Dinamika: Volume 9 . 2026 Jurnal Bahasa. Sastra. Pembelajarannya e-issn 2715-8381 Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Indonesia Melalui Pelatihan Model ADDIE dalam Mengimplemetasikan Pembelajaran Mendalam Imas Susilawati*. Yus Rusyana & Iis Ristiani Universitas Suryakancana. Cianjur. Indonesia imassusilawati1001@gmail. com, iisristiani@unsur. Dikirim: 13 Mei 2025 Direvisi:15 Agustus 2025 Diterima: 26 Desember 2025 Diterbitkan: 28 Februari 2025 How to Cite: Susilawati. Imas. AuPeningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Indonesia Melalui Pelatihan Model ADDIE dalam Mengimplemetasikan Pembelajaran MendalamAy Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya. Vol. 9, no. 1, 2026, pp. 48Ae55. Published by Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Suryakancana Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. ABSTRACT This article aims to describe the improvement in the pedagogical skills of Indonesian language teachers through ADDIE training in implementing in-depth learning in assisted schools. The method used was an explanatory sequential experimental design, with a sample of 20 teachers . in the experimental group, 10 in the control grou. in Cianjur Regency. Data were collected through tests, questionnaires, interviews, and observations. The ADDIE training was conducted over five days, encompassing needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. The experimental group's results showed a significant improvement . ean post-test score of 88, p < . compared to the control group, with teachers able to design contextual and enjoyable learning. Educational institutions need to provide digital resources and increase the frequency of mentoring to support the sustainability of the training, as well as examine the long-term impact on student achievement. Keywords: competence. in-depth learning Artikel ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan pedagogik guru bahasa Indonesia melalui pelatihan model ADDIE dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam di sekolah dampingan. Metode yang digunakan desain eksperimen sekuensial eksplanatori dengan 20 guru sebagai sampel . kelompok eksperimen, 10 kelompok kontro. di Kabupaten Cianjur. Data dikumpulkan melalui tes, kuesioner, wawancara, dan observasi. Pelatihan ADDIE dilaksanakan selama lima hari, mencakup analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan . ata-rata skor post-test 88, p < 0. dibandingkan kelompok kontrol, dengan guru mampu merancang pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Institusi pendidikan perlu menyediakan sumber daya digital dan meningkatkan frekuensi pendampingan untuk mendukung keberlanjutan pelatihan, serta meneliti dampak jangka panjang terhadap prestasi siswa. Kata kunci: kompetensi. pembelajaran mendalam Imas Susilawati, dkk. : Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru A PENDAHULUAN Kompetensi ipedagogik imerupakan isalah isatu idari iempat ikompetensi utama iyang iharus idimiliki ioleh iseorang iguru iprofesional idi iIndonesia, sebagaimana idiatur idalam iPeraturan iDirektur iJenderal iGuru idan iTenaga Kependidikan i(Perdirjen iGTK) iNo. iTahun i2023. iKompetensi pedagogik mencakup ikemampuan iguru idalam imengelola ipembelajaran iyang berkualitas, sehingga iberdampak ilangsung ipada ihasil ibelajar isiswa. iDalam mendesain pembelajaran iguru iharus imampu imerancang ipembelajaran iyang terstruktur, inovatif, idan irelevan idengan ikebutuhan ipeserta ididik iserta tuntutan ikurikulum. Guru imemiliki iperan ikunci idalam imerancang pembelajaran iyang imampu memfasilitasi ipengalaman ibelajar iini. iKompetensi pedagogik