Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pengembangan Dakwah Digital bagi Generasi Z di Kota Makassar Herman Jamaluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Dakwah Wal-Irsyad Makassar Email: hermanjamal1295@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan dakwah digital bagi Generasi Z di Kota Makassar, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi para pelaku dakwah dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam aktivitas dakwah mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan dakwah digital dan komunikasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, telaah dokumen, dan dokumentasi terhadap narasumber yang terdiri dari dai, pengelola lembaga dakwah, dan konten kreator dakwah di Kota Makassar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, analisis perbandingan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan tiga bentuk utama pemanfaatan AI dalam dakwah digital, yaitu: AI sebagai media produksi konten dakwah. AI dalam pengembangan dan distribusi pesan dakwah, serta AI dalam peningkatan interaktivitas dakwah digital. Di antara ketiganya, produksi konten menjadi pemanfaatan yang paling dominan. Penggunaan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT. Gemini, dan Canva AI terbukti meningkatkan efektivitas dan kreativitas penyampaian pesan Islam kepada Generasi Z. Disimpulkan bahwa AI berperan sebagai instrumen pendukung dakwah yang strategis di era digital, namun pemanfaatannya tetap harus dibarengi dengan verifikasi berbasis sumber keislaman yang kredibel dan tanggung jawab etis dari para pelaku dakwah. Kata Kunci: Artificial Intelligence. Dakwah Digital. Generasi Z http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Transformasi digital yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah pola komunikasi manusia dari yang sebelumnya didominasi oleh interaksi tatap muka menjadi komunikasi berbasis media Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi cara masyarakat memperoleh informasi, tetapi juga mengubah cara nilainilai keagamaan disampaikan dan diterima. laila Fathimah. Wahyuddin Nur Nasution, dan Muhammad Irwan Padli Nasution. AuTransformasi Dalam konteks ini, dakwah dituntut perkembangan teknologi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Salah satu perkembangan teknologi yang saat ini banyak digunakan dalam berbagai bidang adalah Artificial Intelligence (AI), yang memiliki kemampuan untuk membantu Komunikasi Digital: Landasan Teoretis dan Evolusi Teknologi di Era Jaringan Global,Ay Innovative: Journal Of Social Science Research, 5 . , 7922Ae33 . Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 332-341, 2024 | 332 Internalisasi Nilai Sipakatau. SipakaingaAo, dan SipakalabbiAo Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa pada Pemilihan Umum 2024 Nursalam Samad proses produksi, distribusi, dan pengelolaan informasi secara lebih efektif. Danuri Muhammad dalam penelitiannya mengatakan bahwa di era tahun 2000 merupakan puncak kemajuan teknologi yang sangat pesat perkambangannya, teknologi informasi dan telekomunikasi menjadi trend kehidupan setiap individu, setiap waktu manusia selalu memanfaatkan teknologi ini. Setiap kegiatan mulai dipermudah dengan bebagai kemudahan yang ditawarkan, mulai dari komunikasi, informasi, transaksi, edukasi, hiburan sampai pada kebutuhan paling pribadi sekalipun dapat terlayani dengan teknologi ini. Begitupun yang di katakan oleh Rezi bahwa Teknologi digital dewasa ini juga menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari, mempengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk cara berpikir, bersosialisasi, belajar, dan bekerja. Adopsi teknologi ini semakin berkembang pesat, terutama dikalangan generasi muda termasuk generasi Z atau Gen Z. Era digital ini terjadi sebuah evolusi pada teknologi yang berbasis internet. Dengan perkembangan teknologi digital telah memberikan kemudahan bagi manusia, sehingga tidak lagi menemui kesulitan dalam memperoleh informasi apapun yang dapat dengan mudah dan cepat tersebar luas untuk mendukung aktivitas keseharian secara Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu inovasi teknologi yang berkembang sangat pesat dan mulai dimanfaatkan dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, bisnis, hingga komunikasi. Kemampuan AI dalam mengolah