Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (JIFFK) Suppl. No. Agustus 2024 Hal. ISSN: 1693-7899 e-ISSN: 2716-3814 OPTIMASI QUERCETIN KOMBINASI AVOBENZONE DALAM SEDIAAN SPRAY LOTION TABIR SURYA Budipratiwi Wisudyaningsih*). Elok Rimadani. Lidya Ameliana. Lusia Oktora Ruma Kumala Sari. Yudi Wicaksono. Kuni ZuAoaimah Barikah Fakultas Farmasi. Universitas Jember. Jember. Indonesia *Email: wisudyaningsih@unej. Received: 27-07-2024 Accepted:22-07-2024 Published: 20-08-2024 INTISARI Paparan radiasi sinar ultraviolet yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai macam permasalahan kulit. Permasalahan tersebut dapat dicegah dengan penggunaan produk kosmetika yang mengandung bahan tabir surya. Pada penelitian ini dilakukan optimasi kombinasi quercetin dan avobenzone dalam sediaan spray lotion tabir surya dengan menggunakan metode desain Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi optimum avobenzone dan quercetin yang dapat memberikan sifat fisikakimia dan efektivitas spray lotion tabir surya secara in vitro yang optimum. Rancangan formula dibuat dengan konsentrasi quercetin batas rendah 0,5% dan batas atas 3%, sedangkan avobenzone memiliki batas rendah 2% dan batas atas 4%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, prediksi formula optimum diperoleh dengan konsentrasi quercetin 0,934% dan avobenzone 4%. Formula optimum tersebut memiliki nilai desirability 0,958 dan menunjukkan nilai prediksi software, yaitu pada parameter SPF in vitro 33,311. %TE 0,058. %TP 0,002. viskositas 10 dPa. dan pH 5,689. Hasil prediksi software tersebut telah terbukti menunjukkan nilai yang tidak berbeda bermakna jika dibandingkan dengan hasil observasi . -test sig > 0,. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil persamaan dan prediksi dari design expert dapat memprediksi respon dengan baik dan tepat. Kata kunci: Avobenzone. Spray Lotion. Sunscreen. Quercetin ABSTRACT Excessive exposure to ultraviolet radiation can cause various skin problems. This problem can be prevented by using cosmetic products that contain sunscreen ingredients. In this study, optimization of the combination of quercetin and avobenzone in sunscreen spray lotion was carried out using the factorial design method. The aim of this study was to determine the optimum concentrations of avobenzone and quercetin which could provide optimum physicochemical properties and effectiveness of in vitro sunscreen spray lotion. The formula is made with a low concentration of 0. 5% quercetin and an upper limit of 3%, while avobenzone has a low level of 2% and an upper level of 4%. Based on the research that has been done, the optimum formula prediction is obtained with a concentration of 0. 934% quercetin and 4% avobenzone. The optimum formula has a desirability value of 0. 958 and shows the predicted value of software to have an SPF in vitro value of 33. 311, a %TE 0. 058%, a %TP 0. 002%, a viscosity of 10 dPa. s, and a pH of The results of the analysis using the t-test . ne sample t-tes. with a 95% level of confidence between the software prediction results and the observation results showed a value of > 0. which means that there was no significant difference between the software prediction results and the observation group. Keywords: Avobenzone. Spray Lotion. Sunscreen. Quercetin Journal homepage:http:/w. id/publikasiilmiah/index. php/ilmufarmasidanfarmasiklinik ISSN: 1693-7899 Corresponding author: Nama : Budipratiwi