J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 ANALISIS EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR DALAM MATA PELAJARAN GURUAN AGAMA KRISTEN Melliana Sabrina. David Priyo Susilo. FianusTandiongan (Mahasiswa Prodi S1 PAK STT Kristus Alfa Omega:Mellianasabrina19@gmail. Dosen. piyo69@gmail. fianustandiongan72@gmail. Abstrak Berdasarkan permasalahan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini sekaligus menjadi tujuan penelitian, yaitu: Seberapa besar tingkat Strategi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa pada Mata Pelajaran PAK? Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Penelitian ini merupakan penelitian satu variabel dengan jumlah responden 66 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menghitung Skor Empiris: Skor Ideal x 100%. Penulis menemukan bahwa hipotesis, yaitu tingkat strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa PAK, berada pada kategori sangat baik dalam tabel interpretasi persentase deskriptif, yakni 92%. Kata Kunci: Strategi pembelajaran, peningkatan kemampuan berpikir. Pendidikan Agama Kristen Abstract Based on the problems above, the formulation of the problem in the research is the purpose of this research, namely: How big is the level of Learning Strategies for Increasing Students' Thinking Ability in PAK Subjects? In this study, researchers used quantitative methods with descriptive research types. This research is a onevariable research, the number of respondents is 66 students. This data collection is done by using a questionnaire or questionnaire. Hypothesis testing is done by calculating the Empirical Score: Ideal Score x 100%. The writer found that the hypothesis, namely the level of learning strategies to increase the thinking ability of PAK students, was in the very good category in the descriptive percentage interpretation table, namely 92%. Key Word: Learning strategies, increasing thinking skills. Christian Religious Education PENDAHULUAN Dalam kegiatan pembelajaran di SDN 07 Sirilogui siberut utara kepulauan mentawai ada siswa yang belajar Guruan agama Kristen, guru menggunakan berbagai strategi pembelajaran dalam proses kegiatan pembelajaran. Dengan hal ini seorang guru harus lebih kreatif dalam menciptakan proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan supaya daya pikir anak semakin berkembang. Seorang guru harus mempersiapkan diri dalam menyampaikan materi dengan terarah dan sistematis, sehingga mampu mengetahui lebih lanjut tentang penerapan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir ini. Berdasarkan hasil angket pra-penelitian terdapat dugaan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir ini kurang maksimal yang ditandai dengan siswa kurang mengerti dan memahami pembelajaran yang dipelajari karena kurang interaksi antar guru dan siswa. Hal ini dibuktikan dengan J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 masalah-masalah yang terjadi dalam pelaksanaan strategi ini seperti kurangnya interaksi yang baik antar guru dan siswa, kurang melakukan diskusi atau tanya jawab di kelas hanya duduk diam di kelas mendengarkan penjelasan materi sehingga peningkatan kemampuan berpikir siswa tidak berkembang. Peneliti tertarik dengan mengangkat judul penelitian strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB) ini karena strategi ini tidak mengharapkan siswa sebagai objek belajar hanya duduk diam mendengarkan penjelasan guru kemudian mencatat yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi untuk melatih kemampuan masing-masing individu siswa dalam memecahkan suatu masalah secara tepat dan baik, mengajarkan untuk terampil dalam memecahkan masalah, juga melatih untuk berusaha keras dalam memperoleh solusi dari pemecahan suatu masalah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan ini siswa semakin percaya diri dalam hal diskusi, tanya jawab dan mampu menyampaikan argumentasinya. Kemp menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Jelas bahwa strategi pembelajaran ini bukan hanya seorang guru yang mengerjakannya melainkan siswa juga dapat mengerjakannya. Jadi sebagai guru seharusnya perlu mengetahui peran dan fungsi dari strategi pembelajaran untuk lebih baik dalam mengajar supaya siswa juga dapat merasakan dan menikmati proses penerapan strategi pembelajaran yang menekankan kepada mental anak dalam berpikir secara maksimal adalah strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir. Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir ini bukan hanya menuntut siswa hanya mendengar dan mencatat pelajaran, melainkan menghendaki siswa dalam proses berpikir. Hal ini dilakukan untuk mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam menyelesaikan masalahnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar tingkat Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir Siswa Mata Pelajaran Guruan Agama Kristen Di SDN 07 Sirilogui. METODOLOGI Permasalahan penelitian ini adalah meneliti penggunaan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir di kalangan siswa Guruan Agama Kristen di SDN 07 Sirilogui. Adapun metode penelitian merupakan proses atau cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Metode yang digunakan adalah metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif sedangkan Penelitian kuantitatif itu sendiri adalah penelitian yang menggunakan observasi, wawancara atau angket mengenai keadaan atau objek yang kita lalui melalui angket dan juga kita mengumpulkan data untuk menguji hipotesis atau menguji sebuah pertanyaan mengenai objek yang ditemukan. 1Hendry Guntur Tarigan. Strategi Pengajaran Dan Pembelajaran (Bandung: Angkasa, 1. , 02. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 Melalui penelitian deskriptif, penelitian ini akan memaparkan yang sebenarnya terjadi mengenai keadaan sekarang ini yang sedang diteliti. Metode penelitian pada dasarnya memiliki ciri-ciri ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Tujuannya adalah untuk membuat gambaran yang sistematis mengenai data yang faktual dan akurat tentang fakta-fakta serta berhubungan dengan fenomena yang diselidiki maupun yang diteliti. Adapun metode Penelitian kuantitatif merupakan upaya dalam menyelidiki masalah yang ada. Masalah yang ada dalam dasar yang digunakan oleh peneliti dalam mengambil data dan kemudian melakukan pembuktian terhadap fakta empiris di lapangan karena penelitian kuantitatif ini adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kuantitatif jenis Untuk menunjang penelitian ini peneliti menuliskan tentang Studi Deskriptif Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir Siswa Pada Mata Pelajaran Guruan Agama Kristen. Penelitian deskriptif ini sendiri adalah salah satu jenis penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang mengumpulkan data mengenai Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir Siswa Pada Mata Pelajaran Guruan Agama Kristen Di SDN 07 Sirilogui. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel bebas, tetapi menggambarkan kondisi apa Tujuan penelitian kuantitatif ini adalah untuk mengembangkan model matematis karena penelitian tidak sekedar menggunakan teori yang diambil melainkan juga membangun hipotesis yang memiliki ketertarikan dengan fenomena yang diteliti. 2 Jadi dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif. PEMBAHASAN Pengertian Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus . ang diinginka. 3 SPPKB yaitu . adalah strategi pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir, artinya tujuan yang akan dicapai oleh SPPKB adalah bukan sekedar siswa menguasai jumlah materi pelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa verbal. telaah-telaah fakta atau pengalaman merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir, artinya pengembangan gagasan dan ide didasarkan pada pengalaman anak dalam kehidupan sehari-hari atau berdasarkan kemampuan anak untuk mendeskripsikan hasil pengamatan terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. sasaran SPPKB adalah kemampuan anak untuk 2Amrudin. Metodologi Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif (Bandung: Cv. Media Sains Indonesia, n. ), 16. 3AuDepartemen Guruan Nasional,Ay Kamus Besar Bahasa Indonesia (Gramedia Pusat Utama, 2. , 1340. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sesuai dengan taraf perkembangannya. 4 Implementasi strategi pembelajaran ini, dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikirnya menjadi lebih logis dan kritis. SPPKB juga merupakan strategi pembelajaran yang bertumpu pada proses perbaikan dan peningkatan kemampuan berpikir siswa. SPPKB menekankan kepada keterlibatan siswa secara penuh dalam belajar. Hal ini sesuai dengan hakikat SPPKB yang tidak mengharapkan penjelasan guru kemudian mencatat untuk dihafalkan. 