e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 150 -158 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online : 2613-9774 ANALYSIS OF CAPITAL STRUCTURE IN MEASURING RENTABILITY AND SOLVABILITY OF COSMETICS COMPANIES AND HOUSE HOLD GOODS LISTED ON INDONESIA STOCK EXCHANGE PERIOD 2015-2017 Ima Halimah 1 Nor Norisanti 2 Faizal Mulia Z3 Fakultas Ilmu Administrasi dan Humaniora. Universitas Muhammadiyah Sukabumi email: imahalimahrdwn@gmail. com1, nor_norisanti@yahoo. com2, paijo_assun@yahoo. ABSTRACT The purpose of this research to measure capital structure of cosmetics companies and house hold goods listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2015-2017 using vertical analysis, return on equity (ROE), earnings per share (EPS), debt on equity ratio (DER), and Long-Term Debt on Equity Ratio (LTDtER). This research uses descriptive methods, secondary data used is company documentation and financial reports in the form of balance sheet PT. Akasha Wira International Tbk. PT. Kino Indonesia Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk. PT. Martina Berto Tbk. PT. Mustika Ratu Tbk and PT. Unilever Indonesia Tbk in 2015 until 2017. The results showed that the perfomance of cosmetics companies and house hold goods reduction in 2015 until 2017 the form of Return on Equity (ROE) and increase in Debt on Equity Ratio (DER) and also fluctuations in Long-Term Debt on Equity Ratio (LTDtER). PT. Kino Indonesia and PT. Mustika Ratu are companies with financial performance whose capital structure management is not optimal due to the composition and proportion of long-term debt with equity that is not balanced with the returns and risks borne by the company during the 2015 to 2017 period. Keywords: Capital Structure. Return on Equity (ROE). Earnings Per Share (EPS). Debt on Equity Ratio (DER). Long-Term Debt on Equity Ratio (LTDtER). PENDAHULUAN Perkembangan bisnis kosmetik mengacu pada kebutuhan masyarakat yang kegiatan sehari Ae harinya menggunakan campur tangan aneka ragam produk kosmetik. Pertumbuhan pasar industri kosmetik rata Ae rata mencapai 9,67 % pertahun dalam enam tahun terakhir . dan pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 6,35 % serta di triwulan I/2018 mengalami kenaikan 36 %. Hal ini membuktikan bahwa sektor kosmetik menjadi salah satu sektor yang kinerja pertumbuhan pasarnya bergerak mengikuti . KEMENPERIN:2. Peningkatan akan barang konsumsi habis pakai mengakibatkan perusahaan dituntut untuk menciptakan produk Ae produk yang memiliki nilai jual yang tinggi dengan pemilihan kualitas yang Barang habis pakai yang saat ini sedang banyak diminati dalam perkembangan pasar dunia adalah kosmetik, hal yang tidak asing terdengar oleh setiap kaum wanita namun industri kosmetik tidak hanya menargetkan konsumennya hanya untuk wanita saja melainkan untuk kaum pria dan anak Ae anak dalam penggunaannya. Bisnis kosmetik dipersepsikan berbagai macam oleh masyarakat namun perlu diketahui bahwa bisnis kosmetik tidak hanya mencakup riasan yang digunakan pada wajah tapi juga mencakup perawatan pada tubuh. Meskipun media iklan sering memberikan informasi mengenai perspektifnya produk Ae produk kosmetik dikategorikan menjadi Skin Care. Hair Care. Fragrances. Sun care dan Personal Hygiene. Contoh dari produk kosmetik meliputi sabun, lulur, sampo, kondisioner, parfum, bedak, lipstick, eye shadow, blush on, cat rambut, cat kuku, pasta gigi, obat kumur, sikat gigi, deodorant dan lain Sub sektor perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga merupakan bagian dari salah satu sektor industri barang habis pakai yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sektor industri barang konsumsi lainnya di Bursa Efek Indonesia yaitu, perusahaan rokok, perusahaan makanan dan minuman, perusahaan perlengkapan dan peralatan rumah tangga dan perusahaan farmasi. Namun terdapat 6 perusahaan yang bergabung terhadap perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga dengan waktu berdiri yang berbeda adalah PT. Akasha Wira International Tbk dengan kode ADES. PT. Kino Indonesia Tbk dengan kode KINO. PT. Mandom Indonesia Tbk dengan kode TCID. PT. Martina Bento Tbk dengan kode MBTO. PT. Mustika Ratu Tbk dengan kode