Wisudyaningsih Institusi : Universitas Jember Alamat institusi : Jember E-mail : wisudyaningsih@unej. PENDAHULUAN Paparan sinar matahari secara berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kulit. Dampak negatif yang terjadi disebabkan oleh kandungan sinar ultraviolet (UV) dalam sinar matahari yang terdiri dari tiga komponen yaitu UV A. UV B, dan UV C. Berdasarkan dari panjang gelombangnya. UV A memiliki panjang gelombang terpanjang yaitu 320-400 nm. UV B memiliki panjang gelombang 280-320 nm, dan UV C memiliki panjang gelombang 200-280 nm. Sinar matahari pada umumnya memiliki kandungan UV A sebesar 90%-95% dan UV B sebesar 5%, sedangkan UV C dapat terserap oleh lapisan ozon sehingga tidak sampai ke permukaan bumi (Amaro-Ortiz dkk. , 2014. Donglikar dan Deore, 2016. Geoffrey dkk. , 2. Radiasi sinar ultraviolet dapat menyebabkan berbagai macam permasalahan kulit seperti eritema . ercak kemeraha. , inflamasi, penuaan . eriput, perubahan pigmentasi, penipisa. dan kanker kulit (Amaro-Ortiz dkk. , 2. Dampak negatif yang disebabkan oleh radiasi sinar ultraviolet tersebut dapat dicegah dengan menggunakan produk kosmetika yang mengandung bahan tabir surya (DAoOrazio dkk. , 2013. Umborowati, 2. Pada umumnya, bahan tabir surya terbagi menjadi dua jenis yaitu inorganik . hysical blocke. dan organik . hemical absorbe. (Geoffrey dkk. , 2. Bahan tabir surya yang sering dijumpai dan umum digunakan oleh masyarakat adalah tabir surya physical blocker. Tabir surya tersebut memiliki beberapa kelemahan diantaranya yaitu terasa berat saat digunakan dan meninggalkan lapisan putih (Dransfield, 2. Karakter tersebut berkebalikan dengan bahan tabir surya organik atau chemical absorber yang lebih ringan saat digunakan dan hanya sedikit meninggalkan lapisan putih. Bahan aktif tabir surya chemical absorber biasanya berasal dari senyawa-senyawa aromatik yang memiliki gugus karbonil (Geoffrey dkk. , 2. Senyawa tabir surya sintetik yang banyak digunakan dalam produk yang telah beredar dapat memberikan efek samping berupa iritasi kulit dan reaksi alergi pada beberapa kasus, sehingga diperlukan pengembangan senyawa tabir surya yang berasal dari bahan alam (Solky dkk. , 2. Salah satu senyawa yang berasal dari bahan alam yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai tabir surya yaitu quercetin. Senyawa golongan flavonoid seperti quercetin ini mampu menyerap sinar UV B dengan lebih baik (Choquenet dkk. Widyawati dkk. , 2019. Taupik dkk. , 2. Kemampuan penyerapan quercetin terhadap UV A yang lemah menyebabkan senyawa tersebut perlu untuk dikombinasi dengan senyawa lain yang dapat menyerap UV A dengan baik, sehingga diperoleh tabir surya yang memiliki spektrum luas (Choquenet dkk. , 2. Pada penelitian ini, digunakan senyawa avobenzone untuk dikombinasi dengan quercetin. Avobenzone merupakan satu-satunya senyawa organik UV A sunscreen aktif yang telah disetujui penggunaannya di Amerika Serikat karena mampu memberikan perlindungan pada panjang gelombang UV A (Beasley dan Meyer, 2010. Ahn dkk. , 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Diffey . , terdapat beberapa hal yang menyebabkan konsumen tidak menggunakan tabir surya diantaranya yaitu pengaplikasian tabir surya membutuhkan waktu yang lama, memberikan efek panas, dan memberikan efek berminyak saat digunakan (Diffey, 2. Permasalahan tersebut memicu terciptanya alternatif sediaan tabir surya yang memiliki tingkat penerimaan pengguna lebih tinggi. Pada