Jurnal CyberTech Vol. No. 1 Januari 2021, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Blossom End Rot Pada Tanaman Solanum Lycopersium Syn Dengan Menggunakan Teorema Bayes Maria Siregar1. Ishak2. Masyuni Hutasuhut3 1,3 Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma 2 Program Studi Sistem Komputer. STMIK Triguna Dharma Article Info Article history: Received Jan 12th, 2021 Revised Jan 20th, 2021 Accepted Jan 26th, 2021 Keyword: Penyakit Blossom End Rot Cendawan Colletotrichum Cocode Cendawan Thanatephorus Sistem Pakar Teorema Bayes ABSTRACT Blossom end rot . usuk ujung pada bua. merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh 2 cendawan yaitu cendawan colletotrichum cocode dan cendawan thanatephorus cucumeris. Biasanya serangan penyakit ini sering terjadi pada buah yang masih muda, buah yang semi matang, atau buah yang sudah masak dan siap dipanen oleh petani. Jika kondisi suhu tinggi dan memiliki kelembaban yang rendah maka akan menyebabkan terjadinya proses tranpirasi meningkat sehingga mengakibatkan tanaman dapat mengeluarkan air melalui daun. Kemudian pertumbuhan tanaman akan terhambat dan menimbulkan terjadinya gugur bunga dan buah. Hasil tanaman juga akan berkurang dan memiliki kualitas yang rendah sehingga menyebabkan terjadinya blossom end rot. Berdasarkan masalah yang terjadi, maka dengan menggunakan sistem pakar akan dapat memberikan kemudahan atau solusi dalam mendiagnosa penyakit blossom end rot pada tanaman solanum lycopersium syn dengan menggunakan teorema bayes. Teorema bayes adalah salah satu cara yang digunakan untuk menghitung probabilitas terjadinya sebuah peristiwa berdasarkan pengaruh yang diperoleh dari hasil penelitian . Hasil dari penelitian ini merupakan sebuah aplikasi menggunakan perangkat lunak dekstop programming yang dapat mengimplementasikan metode teorema bayes untuk memperoleh hasil diagnosa yang pasti dan tepat. Aplikasi ini akan digunakan oleh petugas penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumatera Utara. Copyright A 2021 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author: Nama : Maria Siregar Program Studi : Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email: siregarmaria123@gmail. PENDAHULUAN Solanum lycopersium syn . merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang sangat diminati oleh kalangan masyarakat khususnya di Indonesia. Selain sebagai sayuran, solanum lycopersium syn ini juga sering dikonsumsi sebagai buah. Tanaman solanum lycopersium syn adalah komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, tak heran jika permintaan akan kebutuhan dari tahun ketahun selalu meningkat. Buah dari solanum lycopersiium syn juga mengandung sumber vitamin dan mineral. Jenis tanaman ini bersifat multiguna karena selain dikonsumsi sebagai buah yang segar, buah solanum lycopersium syn juga Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675- dijadikan sebagai bumbu masakan serta dapat diolah menjadi bahan baku industri makanan misalnya saus tomat dan sari buah. Solanum lycopersium syn merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sangat rentan terserang penyakit. Akan tetapi banyak pembudidaya tanaman solanum lycopersium syn mengalami gagal panen karena diakibatkan berbagai macam penyakit salah satunya yaitu penyakit blossom end rot. Blossom end rot . usuk ujung pada bua. merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat mematikan dan disebabkan oleh 2 cendawan yaitu cendawan colletotrichum cocode dan cendawan thanatheporus cucumeris. Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem pakar yang dapat memberikan kemudahan atau solusi dalam mendiagnosa penyakit pada tanaman solanum lycopersium syn dan dapat mengetahui gejala-gejala yang sering Perancangan sistem pakar ini, sangat penting dalam mendiagnosa penyakit yang terjadi pada tanaman solanum lycopersium syn. Sistem pakar merupakan sistem yang mempelajari bagaimana cara menirukan sebuah pengetahuan manusia ke komputer yang dapat menyelesaikan sebuah masalah atau membuat sebuah keputusan untuk mengambil kesimpulan misalnya sesuatu yang biasa dilakukan oleh para ahli. Maka dari itu, diharapkan dengan adanya sistem pakar ini pengguna dapat menyelesaikan sebuah masalah yang sedang dihadapi dengan menggunakan metode teorema bayes. Teorema bayes adalah salah satu cara yang digunakan untuk menghitung probabilitas terjadinya sebuah peristiwa berdasarkan pengaruh yang diperoleh dari hasil penelitian . METODE PENELITIAN 1 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan salah satu cara yang dilakukan agar dapat mengumpulkan sebuah informasi yang berisikan data yang telah kita peroleh dari seorang pakar atau ahli dalam bidangnya, maka akan mempermudah sebuah penelitian yang akan kita laksanakan. Dalam melakukan sebuah penelitian ada beberapa cara yaitu: Data Collecting Data collecting merupakan suatu teknik dalam mengumpulkan data yang dilakukan agar dapat memastikan sebuah informasi data yang diperoleh dari penelitian untuk mengevaluasi atau mengeksekusi hasil dari wawasan yang akan ditindaklanjutkan. Dalam pengumpulan sebuah data yang baik dibutuhkan sebuah proses yang akurat dan jelas yaitu: Observasi Observasi adalah observasi adalah sebuah teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan ketempat dimana kita akan melakukan penelitian mengenai studi kasus yang akan kita Dalam hal ini, peneliti akan melakukan observasi di Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura. Wawancara Wawancara merupakan kegiatan tanya jawab yang dilakukan dua individu atau lebih untuk mendapatkan sebuah informasi, pendapat, data, dan keterangan. Maka untuk mengumpulkan data, dilakukan wawancara secara langsung kepada Bapak Rukito. SP. Studi Literatur Dalam studi literatur, banyak peneliti yang menggunakan jurnal-jurnal internasional, nasional, jurnal lokal buku, dan berbagai macam referensi lainnya. Dari komposisi yang sudah ada jumlah literatur yang dibutuhkan sebanyak 18 jurnal dan 1 buku sebagai referensi. Jurnal Cyber Tech Vol. 4 No. Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 3 Algoritma Sistem 1 Flowchart Metode Teorema Bayes Berikut ini merupakan flowchart dari metode teorema bayes : Mulai Inisialisasi Gejala, penyakit dan Solusi Penanggulanganya Input Data Gejala Pembacaan Rule Rule 1: IF G01 And G02 And G03 And G04 And G06 Then P01 Rule 2: IF G05 And G06 And G07 Then P02 Menjumlahkan Nilai Probabilitas Gn k = 1 = G1 A Gn Mencari Nilai Hipotesis H Tanpa Memandang Evidence P (H. = p E|Hi k=n o Mencari Nilai Hipotesis H Memandang Evidence k=n = p(H. *p(E|H. A P(H. *p(E|H. Mencari Nilai Hipotesis H Benar Jika Diberi Evidence P (H. = p Hi Op E|Hi Mencari Nilai Kesimpulan = bayes 1 bayes n A. k=1 bayes Tampil Hasil diagnosa Selesai Gambar 3. 3 Flowchart Metode Teorema Bayes Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675- 2 Deskripsi Data Dari Penelitian Pembuatan Representasi Pengetahuan Tabel 3. 1 Jenis Penyakit dan Solusi Kode Nama Penyakit Solusi Penyakit P01 Busuk Buah Menyemprotkan fungisida yang mengandung bahan Antraknosa aktif kaptafol P02 Busuk Buah Rhizoctonia Pengairan harus menggunakan air bersih serta menyemprotkan fungisida berbahan aktif chlorothalonil Tabel 3. 2 Data Gejala Kode Gejala G01 Terdapat bercak kecil namun berair G02 Bercak tersebut berbentuk bulat dan cekung yang semakin melebar G03 Jika semakin lama akan berbentuk lilngkaran yang berpusat pada satu titik dan warnanya akan semakin menghitam G04 Terdapat bercak ungu didepan tangkai pada pangkal buah G05 Jika semakin lama bercak tersebut akan membentuk lingkaran yang G06 Bercak berwarna coklat G07 Bercak yang berwarna coklat akan mengalami keretakan pada bagian Kode Penyakit Kode Gejala G01 G02 Gejala Tabel 3. 4 Data Nilai Probabilitas Jenis Gejala Probabilitas Terdapat bercak kecil namun berair Bercak tersebut berbentuk bulat dan cekung yang semakin melebar P01 Jurnal Cyber Tech Vol. 4 No. Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech G03 Kode Penyakit P01 Tabel 3. 4 Data Nilai Probabilitas (Lanjuta. Kode Jenis Gejala Gejala G04 Terdapat bercak ungu didepan tangkai pada pangkal buah Probabilitas Bercak berwarna coklat G05 Jika semakin lama bercak tersebut akan membentuk lingkaran yang berpusat G06 Bercak berwarna coklat G07 Bercak yang berwarna coklat keretakan pada bagian tengah P02 G06 Jika semakin lama akan berbentuk lingkaran yang berpusat pada satu titik dan warnanya akan semakin menghitam A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Membentuk Rule (Basis Atura. Dalam menentukan jenis penyakit yaitu penyakit tanaman solanum maka dibuatlah rule terlebih dahulu berdasarkan kaidah sistem pakar dengan metode teorema bayes adalah sebagai berikut : Rule 1 : IF G01 and G02 and G03 and G04 and G06 Then Busuk Buah Antraknosa (P. Rule 2 : IF G05 and G06 and G07 Then Busuk Buahh Rhizoctonia (P. Perhitungan Teorema Bayes Merupakan penerapan teorema bayes dalam mendeteksi penyakit tanaman solanum lycopersium syn dengan perhitungan dapat dilihat pada contoh kasus yaitu : Langkah ke-1 : Mendefinisikan nilai probabilitas dari setiap evidence pada tabel. Rule 1 = Busuk buah antraknosa G01 = P(E|H. = 0. G02 = P(E|H. = 0. G03 = P(E|H. = 0. G04 = P(E|H. = 0. G06 = P(E|H. = 0. Rule 2 = Busuk buah rhizoctonia G05 = P(E|H. = 0. G06 = P(E|H. = 0. G07 = P(E|H. = 0. Langkah ke-2 : Dengan nilai probabilitas yang sudah ditentukan maka selanjutnya menjumlahkan nilai probabilitas dari setiap evidence untuk masing-masing hipotesis berdasarkan data sampel. Rule 1 = Busuk buah antraknosa P(H. = 0. = 2. Rule 2 = Busuk buah rhizoctonia Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675- P(H. = 0. = 1. Langkah ke-3 : Mencari probabilitas hipotesa H tanpa memandang evidence dengan cara membagikan nilai probabilitas evidence awal dengan hasil penjumlahan probabilitas berdasarkan data sampel baru. Rule 1 = Busuk buah antraknosa P(H. = 2. 9 = 0. P(H. = 2. 9 = 0. P(H. = 2. 9 = 0. P(H. = 2. 9 = 0. P(H. = 0. Rule 2 = Busuk buah rhizoctonia P(H. = 1. 7 = 0. P(H. = 1. 7 = 0. P(H. = 1. 7 = 0. Langkah ke-4 : Mencari nilai probabilitas hipotesis memandang evidence awal dengan nilai-nilai probabilitas hipotesis tanpa memandang evidence dan menjumlahkan perkalian bagi masing-masing Rule 1 = Busuk buah antraknosa = . 5 y 0. 6 y 0. 6 y 0. 5 y 0. 7 y 0. = 0. = 0. Rule 2 = Busuk buah rhizoctonia = . 6 y 0. 7 y 0. 4 y 0. = 0. = 0. Langkah ke-5 : Mencari niali p(H. E) atau probabilitas Hi benar jika diberikan evidence E. Rule 1 = Busuk buah antraknosa P(H. E) = P(H. E) = P(H. E) = P(H. E) = P(H. E) = 5 y 0. 6 y 0. 6 y 0. 5 y 0. 7 y 0. = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. Rule 2 = Busuk buah rhizoctonia P(H. E) = P(H. E) = P(H. E) = 6 y 0. 7 y 0. 4 y 0. = 0. = 0. = 0. Jurnal Cyber Tech Vol. 4 No. Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Langkah ke-6 : Mencari nilai kesimpulan dari Teorema Bayes dengan cara mengalikan nilai probabilitas evidence awal atau (E|H. dengan nilai hipotesis Hi benar jika diberikan evidence E atau p(H. E) dan menjumlahkan hasil perkalian. Rule 1 = Busuk buah antraknosa = . 5 y 0. 6 y 0. 6 y 0. 7 y 0. = 0. = 0. Rule 2 = Busuk buah rhizoctonia = . 6 y 0. 7 y 0. 4 y 0. = 0. = 0. Langkah ke-7 : Lakukan penarikan kesimpulan Dari Hasil perhitungan menggunakan metode Teorema Bayes di atas, dapat diketahui bahwa diagnosa adalah busuk buah Rhizoctonia memiliki nilai kepastian yang lebih tinggi yaitu 0. 