Jurnal Humaniora Vol. No. 459 - 473 http://jurnal. id/index. php/humaniora p-ISSN: 2684-9275 e-ISSN: 2548-9585 Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur Melalui Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas XI SMAN 1 Indrapuri Nurul Fadhilah1. Meri Yulizar2. Wina Almunadia2 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. FKIP. Universitas Abuyatama Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. FKIP. Universitas Abuyatama jrnl@gmail. https://doi. org/10. 30601/humaniora. Published by Universitas Abulyatama Artikel Info Submitted: 03-05-2024 Revised: 20-08-2024 Accepted: 20-10-2024 Online first : 20-10-2024 Abstract The study aims to determine the increase in students' ability to write procedural texts using the demonstration method. Writing is closely related to students because writing is one of the results of students in learning and the learning process. The study used class action research conducted on class XI students of SMAN 1 Indrapuri. Data were collected through observation, interviews, and tests. The results of the study showed that: . the demonstration method can improve the quality of the process of learning to write procedural texts marked by increased student activity, teacher skills, and student learning outcomes. The distribution of the data obtained shows that the ability to write procedural texts with demonstration learning methods obtains an average value of 67. The average value obtained is still below the specified standard, which is 70. Then, cycle II is carried out again by adding treatments. Students wrote procedure texts by applying the demonstration learning method and obtained an average value This proves that the demonstration learning method has a significant effect on the ability to write procedural texts for class XI students of SMAN 1 Indrapuri Keywords: Classroom Action Research. Demonstration Method. Procedure Text Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: Untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur dengan menggunakan metode demonstrasi. Menulis sangat berkaitan dengan siswa karena menulis merupakan salah satu hasil siswa dalam proses belajar dan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas yang dilakukan pada siswa kelas XI SMAN 1 Indrapuri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui beberapa Teknik, yaitu observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: . metode demonstrasi dapat meningkatkan kualitas proses pada pembelajaran menulis teks prosedur ditandai dengan meningkatnya aktivitas siswa, keterampilan guru, dan hasil belajar siswa. Distribusi data yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks prosedur dengan metode pembelajaran demonstrasi maka diperoleh nilai rata-rata 67,12. Nilai rata-rata yang diperoleh masih berada dibawah standar yang ditentukan yaitu 70. Lalu, dilaksanakan kembali siklus II dengan menambahkan perlakuan. Siswa menulis teks prosedur dengan menerapkan metode pembalajaran demonstrasi dan diperoleh nilai rata-rata sebesar 75,68. Hal ini membuktikan bahwa metode pembalajaran demonstrasi berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas kelas XI SMAN 1 Indrapuri. Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas. Metode Demonstrasi. Teks Prosedur This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License. A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia PENDAHULUAN Penelitian ini berkenaan tentang kemampuan menulis teks prosedur, keterampilan menulis merupakan keterampilan atas dasar keterampilan. Berpikir tingkat tinggi berupa pengembangan kreativitas dan proses berpikir logis (Zaalia, 2019:. Kegiatan menulis pada siswa ini juga diketahui bahwa dalam kegiatan menulis, kurangnya pembiasaan terhadap kegiatan menulis yang menyebabkan siswa menjadi terbebani apabila mendapatkan tugas untuk menulis, sebagian siswa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat menuangkan ide dan gagasannya, siswa belum mampu dalam menuangkan ide atau gagasan dengan baik (Nurul. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan metode demonstrasi sangat efektif meningkatkan keterampilan menulis siswa pada jenis teks yang membutuhkan logika berpikir ilmiah antara lain peningkatan keterampilan menulis teks eksplanasi (Herman, dkk, 2. Menulis sangat berkaitan dengan siswa karena menulis merupakan salah satu hasil siswa dalam proses belajar dan pembelajaran (Nurul. Dapat disimpulan bahwa menulis adalah suatu kegiatan komunikasi tidak langsung yang dilakukan untuk menyampaikan maksud tertentu dalam bentuk tulisan sebagai medianya. Menurut Abidin dalam Dewi & Sobari . Pembelajaran merupakan proses kreatif menuntut siswa melakukan sejumlah kegiatan sehingga siswa dapat membangun pengetahuan secara mandiri dan berkembang pula kreativitasnya. Menurutnya semakin banyak menulis maka siswa akan mampu memahami dan menguasai serta mempunyai daya nalar yang tinggi dan aktif dalam mengembangkan prestasi (Ati et al. , 2. Menurut Nurul. F . Ada beberapa hal yang menarik dari penelitian ini. Pertama, siswa dapat pengalaman tata cara yang berbeda-beda dari yang sebelumnya dipelajari. Dalam PTK, guru dapat mencoba berbagai tata cara dan pendekatan pembelajaran yang berbeda-beda. Ini berarti siswa akan memperoleh cara yang bervariasi dalam belajar, yang dapat meningkatkan minat dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Kedua, perbedaan dalam cara guru Setiap guru memiliki gaya dan cara sendiri dalam menjelaskan materi pelajaran. Dalam penelitian tindakan kelas, guru dapat mencoba pendekatan baru dalam menjelaskan konsep kepada siswa. Ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik, terutama jika siswa sebelumnya mengalami kesulitan dalam memahami materi tersebut. Ketiga, pada akhir penelitian tindakan kelas, siswa akan menghasilkan teks panduan atau dokumentasi langkahlangkah yang telah telah dilakukan. Ini dapat menjadi sumber referensi bagi guru lain yang ingin A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia menerapkan perubahan serupa dalam kelas mereka. Keterampilan berbicara dan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang aktif dan siswa mendapatkan pesan yang disampaikannya secara tertulis dari hasil berbicaranya (Sholihah, 2. Menulis adalah proses mencipta secara tertulis dari pikiran, gagasan, atau hasil gagasan dengan menggunakan huruf (Simamora, 2. Adapun hubungan antara teks prosedur dan siswa ialah, terdapat beberapa siswa masih ada nilai yang dibawah rata-rata. Adanya teks prosedur dan keterampilan menulis dapat membantu siswa untuk melakukan sesuatu dengan adanya langkah-langkah. Secara umum teks prosedur diartikan sebagai langkah-langkah suatu kegiatan untuk melakukan suatu pekerjaan dan cara menyelesaikannya. Keterampilan menulis disini sangat berpengaruh untuk mengurutkan langkah-langkah pembelajaran teks prosedur. Teks ini berguna sebagai panduan dalam membuat atau menyusun sesuatu. Dalam beraktivitas atau mengerjakan sesuatu yang baru diketahui tentunya akan merasa kebingungan untuk Sehingga teks prosedur dapat memandu untuk mengerjakannya dengan baik (Nurul. Sabandar (Anggita. Suhendi, & Ismayani, 2. mengemukakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran menghasilkan perubahan berpikir dalam berbagai macam dan tingkatan. Proses berpikir itu dilakukan oleh semua siswa guna melatih kemampuannya dalam memahami dan menguasai materi yang sedang dipelajari. (Rahayu & Firmansyah, 2. Pembelajaran pada hakikatnya adalah sebuah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, yang tadinya tidak bisa akan menjadi bisa sehingga menjadikan siswa merubah perilakunya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Menurut Mahsun . teks prosedur merupakan arahan. Diartikan juga sebagai jenis teks yang mempunyai tujuan untuk mengarahkan maupun mengajarkan langkah maupun prosedur suatu kegiatan. Dapat disimpulkan bahwa teks prosedur adalah teks yang memberi langkah-langkah atau saran untuk seseorang mengetahui sesuatu dengan harapan yang benar dan baik, sehingga mereka mendapatkan hasil yang sesuai diharapkan. Contohnya ketika seseorang ingin membuat kue, namun ia harus mengetahui langkah-langkah membuat kue dengan baik dan benar untuk menghasilkan kue yang