5 Strategi ini juga mampu melatih pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui pengalamannya sebagai bahan untuk memecahkan masalahnya. Jadi SPPKB ini merupakan strategi pembelajaran yang mengaktifkan atau melatih siswa untuk dapat menghadapi masalah dan memecahkannya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memacu anak untuk berpikir sehingga dapat menemukan konsep sendiri. Keberhasilan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir dalam pembelajaran terletak pada keaktifan siswa dalam mengungkapkan gagasan, ide dan pemikiran selama pembelajaran, dengan mengembangkan keterampilan berpikir kritis maka siswa diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah sosial ekonomi yang dihadapinya sehari-hari sekaligus ikut berperan aktif dalam memberikan kontribusi, memberikan solusi dan alternatif-alternatif pemecahan masalah lainnya yang sesuai dengan kemampuan dan perkembangan usianya. Semakin aktif dan kritis siswa berpikir, maka keberhasilan implementasi strategi ini semakin besar. Guru perlu mengetahui dan menguasai setiap strategi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, apakah dalam penerapannya guru benar-benar dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa atau tidak. Apabila guru menerapkan suatu strategi dengan baik dalam proses pembelajaran, maka strategi itu dapat dievaluasi tingkat keberhasilannya, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, keefektifan dan efisien dalam penerapan. Apakah strategi yang diterapkan sudah mampu menumbuhkan motivasi siswa untuk belajar, membuat siswa aktif dan kritis dalam berpikir. Penelitian ini berfokus pada penerapan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB), yang mana strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir ini dilakukan supaya dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikirnya dengan proses pembelajaran PAIKEM, sehingga siswa tidak hanya duduk diam mendengarkan penjelasan materi yang dilakukan melalui ceramah oleh guru, melainkan siswa bisa lebih aktif, mampu berkarya, mampu mencari dan menyelesaikan masalah sendiri serta tidak mudah melupakan pembelajaran sebelumnya. 4Laila Etika Rahmawati dan Miftakul Huda. Evaluasi Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2. , 176. 5Ibid. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 Karakteristik Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir Setiap strategi pembelajaran memiliki karakteristik atau keunikan masing-masing yang menjadi pembeda dengan strategi pembelajaran lainnya. Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir menekankan kepada keterlibatan siswa secara penuh dalam belajar. Hal ini sesuai dengan hakikat strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir yang tidak mengharapkan siswa sebagai objek belajar hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, kemudian mencatat yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran dan mencatat untuk dihafalkan. Sebagai mengembangkan kemampuan berpikir, strategi peningkatan kemampuan berpikir ini memiliki 3 karakteristik utama yaitu. Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan kepada proses mental peserta didik secara Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir bukan strategi pembelajaran yang hanya menuntut siswa sekedar mendengar dan mencatat, tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. Berkaitan dengan karakteristik tersebut, maka dalam proses implementasi strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir ini perlu diperhatikan hal-hal berikut ini: pertama, jika belajar tergantung pada bagaimana informasi diproses secara mental, maka kognitif siswa harus menjadi kepedulian pertama para guru. Artinya, guru harus menyadari bahwa proses pembelajaran itu yang terpenting, bukan hanya apa yang dipelajari, tetapi bagaimana cara mereka mempelajarinya. Kedua, guru harus mempertimbangkan tingkat perkembangan kognitif siswa ketika merencanakan topik yang harus dipelajari serta metode apa yang digunakan. Ketiga. Siswa harus mengorganisasi yang mereka pelajari. Dalam hal ini guru harus membantu agar siswa belajar untuk melihat hubungan antar bagian yang dipelajari. Keempat. Guru harus dapat membantu siswa belajar dengan memperhatikan bagaimana gagasan baru berhubungan dengan pengetahuan yang telah mereka Kelima. Informasi baru akan bisa ditangkap lebih mudah oleh siswa, manakala siswa dapat mengorganisasikannya dengan pengetahuan yang telah