iyang ikuat isangat diperlukan iuntuk imendesain idan imenerapkan pendekatan ipembelajaran mendalam. Guru yang memiliki kompetensi yang baik akan mampu meningkatkan pembelajaran efektif dan membantu murid mencapai hasil belajar yang optimal (Wahyuningtyas, 2. Guru dengan kompetensi pedagogik yang baik juga akan mampu memahami karakteristik dan kebutuhan belajar setiap siswa. Pemahaman ini memungkinkan guru untuk merancang strategi pembelajaran yang sesuai, sehingga meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar Penelitian oleh Wuwur et al. 3:45-. menekankan pentingnya kompetensi pedagogik guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengatasi kesulitan belajar siswa di sekolah menengah. Kompetensi pedagogik memungkinkan guru untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kurikulum. Guru dapat memilih metode dan media pembelajaran yang tepat, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan temuan Riswan & Habibah . yang menyatakan bahwa strategi pembinaan kompetensi pedagogik bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang Model iADDIE iadalah ikerangka isistematis iyang idigunakan iuntuk merancang, imengembangkan, idan imengevaluasi iproses ipembelajaran (Branch, 2. Model iini iterdiri idari ilima itahapan iutama: iAnalysis i(Analisi. , menganalisis ikebutuhan ipembelajaran, ikarakteristik ipeserta ididik, idan itujuan pembelajaran. iDesign i(Desai. , imerancang istrategi ipembelajaran, imateri, media, idan imetode iyang iakan idigunakan. iDevelopment i(Pengembanga. , mengembangkan imateri idan imedia ipembelajaran isesuai ihasil idesain. Implementation i(Implementas. , imelaksanakan ipembelajaran isesuai idesain yang telah iEvaluation i(Evaluas. , melakukan ievaluasi iuntuk imenilai keefektifan ipembelajaran idan imelakukan iperbaikan (Sri Rejekiiet ial. , i2023, hlm. Hasil isurvei idan ilaporan ipendidikan di sekolah dampingan menunjukkan ibahwa masih guru ibahasa iIndonesia idi ijenjang iSMP imasih imengandalkan imetode ipembelajaran itradisional, iseperti iceramah idan itugas imembaca iteks, iyang isering ikali imembosankan ibagi isiswa. iHal itersebut idapat imenimbulkan ikurangnya ipartisipasi isiswa idalam ipembelajaran, isehingga ihasil ibelajar imereka ipun ikurang ioptimal. iStudi idari iKementerian iPendidikan, iKebudayaan, iRiset, idan iTeknologi i(Kemendikbudriste. imenunjukkan ibahwa isekitar i60% iguru imemerlukan ipelatihan imodel iADDIE iuntuk imeningkatkan iketerampilan imendesain ipembelajaran iyang iinovatif idan iinteraktif. 50 Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya Volume 9 . Februari 2026, halaman 48-55 Berdasarkan ilaporan iBalitbang Kemdikbud. iprogram ipelatihan imodel iADDIE ibagi iguru icenderung iberfokus ipada iteori ipembelajaran idan iimplementasi ikurikulum, itetapi ibelum isecara ispesifik imemberikan ipelatihan imodel iADDIE imengimplementasikan ipembelajaran imendalam. iPadahal, ipendekatan iini itelah iterbukti isecara iempiris imeningkatkan ihasil ibelajar isiswa. Kenyataan idi ilapangan ihasil isurvei ipeneliti idi isekolah ibinaan ipembelajaran ibahasa iIndonesia idi isekolah imenengah ipertama isering ikali imenghadapi iberbagai itantangan, iseperti irendahnya imotivasi ibelajar isiswa, imonotonnya imetode ipembelajaran, idan ikurangnya iketerlibatan isiswa idalam iproses ipembelajaran. iHal iini iberdampak ipada ipencapaian ihasil ibelajar iyang ibelum ioptimal. iOleh ikarena iitu, idiperlukan iupaya iuntuk imeningkatkan ikompetensi ipedagogik iguru idalam imendesain ipembelajaran imendalam. Sedangkan menurut (Ahmad Mubarok et. pembelajaran bahasa Indonesia harus menggunakan metode yang