616 atau 61. Maka solusinya adalah Pengairan harus menggunakan air bersih serta menyemprotkan fungisida berbahan aktif chlorothalonil. PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI 2 Implementasi Sistem Pada implementasi ini akan menampilkan rancangan interface yang telah dibuat. Berikut ini, merupakan tampilan implementasi system pakar untuk menyelesaikan masalah dalam mendiagnosa penyakit Blossom End Rot dengan menggunakan metode Teorema Bayes : Tampilan Form Login Sebelum masuk dan mengakses aplikasi, user atau pengguna harus melakukan login terlebih dahulu dengan cara menginput username dan password sesuai dengan sistem yang telah ada pada database, jika benar user atau pengguna akan masuk ke halaman menu utama dan jika username dan password yang diinputkan tidak sesuai maka user atau pengguna harus mengulangi input username dan password dengan benar. Dibawah ini merupakan tampilan form login adalah : Gambar 5. 1 Tampilan Form Login Tampilan Form Menu Utama Sebelum masuk dan mengakses aplikasi, pengguna terlebih dahulu masuk ketampilan form menu Dibawah ini merupakan tampilan form menu utama yaitu : Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675- Gambar 5. 2 Tampilan Form Menu Utama Tampilan Form Data Penyakit Halaman form data penyakit berfungsi sebagai form pengisian dalam data penyakit sesuai dengan data yang sudah ada. Dibawah ini merupakan tampilan form data penyakit adalah : Gambar 5. 3 Tampilan Form Data Penyakit Tampilan Form Data Gejala Form data gejala adalah tampilan yang berfungsi untuk menampilkan data gejala apa saja yang ada dalam penyakit Blossom End Rot. Berikut ini adalah tampilan dari form gejala. Jurnal Cyber Tech Vol. 4 No. Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Gambar 5. 4 Tampilan Form Data Gejala Tampilan Form Rule Form rule adalah tampilan yang berfungsi untuk menghubungkan data penyakit dan data gejala. Berikut ini tampilan dari form rule : Gambar 5. 5 Tampilan Form Data Rule Pengujian Sistem Setelah implementasi dilakukan, maka langkah selanjutnya melakukan pengujian sistem terhadap proses perhitungan metode teorema bayes. Pengujian sistem telah diuji tiga kali untuk membuktikan sistem yang telah dibangun sesuai dengan yang diinginkan. Berikut ini adalah data hasil proses pengujian sistem : Form Data Diagnosa Form ini berfungsi untuk menampilkan diagnosa penilaian berdasarkan data gejala dan penyakit yang akan digunakan untuk melakukan perhitungan dengan menggunakan metode Teorema Bayes. Berikut ini adalah tampilan dari data diagnosa : Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675- Gambar 5. 6 Tampilan Form Data Diagnosa Tampilan Halaman Laporan Tampilan halaman ini digunakan untuk mencetak hasil perhitungan menggunakan metode Teorema Bayes dalam mendiagnosa Penyakit Blossom End Rot. Berikut adalah tampilan dari hasil laporan Gambar 5. 7 Tampilan Laporan Hail Perhitungan Metode Teorema Bayes Kesimpulan Berdasarkan analisa permasalahan dari penelitian penyakit blossom end rot pada tanaman solanum lycopersium syn dengan menggunakan metode teorema bayes. Maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Jurnal Cyber Tech Vol. 4 No. Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Berdasarkan hasil analisa, metode teorema bayes dapat diterapkan dalam pemecahan masalah dalam mendiagnosa penyakit blossom end rot pada tanaman solanum lycopersium syn agar mengetahui adanya gejala-gejala yang sering terjadi. Berdasarkan rancangan aplikasi yang dibangun dengan menggunakan teorema bayes, dapat mempermudah dalam mendeteksi penyakit blossom end rot pada tanaman solanum lycopersium syn. Yang terdiri dari 2 penyakit yaitu : P01 busuk buah antraknosa dan P02 busuk buag rhizoktonia Berdasarkan pengujian dan implementasi, dengan adanya sistem pakar dapat mempersingkat waktu dalam mendiagnosa penyakit blossom end rot pada tanaman solanum lycopersium syn dan memberikan pemahaman mengenai gejala pada penyakit yang terjadi pada tanaman solanum lycopersium syn. UCAPAN TERIMA KASIH Terima Kasih diucapkan kepada kedua orang tua serta keluarga yang selalu memberi motivasi. Doa dan dukungan moral maupun materi. Serta pihak-pihak yang telah mendukung dalam proses pembuatan jurnal ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Kiranya jurnal ini bisa memberi manfaat bagi pembaca dan dapat mengingkatkan kualitas jurnal selanjutnya. REFERENSI