PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DENGAN STRATEGI MIND MAPPING PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 KOTAMOBAGU Marcellina B. Mutia1. Intama J. Polii2. Oldie S. Meruntu3 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Manado. Tondano. Indonesia Email: mutia22@gmail. Abstrak : Penelitian ini bertujuan: . mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan strategi mind mapping pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Kotamobagu dan . Mendiskripsikan kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 3 Kotamobagu dalam menulis puisi melalui strategi mind mapping. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas Xb SMA Negeri 3 Kotamobagu yang berjumlah 26 orang siswa. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan tes. Berdasarkan hasil peneltian menunjukkan penggunaan strategi mind mapping berdampak langsung pada kualitas proses Penggunaan strategi mind mapping membuat siswa begitu tertarik dan antusias mengikuti pembelajaran. Pemetaan pikiran dalam bentuk gambar menarik bagi siswa, sehingga membantu siswa mengeluarkan ide/gagasan dalam bentuk kata/frase kunci yang akan dikembangkan ke dalam baris dan bait puisi. Penggunaan strategi mind mapping ternyata berdampak langsung pada kemampuan siswa menulis puisi. Kemampuan siswa menulis puisi pada 4 indikator penilaian yang digunakan, yakni penggunaan rima, yakni 80,61, diksi 80,12, imaji 78,20, sedangkan yang paling rendah adalah gaya bahasa, yakni 77,04. Nilai rata-rata Siswa Kelas Xb SMA Negeri 3 Kotamobagu secara klasikal adalah 80,26%. Rata-rata kemampuan siswa berada pada rentang 80 Ae 89%, yakni berada pada ketegori mampu. Kata Kunci : pembelajaran, menulis puisi, strategi mind mapping. Abstract : This study aims to: . describe the implementation of learning to write poetry with a mind mapping strategy in class X students of SMA Negeri 3 Kotamobagu and . Describe the ability of class X students of SMA Negeri 3 Kotamobagu in writing poems through a mind mapping strategy. The type of research method used in this study is the analytical descriptive method. The source of data in this study was class Xb students of SMA Negeri 3 Kotamobagu, totaling 26 students. This study used observation and test methods. Based on the results of the research, it shows that the use of mind mapping strategies has a direct impact on the quality of the learning process. The use of mind mapping strategies makes students so interested and enthusiastic about participating in learning. Mind mapping in the form of images is interesting to students, thus helping students bring out ideas in the form of key words/phrases that will be developed into lines and verses of poetry. The use of mind mapping strategies turned out to have a direct impact on students' ability to write poetry. Students' ability to write poetry in the 4 assessment indicators used, namely the use of rhyme, namely 80. 61, diction 80. 12, image 78. 20, while the lowest is language style, which is 77. The average score of Class Xb Students of SMA Negeri 3 Kotamobagu is classically 80. The average student's ability is in the range of 80Ae89%, which is in the category of being able to. Keywords : learning, writing poetry, mind mapping strategies. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni PENDAHULUAN Aktivitas menulis merupakan bentuk manifestasi keterampilan berbahasa yang paling akhir. Hal tersebut menunjukan gagasan dan pikiran berbentuk tulisan. Menulis merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan perasaan, juga sebagai pengungkapan diri. Menulis membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan keahlian berkata-kata agar dalam proses penulisan dapat dimengerti atau dipahami oleh pembaca (Maru. Pikirang. Ratu & Tuna. Maru. Pikirang. Setiawan. Oroh & Pelenkahu, 2. Tarigan . Aumenulis merupakan suatu kegiatan yang produktif ekspresifAy maka dari itu menulis membutuhkan adanya pengalaman dan latihan rutin. Hal itu dapat didapatkan pengkajian dan apresiasi sastra, karena mata kuliah ini selain mengkaji dan apresiasi, mengajak siswa untuk membuat produk, atau hasil karya siswa, berupa menulis puisi. Salah satu bentuk karya sastra yang wajib dipelajari siswa pada jenjang SMA adalah menulis puisi. Pembelajaran menulis puisi bagi siswa sangat penting, karena sebagai salah satu upaya menumbuhkan kepekaan berpikir dan emosi siswa (Maru & Nur, 2020. Maru. Tamowangkay. Pelenkahu & Wuntu. Pembelajaran menulis puisi merupakan cara melatih bagian otak kanan, agar terlatih menganalisis dan mengkritisi berbagai persoalan yang disamapaikan melalui puisi. Sealin itu, pembelajaran menulis puisi dapat menumbuhkan kepekaan emosi, seperti perasaan empati, tentang rasa, dan memperhalus budi Berdasarkan pembelajaran puisi diberikan kepada siswa. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Kurikulum 2013 yang tertuang dalam Silabus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA Kelas X. Semester Genap, pada KD 4. AuMenulis puisi dengan memperhati unsur pengembangannya meliputi tema, diksi, gaya bahasa, imaji, struktur, dan perwajahanAy. Melihat kondisi pembelajaran puisi di sekoalah saat ini belumlah sesuai apa yang dimanatkan dalam kurikulum. Fakta yang terungkap bahwa masih terdapat siswa pembelajaran dan juga masih rendahnya kemampuan siswa menulis puisi (Maru. Ratu & Dukut, 2. Berdasarkan data awal yang peneliti temukan permasalahan ini dialami oleh siswa kelas X SMA Negero 3 Kotamobagu. Data ini diperoleh dari hasil wawancara dengan guru Bahasa Indonesia dan siswa. Dari hasil wawancara terungkap bahwa salah satu penyebab pembelajaran yang digunakan guru kurang mampu menarik minat siswa mengikuti pembelajaran menulis puisi dan juga kurang mampu daya imajinasi siswa menulis puisi. Padahal komponen imajinasi merupakan hal penting dalam menulis Mengatasi permasalahan ini tidak lepas dari kecakapan guru memilih strategi pembelajaran yang sesuai. Strategi yang semestinya guru adalah strategi yang dapat menarik minat siswa dan menumbuhkan daya imaji siswa untuk menulis puisi. Salah satu strategi pembelajaran menulis puisi yang sesuai adalah mind mapping. Mind mapping sangat membantu siswa untuk menuangkan idenya dalam menulis Mind mapping adalah suatu teknik menulis yang mampu mengembangkan Siswa mampu menggunakan seluruh potensi dan kapasitas otak dengan efektif dan efisien. Berdasarkan konsep ini mind mengatasi kesulitan siswa dalam menulis Permasalahan ini difokuskan pada pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X SMA Negeri i Kotamobagu melalui strategi mind mapping. Unsur pengembangan penulisan puisi dalam Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni penelitian ini difokuskan pada: rima, diksi, imaji dan gaya bahasa METODE Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik yaitu suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu obyek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang (Sugiyono, 2. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk membuat pecandraan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat populasi tertentu. Dalam hal ini penulis bertindak sebagai instrument utama, yaitu pengumpul data. Sebagai pelaksana pembelajaran adalah bahasa Indonesia di kelas X SMA Negeri 3 Kotamobagu. Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dari mana data diperoleh (Suhaimi. Sumber data penelitian siswa kelas Xb SMA Negeri 3 Kotambagu yang berjumlah 26 orang, semester genap Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan dua teknik penelitian untuk mengumpulkan data, yakni observasi . dan tes. Observasi mengumpulkan data mengenai pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, yakni pembelajaran menulis puisi dengan strategi mind mapping. Peneliti bertindak sebagai melaksanakan pembelajaran. Tes digunakan untuk menilai kemampuan siswa menulis puisi. Jenis tes yang digunakan adalah menulis teks puisi. Siswa diinstruksikan menulis puisi secara bebas dengan menggunakan 4 indikator penilaian di bawah ini. Susunlah sebuah teks puisi dengan unsur-unsur pengembangannya, meliputi: Rima puisi . Penggunaan diksi . Imaji puisi . Gaya bahasa Untuk menilai kemampua siswa menulis puisi sesuai 4 indikator penilaian, maka digunakan kisi-kisi penilaian di bawah ini. Kisi-Kisi Penilaian Kemampuan Siswa Menulis Puisi NO Aspek Penilaian Sor Rima puisi Pemilihan diksi 25 Imaji Gaya bahasa Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua acara, yakni secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif dilakukan untuk menganalisis data mengenai pelaksanaan pembelajaran, aktivitas guru selama pembelajaran berlang dan aktivitas dan respon siswa selama pembelajaran Analisis data kauntitatif digunakan untuk menganalisis data mengenai hasil belajar siswa mengenai kemampuan siswa menulis puisi dengan digunakannya strategi pembelajaran mind HASIL PENELITIAN Deskripsi Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Puisi dengan Strategi Mind Mapping Pelaksanaan pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X SMA Negeri i Kotamobagu melalui strategi mind mapping dilaksanakan mengikuti 6 langkah pembelajaran strategi Keenam langkah strategi mind mapping dikombinasikan dengan tiga tahapan menulis, yakni pramenulis. Proses dideskripsikan berikut ini. Tahap Pramenulis Pada tahap ini merupakan bagian pendahuluan di mana guru membuka pelajaran, menyampaikan kompetensi Guru pembelajaran, yakni meminta seorang siswa memimpin doa pembukaan pelajaran. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni memotivasi siswa mengikuti pembelajaran. Setelah membuka pembelajaran guru pembelajaran, yakni AuMenulis puisi bebasAy. Setelah menyampaikan kompetensi dasar pembelajaran, guru menjelaskan tujuan Kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran dituliskan oleh guru di papan tulis, untuk mengarahkan siswa supaya mereka memahami apa yang dipelajari dan tujuan yang akan mereka peroleh dengan mempelajari materi Memilih tema puisi Setelah membuka pembelajaran dan pembelajaran, guru mengarahkan siswa untuk masuk pada langkah pertama mind Memilih Tema Puisi . Guru berupaya membimbing siswa menemukan tema puisi. Bahkan, ketika ada siswa yang siswa kesulitan menemukan tema puisi, guru memberikan bimbingan secara Melalui diberikan guru, semua siswa dapat memilih topik yang menjadi dasar untuk menulis Setelah semua siswa menetapkan tema puisi, guru mengarahkan siswa membuat mind mapping . emetaan pikira. Siswa menuliskan tema yang mereka pilih di bagian tengah kertas putih yang telah Tema tituliskan dengan hurup yang lebih besar dan berwarna. Dari tema inilah akan ditarik garis penghubung dengan gagasan-gasan yang akan ditulis dengan kata kunci. Menentukan tema puisi Langkah ini adalah langkah kedua dari mind mapping. Siswa mengembangkan peta pikiran bertitik tolak dari tema utama. Guru mengarahkan siswa membuat peta pikiran dalam bentuk pohon atau awan. Untuk menampilkan contoh mind mapping di bawah ini. Menentukan sub topik Pada langkah ini guru membimbing siswa menentukan sub-topik puisi berupa kata kunci atau frase sebagai ranting yang diambil dari cabang utama. Kata kunci atau frase inilah yang dikembangkan menjadi baris dan bait puisi. Guru melakukan bimbingan secara individual karena ada siswa yang mengalami kesulitan saat memilih kata atau frase yang diambil dari topik utama. Guru mengarahkan menarik garis dari topik utama dan menuliskan kata/frase kunci sesuai dengan keinginan Siswa