Jurnal Teknologi Industri (JTI) Vol. No. Februari 2026, hal. 47 Ae 56 ISSN: 2302-2191 (Prin. 3030-9964 (Onlin. https://doi. org/10. 35968/jti. Open Access Analisis Pengaruh Reflektor terhadap Distribusi dan Intensitas Cahaya pada Sistem Pencahayaan LED SMD Yahya Ayasy1. Munnik Haryanti2 Prodi Teknik Elektro. Fakultas Teknik Dirgantara dan Industri. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Jakarta. Indonesia Info Artikel Histori Artikel: Diajukan: 24 Februari 2026 Direvisi: 5 Maret 2026 Diterima: 8 Maret 2026 Kata kunci: Intensitas Cahaya Efikasi Optik Lampu LED Reflektor Distribusi Cahaya Keywords: Light Intensity Optical Efficacy LED Lamp Reflector Light Distribution Penulis Korespondensi: Yahya Ayasy Email: yahyaayasy44@gmail. ABSTRAK Kebutuhan sistem pencahayaan yang efisien dan hemat energi semakin meningkat seiring berkembangnya aktivitas manusia di berbagai lingkungan. Lampu Light Emitting Diode (LED) banyak digunakan karena memiliki efisiensi energi tinggi dan umur pakai yang panjang, namun sudut pancar LED yang lebar menyebabkan sebagian cahaya tidak termanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan reflektor terhadap peningkatan intensitas dan distribusi cahaya pada sistem pencahayaan berbasis LED. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan merancang sistem pencahayaan menggunakan LED jenis Surface Mount Device (SMD). Pengujian dilakukan pada dua konfigurasi, yaitu LED tanpa reflektor dan LED dengan reflektor. Intensitas cahaya diukur menggunakan lux meter pada jarak pengukuran yang sama dengan dua variasi sudut reflektor, yaitu 120A dan 130A. Data dianalisis secara komparatif untuk mengevaluasi peningkatan intensitas cahaya dan efisiensi pemanfaatan cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LED tanpa reflektor menghasilkan intensitas rata-rata sebesar 321 lux. Penggunaan reflektor dengan sudut 120A meningkatkan intensitas cahaya menjadi 660 lux atau naik sebesar 105,61%, sedangkan reflektor dengan sudut 130A menghasilkan intensitas 483 lux atau meningkat sebesar 50,47%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan reflektor mampu meningkatkan efisiensi distribusi cahaya tanpa menambah konsumsi daya listrik, sehingga berpotensi diterapkan pada berbagai sistem pencahayaan yang membutuhkan intensitas cahaya lebih optimal. The demand for efficient and energy-saving lighting systems continues to increase due to the growing number of human activities in indoor and outdoor environments. Light Emitting Diode (LED) technology is widely used because of its high energy efficiency and long lifespan. However, the wide beam angle of LEDs often causes a portion of the emitted light to disperse and not be effectively utilized. This study aims to analyze the effect of reflector implementation on improving light intensity and distribution in LED-based lighting systems. This research employed an experimental method by designing a lighting system using Surface Mount Device (SMD) LEDs. Two configurations were tested: LEDs without reflectors and LEDs equipped with Light intensity was measured using a lux meter at a fixed measurement distance with two reflector angle variations of 120A and 130A. The data were analyzed comparatively to evaluate the improvement in light intensity and lighting efficiency. The results show that the LED without a reflector produced an average light intensity of 321 lux. The use of a reflector with a 120A angle increased the light intensity to 660 lux . 