Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH Muthi'ah Hanifah1. Ria Susanti2. Mahmud3 muthiahh6@gmail. com1, susanti@stairakha-amuntai. mahmudibnuramli@gmail. STAI Rasyidiyah Khalidiyah (Rakh. Amuntai. Kalimantan Selatan Abstract: This research aims to determine how the use of the think pair share learning model by the subject teacher of Akidah Akhlak at MI Al-Muslimun Tigarun. Amuntai Tengah District. Hulu Sungai Utara Regency. The type of research used is field research, while the research approach used is a qualitative research approach. The subjects of this study were grade VI students at MI Al- Muslimun Tigarun. While the object of this study is the use of the think pair share learning model by the subject teacher of Akidah Akhlak at MI Al-Muslimun Tigarun. Amuntai Tengah District. Hulu Sungai Utara Regency. The results of the study showed that the think pair share learning method in learning Akidah Akhlak at MI Al-Muslimun Tigarun was implemented systematically and effectively. Teachers play an active role as facilitators and mentors, while students show a positive response because this method helps shape social Despite the challenges, the implementation of this method has a positive impact on the learning process. Keywords: Use. Think Pair Share. Social Character Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan model pembelajaran berpikir, berpasangan dan berbagi . hink pair shar. oleh guru mata pelajaran Akidah Akhlak di MI Al-Muslimun Tigarun Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan . ield researc. , adapun pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa VI di MI AlMuslimun Tigarun. Sedangkan objek pada penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran berpikir, berpasangan dan berbagi . hink pair shar. oleh guru mata pelajaran Akidah Akhlak di MI Al-Muslimun Tigarun Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran think pair share dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MI Al- Muslimun Tigarun dilaksanakan secara sistematis dan efektif. Guru berperan aktif sebagai fasilitator dan pembimbing, sementara siswa menunjukkan respon positif karena metode ini membantu membentuk karakter sosial. Meskipun terdapat tantangan, implementasi metode ini memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran. Kata Kunci: Penggunaan. Think Pair Share. Pembentukan. Karakter Sosial Pendahuluan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Fungsi pendidikan adalah menghilangkan segala sumber penderitaan rakyat dari kebodohan dan ketertinggalan serta fungsi pendidikan Indonesia menyatakan bahwa pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat (Artawan. Muhammadiah. Hamsiah. Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 Pongpalilu, & Rachmandhani, 2023, h. Dalam konteks bernegara, sekolah sebagai lembaga pendidikan memegang peran penting dalam membentuk generasi penerus bangsa, membangun negara yang maju dan sejahtera. Sekolah menjadi wadah bagi individu untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran guru sebagai pendidik. Tugas pendidik yaitu guru adalah mendidik, mengajar, melatih, mengevaluasi dan terus memperbaiki sampai peserta didik pada jenjang sekolah lanjutannya, karena bagaimanapun proses ini harus dilakukan oleh pendidik sebagai bentuk proses kehidupan dalam pendidikan (Afliani Ludo Buan, 2020, h. Kemudian, selain tugas guru juga memiliki peran sangat penting dalam pendidikan karakter siswa karena guru merupakan sosok yang dapat memberikan contoh bagi semua siswa. Guru juga yang memiliki tugas untuk mendidik siswa, berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa di kelas maupun di luar kelas. Maka, guru harus memiliki model dalam pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Model pembelajaran adalah kerangka kerja yang yang memberikan gambaran sistematis untuk melaksanakan pembelajaran agar membantu belajar siswa dalam tujuan tertentu yang ingin dicapai. Artinya, model pembelajaran merupakan gambaran umum namun tetap mengerucut pada tujuan khusus (Martiman et al. 2023, h. Model pembelajaran adalah suatu proses penyampaian materi pendidikan kepada siswa yang dilakukan secara sistematis dan teratur oleh tenaga pengajar atau guru. Metode pembelajaran think pair share adalah salah satu metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri dan bekerjasama dengan orang lain. Keunggulan metode ini adalah optimalisasi partisipasi peran siswa. Dengan metode think pair share ini membuat siswa