penelitian ini, dibuat sediaan emulsi minyak dalam air senyawa quercetin dan avobenzone dengan metode aplikasi spray yang dapat memberikan kesan lebih ringan saat digunakan, tidak memberikan bekas lapisan putih pada kulit, dan mudah diaplikasikan, serta tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pengaplikasiannya (Cendana dkk. , 2. Pada penelitian ini dilakukan optimasi kombinasi quercetin dan avobenzone dalam sediaan spray lotion menggunakan metode desain faktorial. Respon yang digunakan dalam penentuan formula optimum antara lain nilai pH, viskositas, dan efektivitas in vitro tabir surya. Optimasi Quercetin KombinasiA(Wisudyaningsih dkk. , 2. ISSN: 1693-7899 METODE PENELITIAN Bahan Quercetin dibeli dari Sigma Aldrich. Avobenzone, dimetikon, dan akrilat dibeli dari CV. Cipta Anugrah Bakti Mandiri. Gliserin, propilen glikol, setil alkohol, butil hidroksi toluena, tween 80, triethanolamin, asam sitrat, aquadest, etanol 96% diperoleh dari PT. Brataco Chemical. Span 20 dan isopropanol dibeli dari PT. Makmur Sejati. Pembuatan Sediaan Spray Lotion Tabir Surya Pada formula dalam penelitian ini . abel I) terdapat dua kelompok bahan yaitu fase air dan fase minyak. Fase air terdiri dari tween 80, asam sitrat. TEA, akrilat, dan aquades. Fase minyak terdiri dari avobenzone, dimetikon, setil alkohol. BHT, span 20. Fase minyak dipanaskan terlebih dahulu di atas waterbath pada suhu 700C. Ketika setengah dari fase minyak sudah melebur, dilakukan pengembangan akrilat dengan cara menuangkan 2/3 bagian aquades panas ke dalam cawan, kemudian ditambahkan TEA dan diaduk sampai homogen, setelah itu dituangkan akrilat sedikit demi sedikit untuk menghindari penggumpalan dan diaduk. Campuran tersebut dipanaskan di atas waterbath sambil diaduk sampai homogen. Fase air . ween 80 dan 1/3 bagian aquade. dipanaskan di atas waterbath bersamaan dengan campuran akrilat pada cawan yang berbeda. Mortir panas disiapkan, kemudian dimasukkan fase air yang telah tercampur ke dalamnya, setelah itu dimasukkan secara perlahan kembangan akrilat sambil diaduk, dan dimasukkan fase minyak disertai pengadukan konstan hingga terbentuk massa lotion yang diinginkan. Basis lotion ditambahkan asam sitrat sebagai agen pengasam dan diaduk sampai terlarut. Quercetin dilarutkan dalam campuran gliserin dan propilen glikol. Quercetin yang sudah terlarut dimasukkan ke dalam basis lotion yang sudah mengandung avobenzone sedikit demi sedikit. Semua bahan yang telah berada pada satu mortir digerus terus-menerus hingga campuran homogen. Tabel I. Rancangan desain faktorial untuk dua faktor dan dua aras Formula Faktor A (Querceti. Faktor B (Avobenzon. Interaksi A dan B Evaluasi Sediaan Spray Lotion Tabir Surya Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi beberapa pengujian sifat fisika kimia sediaan spray lotion tabir surya yaitu uji organoleptis, homogenitas, penyemprotan, ukuran droplet, viskositas, pH serta uji efektivitas sediaan spray lotion tabir surya yang meliputi pengujian nilai SPF in vitro, persen transmisi eritema, dan persen transmisi pigmentasi. Uji organoleptis merupakan suatu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui karakter fisik suatu sediaan yang dapat diamati secara Adapun beberapa komponen organoleptis dari sediaan yang dapat diamati ialah bentuk, tekstur, aroma, dan warna. Uji homogenitas dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan spray lotion pada gelas objek yang ditutup dengan cover