enak. Metode pembelajaran demonstrasi sangat memudahkan peserta didik untuk memahami teori yang diajarkan oleh guru. Berdasarkan adanya pemberian model pembelajaran, peserta didik mampu memahami akan penerapan model pembelajaran. Motode pembelajaran demonstrasi dideskripsikan mampu membuat peserta didik lebih mudah memahami materi A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia yang disampaikan oleh guru. Model pembelajaran ini harus mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan termasuk didalamnya tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi mempraktikan suatu tindakan, proses atau prosedur yang dilakukan oleh guru atau salah satu siswa untuk di perlihatkan kepada seluruh siswa disertai dengan pengapresiasikan kepada siswa agar minat dalam mendemonstrasikan dapat meningkat. Kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukan oleh guru. Penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran teks prosedur ialah metode ini sangat cocok dengan materi peneliti yaitu teks prosedur, metode demonstrasi sangat diarahkan pada pemecahan masalah-masalah yang berakar pada dimensi pribadi dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan keahlian dan keterampilan seorang guru dalam menyampaikan materi pembelajaran agar setiap siswa memiliki kemampuan belajar dan mengajar yang berbeda-beda, sehingga dengan keterampilan dan keahlian itu seorang guru tidak menimbulkan kebosanan dan siswa dapat berkeinginan yang tinggi dalam menyelesaikan masalah yang diberikan guru terhadap pembelajaran yang sesuai dengan materi menggunakan metode demonstrasi (Nurul. Terdapat beberapa penelitian yang merujuk dengan penelitian yang topik ini telah dilakukan oleh beberapa penelitian sebelumnya. Di antaranya ialah. Hanum . yang terdapat dalam skripsi penelitian yang dikaji berjudul AuPeningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur Kompleks dengan Menggunakan Metode Pembelajaran DemonstrasiAy. Dalam penelititian yang dikaji menggunakan metedo demonstrasi, dan mengamati kemampuan menulis. Penelitian berikutnya ialah Simatupang . dalam penelitian yang dikaji berjudul AuPeningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur dengan Model Pembelajaran Pair CheckAy. Dalam penelitian yang dikaji menggunakan metode pembelajaran pair check, dan mengamati kemampuan menulis. Terdapat persamaan dan perbedaan penelitian yang terdahulu dengan penelitian yang dilakukan oleh Hanum. Simatupang menggunakan materi yang sama yaitu teks prosedur. Sedangkan perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Simatupang menggunakan metode Pair A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia Check. KKM untuk mata pelajaran bahasa Indonesia adalah 70 informasi ini diperoleh hasil wawancara dengan guru. Oleh karena itu, terdapat adanya siswa yang belum mencapai ketuntasan, begitu pula dengan bab teks prosedur, terdapat beberapa siswa yang masih belum mencapai ketuntasannya. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelian ini lebih Oleh karena itu, judul penelitian ini adalah Au Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur Melalui Model demonstrasi pada Siswa Kelas XI SMAN 1 Indrapuri Ay. KAJIAN PUSTAKA Keterampilan Menulis Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami seseorang, sehingga orang-orang dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut jika mereka memahami bahasa dan gambaran serta grafik yang ada (Rinawati, dkk. , 2020:. Devi, dkk. menyatakan bahwa menulis adalah sebuah proses komunikasi secara tidak langsung antara penulis dengan pembacanya. Selanjutnya menurut Suyati . , keterampilan menulis merupakan keterampilan produktif yang sifatnya untuk memproduksi bahasa demi penyampaian makna. Keterampilan menulis adalah keterampilan dalam pembuatan huruf, angka, nama, suatu tanda bahasa apapun dengan suatu alat tulis pada suatu halaman tertentu (Ninawati,2019:. Teks Prosedur Teks prosedur menjelaskan langkah-langkah secara lengkap, jelas, dan terperinci tentang cara melakukan sesuatu . alam Alam, 2017:. Kosasih . mengatakan bahwa Teks prosedur tidak hanya berkenaan dengan penggunaan alat, suatu prosedur dapat pula berisi cara-cara melakukan aktivitas tertentu dan kebiasaan hidup. Kosasih . alam Ulfa, 2020:. menjelaskan bahwa tujuan dari teks prosedur adalah kegiatan yang harus dilakukan agar pembaca secara tepat dan akurat mengikuti sebuah proses membuat sesuatu pekerjaan atau menggunakan suata alat. Teks prosedur adalah teks yang berisi tentang cara melaksanakan pekerjaan atau tata cara kerja (Hidayat, 2020:. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi merupakan sebuah metode yang dilakakuan oleh pengajar dengan cara mencontohkan terlebih dahulu kepada peserta didik. Misalnya, seorang pengajar menyampaikan materi vokal dalam bentuk bernyanyi yang baik dan benar. Pengajar memberikan contoh bernyanyi dengan baik sesuai dengan apa yang disampaikannya kepada A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia peserta didik. Metode demonstrasi menurut Syaiful . adalah proses memberikan contoh kepada peserta didik berkaitan dengan materi yang akan disampaikan agar peserta didik dapat meniru, memeragakan ulang segala sesuatu yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik, melalui cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan guna mencapai tujuan yang diinginkan. METODE PENELITIAN Metode peneletian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan di dalam kelas dengan menggunakan suatu tindakan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar agar memperoleh hasil yang lebih baik dari Populasi dalam penelitian ini terdapat 4 kelas yaitu. IPA 1. IPA 2, dan IPS 1. IPS 2. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA 2 SMAN 1 Indrapuri tahun ajaran 2023 yang berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan teknik tes. Teknik analisis data memiliki beberapa langkah atau tahapan yang perlu dilaksanakan dengan baik dan benar, yaitu: Pengolahan data, yaitu proses mengolah data yang telah dikumpulkan. Penganalisisan data, yaitu proses mencari data dan menentukan hipotesis uji. Verifikasi atau penarikan kesimpulan, bertujuan untuk menemukan kesimpulan dari kegiatan penelitian. Perhitungan nilai akhir. Juliana . menjelaskan untuk mengetahui nilai peroleh siswa dapat diketahui dari hasil kerja siswa dan dibandingkan dengan skor maksimal, dibagi dan hasilnya dikalikan dengan nilai 100. !"#$% '%$#(%)* Nilai Perolehan Siswa = !"#$% ,*"!-,*( x 100 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Deskripsi Hasil Observasi Aktivitas Guru Observasi keterampilan guru dalam pembelajaran menulis teks prosedur melalui metode demonstrasi dilakukan untuk mengamati aktivitas guru pada saat pembelajaran siklus pertama Adapun hasil observasi tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia Tabel 1. Deskripsi Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus Pertama Berdasarkan data hasil observasi keterampilan guru dalam pembelajaran menulis teks prosedur melalui metode demonstrasi diperoleh jumlah skor 31. rata-rata skor 3,1. persentase keberhasilan 77. 5% dengan kategori sedang. Berdasarkan penjabaran hasil observasi 10 keterampilan guru sebelumnya, keterampilan guru dalam menutup kegiatan pembelajaran dan keterampilan mengelola kelas memperoleh kategori sedang. Keterampilan menyampaikan tujuan pembelajaran, keterampilan melakukan apersepsi, keterampilan membimbing siswa dalam kelompok, keterampilan melaksanakan pembelajaran dengan metode demonstrasi, keterampilan membimbing siswa menulis teks prosedur, dan keteram pilan memberikan penguatan, memperoleh kategori baik. Sedangkan kategori sa ngat baik diperoleh pada keterampilan menggunakan multimedia power point. Deskripsi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Data aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis teks prosedur melalui metode demonstrasi diperoleh dari hasil observasi selama kegiatan pembelajaran siklus pertama Adapun hasil observasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia Tabel 2. Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus Pertama Berdasarkan data hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis teks prosedur melalui metode demonstrasi diperoleh jumlah skor total 466. dengan rata-rata skor 0,77. dan persentase skor yang diperoleh 77% yang termasuk dalam kategori sedang. Indikator pertama yaitu kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran. Pada indikator ini, skor rata-rata yang diperoleh adalah 0,71 dengan kategori sedang dan persentase keberhasilan sebesar 71%. Deskripsi Hasil Penilian Keterampilan Menulis Teks Prosedur Berdasarkan Metode Demonstrasi Keterampilan menulis teks prosedur diperoleh melalui penilaian hasil kerja siswa dalam menulis teks prosedur saat siklus pertama. Adapun hasil dari keterampilan menulis teks prosedur tersebut yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3. Hasil Penilian Keterampilan Menulis teks prosedur Berdasarkan Metode Demonstrasi Siklus Pertama A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia Keberhasilan dapat dilihat dari hasil tulisan teks prosedur peserta didik pada tindakan siklus I. Hasil siklus I tersebut menggunakan model pembelajaran demonstrasi terjadi pada siklus I menulis teks prosedur dengan skor rata-rata 67,12. Berdasarkan perolehan nilai hasil belajar peserta didik pada siklus I, dapat dilihat bahwa dari jumlah siswa 25 orang, 13 orang yang mencapai nilai ketuntasan minimal dan 12 orang belum tuntas. Ketuntasan ini mengacu pada nilai KKM yang ditetapkan sekolah untuk mata Pelajaran bahasa Indonesia, yaitu 70. Refleksi Tahap refleksi ini, peneliti bersama guru mendiskusikan kembali apa yang telah dilaksanakan pada siklus I. Guru dan peneliti mendiskusikan dan menganalisis hasil tindakan pada siklus I. Kegiatan refleksi yang dilakukan didasarkan pada pencapaian indikator keberhasilam penelitian. Oleh karena itu, refleksi untuk siklus I dapat dilihat baik secara proses. Secara proses, peserta didik lebih bersemangat dalam kegiatan menulis teks prosedur. Selain itu, peserta didik lebih fokus memperhatikan proses pembelajaran menulis teks prosedur yang Hal tersebut berpengaruh pada keaktifan siswa. Namun, masih terdapat peserta didik yang perhatiannya belum terfokus pada pembelajaran. Penerapan model pembelajaran demonstrasi belum sepenuhnya berhasil dan mencapai hasil yang diinginkan, sehingga perlu diperbaiki pada siklus berikutnya. Kemampuan menulis teks prosedur peserta didik dapat dilihat dari hasil tes kemampuan menulis teks prosedur. Kemampuan tersebut dapat dilihat dari skor rata-rata kelas pada siklus I yang meliputi pencapaian pada masing-masing aspeknya. Masing-masing aspek tersebut yaitu, . Aspek penilaian langkah dan metode pada tahap siklus I mencapai skor rata-rata sebesar 392. Aspek penilaian penjelasan langkah pada siklus I mencapai skor rata-rata 424. Aspek penilaian informatif pada pembelajaran siklus I mencapai skor rata-rata 397. Aspek penilaian kalimat imperatif dalam siklus I ini mencapai skor rata-rata 475. Deskripsi Hasil Observasi Aktivitas Guru Observasi keterampilan guru dalam pembelajaran menulis teks prosedur melalui metode demonstrasi dilakukan untuk mengamati aktivitas guru pada saat pembelajaran siklus kedua Adapun hasil observasi tersebut dapat dilihat pada Tabel berikut. A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia Tabel 4. Deskripsi Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus kedua Berdasarkan data hasil observasi keterampilan guru dalam pembelajaran menulis teks prosedur diperoleh jumlah skor 36. rata-rata skor 3,6. dan persentase keberhasilan 90,0% dengan kategori sangat baik. Deskripsi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Data aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis teks prosedur melalui metode demonstrasi berbantuan multimedia power point diperoleh dari hasil observasi selama kegiatan pembelajaran siklus kedua berlangsung. Adapun hasil observasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia Tabel 5. Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus Kedua Berdasarkan data hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis teks prosedur melalui metode demonstrasi diperoleh jumlah skor total 498. dengan rata-rata skor 0,83. dan persentase skor yang diperoleh 83% yang termasuk dalam kategori baik. Indikator kedua yaitu kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran. Pada indikator ini, skor rata-rata yang diperoleh adalah 0,81 dengan kategori baik dan persentase keberhasilan sebesar 81%. Seluruh siswa sudah berada di kelas dan menempati tempat duduk mereka masing-masing. Selain itu, mereka berdoa Bersama. Deskripsi Hasil Penilian Keterampilan Menulis Teks Prosedur Berdasarkan Metode Demonstrasi Keterampilan menulis teks prosedur diperoleh melalui penilaian hasil kerja siswa dalam menulis teks prosedur saat siklus pertama. Adapun hasil dari keterampilan menulis teks prosedur tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia Tabel 6. Hasil Penilian Keterampilan Menulis Teks Prosedur Berdasarkan Metode Demonstrasi Siklus Kedua Keberhasilan dapat dilihat dari hasil tulisan teks prosedur peserta didik pada tindakan siklus kedua. Hasil siklus kedua tersebut menggunakan model pembelajaran demonstrasi terjadi pada siklus kedua menulis teks prosedur dengan skor rata-rata 75,68. Berdasarkan perolehan nilai hasil belajar peserta didik pada siklus II, dapat dilihat bahwa semua siswa yang berjumlah 25 orang telah tuntas. Dalam hal ini, 19 orang telah melebihi dari nilai KKM dan 6 orang siswa hanya mencapai nilai KKM, yaitu 70. Namun, semua siswa telah dinyatakan tuntas. Refleksi Tahap refleksi ini, peneliti bersama guru mendiskusikan kembali apa yang telah dilaksanakan pada siklus kedua. Guru dan peneliti mendiskusikan dan menganalisis hasil A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia tindakan pada siklus kedua. Kegiatan refleksi yang dilakukan didasarkan pada pencapaian indikator keberhasilam penelitian. Oleh karena itu, refleksi untuk siklus kedua dapat dilihat sangat baik secara proses. Secara proses, peserta didik lebih bersemangat dalam kegiatan menulis teks prosedur. Selain itu, peserta didik lebih fokus memperhatikan proses pembelajaran menulis teks prosedur yang berlangsung. Hal tersebut berpengaruh pada keaktifan siswa. Namun, pada siklus kedua ini terdapat hasil nilai peserta didik yang diperoleh meningkat memperhatikan pada pembelajaran. Penerapan model pembelajaran demonstrasi pada siklus kedua sudah mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Kemampuan menulis teks prosedur peserta didik dapat dilihat dari hasil tes kemampuan menulis teks prosedur. Kemampuan tersebut dapat dilihat dari skor rata-rata kelas pada siklus kedua yang meliputi pencapaian pada masing-masing aspeknya. Masing-masing aspek tersebut yaitu, . Aspek penilaian langkah dan metode pada tahap siklus kedua mencapai skor rata-rata . Aspek penilaian penjelasan langkah pada siklus kedua mencapai skor rata-rata . Aspek penilaian informatif pada pembelajaran siklus kedua mencapai skor rata-rata 453. Aspek penilaian kalimat imperatif dalam siklus kedua ini mencapai skor rata-rata 496. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas pada pembelajaran menulis teks prosedur dengan menggunaan metode demonstrasi pada siswa kelas XI SMAN 1 Indrapuri dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar baik pada aktivitas siswa, aktivas guru, dan hasil tes siswa. Adapun peningkatan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut. Data hasil observasi keterampilan guru dalam pembelajaran menulis teks prosedur melalui metode demonstrasi pada siklus I, diperoleh jumlah skor 31. rata-rata skor 3,1. persentase keberhasilan 77. 5% dengan kategori sedang. Data hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis teks prosedur melalui metode demonstrasi pada siklus I diperoleh jumlah skor total 466, dengan rata-rata skor 0,77, dan persentase skor yang diperoleh 77% yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil belajar menulis teks prosedur menggunakan model pembelajaran demonstrasi pada siklus I memperoleh skor rata-rata 67,12. Data hasil observasi keterampilan guru dalam pembelajaran menulis teks prosedur melalui metode demonstrasi pada siklus II, diperoleh jumlah skor 36, rata-rata skor 3,6, dan persentase keberhasilan 90,0% dengan kategori sangat baik. A Nurul Fadhilah. Meri Yulizar. Wina Almunadia DAFTAR PUSTAKA