berkreasi menggunakan gambar, simbol, kode,dan dimensi seluruh peta Pada langkah ini, guru mengarahkan siswa membuat gambar, simbol/tanda pada setiap kata kunci/frase yang telah ditarik melalui garis dari topik utama. Gambar, simbol, kode sesuai dengan keinginan Guru mengarahkan siswa membuat gambar/simbol berupa orang, bunga, bintang, sesuai keinginan siswa. Siswa mengembangkan mind mapping sesuai gaya sendiri Pada langkah ini, guru membimbing siswa mengembangkan mind mapping Guru mengingatkan siswa bahwa siswa dapat membuatkan mid mapping sesuai model yang diinginkan siswa. Guru juga mengingatkan bahwa apa yang mereka telah susun merupakan gagasan-gasan yang akan mereka tuliskan menjadi puisi yang utuh. Tahap Menulis Pada tahap ini, kegiatan difokuskan pada menulis puisi secara utuh berdasarkan peta konsep yang telah disusun. Guru meminta siswa mempelajari kembali peta konsep yang telah dibuat masing-masing. Saat menulis puisi, siswa membaca kembali kata-kata/farese kunci yang telah ditentukan sesuai urutan dalam mind Kata-kata / farse kunci tersebut dikembangkan menjadi baris dan bait Kemudian, guru mengarahkan siswa mementukan judul puisi sesuai topik utama yang dipilih. Namun, guru juga mengingatkan siswa bahwa judul puisi bisa Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni ditentukan setelah puisi telah selesai Dari pengamatan yang dilakukan tampak bahwa masih ada siswa yang mengembangkan puisi berdasarkan mind mapping . eta pikira. yang telah disusun. Tahap Pasca Menulis Pada tahap ini siswa melakukan kegiatan penyuntingan terhadap puisi yang telah dikembangkan berdasarkan mind Guru mengarahkan siswa melakukan penyuntingan terhadap puisi yang telah disusun dengan cara menyunting hasil tulisan sendiri . elf Tampak siswa mengalami kesulitan dalam melakukan penyuntingan terhadap tulisan yang telah disusun. Guru melaksanakan perannya lagi melakukan Guru penyuntingan siswa harus memperbaiki kesalahan penulisan kata, mengganti diksi yang belum sesuai, dan menempatkan Untuk penyuntingan, guru manampilkan satu contoh bait puisi di papan tulis, kemudian Ternyata, contoh yang diberikan sangat dan memudahkan mereka melakukan penyuntingan terhadap puisi yang telah disusun, sehingga semua siswa dapat menyunting tulisannya sendiri. Setelah siswa selesai melakukan penyuntingan, guru meminta siswa supaya menulis kembali puisi yang telah disusun, seuai dengan hasil suntingan. Semua siswa dapat menulis kembali puisi. Kemudian, guru melanjutkan kegiatan meminta siswa membaca puisi yang telah disusun di depan kelas secara bergantian. Semua siswa membacakan puisi yang telah disusun. Kemudian, hasil pekerjaan siswa dikumpul untuk dinilai oleh guru. Kemampuan Siswa Menulis Puisi melalui Strategi Mind mapping Dari hasil analisis yang dilakukan kemampuan Siswa Kelas Xb SMA Negeri 3 Kotamobagu menulis puisi disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 1 Kemampuan Siswa Kelas Xb SMA Negeri 3 Kotamobagu Menulis Puisi dengan Strategi Mind Mapping Subje Peneli Aspek Penilaan Nilai (%) . Gay Bah . JUML R=80, Berdasarkan hasil analisi data pada tabel di atas menunjukkan secara lengkap skor/nilai yang diperoleh siswa pada empat inikator penilaian, yang meliputi: rima. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni diksi, imaji, dan gaya bahasa dan nilai ratarata yang diperoleh setiap siswa. Secara individual, perolehan skor/nilai berada pada rentang 73 Ae 90, artinya skor/nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 73, sedangkan skor/nilai tertinggi adalah 90. Dengan demikian, sebaran nilai siswa begitu bervariasi seperti tampak pada tabel. Tabel 2 Sebaran Nilai Siswa secara Invidual No. Rentang Skor/Nilai 70 - 79 80 - 90 90 - 100 Jumlah Persentase 38,46% 11,54% = 20,96 ycu100 n= 80,61 . Kemampuan menggunakan diksi: n = 26 = 20, 03 20,03 ycu100 n= 80,12 . Kemampuan imaji puisi: n = 26 = 19,57 19,57 ycu100 r= 78,20 Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebaran nilai siswa hanya berada pada 3 rentang, yakni: 70 - 70, 80 - 89, dan Siswa yang memperoleh skor/nilai di antara 70-70, 10 orang . ,46%), siswa yang memperoleh skor/nilai 80-90, 13 orang . %), dan siswa yang memperoleh nilai pada rentang 90-100, 3 orang . ,54%). Berdasarkan data pada tabel 4. 