bervariasi, seperti metode komunikatif, problem-based learning, dan pendekatan berbasis teks untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami dan memproduksi teks. Menurut Daryanto . , pengembangan literasi membaca dan menulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia harus didukung dengan pendekatan yang variatif dan penggunaan media pembelajaran yang kreatif agar siswa tidak hanya mampu memahami isi teks tetapi juga berpikir kritis terhadapnya. Berdasarkan ihasil iobservasi iawal, iditemukan ibahwa ibanyak iguru ibahasa iIndonesia iyang ibelum imemahami idan imampu imenerapkan imodel ipembelajaran iyang imenyenangkan idengan ibaik. iOleh ikarena iitu, ipelatihan imodel iADDIE iberbasis ipembelajaran imendalam idapat imenjadi isolusi iuntuk imeningkatkan ikompetensi ipedagogik Penelitian iyang idilakukan iKetut iRusmulyani i. imenyatakan ibahwa ipenelitiannya imampu imengidentifikasi ipengembangan ipendidikan idan ipelatihan ibagi iaparatur isipil inegara isecara imendalam. iModel iADDIE iyang idigunakan iuntuk imengkaji ikurikulum ipendidikan idan ipelatihan iuntuk iaparatur inegara imelalui ilima itahapan iAnalysis, iDesign, iDevelopment, iImplementation idan iEvaluatio. , imenujukkan ikualitas ipelatihan iyang iberlangsung iselama iini isudah ibaik. Menurut ipenelitian iyang idilakukan iMatias iSira iLeter, iRiswandi, idan iHerpratiwi i. 2:103-. imenunjukan ibahwa ipenelitian ipengembangan ipelatihan idengan imenggunakan imodel iADDIE iterbukti ilayak idan imenarik iuntuk imeningkatkan ikompetensi iguru idalam imenerapkan ikurikulum ipendidikan inilai iCHYBK idi iYLM. Pengembangan imedia ipembelajaran idigital idengan ipendekatan imodel iADDIE i(Analysis, iDesign, iDevelopment, iImplementation, iEvaluatio. idapat imeningkatkan iketerlibatan isiswa idalam ipembelajaran iBahasa iIndonesia idi itingkat iSMP. iPenelitian iini imelibatkan iguru iBahasa iIndonesia idi iSMP iNegeri i2 iMalang, iyang idilatih iuntuk imendesain imedia idigital iinteraktif iberbasis iprinsip ijoyful ilearning, iseperti ipenggunaan icerita iinteraktif idan ipermainan ikosa ikata. iHasilnya imenunjukkan ipeningkatan imotivasi ibelajar isiswa isebesar i35% idan ikinerja ipedagogik iguru isebesar i28% isetelah ipelatihan iADDIE iditerapkan iselama idua isiklus ipembelajaran" i(Suryanti iet ial. , i2024, ihlm. Imas Susilawati, dkk. : Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru A Menurut Penelitian yang dilakukan oleh Maenah dkk. 4: 3272-3. Model ADDIE merupakan salah satu model paling umum digunakan untuk membantu guru dalam membuat desain pembelajaran di kelas yang efisien dan efektif dengan menerapkan proses model ADDIE pada setiap perencanaan pembelajaran. Dari ifakta-fakta itersebut, idapat idisimpulkan ibahwa ipelatihan imodel iADDIE iuntuk imengimplementasikan ipembelajaran imendalam isangat idibutuhkan ioleh iguru iBahasa iIndonesia idi iSMP. iPelatihan imodel iADDIE iini itidak ihanya irelevan iuntuk imeningkatkan ikompetensi ipedagogik iguru itetapi ijuga iuntuk imenjawab ikebutuhan ipembelajaran iyang ilebih iefektif idan isesuai idengan ikarakteristik isiswa idi iera imodern. iNamun, ipenelitian iini iberbeda ikarena imengintegrasikan imodel iADDIE idengan ipembelajaran imendalam isecara ikhusus iuntuk iguru ibahasa iIndonesia, iyang ibelum ibanyak idibahas idalam iliteratur METODE Penelitian iini imenggunakan ipendekatan imixed-methods ikarena menggabungkan imetode ikuantitatif idan ikualitatif isecara iberurutan idengan desain ieksperimen isekuensial ieksplanatori (Cresswell dalam Ahmad Syamil. iPopulasi ipenelitian iterdiri idari iguru iBahasa iIndonesia idi sekolah idampingan