Jurnal Peduli Masyarakat Volume 7 Nomor 4. Juli 2025 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PEMBERDAYAAN POSYANDU LANSIA TERINTEGRASI BANK SAMPAH YANG BERKEMANJUAN. MANDIRI. DAN BERNILAI EKONOMIS PADA MASYARAKAT Candra Kusuma Negara*. Hery Wibowo. Rizka Hayyu Nafi'ah. Ricky Prawira Program Studi Keperawatan. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,Universitas Lambung Mangkurat. Jl. Brigjen Jl. Brigjend H. Hasan Basri. Pangeran. Banjarmasin Utara. Banjarmasin. Kalimantan Selatan 70123. Indonesia *candra. negara@ulm. ABSTRAK Posyandu Lansia merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan lansia melalui pemantauan kesehatan, edukasi, serta kegiatan sosial. Namun, pelaksanaannya sering terkendala partisipasi rendah, keterbatasan sumber daya, pendanaan, dan minimnya inovasi. Di sisi lain, pengelolaan sampah anorganik yang bernilai ekonomis masih kurang Untuk menjawab tantangan tersebut, diusulkan program pemberdayaan yang mengintegrasikan Posyandu Lansia dengan bank sampah. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia di daerah binaan Jl. Karang Rejo. Komplek Puskopad Kel. Guntung Manggis Kec. Landasan Ulin Banjarbaru, melalui pemenuhan dasar kesehatan berdasarkan kajian prioritas masalah. Metode yang digunakan adalah Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui survei, observasi. FGD, dan penyuluhan kepada 50 peserta. Fokus kegiatan mencakup empat aspek: integrasi bank sampah, penyuluhan penyakit tidak menular (PTM), pelatihan bantuan hidup dasar, serta skrining PTM meliputi Hipertensi. DM. Kolesterol, dan Asam Urat. Tahapan kegiatan meliputi persiapan . oordinasi, penyusunan modul, penyediaan saran. , sosialisasi program kepada masyarakat dan kader, implementasi berupa pelatihan, pendampingan, dan penerapan inovasi, serta monitoring dan evaluasi berdasarkan indikator capaian, partisipasi, dan perubahan perilaku. Hasil kegiatan menunjukkan tiga program mencapai target 100% yaitu integrasi bank sampah, penyuluhan PTM, dan pelatihan bantuan hidup dasar. Sementara skrining PTM mencapai 76%. Program ini terbukti efektif memberdayakan lansia agar lebih sehat, mandiri, dan bernilai ekonomis. Kesimpulannya, pengabdian ini berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi posyandu sebagai pusat pemberdayaan berbasis kesehatan, lingkungan, dan Kata kunci: kemandirian lansia. kesehatan lansia. posyandu lansia EMPOWERING A PROGRESSIVE. INDEPENDENT. AND ECONOMICALLY VALUABLE ELDERLY POSYANDU INTEGRATED WITH A WASTE BANK IN THE COMMUNITY ABSTRACT Posyandu Lansia is a community-based health service that aims to improve the welfare of the elderly through health monitoring, education, and social activities. However, its implementation often results in low participation, limited resources, funding, and minimal innovation. On the other hand, the management of inorganic waste that has economic value is still less than optimal. To address these challenges, an empowerment program is proposed that integrates Posyandu Lansia with a waste bank. This program aims to improve the quality of life of the elderly in the assisted area of Jl. Karang Rejo. Puskopad Complex. Guntung Manggis Subdistrict. Landasan Ulin District. Banjarbaru, by providing basic health care based on a study of priority problems. The method used is Communication. Information, and Education (KIE) through surveys, observations. FGDs, and counseling to 50 The focus of the activity covers four aspects: waste bank integration, non-communicable Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group disease (NCD) counseling, basic life support training, and NCD screening including Hypertension. Diabetes. Cholesterol, and Uric Acid. The activity stages included preparation . oordination, module development, provision of facilitie. , program socialization to the community and cadres, implementation in the form of training, mentoring, and innovation implementation, as well as monitoring and evaluation based on achievement indicators, participation, and behavioral change. The activity results showed that three programs achieved 100% of their targets: waste bank integration. NCD counseling, and basic life support training. Meanwhile. NCD screening reached This program has proven effective in empowering the elderly to be healthier, more independent, and economically valuable. In conclusion, this service has had a positive impact on improving community knowledge, skills, and behavior, while strengthening the function of integrated health service posts (Posyand. as centers for empowerment based on health, the environment, and the Keywords: elderly