3 dan 4. menunjukkan pula bahwa secara individual terdapat 3 orang yang belum mencapai ketuntasan minimal, yakni 75. Ketiga siswa tersebut, yakni siswa 07 hanya memperoleh skor/nilai 74, siswa 014 memperoleh skor/nilai 73, dan siswa 020 hanya memperoleh skor 73. Dengan demikian, dari hasil analisis yang dilakukan diperoleh temuan bahwa terdapat 3 orang siswa . ,53%) yang dinyatakan tidak lulus, karena belum mencapai ketuntasan minimal yang ditetapkan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, yakni 75. Sebaliknya, terdapat 23 orang siswa . ,47%), yang telah lulus ketuntasan minimal yang ditetapkan. Oleh karena itu, ketiga orang siswa tersebut yang belum lulus diberikan remedial. Hasil analisis juga menunjukkan kemampuan siswa menulis puisi pada 4 indikator penilaian yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diperoleh hasil rata-rata kemapuan siswa pada empat indikator penilaian, yang meliputi: rima, dikasi, imaji, dan gaya bahasa, seperti diuraikan berikut ini. Kemampuan menggunakan rima puisi: Kemampuan menggunakan n = 26 = 19,69 19,69 ycu100 n= 77,04 Dari hasil pengolahan di atas menunjukkan bahwa kemampuan Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Kotamobagu menulis pada 4 indikator penilaian yang tertinggi adalah pada aspek penggunaan rima, yakni 80,61, diksi 80,12, imaji 78,20, sedangkan yang paling rendah adalah gaya bahasa, yakni 77,04. Pengolahan mendapatkan gambaran mengenai nilai rata-rata yang diperoleh Siswa Kelas Xb SMA Negeri 3 Kotamobagu secara klasikal. Nilai total skor/nilai keseluruhan siswa Jumlah total skor/nilai keseluruhan siswa kemudian dibagi jumlah seluruh siswa, yakni 26. Nilai rata-rata klasikal siswa kemudian diolah dengan rumus hitung rerata seperti berikut ini. X= 80,26 Dari pengolahan tersebut maka diperoleh hasil, yakni nilai rata-rata Siswa sKelas Xb SMA Negeri 3 Kotamobagu secara klasikal adalah 80,26%. Rata-rata kemampuan siswa berada pada rentang 80 Ae 89%, yakni berada pada ketegori mampu. Dari hasil pengolahan ini maka dapat ditegaskan bahwa penggunaan strategi mid Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni mapping memampukan Siswa Kelas Xb SMA Negeri 3 Kotamobagu menulis puisi. PEMBAHASAN Dari hasil analisis data yang dilakukan diperoleh temuan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan strategi mind mapping berdampak langsung pada kualitas proses pembelajaran dan hasil Dari segi proses penggunaan strategi mind mapping membuat siswa begitu tertarik dan antusias mengikuti Antusiasnya mengikuti pembelajaran terlihat pada saat mereka menemukan topik puisi di bawah arahan/bimbingan guru, membuat mind . emetaan mengembangkan puisi berdasarkan mind mapping yang dibuat, dan melakukan penyuntingan terhadap puisi. Ternyata, membuat pemetaan pikiran dalam bentuk gambar menarik bagi siswa, sehingga ide/gagasan dalam bentuk kata/frase kunci yang akan dikembangkan ke dalam baris dan bait puisi. Temuan ini diperkuat oleh pernyataan Buzan . pengembang teori mind mapping bahwa mind mapping adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak. Mind mapping adalah cara mencatat/menulis yang kreatif dam efektif, yang sangat sederhana. Namun menggunakan mind mapping ini tidak bisa Guru harus mampu menerapkan strategi ini secara baik dengan cara memberikan bimbingan pada saat siswa mengalami kesulitan menemukan topik mengembangkan puisi berdasarkan