idi iKabupaten iCianjur, idengan isampel isebanyak i10 iguru untuk ikelompok ieksperimen idan i10 iguru iuntuk ikelompok ikontrol, idipilih menggunakan iteknik ipurposive isampling. iData idikumpulkan imelalui ites untuk mengukur ipengetahuan idan ipemahaman ipedagogik iguru isebelum idan sesudah pelatihan. iAda ikuesioner iuntuk imenilai ipersepsi idan isikap iguru iterhadap pelatihan. iWawancara imenggali ikendala idan ipengalaman iguru idalam menerapkan ipembelajaran imendalam. iSementara iObservasi idigunakan iuntuk menilai iimplementasi ipembelajaran idi ikelas imenggunakan irubrik ipenilaian. Pelatihan iADDIE idirancang idalam ilima itahap iyaitu: i. iAnalisis berupa imengidentifikasi ikebutuhan iguru idan isiswa. iDesain iberupa merancang imodul ipelatihan idan istrategi ipembelajaran. iPengembangan dengan imenyusun imateri, imedia, idan ialat ibantu ipembelajaran. Implementasi imelaksanakan ipelatihan iselama ilima ihari, itermasuk iseminar, lokakarya, idan ipendampingan. iEvaluasi: imengevaluasi ikeefektifan pelatihan melalui ites, iobservasi, idan iwawancara. Teknik ipengumpulan idata imeliputi ites ihasl ipelatihan, iangket/kuesioner, lembar iobservasi idan iwawancara. iLembar ites idiberikan idiawal idan idi iakhir pelatihan iyang idiberikan ikepada ikelompok ieksperimen idan ikontrol iuntuk mengukur iperubahan ipengetahuan idan ipemahaman ipedagogik iguru. iTes iini berbentuk isoal ipilihan iganda iyang idirancang iberdasarkan ikisi-kisi kompetensi pedagogik. Angket idisebar ikepada i10 iresponden idari ikelompok ieksperimen iuntuk mengetahui itanggapan, ipersepsi, idan irespon imereka iterhadap ipelatihan imodel ADDIE. iAngket iterdiri idari i20 ipernyataan ipositif idengan iskala iLikert, mencakup iaspek imateri, ifasilitas, ifasilitator, imetode, idan idurasi pelatihan. Begitu ipula iwawancara idilakukan ikepada i10 iresponden idari kelompok eksperimen iuntuk imengetahui ikeefektifan ipelatihan imodel iADDIE dan menggali itantangan idalam imegimplementasikan ipembelajaran imendalam. Sementara ilembar iobservai idigunakan iuntuk imengamati isecara ilangsung penerapan ipendekatan ipembelajaan imendalam idi ikelas imenggunakan ilembar observasi iberbasis irubrik ipenilaian. 52 Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya Volume 9 . Februari 2026, halaman 48-55 Untuk imenganalisis idata, isaya imenggunakan ipendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif berupa statistik ideskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif dilakukan dengan cara imenghitung irata-rata, idistribusi frekuensi, idan ipersentase iskor ites iawal idan iakhir iuntuk mendeskripsikan iperforma ikompetensi ipedagogik iguru. Sementara, statistik inferensial menggunakan iuji iMann-Whitney iU iuntuk imembandingkan hasil tes antara ikelompok ieksperimen idan ikontrol, iserta iuji ihomogenitas idan normalitas iuntuk imemastikan ivaliditas idata. iAnalisis idilakukan menggunakan iperangkat ilunak iJASP. Analisis kualitatif dilakukan untukimenganalisis idata iwawancara idan observasi idengan ipendekatan itematik, imengidentifikasi ipola idan itema terkait ipersepsi iguru, ikendala, idan ikeefektifan ipelatihan. iData ikualitatif ini idigunakan iuntuk imemperkuat itemuan ikuantitatif. HASIL iDAN iPEMBAHASAN Persiapan iPelatihan Pelatihan idirancang iberdasarkan ianalisis ikebutuhan iguru, idengan fokus pada pengembangan imodul ipembelajaran iyang imengimplementasikan pembelajaran mendalami(. indfull, meaningfull,I dan ijoyfullilearnin. iMateri pelatihani mencakup: . Mengenal Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Indonesia, . Filosofi. Latar Belakang, dan Konsep Pembelajaran mendalam, . Mendesain Pembelajaran Mendalam, . Implementasi Pembelajaran Mendalam, . Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pembelajaran Mendalam, dan . Praktik Microteaching dengan Pendekatan Mendalam. Metode Pelatihan, pendekatan pelatihan menggunakan kombinasi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi mengajar, dan lokakarya. Pendekatan ini mencerminkan prinsip Joyfull Learning agar guru merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Fasilitator ipelatihan, itermasuk idosen idan ipendamping dariiDinas iPendidikan, memastikan isuasana ipelatihan iyang idinamis idan mendukung. Pelaksanaan iPelatihan Kegiatan Pelatihan dilaksanakan selama lima hari. Tiga hari berturut-turut mulai tanggal 21, 22 Mei dan 24 Mei dan 2 hari menyesuaikan dengan jadwal pendampingan ke sekolah Hari pertama dilaksanakan di Gedung PGRI Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur. Hari pertama ini diawali dengan pembukaan. Kegiatan hari pertama ini resmi dibuka oleh Bapak Arifin (Kabid SD Disdikpora Kab. Cianju. Selanjutnya hari pertama ini diisi oleh materi dari ketua APSI Provinsi Jawa Barat (DR. Ujang Syarif Hidayat. Pd ). Materi kedua yaitu Pembelajaran Mendalam Sebagai Upaya Membentuk Karakter Generasi Alpha, disampaikan oleh DR. Dyah Lyesmaya. Si. Pd. (Dosen Universitas Nusaputr. Selama kegiatan berlangsung, peserta menyimak pemaparan dari pemateri dengan penuh antusias dan perhatian. Bahkan di sela-sela materi, narasumber memberikan pertanyaan-pertanyaan pemantik untuk menarik respon dan perhatian peserta. Peserta juga terlihat aktif dalam memberikan tanggapan dan pertanyaan. Kegiatan diakhiri dengan simpulan materi dan refleksi pembelajaran. Hari kedua dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2025 di SMP Negeri 5 Cibeber. Pada hari kedua ini disampaikan materi Mengenal Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Indonesia oleh Ibu Sri Rini Wahyuni. Pd. (Pengawas Ahli Madya Disdikpora Kab. Cianju. Selanjutnya materi kedua tentang Filosofi. Latar Belakang. Konsep, dan Implementasi Pembelajaran Imas Susilawati, dkk. : Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru A mendalam oleh Imas Susilawati (Pengawas Ahli Muda Disdikpora Kab. Cianju. Di sela-sela pergantian sesi juga dilakukan ice breaking dan senam otak agar peserta tidak jenuh dalam mengikuti pelatihan. Hari kedua juga diakhiri oleh refleksi kegiatan. Hari ketiga dilaksanakan di SMP Nahdlatul Ulama pada tanggal 24 Mei 2025. Materi yang disampaikan di hari ketiga ini lebih ke simulasi merancang RPP pembelajaran mendalam. Peserta langsung mempraktikkan cara-cara merancang RPP pembelajaran mendalam. Setelah selesai merancang RPP tersebut, kemudian disimulasikan di depan kelas. Kegiatan di hari pertama diakhiri dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan refleksi. Hari keempat peneliti melakukan pendampingan individu kepada guru bahasa Indonesia di satuan pendidikan masing masing dengan kegiatan: . Berdiskusi dan membimbing guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan elemen mindful, meaningful, dan joyful learning, seperti permainan edukatif, proyek kolaboratif, atau media . Mendampingi dan membimbing guru dalam memilih strategi pembelajaran aktif, seperti problem-based learning, project-based learning, atau pendekatan berbasis seni. Memastikan RPP mengakomodasi keberagaman kebutuhan siswa . isalnya, gaya belajar, tingkat kemampua. Hari kelima peneliti melakukan pendampingan individu kepada guru bahasa Indonesia di satuan pendidikan masing masing dengan kegiatan: . membersamai Kepala Sekolah mengamati pelaksanaan pembelajaran di kelas untuk memastikan penerapan pembelajaran mendalam. Memberikan saran secara langsung selama atau setelah pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Mengadakan diskusi dengan guru untuk mengevaluasi keberhasilan dan hambatan yang dihadapi. Kefektifan Pelatihan Berdasarkan ihasil ites, ikelompok ieksperimen iyang imengikuti ipelatihan iADDIE imenunjukkan ipeningkatan isignifikan idalam ikompetensi ipedagogik idibandingkan ikelompok ikontrol. iRata-rata iskor ipost-test ikelompok ieksperimen iadalah i88, idengan idistribusi iskor imayoritas iberada ipada ikategori i"Sangat iBaik" i. iUji iMannWhitney iU imengkonfirmasi iadanya iperbedaan iyang isignifikan isecara istatistik iantara ikedua ikelompok i. i< i0. iSelain iitu, ihasil iwawancara imenunjukkan ibahwa iguru imerasa ipelatihan imembantu imereka imenciptakan ipembelajaran iyang ilebih irelevan idan imenarik ibagi isiswa. Uji validitas angket menunjukkan bahwa semua butir pernyataan memiliki korelasi corrected item-total di atas 0,3, memenuhi kriteria validitas . tabel = 0,62 untuk df=8, =0,. Uji reliabilitas menggunakan CronbachAos Alpha menghasilkan nilai 0,85, menunjukkan konsistensi internal yang sangat baik, yang diperkuat oleh nilai McDonaldAos Omega sebesar 0,87. Analisis Alpha if Item Deleted menegaskan bahwa setiap butir pernyataan berkontribusi positif terhadap reliabilitas keseluruhan. Hasil ini menunjukkan bahwa angket yang digunakan adalah alat ukur yang andal untuk mengevaluasi persepsi guru terhadap pelatihan model ADDIE. Tanggapan guru terhadap pelatihan diukur melalui angket dan wawancara. Angket dengan 20 pernyataan mengevaluasi aspek materi, fasilitas, fasilitator, metode, dan durasi Sebanyak 60% responden sangat setuju bahwa materi pelatihan relevan dan tersusun secara sistematis, sementara fasilitas dan media pelatihan juga dinilai mendukung. Metode pelatihan berbasis Joyful Learning dianggap memotivasi, meskipun beberapa guru menyarankan durasi pelatihan yang lebih panjang dan materi yang lebih sederhana. Wawancara 54 Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya Volume 9 . Februari 2026, halaman 48-55 mengungkapkan bahwa tahap analisis dan desain ADDIE sangat membantu dalam memahami kebutuhan siswa dan merancang pembelajaran, tetapi implementasi memerlukan waktu untuk menyesuaikan dengan keberagaman siswa. Guru juga mengharapkan pelatihan rutin, pendampingan lanjutan, dan penyediaan media interaktif. Pelatihan imodel iADDIE iterbukti iefektif ikarena ipendekatannya iyang sistematis idan iTahap ianalisis imemungkinkan ipenyesuaian idengan kebutuhan ispesifik iguru, isementara itahap ipengembangan idan iimplementasi mendukung ipembelajaran iyang ikontekstual idan ikolaboratif. iPendekatan ideep learning imendorong isiswa iuntuk iberpikir ikritis idan ikreatif, isedangkan joyful learning imeningkatkan iketerlibatan iemosional isiswa imelalui aktivitas yang menyenangkan (A. Ramadhani et al. Hasil ipenelitian iini isejalan idengan iteori iKirkpatrick i. itentang evaluasi pelatihan, iyang imenekankan ipentingnya imengukur ireaksi, pembelajaran, perilaku, idan iGuru itidak ihanya imemahami ikonsep pembelajaran mendalam . eep learnin. , tetapi juga mampu menerapkannya di kelas, isehingga meningkatkan kualitas pembelajaran ibahasa iIndonesia. Tantangan idan iSolusi Beberapa itantangan iyang idihadapi iselama ipelatihan imeliputi keterbatasan iwaktu iuntuk ianalisis ikebutuhan isiswa, sumber idaya iterbatas idi beberapa isekolah, dan kurangnya ipengalaman iguru idalam imenggunakan media interaktif. Solusi iyang idiusulkan itermasuk menggunakan ikuesioner isederhana untuk imempercepat ianalisis ikebutuhan, menyediakan imodul ipelatihan