e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 150 -158 MRAT, dan PT. Unilever Indonesia Tbk dengan kode UNVR. Perusahaan dalam menghadapi perubahan, harus mampu bersaing dalam segala aspek bidang teknologinya, penjualan produknya dan lain Namun perusahaan memerlukan modal untuk dapat mewujudkan semua itu sehingga pada akhirnya perusahaan melakukan penerimaan modal yang berasal dari eksternal perusahaan atau sering disebut dengan modal asing . Penggunaan utang untuk mendanai investasi akan dinilai memiliki dampak negatif karena dapat menimbulkan biaya yang harus dibayarkan pada setiap nilai rupiah yang dipakai sebagai utang pada jangka waktu panjang, sedangkan dampak positifnya setiap penggunaan utang dapat membiayai kegiatan operasional perusahaan dengan maksimal. Pada tahun 2017 hampir seluruh perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga mengalami peningkatan utang, yang mengalami peningkatan adalah PT. Akasha Wira International Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk. PT. Martina Bento Tbk. PT. Mustika Ratu Tbk, dan PT. Unilever Indonesia Tbk sedangkan yang mengalami penurunan adalah PT. Kino Indonesia Tbk dengan penurunan tingkat hutang sebesar 7,12 % pada tahun 2015 hingga 2016 dan 11,2 % pada tahun 2016 hingga 2017. Pemakaian modal yang berasal dari pihak eksternal perusahaan memiliki sebuah tujuan dalam pembangunan dan pengembangan usahanya serta untuk memperoleh laba semaksimal mungkin dalam memenuhi setiap kegiatan operasionalnya. Dengan mendapatkan keuntungan yang maksimal, ini dapat digunakan sebagai tolak ukur kesuksesan perusahaan dalam meramalkan kesempatan di masa yang akan datang dan menjadi faktor pendukung di segala kemungkinan yang akan terjadi serta laba perusahaan didapatkan dari aktivitas berbisnis dengan melakukan penjualan produk yang ditawarkan kepada kosumen melalui media informasi. Namun pada hal ini peningkatan utang tidak dasari dengan perolehan laba, sehingga laba bersih pada tahun 2016 hingga 2017 perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia mengalami fluktuasi dan penurunan seperti PT. Akasha Wira International Tbk. PT. Martina Bento Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk yang mengalami penurunan dan yang mengalami fluktuasi adalah PT. Kino Indonesia Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk dan PT. Unilever Indonesia Tbk. Dengan tingkat utang yang rata Ae rata mengalami peningkatan dan rata Ae rata laba yang mengalami penurunan, ditinjau dari segi ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online : 2613-9774 ekuitasnya perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga pada tahun 2016 hingga 2017 yang mengalami peningkatan adalah PT. Akasha Wira International Tbk. PT. Kino Indonesia Tbk dan PT. Mandom Indonesia Tbk sedangkan PT. Mustika Ratu Tbk mengalami penurunan dan PT. Martina Berto Tbk dan PT. Unilever Indonesia Tbk mengalami fluktuasi. Dana yang terdapat di struktur permodalan biasa digunakan untuk membiayai kegiatan investasi perusahaan dengan berbagai jenis investasi yang ada, keputusan pendanaan biasanya memadukan sumber dana yang digunakan pada utang dengan pembiayaan investasi yang dilakukan oleh ekuitas. Dengan demikian sebagaimana ditunjukkan oleh Raharja Putra . AuStruktur modal adalah campuran antara utang jangka panjang dan ekuitas, dalam rangka mendanai investasi perusahaanAy Maka struktur modal memiliki komponen yaitu utang jangka panjang dan modal sendiri . otal ekuita. Menganalisis struktur modal menggunakan analisis vertikal memberikan batas rasio yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan mengenai besarnya modal pinjaman atau hutang dengan besarnya jumlah modal sendiri. Rasio yang menggunakan rentabilitas dan solvabilitas karena penggunaan pengukurannya dapat menentukan besaran sumber pendanaan ditentukan dengan memilih penggunaan laba, modal sendiri dan utang eksternal sebagai pilihan dalam mengoptimalkan struktur modal yang berada pada perusahaan. Penelitian mengenai analisis struktur modal yang diukur dengan rentabilitas dan solvabilitas sebelumnya pernah dilakukan oleh Aditya Septiani dan Elisa Purwitasari . menganalisis tentang strukur modal yang dapat diukur dengan rasio profitabilitas dan solvabilitas