berinteraksi dan bekerja sama dengan teman-temannya. Sehingga secara tidak langsung akan membentuk karakter sosial siswa melalui interaksi Kurangnya karakter sosial yang baik di lingkungan madrasah dapat berdampak besar terhadap proses pembelajaran di madrasah secara keseluruhan. Siswa yang kurang memiliki rasa empati, toleransi, dan tanggung jawab cenderung menunjukkan perilaku yang tidak selaras dengan nilai-nilai luhur, seperti egois, mengganggu teman sebaya, dan kesulitan dalam berkolaborasi. Hal ini dapat memicu konflik, pertengkaran, dan menciptakan suasana kelas yang tidak kondusif saat proses belajar mengajar. Selain itu, siswa yang kurang memiliki karakter sosial yang baik juga akan mengalami kesulitan dalam membangun hubungan positif dengan guru dan staf madrasah, sehingga proses pembelajaran menjadi kurang Akibatnya, prestasi akademik mereka mungkin terhambat, dan mereka mungkin kehilangan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri secara Kajian Teoritis Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 Pengertian Model Pembelajaran Think Pair Share Model pembelajaran Think pair share adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang memberi siswa waktu berpikir dan merespon serta saling bantu satu sama lain. Model ini memperkenalkan ide waktu berpikir atau waktu tunggu menjadi faktor kuat dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam merespon pertanyaan (Hosaini. Kurniawati. Fitriana. Putri Rahayu, & Putu Dody Suarnatha, 2022, h. Langkah-langkah model pembelajaran think pair share adalah sebagai berikut: Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai. Siswa diminta untuk berpikir tentang materi atau permasalahan yang disampaikan guru. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya atau kelompok 2 orang dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing. Guru memimpin pelayanan kecil diskusi, setiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya. Berawal dari kegiatan tersebut guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa (Budiyanto, 2016, h. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Think Pair Share Menurut Kurniasih dan Sani, ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari think pair share. Kelebihan think pair share antara lain sebagai berikut: Meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Lebih banyak kesempatan untuk kontribusi masing-masing anggota Adanya kemudahan interaksi sesama siswa. Siswa dapat belajar dari siswa lain serta saling menyampaikan idenya untuk didikusikan sebelum disampaikan di depan kelas. Dapat memperbaiki rasa percaya diri siswa dan siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kelas. Dapat mengembangkan keterampilan berpikir dan menjawab dalam komunikasi antara satu dengan yang lain, serta bekerja saling membantu alam kelompok kecil . 2,h. Kekurangan think pair share antara lain sebagai berikut: Peralihan dari seluruh kelas ke kelompok kecil dapat menyita waktu pengajaran yang berharga. Banyak kelompok yang melapor dan perlu dimonitor. Lebih sedikit ide yang muncul. Jika ada perselisihan, tidak ada penengah. Menggantungkan pada pasangan. Sangat memerlukan kemampuan dan keterampilan guru melakukan intervensi secara maksimal. Sejumlah siswa bingung, sebagian kehilangan rasa percaya diri, saling Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 mengganggu antar siswa. Pengertian Karakter Sosial Karakter berasal dari bahasa latin yakni character yang berarti watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain (Fadilah et al. , 2021, h. Sedangkan sosial merupakan segala perilaku manusia yang menggambarkan hubungan non individualis. Istilah tersebut sering disandingkan dengan kehidupan sehari-hari manusia, dan kelompok Pengertian sosial ini merujuk pada hubungan manusia dalam kehidupan kemasyarakatan, antar manusia, hubungan manusia dengan kelompok, serta hubungan manusia dengan organisasi untuk mengembangkan dirinya (Wardati, 2019, h. Jadi, karakter sosial merupakan perpaduan antara sifat dan kepribadian seseorang berlandaskan kebaikan dan nilai-nilai moral, yang kemudian diwujudkan dalam perilaku dan interaksi sosialnya. Peran Guru dalam Pendidikan Terdapat beberapa peran guru dalam pendidikan, sebagai berikut: Guru sebagai pendidik dan pengajar Guru sebagai anggota masyarakat Guru sebagai pemimpin Guru sebagai administrator Guru sebagai pengelola pembelajaran Guru sebagai pembimbing Guru sebagai model dan teladan Guru sebagai penasihat Guru sebagai fasilitator Guru sebagai motivator Guru sebagai inspirator Guru sebagai inovator Pengertian Akidah Akhlak Secara bahasa . akidah berasal dari kata AuaaqadayaAoqidu-aqadamAy, berarti ikatan perjanjian, sangkutan dan kokoh. Sedangkan kata akhlak secara etimologi berasal dari bahasa Arab, bentuk jamak kata khuluq atau al-khulq yang secara bahasa antara lain berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat. Menurut Ibnu Maskawaih dalam kitabnya Tahdzib al-Akhlak mengatakan bahwa Auakhlak adalah sifat jiwa yang tertanam dalam jiwa yang dengannya lahirlah macam macam perbuatan, baik atau buruk, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbanganAy. Dari pengertian akidah dan akhlak di atas maka dapat dipahami bahwa pembelajaran Akidah Akhlak adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan siswa untuk mengenal, memahami, menghayati, dan mengimani Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 Allah dan merealisasikannya dalam perilaku akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, penggunaan pengalaman dan pembiasaan. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan . ield researc. , adapun pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa VI di MI Al-Muslimun Tigarun. Sedangkan objek pada penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran berpikir, berpasangan dan berbagi . hink pair shar. oleh guru mata pelajaran Akidah Akhlak di MI Al-Muslimun Tigarun Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dibuat menggunakan teknik reduksi data, display data dan verifikasi data, kemudian diadakan analisis data. Hasil dan Pembahasan Proses Pelaksanaan Penggunaan Model Pembelajaran Berpikir. Berpasangan dan Berbagi (Think Pair Shar. oleh Guru Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MI Al- Muslimun Tigarun. Kegiatan awal atau pembukaan Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Akidah Akhlak Kelas VI, sebelum memulai kegiatan inti pembelajaran, terdapat kegiatan awal atau pembuka pembelajaran yang meliputi salam, membaca doAoa awal belajar, absensi, pengecekan kesiapan belajar siswa, pengkondisian kelas, dan pengulangan singkat materi dari pertemuan sebelumnya. Selain itu, baru disampaikan materi yang akan dipelajari beserta tujuan pembelajarannya kepada siswa. Kegiatan awal pembelajaran dapat dikatakan sebagai penentu keberhasilan pembelajaran selama satu tahun pembelajaran/satu pertemuan. Dalam kegiatan ini, idealnya guru mempersiapkan segala perangkat, media, suasana belajar dan hal-hal lain yang dibutuhkan dengan matang. Kesiapan fisik dan psikis guru maupun siswa menjadi modal utama terlaksananya pembelajaran yang bermakna. Setidaknya terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dengan kegiatan awal pembelajaran, yaitu sebagai berikut: Guru mengucapkan salam dan mengajak siswa berdoAoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Guru melaksanakan presensi dan menanyakan kondisi siswa. Guru meminta siswa menyiapkan alat tulis dan peralatan belajar lain yang mungkin dibutuhkan. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai . ila perlu disampaikan pula alat evaluasi yang akan digunaka. Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 . Guru menyampaikan apersepsi untuk mengantarkan materi yang akan dipelajari dengan materi sebelumnya atau dikaitkan dengan peristiwa yang dekat dengan siswa(Chusni et al. , 2021, h. Dari penyajian data di atas diketahui bahwa kegiatan awal atau pembukaan pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VI di MI AlMuslimun Tigarun dilakukan oleh guru dimulai dari salam pembuka, doAoa awal belajar, pengecekan kehadiran, pengecekan kesiapan belajar siswa, pengkondisian kelas, pengulangan singkat materi sebelumnya, penyampaian materi selanjutnya dan penyampaian tujuan dari mempelajari materi tersebut. Hal ini dilakukan guru agar mempersiapkan mental dan fisik siswa dalam menerima materi baru dan mengikuti Kegiatan inti pembelajaran atau pembentukan kompetensi Dalam kegiatan inti guru akan menerapkan model-model pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sesuai dengan pendekatan yang digunakan. Model pembelajaran Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa proses pembelajaran pada mata pelajaran Akidah Akhlak menerapkan model yang bervariasi seperti, model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran konvensional, model pembelajaran interaktif, model pembelajaran berbasis masalah, model pembelajaran penemuan/inkuiri, dan model pembelajaran berbasis proyek. Pemilihan model pembelajaran disesuaikan dengan kompetensi atau materi yang akan dipelajari. Pada saat mengajar, seorang guru pastinya menggunakan suatu model mengajar tertentu dengan berbagai pertimbangan sehingga dapat digunakan secara efektif di dalam pembelajaran. Macam-macam model pembelajaran banyak sekali diantaranya model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran konvensional, model pembelajaran interaktif, model pembelajaran berbasis masalah, model pembelajaran penemuan/inkuiri, dan model pembelajaran berbasis proyek. Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa hasil penelitian sesuai dengan teori. Adapun model pembelajaran kooperatif seperti model pembelajaran think pair share berupa pembelajaran diskusi tidak selalu digunakan dalam proses pembelajaran, pemilihan model pembelajaran disesuaikan dengan kompetensi dan materi yang akan dipelajari. Model pembelajaran diskusi seperti model think pair share dilaksanakan untuk meningkatkan partisipasi dan keaktifan siswa dalam kegiatan Tahapan kegiatan inti dalam penggunaan model pembelajaran think pair share yang dilaksanakan di MI Al-Muslimun Tigarun sudah berjalan Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 dengan baik dan sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran think pair share. Berdasarkan observasi atau pengamatan penulis di kelas VI, siswa akan diberikan pertanyaan dengan berpikir sendiri dalam menyelesaikan atau menjawab pertanyaan tersebut. Setelah siswa menjawab pertanyaan, mereka akan dipasangkan atau dikelompokkan dengan teman sekelasnya yang terdiri dari dua orang atau lebih. Kemudian siswa akan mempresentasikan atau membagikan hasil jawaban mereka di depan kelas. Media pembelajaran Kata media berasal dari bahasa latin yakni jamak dari kata medium dengan artian keseluruhan adalah perantara atau mengantar (Sabariah et , 2021, h. Arsyad Ahmad menjelaskan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi sehingga membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media ini dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis . idangbidang yang secara visual dapat menjelaskan hubungan yang ingin disajika. , photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal. Media pembelajaran adalah alat yang bisa digunakan untuk membantu jalannya pembelajaran agar lebih efektif dan optimal. Pada saat ini proses pembelajaran tidak hanya terpaku kepada buku dan papan tulis saja, karna saat ini banyak sekali media pembelajaran yang bisa digunakan oleh para pengajar. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, guru Akidah Akhlak kelas VI menggunakan berbagai macam media pembelajaran untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa hasil penelitian sesuai dengan teori bahwa media pembelajaran yang digunakan guru Akidah Akhlak berbagai macam. Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis, beliau menyebutkan berbagai media seperti media gambar, papan tulis. LCD proyektor, dan laptop. Adapun pengamatan yang dilakukan penulis, pada proses pembelajaran guru Akidah Akhlak menggunakan media belajar yang konvensional seperti media gambar dan papan tulis. Hal ini menunjukkan penyesuaian strategi pengajaran guru Akidah Akhlak berdasarkan kebutuhan kelas pada saat itu. Upaya seperti ini dilakukan agar pembelajaran lebih efektif dan efisien. Sumber belajar Menurut Ahmad Sudrajat, menyatakan bahwa: Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 Sumber belajar adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu (Nengsih. Nurrizala. Waty, & Shomedran, 2021, h. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VI sumber belajar yang digunakan adalah buku paket Akidah Akhlak kelas VI dan buku-buku penunjang lainnya. Dari penyajian data di atas dapat dipahami bahwa sumber belajar yang digunakan guru Akidah Akhlak kelas VI di MI Al-Muslimun Tigarun menggunakan buku paket Akidah Akhlak sebagai sumber belajar utama dan melengkapinya dengan buku-buku penunjang lainnya. Hal ini menunjukkan keselarasan antara rencana dan implementasi pembelajaran. Penggunaan buku penunjang menunjukkan upaya untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada siswa. Kegiatan akhir atau penutup Kegiatan akhir pembelajaran menjadi kegiatan yang tidak kalah penting dibandingkan dengan kegiatan sebelum maupun inti pembelajaran. Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan dalam kegiatan ini yaitu: Melakukan evaluasi pembelajaran Memberikan motivasi pada siswa Membuat simpulan pembelajaran bersama siswa Memberikan rencana tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya. Kegiatan akhir pembelajaran memerlukan keterampilan guru dalam menutup pembelajaran. Menutup pembelajaran (Clossur. yaitu kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan mengemukakan kembali pokok-pokok pembelajaran. Kegiatan ini dapat digunakan untuk mengetahui ketercapaian pembelajaran melalui evaluasi dan refleksi kegiatan belajar. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VI bahwa pada kegiatan akhir atau penutup guru akidah akhlak memberikan tugas, memberikan kesimpulan, dan mengucapkan salam sebagai penutup pembelajaran bersama-sama dengan siswa. Dari penyajian data di atas dapat dipahami bahwa kegiatan akhir atau penutup yang dilakukan guru Akidah Akhlak kelas VI di MI Al-Muslimun Tigarun meliputi pemberian tugas, penyampaian kesimpulan, dan salam Hal ini menunjukkan bahwa adanya upaya untuk memastikan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari dan memberikan kesan positif di akhir pembelajaran. Evaluasi hasil belajar atau penilaian Penilaian dalam proses belajar mengajar berfungsi sebagai alat untuk mengukur tercapai atau tidaknya tujuan pengajaran. Melalui penilaian Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 dapat ditetapkan apakah proses tersebut berhasil atau tidak. Kalau berhasil, guru dapat melanjutkan bahan pengajaran pada minggu atau pertemuan berikutnya, tetapi kalau belum berhasil bahan yang telah diberikan perlu pengulangan atau pemahaman kembali sampai siswa dapat menguasainya. Hidayat menjelaskan bahwa Ausiswa dikatakan berhasil dalam penilaian jika taraf penguasaan minimal 75% dari tujuan yang ingin dicapaiAy. Taraf penguasaan minimal yang dimaksud Hidayat sebenarnya sama degan ketentuan BNSP tentang perlu adanya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dalam penilaian yang disajikan pada akhir kegiatan pembelajaran terdapat dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu prosedur penilaian dan alat Sudjana menyatakan bahwa: Prosedur penilaian artinya penetapan bagaimana cara penilaian akan dilakukan. Apakah secara lisan, tertulis, atau tindakan. Sedangkan alat penilaian berkenaan dengan pertanyaanpertanyaan yang akan diberikan kepada siswa (Sudjana, 2009, h. Berdasarkan wawancara penulis dengan guru Akidah Akhlak kelas VI bahwa evaluasi hasil belajar atau penilaian yang dilakukan guru Akidah Akhlak kelas VI adalah observasi atau pengamatan terhadap sikap dan interaksi siswa, tes tertulis, dan bukti tes. Dari penyajian data di atas dapat dipahami bahwa evaluasi hasil belajar atau penilaian yang dilakukan guru Akidah Akhlak kelas VI di MI AlMuslimun Tigarun tidak hanya pada tes tertulis, tetapi juga melibatkan observasi sikap dan interaksi siswa serta penilaian terhadap hasil diskusi atau tugas siswa. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk menilai pemahaman siswa dari segi kognitif maupun afektif. Peran Guru dalam Memfasilitasi Proses Penggunaan Model Pembelajaran Berpikir. Berpasangan dan Berbagi (Think Pair Shar. oleh Guru Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MI Al-Muslimun Tigarun. Menurut Wachidi dkk. , menyatakan bahwa: Guru adalah komponen utama dan faktor yang utama dalam menentukan keberhasilan psoses belajar mengajar, sehingga guru wajib memiliki beberapa kemampuan atau kompetensi dasar seperti kompetensi religius, kompetensi pedagogik, kompetensi kognitif, kompetensi psikomotor dan kompetensi penunjang lainnya (Wachidi et al, 2020, h. Selanjutnya Ramayulis menyatakan bahwa: Guru di dalam proses pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting, peran guru ini belum dapat digantikan oleh teknologi. Banyak unsur manusiawi seperti sikap, nilai, perasaan, motivasi, kebiasaan dan keteladanan yang diharapkan dari hasil proses pembelajaran yang tidak dicapai kecuali melalui guru atau pendidik (Ramayulis, 2008, h. Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 Betapa pentingnya peranan guru dan betapa beratnya tugas dan tanggung jawab guru, terutama tanggung jawab moral untuk digugu dan ditiru. sekolah seorang guru menjadi ukuran atau pedoman bagi siswanya, di masyarakat seorang guru dipandang sebagai suri tauladan bagi setiap warga Bedasarkan hasil wawancara penulis dengan guru Akidah Akhlak kelas VI pada model pembelajaran think pair share, guru memiliki berbagai peran, seperti sebagai seorang pendidik, pengajar, pemimpin, pembimbing, pengelola pembelajaran, dan fasilitator. Dari penyajian data di atas dapat dipahami bahwa teori sesuai dengan wawancara penulis yaitu pada model pembelajaran think pair share, guru memiliki peran yang beragam dan dinamis. Guru tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator, pembimbing, pengarah, dan pengelola pembelajaran untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan sesuai yang diharapkan, mendorong siswa berpikir kritis, dan membentuk karakter sosial siswa yang baik melalui lingkungan pendidikan. Persepsi Siswa Terhadap Penggunaan Model Pembelajaran Berpikir. Berpasangan dan Berbagi (Think Pair Shar. oleh Guru Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MI Al- Muslimun Tigarun. Asrori menyatakan bahwa: Persepsi adalah proses individu dalam menginterpretasikan, mengorganisasikan, dan memberi makna terhadap stimulus yang berasal dari lingkungan di mana individu tersebut berada, yang berasal dari proses belajar dan pengalaman (Asrori, 2020, h. Dalam kamus besar psikologi, persepsi diartikan sebagai suatu proses pengamatan seseorang terhadap lingkungan dengan menggunakan indra-indra yang dimiliki sehingga ia menjadi sadar akan segala sesuatu yang ada di lingkungannya (Fahmi, 2021, h. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan siswa-siswi kelas VI mereka merasa nyaman dengan model pembelajaran diskusi seperti model pembelajaran think pair share, mereka juga sadar dengan model pembelajaran diskusi tersebut mereka diajarkan cara berinteraksi dan bersikap sosial, seperti saling menghargai, tolong menolong, tanggung jawab, dan bekerja sama dengan Dari penyajian data di atas dapat dipahami bahwa yang disampaikan ketiga siswa memberikan pendapat yang positif terhadap model pembelajaran think pair share. Mereka merasakan manfaat metode ini dalam membentuk karakter sosial yang baik, meningkatkan kemampuan kerjasama dan interaksi sosial, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab. Pendapat yang mereka sampaikan menekankan aspek positif kolaborasi dan saling membantu dalam proses pembelajaran. Mereka menilai model pembelajaran think pair share memudahkan mereka dalam memahami materi dan memudahkan dalam Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 menyelesaikan pertanyaan. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran diskusi yang tepat dapat meningkatkan kenyamanan dan efektivitas Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Model Pembelajaran Berpikir. Berpasangan dan Berbagi (Think Pair Shar. oleh Guru Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MI Al-Muslimun Tigarun. Dampak positif dan negatif dari penggunaan model pembelajaran think pair share menurut Kurniasih dan Sani, ada beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan think pair share antara lain seperti meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, lebih banyak kesempatan untuk kontribusi masingmasing anggota kelompok, adanya kemudahan interaksi sesama siswa, siswa dapat belajar dari siswa lain serta saling menyampaikan idenya untuk didikusikan sebelum disampaikan di depan kelas, dapat memperbaiki rasa percaya diri siswa dan siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kelas, dapat mengembangkan keterampilan berpikir, dan menjawab dalam komunikasi antara satu dengan yang lain, serta bekerja saling membantu dalam kelompok kecil. Adapun kekurangan think pair share antara lain seperti peralihan dari seluruh kelas ke kelompok kecil dapat menyita waktu pengajaran yang berharga, banyak kelompok yang melapor dan perlu dimonitor, lebih sedikit ide yang muncul, jika ada perselisihan, tidak ada penengah, menggantungkan pada pasangan, sangat memerlukan kemampuan dan keterampilan guru melakukan intervensi secara maksimal, sejumlah siswa menjadi bingung, sebagian kehilangan rasa percaya diri, dan saling mengganggu antar siswa. Dampak positif dan negatif penggunaan model pembelajaran think pair share bagi guru Akidah Akhlak. Berdasarkan wawancara penulis dengan guru Akidah Akhlak Kelas VI, model pembelajaran think pair share memberikan dampak positif dan negatif bagi guru. Dampak positif yang dapatkan seperti munculnya keaktifan dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran serta meningkatkan keterampilan berpikir dan menjawab pertanyaan untuk siswa di kelas. Adapun dampak negatif dari model pembelajaran think pair share yaitu, seperti adanya kelompok yang melapor, sulit diarahkan, dan memungkinkan terjadinya keributan atau perselisihan. Hal ini memerlukan kemampuan dan keterampilan guru dalam mengelola kelas. Dari penyajian data di atas dapat dipahami bahwa dampak positif dan negatif yang disampaikan oleh guru dari hasil wawancara sesuai dengan yang penjelasan Kurniasih dan Sani tentang kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran think pair share. Berdasarkan data wawancara dengan guru Akidah Akhlak kelas VI di MI Al-Muslimun Tigarun, penggunaan model pembelajaran think pair share menunjukkan adanya dampak positif dan negatif yang perlu dipertimbangkan. Data menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan partisipasi siswa dalam Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 kegiatan pembelajaran. Hal ini dikaitan dengan adanya interaksi antar siswa dengan siswa dan antar siswa dengan guru. Interaksi ini memfasilitasi pembelajaran kolaboratif, di mana siswa dapat bertukar pikiran, saling membantu, dan membangun pemahaman bersama. Selain itu, metode ini juga dinilai mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran think pair share efektif dalam mendorong keaktifan siswa dan pengembangan kemampuan kognitif Data juga menunjukkan bahwa model ini dapat menyebabkan munculnya sejumlah kelompok yang membutuhkan arahan lebih lanjut dari guru. Hal ini mengindikasikan potensi kesulitan siswa dalam memahami dan menerapkan model pembelajaran think pair share secara Selain itu, memungkinkan terjadinya keributan dan perselisihan antar siswa ketika proses pembelajaran berlangsung. Ini menunjukkan perlunya pengawasan dan pengelolaan kelas yang tepat untuk mencegah konflik dan menjaga suasana belajar yang kondusif. Dampak positif dan negatif penggunaan pembelajaran think pair share bagi Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru Akidah Akhlak kelas VI, dampak positif yang dirasakan siswa-siswi kelas VI dari model pembelajaran think pair share, seperti membuat siswa aktif dan meningkatkan partisipasi mereka, memberikan kesempatan berpendapat, meningkatkan percaya diri, mudah dan cepat dalam menjawab pertanyaan, serta saling tolong-menolong. Adapun dampak negatif yang dirasakan siswa-siswi kelas VI dari model pembelajaran think pair share seperti terjadinya perbedaan pendapat, terdapat teman yang hanya bergantung kepada teman lainnya, saling mengganggu, membuat keributan, dan memungkinkan terjadi perselisihan. Dari penyajian data di atas dapat dipahami bahwa yang disampaikan ketiga siswa memberikan pendapat yang hampir sama tentang dampak positif dan negatif dati model pembelajaran think pair share. Ketiga siswa sepakat bahwa model pembelajaran think pair share efektif dalam meningkatkan partisipasi mereka dalam pembelajaran, memberikan kesempatan mereka untuk berpendapat, dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Siswa merasa lebih nyaman berdiskusi dan bekerjasama dengan temannya. Model pembelajaran think pair share juga dinilai efisien dalam penggunaan waktu. Adapun dampak negatif yang dirasakan oleh ketiga siswa berupa ketergantungan beberapa siswa pada teman sekelompoknya dalam mendapatkan jawaban. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun metode ini efektif, namun keberhasilannya bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran dan memastikan keterlibatan aktif Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 1 Januari-Juni 2025 Kesimpulan Berdasarkan paparan data dan analisis data pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Proses penggunaan model pembelajaran berpikir, berpasangan dan berbagi . hink pair shar. oleh guru mata pelajaran Akidah Akhlak di MI Al-Muslimun Tigarun terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir, dan penilaian hasil belajar. Peran guru dalam memfasilitasi proses penggunaan model pembelajaran berpikir, berpasangan dan berbagi . hink pair shar. oleh guru mata pelajaran Akidah Akhlak di MI Al-Muslimun Tigarun yaitu sebagai fasilitator, pembimbing, pengarah, pengelola pembelajaran, memastikan setiap siswa terlibat aktif, memotivasi siswa berpikir kritis, menghindari dominasi, dan memberikan arahan. Persepsi siswa terhadap penggunaan model pembelajaran berpikir, berpasangan dan berbagi . hink pair shar. oleh guru mata pelajaran Akidah Akhlak di MI Al- Muslimun Tigarun memberikan pendapat yang positif. Penggunaan model pembelajaran berpikir, berpasangan dan berbagi . hink pair shar. di MI AlMuslimun Tigarun menunjukkan dampak positif berupa membuat siswa aktif dan meningkatkan partisipasi mereka. Adapun dampak negatifnya berupa ketergantungan beberapa siswa pada teman sekelompoknya dalam mendapatkan Daftar Pustaka