(JKN) JURNAL KESEHATAN NASIONAL https://jurnal. id/index. php/jkn DOI Prefix 10. e-ISSN a Vol. 1 No. 1 (November, 2. Diterima Redaksi: 10-10-2025 | Selesai Revisi: 10-11-2025 | Diterbitkan Online: 21-11-2025 Case Study Evidance Based Practice Penerapan Latihan Fisik pada Keluarga dengan Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II Elkana Warangkiran1. Ariska Ariska 2 Program Studi Profesi Ners. Fakultas Keperawatan. Universitas Pembangunan Indonesia. Manado. Indonesia Email: 1elkanawarangkiran26@gmail. Abstract Diabetes Mellitus is a chronic disease that occurs when the pancreas cannot produce enough insulin . hormone that regulates blood sugar or glucos. and when the body cannot effectively use the insulin produced by the pancreas (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2. The purpose of this scientific paper is to determine the Implementation of Nursing Care in Families with Type II Diabetes Mellitus in Kauneran I Village. Sonder District. Minahasa Regency. Based on the results of providing family nursing care to Diabetes Mellitus patients. Problems that cause unstable blood glucose levels, acute pain and ineffective health are resolved by providing IEC: diabetes diet rules with low-carbohydrate food consumption, routine medication and health checks to the nearest health management facility, ordering routine light physical activities such as diabetes exercises as taught, controlling pain with warm compresses, accompanying and supporting families in undergoing treatment and managing a healthy lifestyle according to recommendations. The conclusion of this KIAN is that families should pay more attention to the care of family members who are sick with diabetes mellitus, such as immediately coming to health services when diabetes symptoms appear. Providing support to sick families and accompanying families in treatment as recommended. Keywords: Progressive Muscle Relaxation. Anxiety Level. Fracture Abstrak Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang terjadi diakibatkan pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin . ormon yang mengatur gula darah atau glukos. serta ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas (Kementerian Kesehatan RI, 2. Tujuan karya ilmiah untuk mengetahui Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Keluarga Dengan Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II Di Desa Kauneran I Kec. Sonder Kab. Minahasa. Berdasarkan hasil pemberian asuhan keperawatan keluarga terhadap pasien Diabetes Mellitus. Masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut dan manajemen kesehatan tidak efektif teratasi dengan memberikan KIE : aturan diet diabetes dengan konsumsi makanan rendah karbohidrat, rutin minum obat dan kontrol kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat, menganjurkan rutin melakukan aktifitas fisik ringan seperti senam diabetes sesuai yang diajarkan, mengontrol nyeri dengan kompres hangat, mendampingi dan mendukung keluarga dalam menjalani pengobatan serta mengatur pola hidup yang sehat dan Penulis Korespondensi: Elkana Warangkiran | elkanawarangkiran26@gmail. Elkana Warangkiran. Ariska JKN (Jurnal Kesehatan Nasiona. Vol. 1 No. sesuai anjuran. Kesimpulan dari KIAN ini keluarga hendaknya lebih memperhatikan dalam hal perawatan anggota keluarga yang sedang sakit diabetes mellitus, seperti segera datang ke pelayanan kesehatan ketika gejala diabetes datang. Memberi dukungan kepada keluarga yang sakit dan mendampingi keluarga dalam pengobatan sesuai yang dianjurkan. Kata Kunci: Relaksasi Otot Progresif. Tingkat Kecemasan. Fraktur PENDAHULUAN Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang terjadi diakibatkan pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin . ormon yang mengatur gula darah atau glukos. serta ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas (Kementerian Kesehatan RI, 2. Pengendalian kadar gula darah merupakan hal yang penting dalam penanganan diabetes mellitus. Pasien diabetes mellitus perlu memahami faktor-faktor yang dapat berpengaruh dalam pengendalian kadar gula darah, yaitu melaksanakan dengan baik diit diabetes mellitus, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, dan peningkatan pengetahuan. Keberhasilan pengelolahaan diabetes mellitus untuk mencegah komplikasi dapat dicapai salah satunya melalui kepatuhan dalam terapi farmakologi (Nanda. Wiryanto, & Triyono, 2. Keluarga merupakan salah satu support system yang terlibat juga dalam pemberian pelayanan asuhan keperawatan dan penatalaksanaan pasien diabetes mellitus. Dukungan dan perilaku keluarga yang baik dapat mempengaruhi kepatuhan pasien diabetes mellitus tipe 2 dalam menjalani pengobatan yang dianjurkan (Mayberry & Osborn, 2. Kepatuhan diet DM dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor Faktor internal yang dapat mempengruhi kepatuhan diet seperti pendididkan, pengetahuan, keyakinan dan sifat kepribadian. Faktor eksternal meliputi interaksi profesional kesehatan dengan pasien, faktor lingkungan dan dukungan keluarga. Dukungan keluarga sangat berpengaruh bagi penderita DM terhadap kepatuhan diet. Disaat anggota keluarga mengalami masalah kesehatan, anggota yang lain berperan sangat penting dalam masalah keperawatan, sehingga dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk penderita DM dalam menjalani kepatuhannya terhadap diet diabetes mellitus (Argi. Galih & Erlina, 2. Menurut International Diabetes Federation (IDF) estimasi kejadian DM di dunia pada tahun 2015 yaitu sebesar 415 juta jiwa. Amerika Utara dan Karibia 44,3 juta jiwa. Amerika Selatan dan Tengah 29,6 juta jiwa. Afrika 14,2 juta jiwa. Eropa 59,8 juta jiwa. Pasifik Barat 153,2 juta jiwa. Timur Tengah dan Afrika Utara 35,4 juta jiwa. Prevalensi kejadian DM di Asia Tenggara sebanyak 78,3 juta jiwa. Indonesia menduduki peringkat ke-7 di dunia dengan prevalensi sebanyak 10 juta jiwa setelah China. India. Amerika Serikat. Brazil. Rusia, dan Mexico. Pada tahun 2040 data tersebut diperkirakan akan terus meningkat, dimana 1 dari 10 orang dewasa akan menderita DM (International Diabetes Federation, 2. Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. , menunjukkan hasil prevalensi diabetes mellitus di Indonesia yaitu 2,0% pada tahun 2018. Diabetes telah menjadi penyebab kematian terbesar ke-4 di dunia. Didapatkan peningkatan hasil prevalensi dari penderita diabetes mellitus di Jawa Timur pada tahun 2013-2018 yaitu 2,1% menjadi 2,6% (Kementerian Kesehatan RI, 2. Terdapat 4,8 juta manusia yang meninggal disebabkan langsung oleh penyakit diabetes mellitus. Selain itu, tiap 10 detik terdapat satu orang atau tiap 1 menit ada 6 orang yang meninggal akibat penyakit yang berkaitan dengan diabetes mellitus (Zamaa & Sainudin, 2. Diabetes mellitus dikenal sebagai penyakit gangguan metabolisme maupun kelainan vaskuler yang dapat menimbulkan komplikasi yang sangat komplek pada sistem tubuh. Elkana Warangkiran. Ariska JKN (Jurnal Kesehatan Nasiona. Vol. 1 No. Diabetes mellitus sering disebut juga sebagai The Great Imitator, karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan (Widodo. Retnaningtyas, & Fajar, 2. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perken. membagi 2 macam terapi yang harus dilakukan oleh pasien diabetes mellitus selama hidupnya yaitu secara farmakologis yang berupa pemberian obat-obatan dan non farmakologis berupa pengaturan diet, latihan jasmani, dan edukasi (Perkeni, 2. Terapi tersebut dapat menimbulkan suatu dampak tertentu, baik secara fisik maupun Dampak secara fisik yang biasanya dirasakan oleh pasien diabetes mellitus berupa perubahan berat badan, perubahan nafsu makan, sering mengalami nyeri, keletihan, dan gangguan tidur, sedangkan secara psikologis pasien diabetes mellitus akan mengalami stres, cemas, takut, sering merasa sedih, merasa tidak ada harapan, tidak berdaya, tidak berguna, dan putus asa (Livana. Sari & Hermanto, 2. Perawat dalam hal ini dapat mengambil peran sebagai care giver, konselor dan edukator untuk membantu memenuhi kebutuhan yang diperlukan pada penderita diabetes mellitus, perawat dapat memberikan edukasi dan informasi mengenai kesehatan bagi penderita dan keluarga. Peran perawat memegang peranan penting untuk memotivasi keluarga untuk memberikan dukungan pada anggota keluarga yang mengalami diabetes mellitus dalam menjalankan pengobatan. Dalam hal ini, perawat dapat melakukan pendekatan proses keperawatan dalam meningkatkan kesehatan keluarga secara mandiri, mulai dari keluarga mampu mengenal masalah, mengambil keputusan, merawat keluarga yang sakit, memodifikasi lingkungan hingga memanfaatkan pelayanan Kesehatan. DESKRIPSI KASUS Data pengkajian yang didapatkan dari diagnosis tersebut adalah Tn. S A mengeluh badan terasa lemas, mukosa bibir tampak kering pucat, sering merasa haus dan sering kencing, nadi 86x/menit. Didapatkan hasil pemeriksaan gular darah acak pada tanggal 09 Agustus 2025 yaitu 366mg/dl. Berdasarkan Tim Pokja SDKI DPP PPNI . ketidakstabilan kadar glukosa darah adalah variasi kadar glukosa darah naik/turun dari rentang normal ditandai dengan pusing, lelah/lesu, kadar glukosa dalam darah tinggi. Tn. S A mengeluhkan nyeri pada bagian tengkuk dan kepala, didapatkan hasil pengukuran tandatanda vital tekanan darah : 150/90 mmHg, nyeri terasa cekot-cekot dan menjadi lebih berat apabila dibuat beraktifitas dengan skala nyeri 5 dari . Tn. S A mengatakan jika jarang melakukan kontrol kesehatan seperti mengecekkan kadar gula darah dan tekanan darah. Tn. S A juga mengatakan masih memaksaan diri untuk bekerja . meskipun dalam kondisi badan kurang sehat. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang didapatkan, pasien bernama Tn. S A berjenis kelamin perempuan berusia 63 Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh (Komariah & Rahayu, 2. , didapatkan bahwa perempuan lebih berisiko menderita penyakit diabetes mellitus berhubungan dengan kehamilan, dimana kehamilan merupakan faktor untuk terjadinya penyakit diabetes mellitus, selain itu prevalensi kejaidan diabetes mellitus tipe 2 pada perempuan lebih berisiko tinggi dibandingkan dengan laki-laki dikarenakan secara fisik perempuan memiliki peningkatan indeks massa tubuh yang lebih besar. Suyono . menjelaskan bahwa salah satu faktor risiko terjadinya diabetes mellitus riwayat persalinan dan riwayat kehamilan dengan diabetes . estasional diabetes mellitu. Selain itu faktor usia juga berpengaruh terjadinya diabetes mellitus. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Trisnawati & Setyorogo . yang menunjukkan bahwa adanya hubungan antara usia dengan kadar gula darah puasa dimana usia >45 tahun yang paling banyak terjadinya risiko peningkatan kadar gula darah. Hal ini didasari bahwa usia dapat meningkatkan Elkana Warangkiran. Ariska JKN (Jurnal Kesehatan Nasiona. Vol. 1 No. kejadian diabetes mellitus tipe 2 dikarenakan proses penuaan yang dapat menurunkan sensivitas insulin sehingga dapat mempengaruhi kadar glukosa dalam darah. Data yang didapatkan bahwa ibu dari Tn. S A. dan anak pertama dari keluarga Tn. juga memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus seperti Tn. S A. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Yusnanda. Rochadi, & Maas, 2. menjelaskan bahwa diabetes juga ada hubungannya dengan faktor keturunan . Berbicara mengenai keturunan . merupakan faktor yang menentukan pewarisan sifat-sifat tertentu dari seseorang kepada keturunannya. Suryani et al. , . menjelaskan sebuah teori bahwa diabetes mellitus tipe II disebabkan oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah faktor genetik. Peneliti berasumsi jika keluarga dengan riwayat penyakit diabetes mellitus lebih berisiko terjangkit penyakit diabetes mellitus juga, hal ini disebabkan karena adanya faktor genetik yang dapat diwarisi pada keturunan selanjutnya. Sehingga, perlu adanya deteksi dini dan menjaga pola hidup sehat dan baik. Data yang didapatkan bahwa keluarga memberi dukungan pada Tn. S A dalam menjalani pengobatan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Dilla. Perez. Alvarez. Guillen, & Beltran, . menjelaskan bahwa diabetes mellitus sebagai penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan, hanya dengan mengontrol gaya hidup yang baik agar tercapai kualitas hidup yang lebih baik. Hal tersebut akan lebih mudah dilakukan dengan adanya dukungan dari keluarga. Peneliti berasumsi bahwa adanya dukungan dari keluarga pada penderita dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap motivasi penderita diabetes mellitus dalam menjalani pengobatan. Kepatuhan dalam menjalani pengobatan seumur hidup oleh penderita memberikan kejenuhan dan rasa bosan tersendiri, sehingga perlu adanya dukungan baik yang diberikan oleh keluarga pada penderita, sehingga penderita tidak merasa sendiri menjalaninya. KESIMPULAN DAN SARAN Tindakan keperawatan pada Tn. S A disesuaikan dengan intervensi keperawatan yang mengacu secara langsung pada Tn. S A dan keluarga yaitu memonitor kadar glukosa darah, memonitor tanda gejala hiperglikemia, mengajarkan pengolaan diet diabetes pada Tn. S A dan keluarga, menganjurkan keluarga mendukung dan mendampingi Tn. S A selama pengobatan, mengajarkan manfaat kesehatan latihan fisik seperti senam diabetes pada Tn. S A dan keluarga, mengidentifikasi intensitas dan skala nyeri, mengedukasi pada Tn. S A dan keluarga penyebab nyeri, mengajarkan terapi non-farmakologis seperti kompres hangat, mengedukasi Tn. S A dan keluarga dalam penggunaan obat sesuai resep, menganjurkan keluarga patuh dan displin menjalani pengobatan, menganjurkan pada keluarga untuk rutin kontrol kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan. Masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut dan manajemen kesehatan tidak efektif teratasi dengan memberikan KIE : aturan diet diabetes dengan konsumsi makanan rendah karbohidrat, rutin minum obat dan kontrol kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat, menganjurkan rutin melakukan aktifitas fisik ringan seperti senam diabetes sesuai yang diajarkan, mengontrol nyeri dengan kompres hangat, mendampingi dan mendukung keluarga dalam menjalani pengobatan serta mengatur pola hidup yang sehat dan sesuai anjuran. Diharapkan pasien dan keluarga hendaknya lebih memperhatikan dalam hal perawatan anggota keluarga yang sedang sakit diabetes mellitus, seperti segera datang ke pelayanan kesehatan ketika gejala diabetes datang. Memberi dukungan kepada keluarga yang sakit dan mendampingi keluarga dalam pengobatan sesuai yang dianjurkan. Elkana Warangkiran. Ariska JKN (Jurnal Kesehatan Nasiona. Vol. 1 No. DAFTAR PUSTAKA