mereka miliki. Dengan demikian guru harus dapat membantu siswa belajar dengan memperlihatkan bagaimana gagasan baru berhubungan dengan pengetahuan yang telah mereka miliki. Keenam. Siswa harus secara aktif merespon apa yang mereka pelajari. Merespon dalam konteks ini adalah aktivitas mental bukan aktivitas secara fisik. SPPKB dilaksanakan dalam situasi dialogis dan proses tanya jawab secara terus menerus. Proses pembelajaran melalui dialogis dan Tanya jawab secara terus menerus. Dalam proses pembelajaran melalui dialog dan Tanya jawab diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa . J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 SPPKB adalah model pembelajaran yang menyandarkan kepada dua sisi yang sama pentingnya, yaitu proses dan hasil belajar. Proses belajar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir, sedangkan sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkonstruksi pengetahuan baru. Berdasarkan karakteristik yang dikemukakan di atas, maka strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir menghendaki siswa harus aktif dalam proses pembelajaran, tidak hanya sekedar mendengar dan mencatat apa yang diberikan oleh guru, tetapi siswa juga harus mampu mengkonstruksi dan membangun pengetahuan baru dari informasi yang diterima. Dari penjelasan di atas maka disimpulkan bahwa strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan suatu pembelajaran yang mengutamakan kepada keaktifan siswa dan kemampuan bernalar atau berpikir siswa. Kegiatan berpikir itu membutuhkan suasana yang kondusif agar siswa dapat berkonsentrasi dalam berpikir dan dapat memecahkan masalah yang telah diangkat menjadi tema pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator dalam penerapan strategi pembelajaran ini, yang membawa siswa untuk berpikir secara kritis dalam menyelesaikan masalah serta guru juga harus memahami kondisi mental siswanya saat menyampaikan materi sehingga dalam proses pembelajaran tidak akan mengalami Penyampaian materi dalam strategi ini tidak langsung disajikan kepada siswa melainkan siswa dibimbing untuk menemukan konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa. Disini guru memanfaatkan pengalaman siswa sebagai titik tolak berpikir bukan teka-teki yang harus dicari jawabannya. Seperti pengalaman melakukan kerja kelompok, tugas diskusi, dan mengerjakan tugas-tugas lainnya. Pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialami, dan tujuan yang ingin dicapai oleh strategi ini adalah kemampuan siswa dalam proses berpikir untuk memperoleh pengetahuan, maka kriteria keberhasilan ditentukan oleh proses dan hasil belajar. Dalam pola pembelajaran SPPKB, guru memanfaatkan pengalaman siswa sebagai titik tolak berpikir, bukan teka-teki yang harus dicari jawabannya. SPPKB adalah pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah fisika menggunakan model Think Talk Write berbasis strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir. Model pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB) adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaah fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan memecahkan masalah yang diajukan. Implementasi strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir ini adalah keterlibatan aktif siswa dalam mengikuti Terdapat beberapa hal yang terkandung dalam pengertian di atas sebagai berikut: pertama, strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah strategi pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir, artinya tujuan yang ingin dicapai oleh strategi peningkatan kemampuan berpikir ini yaitu. bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi yang dipelajari, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa kemampuan berbicara J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 secara verbal merupakan salah satu kemampuan berpikir. Kedua, telaah fakta-fakta sosial atau pengalaman sosial merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir, gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan sehari-hari dan atau berdasarkan kemampuan anak untuk mendeskripsikan hasil pengamatan mereka terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga. Sasaran akhir strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuai dengan taraf perkembangan anak. Berpikir pada umumnya didefinisikan sebagai proses mental yang yang dapat menghasilkan Berpikir merupakan suatu aspek eksistensi dari