Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 March 2025 The Invention: Journal Research and Education Studies is published three . times a year (March. July and Novembe. Focus : Education Management. Education Policy. Education Technology. Education Psychology. Curriculum Development. Learning Strategies. Islamic Education. Elementary Education LINK : https://pusdikra-publishing. com/index. php/jres Penerapan Metode Bermain Bisik Berantai untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V UPT SD Inpres Bakung 2 Makassar Norma Renata1. Nurhaedah2. Muhammad Irfan3 1,2,3 Universitas Negeri Makassar. Indonesia Kata Kunci ABSTRACT Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan menyimak siswa yang disebabkan metode pembelajaran yang bersifat satu arah dan berpusat pada guru. Kondisi tersebut menuntut adanya penerapan metode pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Bakung 2 Makassar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan metode Bermain Bisik Berantai. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V UPT SPF SD Inpes Bakung 2 Makassar yang berjumlah 19 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus dan telah mencapai kategori Hasil tes keterampilan menyimak siswa juga mengalami peningkatan menjadi kategori tuntas. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Bermain Bisik Berantai dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V UPT SPF SD Inpres Bakung 2 Makassar. Keterampilan Menyimak. Metode Pembelajaran, permainan Bisik Berantai. Pembelajaran Bahasa Indonesia Corresponding nurhaedah7802@unm. Author: PENDAHULUAN Keterampilan berbahasa memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan ide, gagasan, serta informasi, baik secara lisan maupun tulisan. Di lingkungan sekolah dasar, keterampilan berbahasa menjadi fondasi utama bagi siswa dalam memahami berbagai mata pelajaran. Hal ini terutama terlihat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang secara langsung bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa siswa secara menyeluruh. Oleh karena itu, keterampilan berbahasa merupakan Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 March 2025 Page : 42-52 kemampuan penting yang harus dikuasai siswa sekolah dasar untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Sejalan dengan hal tersebut. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang menuntut penguasaan keempat keterampilan berbahasa. Selain berfungsi sebagai mata pelajaran. Bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional, alat pemersatu berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda, serta sebagai sarana pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Sementara itu, sebagai bahasa negara. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kenegaraan, serta sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, keterampilan berbahasa mencakup empat aspek utama, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Menurut Sari . , pembelajaran Bahasa Indonesia memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan berkomunikasi peserta didik, baik secara lisan maupun tulisan. Keterampilan menyimak merupakan keterampilan awal yang harus dikuasai siswa sebelum mengembangkan keterampilan berbahasa lainnya. Saddhono dan Slamet . menyatakan bahwa keterampilan menyimak menjadi dasar bagi keterampilan berbicara, membaca, dan menulis karena melalui kegiatan menyimak siswa memperoleh informasi awal yang kemudian diolah dan dikembangkan dalam bentuk bahasa lisan maupun tulisan. Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 36 yang menyatakan bahwa AuBahasa Negara ialah Bahasa IndonesiaAy. Selain itu, penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi juga diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera. Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, yang menyatakan bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa negara resmi yang digunakan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu keterampilan berbahasa yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar adalah keterampilan menyimak. Keterampilan menyimak merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif dan menjadi dasar bagi keterampilan berbahasa lainnya. Keterampilan menyimak memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Abidin . menjelaskan bahwa menyimak bukan sekadar kegiatan mendengar, melainkan Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 March 2025 Page : 42-52 suatu proses aktif yang melibatkan konsentrasi, pemahaman, serta kemampuan mengingat informasi yang diterima secara lisan. Menurut Hakim . , keterampilan menyimak merupakan kegiatan berbahasa untuk menerima dan memahami informasi yang disampaikan secara lisan oleh orang lain. Dalam kegiatan menyimak, siswa dituntut untuk memiliki konsentrasi, ketelitian, dan kemampuan memahami informasi secara tepat. Menyimak bukan sekadar mendengar, tetapi juga melibatkan proses memahami, menginterpretasi, dan mengevaluasi informasi yang diterima. Namun, pada kenyataannya keterampilan menyimak siswa sekolah dasar masih tergolong Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rendahnya keterampilan menyimak disebabkan oleh kurangnya variasi metode pembelajaran serta dominasi guru dalam proses pembelajaran. Rahmawati dan Hidayat . mengungkapkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia yang bersifat satu arah menyebabkan siswa cenderung pasif, kurang fokus, dan tidak terlatih dalam menyimak informasi secara optimal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam memahami materi yang disampaikan secara lisan. Sejalan dengan hal tersebut, pada kenyataannya keterampilan menyimak siswa sekolah dasar belum berkembang secara optimal. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di kelas V SD Inpres Bakung 2 Makassar pada tanggal 15 Maret 2025, ditemukan bahwa keterampilan menyimak siswa masih tergolong rendah. Hal ini diperkuat oleh data awal berupa nilai ulangan harian keterampilan menyimak yang diberikan oleh guru. Dari 19 siswa, hanya 9 siswa atau sebesar 47,37% yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 10 siswa atau sebesar 52,60% belum mencapai ketuntasan. Nilai rata-rata kelas sebesar 68 menunjukkan bahwa kemampuan menyimak siswa masih berada di bawah kriteria yang diharapkan. Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya penerapan metode pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif dan menyenangkan. Hal ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, aktif, dan bermakna. Prinsip tersebut juga ditegaskan dalam Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2022 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini. Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, yang menyatakan bahwa proses pembelajaran harus diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, serta memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa adalah metode Bermain Bisik Berantai. Metode ini merupakan bentuk permainan edukatif yang melibatkan siswa dalam kegiatan menyimak pesan secara lisan, mengingat informasi, dan Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 March 2025 Page : 42-52 menyampaikan kembali pesan tersebut kepada teman secara berurutan. Melalui permainan ini, siswa dilatih untuk berkonsentrasi, menyimak dengan saksama, serta memahami informasi secara tepat. Huda . menyatakan bahwa pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan perhatian dan motivasi belajar siswa karena menciptakan suasana belajar yang Beberapa penelitian terdahulu juga membuktikan bahwa metode bermain bisik berantai efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Tompul dan Dafit . menyatakan bahwa metode bisik berantai berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan menyimak siswa sekolah dasar. Selanjutnya. Alviolita dan Arisandy . mengungkapkan bahwa metode bisik berantai mampu meningkatkan perhatian dan keaktifan siswa dalam pembelajaran menyimak. Penelitian oleh Syamsuddin . juga menunjukkan bahwa metode permainan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan fokus, daya ingat, serta pemahaman siswa terhadap informasi lisan yang diterima. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa metode Bermain Bisik Berantai memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Penggunaan pendekatan kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Bermain Bisik Berantai dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V UPT SPF SD Inpres Bakung 2 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Bakung 2 Makassar dengan jumlah siswa sebanyak 19 Penelitian ini dilaksanakan di kelas V UPT SPF SD Inpres Bakung 2 Makassar yang berlokasi di Kota Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan metode Bermain Bisik Berantai. Tes digunakan untuk mengukur keterampilan menyimak siswa setelah pelaksanaan tindakan. Tes yang digunakan berupa tes tertulis dalam bentuk uraian yang disusun berdasarkan indikator keterampilan menyimak, seperti mampu menjawab pertanyaan terkait isi cerita yang di dengar, menyusun kembali bagian-bagian cerita yang di dengar, mampu mengartikan makna kata dalam cerita, dan mampu menyimpulkan isi cerita yang di dengar. Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 March 2025 Page : 42-52 Dokumentasi digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh melalui observasi dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas lembar observasi dan tes keterampilan menyimak. Lembar observasi digunakan untuk mencatat aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran, sedangkan tes keterampilan menyimak digunakan untuk mengetahui tingkat pencapaian keterampilan menyimak siswa pada setiap siklus pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif digunakan untuk mengolah data hasil observasi aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan metode Bermain Bisik Berantai. Analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi data (Miles & Huberman, 2014. Silvester et al. , 2. Analisis data kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil tes keterampilan menyimak siswa. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil tes keterampilan menyimak siswa pada setiap akhir siklus, kemudian dihitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menyimak siswa dari satu siklus ke siklus berikutnya serta menentukan keberhasilan tindakan yang telah dilaksanakan (Sudjana, 2. Hasil analisis kuantitatif tersebut digunakan sebagai dasar untuk menentukan keberhasilan tindakan yang telah dilaksanakan dalam penelitian ini. Prosedur penelitian dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan seluruh perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang diperlukan untuk pelaksanaan tindakan, yaitu menyusun modul ajar Bahasa Indonesia. Lembar Kerja Peserta Didik, lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dan menyusun alat evaluasi berupa tes keterampilan menyimak yang diberikan pada setiap akhir siklus. Tahap pelaksanaan merupakan implementasi dari rencana yang telah disusun pada tahap perencanaan, dimulai dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Tahap Observasi difokuskan pada aktivitas guru, keterlibatan siswa, dan respons siswa selama kegiatan Permainan Bisik Berantai. Tahap refleksi digunakan untuk mengidentifikasi keberhasilan, kendala, serta aspek yang perlu diperbaiki pada siklus berikutnya. Terdapat dua indikator keberhasilan dalam penelitian ini, yaitu indikator proses dan indikator hasil. Indikator proses dinyatakan berhasil apabila Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 March 2025 Page : 42-52 seluruh langkah pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan metode Bermain Bisik Berantai dilaksanakan dengan baik serta hasil observasi aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa mencapai minimal 76%. Indikator hasil penelitian dinyatakan berhasil apabila terdapat sekurang-kurangnya 76% siswa yang memperoleh nilai Ou 75 sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah pada keterampilan menyimak. Taraf keberhasilan proses dan hasil kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode bermain bisik berantai dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Taraf Keberhasilan Proses Taraf Keberhasilan Kategori 76%-100% Baik 60%-75% Cukup 0%-59% Kurang Sumber: Djamarah . Tabel 2. Penilaian Kemampuan Menyimak Kategori Skala nilai Tuntas Ou 75 Tidak tuntas O 75 KKTP 75 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang masingmasing terdiri atas dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menyimak siswa setelah diterapkannya metode Bermain Bisik Berantai pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V UPT SPF SD Inpres Bakung 2 Makassar. Peningkatan tersebut dibuktikan melalui hasil observasi aktivitas mengajar guru, aktivitas belajar siswa, serta hasil tes keterampilan menyimak siswa pada setiap siklus pembelajaran. Metode Bermain Bisik Berantai merupakan salah satu metode pembelajaran berbasis permainan yang menekankan aktivitas menyimak secara cermat, mengingat informasi, serta menyampaikan kembali pesan secara Melalui metode ini, siswa dilatih untuk fokus pada pesan yang diterima secara lisan sehingga dapat meningkatkan konsentrasi dan pemahaman terhadap isi cerita. Data hasil observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I dan siklus II disajikan pada Tabel 3 dan Tabel 4. Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 March 2025 Page : 42-52 Tabel 3. Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru Siklus I dalam Menerapkan Metode Bermain Bisik Berantai Siklus I Pertemuan 1 Pertemuan II Jumlah Skor yang Diperoleh Taraf 70,37% 77,77% Kategori Tabel 4. Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru Siklus II dalam Menerapkan Metode Bermain Bisik Berantai Jumlah Skor yang Taraf Siklus II Diperoleh Kategori Pertemuan 1 85,18% Pertemuan II 92,59% Berdasarkan tabel hasil observasi, aktivitas mengajar guru pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan dari pertemuan I ke pertemuan II. Pada pertemuan I, persentase aktivitas mengajar guru mencapai 70,37% dengan kategori cukup. Hal ini menunjukkan bahwa guru masih berada pada tahap penyesuaian dalam menerapkan metode Bermain Bisik Berantai, terutama dalam pengelolaan kelas dan pemberian instruksi kepada siswa. Pada pertemuan II, persentase aktivitas mengajar guru meningkat menjadi 77,77% dan berada pada kategori baik. Peningkatan ini menunjukkan bahwa guru mulai memahami alur pembelajaran dan mampu mengarahkan siswa dengan lebih efektif. Setelah dilakukan refleksi dan perbaikan pada siklus II, aktivitas mengajar guru mengalami peningkatan yang lebih signifikan. Pada pertemuan I siklus II, persentase aktivitas mengajar guru mencapai 85,18%, dan pada pertemuan II meningkat menjadi 92,59%. Kedua pertemuan tersebut berada pada kategori Peningkatan ini menunjukkan bahwa guru telah mampu menerapkan langkah-langkah metode Bermain Bisik Berantai secara konsisten dan terstruktur, mulai dari penyampaian tujuan pembelajaran, pengelolaan permainan, hingga evaluasi hasil belajar siswa. Peningkatan aktivitas mengajar guru ini sejalan dengan pendapat Huda . yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis permainan memerlukan adaptasi pada tahap awal, namun akan berjalan lebih optimal apabila guru telah memahami peran dan langkah-langkah pembelajaran yang diterapkan. Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 March 2025 Page : 42-52 Selain aktivitas mengajar guru, aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil observasi aktivitas belajar siswa pada siklus I, diperoleh persentase 40,28% pada pertemuan I dengan kategori kurang. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian siswa masih pasif dan belum terbiasa mengikuti pembelajaran dengan metode Bermain Bisik Berantai. Pada pertemuan II siklus I, aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 63,15% dengan kategori cukup, meskipun belum memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan. Pada siklus II, aktivitas belajar siswa menunjukkan peningkatan yang lebih baik. Pada pertemuan I, persentase aktivitas belajar siswa mencapai 78,06%, dan pada pertemuan II meningkat menjadi 80,69%. Kedua pertemuan tersebut berada pada kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mulai terbiasa dengan pembelajaran berbasis permainan, lebih fokus dalam menyimak pesan, serta lebih aktif dalam mengikuti setiap tahapan permainan Bisik Berantai. Data hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I dan siklus II disajikan pada Tabel 4. 2 dan Tabel 4. 5 berikut. Tabel 5. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Belajar Siklus I dalam Menerapkan Metode Bermain Bisik Berantai Jumlah Skor yang Taraf Siklus I Diperoleh Kategori Pertemuan 1 40,28% Pertemuan II 63,15% Tabel 6. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II dalam Menerapkan Metode Bermain Bisik Berantai Jumlah Skor yang Taraf Siklus II Diperoleh Kategori Pertemuan 1 78,06% Pertemuan II 80,69% Peningkatan aktivitas belajar siswa ini menunjukkan bahwa metode Bermain Bisik Berantai mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan melibatkan siswa secara aktif. Temuan ini sejalan dengan pendapat Abidin . yang menyatakan bahwa pembelajaran yang melibatkan aktivitas langsung dan menyenangkan dapat meningkatkan perhatian dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 March 2025 Page : 42-52 Peningkatan aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa berdampak pada peningkatan hasil tes keterampilan menyimak siswa. Berdasarkan hasil tes pada siklus I, dari 19 siswa terdapat 11 siswa . ,89%) yang mencapai nilai Ou 75 dan dinyatakan tuntas, sedangkan 8 siswa . ,11%) belum mencapai ketuntasan. Hasil ini menunjukkan bahwa ketuntasan belajar secara klasikal belum tercapai pada siklus I. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil tes keterampilan menyimak siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Pada siklus II, sebanyak 16 siswa . ,21%) telah mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 3 siswa . ,79%) belum tuntas. Dengan demikian, ketuntasan belajar secara klasikal telah tercapai pada siklus II sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Data ketuntasan hasil tes keterampilan menyimak disajikan pada Tabel 4. 3 dan Tabel 4. 6 berikut Tabel 7. Ketuntasan Hasil Tes Keterampilan Menyimak pada siklus 1 Kategori Skala nilai Jumlah siswa Prensentase Tuntas Ou 75 57,89% Tidak tuntas < 75 42,11% Tabel 8. Ketuntasan Hasil Tes Keterampilan Menyimak pada siklus 2 Kategori Skala nilai Jumlah siswa Persentase Tuntas Ou75 84,21% Tidak tuntas < 75 15,79% Peningkatan keterampilan menyimak siswa ini menunjukkan bahwa metode Bermain Bisik Berantai efektif dalam melatih kemampuan siswa dalam mengartikan makna kata dalam cerita, menyusun kembali urutan peristiwa, menjawab pertanyaan berdasarkan cerita yang didengar, serta menyimpulkan isi cerita. Temuan ini sejalan dengan penelitian Alviolita dan Arisandy . serta Tompul dan Dafit . yang menyatakan bahwa permainan Bisik Berantai dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa sekolah dasar secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan metode Bermain Bisik Berantai terbukti mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada keterampilan menyimak siswa. Peningkatan aktivitas mengajar guru menunjukkan bahwa guru semakin mampu menjalankan perannya sebagai fasilitator pembelajaran yang mengarahkan dan membimbing siswa secara aktif. Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 March 2025 Page : 42-52 Selain itu, peningkatan aktivitas belajar siswa menunjukkan bahwa metode Bermain Bisik Berantai memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan. Siswa tidak hanya berperan sebagai pendengar pasif, tetapi terlibat langsung dalam proses menyimak dan menyampaikan Hal ini memperkuat pendapat Saddhono dan Slamet . bahwa keterampilan menyimak dapat berkembang secara optimal apabila siswa dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Meskipun demikian, pada tahap awal pelaksanaan masih ditemukan beberapa kendala, seperti kurangnya konsentrasi sebagian siswa dan ketidaktepatan dalam menyampaikan pesan. Namun, melalui refleksi dan perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan, kendala tersebut dapat diminimalkan pada siklus II. Dengan demikian, peningkatan keterampilan menyimak siswa yang terjadi dalam penelitian ini dapat diterima secara logis dan empiris. Metode Bermain Bisik Berantai terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar untuk meningkatkan keterampilan menyimak KESIMPULAN Penerapan metode Bermain Bisik Berantai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keterampilan menyimak siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Bakung 2 Makassar. Melalui keterlibatan aktif siswa dalam proses menyimak, mengingat, dan menyampaikan kembali pesan secara berurutan, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berpusat pada aktivitas siswa. Temuan ini menegaskan bahwa metode pembelajaran berbasis permainan tidak hanya meningkatkan keterlibatan belajar siswa, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap makna kata, struktur cerita, serta isi bacaan secara Dengan demikian, metode Bermain Bisik Berantai layak dipertimbangkan sebagai alternatif strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan. DAFTAR PUSTAKA