health. elderly independence. elderly posyandu PENDAHULUAN Lanjut usia . merupakan kelompok masyarakat yang rentan mengalami berbagai permasalahan, salah satunya ketergantungan ekonomi pada keluarga. Kondisi ini kerap mengurangi kemandirian finansial serta berdampak pada rasa percaya diri mereka (Hardyansah et al. , 2023. Hasanah et al. , 2. Tidak hanya itu, minimnya kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas produktif turut memengaruhi kualitas hidup lansia, baik dari sisi kesehatan fisik maupun kesejahteraan mental. Sementara itu, di tingkat komunitas, persoalan pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan yang belum tertangani secara optimal. Sampah anorganik, yang sejatinya memiliki potensi nilai jual, seringkali terbuang begitu saja tanpa melalui proses pemilahan dan pemanfaatan (Iska, 2020. Rachman et al. , 2. Situasi ini diperparah dengan rendahnya partisipasi lansia dalam kegiatan Posyandu Lansia, yang umumnya disebabkan oleh kurangnya inovasi program, keterbatasan dana, dan minimnya sumber daya pendukung. Sebagai contoh. Posyandu Lansia AuSehat BahagiaAy di Kota Banjarbaru mencatat sebanyak 90 lansia terdaftar, namun capaian programnya masih terbatas karena belum adanya terobosan kegiatan yang mampu memotivasi kehadiran dan keterlibatan aktif peserta. Di sisi lain, wilayah ini memproduksi sekitar 50Ae100 kilogram sampah rumah tangga setiap hari, dengan 60% di antaranya merupakan sampah anorganik yang sebenarnya dapat didaur ulang. Sayangnya, keberadaan bank sampah di daerah tersebut belum berfungsi optimal akibat rendahnya edukasi dan keterlibatan masyarakat. Untuk menjawab dua permasalahan utama ini yakni pemberdayaan lansia dan pengelolaan sampah diperlukan pendekatan yang kreatif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Salah satu konsep yang diusulkan adalah menggabungkan layanan Posyandu Lansia dengan program bank sampah. Melalui integrasi ini, lansia tidak hanya memperoleh layanan kesehatan rutin, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomis, seperti memilah dan mengelola sampah anorganik. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian finansial lansia, mengurangi volume sampah yang terbuang, dan menghidupkan kembali fungsi bank sampah di masyarakat. Selain itu, program ini sejalan dengan kebijakan kampus berdampak yang mendorong keterlibatan kampus yaitu dosen dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat atau pengabdian kepada masyarakat secara langsung. Dengan demikian, inisiatif ini bukan hanya menjawab persoalan lokal, tetapi juga memberi kontribusi strategis terhadap pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berbasis komunitas. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan lansia melalui integrasi Posyandu Lansia dengan Bank Sampah sehingga posyandu tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan berbasis lingkungan dan ekonomi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group kemandirian ekonomi lansia melalui pemanfaatan sampah bernilai ekonomis, mendorong partisipasi aktif lansia dalam kegiatan posyandu dengan memberikan insentif dari hasil pengelolaan bank sampah, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Selain berfokus pada peningkatan kualitas hidup lansia, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran posyandu sebagai pusat komunitas yang mandiri dan bernilai ekonomis. METODE Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui survei, observasi, focus group discussion (FGD), dan penyuluhan, dengan fokus pada empat sasaran utama: penguatan integrasi bank sampah, penyuluhan penyakit tidak menular (PTM), pelatihan bantuan hidup dasar (BHD), dan skrining kesehatan meliputi hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, serta asam urat. Tahap persiapan dimulai dengan survei awal dan koordinasi bersama pengurus Posyandu Lansia AuSehat BahagiaAy serta pengelola bank sampah untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, tingkat partisipasi lansia, kapasitas pengelolaan sampah, serta hambatan program. Observasi lapangan dilakukan guna memahami pola aktivitas, interaksi, dan potensi integrasi Posyandu dengan bank Selanjutnya. FGD dilaksanakan dengan melibatkan 50 peserta lansia, kader kesehatan, pengelola bank sampah, dan tokoh masyarakat untuk merumuskan strategi pelaksanaan, pembagian peran, dan mekanisme keberlanjutan program. Kegiatan inti meliputi: . penyuluhan pengelolaan bank sampah mencakup teknik pemilahan, penyimpanan, dan pemasaran hasil daur ulang. penyuluhan PTM dengan materi pencegahan dan pengendalian hipertensi. DM, kolesterol, serta asam urat. pelatihan BHD yang mengajarkan pengenalan tanda kegawatdaruratan dan teknik kompresi dada. skrining kesehatan untuk deteksi dini faktor risiko PTM melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol total, dan kadar asam urat. Selama pelaksanaan, dilakukan monitoring untuk memastikan ketercapaian target dan keterlibatan peserta. Evaluasi akhir dilakukan melalui wawancara singkat dan kuesioner guna menilai peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta rencana tindak lanjut. Hasil evaluasi ini menjadi dasar perbaikan dan penguatan model integrasi Posyandu Lansia dengan bank sampah agar dapat berjalan secara mandiri, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi sekaligus kesehatan bagi lansia dan masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Posyandu Lansia AuSehat BahagiaAy di Kota Banjarbaru, menghasilkan capaian yang beragam berdasarkan masing-masing program intervensi yang dirancang. Secara umum, kegiatan ini mencakup empat program utama yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup lansia melalui edukasi dan pemberdayaan di bidang kesehatan dan kemandirian. Berdasarkan tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini sehingga didapatkan hasil sebagai berikut. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Gambar 1. Target dan Hasil pelaksanaan kegiatan Berdasarkan diagram batang pada Gambar 1, dapat dilihat bahwa dari empat program yang dilaksanakan, tiga program berhasil mencapai target 100% yaitu FGD Integrasi Bank Sampah. Penyuluhan Penyakit Tidak Menular (PTM), dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Sementara itu, satu program yaitu Skrining Penyakit Tidak Menular belum mencapai target yang ditetapkan, dengan realisasi sebesar 76% dari target 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar program telah berjalan optimal dan mencapai sasaran yang direncanakan. Namun demikian, capaian yang belum maksimal pada kegiatan skrining kesehatan mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi peserta, seperti keterbatasan waktu, kondisi kesehatan lansia, atau kendala teknis pada saat pelaksanaan. Dengan melakukan perbaikan pada aspek tersebut, diharapkan seluruh program ke depan dapat mencapai target yang ditentukan secara menyeluruh dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sasaran. Pendampingan Integrasi Bank Sampah Gambar 2. Pendampingan Integrasi Bank Sampah Gambar 2 yaitu program pemberdayaan ini diimplementasikan dengan mengintegrasikan kegiatan Posyandu Lansia dengan operasional bank sampah. Langkah awal melibatkan sosialisasi dan pelatihan kepada para lansia mengenai pentingnya pemilahan sampah dan cara Selanjutnya, lansia dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan bank sampah, mulai dari mengumpulkan, memilah, hingga menimbang sampah anorganik. Hasil penjualan sampah tersebut kemudian dibukukan sebagai tabungan atau diberikan dalam bentuk insentif bagi lansia, yang secara signifikan meningkatkan kemandirian finansial mereka. Pelaksanaan program menunjukkan hasil yang menjanjikan. Peningkatan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu terlihat jelas, di mana insentif ekonomi dari bank sampah menjadi faktor pendorong Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group yang kuat. Lansia tidak lagi hanya datang untuk pemeriksaan kesehatan, tetapi juga untuk berinteraksi dan berkontribusi dalam kegiatan produktif. Hal ini memberikan mereka rasa bangga dan tujuan hidup, yang berdampak positif pada kesejahteraan fisik dan mental mereka. Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Wilayah mitra kini memiliki lingkungan yang lebih bersih, dan sampah anorganik yang sebelumnya terbuang menjadi sumber daya yang bernilai Pendanaan operasional Posyandu Lansia juga menjadi lebih mandiri. Hasil dari bank sampah dapat dialokasikan sebagai dana tambahan untuk membeli peralatan, mengadakan kegiatan sosial, atau menyediakan layanan kesehatan yang lebih baik. Ini menjadikan Posyandu Lansia "Sehat Bahagia" tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah, melainkan memiliki sumber pendanaan alternatif yang berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berhasil mengoptimalkan peran posyandu sebagai pusat kesehatan sekaligus pemberdayaan berbasis lingkungan dan ekonomi. Menurut responden, materi pendampingan mudah dipahami, aplikatif, dan sesuai dengan kondisi lapangan, sehingga memotivasi mereka untuk lebih aktif melakukan pemilahan sampah dari rumah. Hal ini sejalan dengan temuan yang menunjukkan bahwa pendampingan intensif dan pelibatan masyarakat secara langsung dapat meningkatkan keberlanjutan program