61% improvemen. , while the 130A reflector produced 483 lux . These results indicate that reflector implementation can significantly improve light distribution efficiency without increasing power consumption. Copyright A 2026 Author. All rights reserved Creative https://journal. id/index. php/jti Yahya Ayasy dan Munnik Haryanti: Analisis Pengaruh Reflektor terhadap Distribusi dan Intensitas Cahaya pada Sistem Pencahayaan LED SMD PENDAHULUAN Kebutuhan akan sistem pencahayaan yang hemat energi dan berkualitas semakin besar karena semakin banyaknya aktivitas manusia di lingkungan dalam ruangan maupun luar ruangan. Sistem pencahayaan juga berkontribusi signifikan terhadap penggunaan energi listrik, sehingga peningkatan efisiensi pencahayaan menjadi aspek penting dalam upaya penghematan energi dan pengelolaan penggunaan listrik secara lebih efektif. Lampu LED telah banyak digunakan sebagai pengganti dari lampu konvensional seperti lampu pijar dan lampu fluoresen karena lebih hemat energi serta memberikan pencahayaan yang lebih baik . Penggunaan LED memiliki potensi penerapan yang luas di berbagai sistem penerangan modern karena kemampuannya menghasilkan cahaya dengan konsumsi daya yang relatif rendah . Salah satu keunggulan lain dari LED adalah daya tahan yang tinggi, ukuran yang lebih kecil, serta kemampuan menghasilkan cahaya dengan efisiensi yang lebih baik dibandingkan lampu tradisional . Meskipun memiliki berbagai keunggulan. LED umumnya memancarkan cahaya dengan sudut sebaran yang cukup lebar sehingga tidak seluruh cahaya yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menerangi area tertentu . Tanpa pengendalian optik yang memadai, sebagian cahaya dari LED akan keluar ke arah yang tidak sesuai, sehingga mengurangi kekuatan cahaya yang sampai ke area kerja . Metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas distribusi cahaya adalah dengan menambahkan reflektor pada sistem pencahayaan LED. Reflektor berjalan berdasarkan cara memantulkan cahaya, yaitu cahaya yang keluar dari sumber akan dipantulkan kembali ke arah tertentu sesuai dengan bentuk dan sifat permukaan reflektor . Menggunakan reflektor dengan bahan dan bentuk yang sesuai bisa membuat sistem pencahayaan lebih efisien karena mengurangi kehilangan cahaya yang terjadi akibat penyerapan dan penyebaran cahaya yang tidak terkontrol . Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa karakteristik reflektor berpengaruh terhadap distribusi intensitas cahaya yang dihasilkan oleh sistem pencahayaan . Peningkatan efisiensi optik pada sumber cahaya berbasis LED dapat dicapai dengan memanfaatkan struktur reflektif yang optimal . Penelitian ini menjelaskan tentang desain dan evaluasi kinerja sistem penerangan berbasis lampu LED yang dilengkapi dengan reflektor. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat kecerahan menggunakan alat lux meter dari jarak yang sama, dengan dua jenis sudut reflektor yang berbeda. Analisis difokuskan pada peningkatan distribusi cahaya dan efisiensi sistem pencahayaan yang dihasilkan melalui penggunaan reflektor. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan tahapan sebagaimana terlihat pada Urutan penelitian pada artikel ini meliputi tahapan perancangan sistem pencahayaan, pengujian, serta analisis kinerja sistem pencahayaan LED dengan dan tanpa reflektor. Fokus penelitian adalah mengevaluasi pengaruh penggunaan reflektor terhadap distribusi cahaya dan efisiensi pencahayaan yang dihasilkan. Gambar 1 Diagram Alir Penelitian JTI, 15 . Februari, hal. 47 Ae 56 Yahya Ayasy dan Munnik Haryanti: Analisis Pengaruh Reflektor terhadap Distribusi dan Intensitas Cahaya pada Sistem Pencahayaan LED SMD LED SMD (Light Emitting Diode Surface Mount Devic. Light Emitting Diode Surface Mount Device merupakan jenis LED yang dirancang untuk dipasang langsung pada permukaan PCB (Printed Circuit Boar. tanpa menggunakan kaki terminal panjang seperti LED konvensional. Teknologi Surface Mount Device memungkinkan komponen memiliki dimensi yang lebih ringkas, kemudahan perakitan, serta integrasi yang lebih fleksibel dalam sistem pencahayaan modern. LED SMD umumnya dikemas dalam bentuk chip dengan ukuran tertentu yang dinyatakan dalam kode numerik, seperti 2835, 3528, atau 5730, yang menunjukkan dimensi fisiknya dalam Perbedaan ukuran tersebut berpengaruh terhadap daya listrik, fluks cahaya, serta kemampuan disipasi panas. Struktur LED SMD terdiri dari chip semikonduktor sebagai sumber emisi cahaya, lapisan fosfor untuk menghasilkan cahaya putih, elektroda konduktor, serta substrat yang mendukung proses pembuangan panas. Kemampuan disipasi panas yang baik sangat penting karena temperatur kerja yang tinggi dapat menurunkan efisiensi cahaya dan mempercepat degradasi lumen. Dari sisi optik. LED SMD umumnya memiliki sudut pancar yang relatif lebar, sehingga cahaya yang dihasilkan menyebar ke berbagai arah. Karakteristik ini menjadikan LED SMD sesuai untuk dikombinasikan dengan sistem optik tambahan seperti reflektor, yang berfungsi mengarahkan dan memfokuskan cahaya agar distribusinya lebih terkontrol pada bidang kerja. Dalam penelitian ini. LED SMD dipilih sebagai sumber cahaya utama karena beberapa pertimbangan teknis, yaitu efisiensi energi yang tinggi, dimensi yang kompak sehingga mudah diintegrasikan dengan desain reflektor, kemampuan pelepasan panas yang memadai, serta sudut pancar lebar yang memungkinkan analisis pengaruh reflektor terhadap peningkatan distribusi dan intensitas Dengan karakteristik tersebut. LED SMD dinilai representatif untuk digunakan dalam perancangan dan evaluasi sistem pencahayaan berbasis reflektor. Perancangan Sistem Pencahayaan LED Penelitian awal dilakukan dengan merancang sistem pencahayaan berbasis lampu LED sebagai sumber cahaya utama. Sumber cahaya yang digunakan adalah LED jenis SMD (Surface Mounted Devic. seperti di gambar 2, dengan daya sebesar 0,2 - 0,5 watt per LED, nilai fluks cahaya sebesar 40 - 60 lumen, serta sudut penyebaran cahaya awal . eam angl. sebesar 120A - 160A sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh pabrikan. Gambar 2 Lampu LED SMD Sistem pencahayaan dirancang dalam dua konfigurasi, yaitu lampu LED tanpa reflektor dan lampu LED dengan reflektor. Reflektor yang digunakan berbentuk limas trapesium dan terbuat dari bahan carton board dilapisi cermin datar yang bisa memantulkan cahaya, sehingga mampu mengarahkan sinar ke tempat yang diinginkan. Dalam penelitian ini, reflektor digunakan sebagai variabel bebas, sedangkan tingkat kecerahan di area yang diukur menjadi variabel terikat. Jarak antara sumber cahaya dan bidang ukur dijaga tetap selama pengujian untuk memastikan kondisi pengukuran yang konsisten. Pemilihan posisi LED, bentuk reflektor, dan sudut reflektor terhadap sumber cahaya ISSN: 2302-2191 (Prin. 3030-9964 (Onlin. Yahya Ayasy dan Munnik Haryanti: Analisis Pengaruh Reflektor terhadap Distribusi dan Intensitas Cahaya pada Sistem Pencahayaan LED SMD memengaruhi distribusi cahaya yang dihasil. Untuk mencapai distribusi cahaya yang terarah pada bidang ukur, perlu dilakukan perancangan yang tepat. Gambar 3 Konfigurasi Sistem Pencahayaan LED Konfigurasi Dan Variasi Pengujian Pengujian dilakukan pada satu jarak pengukuran tetap antara sumber cahaya dan bidang ukur. Untuk mengevaluasi pengaruh reflektor terhadap sebaran cahaya, pengujian dilakukan pada dua variasi sudut pencahayaan. Konfigurasi ini bertujuan untuk membandingkan pola distribusi cahaya dan intensitas cahaya yang dihasilkan oleh sistem pencahayaan LED dengan reflektor terhadap sistem tanpa Pengukuran Intensitas Cahaya Pengukuran intensitas cahaya dilakukan menggunakan alat ukur lux meter. Pengukuran dilakukan pada bidang ukur yang telah ditentukan dengan posisi sensor lux meter tegak lurus terhadap arah datang cahaya. Data intensitas cahaya dicatat untuk setiap konfigurasi pengujian, baik pada lampu LED tanpa reflektor maupun dengan reflektor pada masing-masing sudut pencahayaan. Besaran intensitas cahaya dinyatakan dalam satuan lux . , yang merupakan fluks cahaya per satuan luas. Secara matematis, intensitas pencahayaan dapat dinyatakan sebagai: ya= ya . ya = Intensitas cahaya . = Fluks cahaya . ya = Luas bidang ukur . Analisis Efikasi Optik Reflektor Analisis efikasi optik reflektor dilakukan dengan membandingkan intensitas cahaya yang dihasilkan oleh sistem pencahayaan LED sebelum dan sesudah penggunaan reflektor. Hasil analisis ini digunakan untuk menilai efektivitas reflektor dalam meningkatkan pemanfaatan cahaya dan mengurangi rugi-rugi optik akibat penyebaran cahaya yang tidak terarah. Efikasi optik dihitung dengan membandingkan intensitas cahaya sistem dengan reflektor terhadap intensitas cahaya sistem tanpa reflektor, yang dirumuskan sebagai: yuCycuycyyc = yayc y 100% yaycuyc JTI, 15 . Februari, hal. 47 Ae 56 Yahya Ayasy dan Munnik Haryanti: Analisis Pengaruh Reflektor terhadap Distribusi dan Intensitas Cahaya pada Sistem Pencahayaan LED SMD yuCycuycyyc = Efikasi optik reflektor (%) yayc = Intensitas cahaya dengan reflektor . yaycuyc = Intensitas cahaya tanpa reflektor . Perhitungan Efisiensi Sistem Pencahayaan Efisiensi sistem pencahayaan dianalisis dengan membandingkan intensitas cahaya yang dihasilkan terhadap daya listrik yang digunakan oleh sistem. Efisiensi pencahayaan dapat dinyatakan yuC= yuC = Efisiensi sistem pencahayaan ya = Intensitas cahaya rata Ae rata P = Daya listrik lampu LED ya ycE Tahapan Analisis Data Data hasil pengukuran intensitas cahaya dianalisis secara komparatif untuk melihat perbedaan kinerja sistem pencahayaan LED dengan dan tanpa reflektor. Analisis difokuskan pada peningkatan distribusi cahaya, perubahan intensitas cahaya pada bidang ukur, serta peningkatan efisiensi sistem pencahayaan akibat penggunaan reflektor. Hasil analisis kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik untuk memudahkan interpretasi dan pembahasan. HASIL DAN DISKUSI Hasil Pengukuran Intensitas Cahaya Pengukuran intensitas cahaya dilakukan menggunakan lux meter pada satu jarak pengukuran tetap dengan dua variasi sudut pencahayaan. Pengujian dilakukan pada dua konfigurasi sistem, yaitu lampu LED tanpa reflektor dan lampu LED dengan reflektor. Nilai intensitas cahaya yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua konfigurasi tersebut. Tabel 1 Hasil pengukuran pada lampu tabung Waktu 10 detik 20 detik 30 detik 40 detik 50 detik 60 detik 70 detik 80 detik 90 detik 100 detik Rata rata Arus 0,25 A 0,27 A 0,25 A 0,26 A 0,26 A 0,26 A 0,25 A 0,27 A 0,29 A 0,28 A 0,264 A Tegangan Daya 58,08 Lux Berdasarkan Tabel 1, nilai cahaya yang dihasilkan berada antara 253 hingga 261 lux, dengan rata-rata sebesar 258,1 lux. Variasi nilai yang relatif kecil menunjukkan bahwa sistem berada dalam kondisi pengukuran yang stabil selama periode pengamatan. Daya listrik yang digunakan berada di sekitar 58,08 watt dengan arus rata-rata 0,264 ampere pada tegangan 220 Fluktuasi arus dan daya yang terjadi tidak menyebabkan perubahan yang signifikan pada nilai cahaya yang diukur. Hasil ini menunjukkan bahwa lampu tabung menghasilkan distribusi pencahayaan yang relatif konstan pada jarak pengukuran yang telah ditentukan dan dapat digunakan sebagai pembanding dalam evaluasi kinerja sistem LED pada konfigurasi berikutnya. ISSN: 2302-2191 (Prin. 3030-9964 (Onlin. Yahya Ayasy dan Munnik Haryanti: Analisis Pengaruh Reflektor terhadap Distribusi dan Intensitas Cahaya pada Sistem Pencahayaan LED SMD Hasil perhitungan menunjukkan bahwa standar deviasi intensitas cahaya mencapai 2,6 lux, yang menunjukkan variasi yang relatif kecil selama pengukuran. Hal ini menunjukkan bahwa lampu tabung memiliki kualitas pencahayaan yang stabil selama masa pengamatan. Tabel 2 Pengukuran Pada Lampu LED tanpa reflektor Waktu Awal 10 menit 20 menit 30 menit 40 menit 50 menit 60 menit 70 menit 80 menit 90 menit 100 menit 110 menit 120 menit RataAy Suhu (AC) Arus (A. Arus (A. Voltase (V. Voltase (V. Daya (W) (P = V1 x A. Intensitas (Lu. 0,75 0,75 0,74 0,75 0,75 0,76 0,76 0,76 0,76 0,76 0,76 0,76 0,755 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 Berdasarkan Tabel 2, intensitas cahaya dari lampu LED tanpa reflektor berada dalam rentang 318 hingga 322 lux, dengan rata-rata sebesar 321 lux. Nilai ini relatif stabil selama 120 menit pengujian, meskipun terjadi peningkatan suhu dari 23,8AC menjadi sekitar 35AC. Kenaikan suhu tidak memengaruhi penurunan kekuatan cahaya secara nyata, yang menunjukkan bahwa sistem LED tetap stabil dalam kinerja panasnya pada rentang pengujian tersebut. Daya listrik yang digunakan relatif konstan sebesar 8,8 W dengan arus LED rata-rata 0,755 A pada tegangan 12 V. Jika dibandingkan dengan lampu tabung pada Tabel 1 yang memiliki rata-rata iluminansi sebesar 258,1 lux, lampu LED tanpa reflektor menunjukkan peningkatan intensitas cahaya sekitar 24,4%. Ini menunjukkan bahwa sistem LED lebih hemat dalam penggunaan energi untuk memproduksi cahaya dibandingkan lampu tabung, dalam kondisi uji yang sama. Hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa standar deviasi memiliki nilai 1,44 lux, yang artinya perubahan intensitas cahaya selama pengujian tidak terlalu besar. Pengujian menunjukkan bahwa sistem LED tanpa reflektor memiliki kestabilan keluaran cahaya yang cukup baik selama 120 menit, meskipun suhu meningkat dari 23,8AC hingga sekitar 35AC. intensitas cahaya . 