data, menghasilkan konten, menganalisis perilaku pengguna, dan menyediakan layanan interaktif menjadikan teknologi ini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Kehadiran AI tidak hanya mengubah cara manusia bekerja, tetapi juga mengubah pola komunikasi dan konsumsi informasi. Dalam ruang digital. AI berperan penting dalam menentukan jenis informasi yang diterima rekomendasi konten, serta berbagai fitur otomatis yang tersedia pada platform media Kondisi ini menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan dakwah di era Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2026 jiwa dari total 234 jiwa penduduk Indonesia tahun 2026. Dari hasil survei penetrasi internet Indonesia 2026 yang dirilis APJII, maka tingkat penetrasi internet Indonesia menyentuh angka 81,7 %. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, 79,5% maka ada peningkatan 1,4%. Jumlah Gen Z dan milenial di Kota Makassar merupakan generasi yang paling Nur Aini Adzan Nisa and others. AoAnalisis Potensi Dampak Artificial Intelligence (AI) Terhadap dominan. Hal itu tercermin dalam hasil Efisiensi Manajemen Operasional: Tinjauan LiteraturAo. Sensus Penduduk 2020 terkait komposisi Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities, penduduk Kota Makassar berdasarkan 2 . , 93Ae97. Dari hasil Sensus Penduduk 2020 ydisebutkan proporsi Generasi Z sebanyak Rezi Zamzami. AoDampak Teknologi Digital Terhadap Perilaku Sosial Generasi MudaAo. TECHSI - Jurnal 31,30 persen dan Generasi Milenial sebanyak Teknik Informatika, . , 87Ae95 . ccessed 10 June Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 332-341, 2024 | 333 Internalisasi Nilai Sipakatau. SipakaingaAo, dan SipakalabbiAo Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa pada Pemilihan Umum 2024 Nursalam Samad 25,73 persen dari total populasi Kota Makassar yang mencapai 1,42 juta jiwa. Generasi Z memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, terutama dalam cara mereka mengakses dan mengonsumsi informasi. Mereka cenderung menyukai konten yang bersifat visual, interaktif, cepat, dan mudah dipahami. Sebagian besar aktivitas komunikasi generasi ini berlangsung melalui platform digital seperti Instagram. TikTok. YouTube, dan berbagai aplikasi media sosial lainnya. Perubahan menuntut adanya inovasi dalam metode dakwah agar pesan-pesan keislaman dapat diterima secara efektif oleh kelompok generasi muda tersebut. Fenomena tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi aktivitas dakwah Islam. Di satu sisi, derasnya arus informasi digital menyebabkan Generasi Z lebih mudah terpapar berbagai jenis konten yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital membuka peluang yang luas bagi para dai dan pengelola dakwah untuk menjangkau jamaah yang lebih besar tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Dalam situasi ini, pemanfaatan AI menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dakwah digital, baik melalui produksi konten yang lebih menarik, pengembangan pesan yang lebih tepat sasaran, maupun penyediaan layanan dakwah yang lebih interaktif. Tingginya penggunaan internet dan media sosial di kalangan generasi muda menjadikan ruang digital sebagai salah satu arena utama dalam proses pembentukan Generasi Z di Kota Makassar AoSensus Penduduk 2020 - Badan Pusat StatistikAo . ccessed 11 June 2. Yuliatul Firdaus. Muhammad Nauval Azizurrochman, and Ali Hasan Siswanto. AoDakwah Digital : Optimalisasi Media Sosial Sebagai Sarana tidak hanya memanfaatkan media digital sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai sumber informasi, termasuk informasi Kondisi ini menuntut para pelaku dakwah untuk mengembangkan menyesuaikan diri dengan karakteristik dan kebutuhan generasi muda di era digital. Oleh karena itu, pemanfaatan AI dalam dakwah digital menjadi isu yang relevan untuk dikaji dalam konteks masyarakat Kota Makassar. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan Dakwah Digital dan Komunikasi. Sumber data penelitian ini yaitu: Dai. Pengelolah Lembaga Dakwah. Konten Kreator Dakwah. Metode pengumpulan data yang digunakan Adalah observasi, wawancara, telaah dokumen dan Teknik pengelolaan dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, analisis perbandingan dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN AI sebagai Media Produksi Konten Dakwah Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu bentuk inovasi yang semakin berkembang dalam aktivitas dakwah digital di Kota Makassar. Kehadiran teknologi AI dimanfaatkan oleh dai, pengelola media dakwah, komunitas keislaman, maupun kreator konten Islam sebagai sarana untuk mendukung proses produksi konten yang lebih efektif dan sesuai Perkembangan ini menunjukkan bahwa dakwah tidak lagi hanya dilakukan melalui secara konvensional seperti mimbar masjid atau majelis taklim, tetapi juga melalui berbagai platform digital yang menjadi ruang interaksi utama generasi muda saat ini. Transformasi Sosial Islam MenulisAo. Jurnal Penelitian Nusantara, 1. , 746Ae55. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 332-341, 2024 | 334 Internalisasi Nilai Sipakatau. SipakaingaAo, dan SipakalabbiAo Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa pada Pemilihan Umum 2024 Nursalam Samad Berbagai aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT. Gemini. Canva AI, dan aplikasi pengolah video otomatis telah digunakan dalam proses penyusunan materi dakwah. Teknologi tersebut membantu pengguna dalam mencari referensi materi, menyusun naskah ceramah, membuat caption media sosial, mendesain konten visual, hingga menghasilkan ide-ide kreatif yang relevan dengan isu yang sedang berkembang di kalangan generasi muda. Dengan bantuan AI, proses produksi konten yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup lama dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa AI telah berfungsi sebagai instrumen pendukung dalam pengembangan dakwah Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya mempermudah pekerjaan teknis, tetapi juga membantu para pengelola dakwah menghasilkan konten yang lebih menarik dan Dalam lingkungan digital yang dipenuhi oleh beragam informasi dan hiburan, konten dakwah dituntut untuk mampu bersaing dalam menarik perhatian madAou. Oleh karena itu, penggunaan AI menjadi salah satu strategi yang dianggap relevan untuk meningkatkan kualitas penyajian pesan Kondisi ini tidak terlepas dari karakteristik Generasi Z sebagai kelompok yang lahir dan tumbuh dalam era digital. Generasi ini memiliki kecenderungan mengakses informasi melalui media sosial, video pendek, podcast, dan berbagai bentuk konten visual lainnya. Gen Z lebih menyukai informasi yang disampaikan secara ringkas, menarik, dan mudah dipahami. Akibatnya, model dakwah yang hanya mengandalkan ceramah panjang sering kali kurang efektif dalam menjangkau perhatian mereka. Dalam konteks tersebut. AI membantu menciptakan format dakwah yang lebih sesuai dengan pola konsumsi media Generasi Z. Konten dakwah yang diproduksi dengan bantuan AI cenderung lebih variatif dibandingkan konten yang dibuat secara Teknologi ini memungkinkan pengelola dakwah mengembangkan berbagai bentuk penyajian pesan seperti infografis Islami, video edukatif, ilustrasi visual, hingga narasi singkat yang mudah dibagikan melalui media sosial. 8 Variasi tersebut menjadi penting karena Generasi Z umumnya lebih responsif terhadap konten yang kreatif dan memiliki nilai visual yang kuat dibandingkan dengan penyampaian informasi yang bersifat tekstual semata. Dalam perspektif teori Uses and Gratifications yang dikemukakan oleh Katz. Blumler, dan Gurevitch, audiens . adAo. merupakan pihak yang aktif dalam memilih media sesuai dengan Kebutuhan mereka. Generasi Z tidak hanya mencari informasi keagamaan, tetapi juga menginginkan pengalaman media yang mampu memberikan hiburan, identitas diri, dan ruang interaksi Oleh karena itu, keberhasilan dakwah digital tidak hanya ditentukan oleh isi pesan yang disampaikan, melainkan juga oleh kemampuan media dakwah dalam memenuhi kebutuhan madAou tersebut. AI membantu proses adaptasi ini melalui penyajian konten yang lebih personal dan sesuai dengan preferensi pengguna. Lebih pendekatan dakwah dari yang sebelumnya berorientasi pada penyampaian pesan menjadi pendekatan yang berorientasi pada pengalaman madAou. Dakwah digital saat ini tidak cukup hanya menyampaikan ajaran Islam, tetapi juga harus mampu membangun keterlibatan emosional dengan pengguna AI membantu mengidentifikasi tematema yang dekat dengan kehidupan Generasi Z, seperti pendidikan, karier, kesehatan Erdin Sumardianto. AoDakwah Kepada Gen Z: Tinjauan Komponen Manajemen DakwahAo. Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram, 3. , 67Ae84