bank sampah, baik dari segi ekonomi sirkular maupun dampak lingkungan (Nurlinayanti et al. Putri et al. , 2025. Sholihah et al. , 2. Integrasi bank sampah dengan kegiatan ekonomi kreatif berbasis daur ulang juga terbukti mampu memberikan nilai tambah ekonomi, meningkatkan kesejahteraan warga, dan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA (Hidayati & Rofi, 2025. Yuliamir et al. , 2. Kelompok sasaran utama dalam kegiatan ini, yang meliputi pengurus dan masyarakat sekitar, berperan penting sebagai penggerak utama perilaku pengelolaan sampah di tingkat rumah Peningkatan kesadaran dan keterampilan dalam memilah serta memanfaatkan sampah dapat menciptakan ekosistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, sejalan dengan konsep Zero Waste Community (Indrashwara et al. , 2024. Rezeki et al. , 2. Selain itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan bank sampah dan memaksimalkan dampak sosial-ekonominya (Nurcayani et al. , 2. Dengan demikian, kegiatan pendampingan integrasi bank sampah ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga mendorong terbentuknya perilaku ramah lingkungan yang berkelanjutan, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengurangan timbulan sampah dan peningkatan kualitas lingkungan di wilayah sasaran. Penyuluhan Penyakit Tidak Menular (PTM) Gambar 3. Penyuluhan Penyakit Tidak Menular (PTM) Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Gambar 3 menunjukkan bahwa kegiatan Penyuluhan Penyakit Tidak Menular (PTM), yang mencakup materi mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, dan asam urat, berhasil mencapai target 100% dari sasaran yang telah ditetapkan. Kelompok sasaran utama terdiri dari lansia dan kader kesehatan di wilayah binaan, yang dipilih karena memiliki tingkat risiko tinggi terhadap penyakit tidak menular dan berperan penting dalam menyebarluaskan informasi kesehatan di lingkungan sekitar. Penyuluhan dilakukan secara interaktif dengan media visual, simulasi, dan diskusi kelompok kecil, sehingga mendorong partisipasi aktif peserta. Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar peserta menyatakan bahwa materi yang diberikan mudah dipahami, relevan dengan kondisi mereka, dan dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga mengaku lebih memahami faktor risiko PTM, seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, stres, dan kebiasaan merokok, serta mengetahui langkah pencegahan melalui perubahan gaya hidup. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Nugraha et al. , 2. yang menyatakan bahwa penyuluhan kesehatan berbasis komunitas mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mencegah PTM secara signifikan. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa peningkatan literasi kesehatan pada lansia dapat membantu mereka dalam melakukan deteksi dini dan mengelola penyakit kronis yang diderita (Kristianingrum et al. , 2. Selain itu, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan perilaku sehat, terutama dalam pengaturan pola makan dan kepatuhan minum obat (Fadila, 2025. Udani et al. , 2. Pendekatan partisipatif yang digunakan pada kegiatan ini memperkuat keterlibatan masyarakat, yang menurut (Kristianingrum et al. , 2. merupakan kunci keberhasilan program pencegahan PTM di tingkat komunitas. Dengan demikian, keberhasilan mencapai target 100% pada penyuluhan PTM menunjukkan bahwa metode KIE yang dirancang secara kontekstual dan melibatkan peserta secara aktif efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapan masyarakat untuk mencegah serta mengendalikan PTM. Hasil ini juga mendukung temuan bahwa intervensi berbasis edukasi dan pemberdayaan komunitas dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perilaku hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM (Hajrah et al. , 2024. Suharsono et al. , 2025. Vilasari et al. , 2. Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Gambar 4. Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Gambar 4. menunjukkan bahwa kelompok sasaran utama pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) terdiri dari kader kesehatan, tenaga relawan, dan masyarakat umum yang berada di wilayah binaan. Pemilihan kelompok ini dilakukan secara strategis untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan BHD dapat tersebar secara luas di masyarakat. Melalui indikator peningkatan keterampilan resusitasi jantung paru (RJP) dan penanganan henti napas secara cepat dan tepat, program ini berhasil mencapai target partisipasi dan kelulusan 100%. Menurut hasil evaluasi, peserta menyatakan bahwa materi pelatihan mudah dipahami, relevan dengan situasi Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group darurat yang mungkin mereka hadapi, dan memberikan rasa percaya diri untuk bertindak. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa pelatihan BHD secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan dan kesiapan masyarakat dalam menangani kasus henti jantung mendadak sebelum bantuan medis profesional tiba (Amelia, 2025. Susyanti et al. , 2. Selain itu, metode pelatihan berbasis praktik langsung dan simulasi terbukti lebih efektif dalam mempertahankan keterampilan dibandingkan hanya menggunakan metode ceramah (Setioputro & Yunanto. Keterlibatan aktif peserta dalam pelatihan ini mencerminkan pentingnya pemberdayaan komunitas untuk mengurangi angka kematian akibat sudden cardiac arrest. Menurut penelitian (Virani et al. , 2. pemberian BHD oleh penolong awam dalam 4Ae6 menit pertama dapat meningkatkan peluang hidup korban hingga dua kali lipat. Temuan ini diperkuat oleh studi (Andiani et al. , 2025. Insani et al. , 2. yang menunjukkan bahwa pelatihan berkelanjutan di tingkat komunitas meningkatkan angka keberhasilan RJP dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya respon cepat dalam keadaan darurat Dengan demikian, keberhasilan program ini bukan hanya pada pencapaian target peserta, tetapi juga pada peningkatan keterampilan praktis dan kesiapan psikologis peserta dalam menghadapi situasi gawat darurat. Pendekatan yang terstruktur, partisipatif, dan berfokus pada simulasi lapangan dapat menjadi model pelatihan yang efektif untuk diterapkan secara luas di berbagai daerah. Skrining Penyakit Tidak Menular Gambar 5. Skrining Penyakit Tidak Menular Gambar 5. menunjukkan bahwa sasaran utama kegiatan skrining penyakit tidak menular (PTM) terdiri dari masyarakat usia produktif hingga lanjut usia, yang menjadi kelompok berisiko tinggi terhadap hipertensi, diabetes melitus, hiperurisemia, dan hiperkolesterolemia. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dengan menggunakan indikator cakupan pemeriksaan dan temuan kasus baru sebagai tolok ukur keberhasilan. Berdasarkan hasil pelaksanaan, program berhasil mencapai target partisipasi masyarakat 100%, dengan sebagian peserta teridentifikasi memiliki hasil pemeriksaan di atas batas normal dan diarahkan untuk mendapatkan tindak lanjut ke fasilitas kesehatan. Menurut responden, kegiatan skrining ini bermanfaat karena membantu mereka mengetahui kondisi kesehatan secara dini, terutama bagi yang sebelumnya tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Hal ini sejalan dengan temuan yang menunjukkan bahwa skrining PTM secara berkala dapat meningkatkan deteksi dini, mempercepat intervensi, dan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang (Haq et al. , 2024. Hidayat et al. , 2. Lebih lanjut, pendekatan pelayanan kesehatan yang bersifat preventif terbukti efektif dalam menurunkan beban pembiayaan kesehatan akibat pengobatan penyakit kronis (Husna & Syahputri, 2. Kelompok sasaran skrining yang meliputi usia produktif dan lansia menunjukkan pentingnya intervensi kesehatan yang menyasar populasi berisiko. Peningkatan kesadaran akan pentingnya Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat dapat menciptakan perilaku hidup sehat yang lebih konsisten, khususnya dalam hal pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan kontrol rutin (Erika et al. , 2025. Fadhil et al. , 2. Studi (Salsabila et al. , 2. juga memperkuat bahwa deteksi dini dan edukasi yang dilakukan bersamaan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menjalani pengobatan dan perubahan gaya hidup. Dengan demikian, keberhasilan kegiatan skrining ini bukan hanya terlihat dari capaian jumlah peserta, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran, motivasi, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga Pelaksanaan skrining PTM secara teratur, disertai edukasi kesehatan, dapat menjadi strategi penting dalam mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit degeneratif di SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Posyandu lansia AuSehat bahagiaAy berlokasi di Jl. Karang Rejo. Komplek Puskopad Kel. Guntung Manggis. Kec. Landasan Ulin. Kota Banjarbaru RT: 005 RW: 001. Melalui pendekatan Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kesehatan, kemandirian ekonomi sebagai upaya meningkatkan kualitas lansia baik secara Kesehatan maupun ekonomi. Integrasi Posyandu Lansia dan bank sampah terbukti menjadi model pemberdayaan yang sangat efektif dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh lansia dan masyarakat. Program ini berhasil mengatasi masalah keterbatasan ekonomi lansia. DAFTAR PUSTAKA