glass. Uji penyemprotan dilakukan dengan menyemprotkan sediaan dengan jarak 3 cm, 5 cm, dan 15 cm pada selembar kertas mika kemudian diamati diameter spray yang dihasilkan dan bobot sediaan yang dikeluarkan. Uji ukuran droplet dilakukan pada formula optimum dengan menggunakan mikroskop. Sediaan diletakkan pada kaca obyek kemudiaan ditutup dengan cover glass (Tania dkk. , 2. Ukuran droplet setelah disemprot diharapkan memiliki ukuran yang lebih kecil daripada sebelum Uji viskositas dilakukan dengan menggunakan alat viskometer brookfield DVE. Spindle nomor 31 dipasang pada alat kemudian 10 mL sediaan dimasukkan ke dalam tabung penampung sediaan, setelah itu dijalankan alat viskometernya dan dibaca hasilnya. Uji pH dilakukan dengan menggunakan alat pH meter yang telah dikalibrasi dengan menggunakan larutan buffer pH 4, pH 7, dan pH 9. Uji pH pada sediaan spray lotion tabir surya JIFFK Suppl. No. Agustus 2024 Hal. ISSN: 1693-7899 dilakukan dengan memasukkan 1% sediaan ke dalam beaker glass, yaitu dengan ditimbang 1 gram sediaan kemudian dilarutkan dalam 100 mL aquades. pH meter dicelupkan ke dalam beaker glass yang sudah berisi larutan sediaan kemudian ditunggu hingga nilai pH yang ditunjukkan konstan. Uji efektivitas sediaan dilakukan untuk mengetahui efektivitas sediaan spray lotion tabir surya yang meliputi nilai SPF, %TE (Transmisi Eritem. , dan %TP (Transmisi Pigmentas. Pengujian tersebut dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Pengujian nilai SPF dilakukan dengan menimbang 0,5 gram sediaan yang kemudian dilarutkan dalam 25 ml etanol 96% (Daud dkk. , 2. Panjang gelombang pengamatan yang digunakan yaitu 290 nm Ae 320 nm dan diamati absorbansi yang diperoleh pada setiap interval 5 nm. Pengujian nilai %TE dan %TP dilakukan dengan menimbang 5 mg sediaan yang kemudian dilarutkan dalam pelarut isopropanol 10 mL (Cumpelik, 1. %TE diperoleh dengan mengamati absorbansi yang diperoleh pada panjang gelombang 292,5Ae337,5 nm, sedangkan %TP diperoleh dengan mengamati absorbansi yang diperoleh pada panjang gelombang gelombang 322,5Ae372,5 nm dengan rentang pengamatan 5 Nilai absorbansi yang diperoleh dihitung dalam 1 g/L/cm sehingga nilai %TE dan %TP dapat Penentuan Formula Optimum Formula optimum sediaan spray lotion tabir surya ditentukan dengan menggunakan program Design Expert Version 11, sehingga dapat diketahui efek faktor dan efek interaksi kedua faktor terhadap respon. Formula optimum sediaan spray lotion tabir surya yang terpilih merupakan formula dengan nilai kriteria evaluasi yang sesuai dengan tabel II. Tabel II. Kriteria penentuan formula optimum Respon Viskositas SPF Nilai yang Dikehendaki 4,5-6 1-10 dPas >15 %TE %TP <1% <1% Verifikasi Formula Optimum Verifikasi formula optimum dilakukan dengan cara melakukan 3 replikasi preparasi formula optimum sediaan spray lotion tabir surya. Respon hasil pengamatan yang diamati antara lain nilai pH, viskositas. SPF in vitro, %TE, % TP. Hasil respon yang diperoleh dari prediksi design expert dibandingkan dengan hasil respon percobaan. Keduanya dibandingkan dengan menggunakan uji-t . ne sample t-tes. dengan taraf kepercayaan 95%. Data yang diperoleh dikatakan tidak berbeda bermakna apabila nilai signifikansi yang diperoleh > 0,05% (Duhita dkk. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Organoleptis Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, keempat formula sediaan yaitu F. , dan F. memiliki massa yang encer, tekstur yang lembut, warna putih kekuningan sampai kuning pekat yang dapat dilihat pada gambar 1, dan aroma yang tidak menyengat. Formula a memiliki warna yang paling kuning daripada formula lainnya karena terdapat bahan aktif quercetin dengan konsentrasi aras tinggi dan avobenzone dengan konsentrasi aras rendah. Warna sediaan yang terlalu kuning tersebut menyebabkan bekas warna kuning saat digunakan sehingga mengurangi nilai Berdasarkan hasil pengujian organoleptis tersebut dapat disimpulkan bahwa formula 1 dan formula b memenuhi seluruh kriteria uji organoleptis yang diharapkan. Formula a dan formula ab memenuhi kriteria tekstur, massa, dan aroma, tetapi tidak memenuhi kriteria warna sediaan yang Optimasi Quercetin KombinasiA(Wisudyaningsih dkk. , 2. ISSN: 1693-7899 Formula a Formula 1 Formula b Formula ab Gambar 1. Hasil uji organoleptis sediaan spray lotion tabir surya kombinasi quercetinavobenzone Pengujian Homogenitas Pada uji homogenitas diketahui bahwa keempat formula tersebut menunjukkan karakteristik yang homogen, tidak terdapat gumpalan atau partikel kasar yang teramati, sehingga terasa nyaman saat digunakan. Pengujian penyemprotan Pada pengujian ini dilakukan 2 aktivitas yaitu penimbangan bobot spray dan pengukuran diameter spray. Hasil dari penimbangan bobot spray dapat dilihat pada tabel i. Tabel i. Bobot spray pada beberapa jarak penyemprotan Formula 3 cm Bobot spray . 5 cm 15 cm 0,13 0,009 0,14 0,005 0,13 0,009 0,14 0,088 0,14 0,0094 0,16 0,0047 0,16 0,0047 0,14 0,0094 0,13 0,012 0,15 0 0,14 0,005 0,15 0 *data disajikan sebagai rerata simpangan baku . Berdasarkan hasil pemeriksaan bobot spray pada tabel i, dapat disimpulkan bahwa bobot spray antar formula pada jarak penyemprotan yang sama memiliki bobot spray yang tidak jauh Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap formula mampu keluar dari aplikator semprot dengan jumlah yang tidak jauh berbeda dan aplikator semprot yang digunakan dapat menghantarkan jumlah yang hampir sama pada setiap penyemprotan. Tabel IV. Diameter spray pada beberapa jarak penyemprotan Formula Diameter spray . 3 cm 5 cm 4,37 0,094 4,27 0,294 2,73 0,206 3,63 0,124 F. 5,00 0,104 6,40 0,141 F. 3,77 0,206 4,20 0,294 *data disajikan sebagai rerata simpangan baku . 15 cm 11,20 0,216 6,43 0,249 14,00 0,408 7,17 0,125 Diameter spray yang dihasilkan oleh setiap formula dipengaruhi oleh viskositas sediaan dan jarak penyemprotan yang dilakukan. Diameter spray berbanding terbalik dengan viskositas sediaan dan berbanding lurus dengan jarak penyemprotan. Berdasarkan hasil pengukuran diameter pada tabel IV, dapat disimpulkan bahwa diameter spray yang dihasilkan oleh seluruh formula JIFFK Suppl. No. Agustus 2024 Hal. ISSN: 1693-7899 mengalami peningkatan ketika jarak penyemprotannya ditingkatkan. Formula b memiliki diamater penyemprotan yang paling luas karena memiliki viskositas yang paling rendah dan formula a memiliki diameter spray paling sempit karena viskositasnya paling tinggi diantara ketiga formula Pengujian Ukuran Droplet Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa ukuran droplet sebelum disemprot mayoritas memiliki ukuran diameter dalam rentang 12,422 AAm Ae 14,176 AAm, sedangkan ukuran droplet setelah disemprot mayoritas memiliki ukuran diameter dalam rentang 4,151 AAm Ae 5,972 AAm. Hal tersebut menunjukkan bahwa ukuran droplet setelah disemprot lebih kecil daripada sebelum disemprot, sehingga sesuai dengan hasil yang diharapkan yaitu ukuran droplet setelah disemprot lebih kecil daripada sebelum disemprot. Semakin kecil ukuran dropletnya, maka luas permukaan bahan aktif dalam droplet yang kontak dengan kulit semakin tinggi (Devi dkk. , 2. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas bahan aktif dalam menyerap sinar UV. Pengujian Viskositas Pengujian viskositas dilakukan untuk mengetahui tingkat kekentalan dari suatu sediaan. Sediaan spray lotion yang diharapkan memiliki nilai viskositas yang kecil. Hal tersebut berkaitan dengan kemudahan sediaan untuk dapat disemprotkan. Sediaan yang memiliki viskositas tinggi memungkinkannya tidak dapat keluar dari aplikator. Hasil pengujian viskositas pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel V. Tabel V. Viskositas sediaan spray lotion tabir surya kombinasi quercetin-avobenzone Formula Viskositas . Pa. 28,40 2,8249 41,88 5,6866 4,85 0,4021 34,46 1,5152 Berdasarkan hasil uji viskositas pada tabel V tersebut, hasil pengujian viskositas pada penelitian ini yang berada dalam rentang 1-10 dPa. s terdapat pada formula b dengan viskositas 4,85 dPa. Hasil dari pengujian viskositas ini kemudian dilakukan perhitungan penentuan efek faktor dan analisis menggunakan Software Design Expert. Berdasarkan dari perhitungan efek faktor dan persamaan coded factor. Viskositas = 27,41 10,78A Ae 7,73B 4,04AB yang diperoleh dari software dapat disimpulkan bahwa faktor konsentrasi quercetin memiliki efek yang dominan untuk menyebabkan peningkatan viskositas. Hal tersebut sesuai dengan hasil viskositas pada tabel di atas yang menunjukkan viskositas lebih tinggi pada jumlah konsentrasi quercetin yang lebih tinggi yaitu F. > F. dan F. > F. Analisis dengan menggunakan software design expert juga menghasilkan grafik contour plot terhadap respon viskositas yang ditunjukkan dalam bentuk grafik dua dimensi . D) pada gambar 2 berikut. Gambar 2. Grafik contour plot respon viskositas dua dimensi . D) Optimasi Quercetin KombinasiA(Wisudyaningsih dkk. , 2. ISSN: 1693-7899 Hasil contour plot tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi faktor quercetin yang digunakan maka akan menyebabkan kenaikan viskositas dari sediaan spray lotion tabir surya, pada grafik tersebut ditunjukkan dengan gradien yang berwarna kuning kemerahan. Peningkatan viskositas yang disebabkan oleh quercetin terjadi karena quercetin yang ditambahkan berada dalam bentuk serbuk. Hal tersebut berkebalikan dengan faktor avobenzone yang dapat menurunkan viskositas ketika konsentrasi avobenzone yang digunakan ditingkatkan. Pada grafik contour plot di atas, hal tersebut ditunjukkan dengan gradien warna biru. Hasil tersebut sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa peningkatan konsentrasi avobenzone dapat menurunkan viskositas dari suatu sediaan (Murrukmihadi dkk. , 2. Pengujian pH Pada pengujian nilai pH, seluruh formula memiliki nilai pH dalam rentang yang diharapkan yaitu 4,5-6 (Ali & Yosipovitch, 2. Hasil dari pengujian pH ini kemudian dilakukan perhitungan analisis varian dengan menggunakan software dessign expert. Analisis varian yang diperoleh dari design expert menunjukkan bahwa seluruh faktor dan interaksi keduanya memiliki nilai p-value > 0,05 yang berarti faktor quercetin, avobenzone, dan interaksi keduanya tidak berpengaruh signifikan terhadap respon pH. Hal tersebut menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi kombinasi quercetin-avobenzone tidak menyebabkan perubahan nilai pH pada sediaan spray lotion