peta pikiran menjadi draf puisi, dan melakukan Hal ini sangat beralasan sebab guru adalah pelaksana utama dari pembelajaran yang berlangsung. Guru berperan memilih strategi atau model menggunakan media pembelajaran yang Hal semacam ini didukung hasil penelitian Mokodompit. Al Katuuk, & Adarah . , yang menemukan bahwa kecakapan guru memilih strategi atau pembelajaran yang tepat membuat siswa mampu menulis puisi. Pembelajaran menulis puisi memiliki kekhasan karena harus melibatkan emosi dan imaji siswa. Karena itu, penggunaan gambar untuk merangsang daya imaji siswa sangat penting. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian Tumbol. Djojosuroto, & Wengkang . yang meneliti AuKeterampilan Menulis Puisi dengan Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas VII SMP Negeri XI Manado, di mana hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan penggunaan media gambar memampukan siswa menulis puisi dan juga dapat meningkatkan motivasi dan perhatian siswa selama pembelajaran berlangsung. Hasil pentingnya penggunaan gambar sebagai upaya meransang siswa menulis puisi. Gambar dalam bentuk mind mapping merupakan salah satu yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran menulis puisi. Temuan penelitian dari segi hasil menunjukkan bahwa penggunaan strategi mind mapping ternyata berdampak langsung pada kemampuan siswa menulis Secara individual, perolehan skor/nilai berada pada rentang 73 Ae 90, artinya skor/nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 73, sedangkan skor/nilai tertinggi adalah 90. Sebaran nilai siswa hanya berada pada 3 rentang, yakni: 70 70, 80 - 89, dan 90-100. Siswa yang memperoleh skor/nilai di antara 70-70, 10 orang . ,46%), siswa yang memperoleh skor/nilai 80-90, 13 orang . %), dan siswa yang memperoleh nilai pada rentang 90-100, 3 orang . ,54%). Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian Ruru. Pelelalu. Mumu . AuPembelajaran Menulis Narasi dengan Menggunakan Model Peta Pikiran Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 TondanoAy di mana menunjukkan keunggulan model/strategi memampukan siswa menulis teks narasi. Dari menunjukkan pula bahwa secara individual Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni terdapat 3 orang orang siswa . ,53%) yang dinyatakan tidak lulus, karena belum mencapai ketuntasan minimal yang ditetapkan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, yakni 75. Sebaliknya, terdapat 23 orang siswa . ,47%), yang telah lulus ketuntasan minimal yang ditetapkan. Dari hasil ini perlu lagi pemantapan guru untuk menggunakan strategi mind mapping khusus bagi 3 siswa yang nilainya belum mencapai ketuntasan minimal. Berdasarkan menunjukkan kemampuan siswa menulis puisi pada 4 indikator penilaian yang Dari hasil pengolahan di atas menunjukkan bahwa kemampuan Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Kotamobagu menulis pada 4 indikator penilaian yang tertinggi adalah pada aspek penggunaan rima, yakni 80,61, diksi 80,12, imaji 78,20, sedangkan yang paling rendah adalah gaya bahasa, yakni 77,04. Dari hasil ini bisa menjadi umpan balik bagi guru untuk memberikan perhatian pada aspek imaji dan gaya bahasa yang ternyata masih agak sulit digunakan siswa menulis puisi. Diperoleh temuan juga bahwa penggunaan strategi mind mapping berdampak pada hasil belajar siswa secara Terbukti bahwa nilai ratarata Siswa sKelas Xb SMA Negeri 3 Kotamobagu secara klasikal adalah 80,26%. Rata-rata kemampuan siswa berada pada rentang 80 Ae 89%, yakni berada pada ketegori mampu. Dapat ditegaskan bahwa penggunaan strategi mid mapping memampukan Siswa Kelas Xb SMA Negeri 3 Kotamobagu menulis puisi. Keunggulan strategi mind mapping yang memperkuat hasil penelitian sebelumnya dari Kaligis. Adrah, & Meruntu . yang meneliti Au Penerapan Model Pemetaan Pikiran (Mind Mappin. dalam Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Tombariri. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh ini maka direkomendasikan kepada guru Bahasa Indonesia untuk SMP. SMA/SMK menggunakan strategi mind mapping dalam pembelajaran menulis puisi karena terbukti strategi ini dapat membantu kesulitan yang sering dialami siswa dalam menulis puisi. Penggunaan peta pikiran ternyata dapat merangsang kreativitas siswa menemukan diksi puisi, menata rima, menciptakan imaji puisi, dan menggunakan gaya bahasa secara lebih baik. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang kesimpulan sebagai berikut. Pembelajaran menulis puisi dengan strategi mind mapping berdampak langsung pada kualitas proses pembelajaran. Penggunaan strategi mind mapping membuat siswa begitu tertarik dan antusias mengikuti Antusiasnya mengikuti pembelajaran terlihat pada saat mereka menemukan topik puisi di bawah arahan/bimbingan guru, membuat mind . emetaan mengembangkan puisi berdasarkan mind mapping yang dibuat, dan melakukan penyuntingan terhadap puisi. Ternyata, pemetaan pikiran dalam bentuk gambar menarik bagi siswa, sehingga membantu siswa mengeluarkan ide/gagasan dalam bentuk kata/frase kunci yang akan dikembangkan ke dalam baris dan bait Penggunaan strategi mind mapping ternyata berdampak langsung pada Berdasarkan hasil analisis kemampuan siswa menulis puisi pada 4 indikator penggunaan rima, yakni 80,61, diksi 80,12, imaji 78,20, sedangkan yang paling rendah adalah gaya bahasa, yakni 77,04. Nilai rata-rata Siswa Kelas Xb SMA Negeri 3 Kotamobagu secara klasikal adalah 80,26%. Rata-rata kemampuan siswa berada pada rentang 80 Ae 89%, yakni berada pada ketegori mampu. DAFTAR RUJUKAN Buzzan. Tony. Buku Pintar Mind Map. Alih Bahasa Susi Purwoko. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Jumanto. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerita Melalui Metode (Mind Mappin. pada Siswa Kelas IV SD Negeri Sondakan Skripsi. Surakarta: Tidak Diterbitkan. KHERYSURYAWAN. ID. Silabus Bahasa Indonesia Kelas SMA. https://w. Kaligis. Adrah, & Meruntu . yang meneliti Au Penerapan Model Pemetaan Pikiran (Mind Mappin. dalam Keterampilan Menulis CerpenSiswa Kelas IX SMP Negeri 4 Tombariri. Jurnal Kompetensi FBS. Vol 2. No 4 . Maru. Pikirang. Ratu. & Tuna. The Integration of ICT in ELT Practices: The Study on Teachers' Perspective in New Normal Era. International Journal of Interactive Mobile Technologies, 15. , 44-67. Maru. Pikirang. Setiawan. Oroh. , & Pelenkahu. The internet use for COVID-19 pandemic and its International Journal Interactive Mobile Technologies (IJIM), 15. , 65. Maru. , & Nur. Applying Video for Writing Descriptive Text in Senior High School in the COVID-19 Pandemic Transition. International Journal of Language Education, 4. Maru. Tamowangkay. Pelenkahu. , & Wuntu. TeachersAo perception toward the impact of platform communication in the eastern Indonesia. International Journal Communication Society, 4. , 59-71. Maru. Ratu. , & Dukut. The Use the T-Ex Approach in Indonesian EFL Essay Writing: Feedbacks and Knowledge Exploration. Mokodompit. Al Katauuk. UMK, & Adrah. Kemampuan Menulis Puisi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Langsung Melalui Media Video Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kotabunan. Jurnal Kompetensi FBS. Vol 3. No 1 . Ruru. Pelelalu. Mumu. Pembelajaran Menulis Narasi dengan Menggunakan Model Peta Pikiran Siswa Kelas XI SMA Negeri Tondano. Jurnal Kompetensi FBS. Vol 2. No 4 . Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. Tarigan. Henry Guntur. Menulis: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Tumbol. Djojosuroto. , & Wenglang Keterampilan Menulis Puisi dengan Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas VII SMP Negeri XI Manado. Jurnal Kompetensi FBS. Vol 3. No 1 .