menunjukkan hasil bahwa utang jangka pendek berpengaruh negatif terhadap tingkat keuntungan yang didapatkan dan menunjukkan dana yg bersumber dari utang akan berdampak rendah dengan presentase sebesar 90,33 %. Selanjutnya penelitian yang dilakukan Dr. Ayad Shaker dan Dr. Mustafa Hasan . yang menunjukkan hasil bahwa menurunkan total proporsional utang memiliki dampak yang signifikan terhadap tingkat keuntungan yang didapatkan dan peningkatan penggunaan dana utang cenderung mengurangi laba bersih dengan nilai 91,02 % dari hasil pengembalian ekuitas. Selain itu Prihatsono . , meneliti mengenai pengaruh modal asing terhadap kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba yang dengan mengukur pendapatan bersih, penjualan bersih, jumlah modal yang tersedia, laba bersih setelah e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 150 -158 pajak dan modal sendiri. Hasil penelitian dampak modal asing terhadap rentabilitas modal sendiri dianggap menguntungkan hal ini disebabkan karena rentabilitas modal sendiri dengan modal asing jumlah dananya akan menjadi lebih besar jika dibandingkan rentabilitas modal sendiri yang dibiayai modal sendiri. Dan pada penelitian oleh Belananda Dwi Arista dan Topowijono . menganalisis struktur modal terhadap profitabilitas dengan menunjukan bahwa struktur modal mempengaruhi profitabilitas karena bunga dapat mengurangi beban pada pajak sebab tingkat penghasilan laba yang dapat bergantung pada utang dengan hasil hubungan sebesar 73,9% di perusahaan Ae perusahaan otomotif yang terdaftar di bursa efek indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti peningkatan utang yang dialami perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga dengan tidak diimbanginya perolehan laba maka peneliti tertarik denganjudul AuAnalisis Struktur Modal Dalam Mengukur Rentabilitas dan Solvabilitas Perusahaan Kosmetik dan Keperluan Rumah Tangga yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2017Ay bertujuan untuk menganalisis struktur modal yang diukur melalui rentabilitas dan Menurut Kasmir . adalah AuRasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentuAy. rasio ini juga memberikan ukuran tingkat Analisis struktur modal ini diawali dengan melakukan perhitungan Return on Equity pada periode 2015 hingga 2017 yang dihitung melalui pembagian antara total utang jangka panjang dan total ekuitas kemudian dibandingkan dengan rata Ae rata standar industri perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga untuk dapat menilai sehat/tidaknya sebuah perusahaan dan melakukan perhitungan Earning Per Share periode 2015 hingga 2017 yang dihitung melalui pembagian laba bersih dengan jumlah saham yang beredar. Rasio solvabilitas menurut Kasmir . merupakan AuRasio yang digunakan untuk mengukur samapi sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai oleh utangAy. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Perhitiungan Debt to Equity Ratio pada periode 2015 hingga 2017 yang dihitung melalui pembagian antara total utang dan total ekuitas kemudian dibandingkan dengan rata Ae rata standar industri perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga untuk dapat menilai kinerja keuangan dalam pengelolaan struktur ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online : 2613-9774 modalnya dengan menggunakan perhitungan Long Term Debt to Equity Ratio pada periode 2015 hingga 2017 yang dihitung melalui pembagian antara total utang jangka panjang dan total ekuitas kemudian dibandingkan dengan rata Ae rata standar industri perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga untuk dapat menilai sehat/tidaknya sebuah Menurut Handono Mardiyanto . AuStruktur modal merupakan komposisi dan proporsi utang jangka panjang dan ekuitas . aham preferen dan saham bias. yang ditetapkan perusahaanAy. Struktur modal tidak dapat diukur secara langsung sehingga membutuhkan alat ukur untuk dapat memberikan penilaian tentang bagaimana kondisi kinerja keuangannya dan Menurut Hery . AuPengukuran kinerja keuangan merupakan suatu usaha formal untuk mengevaluasi efesiensi dan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan labaAy. Menurut Kasmir . 