e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2026. Vol. 5 No. DOI: 10. 47662/jaliye. SOSIALISASI KODE RESIN PLASTIK BAGI SISWA SMP SATAP NEGERI NIAN Made Santiari1*. Hernur Yoga Priyambodo2, dan Antonius Tuan Tana Ruron3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Biologi FKIP. Universitas Timor youthriri@unimor. id 1, hernuryoga@unimor. id 2, antoniusruron@unimor. ABSTRAK Siswa SMP SATAP Negeri Nian belum memiliki pengetahuan mengenai kode resin plastik sehingga perlu dilakukan kegiatan sosialisasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kode resin plastik. Langkah-langkah kegiatan dimulai dari kunjungan awal ke sekolah, persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan pembuatan laporan. Peserta kegiatan sebanyak 31 orang. Peningkatan pengetahuan siswa diukur dari peningkatan hasil posttest dibandingkan dengan hasil pretest. Kriteria siswa yang mengikuti pretest dan posttest adalah siswa yang mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Jumlah siswa yang memenuhi kriteria tersebut sebanyak 17 orang. Pengetahuan siswa mengalami peningkatan ditandai dengan persentase jawaban AuYaAy dari kelima pernyataan pada posttest yang seluruhnya berhasil melampui angka 50 %. Kegiatan sosialisasi ini mampu meningkatkan pengetahuan siswa SMP Satap Negeri Nian tentang kode resin plastik. Kata Kunci : plastik. SMP, sosialisasi ABSTRACT Students of SMP SATAP Negeri Nian do not yet have knowledge about plastic resin codes, so it is necessary to conduct socialization activities to overcome this problem. The purpose of this activity is to increase students' knowledge about plastic resin codes. The steps of the activity start from the initial visit to the school, preparation of the activity, implementation of the activity and preparation of the report. The activity participants were 31 people. The increase in student knowledge was measured by the increase in posttest results compared to the pretest results. The criteria for students who took the pretest and posttest were students who followed the activity from beginning to end. The number of students who met these criteria was 17 people. Student knowledge increased as indicated by the percentage of "Yes" answers from the five statements in the posttest, all of which successfully exceeded 50%. This socialization activity was able to increase the knowledge of Nian State Junior High School (SMP Satap Negeri Nia. students about plastic resin codes. Keywords: plastic. SMP, socialization PENDAHULUAN Plastik berasal dari bahasa Yunani AuPlastikosAy yang mempunyai arti lentur dan mudah dibentuk (Yuniarti et al. , 2. Plastik terdiri dari molekul primer dengan rantai yang panjang dan berasal dari hasil ekstraksi minyak bumi, batu bara dan gas-gas alam sebagai bahan produksinya (Rosmainar et al. , 2. Plastik banyak dipakai dalam berbagai macam kebutuhan hidup manusia mulai dari kepeluan bahan otomotif sampai bahan pembungkus makanan (Fauzi et al. , 2. Plastik dipilih karena ringan, tahan air, mudah dibentuk tranparan, dapat diberi warna dan murah, namun sukar terurai oleh mikroorganisme tanah sehingga dapat menjadi sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan (Pakerti & Muryeti, 2. Beberapa studi menunjukkan bahwa Indonesia termasuk di antara negara-negara penghasil polusi plastik terbesar di dunia (Vriend et al. , 2. Jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh Indonesia kira-kira 7,8 juta ton setiap tahunnya (World Bank. Polipropilena (PP) dan varian polietilena (PE. HDPE. LDPE) adalah polimer yang paling sering e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2026. Vol. 5 No. DOI: 10. 47662/jaliye. ditemukan dalam polusi makro dan mikroplastik di Indonesia, meskipun identifikasi polimer masih kurang dalam sebagian besar penelitian (Vriend et al. , 2. PP. PE. HDPE dan LDPE merupakan singkatan dari kode resin plastik. Plastik identik dengan kode resin plastik. Kode resin plastik ini merupakan kode yang ditemukan pada kemasan plastik, dimana Rusniati et al. , . dalam artikelnya menggunakan istilah kode daur ulang atau simbol daur ulang atau simbol resin. Kode yang tertera pada bagian bawah kemasan plastik ini merupakan simbol yang berisi angka dan huruf yang berguna untuk mengidentifikasi jenis plastik yang digunakan pada kemasan plastik tersebut (Rusniati et al. , 2. Andyna et al. memaparkan terdapat tujuh simbol bernomor yang tertera pada kemasan plastik untuk membedakan jenis kemasan dan masing-masing kegunaanya yang tersaji pada gambar 1. oAo Gambar 1. Simbol pada kemasan plastik Plastik dengan simbol berisi angka 1 memiliki singkatan PETE atau PET dengan nama polimer Polyethylene terephthalate dimana plastik ini biasa dipakai sebagai botol minuman dan kemasan plastik. Botol-botol dengan kode 1 hanya bisa sekali pakai dan contoh plastik dengan kode ini adalah botol air mineral (Andyna et al. , 2. Plastik dengan simbol berisi angka 2 mempunyai singkatan HDPE dengan nama polimer High-density polyethylene dimana HDPE dapat dipakai untuk membuat berbagai macam tipe botol (Andyna et al. , 2. Polyvinyl chloride merupakan nama polimer dari plastik dengan simbol berisi angka 3 dengan singkatan PVC atau V (Andyna et al. , 2. PVC atau V merupakan bahan yang sulit didaur ulang dan biasa dipakai untuk pipa dan bahan bangunan (Andyna et al. , 2. Plastik nomor daur ulang empat dengan singkatan LDPE memiliki nama polimer Low density polyethylene merupakan plastik yang hampir tidak dapat dihancurkan namun tetap baik untuk makanan (Andyna et al. , 2. Squeezable bottles . ada botol mustard, mad. merupakan contoh dari plastik dengan kode empat ini (Andyna et al. , 2. Polypropylene (PP) merupakan nama polimer dari plastik nomor daur ulang lima merupakan plastik yang cocok untuk produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman dimana plastik ini dapat diisi ulang dan biasanya didaur ulang menjadi casing, baterai, sapu, sikat dan lain-lain (Andyna et al. , 2. Plastik PP tahan terhadap air mendidih dan sterilisasi dengan uap panas (Purwaningrum, 2. Plastik dengan nomor daur ulang enam dengan singkatan PS dan memiliki nama polimer Polystyrene biasa diguunakan sebagai tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, tempat CD, karton tempat telur dan lain-lain(Andyna et al. , 2. Pemakaian Polystyrene ini tidak disarankan untuk mengemas makanan karena adanya kandungan styrine yang berbahaya untuk otak dan sistem syaraf manusia (Andyna et al. , 2. Plastik dengan nomor daur ulang tujuh memiliki singkatan Other atau O dengan nama polimer plastik lainnya, termasuk acrylic, acrtlonitrile butadiene styrene, fiberglass nylon, polycarbonate, dan polylactic acid (Andyna et al. , 2. Contoh plastik kode tujuh lainnya yaitu computer cases, iPod, galon air, kacamata plastik, benang nilon dan alat elektronik (Andyna et al. , 2. Pengetahuan tentang kode resin plastik ini sangat krusial untuk dapat memakai dan menangani plastik dengan benar sesuai jenisnya (Sudirman et al. , 2. Kegunaan kode ini bagi petugas daur ulang adalah untuk mengenali jenis plastik yang digunakan dan membantu dalam proses pemisahan serta pengolahan limbah plastik, sedangkan bagi konsumen, kode ini memiliki manfaat untuk mengidentifikasi kemasan plastik, menentukan peruntukan kemasan dan aturan penggunaan kembali kemasan plastik (Rusniati et al. , 2. Pengetahuan tentang kode resin plastik juga dapat membawa keuntungan ekonomi. Plastik yang sudah dipisah dapat dijual untuk mendapat uang. Azzaki et al. menerapkan QR Code untuk memilah sampah plastik yang dihasilkan 30 responden kemudian sampah tersebut dijual kepada pihak ketiga dengan total keuntungan dari seluruh responden sebesar Rp. Namun, pengetahuan mengenai kode resin plastik ini belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat khususnya anak-anak sekolah. Sudirman et al. , . membagikan kuisioner kepada siswa SMA Tegar Kelana berkaitan dengan kode resin plastik sebelum dilakukan kegiatan sosialisasi dimana pengetahuan mereka masih sangat minim. Keadaan serupa juga dialami pula oleh siswa SMP SATAP Negeri Nian, dimana e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2026. Vol. 5 No. DOI: 10. 47662/jaliye. berdasarkan hasil observasi siswa di sekolah ini belum mengetahui mengenai kode resin plastik. Hal ini dikarenakan belum pernah dilakukan kegiatan pengenalan kode ini yang ditujukan untuk para siswa. Pengenalan akan dilakukan melalui kegiatan sosialisasi karena Sudirman et al. telah berhasil meningkatkan pengetahuan mengenai kode resin anak SMA melalui kegiatan sosialisasi. Sosialisasi dilakukan pada tingkat siswa SMP dimana SMP merupakan jenjang lebih rendah dari SMA. Intervensi dari tingkat pendidikan lebih rendah diharapkan lebih membawa dampak. Harapan lebih membawa dampak jika pengabdian dilaksanakan pada tingkat SMP dan keadaan siswa SMP SATAP Negeri Nian yang belum mengetahui tentang kode resin plastik, maka pengabdian berjudul AuSosialisasi Kode Resin Plastik pada Siswa SMP SATAP Negeri NianAy dilaksanakan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMP SATAP Negeri Nian mengenai kode resin plastik melalui kegiatan sosialiasi. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anak-anak SMP SATAP Negeri Nian dalam memilih plastik yang aman untuk kesehatan dan sebagai dasar untuk kegiatan pengelolaan sampah dari sumber. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2026 di SMP SATAP Negeri Nian Desa Nian Kabupaten Timor Tengah Utara Nusa Tenggara Timur. Langkah-langkah kegiatan pengabdian ini adalah: Kunjungan awal ke sekolah Tim telah melakukan kunjungan awal ke sekolah pada bulan Maret 2026. Hasil kunjungan awal ke sekolah yakni kesediaan sekolah untuk menerima kegiatan, waktu pelaksanaan dan informasi bahwa siswa SMP SATAP Negeri Nian belum memiliki pengetahuan tentang kode resin plastik. Hal ini disebabkan belum adanya semacam sosialisasi untuk mengenalkan pengetahuan tersebut. Persiapan Kegiatan Tim menyiapkan peralatan, bahan, konsumsi, kendaraan dan administrasi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di SMP SATAP Negeri Nian pada tanggal 23 April 2026. Urutan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu pelaksanaan pretest, pemaparan materi dan pelaksanaan posttest. Indikator keberhasilan adalah adanya peningkatan nilai pada posttest. Pengisian pretest dan posttest dilakukan oleh siswa dengan kriteria mengikuti kegiatan sosialisasi dari awal hingga akhir. Siswa yang dapat mengisi pretest dan posttest sebanyak 17 orang sedangkan peserta pengabdian sebanyak 31 orang. Pernyataan pretest dan posttest sama yang tersaji pada tabel 1. No. Tabel 1. Pernyataan untuk Pretest dan Posttest Pernyataan Saudara mengetahui adanya kode pada kemasan plastik Saudara mengetahui ada 7 macam kode pada kemasan plastik Saudara mengetahui makna 7 macam kode kemasan plastik Saudara mengetahui penggunaan kemasan plastik sesuai Saudara mengetahui produk hasil daur ulang dari setiap kode Tidak Pengolahan hasil pretest dan posttest serta pembuatan laporan. Kegiatan selanjutnya dari kegiatan ini adalah mengolah hasil pretest dan posttest. Analisa data dilakukan menggunakan rumus 1. Hasil yang didapat kemudian dipakai menjadi bahan untuk pembuatan Laporan disusun oleh seluruh tim yang berisi ulasan kegiatan sosialisasi. X%= ycycycoycoycaEa ycycnycycyca ycoyceycuycycaycycayca ycyca/ycycnyccycayco ycycycoycoycaEa ycyceycoycycycEa ycycnycycyca ycycaycuyci ycoyceycuyciycnycycn ycoycycnycycnycuycuyceyc ycu 100 %. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2026. Vol. 5 No. DOI: 10. 47662/jaliye. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di SMP SATAP Negeri Nian yang diawali dengan pemberian pre-test kepada 17 peserta yang dilanjutkan dengan pemberian materi. Materi yang disampaikan yaitu mengenai kode resin plastik, contoh benda yang mempunyai kode resin tersebut, bahaya kesehatan, konsep reduce, reuse, recycle . R), dan contoh benda hasil daur ulang. Saat kegiatan pemaparan berlangsung, peserta mengalami penambahan menjadi 31 orang karena permintaan guru agar lebih banyak siswa yang mengetahui tentang kode resin plastik. Setelah responden diberikan materi, kemudian responden diberikan post-test. Pernyataan dalam kuisioner yang diberikan pada pretest dan posttest sama dengan tujuan melihat kemampuan responden untuk menyerap materi yang disajikan. Seluruh kegiatan pengabdian dapat dilihat pada gambar 1. Pelaksanaan PreTest . Pemaparan Materi . Pemaparan Materi . Post-test . Foto Bersama Gambar 1. Rangkaian Kegiatan Pengabdian Pelaksanaan pretest sebelum kegiatan pengabdian di SMP SATAP Negeri Nian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang kode resin plastik berada pada level yang rendah . i bawah 50 %). Lima pernyataan pretest yang digunakan memperlihatkan hal tersebut. Siswa menjawab pretest pada tingkat rendah . i bawah 50 %). Hasil pretest tersebut dapat dilihat pada gambar 2. Nilai terendah ada pada pernyataan nomor 3 yaitu AuSaudara mengetahui makna 7 macam kode pada kemasan plastikAy. Presentase siswa yang tahu sebesar 5,88 % dimana hanya terdapat seorang siswa yang mengetahui kode resin pada kemasan plastik. Responden dalam hal ini siswa SMP belum memiliki pengetahuan mengenali kode resin pada kemasan plastik yang sangat menentukan keberhasilan pemilahan dan daur ulang serta kesehatan siswa. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2026. Vol. 5 No. DOI: 10. 47662/jaliye. Tabel 2. Hasil Analisis Pretest dan Posttest Pernyataan Pretest Posttest Pretest Posttest Saudara mengetahui adanya kode pada kemasan plastik 29,41 94,12 70,59 5,88 Saudara mengetahui ada 7 macam kode pada kemasan 11,76 94,12 88,24 5,88 Saudara mengetahui makna 7 macam kode kemasan 5,88 88,24 94,12 11,76 Saudara mengetahui penggunaan kemasan plastik sesuai kodenya 23,53 88,24 76,47 11,76 Saudara mengetahui produk hasil daur ulang dari setiap kode plastik 41,18 94,12 58,82 5,88 Keterangan: X : jumlah responden yang menjawab AuYaAy % X : persentase jumlah responden yang menjawab AuYaAy Y : jumlah responden yang menjawab AuTidakAy % Y : persentase jumlah responden yang menjawab AuTidakAy Perbandingan Pre-Test dan Post-Test Jawaban Ya Persentase Pre-test Post-test Gambar 2. Hasil Kuesioner Kode Resin Plastik Berdasarkan hasil analisis, presentase jumlah siswa yang menjawab AuYaAy untuk kelima pernyataan berada di bawah angka 50% . Pernyataan pertama pada kegiatan ini mengenai pengetahuan siswa sebagai responden tentang adanya kode pada kemasan plastik. Persentase yang diperoleh adalah 29,41 %. Siswa yang menjawab bahwa mereka mengetahui kode pada kemasan botol plastik hanya 5 orang berbanding 12 orang. Selanjutnya, pada pernyataan kedua mengenai 7 macam kode pada kemasan plastik dimana hanya 2 orang yang menjawab mengetahui dengan presentase sebesar 11,76 %. Sedangkan pada pernyataan ketiga responden mengetahui hanya 1 orang dengan persentase 5,88 %. Pernyataan keempat dimana hanya 4 orang . ,53%) yang menyatakan mereka mengetahui penggunaan kemasan plastik sesuai dengan kodenya. Pernyataan terakhir terdapat 7 responden . ,18%) yang menjawab bahwa mereka mengetahui produk hasil daur ulang dari setiap kode plastik dan merupakan pernyataan dengan persentase tertinggi responden menjawab ya. Sehingga, secara garis besar dapat disimpulkan pengetahuan e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2026. Vol. 5 No. DOI: 10. 47662/jaliye. siswa SMP SATAP Negeri Nian pada awalnya adalah rendah . i bawah 50%). Hal ini menunjukkan bahwa pemberian sosialisasi mengenai kode pada kemasan plastik adalah penting untuk diberikan. Rangkaian kegiatan pengabdian yang dilakukan Hartini et al. dimulai dari pretest, penyampaian materi dan posttest dimana mampu meningkatkan kemampuan responden untuk memahami tentang sampah Rangkaian kegiatan pengabdian tersebut serupa dengan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dimana hasil yang didapat sama yaitu peningkatan pengetahuan responden, sehingga dapat disimpulkan rangkaian kegiatan ini efektif untuk meningkatkan pengetahuan peserta. Pengetahuan siswa mengalami peningkatan ditandai dengan persentase jawaban AuYaAy dari kelima pernyataan pada posttest yang seluruhnya berhasil melampui angka 50 %. Kenaikan paling mencolok terjadi pada pernyataan kedua dan ketiga. Jumlah siswa yang menjawab AuYaAy pada pernyataan kedua pada awalnya hanya 2 orang . ,76%) menjadi 16 orang . ,12 %). Pola kenaikan serupa juga terjadi pernyataan ketiga, dimana jumlah siswa yang menjawab AuYaAy meningkat dari 1 orang . ,88%) meningkat menjadi 15 orang . ,24%). Hal ini menunjukkan bahwa pada kedua pernyataan tersebut, terdapat tambahan 14 siswa yang berhasil menyerap informasi yang berakibat pada meningkatnya pengetahuan. Keberhasilan ini dimungkinkan karena siswa diberikan materi dalam bentuk visual yang merangsang otak siswa untuk menangkap materi. Fauzi et al. menyatakan bahwa pemberian materi visual dapat meningkatkan pengetahuan responden terhadap pengetahuan yang diberikan. Selain itu, materi tersebut diberikan dalam jangka waktu kurang lebih 60 menit sehingga, siswa diberikan waktu untuk mengolah informasi yang diberikan. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi ekologis atau lingkungan yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan perilaku prolingkungan, pemikiran kritis tentang tantangan keberlanjutan, dan partisipasi yang lebih besar dalam aksi kolektif untuk perlindungan lingkungan (Kuzu et al. , 2024. Wheaton et al. , 2. Metode sosialisasi yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi pengenalan kode resin plastik di SMP SATAP Negeri Nian terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai jenis plastik dan pengelolaan sampah. Efektivitas tersebut terlihat dari peningkatan hasil post-test pada seluruh indikator pertanyaan setelah kegiatan sosialisasi dilakukan. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh penggunaan pendekatan pembelajaran yang interaktif, kontekstual dan berbasis pengalaman langsung. Dalam kegiatan ini siswa tidak hanya menerima penjelasan teoritis, tetapi juga mengamati langsung simbol kode resin pada botol plastik sehingga konsep menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Selain itu, metode sosialisasi yang melibatkan partisipasi aktif peserta didik turut meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kegiatan diskusi, identifikasi simbol plastik dan tanya jawab membantu siswa membangun pemahaman secara mandiri. Selain itu, metode sosialisasi yang melibatkan partisipasi aktif peserta didik turut meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kegiatan diskusi, identifikasi simbol plastik dan tanya jawab membantu siswa membangun pemahaman secara Kegiatan sosialisasi mengenai pengenalan kode resin plastik di SMP SATAP Negeri Nian memiliki keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG. serta isu lingkungan global terkait pencemaran sampah plastik. Kegiatan seperti sosialisasi atau penyuluhan yang dilakukan di SMP SATAP Negeri Nian berkaitan dengan SDGs 12 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Artinya menurut Darmin et al. Kegiatan sosialisasi mengenai sampah memberikan pemahaman kepada responden tentang pentingnya menjaga lingkungan yang secara tidak langsung ikut mewujudkan tujuan SDGs. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk dilakukan karena secara tidak langsung kita sudah menjadi warga dunia yang ikut menjaga kebersihan lingkungan kita dari sampah. Di mana negara berkembang seperti Indonesia masih menemui kendala untuk mengatasi permasalahan sampah. Melalui kegiatan pengabdian kode resin plastik yang disisipkan konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. sangat mendukung tercapainya SDGs. Darmin berpendapat bahwa kegiatan seperti ini berkaitan dengan SDGs 3, 11 Intervensi pendidikan di semua tingkatan dari sekolah dasar hingga universitas, terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran ekologis dan menumbuhkan pola pikir berkelanjutan (Fitriani et al. , 2025. Hartono. Sadaf et al. , 2025. Suryawati et al. , 2. Rendahnya pengetahuan mengenai kode resin plastik juga berkaitan dengan rendahnya akses informasi lingkungan yang sederhana dan aplikatif. Informasi tentang kode resin plastik umumnya ditemukan dalam konteks akademik, industri atau komunitas lingkungan tertentu, sehingga belum tersampaikan secara luas kepada siswa SMP. Padahal sosialisasi sederhana melalui sekolah, e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2026. Vol. 5 No. DOI: 10. 47662/jaliye. media sosial, komunitas maupun pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pemahaman publik menjadi lebih baik. Selain meningkatkan aspek kognitif, kegiatan sosialisasi juga berpotensi membentuk kesadaran lingkungan peserta didik. Setelah memahami perbedaan kode pada kemasan plastik dan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan, siswa menjadi lebih memahami pentingnya memilah sampah dan menggunakan plastik secara bijak. Dengan demikian, keberhasilan penyuluhan di SMP SATAP Negeri Nian menunjukkan bahwa sosialisasi berbasis sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi ekologis generasi muda dan mendukung pembentukan perilaku peduli lingkungan. Kegiatan pengabdian mengenai pengenalan kode resin plastik di SMP SATAP Negeri Nian menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik. Namun demikian, kegiatan ini masih memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program Keterbatasan tersebut yaitu kegiatan masih berfokus pada aspek kognitif melalui pre-test dan posttest. Pengabdian ini belum mengukur perubahan perilaku nyata peserta dalam pengelolaan sampah plastik setelah kegiatan berlangsung. Keterbatasan ini dapat menjadi peluang terhadap pelaku pengabdian selanjutnya untuk mengukur bagaimana metode sosialiasi yang diberikan mempengaruhi perilaku responden yang dalam hal ini adalah siswa SMP SATAP Negeri Nian. Kabupaten Timor Tengah Utara. Nusa Tenggara Timur. KESIMPULAN DAN UCAPAN TERIMA KASIH Kesimpulan Langkah-langkah kegiatan sosialisasi ini dimulai dari kunjungan awal ke sekolah, persiapan pengabdian, pelaksanaan pengabdian dan pembuatan laporan. Pelaksanaan pengabdian dilakukan di SMP SATAP Negeri Nian diikuti oleh 31 orang. Kegiatan sosialisasi diawali dari pelaksanaan pre-test, pemaparan materi dan terakhir pelaksanaan post-test. Pengetahuan siswa mengalami peningkatan ditandai dengan persentase jawaban AuYaAy dari kelima pernyataan pada posttest yang seluruhnya berhasil melampui angka 50 %. Kenaikan paling mencolok terjadi pada pernyataan kedua dan ketiga. Jumlah siswa yang menjawab AuYaAy pada pernyataan kedua pada awalnya hanya 2 orang . ,76%) menjadi 16 orang . ,12 %). Pola kenaikan serupa juga terjadi pernyataan ketiga, dimana jumlah siswa yang menjawab AuYaAy meningkat dari 1 orang . ,88%) meningkat menjadi 15 orang . ,24%). Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik. Daftar Pustaka