manusia. Berpikir adalah suatu aktivitas yang tidak asing lagi dalam pendidikan, baik secara sadar maupun tidak sadar aktivitas keseharian yang dikerjakan selalu diiringi dengan proses berpikir. Berpikir juga merupakan proses untuk menggambarkan segala sesuatu berarti memberi arahan pada diri sendiri ke suatu objek, secara aktif dan sadar serta mempresentasikan dalam pikiran, lalu mempunyai wawasan berkenaan dengan objek itu. Terutama bagi para siswa, proses berpikir menjadi suatu kewajiban untuk dilakukan agar dapat memiliki wawasan yang luas. Untuk dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikirnya, ada beberapa macam strategi yang perlu dilakukan dalam proses kegiatan belajar yaitu. pertama dialogis. Dialogis merupakan komunikasi yang dilakukan dua arah. Dialogis adalah sebuah proses penyampaian pesan anta pribadi maupun kelompok yang menunjukan adanya sebuah interaksi, sebuah hubungan yang terjadi melalui dialog. Strategi ini menunjukan supaya siswa lebih aktif dalam menyampaikan gagasan atau ide-ide yang dimilikinya. kedua tanya jawab. Metode ini dilakukan dengan mengadakan Tanya jawab dengan bermaksud mengetahui apakah ingatan anak-anak menguasai bahan pelajaran yang telah Tanya jawab artinya soal jawab, kata lain dari Tanya jawab adalah diskusi. Strategi ini dilakukan untuk mengajak siswa berpikir dengan apa yang sudah dipelajari sebelumnya sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa terhadap masalah yang ada. Ketiga diskusi. Diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa suatu permasalahan. Tujuan utama metode diskusi ini adalah untuk memecahkan masalah, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa serta untuk mampu membuat keputusan. Diskusi juga merupakan pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. Nurjamal mengatakan bahwa diskusi merupakan forum untuk bertukar pikiran diantara kelompok orang yang bersengaja membahas suatu masalah atau topik untuk mencari kesalahpahaman-kesepakatan dalam mencari solusi atau pemecahan suatu masalah. 7 Jadi berpikir ini adalah aktivitas yang sering dilakukan oleh setiap manusia baik itu secara sadar maupun tidak sadar untuk mendapatkan pengetahuan baru. 6Awalludin. Pengantar Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tingg (Yogyakarta: Grup Penerbitan CV. Budi Utama, 2. , 240. 7Awalludin. Pengantar Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi, 240. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 Pressisen memberikan pengertian berpikir sebagai suatu aktivitas mental dalam suatu usaha untuk memperoleh pengetahuan. Oleh karena itu berpikir merupakan proses kognitif yang tidak dapat dilihat secara fisik, tetapi dapat dilihat dari hasil berpikir yaitu berupa ide, pengetahuan, prosedur, argumen, dan keputusan. Berpikir sering dilakukan untuk menemukan konsep, bernalar dan berpikir secara kritis, membuat keputusan, berpikir kreatif, dan menyelesaikan masalah. 8 Dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran, setiap siswa harus berusaha menerapkan proses berpikir secara maksimal. Tujuan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir Tujuan utama dari strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir ini adalah sebagai . Tujuan yang ingin dicapai oleh strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah kemampuan siswa dalam proses berpikir untuk memperoleh pengetahuan, maka kriteria keberhasilan ditentukan oleh proses hasil belajar. Keberhasilan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir dalam pembelajaran disebabkan karena keaktifan siswa mengungkapkan gagasan dan pemikiran selama pembelajaran. Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir bukan hanya sekedar menguasai sejumlah materi pembelajaran, akan tetapi bagaimana siswa mengembangkan gagasan-gagasan atau ide-ide melalui keterampilan berbahasa. Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa sehingga mereka dapat berpikir, mencari dan menentukan materi pembelajaran sendiri9. Tujuan utama dari strategi adalah membantu siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, terarah dalam kegiatan-kegiatan yang logis dan sistematis. Hal penting lainnya adalah dapat mengembangkan percaya diri siswa. Sikap percaya diri siswa sangatlah membawa pengaruh yang besar dalam diri siswa, hal ini merupakan suatu dorongan yang mendasar dalam diri siswa. Dilihat dari beberapa tujuan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir ini maka peran guru dituntut untuk memberi stimulus kepada siswa berupa pertanyaan-pertanyaan kepada siswa agar mereka mampu mengungkapkan gagasan serta memiliki kemampuan untuk bertanya, sehingga terjadi interaksi multi arah antara guru dan siswa. Sasaran akhir strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuai dengan kemampuan dan taraf perkembangannya. Prinsip yang di kembangkan Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah dengan mengedepankan siswa untuk memecahkan masalah-masalah sosial dan kemampuan siswa untuk mendeskripsikan hasil pengamatan mereka sesuai dengan taraf perkembangan kemampuan berpikir 8Made Dharma Atmaja Putu Ade Andre Padadnya. Implementasi Strategi Pembelajaran (Yogyakarta: Group Penerbitan Cv. Budi Utama, 2. , 5. 9Anita Purba. Strategi Pembelajaran (Yayasan Kita Menulis, 2. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 10 Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir diterapkan dalam situasi dialogis dan proses tanya jawab secara terus-menerus. Proses pembelajaran melalui dialog dan tanya jawab itu diarahkan untuk mengembangkan daya pikir siswa sehubungan dengan masalah-masalah yang diajukan, sehingga siswa jadi memiliki pandangan tersendiri atas solusi atau cara pemecahan masalah yang telah diberikan, yang mana pada kemampuan berpikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir berdasarkan pengalaman siswa itu sendiri dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memacu anak untuk berpikir sehingga dapat menemukan konsep sendiri. Tujuan yang ingin dicapai oleh Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi pembelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan secara verbal merupakan salah satu kemampuan berpikir. Tahapan-Tahapan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir Ada 6 tahapan yang terdapat dalam strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir, sebagai berikut. Tahap Orientasi Pada tahap ini guru mempersiapkan siswa untuk memulai belajar. Pada tahap ini guru dapat menyampaikan tujuan belajar dan kompeten siapa yang akan dicapai dalam pertemuan tersebut, demikian juga proses pembelajaran apa yang akan siswa lakukan. Tujuan yang yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau kemampuan berpikir harus diwakili siswa. Penjelasan proses pembelajaran juga harus dilakukan siswa, yaitu penjelasan tentang apa yang harus dilakukan siswa di setiap proses pembelajaran. Oleh sebab itu tahapan ini merupakan tahapan yang sangat penting dalam implementasi proses pembelajaran. Untuk itulah dialog yang dikembangkan guru pada tahapan ini harus mampu menggugah dan menumbuhkan minat belajar siswa. Tahap Pelacakan Tahap ini merupakan tahap penjajahan guru untuk mengetahui pengetahuan siswa, tahap ini bertujuan membantu guru dalam mengembangkan dialog dalam kelas. Dialog dan pertanyaan yang dikembangkan disesuaikan dengan tema yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Melalui tahapan ini guru mengembangkan dialog dan Tanya jawab untuk mengungkapkan pengalaman apa saja yang 10Ericka Darmawan. Strategi Belajar Mengajar Biologi (Magelang: Penerbit Pustaka Rumah C1nta, 2. , 40. 11Ali Mudlofir. Desain Pembelajaran Inovatif: Dari Teori Ke Praktis (Depok: PT. RajaGrafindo Persada, 2. , 79. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 telah dimiliki siswa yang dianggap relevan dengan tema yang akan disajikan. Dengan berbekal pemahaman itulah selanjutnya guru menentukan bagaimana ia harus mengembangkan dialog dan Tanya jawab pada tahapan-tahapan selanjutnya. Tahap konfrontasi Tahap ini merupakan tahap penyajian persoalan yang harus dipecahkan dengan tingkat kemampuan berpikir dan pengalaman siswa. Untuk merangsang peningkatan kemampuan siswa pada tahap ini guru dapat memberikan persoalan-persoalan yang dilematis yang membutuhkan jawaban atau jalan keluar. Pada tahap ini guru harus dapat mengembangkan dialog agar siswa benar-benar memahami persoalan yang harus dipecahkan. Mengapa demikian? Sebab, pemahaman terhadap masalah akan mendorong siswa untuk dapat berpikir. Oleh sebab itu keberhasilan pembelajaran pada tahap selanjutnya akan ditentukan oleh tahapan ini. Tahap Inkuiri Tahap ini merupakan tahap terpenting dalam SPPKB karena tahap ini siswa melakukan proses berpikir yang sesungguhnya. Melalui tahap ini, siswa diajak untuk memecahkan persoalan yang Oleh karena itu, pada tahap ini