Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 300-48 Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 300 Ae 315 ISSN 2723 Ae 2522 (Onlin. http://publikasi. id/index. php/jaka Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat Mahasiswa Mengikuti Kuliah Akuntansi dengan E-learning: Pendekatan Theory of Planned Behavior Entot Suhartono1. Alifia Nita Pratiwi2 Progdi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang. Indonesia Corresponding Author: entot. suhartono@dsn. Diterima: April 2023. Direvisi: Mei 2023. Dipublikasikan: Mei 2023 ABSTRACT One of the impacts of the COVID-19 pandemic in Indonesia is the shift from face-to-face learning to online distance learning or e-learning. One educational institution that adopts this learning system is a college or The institution must provide an e-learning system based on LMS (Learning Management Syste. to help manage and organize the learning process, especially in Accounting. Improve the ability and understanding of accounting for students. This research aims to analyze student learning behaviour through LMS-based elearning with the Theory of Planned Behavior approach. The research data is primary data obtained through questionnaires with Dian Nuswantoro University accounting study program students as respondents with a sample of 100 students. The data analysis method used in the study was SEM (Structural Equation Modelin. using the SmartPLS application. Exogenous variables include attitudes towards behaviour, subjective norms, and perceived behavioural control, while endogenous variables include behavioural interest and behaviour. The results of this research analysis are that attitude towards behaviour. and subjective norms significantly positively affect behavioural interest. Perceived behavioural control has no significant effect on behavioural interest. Behavioural interest significantly affects the behaviour of using or accepting LMS-based e-learning as an accounting learning tool. Keywords: attitudes toward behavior. subjective norms. perceived behavioral control. behavioral intention. ABSTRAK Dampak pandemi Covid-19 di Indonesia terhadap dunia pendidikan adalah pergeseran model pembelajaran tatap muka ke pembelajaran jarak jauh atau dikenal dengan e-learning. Lembaga pendidikan yang menganut sistem pembelajaran ini adalah perguruan tinggi atau universitas. Institusi harus menyediakan sistem pelatihan online berbasis Learning Management System (LMS) untuk membantu mengelola dan mengatur proses pembelajaran khususnya di pembelajaran akuntansi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman mahasiswa tentang akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku belajar siswa melalui pembelajaran online berbasis LMS dengan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Data penelitian diperoleh dari responden mahasiswa program studi sarjana akuntansi melalui instrumen kuesioner di Universitas Dian Nuswantoro sebanyak 100 mahasiswa. Alat analisis yang digunakan adalah SEM dengan menggunakan aplikasi SmartPLS. Variabel penelitian eksogen meliputi sikap terhadap perilaku . ttitudes towards behaviou. , norma subyektif . ubjective norm. , dan kontrol perilaku . erceived behavioural contro. , serta variabel minat perilaku . ehavioural intentio. dan perilaku . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap perilaku, norma subyektif memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap niat berperilaku. Kontrol perilaku yang dirasakan tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi perilaku. Preferensi perilaku berpengaruh signifikan terhadap perilaku menggunakan atau menerima e-learning berbasis LMS sebagai isyarat pembelajaran Kata Kunci: sikap mengenai perilaku. norma subyektif. kontrol perilaku persepsian. minat perilaku. Entot Suhartono. Alifia Nita Pratiwi: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat Mahasiswa Mengikuti Kuliah Akuntansi dengan E-learning: Pendekatan Theory of Planned Behavior PENDAHULUAN Pandemi Covid 19 di Indonesia hal ini menyebabkan pemerintah menerapkan kebijakan social distance dan kemdikbud juga merespon dengan mengeluarkan kebijakan untuk belajar di rumah (Kemendikbud, 2. Hal tersebut berimbas pada perubahan cara atau metode pembelajaran, yaitu pembelajaran dilakukan secara online perubahan modus belajar tatap muka menjadi online (Herwanto & Hatmo, 2. (Khasanah, 2. (Sobaih et al. , 2. Pembelajaran secara online atau e-learning merupakan metode pembelajaran berbasis elektonik dengan memanfaatkan teknologi informasi. E-learning terdiri dari tiga komponen infrastruktur atau perangkat keras, konten atau materi pembelajaran, sistem atau manajemen pengelolaan pembelajaran, dan aplikasi e-learning (Rozi & Jannah, 2. Pembelajaran melalui teknologi e-learning di perguruan tinggi diharapkan membantu mahasiswa dalam memahami materi kuliah meskipun tanpa melalui tatap muka di kelas. Selain itu, e-learning dapat meningkatkan efektivitas serta interaktivitas pembelajaran karena memungkinkan mahasiswa dapat berinteraksi dengan dosen secara fleksibel, serta memudahkan akses sumber atau materi perkuliahan (Afichamala & Hariyanto, 2. Saat ini terdapat kritik terhadap sistem pembelajaran akuntansi di perguruan tinggi yang kurang cepat beradaptasi terhadap perubahan peran dan tanggung jawab para praktisi akuntan, di mana institusi pendidikan meluluskan mahasiswa Auterlalu teoretisAy, selain itu kurikulum yang digunakan dianggap terlalu kaku sehingga kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis sangat terbatas (Wolcott & Sargent, 2. Adopsi teknologi informasi digital di bidang akuntansi berdampak pada perubahan lingkungan bisnis, dengan demikian pembelajaran akuntansi ditingkat perguruan tinggi diharapkan dapat merespon perkembangan teknologi digital dilingkungan bisnis (Maradesa et al. , 2. Mahasiswa akuntansi setelah lulus akan menghadapi lingkungan bisnis yang sudah mengadopsi teknologi inforasi, sehingga lulusan harus memiliki keterampilan dan pengetahuan akuntansi yang berbasis teknologi dalam konteks pendidikan maupun profesional untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks (Sansone et al. , 2. Perguruan tinggi dapat mengadopsi teknologi informasi (TI) untuk membantu proses pengelolaan dan peningkatan mutu pembelajaran akuntansi. Adopsi teknologi e-learning merupakan salah satu upaya untuk meningkatan mutu pembelajaran akuntansi dan pelayanan akademik di perguruan tinggi adalah dengan penerapan teknologi e-learning (Lifatin et al. Salah satu perguruan tinggi yang telah mengadopsi e-learning berbasis LMS adalah Universitas Dian Nuswantoro. Learning Management System (LMS) merupakan sistem manajemen pembelajaran yang digunakan untuk pengelolaan proses belajar mengajar, termasuk pembelajaran jarak jauh atau online. Penerapan e-learning berbasis LMS pada perguruan tinggi memungkinkan proses belajar mengajar bidang akuntansi dapat dilakukan secara online (Hardika, 2. Keberhasilan penerapan sistem teknologi e-learning pada pembelajaran akuntansi berbasis LMS, dapat diukur dari sudut pandang perilaku pengguna . , yaitu melalui perilaku user . dalam penerimaan teknologi e-learning berbasis LMS menggunakan Theory of Planned Behavior (Lifatin et al. , 2. Teori ini dapat digunakan menganalisis pengaruh antara sikap dan perilaku mahasiswa menggunakan teknologi e-learning dalam proses pembelajaran akuntansi (Cheng, 2. Terdapat 3 faktor utama yang menentukan niat perilaku: . xsikap terhadapxperilaku . ttitude toward behaviou. , . xnorma subjektifx . ubjective nor. , dan . erceived behaviour contro. TPB telah digunakan untuk mengevaluasi prediktor kritis yang menentukan penerimaan penerapan blended learning (BL) oleh mahasiswa (Verpoorten et al. , 2. (Anthony Jnr et al. , 2. Selain itu. TPB telah digunakan untuk menganalisis penerimaan pemanfaatan e-learning berbasis LMS pada mahasiswa, di mana menunjukkan pengaruh yang signifikan dari variabel Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 300-48 xniat perilaku, penerimaanxperilaku, serta penggunaan e-learning dalam pembelajaran akuntansi (Fatah, 2. Artikel ini bertujuan menganalisis perilaku pembelajaran mahasiswa akuntansi melalui elearning berbasis LMS menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB). Studi ini diharapkan bisa memperoleh gambaran mengenai perilaku pembelajaran mahasiswa akuntansi dalam menggunakan e-learning berbasis LMS di Universitas Dian Nuswantoro Semarang dengan menggunakan indikator variabel . xsikap terhadapxperilaku . ttitude toward behaviou. , . xnorma subjektifx . ubjective nor. , dan . erceived behaviour contro. mahasiswa akuntansi dapat mempengaruhi minat perilaku pembelajaran akuntansi dengan teknologi e-learning. Penelitian ini dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku pembelajaran mahasiswa akuntansi dalam menggunakan e-learning berbasis LMS, serta dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran akuntansi melalui elearning di era pandemi maupun di era new normal. Penelitian ini akan memberikan kontribusi dalam memahami serta mengetahi problem-problem apa saja yang terjadi pada proses pembelajaran akuntansi di masa pandemi maupun di masa normal yang dapat digunakan sebagai bahan refrensi bagi pengembangan program e-learning di bidang akuntansi yang lebih TINJAUAN PUSTAKA Theory of Planned Behaviour (TPB) TPB adalah pengembangan yang dilakukan lebih lanjut dari Theory of Reasoned Action (TRA), di mana niat perilaku . ehavioral intentio. yang dipengaruhi oleh sikap mengenai perilaku . ttitude towards behavio. dan norma subyektif . ubjective nor. Menurut Ajzen . konstruk yang tidak tersedia sebelumnya dan telah ditaambahkan pada TRA. Sebuah konstruk yang telah menjadi tambahan guna mengontrol perilaku dan juga dibatasi karena kendala kekurangan sumber daya dalam menjalankan suatu tindakan, struktur ini dikenal kontrol perilaku persepsian. Kontrol perilaku persepsian . erceived behavioral contro. diartikan sebagai kesulitan atau kemudahan persepsian untuk menjalankan perilaku (Lifatin et , 2. Sumber : Chu & Chen . Gambar 1. Teori perilaku rasional (TRA) dan Teori Perilaku Berencana (TPB) Terdapat 3 faktor yang membuktikan penentu perilaku manusia di Theory of planned behaviour (TPB) yaitu (Jogiyanto, 2. Keyakinan-keyakinan perilaku (Behavioral Belief. Keyakinan-keyakinan normatif (Normative Belief. Keyakinan-keyakinan kontrol (Control belief. Entot Suhartono. Alifia Nita Pratiwi: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat Mahasiswa Mengikuti Kuliah Akuntansi dengan E-learning: Pendekatan Theory of Planned Behavior Theory of planned behaviour ini menjelaskan suatu tindakan individu ditunjukkan oleh 3 jenis keyakinan atau kepercayaan yaitu : Oe Keyakinan perilaku . ehavioral belief. adalah keyakinan yang akan memungkinkan terciptanya sebuah perilaku. Konstruk ini bisa disebut dengan sikap terhadap perilaku. Oe Keyakinan normatif . ormative belief. adalah keyakinan yang terlalu tinggi kepada seseorang dan motivasi mereka untuk menerima harapan tersebut. Konstruk ini dinamakan dengan norma subjektif . ubjective norm. terhadap perilaku. Oe Keyakinan kontrol . ontrol belief. adalah keyakinan akan adanya faktor yang mendorong atau merusak kinerja perilaku dan kekuatan persepsian yang dirasakan oleh faktor-faktor tersebut. Struktur konstruk sebelumnya tidak tersedia dan telah ditambahkan ke dalam Theory of Planned Behaviour (TRA) yang disebut kontrol perilaku persepsian . erceived behavioral contro. Pengembangan Hipotesis Sikap Perilaku Mahasiswa mempengaruhi Minat Perilaku Pembelajaran dengan Elearning Menurut Ajzen . sikap terhadap perilaku . ttitude toward behavio. bisa didefinisikan sebagai suatu penilaian atau pertimbangan seseorang dalam melakukan suatu perilaku. Sikap perilaku ditentukan oleh suatu keyakinan seseorang yang kuat terhadap perilakunya yang biasa disebut dengan keyakinan perilaku . ehavioral belief. (Lifatin et al. , 2. Sikap terhadap perilaku cenderung untuk merespon situasi dimana suka atau tidak suka terhadap suatu objek. Sikap terhadap perilaku diduga sebagai indikator utama yang berpengaruh terhadap niat berperilaku (Stamp & Clemons, 2. Seperti halnya dalam penerimaan pembelajaran dengan e-learning jika dalam penggunaan dapat membantu memudahkan mengikuti perkuliahan semakin baik, maka minat perilaku yang dihasilkan dari penerimaan e-learning akan semakin baik. Sebaliknya jika tidak ada respon sikap yang memperlihatkan minat mahasiswa terhadap e-learning maka metode peembelajaran e-learning tidak akan berjjalan sesuai dengan apa yang diinginkan kampus. Sikap dinilai memiliki pengaruh sangat signifikan terhadap minat untuk menerima metode perkuliahan elearning (Fatah, 2. Penelitian sebelumnya mengenai pembelajaran e-learning dengan TPB di lakukan oleh Lifatin et al. , di mana terdapat pengaruh attitude toward behavior terhadap minat perilaku mahasiswa untuk meningkatkan minat penerimaan e-learning berbasis LMS dalam pembelajaran, hasil yang sama juga dilakukan oleh Rajeh et al. Fatah . Maradesa et al. Anthony Jnr et al. Mouloudj et al. , dan Widagdo & Kamila, . yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh attitude toward behavior terhadap minat perilaku dalam penerimaan suatu objek atau metode pembelajaran. Berdasarkan hal di atas penelitian ini mengajukan hipotesis berikut ini: H1 : Terdapat pengaruh sikap perilaku mahasiswa terhadap minat perilaku pembelajaran akuntansi dengan e-learning berbasis LMS. Norma Subyektif Mahasiswa mempengaruhi Minat Perilaku Pembelajaran dengan Elearning Menurut Ajzen, . menyatakan bahwa norma subyektif . ubjective nor. mempengaruhi persepsi individu yang mempunyai harapan tinggi kepada orang-orang yang sudah dianggap penting, kemudian memberikan motivasi dari orang-orang terdekat dapat berpengaruh akan memberikan peran utama yang besar untuk memprediksi perilaku seseorang. Keyakinan atau kepercayaan yang dimiliki mahasiswa tersebut dapat dikatakan sebagai norma-norma subjektif Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 300-48 yang disebut kepercayaan atau keyakinan normatif atau normative beliefs (Sulastri & Ahmadi. Pada penelitian ini menggunakan norma subyektif yang diasumsikan sebagai fungsi kepercayaan mahasiswa untuk setuju atau tidak setuju untuk minat menggunakan e-learning berbasis LMS dalam pembelajaran akuntansi. Norma subjektif dapat mempengaruhi minat penggunaan e-learning pada populasi tertentu, yaitu mahasiswa dalam konteks pembelajaran akuntansi (Lifatin et al. , 2. Peneliti Chu & Chen . menyatakan bahwa baik mahasiswa maupun dosen memiliki kepercayaan subjektif bahwa adopsi teknologi dalam pembelajaran merupakan hal yang baik dan sesuai dengan norma-norma dalam dunia Beberapa hasil penelitian yang mendukung bahwa norma subyektif . ubjective nor. memberi pengaruh kepada minat perilaku atau intensi mengadopsi e-learning, seperti yang telah dilakukan oleh Lifatin et al. Sulastri & Ahmadi . , dan Fatah . yang menemukan bahwa terdapat pengaruh norma subyektif mahasiswa akuntansi terhadap penggunaan e-learning. Adwitiya . yang menemukan bahwa norma subyektif guru PAUD mempengaruhi intensitas penggunaan e-learning. Utomo & Probosini . dalam penelitiannya menghasilkan temuan bahwa norma subyektif mempengaruhi intensitas penggunaan aplikasi streaming dalam e-learning dilingkungan mahasiswa generasi Z, dan Herniyanti et al. di mana terdapat pengaruh norma subyektif kepada behavior intention penggunaan online learning system pada perguruan tinggi. Berdasarkan pembahasan dan penelitian terdahulu, maka hipotesis kedua pada penelitian ini adalah sebagai berikut: H2 : Terdapatxpengaruh normaxsubyektif mahasiswa terhadap minatxperilaku pembelajaran akuntansi dengan e-learning berbasis LMS. Kontrol Perilaku Persepsian Mahasiswa mempengaruhi Minat. Perilaku Pembelajaran dengan E-learning Peneliti Ajzen . mengembangkan Theory of Reasoned Action dengan menambahkan variabel kontrol perilaku. behavior contro. , karena keyakinan seseorang mampu melakukan suatu perilaku maupun keyakinan faktor-faktor yang dialami akan memperkuat atau menghambat minat perilaku untuk melakukan suatu perilaku (Lifatin et al. Kontrol. perilaku persepsian mencerminkan keyakinan diri. seseorang untuk perilaku, yang dipengaruhi oleh suatu faktor-faktor keyakinan yang akan mendukung atau menghalangi minat untuk berperilaku atau tindakan . ihat Gambar . Faktor keyakinan-keyakinan atau kepercayaan-kepercayaan pengontrol . ontrol belief. (Fatah. E-learning berbasis LMS sudah diadopsi di Universitas Dian Nuswantoro sebelum terjadinya pandemi Covid-19 dan pemanfaatanya bersifat bebas, artinya baik dosen maupun mahasiswa boleh menggunakannya atau tidak, tetapi semenjak terjadinya pandemi Covid-19 fasilitas elearning berbasis LMS wajib untuk digunakan. Hal ini menyebabkan pengguna, baik dosen maupun mahasiswa tidak memiliki kendali penuh untuk memutuskan apakah akan menggunakan atau tidak menggunakan e-learning berbasis LMS. Pada masa pandemi berakhir saat ini, pihak perguruan tinggi kembali membebaskan para pengguna untuk menggunakan fasiltas e-learning berbasis LMS tersebut. Dengan demikian TPB dapat diterapkan untuk menganalisis perilaku pembelajaran akuntansi dengan menggunakan e-learning (Fatah, 2. Mahasiswa yang memahami akan manfaat dan kemudahan yang bisa diterima dibanding dengan masalah saat menggunakan e-learning akan menimbulkan minat untuk menggunakan e-learning, sehingga dapat memotivasi untuk terus tidak berhenti belajar dan memiliki keinginan menggunakan e-learning sebagai sarana belajar online (Herniyanti et al. , 2. Entot Suhartono. Alifia Nita Pratiwi: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat Mahasiswa Mengikuti Kuliah Akuntansi dengan E-learning: Pendekatan Theory of Planned Behavior Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lifatin et al. , di mana hasil penelitian tersebut menemukan bahwa kontrol perilakuxpersepsian . erceivedxbehavior contro. mempengaruhi minat perilaku pembelajaran akuntansi melalui e-learning. Peneliti Mouloudj et al. melakukan penelitian analisis perilaku pembelajaran mahasiswa dengan elearning pada beberapa universitas di Aljazair, hasilnya adalah terdapat pengaruh kontrol perilaku persepsian mahasiswa di dalam pembelajaran akuntansi dengan mengadopsi elearning. Penerapan variabel kontrol perilaku persepsian juga digunakan oleh Rajeh et al. yang melakukan penelitian mengenai analisis pembelajaran e-learning pada mahasiswa medical pada beberapa universitas di Arab Saudi, di mana hasilnya adalah variabel kontrolxperilaku persepsian memberikanxpengaruh kepada intensi keberlanjutan terhadap elearning. Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesisxketiga dari penelitian ini adalah sebagai berikut: H3 : Terdapat pengaruh kontrol. perilaku persepsian mahasiswa terhadap minat. pembelajaran akuntansi dengan e-learning berbasis LMS. Minat. Perilaku Mahasiswa Mempengaruhi Perilaku Pembelajaran Akuntansi dengan E-learning Seorang individu melakukan tindakan atau berperilaku ketika individu memiliki keinginan dan minat . ehavior intentio. untuk melakukan tindakan atau perilaku (Chu & Chen, 2. Minat atau intensi berperilaku merupakan sesuatu kemauan atau keinginan seseorang untuk melakukan tindakan atau perilaku . Seseorang melakukan tindakan atau berperilaku ketika mereka memiliki kemauan atau minat untuk melakukannya (Lifatin et al. , hubungan antara variabel minat perilaku . ehavior intentio. dengan perilaku . ini dapat dilihat pada Gambar 2. Berdasarkan teori tersebut, maka baik dosen maupun mahasiswa yang mempunyai minat dan keinginan untuk menerima kecenderungan akan menggunakan e-learning yang disediakan oleh universitas (Herniyanti et al. , 2. Menurut Ajzen . untuk mengukur bagaimana perilaku atau tindakan individu untuk memutuskan melakukan sesuatu, bisa dilihat dari seberapa besar usaha yang akan dilakukan untuk melakukan perilaku. Dasar dari Theory of Planned Behavior adalah pada fakta bahwa suatu perilaku atau tindakan individu dipandu oleh niat atau intensi dari individu itu sendiri (Herniyanti et al. , 2. Lifatin et al. mengungkapkan bahwa minat perilaku mahasiswa memberikan pengaruh signifikan terhadap perilaku untuk menggunakan e-learning untuk pembelajaran akuntansi, di mana mahasiswa yang memiliki minat atau intensi kuat terhadap e-learning yang disediakan oleh universitas cenderung akan menggunakannya. Demikian juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Fatah . dan Herniyanti et al. yang memperoleh hasil yang sama, di mana variabel minat perilaku dapat mempengaruhi mahasiswa untuk menggunakan Open Learning atau Online Learning System dalam pembelajaran. Peneliti Anthony Jnr et al. yang meneliti analisis penerimaan sistem pembelajaran gabungan . lended learnin. diterapkan pada beberapa universitas di Malaysia, menunjukan bahwa intensi atau minat mahasiswa pada blended learning memberikan pengaruh siginifikan terhadap perilaku untuk menggunakan dan menerimanya. Berdasarkan pembahasan di atas maka penelitian ini mengajukan hipotesis sebagai berikut: H4 : Terdapat pengaruh minat perilaku mahasiswa mempengaruhi perilaku pembelajaran akuntansi dengan e-learning berbasis LMS. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 300-48 METODE PENELITIAN Artikel ini merupakan penelitian kuantitatif mengenai analisis faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam penggunaan e-learning berbasis LMS pada pembelajaran akuntansi di lingkungan program studi akuntansi Universitas Dian Nuswantoro. Data yang digunakan pada penelitian adalah data primer dari responden melalui. kuesioner sebagai instrumen kemudian dikonversi menjadi data numerik. Objek penelitian adalah mahasiswa prodi akuntansi Universitas Dian Nuswantoro Semarang yang aktif dengan tahun angkatan 2018 sampai dengan 2021 total mahasiswa sebanyak 746. Penentuan ukuran sampel berdasarkan rumus Slovin diperoleh hasil ukuran sampel adalah berjumlah 88 responden . ibulatkan menjadi 100 responde. dengan distribusi responden ada pada Tabel 1. Tabel 1. Distribusi Sampel Responden Mahasiswa Akuntansi Angkatan TOTAL Jml. Responden Sumber: dataxyangxdiolah . Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah structural equation modeling (SEM) yang memiliki struktur kompleks dan dapat menyelesaikan masalah kompleks yang sulit dipecahkan dengan alat analisis lainnya. Alat analisis ini dapat menyatukan pendekatanpendekatan analisis faktor. model struktural, dan analisis. jalur (Hair et al. , 2. Aplikasi yang digunakan untuk olah data analisis SEM, penelitian menggunakan aplikasi SmartPLS (Ghozali. Adapun tahapan analisis SEM dengan aplikasi SmartPLS adalah sebagai berikut : . Merancang. Model Struktural. (Inner Mode. Merancang. Model. Pengukuran (Outer Mode. Mengkontruksi Diaggram Jalur . ihat Gambar . Estimasi Parameter : Weight. Estimate dan Path. Evaluasi. Goodness of Fit. Pengujian Hipotesis (Resampling. Bootstrapin. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan tahapan analisis SEM dengan aplikasi SmartPLS, maka tahapan pertama yang dilakukan adalah merancang inner model atau merancang hubungan antar variabel. (Lihat Gambar . Pada penelitian ini variabel perilaku penerimaanxpenggunaan e-learning oleh mahasiswa akuntansi dipengaruhi oleh 4 variabel laten yaitu, sikap perilaku . titude toward behaviou. , norma subyektif . ubjective nor. , dan kontrol perilaku . erceived behavior contro. , dan minat perilaku . ehaviour intentio. mahasiswa akuntansi terhadap penggunaan e-learning berbasis LMS yang diadopsi oleh Universitas Dian Nuswantoro. Evaluasi Outer Model Tahapan kedua merancang outer model, yaitu merancang hubungan antara variabel laten dan indikatornya. Selanjutnya outer model dievaluasi dengan mengukur validitas indikator dan realibilitas variabel latennya dengan convergent validity. Validitas indikator dapat diukur dari nilai standardized loading factor yang menunjukkan seberapa besar korelasi antara. dengan konstruknya (Sholihin & Ratmono, 2. Berdasarkan Tabel 2, terlihat bahwa semua memiliki nilai loading factor lebih besar dari 0,7 sehingga dapat dikatakan semua yang digunakan pada penelitian ini adalah valid. Discriminant validity berguna untuk menentukan apakah suatu desain outer model mempunyai diskriminan yang sesuai dengan membandingkan penilaian konstruk yang dimaksud, di mana nilainya harus lebih besar dari nilai konstruk lainnya. Validitas diskriminan Entot Suhartono. Alifia Nita Pratiwi: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat Mahasiswa Mengikuti Kuliah Akuntansi dengan E-learning: Pendekatan Theory of Planned Behavior dapat dengan membandingkan nilai akar kuadrat Average Variance Extracted (AVE) dengan nilai korelasi antar konstruk (Sholihin & Ratmono, 2. Untuk mengukur atau mengetahui apakah indikator yang digunakan dalam penelitian sudah sesuai atau tidak dalam mewakili variabel dapat dilihat dari nilai Composite Reliability (CR). Dalam analisis SEM. CR dalam mengukur internal consistency lebih baik jika dibandingkan nilai CronbachAos Alpha, karena CR tidak memperhitungkan kesetaraan boot pada setiap indikator. Nilai batas > 0,7 dapat diterima, dan nilai Ou 0,8 sangat memuaskan (Ghozali & Latan, 2. Sumber : Hasil olah data dengan SmartPLS . Gambar 2. Kontruksi diagram jalur . ath diagra. penelitian Sumber : Hasil olah data dengan SmartPLS . Berdasarkan Tabel 3 menunjukan bahwa semua nilai AVE variabel lebih besar. dari 0,5 yang artinya adalah semua variabel. dalam model yang diestimasi. memenuhi kriteria Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 300-48 discriminant validity. Pada kolom Conposite Reliability dan Cronbach Alpha, diketahui semua variabel memiliki nilai sebesar lebih dari 0,7 artinya semua variabel pada penelitian ini masuk kriteri reliabel yang sangat baik. Sumber : Hasil olah data dengan SmartPLS . Evaluasi Outer Model Evaluasi ini digunakan untuk mengetahui apakah model struktural yang telah dibangun adalah robust dan akurat . elayakan mode. Evaluasi outer model dilakukan dengan menghitung nilai R. Square (R. Q Square (Q. , dan Goodness of Fit (GOF). Mengevaluasi model struktural bertujuan untuk menentukan besarnya persentase varians setiap variabel endogen di. dalam model yang dipengaruhi variabel eksogen (Ghozali & Latan, 2. Nilai RSquare digunakan untuk mengetahui tingkat variasi. perubahan variabel terhadap variabel endogen, dengan kata lain nilai ini digunakan untuk menentukan sejauh mana varians variabel laten menguraikan variabel indikator (Sholihin & Ratmono. Sedangkan nilai Q-Square digunakan mengetahui seberapa tepat nilai observasi yang akan dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameter. Nilai Q-Square lebih besar dari 0 artinya model tersebut memiliki nilai prediktive relevance, jika nilai lebih kecil dari 0 artinya bahwa model tersebut tidak mempunyai nilai prediktive relevance. Model penelitian yang diajukan dikatakan fit atau layak dapat dilihat dari nilai Standardizsed Root Mean Squares Residual (SRMR), yaitu jika nilai Nilai SRMR lebih besar 0,08 bisa dikatakan model penelitian masuk kriteria Goodnes of Fit, tetapi jika nilai lebih besar dari 0,10 maka model penelitian tidak Goodness of Fit. Berdasarkan Tabel 4, diketahui bahwa nilai R Square baik variabel Minat Perilaku dan Perilaku adalah di atas 0,25 dan di bawah 0,65 artinya bahwa model struktural penelitian ini masuk kriteria sedang, artinya kemampuan variabel independen untuk memberikan pengharuh kepada variabel dependen adalah sedang. Entot Suhartono. Alifia Nita Pratiwi: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat Mahasiswa Mengikuti Kuliah Akuntansi dengan E-learning: Pendekatan Theory of Planned Behavior Sumber : Data primer yang diolah SmartPLS . Gambar 3. Hasil Nilai Koefisien Variabel pada Model Struktural Uji Hipotesis Uji-hipotesis dapat dilihat dari nilai koefisien inner. weight pada model struktural, yaitu menggunakan nilai p-value di mana nilai taraf signifikan 0,05 dan nilai dari t-value lebih besar dari t-tabel 1,96. Adapun hasil dari perhitungan dari aplikasi SmartPLS penelitian ini adapat dilihat pada Tabel 5 berikut ini. Diketahui pada Tabel 5 bahwa nilai koefisien regresi dari variabel sikap terhadab perilaku (STP) terhadab minat perilaku (MP) adalah sebesar 0,583 kemudian nilai t-statistic 1,974 lebih besar dari t-table 1,96 dengan nilai sign. 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti variabel STP terhadap variabel MP berpengaruh signifikan, dengan kata lain hipotesis (H. terdapat pengaruh STP terhadap MP mahasiswa untuk menggunakan e-learning berbasis LMS pada pembelajaran akuntansi diterima. Koefisien regresi variabel norma. subyektif (NS) terhadap minat prilaku (MP) adalah sebesar 0,165 kemudian nilai t-statistic 6,401 lebih besar dari nilai t-table 1,96 dengan nilai signifikansi 0,049 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti variabel NS terhadap variabel MP berpengaruh secara positif dan signifikan, dengan kata lain hipotesis (H. terdapat pengaruh NS terhadap MP mahasiswa untuk menggunakan e-learning berbasis LMS pada pembelajaran akuntansi diterima. Koefisien regresi dari variabel Kontrol Prilaku Presepsian (KPP) terhadap minat prilaku (MP) adalah sebesar Ae0,134 kemudian nilai t-statistic 1,554 lebih besar dari nilai t-table 1,96 dengan nilai signifikansi 0,121 lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti variabel KPP terhadap variabel MP berpengaruh secara negatif tetapi tidak signifikan, dengan kata lain hipotesis (H. terdapat pengaruh KPP terhadap MP mahasiswa untuk menggunakan e-learning berbasis LMS pada pembelajaran akuntansi ditolak. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 300-48 Koefisien regresi dari variabel Minat Perilaku (MP) terhadap prilaku (P) adalah sebesar 0,590 kemudian nilai t-statistic 5,286 lebih besar dari nilai t-table 1,96 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti variabel MP terhadap variabel MP berpengaruh, dengan kata lain hipotesis (H. terdapat pengaruh MP terhadap P mahasiswa untuk menggunakan e-learning berbasis LMS pada pembelajaran akuntansi diterima. Sumber : Data primer yang diolah SmartPLS . Gambar 4. Diagram Rata-rata Prosentase Jawaban Responden Pembahasan Sikap Terhadap. Perilaku Mahasiswa Mempengaruhi Minat Prilaku Pembelajaran Akuntansi dengan E-learning Pada hasil uji hipotesis pertama diketahui bahwa sikap perilaku . titude toward behaviou. mahasiswa berpengaruh terhadap minat perilaku . ehavior intensio. pembelajaran akuntansi dengan e-learning berbasis LMS. Hal ini bisa dilihat pada Tabel 5, di mana nilai koefisien positif 0,583 diikuti dengan nilai t-value sebesar 6,401 lebih besar dari 1,96 serta nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Semakin tinggi atau positif sikap perilaku mahasiswa terhadap e-learning, maka semakin berminat perilaku mahasiswa untuk menggunakan e-learning dalam pembelajaran akuntansi. Berdasarkan jawaban responden mahasiswa akuntansi terungkap bahwa penggunaan elearning berbasis LMS dalam pembelajaran akuntansi di Universitas Dian Nuswantoro pada saat pandemi merupakan keputusan atau kebijakan yang dapat diterima dengan baik (Lihat Gambar . Hal tersebut diketahui responden menjawab Setuju sebanyak 25,8% dan Sangat Setuju sebanyak 62,6%. Hal ini diperkuat lagi dengan e-learning berbasis LMS yang disediakan oleh universitas terdapat beberapa fasilitas yang memudahkan dan bermanfaat bagi mahasiswa akuntansi, seperti kemudahan akses materi kuliah serta lengkap meskipun dari jarak jauh . , tersedianya informasi tugas dan fleksibelitas pengumpulan tugas, dan lain sebagainya. Hal ini berarti mahasiswa memiliki sikap positif di dalam diri bahwa penggunaan e-learning berbasis