tabir surya yang diteliti. Dalam sediaan topikal, pada umumnya perubahan pH sediaan dapat terjadi apabila bahan aktif ataupun bahan tambahan yang digunakan memiliki pH yang terlalu rendah ataupun terlalu tinggi. Pengujian Nilai SPF In Vitro Pengujian nilai SPF pada penelitian ini dilakukan pada seluruh formula untuk mengetahui efektivitas bahan aktif quercetin dan avobenzone dalam peningkatan nilai SPF. Hasil nilai SPF yang diperoleh dapat dilihat pada tabel VI. Tabel VI. Nilai SPF in vitro spray lotion tabir surya kombinasi quercetin-avobenzone Replikasi Rata-rata SD Kategori F. 32,385 31,626 33,042 32,351 0,579 Ultra Nilai SPF In Vitro F. 33,659 33,239 32,931 32,763 31,366 33,406 32,652 0,957 33,136 0,272 Ultra Ultra F. 34,601 33,727 34,098 34,142 0,358 Ultra Berdasarkan tabel VI, formula ab memiliki nilai SPF yang paling tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa formula tersebut merupakan formula yang paling baik dalam menangkal sinar UV dibandingkan dengan formula yang lain. Hasil dari pengujian SPF ini kemudian dilakukan perhitungan penentuan efek faktor konsentrasi quercetin dan avobenzone, serta interaksi keduanya dan dilakukan analisis dengan menggunakan software design expert. Berdasarkan persamaan coded factor yang diperoleh yaitu SPF = 33,07 0,3268A 0,5686B 0,1761AB dan perhitungan efek faktor dapat diketahui bahwa faktor konsentrasi avobenzone memiliki efek yang dominan untuk menyebabkan peningkatan nilai SPF sediaan. Hasil tersebut didukung oleh analisis varian yang diperoleh dari design expert yaitu faktor quercetin dan interaksi keduanya memiliki nilai p-value > 0,05 yang berarti faktor quercetin dan interaksi kedua faktor tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan nilai SPF sediaan, sedangkan faktor avobenzone yang memiliki nilai p-value <0,05 dapat mempengaruhi peningkatan nilai SPF secara signifikan. Hal tersebut dapat terjadi karena pada struktur avobenzone terdapat gugus kromofor yang mampu menyerap sinar UV A dan UV B (Shovyana dan Zulkarnain, 2. Hal tersebut juga didukung oleh suatu penelitian yang menyebutkan bahwa avobenzone mampu memberikan efektivitas sebagai agen tabir surya serta peningkatan konsentrasi avobenzone dapat meningkatkan nilai SPF dari suatu sediaan tabir surya (Abdassah dkk. , 2. Pengujian %TE Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah energi dari sinar UV yang dapat ditransmisikan pada panjang gelombang penyebab eritema yaitu 292,5-337,5 nm. Nilai dari %TE yang diharapkan yaitu <1%. Semakin kecil nilai %TE yang dihasilkan menandakan bahwa tabir JIFFK Suppl. No. Agustus 2024 Hal. ISSN: 1693-7899 surya tersebut semakin efektif karena energi penyebab eritema yang diteruskan juga semakin kecil. Pada penelitian ini nilai % TE yang diperoleh oleh seluruh formula adalah <1% yang termasuk dalam kategori total block (Juanita dan Juliadi, 2. Hasil dari pengujian %TE ini kemudian dilakukan perhitungan analisis varian dengan menggunakan software dessign expert. Analisis varian yang diperoleh dari design expert menunjukkan bahwa faktor quercetin, avobenzone dan interaksi keduanya memiliki nilai p-value > 0,05 yang berarti seluruh faktor dan interaksi keduanya tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan nilai %TE. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada faktor yang menyebabkan penurunan, peningkatan, dan faktor yang dominan terhadap respon %TE. Nilai %TE pada sediaan tabir surya akan dapat mengalami perubahan apabila dalam sediaan tersebut mengandung bahan aktif tabir surya yang memiliki kemampuan yang sangat tinggi dan spesifik dalam menyerap radiasi sinar UV B. Pengujian %TP Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah energi dari sinar UV yang dapat ditransmisikan pada panjang gelombang penyebab pigmentasi yaitu 322,5-372,5 nm. Nilai dari %TP yang diharapkan yaitu <1%. Semakin kecil nilai %TP yang dihasilkan menandakan bahwa tabir surya tersebut semakin efektif karena energi penyebab pigmentasi yang ditransmisikan juga semakin kecil. Pada penelitian ini nilai % TE yang diperoleh dari seluruh formula adalah <1% yang termasuk dalam kategori total block (Juanita dan Juliadi, 2. Berdasarkan persamaan coded factor yaitu %TP = 0,0063 Ae 0,0027A Ae 0,0034B 0,003AB dan hasil analisis varian yang diperoleh dari software design expert faktor avobenzone memiliki nilai p-value <0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa faktor avobenzone berpengaruh signifikan terhadap penurunan nilai % TP. Hasil analisis dengan menggunakan software design expert juga menghasilkan grafik contour plot yang dapat dilihat pada gambar 3 berikut. Gambar 3. Grafik contour plot respon nilai %TP dua dimensi . D) Berdasarkan hasil contour plot tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi avobenzone yang digunakan maka akan menyebabkan penurunan nilai %TP dari sediaan spray lotion tabir surya, pada grafik tersebut ditunjukkan dengan warna biru ketika konsentrasinya Hasil tersebut dapat terjadi karena avobenzone mampu menyerap sinar UV A yang merupakan faktor dominan penyebab turunnya nilai % TP. Hal tersebut sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa avobenzone merupakan agen tabir surya yang dapat menyerap sinar UV A lebih baik daripada sinar UV B. Kemampuannya dalam menyerap sinar UV A menyebabkan transmisi energi penyebab pigmentasi yang disebabkan oleh sinar UV A menjadi rendah (Beasley dan Meyer, 2. Optimasi Quercetin KombinasiA(Wisudyaningsih dkk. , 2. ISSN: 1693-7899 Penentuan Formula Optimum Berdasarkan solusi yang ditawarkan oleh software design expert formula optimum yang didapatkan memiliki konsentrasi quercetin 0,934% dan avobenzone 4%. Formula optimum tersebut memiliki nilai desirability 0,958 dan diperkirakan memiliki nilai SPF 33,311. %TE 0,058. %TP 0,002. viskositas 10 dPa. dan pH 5,689. Verifikasi Formula Optimum Berdasarkan perbandingan hasil respon prediksi dan hasil respon observasi dengan menggunakan uji-t . ne sample t-tes. dengan taraf kepercayaan 95% seluruh respon memiliki nilai signifikansi > 0,05. Nilai signifikansi > 0,05 menunjukkan bahwa hasil persamaan dan prediksi dari design expert dapat memprediksi respon dengan baik dan tepat serta tidak terdapat perbedaan bermakna pada kedua kelompok hasil. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penambahan konsentrasi avobenzone dapat berpengaruh terhadap efektivitas sediaan tabir surya berupa peningkatan nilai SPF in vitro dan dapat menurunkan nilai %TP. Penambahan konsentrasi quercetin dapat meningkatkan viskositas, sedangkan penambahan konsentrasi avobenzone dapat menurunkan Formula optimum pada penelitian ini diperoleh dengan konsentrasi quercetin 0,934% dan avobenzone 4%. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih kepada Universitas Jember yang telah memfasilitasi sarana dan prasarana penunjang penelitian sehingga penelitian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA