Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Financial Distress The Effect of Company Size and Sales Growth on Financial Distress Ulfa Oktavani Nasution1. Irdarena Aprilia2. Devina Utami3 STIE Pembangunan Tanjungpinang, 2,3Universitas Pamulang Tangerang Selatan Coresponding Email: ulfaoktavani4289@gmail. Article history: Submitted: December 16, 2023 | Revised: December 30, 2023 | Accepted: January 12, 2024 Abstrak Penelitian bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan terhadap financial distress. Financial distress adalah keadaan bahwa perusahaan dapat mengalami kebangkrutan karena tidak dapat memenuhi kewajibannya dan memiliki keuntungan yang Populasi penelitian entitas sektor perbankan periode 2019 Ae 2020 yang listing di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel non-probability sampling menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 29 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap financial distress, artinya keterlibatan manajemen dan pertumbuhan penjualan sangat berpengaruh terhadap financial distress. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap financial distress. Kata Kunci: ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, financial distress Abstract The research aims to test and analyze the influence of company size and sales growth on financial Financial distress is a situation where a company can experience bankruptcy because it cannot fulfill its obligations and has small profits. Research population of banking sector entities for the 2019 Ae 2020 period listed on the Indonesian Stock Exchange. The non-probability sampling technique used a purposive sampling method with a total of 29 companies. The data analysis technique used is multiple regression analysis. The research results show that the sales growth variable has a significant effect on financial distress, meaning that management involvement and sales growth greatly influence financial Company size has no effect on financial distress. Keywords: firm size, sales growth, financial distress Pendahuluan Ketika persaingan bisnis terus menjadi ketat, perusahaan dituntut untuk meningkatkan strategi baru guna bertahan dalam mengalami persaingan yang terus melonjak untuk mempertahankan serta menciptakan keuntungan yang signifikan. Ketika perusahaan tidak dapat menyesuaikan diri dan lebih agresif dalam implementasinya, serta bila menghadapi kerugian secara terus menerus maka akan mengalami kondisi kesulitan keuangan. Bisnis yang tidak dapat mengembalikan pinjaman, bisnis yang mengalami kerugian, penjualan kredit macet, dan bisnis yang tidak bisa membayar dividen adalah masalah keuangan yang sering dihadapi bisnis. Masalah keuangan yang tidak segera diselesaikan menyebabkan kebangkrutan perusahaan. Tahapan prakebangkrutan perusahaan yakni financial distress. EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : January-June : 2024 : 1-10 Memantau keberlangsungan dan pertumbuhan perusahaan, stakeholder dapat menggunakan laporan keuangan sebagai pengukuran kinerja perusahaan. Analisis laporan keuangan merupakan cara menilai kinerja keuangan dan memprediksi keadaan di masa depan atas strategi usaha yang telah dilaksanakan. Stakeholder perlu menilai kesehatan dan sebagai antisipasi kemungkinan adanya kebangkrutan perusahaan. Terdapat beberapa model analisis sebagai pengukur dan memprediksi tingkat kesehatan dan kemungkinan kebangkrutan. Salah satu model yang biasa digunakan adalah Z-Score yang dikembangkan oleh Edward I. Altman. Analisis Z Score adalah suatu alat yang digunakan untuk meramalkan tingkat kebangkrutan suatu perusahaan dengan menghitung nilai dari beberapa rasio lalu kemudian dimasukan dalam suatu persamaan Analisis Z-score untuk mendeteksi apakah suatu perusahaan dalam kondisi diambang kebangkrutan financial distress atau ketidaksehatan bank. Analisis model Altman Z-Score merupakan model analisis keuangan yang dipelopori Beaver . , kemudian Altman . juga melakukan penelitian tentang financial distress . Financial distress perlu dikembangkan sebab dibutuhkan untuk menyelidiki financial distress suatu perusahaan sejak dini, bisa diambil tindakan buat mengantisipasi apa yang akan mengakibatkan kebangkrutan. Financial distress merupakan keadaan bahwa perusahaan dapat mengalami kebangkrutan karena tidak dapat memenuhi kewajiban dan memperoleh laba yang kecil. Penelitian ini menguji hubungan ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan terhadap financial distress. Faktor pertama yang diduga memengaruhi financial distress yaitu ukuran Menurut Rahayu & Sopian . ukuran perusahaan merupakan skala untuk mengklasifikasikan perusahaan dalam bermacam metode untuk dikategorikan perusahaan besar ataupun kecil. Perusahaan besar dan kecil diproksikan dengan total aset, penjualan bersih, serta kapitalisasi pasar (Golijot & Mahardika, 2. Pada studi berikut, ukuran perusahaan diproksi dengan Ln total aset. Bedasarkan temuan Rahma & Dilak . , ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap financial distress yang disebabkan peningkatan keahlian perusahaan dalam memenuhi kewajiban dalam membayar utang sehingga dapat terbebas dari permasalahan keuangan. Keadaan financial distress disebabkan makin besarnya total aset yang dimiliki perusahaan. Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap financial distress ditemukan Dewi et al . Rahayu & Sopian . Rahma & Dilak . Salim & Dillak . Hasil temuan berbeda bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap financial distress ditemukan Suryani . Cinantya & Merkusiwati . Faktor kedua yang diduga memengaruhi pertumbuhan penjualan . ales growt. Pertumbuhan penjualan merupakan rasio untuk mengukur serta menginformasikan kinerja penjualan dengan pertumbuhan penjualan, serta dikatakan baik bila omzetnya menghasilkan nilai-nilai positif ketika perusahaan dalam keadaan baik, namun paling utama penjualan yang terjadi secara konsisten menciptakan nilai-nilai negatif, menunjukkan bahwa perusahaan itu baik-baik saja. Pertumbuhan penjualan merupakan salah satu metrik untuk memprediksi pertumbuhan perusahaan di masa Pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap financial distress ditemukan Amanda & Tasman . Rahayu & Sopian . Rachmawati & Suprihhadi . Temuan berbeda pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap financial distress (Suryani, 2020. Muflihah, 2017. dan Burhanuddin et al, 2. Bank Indonesia sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 75 basis points. Kenaikan suku bunga ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Perbankan di Indonesia dihadapkan pada berbagai masalah, salah satunya kenaikan 7-Day Reverse Repo Rate . -D. Pertumbuhan ekonomi memengaruhi permintaan kredit dan terbukti permasalahan pertumbuhan kredit perusahaan perbankan mengalami Penurunan permintaan kredit disebabkan permintaan masyarakat dan penghasilan yang menurun. Kenaikan 7-Dr mendorong bank menaikkan bunga deposito dan bunga kredit. Kenaikan bunga kredit membuat bank menghadapi kenaikan rasio kredit bermasalah atau non permfoming loan (NPL). NPL perbankan masih tinggi. Masalah lain pengelolaan likuiditasnya. Loan to deposit ratio (LDR) perbankan juga masih tinggi . Rumusan masalah penelitian adalah apakah ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap financial distress. Penelitian bertujuan untuk menguji dan menganilisis ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan pengaruhnya terhadap financial distress pada entitas sektor perbankan yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan kajian teori dan penelitian sebelumnya maka dapat dibuat kerangka konseptual penelitian yang menggambarkan hubungan pengaruh antara variabel independen . kuran perusahaan dan pertumbuhan penjuala. dengan variabel dependen . inacial distres. Ukuran Perusahaan (X1 ) Financial Distress (Y) Pertumbuhan penjualan (X. Gambar 1 Kerangka Konseptual Landasan Teori Signalling Theory Signalling theory bahwa eksekutif perusahaan mempunyai laporan yang lebih baik dan eksekutif diminta untuk menyampaikan laporan terhadap investor (Ross, 1. Kepercayaan investor bergantung terhadap jenis laporan yang diberikan kepada perusahaan menggunakan laporan keuangan yang telah dipublis. Untuk mendapatkan kepercayaan investor, entitas diminta untuk memberikan laporan yang jelas, teliti, serta tepat waktu yang bisa menganalogikan terhadap indikator yang sama. Keterlambatan