LMS sangat mudah digunakan dan bermanfaat dalam pembelajaran akuntansi sehingga dapat meningkatkan pemahaman akuntansi dengan baik. Sikap perilaku positif tersebut mempengaruhi. minat prilaku mahasiswa menggunakan elearning berbasis LMS dalam belajar akuntansi. Hasil penelitian sesuai dengan hasil penelitian dari Lifatin et al. , yautu sikap terhadap prilaku . titude toward behaviou. memberikan pengaruh terhadap minat perilaku mahasiswa untuk penerimaan atau penggunaan e-learning berbasis LMS dalam pembelajaran akuntansi, hasil yang sama juga pada penelitian yang dilakukan oleh Rajeh et al. Fatah . Maradesa et al. Anthony Jnr et al. Mouloudj et al. , dan Entot Suhartono. Alifia Nita Pratiwi: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat Mahasiswa Mengikuti Kuliah Akuntansi dengan E-learning: Pendekatan Theory of Planned Behavior Widagdo & Kamila, . yang menyatakan bahwa sikap terhadap prilaku . titude toward behaviou. memberikan pengaruh terhadap minat perilaku dalam penerimaan atau penggunaan e-learning. Norma. Subyektif Mahasiswa Mempengaruhi,Minat Perilaku Pembelajaran Akuntansi dengan E-learning Hasil pengujian hipotesis bahwa norma subjektif . ubjective nor. mahasiswa berpengaruh terhadap minat prilaku . ehaviour intentio. pembelajaran akuntansi dengan elearning berbasis LMS. Berdasarkan data pada Tabel 5, di mana koefisien regeresi 0,165 diikuti dengan nilai t-value 1,974 lebih besar dari 1,96 dan nilai signifikansi 0,049 lebih kecil dari nilai 0,05. Semakin tinggi atau positif norma subyektif mahasiswa terhadap e-learning berbasis LMS, maka semakin berminat prilaku mahasiswa untuk menggunakannya dalam pembelajaran akuntansi. Hal ini karena adanya motivasi dari dosen pengampu, himpunan mahasiswa akuntansi, bahkan teman-teman dari kakak tingkat maupun teman-teman dari prodi lain yang memberikan informasi dan motivasi mengenai kemudahan menggunakan elearning berbasis LMS dalam pembelajaran atau perkuliahan akuntansi. Berdasarkan jawaban responden mahasiswa terungkap bahwa motivasi dan informasi mengenai kemudahan menggunakan e-learning berbasis LMS dalam pembelajaran akuntansi bersumber dari dosen, teman-teman dari himpunan mahasiswa akuntansi, teman akrab dan seangkatan, maupun teman-teman dari prodi lain yang sudah menggunakannya. Pada Gambar 4 responden yang menyatakan Setuju sebanyak 27,8% dan Sangat Setuju sebanyak 22,8%. Namun demikian masih banyak juga yang menjawab Netral sebanyak 20%, tapi masih banyak juga yang memilih jawaban Tidak Setuju sebanyak 19% dan memilih jawaban Sangat Tidak Setuju sebanyak 10,4%. Artinya masih banyak juga mahasiswa yang belum memperoleh informasi maupun motivasi dari dosen, teman kuliah atau teman himpunan mahasiswa akuntansi, maupun teman dari prodi lainnya yang sudah menggunakan e-learning berbasis LMS. Hasil penelitian sesuai dengan penelitian-penelitian yang dilakukan, seperti Lifatin et al. Sulastri & Ahmadi . , dan Fatah . yang menghasilkan norma subjektif mahasiswa akuntansi berpengaruh terhadap penggunaan e-learning. Penelitian lainnya Adwitiya . yang menyatakan hal yang sama bahwa norma. subjektif guru PAUD mempengaruhi intensitas penggunaan e-learning, kemudian penelitian oleh Utomo & Probosini . yang menyatakan bahwa norma subjektive mempengaruhi intensitas penggunaan aplikasi streaming dalam e-learning dilingkungan mahasiswa generasi Z. Peneliti Herniyanti et al. mengungkapkan bahwa norma subjektiv mahasiswa berpengaruh terhadap behavior intention pemanfaatasn online learning system pada perguruan tinggi. Kontrol Perilaku Presepsian Mahasiswa Mempengaruhi Minat Perilaku Pembelajaran dengan E-learning Hasil pengujian hipotesis ketiga mengungkapkan bahwa tidak terdapat pengaruh secara signifikan variabel kontrol. perilaku presepsian . erceive behaviour contro. terhadap variabel perilaku . ehaviour intentio. pembelajaran akuntansi dengan e-learning berbasis LMS. Pada Tabel 5 diketahui bahwa koefisien regresi kontrol perilaku sebesar Ae0,134 dan nilai t-value sebesar 1,554 lebih kecil dari nilai 1,96 dan nilai signifikan sebesar 0,121 lebih dari 0,05. Berdasarkan hasil statistik tesebut maka kontrol perilaku presespsian mahasiswa tidak memberikan pengaruh terhadap minat. prilaku pemanfaatan e-learning berbasis LMS, artinya kontrol perilaku presepsi mahasiswa bisa menimbulkan minat tetapi bisa juga tidak menimbulkan minat perilaku mahasiswa untuk menggunakan e-learning berbasis LMS dalam pembelajaran akuntansi. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 300-48 Berdasarkan jawaban responden terungkap bahwa baik dosen maupun pihak universitas tidak memiliki kontrol atau kendali kepada mahasiswa untuk memutuskan apakah akan menggunakan atau tidak menggunakan e-learning berbasis LMS yang disediakan oleh pihak Hal tersebut bisa dilihat pada Gambar 4 di mana jawaban responden yang memilih jawaban Sangat Setuju sebanyak 23,6% dan Setuju sebanyak 14,2%. Namun demikian masih banyak juga yang memilih jawaban Sangat Tidak Setuju sebanyak 28% dan jawaban Setuju sebanyak 28% dan jawaban Sangat Tidak Setuju sebanyak 10,4%. Berdasarkan jawaban responden tersebut mahasiswa tidak mengalami kesulitan untuk menggunakan e-learning berbasis LMS, seperti kemudahan mengakses materi kuliah, melakukan presensi, mengumpulkan tugas, dan mengikuti perkuliahan online sehingga dapat memotivasi untuk terus menggunakan dan memiliki keinginan menggunakan e-learning sebagai sarana belajar di era pandemi maupun pasca pandemi. Namun demikian masih banyak juga mahasiswa yang mengalami kesulitan untuk menggunakannya, selain itu tidak semua mahasiswa memiliki perangkat untuk akses e-learning yang memadai dan tidak semua mahasiswa terjangkau jaringan internet, seperti pada mahasiswa yang berasal dari luar pulau Jawa atau dari pelosok Hasil ini tidak sesuai dengan hasil yang dilakukan oleh Lifatin et al. , di mana kontrol prilaku presepsian mahasiswa berdampak terhadap pemanfaatan e-learning. Namun demikian penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Fatah . , di mana kontrol prilakuxpresepsian mahasiswa tidak membentuk atau tidak mempengaruhi minat perilaku mahasiswa untuk menggunakan e-learning. Hasil yang sama juga dengan penelitian Mihartinah & Coryanata . di mana tidak terdapat pengaruh kontrol prilaku presepsi terhadap minat. Minat Perilaku Mahasiswa Mempengaruhi Perilaku Pembelajaran dengan E-learning Hasil pengujian hipotesis kempat mengungkapkan bahwa minat perilaku . ehavior intentio. memberikan pengaruh terhadap perilaku . menggunakan e-learning berbasis LMS. Berdasarkan data pada Tabel 5, di mana koefisien regresi sebesar 0,590 diikuti dengan nilai t-value sebesar 5,286 lebih besar dari 1,96 dan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil statistik tesebut maka minat. prilaku mahasiswa berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa untuk menggunakan e-learning berbasis LMS dalam pembelajaran akuntansi. Hal ini sesuai dengan teori TPB, bahwa suatu perilaku atau tindakan individu dipandu oleh niat atau intensi dari individu itu sendiri (Ajzen, 1. Hasil statistik di atas menunjukan bahwa sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, di mana mahasiswa yang mempunyai minat dan keinginan untuk menerima atau menggunakan elearning kecenderungan akan terus atau memilih untuk menggunakannya. Hal tersebut diperkuat dengan jawaban responden . ihat Gambar . terungkap bahwa 49,75% responden memilih menjawaban Sangat Setuju dan Setuju. 39,75%. Berdasarkan jawaban responden tersebut mahasiswa memiliki niat atau berminat untuk menggunakan e-learning berbasis LMS sebagai sarana pembelajaran akuntansi. Mahasiswa telah memiliki pengalaman yang menyenangkan dalam menggunakan e-learning, dan pihak universitas semakin meningkatkan layanan e-learning serta dukungan dari dosen atau teman-teman sehingga menambah motivasi mahasiswa untuk menggunakan e-learning secara keberlanjutan. Penelitian ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Lifatin et al. , yaitu sikap terhadap minat perilaku . ehavior intentio. memberikan pengaruh terhadap perilaku mahasiswa untuk penerimaan atau menggunakan e-learning berbasis LMS sebagai sarana pembelajaran akuntansi, demikian juga dengan penelitian Rajeh et al. Fatah . Maradesa et al. Anthony Jnr et al. Mouloudj et al. , dan Widagdo & Kamila, . menyatakan bahwa minat perilaku . ehavior intentio. memberikan pengaruh kepada perilaku Entot Suhartono. Alifia Nita Pratiwi: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat Mahasiswa Mengikuti Kuliah Akuntansi dengan E-learning: Pendekatan Theory of Planned Behavior penerimaan e-learning. SIMPULAN Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh sikap terhadap perilaku dan norma subjektif mahasiswa kepada minat prilaku secara signifikan, namun tidak dengan kontrol perilaku presepsian yang tidak memberikan pengaruh terhadap minat perilaku mahasiswa untuk menggunakan e-learning berbasis LMS sebagai sarana pembelajaran akuntansi di Universitas Dian Nuswantoro. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa minat perilaku mahasiswa berdampak pada penerimaan dan menggunakan e-learning berbasis LMS yang disediakan oleh universitas secara berkelanjutan. Secara umum, pembelajaran akuntansi melalui e-learning berbasis LMS di Universitas Dian Nuswantoro cukup dapat diterima dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa walaupun dalam hal lain ada kendalakendala, seperti jaringan internet yang digunakan oleh mahasiswa tidak sama kualitasnya, terutama mahasiswa yang tinggal atau berada daerahnya yang tidak terjangaku jaringan Lingkup penelitian ini adalah mahasiswa prodi akuntansi yang menggunakan e-learning berbasis LMS di Universitas Dian Nuswantoro, sehingga memiliki keterbatasan karena belum bisa mewakili seluruh mahasiswa yang menggunakan e-learning, selain itu fasilitas atau kemampuan e-learning yang disediakan oleh berbagai institusi pendidikan lainnya berbedabeda. Demikian juga dengan kemampuan SDM dan kualitas perangkat yang dimiliki mahasiswa yang berbeda-beda pula. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat memperluas karakteristik maupun kemampuan responden serta standar e-learning yang digunakan oleh institusi pendidikan yang dapat menggambarkan penggunaan e-learning secara umum. Penelitian ini menjadikan mahasiswa sebagai objek yang diteliti, saran penelitian berikutnya adalah menjadikan objek dosen terhadap penerimaan e-learning untuk digunakan sebagai sarana pembelajaran dan mengukur tingkat kesiapan institusi pendididikan sebagai penyedia layanan e-learning. DAFTAR PUSTAKA