5 : . untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa rasio keuangan, berikut ini adalah bentuk-bentuk rasio keuangan : RasioLikuiditas (Liquidity Rati. , merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Rasio Leverage (Leverage Rati. , merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio Aktivitas (Activity Rati. , merupakan efektivitasnya perusahaan mengelola asetnya. Rasio Profitabilitas (Profitability Rati. , merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba. Langkah dalam menganalisis struktur modal ada indikator yang umum digunakan untuk menentukan komposisi struktur modal yang optimal menurut Harmono . dengan diantaranya Debt to Equity Ratio dan Long Term Debt to Equity Ratio dan Menurut Dewi,dkk . Struktur modal dapat menentukan pendapatan per lembar saham dengan melakukan perhitungan Return on Equity dan Earning Per Share. Rasio Ae rasio dalam analisis struktur modal Debt to Equity Ratio Menurut Kasmir . Debt to Equity Ratio (DER) merupakan AuRasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitasAy. Rasio ini dicari dengan cara e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 150 -158 membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. Long Term Debt to Equity Ratio Menurut Kasmir . Long Term Debt to Equity Ratio (LTDtER ) adalah AuRasio antara utang jangka panjang dengan modal sendiri . Ay. Tujuannya adalah untuk mengukur berapa bagian dari setiap modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang dengan cara membandingkan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri . yang disediakan oleh perusahaan. Return on Equity Menurut Kasmir . Return on Equity (ROE) merupakan AuRasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiriAy. Rasio ini menunjukkan efesiensi penggunaan modal sendiri. Earning Per Share Menurut Kasmir . Earning Per Share (EPS) merupakan AuRasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai sahamAy. Pengukuran ini dilakukan dengan membagi laba bersih dengan jumlah saham yang beredar. ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online : 2613-9774 METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif. Dalam pengumpulan data menggunakan data sekunder yang berupa dokumentasi dan studi kepustakaan. Objek penelitian ini adalah perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan bergerak dalam bidang industri kosmetik,makanan dan minuman, serta produk perawatan rumah dengan menggunakan laporan keuangan berupa neraca dalam jangka waktu 3 tahun terhitung dari 2015 hingga 2017 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis vertikal yang digunakan untuk menganalisis struktur modal perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga yang diukur dari rasio rentabilitas yaituReturn on Equity dan Earning Per Shareserta rasio solvabilitas yaitu Debt to Equity Ratio dan Long Term Debt to Equity Ratio. Hasil Pengembalian Ekuitas (Return on Equit. Return on Equity = Laba Bersih Total Ekuitas Laba Per Lembar Saham (Earning Per Shar. Earning Per Share = Laba Bersih Jumlah Saham yang Beredar Rasio Utang Terhadap Modal (Debt to Equity Rati. Debt to Equity Ratio = Total Utang Total Ekuitas Rasio Utang Jangka Panjang Terhadap Modal (Long Term Debt to Equity Rati. Long Term Debt to Equity Ratio = Total UtangJangka Panjang Total Ekuitas Tabel I Operasionalisasi Konsep Variabel Struktur Modal Handono Mardiyanto . Rentabilitas Kasmir . Dimensi Neraca Return on Equity (ROE) EPS ( Earning Per Shar. Solvabilitas Kasmir . Indikator Equity Laba Bersih Ekuitas Laba Bersih Jumlah Saham yang Beredar Dept To Equity Ratio (DER) Total Utang Total Ekuitas Long Term Debt To Equity Ratio (LTDtER Utang Jangka Panjang Total Equity Konsep Komposisi dan proporsi utang jangka panjang dan ekuitas Rasio perbandingan antara laba bersih dengan Ekuitas yang ada. Rasio yang dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah saham yang Rasio membandingkan total hutang dengan total ekuitas. Rasio yang dihitung dengan hasil bagi utang jangka panjang dan total ekuitas. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 150 -158 HASIL PENELITIAN Berdasarkan data yang telah dikeluarkan oleh PT. Akasha Wira International Tbk (ADES). PT. Kino Indonesia Tbk (KINO). PT. Mandom Indonesia Tbk (TCID). PT. Martina Bento Tbk ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online : 2613-9774 (MBTO). PT. Mustika Ratu Tbk (MRAT), dan PT. Unilever Indonesia Tbk (UNVR melalui Bursa Efek Indonesia berupa laporan keuangan periode 2015 hingga 2017 yang diperuntukkan bagi para pemegang saham dan pihak Ae pihak yang berkepentingan dengan laporan tersebut. Tabel 2 Rata Ae rata Industri Debt to Equity Ratio Perusahaan Kosmetik dan Keperluan Rumah Tangga Periode 2015-2017 Nama Perusahaan PT. Akasha Wira International Tbk PT. Kino Indonesia Tbk PT. Mandom Indonesia Tbk PT. Martina Bento Tbk PT. Mustika Ratu Tbk PT. Unilever Indonesia Tbk Rata Ae rata Industri Sumber : Laporan keuangan, data diolah 2019 84,3 % 89,8 % Berdasarkan tabel diatas bahwa pada tahun 2015 rata Ae rata industri perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga untuk Debt to Equity Ratio adalah 84,3 % maka PT. Akasha Wira International Tbk dan PT. Unilever Indonesia Tbk merupakan perusahaan Ae perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik dapat melampaui nilai rata Ae rata industri sedangkan PT. Kino Indonesia Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk. PT. Martina Bento Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk adalah perusahaan yang tidak melampuai nilai rata Ae rata industri sehingga perusahaan Ae perusahaan tersebut dinyatakan meiliki kinerja keuangan yang kurang Nilai Rata Ae rata industri untuk Debt to Equity Ratio yang didapatkan di tahun 2016 sebesar 89,8 % nilai ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2015 sebesar 6,52 % sehingga dapat ditinjau untuk tahun 2016 ini, perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik dengan melampaui nilai rata Ae rata industri adalah PT. Akasha Wira International Tbk dan PT. Unilever Indonesia Tbk. Sedangkan untuk perusahaan Ae perusahaan sejenis lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia seperti. PT. Kino Indonesia Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk. PT. Martina Bento Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk merupakan perusahaan dengan kinerja keuangan yang kurang baik karena tidak melampaui nilai rata Ae rata industri. Periode 2017 Rata Ae rata Industri untuk Debt to Equity Ratio mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 6,9%, presentase untuk peningkatan ini selisih yang didapatkan tidak cukup besar sehingga pada tahun 2017 nilai rata Ae rata industri sebesar 96% dan perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik serta melampaui nilai rata Ae rata industri di tahun ini adalah PT. Akasha Wira International Tbk dan PT. Unilever Indonesia Tbk, sedangkan yang tidak dapat melampaui nilai rata Ae rata industri adalah PT. Kino Indonesia Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk. PT. Martina Bento Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk maka perusahaan Ae perusahaan tersebut dinyatakan memiliki kinerja keuangan yang kurang baik. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 150 -158 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online : 2613-9774 Tabel 3 Rata Ae rata Industri Long Term Debt To Equity Ratio Perusahaan Kosmetik dan Keperluan Rumah Tangga Periode 2015-2017 Nama Perusahaan PT. Akasha Wira International Tbk 36 kali 47 kali 38,5 kali PT. Kino Indonesia Tbk 8 kali 5,7 kali 4,7 kali PT. Mandom Indonesia Tbk 8 kali 10 kali 13 kali PT. Martina Bento Tbk 15 kali 25,7 kali 28 kali PT. Mustika Ratu Tbk 4,5 kali 5 kali 6 kali PT. Unilever Indonesia Tbk 16 kali 24,7 kali 23 kali Rata Ae rata Industri 14,5 kali 19,6 kali 18,8 kali Sumber : Laporan keuangan, data diolah 2019 BerdasarkanRata Ae rata Industri Perusahaan Kosmetik dan Keperluan Rumah Tanggauntuk perhitungan Long Term Debt To Equity Ratio yang didapatkan pada tahun 2015 yaitu 14,5 kali. Perusahaan yang mendapatkan nilai rata Ae rata industri yang rendah adalah PT. Kino Indonesia Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk maka perusahaan Ae perusahaan tersebut dinyatakan memiliki kinerja keuangan yang kurang baik sedangkan perusahaan yang mendapatkan nilai rata- rata industri terlampaui adalah PT. Akasha Wira International Tbk. PT. Martina Bento Tbk dan PT. Unilever Indonesia Tbk yang memiliki kinerja keuangan yang baik. Hasil perhitungan Long Term Debt To