penyampaian laporan keuangan dapat menurunkan kepercayaan investor. Financial Distress Financial distress merupakan kondisi perusahaan yang mengalami penurunan kinerja keuangan sehingga perusahaan tidak mampu melunasi kewajiban lancarnya. Jika kesulitan keuangan tidak ditangani dengan cepat maka berisiko perusahaan mengalami Financial distress adalah keadaan bahwa perusahaan dapat mengalami kebangkrutan karena tidak dapat memenuhi kewajibannya dan laba yang kecil. EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : January-June : 2024 : 1-10 Financial distress perlu dikembangkan sebab dibutuhkan untuk menyelidiki financial distress suatu perusahaan sejak dini, bisa diambil tindakan buat mengantisipasi apa yang akan mengakibatkan kebangkrutan. Financial distress diproksikan dengan metode z score dengan tingkat akurasi 75% (Ilyasa, 2. Ukuran Perusahaan Total aset menggambarkan ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan dapat membuat nilai tambah kepada pihak investor dan kreditor Amanda & Tasman . Ketidak raguan pihak investor serta kreditor untuk berinvestasi dan memberikan kredit terhadap perusahaan dengan begitu bisa terhindar dari kondisi financial distress. Perusahaan yang memiliki total aset besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan dan arus kas relatif lama, selain itu juga mencerminkan bahwa perusahaan relatif lebih stabil dan lebih mampu menghasilkan laba dibandingkan perusahaan dengan total aset yang kecil (Bahri, 2. LN total aset merupakan metode menghitung ukuran perusahaan. Total aset yang besar dimiliki perusahaan akan berdampak positif terhadap perusahaan karena dengan jaminan aset yang besar maka investor dan kreditor senang berinvestasi dan memberikan kredit. Pertumbuhan Penjualan Pertumbuhan penjualan adalah kenaikan penjualan tahun ke tahun. Perusahaan berhasil melaksanakan strategi apabila taraf pertumbuhan penjualan makin besar (Rahma & Dilak, 2. Perusahaan akan terhindar dari kondisi ini apabila memiliki kondisi finansial yang baik. Kondisi ini kemungkinan akan makin kecil dialami apabila pertumbuhan penjualan makin besar. Begitu juga sebaliknya, jika pertumbuhan penjualan semakin kecil maka makin besar peluang kondisi financial distress yang Hipotesis Penelitian Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress Menurut Golijot & Mahardika . sebagai skala yang dapat terklasifikasikannya lembaga sebagai lembaga besar dan lembaga kecil dengan beragam proksi yang digunakan seperti total aset, penjualan bersih, serta kapitalisasi pasar. Proksi ukuran perusahaan adalah logaritma natural (L. atas total aset. Jika nilai ukuran perusahaan tinggi maka perusahaan memiliki keuntungan bersih yang tinggi juga. Meskipun demikian beberapa perusahaan menggunakan keuntungan bersih untuk dibagikan kepada para pemegang saham. Semakin tinggi total aset yang dimiliki maka semakin tinggi juga keuntungan yang dibagikan kepada para pemegang saham, sedangkan untuk membayar kewajiban perusahaan mendapat bagian yang semakin Hubungan tersebut diperkuat penelitian Rahma & Dilak . Dewi et al . Rahayu & Sopian, . Rahma & Dilak . Salim & Dillak . bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap financial distress. H1: Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap financial distress Pertumbuhan Penjualan Terhadap Financial Distress Rasio untuk memprediksi pertumbuhan perusahaan adalah pertumbuhan penjualan (Rachmawati & Suprihhadi, 2. Pertumbuhan penjualan untuk mengukur apakah penjualan stabil dan bagaimana keberhasilan perusahaan dari satu periode ke periode berikutnya (Bahri et al. , 2. Keberhasilan investasi yang terjadi pada periode lalu dapat dijadikan acuan prediksi pertumbuhan perusahaan di masa datang merupakan sebuah gambaran pertumbuhan penjualan. Hubungan tersebut diperkuat dengan penelitian Amanda & Tasman . Rahayu & Sopian . Rachmawati & Suprihhadi . bahwa pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap financial H2: pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap financial distress Metode Penelitian Seluruh objek studi dan memiliki ciri-ciri yang spesifik merupakan definisi populasi (Bahri, 2. Populasi penelitian entitas sektor perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2019 Ae 2020. Sampel ditentukan teknik purposive Purposive sampling pengambilan sampel dari populasi berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Kriteria tersebut yaitu: Perusahaan sektor perbankan yang tercatat di BEI periode 2019-2020. Menyajikan dalam laporan keuangan dalam mata uang rupiah pada periode 20192020. Laporan keuangan memperoleh laba dalam periode 2019-2020. Berdasarkan kriteria tersebut maka prosedur pemilihan sampel penelitian sebagai Tabel 1 Prosedur Pemilihan Sampel Kriteria Perusahaan sektor perbankan yang tercatat di BEI periode Menyajikan laporan keuangan dalam selain mata uang Menyajikan laporan keuangan dalam mata uang rupiah pada periode 2019-2020 Menyajikan laporan keuangan dengan kondisi rugi Menyajikan laporan keuangan laba dan sekaligus sebagai sampel penelitian Sumber: Data diolah, 2023 Jumlah . Setelah menetapkan kriteria dan melakukan proses seleksi sampel maka diperoleh sampel 29 perusahaan perbankan. Periode penelitian 2 tahun maka jumlah data n = 58. Definisi operasional variabel penelitian sebagai berikut: Ukuran Perusahaan menggambarkan total aset yang dimiliki perusahaan. Menurut Bahri & Amnia . ukuran perusahaan dapat diproksikan atau dihitung dengan Ln x Total aset Pertumbuhan penjualan adalah kenaikan penjualan dari tahun ke tahun. Menurut Firmansyah & Bahri . sales growth dihitung: Pertumbuhan penjualan = Financial Distress ialah kondisi perusahaan yang mengalami penurunan kinerja keuangan sehingga perusahaan tidak mampu melunasi kewajibannya lancar. Menurut Ilyasa . financial distress menggunakan metode altman z score dengan tingkat akurasi 75%: EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : January-June : 2024 : 1-10 Z-score = 0. 717 X1 0. 847 X2 3. 107 X3 0. 420 X4 0. 998 X5 X1 = (Aset lancar Ae Liabilitas jangka pende. : Total aset X2 = Saldo laba : Total aset X3 = Laba bunga sebelum pajak : Total aset X4 = Ekuitas : Liabilitas X5 = Penjualan : Total aset Hasil dan Pembahasan Hasil Normalisasi Data Uji normalitas data merupakan uji peredaran data dengan memperhatikan tingkat penyerahan dibawah kurva normal atau dengan menggunakan pendekatan one-sample kolmogorov-smirnov Monte Carlo test statistic 0,146 dan signifikansi 0,159 dapat disimpulkan bahwa residual data berdistribusi normal. Koefisiensi Determintasi Table 2 Koefisiensi Determintasi R Square 0,311 0,173 Adjusted R Square 0,163 Std. Error of the Estimate 0,52041 Durbin-Watson 2,010 Sumber: Data diolah, 2023 Nilai Multiple R pada tabel di atas sebesar 0,311 angka tersebut dekat dengan angka 1, artinya ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan terhadap financial distress memiliki hubungan yang kuat. Nilai R Square 0,173 menjelaskan nilai financial distress sebesar 0,173 atau 17,3%. Financial distress hanya diuraikan sebesar 17,3% variabel ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan, sisanya diuraikan variabel lainnya yang tidak terdapat pada model. Nilai Adjusted R Square 0,163 atau 16,3% merupakan nilai kemampuan variabel ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan untuk menginterpretasikan variabel financial distress. Uji Autokorelasi (Run Tes. Uji autokorelasi menggunakan run test. Hasil run test menunjukkan test value sebesar -0,0211 dan nilai signifikansi 0,276 > 0,05 maka disimpulkan tidak terjadi Uji Multikolinieritas Table 3 Multikolinieritas Variabel Ukuran Perusahaan Pertumbuhan Penjualan Sumber: Data diolah, 2023 Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,993 1,011 0,957 1,042 Keterangan Tidak terjadi multikolinieritas Tidak terjadi multikolinieritas Nilai variance inflation factor (VIF) ukuran perusahaan 1,011 dan pertumbungan penjualan 1,042. Nilai VIF kedua variabel independen < 10 atau tidak diatas 10 sehingga tidak terjadi multikolinieritas. Uji Regresi Linier Berganda Berdasarkan hasil pengujian regresi berganda maka tabel regresi linier berganda sebagai berikut. Tabel 4 Regresi Linier Berganda Variabel (Constan. Ukuran Perusahaan Pertumbuhan Penjualan Unstandardized Coefficients Std. Error -0,950 0,374 0,015 0,018 0,752 0,373 Standardized Coefficients Beta 0,036 0,260 Sig. -2,566 0,289 2,069 0,013 0,654 0,032 Sumber: Data diolah, 2023 Konstanta -0,950 menunjukkan nilai financial distress tidak terdapat variabel ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan. Nilai konstanta negatif diasumsikan nilai financial distress akan turun 0,950 saat varibel dengan konstan. Nilai ukuran perusahaan bernilai positif 0,015 menujukkan hubungan searah terhadap financial Ukuran perusahaan naik satu satuan maka financial distress naik sebesar 0,015 dan sebaliknya. Nilai pertumbuhan penjualan bernilai positif 0,752 menujukkan hubungan searah terhadap financial distress. Pertumbuhan penjualan naik satu satuan maka financial distress naik sebesar 0,752 dan sebaliknya. Variabel ukuran perusahaan sig 0,654 > 0,050 maka ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap financial distress sehingga hipotesis pertama ditolak. Variabel pertumbuhan penjualan dengan sig 0,032 < 0,050 berpengaruh signifikan terhadap financial distress berarti terbukti secara statistik dan hipotesis kedua diterima. Pembahasan Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress Hasil penelitian menunjukkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap financial distress. Perusahaan ukuran besar cenderung memaksimalkan laba dibandingkan perusahaan ukuran kecil dan menengah sehingga mengurangi kemungkinan kegagalan bisnis atau kebangkrutan. Ukuran perusahaan sering digunakan sebagai indikator untuk memprediksi kemungkinan kebangkrutan. Perusahaan besar dianggap lebih siap dan baik untuk mengelola usahanya. Perusahaan yang gagal mengelola keuangannya dengan baik maka dapat meningkatkan biaya yang terkait dengan operasi bisnisnya sehingga meningkatkan financial distress. Temuan ini sesuai penelitian Cinantya & Merkusiwati . Suryani . Muzharoatiningsih & Hartono . dan Utami & Taqwa . bahwa ukuran perusahaan tidak memengaruhi financial distress. Namun, hasil penelitian ini tidak mendukung temuan Dewi et al . Rahayu & Sopian . Rahma & Dilak . dan Salim & Dillak . bahwa ukuran perusahaan memengaruhi financial distress. Pengaruh Pertumbuhan Penjualan Terhadap Financial Distress Pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap financial distress. Pertumbuhan penjualan menggambarkan kemampuan untuk terus meningkatkan pendapatan (Muslichah & Bahri, 2. Semakin tinggi pertumbuhan penjualan maka semakin berhasil dalam menjalankan strategi pemasaran dan penjualan. Perusahaan seharusnya EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : January-June : 2024 : 1-10 berusaha untuk memperoleh lebih banyak keuntungan. Tingkat pertumbuhan adalah pertumbuhan penjualan sebagai alat analisis. Artinya, penjualan untuk tahun penelitian ditambah penjualan tahun sebelumnya dibagi dengan penjualan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan . ales growt. memiliki pengaruh positif terhadap financial distress. Pertumbuhan penjualan yang tinggi belum tentu memiliki beban yang sedikit sehingga laba yang dihasilkan hanya sedikit dan kemungkinan financial distress akan semakin besar. Hasil penelitian sesuai dengan temuan Amanda & Tasman . Rahayu & Sopian . Rachmawati & Suprihhadi . bahwa Pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap financial Temuan penelitian ini tidak mendukung temuan Burhanuddin et al . Muflihah . Suryani . Rahma & Dilak . Muzharoatiningsih & Hartono . dan Utami & Taqwa . bahwa pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap financial distress. Simpulan Hasil penelitian pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap financial distress sehingga menjelaskan keterlibatan pihak manajemen dan pertumbuhan penjualan sangat memengaruhi financial distress. Hasil penelitian berikutnya variabel ukuran perusahaan tidak berpegaruh terhadap financial distress karena besar kecilnya perusahaan tidak menjadi jaminan terhindar dari financial distress. Pengaruh variabel independen terhadap financial distress yang memiliki nilai adjusted R square yang lemah sebesar 16,3% maka diharapkan peneliti selanjutnya mengembangkan populasi dan variabel independen. Variabel independen yang dapat dikembangkan seperti struktur modal. GCG, intangible aset, likuiditas, leverage, dan lainnya. Daftar Rujukan Altman. Financial Ratios. Discriminant Analysis and the Prediction of Corporate Bankruptcy. Journal Finance, 589Ae609. https://doi. org/http://dx. org/10. 