PERKIRAAN USIA MELALUI GIGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOORREES. FANNING DAN HUNT PADA PASIEN SUKU BALI RSGM SARASWATI DENPASAR Dewa Made Wedagama1. Ni Wayan Arni Sardi. M2. I Dewa Putu Dhiyo Krishnanda3 Departemen Konservasi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar *Corresponding email: dhiyo@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Penerapan dari teknik radiografi dapat ditentukan pada individu yang sedang bernyawa ataupun tidak dengan menggunakan beberapa teknik, seperti panoramic, sefalometrik, lateral oblique, serta radiogradi intraoral periapical. Penggunaan metode Hunt. Fanning, serta Moorrees diperuntukkan dalam proses pemeriksaan pada individu yang memiliki umur 0. 5 tahun. Tujuan dari penelitian ialah memberikan hasil analisis terkait memperkirakan usia melalui gigi M1 dengan penggunaan metode Moores. Fanning, dan Hunt terhadap yang terdapat di RSGM Saraswati Denpasar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah menggunakan observational analitik dengan desain cross sectional. Hasil: Tingkat akurasi dari penggunaan Metode Moorres. Faning, dan Hunt dalam menentukan usia sebesar 70% benar. Hasil uji T-Test diketahui bahwa pengujian yang dilakukan memperoleh nilai Sig ialah 0,038 < 0,05, sehingga Metode Moorres. Faning, dan Hunt akurat dalam menentukan usia Seseorang melalui gigi M1 yang tumbuh normal. Kesimpulan: Kesimpulan yang diambil ialah identifikasi usia melalui gigi molar pertama menggunakan Metode Moorrees Fanning dan Hunt dengan bantuan foto rontgen radiografi panoramik cukup akurat dalam menentukan usia pada pasien Suku Bali usia 4 sampai dengan 10 tahun karena tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada uji Kata Kunci: fanning, gigi, hunt, moorrees ABSTRACT Introduction: The application of radiographic techniques can be determined in individuals who are alive or not by using several techniques, such as panoramic, cephalometric, lateral oblique, and intraoral periapical radiography. The use of the Hunt. Fanning, and Moorrees methods is intended for the examination process in individuals aged 0. 5 years. The purpose of the study was to provide analytical results related to estimating age through M1 teeth using the Moores. Fanning, and Hunt methods at RSGM Saraswati Denpasar. Method: The type of research used was observational analytic with a cross-sectional design. Results: The level of accuracy of using the Moorres. Faning, and Hunt Methods in determining age was 70% correct. The results of the T-Test showed that the test carried out obtained a Sig value of 0. 038 <0. 05, so the Moorres. Faning, and Hunt Methods were accurate in determining a person's age through normally growing M1 teeth. Conclusion: The conclusion drawn is that age identification through the first molar teeth using the Moorrees Fanning and Hunt Method with the help of panoramic radiographic X-rays is quite accurate in determining age in Balinese patients aged 4 to 10 years because there is no significant difference in the statistical test Keywords: fanning, teeth, hunt, moorrees PENDAHULUAN Forensik merupakan salah satu penerapan ilmu pengetahuan yang memiliki keterhubungan dengan penerapan sistem hukum dan adanya jawaban terhadap beberapa pertanyaan dalam bidang forensik. Akan tetapi, forensik juga memiliki keterbuhungan dengan pelaksaan aturan ataupun penerapan metode yang bersifat ilmiah. Ilmu forensik juga memiliki keterkaitan pada kegiatan mengenal pada bukti fisik, misalnya, bangkai, mayat, dan lain sebagainya. Cabang ilmu tersebut diantaranya adalah psikologi, psikiatri, entomologi, antropologi, odontology, serta patologi. Ilmu-ilmu tersebut dapat membantu dalam bidang keadilan. Metode identifikasi forensic merupakan cara dalam mengetahui identitas dari individu melalui serangkaian kegiatan pencocokan data yang didapatkan antemortem