90 100 110 120 waktu . Gambar 4 Grafik Tren Intensitas Cahaya LED tanpa Reflektor Berdasarkan tren intensitas cahaya LED tanpa reflektor, nilai iluminansi tetap stabil selama pengujian. intensitas cahaya berkisar antara 318-320 lux meskipun terjadi peningkatan suhu LED. Hal ini menunjukkan bahwa sistem LED tanpa reflektor mampu mempertahankan kualitas pencahayaan yang cukup stabil sepanjang masa uji. JTI, 15 . Februari, hal. 47 Ae 56 Yahya Ayasy dan Munnik Haryanti: Analisis Pengaruh Reflektor terhadap Distribusi dan Intensitas Cahaya pada Sistem Pencahayaan LED SMD Tabel 3 Pengukuran Pada Lampu LED dengan reflektor 1 Waktu Awal 10 menit 20 menit 30 menit 40 menit 50 menit 60 menit 70 menit 80 menit 90 menit 100 menit 110 menit 120 menit RataAy Suhu (AC) Arus (A. Arus (A. Voltase (V. Voltase (V. Daya (W) (P = V1 x A. Intensitas (Lu. 0,77 0,78 0,78 0,78 0,77 0,75 0,75 0,76 0,77 0,78 0,78 0,77 0,77 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 660,75 Berdasarkan Tabel 3, intensitas cahaya dari lampu LED dengan reflektor 1 berada dalam rentang 660 hingga 662 lux, dengan rata-rata mencapai 660,75 lux. Nilai ini menunjukkan konsistensi cahaya selama 120 menit selama pengujian, meskipun suhu meningkat dari 27,5AC hingga 41AC. Daya listrik yang digunakan tetap 8,8 watt, jadi peningkatan cahaya tidak karena daya bertambah, melainkan karena reflektor bekerja lebih efektif dalam memfokuskan cahaya ke area yang diukur. Reflektor dapat meningkatkan intensitas cahaya dari sumber LED yang tidak dilengkapi reflektor. Dengan menggunakan reflektor, intensitas cahaya meningkat sebesar 105,8%, yang berarti lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan sistem LED tanpa reflektor yang hanya mencapai rata-rata 321 Reflektor berbentuk limas trapesium mampu meminimalkan penyebaran cahaya yang tidak terarah dan memfokuskan distribusi cahaya ke area pengukuran secara lebih efektif. Selain itu, meskipun suhu meningkat hingga 41AC, nilai cahaya tetap tidak berubah, yang menunjukkan bahwa sistem masih berjalan dengan kondisi panas yang tidak merusak performa cahaya LED secara signifikan. Intensitas cahaya dari lampu LED dengan reflektor 1 berada dalam rata-rata 660,75 lux dengan standar deviasi sebesar 0,75 lux. Nilai deviasi yang kecil menunjukkan bahwa hasil pengukuran intensitas cahaya relatif stabil selama waktu pengamatan. intensitas cayaha . 90 100 110 120 waktu . Gambar 5 Grafik Intensitas cahaya LED dengan reflektor 1 Dari grafik intensitas cahaya LED dengan reflektor 1, terlihat bahwa nilai iluminansi tetap stabil selama periode pengujian mulai dari menit ke-10 hingga menit ke-120. Intensitas cahaya berada di antara 660 hingga 662 lux meskipun suhu naik dari 27,5 derajat Celsius sampai 41 derajat Celsius. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan reflektor dengan ukuran 1 meter berhasil menjaga kestabilan cahaya dari LED selama proses pengujian. ISSN: 2302-2191 (Prin. 3030-9964 (Onlin. Yahya Ayasy dan Munnik Haryanti: Analisis Pengaruh Reflektor terhadap Distribusi dan Intensitas Cahaya pada Sistem Pencahayaan LED SMD Tabel 4 Pengukuran Pada Lampu LED dengan reflektor 2 Waktu Awal 10 menit 20 menit 30 menit 40 menit 50 menit 60 menit 70 menit 80 menit 90 menit 100 menit 110 menit 120 menit RataAy Suhu (AC) Arus (A. Arus (A. Voltase (V. Voltase (V. Daya (W) (P = V1 x A. Intensitas (Lu. 0,77 0,78 0,78 0,78 0,77 0,77 0,78 0,77 0,78 0,78 0,77 0,77 0,77 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 0,04 Berdasarkan Tabel 4, intensitas cahaya pada konfigurasi reflektor 2 berada dalam rentang 479Ae 487 lux dengan rata-rata sebesar 483 lux. Nilai tersebut tetap stabil selama 120 menit tes meskipun suhu naik dari 23,8AC menjadi 37,2AC. Penggunaan listrik tetap stabil sebesar 8,8 W. Jika dibandingkan dengan sistem LED tanpa reflektor yang menghasilkan 321 lux, menggunakan reflektor 2 meningkatkan intensitas cahaya hingga 50,5%. Dan dibandingkan dengan reflektor 1 yang menghasilkan nilai iluminansi 660,75 lux, konfigurasi reflektor 2 menunjukkan penurunan sekitar 26,9% dalam tingkat cahaya yang dihasilkan. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa bentuk dan sudut reflektor sangat berpengaruh terhadap cara cahaya terdistribusi. Reflektor 1 cenderung memfokuskan cahaya secara lebih terarah pada bidang ukur sehingga menghasilkan iluminansi yang lebih tinggi. Sementara itu, reflektor 2 menghasilkan cahaya yang lebih merata, sehingga intensitas di titik ukur lebih kecil meskipun area yang tertutup cahaya mungkin lebih luas. Secara umum, penggunaan reflektor membuat penyebaran cahaya lebih efektif dibandingkan sistem yang tidak menggunakan reflektor. Desain geometri reflektor berperan penting dalam meningkatkan efisiensi sistem pencahayaan yang menggunakan LED. Intensitas cahaya pada konfigurasi reflektor 2 berada antara 479 hingga 487 lux, dengan ratarata 483 lux dan standar deviasi sebesar 2,33 lux. Nilai deviasi yang relatif kecil menunjukkan bahwa intensitas cahaya cenderung stabil selama 120 menit pengujian meskipun suhu meningkat dari 23,8AC menjadi 37,2AC. intensitas cahaya . 90 100 110 120 waktu . Gambar 6 Grafik Intensitas Cahaya LED dengan Reflektor 2 terhadap waktu Berdasarkan grafik intensitas cahaya LED dengan reflektor 2 terhadap waktu, terlihat bahwa nilai iluminansi tetap relatif konstan selama pengujian yang dilakukan dari menit ke-10 hingga menit Peningkatan suhu terjadi dari 23,8AC hingga 37,2AC. Intensitas cahaya berada dalam rentang 479 hingga 487 lux. Ini menunjukkan bahwa sistem LED dengan reflektor 2 bisa menjaga pencahayaan tetap stabil selama pemeriksaan dilakukan. JTI, 15 . Februari, hal. 47 Ae 56 Yahya Ayasy dan Munnik Haryanti: Analisis Pengaruh Reflektor terhadap Distribusi dan Intensitas Cahaya pada Sistem Pencahayaan LED SMD Gambar 7 Konfigurasi Perbandingan Intensitas Cahaya Pada Lampu Grafik perbandingan menunjukkan konfigurasi LED yang menggunakan reflektor 1 menghasilkan cahaya dengan intensitas terbesar, yaitu sekitar 660,75 lux. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan LED tanpa reflektor yang hanya 321 lux dan reflektor 2 yang mencapai 483 lux. Ini menunjukkan bahwa desain reflektor pertama lebih baik dalam menumpuk cahaya ke area yang diukur dibandingkan dengan pengaturan lainnya. Analisis Distribusi Cahaya Distribusi cahaya dipengaruhi oleh bentuk dan sudut reflektor yang digunakan. Berdasarkan prinsip hukum pemantulan cahaya, sudut di mana cahaya datang ke permukaan reflektor akan sama dengan sudut di mana cahaya tersebut dipantulkan. Penggunaan reflektor yang dirancang dengan baik dapat memfokuskan cahaya ke area yang dituju sehingga lebih efisien. Tanpa menggunakan reflektor, cahaya dari LED menyebar ke berbagai arah, sehingga hanya sedikit bagian dari cahaya tersebut yang sampai ke titik pengukuran. Nilai iluminansi yang dihasilkan relatif rendah. Sebaliknya, dalam konfigurasi yang menggunakan reflektor, cahaya yang sebelumnya menyebar dipantulkan kembali ke area pengukuran. Reflektor 1 menghasilkan cahaya yang lebih terang karena kemungkinan memiliki sudut reflektor yang lebih sempit, sehingga cahaya bisa berkumpul di satu titik saja. Sementara itu, reflektor 2 memiliki sudut pantul yang lebih luas, sehingga cahaya terdistribusi lebih merata, tetapi intensitas cahaya di titik pengukuran menjadi lebih rendah. Efisiensi Sistem Pencahayaan Efisiensi sistem pencahayaan bergantung pada kemampuan sistem untuk memanfaatkan cahaya yang dihasilkan oleh sumber cahaya secara maksimal. Sistem tanpa reflektor menyebabkan sebagian besar cahaya terbuang karena menyebar ke arah yang tidak dimanfaatkan. Hal ini menyebabkan cahaya yang sampai pada bidang ukur menjadi lebih sedikit. Penggunaan reflektor memungkinkan cahaya yang sebelumnya tersebar dapat dipantulkan kembali ke area pengukuran sehingga meningkatkan efisiensi pemanfaatan cahaya. Dengan daya listrik yang sama, yaitu 8,8 watt, sistem LED yang menggunakan reflektor bisa memberikan penerangan lebih terang dibandingkan sistem LED tanpa reflektor. Peningkatan kinerja sistem pencahayaan lebih dipengaruhi oleh desain optik reflektor daripada peningkatan daya listrik. IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian sistem pencahayaan LED, penggunaan reflektor terbukti meningkatkan intensitas cahaya dibandingkan dengan sistem tanpa reflektor. Penggunaan LED tanpa reflektor menghasilkan rata-rata iluminansi sebesar 321 lux, sedangkan penggunaan reflektor 2 menghasilkan 483 lux atau meningkat sekitar 50,5%. Sementara itu, konfigurasi reflektor pertama menghasilkan cahaya yang terang dengan nilai 660,75 lux, yang meningkat sekitar 105,8% dibandingkan sistem yang tidak menggunakan reflektor. Desain reflektor berpengaruh signifikan terhadap penyebaran dan efisiensi cahaya yang dihasilkan oleh LED. Reflektor 1 terbukti menjadi pengaturan yang paling baik dalam penelitian ini karena mampu mengarahkan cahaya lebih efektif ke area pengukuran tanpa meningkatkan penggunaan listrik, yang tetap terjaga pada 8,8 watt. Penelitian ini juga memiliki beberapa batasan, yaitu uji coba hanya dilakukan pada satu jarak pengukuran, sehingga distribusi cahaya pada jarak yang berbeda belum dapat dianalisis secara lengkap. Selain itu, penelitian ini belum memeriksa dampak perubahan sudut reflektor terhadap pola penyebaran ISSN: 2302-2191 (Prin. 3030-9964 (Onlin. Yahya Ayasy dan Munnik Haryanti: Analisis Pengaruh Reflektor terhadap Distribusi dan Intensitas Cahaya pada Sistem Pencahayaan LED SMD cahaya yang dihasilkan. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menambahkan variasi jarak pengukuran dan melakukan pengujian pada beberapa sudut reflektor yang berbeda untuk memperoleh karakteristik distribusi cahaya yang lebih komprehensif dan menentukan desain reflektor yang optimal. DAFTAR PUSTAKA