iyang dapat idiakses isecara idaring, dan meningkatkan ifrekuensi ipendampingan iuntuk mendukung iimplementasi idi PENUTUP Pelatihan iberbasis imodel iADDIE iefektif idalam imeningkatkan ikompetensi pedagogik iguru iBahasa iIndonesia idi isekolah idampingan. iPeningkatan iini terlihat idari ikemampuan iguru idalam imerancang ipembelajaran iyang mendalam, imenggunakan istrategi iyang iberpusat ipada isiswa, idan menciptakan isuasana ibelajar iyang imenyenangkan. iHasil ites idan iobservasi menunjukkan ibahwa iguru iyang imengikuti ipelatihan imampu imengelola ikelas dengan ilebih ibaik idan imeningkatkan iketerlibatan isiswa. Pelatihan model ADDIE direkomendasikan sebagai pendekatan yang efektif untuk pengembangan profesional guru, dengan catatan bahwa implementasinya perlu didukung oleh pelatihan rutin, evaluasi berkala, dan pemberdayaan melalui komunitas belajar untuk memastikan keberlanjutan dan optimalisasi pembelajaran di kelas. Model ADDIE juga direkomendasikan sebagai pendekatan yang efektif dalam melaksanaan pembelajaran mendalam di kelas. DAFTAR IPUSTAKA Branch. Instructional design: The ADDIE approach. Springer Science & Business Media. Balitbang Kemdikbud. Laporan analisis program pelatihan model ADDIE guru. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan. Daryanto. Model pembelajaran inovatif. Gava Media. Imas Susilawati, dkk. : Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru A Kirkpatrick. Evaluating training programs: The four levels . nd ed. BerrettKoehler. Maenah. Taufiqulloh & Hanung Sudibyo. Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Interaktif untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru. Journal of Education Research, 5. Matias iSira iLeter, iRiswandi, iHerpratiwi. Mengembangkan iDesain iPelatihan iUntuk iMeningkatkan iKompetensi iGuru iDalam iMengimplementasikan iKurikulum iPendidikan iNilai iCHYBKAo. i6(Septembe. Mubarok. , dkk. Pendekatan komunikatif pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Onoma: Pendidikan. Bahasa, dan Sastra, 10. Peraturan Direktur iJenderal iGuru idan iTenaga Kependidikan. Perdirjen GTK Nomor 2626/B/HK. 01/2023 tentang Model Kompetensi Guru. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi. Ramadhani. , . Aprilia. , & . Penerapan Joyful Learning Dalam Upaya Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Matematika. Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika. https://doi. org/10. 31316/jderivat. Rejeki. Leksono. , & Rohman U. Pengembangan E-modul Berbasis Canva Model ADDIE Mata pelatihan Pembuatan Konten Video Interaktif dalam Pembelajaran pada Pelatihan TIK MTs di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Edukasia, 4. https://doi. org/10. 62775/edukasia. Riswan. , & Habibah. Strategi pembinaan kompetensi pedagogik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 6. Rusmulyani iKetut, i2020. iStudy iPengembangan iPendidikan iDan iPelatihan iBagi iAparatur iSipil iNegara iBerbasis iImplementasi iModel iADDIE iAp i(Susunan iArtikel iPendidika. iVol. i5 iNo. Suryanti, iE. , iWidayati, iR. , iNugrahani, iF. , i& iVeronika, iU. iPentingnya ipengembangan imedia iberbasis idigital ipada ipembelajaran iBahasa iIndonesia. iJurnal iPendidikan, ihttps://doi. org/10. 32585/jp. Syamil. , dkk. Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan kombinasi. Media Sains Indonesia. Wahyuningtyas. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Augmented Reality. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika. Wuwur. Wulandari. , & Rosyada. Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Keefektifan Belajar Siswa. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 6.