Sebagian pada kulit normal, lebih efektif dalam merasakan perih selama 10 menit setelah pemakaian solusio asam laktat sawar kulit. 4,10,15 10 % di lipatan nasolabial dan kedua Pasien yang merasakan perih ini JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 terhadap beberapa preparat topikal lain, akibat emolien karena reaksi yang tetapi mekanisme dasarnya belum jelas. terjadi menyerupai perburukan spontan Pada dari kelainan. Tes tempel diperlukan menyebabkan iritasi dengan gejala bila pada penyakit dasar terdapat seperti rasa terbakar dan seperti rasa kecurigaan klinis yang nyata. Reaksi alergi tipe lain selain tipe IV . ermatitis konta. mungkin terjadi. Dermatitis Kontak Alergi Bahan tetapi jarang. Urtikaria kontak dapat menyebabkan alergi adalah lanolin, menyebabkan anafilaksis kontak. Yang dapat menyebabkan urtikaria kontak Bahan antara kaub balsam peru, siranat pengawet antimikroba juga merupakan bahan yang memerlukan sensitisasi. Ester paraben . til, metil, dan buti. dalam konsentrasi lebih dari 1% dapat aldehid dan polietilen glikol. Dermatitis foto alergi dapat disebabkan karena bahan dalam sediaan emolien. Bahan penyebab ini terbagi 2 yaitu bahan pengawet dan tabir surya. Bahan Akne Kosmetika menyebabkan dermatitis kontak alergi. Beberapa bahan minyak dan lemak lilin Bahan Ae bahan lain yang dimasukkan dapat mengiritasi folikel rambut secara ke dalam sediaan emolien, misalnya spesifik dan mencetuskan pembentukan humektan . liserin dan ure. serta Pada waktu cocoa butter dari kolagen, destin dan asam hyaluronat derivatnya masih sering digunakan juga mempunyai kemungkinan menjasi banyak dijumpai reaksi akneformis 14,16 dibandingkan saat ini. Akne kosmetika yang sering terjadi berisfat superfisial Kadang-kadang sulit untuk mendeteksi tanpa inflamasi dalam atau kista. penyebab dermatitis kontak alergi JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 Folikulitis pustular kadang muncul Pada DA terjadi perubahan sebagai akibat iritasi folikular karena pada kulit khususnya pada lapisan emolien yang berlemak. 14,16 korneum yang merupakan sistem sawar Sumbatan Kelenjar Keringat Pada Fungsi kelembaban tinggi, sediaan yang tebal Transepidermal Water loss (TEWL) dapat menyumbat kelenjar keringat sehingga kadar air kulit dipertahankan ekrin, hal ini menyebabkan miliaria. dalam keadaan normal. Perubahan Gejala klinis umumnya berupa vesikel interseluler menyebabkan penigkatan TEWL dermatitis atopik menjadi kering. Akibat kristalina, dengan gejala gatal dan tidak Infeksi Pemberian pelembab pada DA adanya emolien dan tidak adanya udara Juga gosokan selama aplikasi KESIMPULAN Dermatitis atopik (DA) merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan kulit gatal dan kulit kering . yang biasanya menyerang usia bayi dan bertujuan untuk mengembalikan kadar air menjadi normal kembali. Pelembab yang dipakai dapat berbentuk bahan oklusif yang membentuk bahan oklusif permukaan kulit untuk mengurangi TEWL atau berebntuk bahan humektan yang bersifat mengikat air. Penggunaan meningkatkan sawar kulit, mengurangi TEWL dan dapat mengurangi rasa gatal Beberapa faktor mempunyai kaitan erat dengan dermatitis atopik diantaranya adalah faktor imunologi dan faktor genetik. REFERENSI