serta postmortem. Dalam bidang kedokteran, dalam proses pengidentifikasian korban bencana alam, pengidentifikasian potongan tubuh manusia,. hangus terbakar, sudah membusuk, rusak,. serta tak dikenal merupakan peran dari seorang dokter forensik. Menurut studi literature yang dilakukan memaparkan bahwa dalam peranan dari proses pengidentifikasian forensik dilakukan terhadap bayi yang diragukan orang tua, bayi tertukar, maupun pada kasus penculikan anak. Secara umum, aktivitas forensik tersebut memiliki tujuan dalam menentukan identitas yang terkait dengan perdata ataupun . Data postmortem serta data antemortem merupakan penyajian data yang dibutuhkan oleh dokter gigi forensic dalam proses penyidikan korban jenazah. Data antemortem merupakan kegiatan penyajian data berupa gambaran, catatan, ataupun keterangan tertulis pada perawatan gigi. Terkait dengan data tersebut dapat didapatkan di fakultas kedokteran gigi, pendidikan universitas, rumah sakit, puskesmas, pemerintahan swasta TNI/Polri, klinik gigi, dan beberapa instansti yang bergerak dalam bidang layanan gigi sedangkan data postmortem diperoleh dari dokter gigi forensic melalui suatu pemeriksaan yang dilakukan pada korban jenazah. Hasil pemeriksaan dapat dikatakan baik jika keadaan ataupun kondisi gigi geligi rahang berada dalam keadaan dapat teridentifikasi. Selanjutnya berdasarkan pemeriksaan data antemortem akan dilakukan proses analisa lebih lanjut terkait dengan mencocokkan dengan keberadaan datapostmartum, sehingga dokter dapat menentukan identitas . Penerapan dari teknik radiografi dapat ditentukan pada individu yang sedang bernyawa ataupun tidak dengan menggunakan beberapa teknik, seperti panoramic, sefalometrik,. lateral oblique, serta radiogradi intraoral periapical. Penggunaan metode Hunt. Fanning, serta Moorrees diperuntukkan dalam proses pemeriksaan pada individu yang memiliki umur 0. 5 tahun. Pada dasarnya penggunaan metode Hunt. Fanning serta Moores tersebut dapat dipergunkan untuk memberikan penjelasan terkait dengan tahapan perkembangan gigi akar ganda yang memiliki 14 tahap, sedangkan pada gigi akar tunggal memiliki 13 tahap. Pada setiap perkembangan yang dialami oleh gigi tersebut, memiliki penomorankhusus yang memiliki keterkaitan dengan perkiraan usia gigi. Perkembangan gigi pada individu telah dilakukan penelitian terkait metode estimasi usia oleh Moores. Fanning, dan Hunt pada tahun 1963. Pada penggunaan metode tersebut akan dilakukan analisis terkait dengan rerata usia yang ditinjau dari tahap mineralisasi perkembangan gigi akar ganda ataupun Tunggal. Pada penelitian yang dilakukan dapat memanfaatkan metode radiograf oblique lateral ataupun menggunakan panoramic. Selanjutnya subyek yang diguanakan pada penelitian memiliki kisaran minimun 6 bulan. Menurut hasil penelitian memaparkan bahwa perkembangan yang dialami oleh wanita lebih cepat dibandingkan pria. Melalui pemaparan diatas, penulis mengambil judul AuPerkiraan Usia Melalui Gigi M1 Dengan Menggunakan Metode Moorrees. Fanning dan Hunt Pada Pasien Suku Bali RSGM Saraswati DenpasarAy. Tujuan dari penelitian ialah memberikan hasil analisis terkait memperkirakan usia melalui gigi M1 dengan penggunaan metode Moores. Fanning, dan Hunt terhadap yang terdapat di RSGM Saraswati Denpasar. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan ialah menggunakan observational analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ialah seluruh radiografi panoramik RSGM Saraswati Denpasar pada pasien suku Bali dan berusia 4 sampai dengan 10 tahun mulai tahun 2021 Ae 2023. Sampel yang digunakan pada penelitian ini ialh berjumlah 30 foto hasil rontgen. Pelaksanaan dari penelitian dilakukan di Laboratorium Radiologi RSGM Saraswati Denpasar yang dilakukan selama Desember 2023. Prosedur dalam pelaksanaan penelitian diantaranya . Mencari data radiografis panoramik di RSGM Saraswati Denpasar, . Sampel yang telah dipilah kemudian dikumpulkan berdasarkan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan, . Data dari sampel yang telah dikumpulkan kemudian dimasukkan ke dalam komputer menjadi sebuah file kemudian diubah formatnya ke dalam komputer dengan menggunakan SIDEXIS. Untuk menguji data dari sampel yang diperoleh terdistribusi normal dilakukan uji normalitas sebelum dilakukannya analisa data. Teknik analisis data meliputi beberapa pengujian, diantaranya adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. HASIL PENELITIAN Hasil analisis dilakukan terhadap perolehan data sebanyak 30 hasil foto rontgen Usia berdasarkan Metode Moorrees. Fanning & Hunt di hitung dengan cara melihat foto panoramik menggunakan gigi molar 1 rahang atas, bawah, kanan dan kiri dengan diberi skor dari AuC1Ay hingga AuACAy. Penghitungan rerata tersebur didasarkan pada Metode Moorres. Fanning & Hunt sebesar 7,123, nilai rata-rata dari usia kronologis lakilaki sebesar 7,493 sedangkan nilai rata-rata Perempuan sebesar 6,753. Uji Normalitas Pada penggujian ini dilakukan dengan memakai pengujian Shapiro wilk. Hal tersebut dikarenakan jumlah sampel yang digunkan dalam penelitian kurang 50 subyek Berikut adalah hasil uji, yaitu: Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Tingkat Akurasi Akurat Kurang Akurat Sig. 0,470 0,692 Pada tabel tersebut diketahui perolehan nilai sig pada masing-masing Tingkat akurasi sebesar 0,470 dan 0,692. Perolehan nilai tersebut diketahui lebih besar 0,05, sehingga data telah memenuhi dalam pengujian normalitas. Uji Homogenitas Pada pengujian homogenitas dilakukan berdasarkan uji LeveneAos Test. Berikut adalah hasil dari pengujian homogenitas, yaitu: Tabel 2. Hasil Uji Homogenitas 0,404 Sig. 0,530 Pada tabel 2 diatas diketahui perolehan nilai Sig. dari data ialah 0,530 > 0,05, sehingga berdasarkan pengujian homogenitas tersebut diketahui bahwa data-data penelitian telah memenuhi asumsi homogenitas. Independent Sample T-Test Setelah data-data penelitian telah memenuhi dalam pengujian normalitas maupun homogenitas, berikut adalah hasil dari pengujian T-Test, yaitu: Tabel 3. Hasil Uji T-Test Tingka Akurasi Akurat Tidak Akurat Frekuensi Peresentase Sig 0,038 Berdasarkan tabel di atas, dikatehui tingkat akurasi dari penggunaan Metode Moorres. Faning, dan Hunt dalam menentukan usia sebesar 70% benar. Pada Tabel 3 diatas diketahui bahwa pengujian yang dilakukan memperoleh nilai Sig ialah 0,038 < 0,05, sehingga Metode Moorres. Faning, dan Hunt akurat dalam menentukan usia Seseorang melalui gigi M1 yang tumbuh normal. PEMBAHASAN Hasil pemeriksaan dapat dikatakan baik jika keadaan ataupun kondisi gigi geligi rahang berada dalam keadaan dapat teridentifikasi. Selanjutnya berdasarkan pemeriksaan data antemortem akan dilakukan proses analisa lebih lanjut terkait dengan mencocokkan dengan keberadaan datapostmartum, sehingga dokter dapat menentukan identitas . Penerapan dari teknik radiografi dapat ditentukan pada individu yang sedang bernyawa ataupun tidak dengan menggunakan beberapa teknik, seperti panoramic, sefalometrik,. lateral oblique, serta radiogradi intraoral periapical. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui tingkat keakuratan Metode Moorrees. Faning, dan Hunt dalam memperkirakan usia Suku Bali dengan rentang 4 -10 tahun. Metode Moorrees. Faning, dan Hunt adalah salah satu metode perkiraan usia yang di analisa dari hasil foto rontgen radiografi panoramik. Pada metode Moores. Fanning dan Hunt mempelajari terkait dengan tahap mineralisasi serta rerata usia yang di berikan skor dari AuC1Ay hingga AuACAy. Gigi yang di nilai adalah molar pertama rahang atas bawah kanan dan kiri. Pembagian tahapan dilakukan sampai pada tahap penutupan apical, pembentukan akar, atau pada saat terbentuknya mahkota. Tahap Ci (Cusp Intitatio. merupakan awal dari suatu observasi yang dilakukan terkait dengan pembentukan Selanjutnya dilanjutkan pada penyempurnaan dari pembentukan yang disebut dengan tahap Crown Completed Formed. Sedangkan pada proses pembentukan akar dilakukan sampai dengan tahapan Root Complete (R. yang dimulai dari Root Intiation (R. Selanjutnya padatahapan apical yang ditutup terdapat tahapan Apex Complete (A. serta Apex One Half Complete (AA). Metode Moorrees. Fanning, dan Hunt menggunakan penilaian gigi dengan mencocokkan skor dan table Moorrees. Fanning, dan Hunt. Data diperoleh pada 30 sampel dengan usia berdasarkan Metode Moorrees. Fanning & Hunt di hitung dengan cara melihat foto panoramik menggunakan gigi molar 1 rahang atas, bawah, kanan dan kiri dengan diberi skor dari AuC1Ay hingga AuACAy. Penghitungan rerata tersebur didasarkan pada Metode Moorres. Fanning & Hunt sebesar 7,123, nilai rata-rata dari usia kronologis laki-laki sebesar 7,493 sedangkan nilai rata-rata Perempuan sebesar 6,753. Selanjutnya hasil dari data yang terkumpul dilanjutkan pengujian berbantuan SPSS. Menurut Tanjung . menyebutkan radiografi panoramik di gunakan sebagai alat metode yang sederhana dan akurasi dalam pengukuran anatomi yang ditetapkan oleh Beberapa studi menyatakan bahwa pemeriksaan radiografi panoramik yang paling terpercaya di peroleh dari objek linear pada bidang horizontal dan radiografi panoramik dapat dilakukan secara di gital menggunakan fitur pengukuran yang terdapat pada software dari alat radiografi panoramik dengan tepat. Hasil pengujian normalitas diketahui perolehan nilai sig pada masing-masing Tingkat akurasi sebesar 0,470 dan 0,692. Perolehan nilai tersebut diketahui lebih besar 0,05, sehingga data telah memenuhi dalam pengujian normalitas. Pada pengujian homogenitas perolehan nilai Sig. dari data ialah 0,530 > 0,05, sehingga berdasarkan pengujian homogenitas tersebut diketahui bahwa data-data penelitian telah memenuhi asumsi homogenitas. Selanjutnya pada pengujian hipotesis dikatehui tingkat akurasi dari penggunaan Metode Moorres. Faning, dan Hunt dalam menentukan usia sebesar 70% Pada Tabel 3 diatas diketahui bahwa pengujian yang dilakukan memperoleh nilai Sig ialah 0,038 < 0,05, sehingga Metode Moorres. Faning, dan Hunt akurat dalam menentukan usia Seseorang melalui gigi M1 yang tumbuh normal. Pada penelitian terdahulu Makruf et. memaparkan akurasi pada Metode Moorrees. Fanning, dan Hunt memiliki tingkat keakuratan yang tinggi. Penggunaan dari metode tersebut dapat di implementasikan pada subyek pria ataupun wanita. Pada penelitian ini usia gigi diperkirakan dengan menggunakan metode Hunt. Fanning, dan Morrees. Pada penggunaan metode tersebut cenderung dalam menghasilkan hasil yang akurat, sehingga terdapat beberapa peneliti terdahulu yang menggunakan metode tersebut dalam penelitian yang dilakukannya. Misalnya pada penelitian Rodriguez yang dilakukan di Meksiko dengan mengambil tema penelitian ialah radiogradi panoramik. Hasil pertemuan tersebut memaparkan bahwa data yang diuji pada subyek penelitian laki-laki ataupun perempuan memiliki data terdistribusi normal dengan menggunakan metode Hunt. Fanning, dan Moores. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa temuan pada data-data memiliki korelasi yang cukup kuat, khsusunya berkenaan dengan . KESIMPULAN Kesimpulan yang diambil ialah identifikasi usia melalui gigi molar pertama menggunakan Metode Moorrees Fanning dan Hunt dengan bantuan foto rontgen radiografi panoramik cukup akurat dalam menentukan usia pada pasien Suku Bali usia 4 sampai dengan 10 tahun karena tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada uji statistiknya. Direkomendasikan terhadap peneliti selanjutnya untuk memperbanyak jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian untuk memperkuat bukti bahwa Metode Moorrees. Faning dan Hunt dapat di gunakan untuk mengidentifikasi usia. DAFTAR PUSTAKA