guru harus memberikan ruang dan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan gagasan dalam Upaya pemecahan persoalan. Melalui berbagai teknik bertanya, guru harus dapat menumbuhkan keberanian siswa agar mereka dapat menjelaskan, mengungkapkan fakta sesuai dengan pengalamannya, memberikan argumentasi yang meyakinkan mengembangkan gagasan, dan lain sebagainya. Tahap Akomodasi Tahap ini merupakan tahap pembentukan pengetahuan baru melalui proses penyimpulan. Pada tahap ini siswa dituntut dapat menemukan kata-kata kunci sesuai dengan topik pembelajaran. Pada tahap ini melalui dialog, guru membimbing agar siswa dapat menyimpulkan apa yang mereka temukan dan mereka pahami sekitar topik yang dipermasalahkan. Tahap akomodasi bisa juga dikatakan sebagai tahap pemantapan hasil belajar, sebab pada tahap ini siswa diarahkan untuk mampu mengungkap kembali pembahasan yang dianggap penting dalam proses pembelajaran. Tahap Transfer Tahap ini merupakan tahap penyajian masalah baru di hadapan teman-temannya atau audience, tahap ini presentasi temuan siswa selama mereka ikut tahapan-tahapan belajar di atas. Tahap transfer dimaksudkan sebagai tahapan agar siswa mampu mentransfer kemampuan berpikir setiap siswa untuk memecahkan masalah-masalah baru. Pada tahap ini guru dapat memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan topik pembahasan. Ada juga beberapa tahapan strategi pembelajaran kemampuan berpikir J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 menurut Sudjana adalah sebagai berikut:12 pertama, tahap pra instruksional yang dilakukan guru dengan cara memberikan kesempatan siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum mereka kuasai dari materi sebelumnya. Guru juga dapat mengajukan pertanyaan kepada siswa mengenai materi yang telah diajarkan, demikian juga guru dapat mengulang secara singkat semua aspek materi yang telah diajarkan. Kedua, tahap instruksional yang pada tahap ini guru dapat melakukan sosialisasi materi, memberikan penugasan dan contoh-contoh, menggunakan alat bantu untuk memperjelas materi, dan menyimpulkan hasil belajar. Ketiga, tahap evaluasi tindak lanjut adalah tahap yang diperlukan untuk mengetahui keberhasilan tahap instruksional. Ranah kognitif mengurutkan keahlian berpikir sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Proses berpikir menggambarkan tahap berpikir yang harus dikuasai oleh siswa agar mampu mengaplikasikan teori ke dalam perbuatan. Ada 6 level ranah kognitif menurut Taksonomi Bloom, yaitu: Knowledge (Pengetahua. Comprehension (Pemahaman dan Perseps. Application (Penerapa. Analysis (Penguraian atau penjabara. Evaluation (Penilaia. Proses berpikir ini mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Adapun hasil dari perubahan atau perbaikan dari ranah kognitif karena menyesuaikan kemajuan perkembangan zaman dan hasilnya adalah sebagai berikut: Level 1 knowledge diubah menjadi memembering . Level 2 comprehension dipertegas menjadi understanding . Level 3 application diubah menjadi applying . Level 4 analysis menjadi analyzing . Level 5 synthesis dinaikkan levelnya menjadi level 6 dengan perubahan mendasar, yaitu creating . Level 6 evaluation turun posisinya menjadi level 5, dengan sebutan evaluating . Keunggulan dan kelemahan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir13 Keunggulan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir: SPPKB akan membantu siswa dalam mengembangkan kepribadian yang demokratis, karena dalam proses pembelajarannya, siswa dituntut untuk berdialog atau bermusyawarah dengan teman-temannya. SPPKB akan melatih menumbuhkan jiwa keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapat. SPPKB akan melatih siswa untuk berpikir kritis dan sistematis i. SPPKB melatih daya pikir siswa dalam menyelesaikan masalah yang ditemukan dalam . Siswa lebih siap menghadapi setiap persoalan yang disajikan oleh gurunya. Siswa diprioritaskan lebih aktif dalam proses pembelajaran. Memberikan kebebasan untuk mengekspor kemampuan siswa dengan berbagai media yang ada. 12Ibid. , 78. 13Ibid. , 81. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 Kelemahan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir: Apabila guru tidak dapat menjadi fasilitator yang baik, maka SPPKB tidak akan menemukan hasil yang maksimal, misalnya guru tidak dapat mengembangkan kemampuan bertanya, maka dialog yang terjadi akan pasif, demikian juga apabila guru tidak dapat membimbing siswa untuk saling menghargai dan terbuka, maka akan mengakibatkan suasana tidak kondusif di dalam kelas, karena akan saling mengolok-olok dan lain sebagainya. Dominasi keterlibatan siswa dalam berdiskusi kemungkinan besar terjadi. SPPKB membutuhkan waktu yang relatif banyak, sehingga jika waktu pelajaran singkat maka tidak akan belajar dengan lancer. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir rendah akan kesulitan untuk mengikuti pembelajaran, karena siswa selalu akan diarahkan untuk memecahkan masalah-masalah yang diajukan. Guru atau siswa yang tidak memiliki kesiapan akan SPPKB ini, akan membuat proses pembelajaran tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya, sehingga tujuan yang ingin dicapai tidak dapat dipenuhi. SPPKB hanya dapat diterapkan dengan baik pada sekolah yang sesuai dengan karakter SPPKB. Berdasarkan deskriptif data analisis dari hasil penelitian peneliti, ditemukan hasil dari penerapan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir mata pelajaran Guruan Agama Kristen di SDN 07 Sirilogui sudah sangat efektif. Hal ini didasari dari temuan peneliti dari seluruh siswa dari kelas 4-5 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Hasil uji hipotesis yang berada dalam kategori O60% kemudian dilakukan perhitungan hasil uji hipotesisnya dan mendapat hasil AACA: . % x . = 75. Kemudian dilakukan lagi perhitungan rata-tara empiris 60% atau sama dengan 75 maka hasilnya adalah 114,9. Berdasarkan perbandingan didapatkan bahwa nilai hipotesis tidak sama dengan nilai skor empiris yang lebih besar. Maka selanjutnya untuk mengetahui tingkat strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir siswa mata pelajaran Guruan agama Kristen di SDN 07 Sirilogui dilakukan dengan cara mencari nilai persentase dan mendapat hasil 91,92. Berdasarkan pedoman interpretasi makna nilai tingkat strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir siswa mata pelajaran Guru Agama Kristen di SDN 07 Sirilogui adalah sangat baik. Berdasarkan analisis data kuantitatif dari hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa melalui tingkat strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir siswa mata pelajaran guruan agama Kristen di SDN 07 Sirilogui sudah sangat baik, hal ini ditandai dengan temuan penelitian yaitu diantaranya siswa sudah mampu mengembangkan kemampuan berpikirnya, siswa juga sudah cukup efektif dalam belajar yang mana ditandai dengan siswa sudah mampu berpikir kreatif dalam memecahkan masalahnya dan tidak hanya menyelesaikan dari satu sudut pandang saja. Selain itu, melalui analisis data ditemukan bahwa penerapan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir siswa mata pelajaran guruan agama Kristen di SDN sudah mampu berpikir kritis, diketahui dari J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 siswa sudah cepat tanggap dan sistematis dalam menjawab dan memecahkan masalah. Penerapan strategi ini melatih siswa untuk melakukan komunikasi yang efektif terlihat dari suasana kelas yang menyenangkan, siswa sudah mulai berani berpendapat dan menjawab pertanyaan, siswa juga sudah bisa menghargai pendapat orang lain, dan lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan proses pembelajaran di dalam kelas. Selain itu, penerapan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir ini melatih siswa dalam memecahkan masalah sudah cukup baik, yang terlihat dimana siswa sudah mampu melakukan diskusi atau tanya jawab di kelas dengan gurunya, membantu siswa berpikir kritis, logis dan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan orang lain. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dengan pendekatan kuantitatif, ditemukan bahwa strategi pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SDN 07 Sirilogui telah diterapkan dengan sangat baik, terbukti dari hasil angket yang menunjukkan capaian sebesar 91%. Sebagian besar guru telah berupaya optimal dalam menerapkan strategi tersebut, dan siswa merasakan adanya perubahan positif dalam proses pembelajaran. Penerapan strategi ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kreativitas, berpikir kritis, rasa percaya diri, antusiasme, dan keterampilan pemecahan masalah siswa. Meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, secara umum strategi ini telah menunjukkan efektivitas dalam mendorong perkembangan kemampuan berpikir siswa secara menyeluruh. DAFTAR PUSTAKA