1111/j. Amanda. , & Tasman. Pengaruh Likuiditas. Leverage. Sales Growth dan Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2. EcoGen, 2. , 453Ae462. Bahri. Pengaruh Kepemilikan Manajerial. Kebijakan Dividen. Profitabilitas. Ukuran Perusahaan dan Arus Kas Bebas (Free Cash Flo. Terhadap Kebijakan Hutang. Jurnal Penelitian Teori Dan Terapan Akuntansi, 2. , 1Ae21. Bahri. Metodologi Penelitian Bisnis (Erang Risanto . 1st ed. Penerbit Andi. Bahri. , & Amnia. Effects of Company Size. Profitability. Solvability and Audit Opinion on Audit Delay. Journal of Auditing. Finance, and Forensic Accounting, 8. , 27Ae35. https://doi. org/10. 21107/jaffa. Bahri. Wahyuningsih. , & Muslichah. Akuntansi Keuangan Menengah. Berdasarkan SAK . st ed. Mitra Wacana Media Penerbit Jakarta. Beaver. Financial Ratios as Predictors of Failure. Empirical Research in Accounting: Selected Studies. Journal of Accounting Research, 6, 71Ae87. https://doi. org/https://doi. org/10. 2307/2490171 Burhanuddin. Sinarasri. , & Ery Wibowo S. Leverage Dan Sales Growth Terhadap Financial Distress (Studi Kasus Pada Perusahaan Property Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bei Tahun. Cinantya. , & Merkusiwati. Pengaruh Corporate Governance. Financial Indicators. Dan Ukuran Perusahaan Pada Financial Distress. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 10. , 897Ae915. Dewi. Wahyuni. , & Umam. Pengaruh Corporaate Governance dan Ukuran perusahaan terhadap financial Distress. Jurnal Akuntansi, 5. , 129Ae Firmansyah. , & Bahri. Pengaruh Leverage. Capital Intensity. Sales Growth dan Ukuran Perusahaan Terhadap Tax Avoidance. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Sains Dan Humaniora (JPPSH), 6. Golijot. , & Mahardika. Pengaruh Rasio Likuiditas. Rasio Leverage. Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesi. EProceeding of Managemen, 6(No . , 3565Ae3571. Ilyasa. Analisis Perbandingan Model Altman Z-Score. Springate. Zmijewski. Dan Internal Growth Rate Dalam Memprediksi Financial Distress (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesi. Jurnal Ilmiah Akuntansi, 66, 1Ae24. Muflihah. Analisis Financial Distress Perusahaan Manufaktur Di Indonesia Dengan Regresi Logistik. Majalah Ekonomi, 22(No . , 254Ae269. Muslichah, & Bahri. Akuntansi Manajemen (Teori dan Aplikas. st ed. Mitra Wacana Media Jakarta. Muzharoatiningsih. , & Hartono. Pengaruh Rasio Keuangan. Sales Growth. Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress Pada Sektor Industri Barang Konsumsi Di Bei Periode 2017-2020. Jurnal Ilmu Manajemen (JIM), 10, 747Ae758. Rachmawati. , & Suprihhadi. Pengaruh Likuiditas. Leverage. Dan Sales Growth Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Tekstil Dan Garmen Yang. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen, 10. , 1Ae17. http://jurnalmahasiswa. id/index. php/jirm/article/view/3961 Rahayu. , & Sopian. Pengaruh Rasio Keuangan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress (Studi Empiris Pada Perusahaan Food And Beverage Di Bursa Efek Indonesi. Competitif Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 1(No . , 1Ae13. Rahma. , & Dilak. Pengaruh Strukturmodal. Ukuran Perusahaan. Sales Growth Dan Intangible Asset Terhadap Financial Distress. Jurnal Ilmiah MEA, 5. , 378Ae395. Ross. The Determination of Financial Structure: The Incentive-Signalling Approach. CFA Digest, 27. , 5Ae7. https://doi. org/10. 2469/dig. Salim. , & Dillak. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Biaya Agensi Manajerial. Struktur Modal Dan Gender Diversity Terhadap Financial Distress. Jurnal Ilmiah MEA, 5(No . , 182Ae198. Suryani. Pengaruh Profitabilitas. Leverage. Sales Growth dan Ukuran Perusahaan terhadap Financial Distress. Jurnal Online Insan Akuntan, 5. , 229Ae244. EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : January-June : 2024 : 1-10 Utami. , & Taqwa. Pengaruh Leverage. Ukuran Perusahaan. Pertumbuhan Penjualan. Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional terhadap Financial Distress. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 5. , 539Ae552. https://doi. org/10. 24036/jea.