Equity pada tahun 2016menghasilkan nilai rata Ae rata industri sebesar 19,6 kali hal ini dapat dilihat bahwa nilai rata Ae rata industri mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 35,1% sehingga yang melampaui nilai rata Ae rata industri adalah PT. Akasha Wira International Tbk. PT. Martina Bento Tbk dan PT. Unilever Indonesia Tbk menandakan bahwa perusahan Ae perusahaan tersebut dinilai memiliki kinerja keuangan yang baik sedangkan perusahan yang tidak melampaui nilai rata Ae rata industri adalah PT. Kino Indonesia Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk sehingga perusahaan Ae perusahaan tersebut dinyatakan memiliki kinerja keuangan yang kurang baik. Periode 2017 Rata Ae rata Industri untuk Long Term Debt To Equitymengalami penurunan dari tahun sebelumnya mencapai 4,08%, maka untuk tahun 2017 nilai rata Ae rata industri menurun menjadi 18,8 kali dan perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik serta melampaui nilai rata Ae rata industri di tahun ini adalah PT. Akasha Wira International Tbk. PT. Martina Bento Tbk dan PT. Unilever Indonesia Tbk, sedangkan yang tidak melampaui nilai rata Ae rata industri adalah PT. Kino Indonesia Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk maka perusahaan Ae perusahaan tersebut dinyatakan memiliki kinerja Tabel 4 Rata Ae rata Industri Return On Equity Perusahaan Kosmetik dan Keperluan Rumah Tangga Periode 2015-2017 Nama Perusahaan PT. Akasha Wira International Tbk PT. Kino Indonesia Tbk PT. Mandom Indonesia Tbk PT. Martina Bento Tbk PT. Mustika Ratu Tbk PT. Unilever Indonesia Tbk Rata Ae rata Industri 0,2 % 1,5 % 9,6 % 0,35 % 30,2 % 28,5 % 27,4 % Sumber : Laporan keuangan, data diolah 2019 Berdasarkan tabel diatas bahwa pada tahun 2015 rata Ae rata industri perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga untuk Return On Equity adalah 30,2 % maka PT. Akasha Wira International Tbk. PT. Kino Indonesia Tbk. PT. Martina Bento Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk merupakan e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 150 -158 perusahaan Ae perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang kurang baik disebabkan nilai yang ditunjukkan tidak melampaui nilai rata Ae rata Sedangkan perusahaan Ae perusahaan yang menunjukkan kinerja keuangan yang baik dengan melampaui nilai rata Ae rata industri adalah PT. Mandom Indonesia Tbk dan PT. Unilever Indonesia Tbk. Nilai Rata Ae rata industri untuk Return On Equity tahun 2016 sebesar 28,5 % nilai ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya pada tahun 2015 sebesar 5,62 % sehingga dapat ditinjau untuk tahun 2016 ini, perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik dengan melampaui nilai rata Ae rata industri adalah PT. Unilever Indonesia Tbk. Sedangkan untuk perusahaan Ae perusahaan sejenis lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia seperti PT. Akasha Wira International Tbk. PT. Kino Indonesia Tbk. ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online : 2613-9774 PT. Mandom Indonesia Tbk. PT. Martina Bento Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk merupakan perusahaan dengan kinerja keuangan yang kurang baik karena tidak melampaui nilai rata Ae rata industri. Rata Ae rata Industri untuk Return On Equity pada tahun 2017 ini mengalami penurunan dari tahun 2016 sebesar 3,85 % angka penurunan ini lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2016 sehingga pada tahun 2017 nilai rata Ae rata industri sebesar 27,4 % dan perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik serta melampaui nilai rata Ae rata industri di tahun ini adalah PT. Unilever Indonesia Tbk, sedangkan yang tidak melampaui nilai rata Ae rata industri adalah PT. Akasha Wira International Tbk. PT. Kino Indonesia Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk. PT. Martina Bento Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk maka perusahaan Ae perusahaan tersebut dinyatakan memiliki kinerja keuangan yang kurang baik. Tabel 5 Hasil Perhitungan Earning Per Share Perusahaan Kosmetik dan Keperluan Rumah Tangga Periode 2015-2017 Nama Perusahaan PT. Akasha Wira International Tbk PT. Kino Indonesia Tbk PT. Mandom Indonesia Tbk PT. Martina Bento Tbk PT. Mustika Ratu Tbk PT. Unilever Indonesia Tbk Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Sumber : Laporan keuangan, data diolah 2019 Hasil perhitungan diatas menunjukkan bahwa selama periode 2015-2017 yang mengalami fluktuasi dalam pendapatan per lembar sahamnya adalah PT. Akasha Wira International Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk. PT. Martina Bento Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk sedangkan yang mengalami penurunan adalah PT. Kino Indonesia Tbk dan yang mengalami peningkatan adalah PT. Unilever Indonesia Tbk. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Struktur Modal Dalam Mengukur Rentabilitas Dan Solvabilitas Perusahaan Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga Periode 2015-2017 Berikut ini adalah analisis struktur modal yang diukur melalui rasio rentabilitas dan rasio solvabilitas pada perusahaan kosmetik dan barang keperluan rumah tangga selama 3 tahun, yang terhitung dari tahun 2015 hingga 2017 berdasarkan data dan perhitungan rata Ae rata industri pada rasio rentabilitas dan rasio solvabilitas yang dijadikan alat ukur untuk dapat menganalisis struktur modal. Pada tahun 2015 hingga 2017 perusahaan yang memperoleh nilai jauh diatas rata Ae rata adalah PT. Unilever Indonesia Tbk hal ini menandakan bahwa perusahaan tersebut memiliki struktur modal yang optimum karena perolehannya yang berada diatas rata Ae rata sehingga penetapan perimbangan pembelanjaannya baik sebab perusahaan menggunakan sumber modal ekstern yang berasal dari hutang dengan menerbitkan obligasi, atau menggunakan modal sendiri dengan menerbitkan saham baru sehingga beban biaya modal yang ditanggung perusahaan menjadi minimum, dan proses tersebut berdampak terhadap laba per lembar saham PT. Unilever Indonesia yang mengalami peningkatan pada periode 2015 Perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 150 -158 selalu memiliki nilai yang tidak mencapai rata Ae rata industri pada periode 2015 hingga 2017 adalah PT. Kino Indonesia Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk hal ini menandakan tidak adanyakomposisi utang jangka panjang dan ekuitas yang seimbang dengan pengembalian dan resiko yang ditanggung oleh perusahaan menyebabkan hutang menjadi sangat besar dan menjadi beban sebuah perusahaan dan mengakibatkan peningkatan utang yang tidak diimbangi dengan perolehan laba karena besarnya biaya modal keseluruhan ini akan menentukan pengambilan keputusan dalam berinvestasi karena baik buruknya struktur modal akan mempunyai efek yang langsung terhadap posisi finansial KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai analisis struktur modal dalam mengukur rentabilitas dan solvabilitas perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015 Ae 2017 terlihat bahwa struktur modal yang ditinjau dari nilai rata Ae rata industri perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga di periode 2015-2016 untuk Debt to Equity Ratio mengalami peningkatan dan Return On Equitymengalami peningkatan pula sedangkan untuk Long Term Debt To Equity Ratio yang mengalami peningkatan nilai rata Ae rata industri. Periode 2016 hingga 2017 nilai rata rata Ae industri untuk mengukur rentabilitas dan solvabilitas dalam menganalisis struktur modal terjadi penurunan pada perhitungan Debt to Equity Ratiosedangkan Return On Equity mengalami penurunan pula dan Long Term Debt To Equity Ratio mengalami peningkatan. Perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga di periode 2015 hingga 2017 ini. PT. Akasha Wira International mengalami fluktuasi terhadap perhitungan Return On Equity. Earning Per Share. Debt To Equity Ratio Dan Long Term Debt To Equity Ratio dan PT. Kino Indonesia mengalamipenurunan pada perhitungan Return On Equity. Earning Per Share. Debt To Equity Ratio Dan Long Term Debt To Equity RatioSedangkan PT. Mandom Indonesia mengalami peningkatan pada perhitunganDebt To Equity Ratio. Long Term Debt To Equity Ratiodan Return On Equityyang diperuntukan untuk mengukur struktur modal namun pada perhitungan Earning Per Share perusahaan ini mengalami penurunan dan kemudian untuk PT. Martina Bento yang mengalami fluktuasi pada perhitungan Return On Equity dan Earning Per Sharedan mengalami peningkatan pada perhitungan Debt To Equity Ratio dan Long Term Debt To Equity Ratioserta ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online : 2613-9774 PT. Mustika Ratu mengalami fluktuasi pada perhitungan Debt To Equity Ratio. Return On Equity dan Earning Per Shareuntuk perhitungan selanjutnya mengalami peningkatan pada Long Term Debt To Equity Ratio serta selanjutnya PT. Unilever Indonesia mengalami peningkatan pada perhitungan Debt To Equity Ratio dan Earning Per Share dan mengalami fluktuasi pada perhitungan Long Term Debt To Equity Ratio dan Return On Equity. Penelitian pada enam perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga tentang analisis struktur modal dalam mengukur rentabilitas dan solvabilitas perusahaan ini menemukan bahwa yang memiliki struktur modal optimal adalah PT Unilever Indonesia karena dalam perhitungan untuk menganalisis struktur modal perusahaan ini selalu dapat melampaui nilai rata Ae rata industri sehingga struktur modalnya dapat dikatakan optimal sebab terjadi keseimbangan antara proposi dan komposisi utang dan ekuitas yang seimbang dengan resiko dan tingkat pengembalian untuk utangnya meskipun perusahaan ini sempat mengalami fluktuasi pada perhitungan Long Term Debt To Equity Ratio dan Return On Equity namun hal tersebut tidak berdampak secara signifikan karena tetap dapat melampaui nilai rata Ae rata Sedangkan yang struktur modalnya tidak optimal dalam perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga ini adalah PT. Kino Indonesia dan PT Mustika Ratu karena dilihat dari perhitungan untuk mengukur struktur modalnya, kedua perusahaan tersebut tidak dapat memenuhi nilai rata Ae rata industri pada perhitungan Debt To Equity Ratio (DER),Long Term Debt Equity Ratio(LTDtER),Return Equity(ROE)dan Earning Per Share (EPS) mengalami penurunan serta fluktuasi sehingga mengakibatkan perusahaan ini memiliki kinerja keuangan yang tidak baik dalam pengelolaan struktur modalnya. Saran Berdasarkan penelitian mengenai analisis struktur modal dalam mengukur rentabilitas dan solvabilitas perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015 hingga 2017 maka dapat di sarankan oleh peneliti yaitu : Bagi keuangan di PT. Kino Indonesia Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk PT. Mustika Ratu Tbk perusahaan dengan menggunakan pendanaan dari luar . odal asin. sebaiknya memperhatikan kondisi ekonomi dan kondisi keuangan perusahaan e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 150 -158 penggunaannya akan menimbulkan beban Bagi PT. Kino Indonesia Tbk. PT. Mandom Indonesia Tbk dan PT. Mustika Ratu Tbk sebaiknya memperhitungkan secara tepat mengenai komposisi struktur modal yang dipilih agar kerugian tidak terlalu besar dan keputusan mengenai pemilihan struktur modal hendaknya diperbaiki atau penentuan komposisi struktur modal tidak hanya berdasarkan sikap manajemen, akan perekonomian dan keinginan pemilik Bagi perusahaan diharapkan dapat menjaga nilai earning per share dengan meningkatkan perolehan laba bersih dan sehingga investor akan tertarik untuk melakukan investasi di perusahaan. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti menyampaikan terima kasih kepada perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk laporannya pada periode 2015 hingga 2017 serta semua pihak yang membantu dalam penyelesaian penelitian ini. ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online : 2613-9774 Mardiyanto. Handono. Intisari Manajemen Keuangan. Jakarta : PT. Grasindo Raharja. Putra. Manajemen Keuangan dan Akuntansi untuk Eksekutif Perusahaan. Jakarta: Salemba Empat Septiani. Aditya. Elisa Purwitasari. AuAnalisis penagruh struktur modal terhadap profitabilitas (Studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 20092. Ay Jurnal Volume 2 No. Shaker. Ayad. AuThe Effect Of Capital Structure On Profitability: An Empirical Analysis Of Listed Firms In IraqAy. Jurnal Volume 3 No. Utari. Dewi, dkk. Manajemen Keuangan : Kajian Praktik dan Teori dalam Mengelola Keuangan Organisasi Perusahaan. Jakarta : Mitra Wacana Media H Wicaksono. Prihastono. K Anam. R Effendi. IA Sulistijono. S Kuswadi. AuPengaruh Modal Asing Terhadap Kemampuan PerusahaanmDalam Memperoleh Laba (Rentabilita. AyJurnal Teknik Elektro 8 . DAFTAR PUSTAKA