v3i1. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X Implementasi Literasi Digital dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 1 Gunung Kaler Fajar Widianto1. Alfaiko Janita2 1 Universitas Syeikh Nawawi Banten Jl. Kp. Kemuludan. Tanara. Kec. Tanara. Kabupaten Serang. Banten 42194 2 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten Jl. Ciruas - Walantaka KM. 1 Kota Serang Banten. Serang. Banten. Indonesia Email : 1fajarwidianto95@gmail. com 2alfaikojanita@gmail. DOI : https://doi. org/10. 52620/sainsdata. Abstrak Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam konteks pembelajaran matematika yang membahas masalah: . Bagaimana Penerapan Literasi Digital Terhadap Pembelajaran pada Kelas Vi SMPN 1 Gunung Kaler . Bagaimana Hasil Belajar Siswa Setelah Diterapkannya Literasi Digital dalam Pembelajaran Kelas Vi SMPN 1 Gunung Kaler? Jenis penelitian yang digunakan adalah Action Reaseach berbasis kelas dengan menggunakan Siklus I dan Siklus II. Subjek penelitian adalah siswa kelas Vi. 1 Semester I Tahun Pelajaran 2024/2025 dengan jumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan tes unjuk kerja. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil siklus jumlah siswa yang lulus KKM 65 pada pembelajaran matematika adalah 15,38%, maka dilakukanlah siklus I dan mendapatkan hasil 38,46% meningkat 23%. Pada hasil siklus I dianggap tidak memuaskan dilakukan siklus ke II dengan jumlah kelulusan 84,61% meningkat 46,15% dari siklus I. Suasana pembelajaran menggunakan literasi digital membuat kondisi kelas menjadi lebih aktif dan efisien dalam kegiatan belajar. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran berbasis literasi digital Reach Area dalam mata pelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas Vi di SMP Negeri 1 Gunung Kaler. Kata Kunci: Literasi Digital. Hasil Belajar Siswa. Pembelajaran Matematika. Model Reach Area Abstract This classroom action research was carried out in the context of mathematics learning which discusses the problems: . How is Digital Literacy Implemented in Learning in Class Vi of SMPN 1 Gunung Kaler . What are the Student Learning Results After Implementing Digital Literacy in Class Vi of SMPN 1 Gunung Kaler? The type of research used is class-based Action Research using Cycle I and Cycle II. The research subjects were 26 students in class Vi. 1 Semester I of the 2024/2025 academic year. Data collection techniques use observation, documentation and performance tests. Based on the research results, the number of students who passed KKM 65 in mathematics learning 38%, so the first cycle was carried out and the results were 38. 46%, an increase of 23%. The results of the first cycle were considered unsatisfactory. The second cycle was carried out with a pass rate of 84. 61%, an increase of 46. 15% from the first cycle. The learning atmosphere using digital literacy made the class conditions more active and efficient in learning activities. Thus, the use of the Reach Area digital literacy-based learning model in mathematics subjects can improve the learning outcomes of class Vi students at SMP Negeri 1 Gunung Kaler. Keywords: Digital Literacy. Student Learning Outcomes. Mathematics Learning. Reach Area Model This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License AAuthor . https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X PENDAHULUAN Teknologi Informasi dan komunikasi semakin canggih. Saat ini memperoleh informasi sangat mudah. Media digital memudahkan setiap penggunanya untuk saling berbagi informasi. Pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. Sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga. Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong pembiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di masyarakat. Pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari (Rizal et al. , 2. Kemajuan teknologi tidak dapat dipungkiri di masa sekarang ini, kemudahan untuk mengakses segala informasi yang dapat diakses melalui beberapa aplikasi dalam gadget dan teknologi lainnya (Veronika et al. , 2. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya. Penggunaan literasi digital dalampembelajaran khususnya dikarenakanpembelajaran matematikapenyampaian materi yang diajarkan terbatas oleh waktu sehingga siswa/siswi tidak banyak menerimamateri yang diajarkan di sekolah. Dengan fasilitas yang sudah ada siswa belum mampu memberikan hasil belajar yang maksimal. Hasil belajar siswa pada tahun pelajaran 2023/2024 Semester ganjil dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Umu. yang ditentukan 65 membuat tidak banyak siswa mampu menuntaskannya. Dari 26 siswa yang terdiri dari Kelas Vi. terdapat hanya sekitar 30% siswa yang mampu melampaui KKM yang sudah ditetapkan oleh Tidak dipungkiri bahwa pada zaman sekarang para siswa dengan segala kecanggihan handphone atau teknologi yang dimiliki seharusnya sudah mampu berpikir luas denganadanya fasilitas yang disiapkan. Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan. Penelitian ini dilakukan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu penelitian yang berfokus pada penyelesaian masalah aktual yang dialami guru dalam proses pembelajaran (Pudji. et al 2. SMPN 1 Gunung Kaler memperbolehkan siswa membawa dan menggunakan handphone dilingkungan Guru harus mengajarkan literasi digitalkepada siswa dan siswa diberikebebasan untuk mencari informasi melalui digital tapi masih dalam pengawasan guru mata pelajaran. Namun, penggunaan teknologi digital mengenai sumber informasi yang dapat dipercaya menjadi salah satu hambatan siswa dalam mengerjakan tugas sehingga penelitian tindakan ini merupakan langkah yang tepat untuk mengatasinya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru tentang konsep, metode, cara pengembangan instrument dan analisis PTK serta meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan karya ilmiah hasil PTK. TINJAUAN PUSTAKA Literasi Digital Pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip dasar pengembangan literasi digital, antara lain, sebagai berikut. Pemahaman Prinsip pertama dari literasi digital adalah pemahaman sederhana yang meliputi kemampuan v3i1. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X untuk mengekstrak ide secara implisit dan ekspilisit dari media. Saling Ketergantungan Prinsip kedua dari literasi digital adalah saling ketergantungan yang dimaknai bagaimana suatu bentuk media berhubungan dengan yang lain secara potensi, metaforis, ideal, dan harfiah. Dahulu jumlah media yang sedikit dibuat dengan tujuan untuk mengisolasi dan penerbitan menjadi lebih mudah daripada sebelumnya. Sekarang ini dengan begitu banyaknya jumlah media, bentuk-bentuk media diharapkan tidak hanya sekadar berdampingan, tetapi juga saling melengkapi satu sama lain. Faktor Sosial Berbagi tidak hanya sekadar sarana untuk menunjukkan identitas pribadi atau distribusi informasi, tetapi juga dapat membuat pesan tersendiri. Siapa yang membagikan informasi, kepada siapa informasi itu diberikan, dan melalui media apa informasi itu berikan tidak hanya dapat menentukan keberhasilan jangka panjang media itu sendiri, tetapi juga dapat membentuk ekosistem organik untuk mencari informasi, berbagi informasi, menyimpan informasi, dan akhirnya membentuk ulang media itu sendiri. (Rizal et al. , 2. Penelitian Tindak Kelas (PTK) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu penelitian yang berfokus pada penyelesaian masalah aktual yang dialami guru dalam proses pembelajaran. Tujuan utama PTK adalah untuk mengubah kerangka kerja dalam melaksanakan pembelajaran di kelas serta mengubah perilaku guru maupun peserta didik ke arah yang lebih baik. (Pudji. et al 2. Hasil Belajar Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku peserta didik yang terjadi setelah mengikuti Perubahan tersebut meliputi aspek kognitif . emampuan hapalan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluas. , afektif . enerimaan, partisipasi, penilaian, organisasi, dan karakterisas. dan psikomotorik . ersepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks dan kreativitita. (Qiptiyyah. METODE Metodologi penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelasVi SMP Negeri 1 Gunung Kaler. Penelitian yang berfokus pada penyelesaian masalah aktual yang dialami guru dalam proses pembelajaran. Tujuan utama PTK adalah untuk mengubah kerangka kerja dalam melaksanakan pembelajaran di kelas serta mengubah perilaku guru maupun peserta didik ke arah yang lebih baik. (Pudji. et al 2. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)dilaksanakan di SMP Negeri 1 Gunung Kaler berada di Jl. Syekh Nawawi Tanara. Desa Kedung. Kecamatan Gunung Kaler. Kabupaten Tangerang. Provinsi Banten. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan siswa kelas Vi. 1 SMPN 1 Gunung Kaler yang terdiri dari 15 siswa laki-laki, dan 11 siswa perempuan. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, dokumentasi dan tes. Jenis tes yang digunakan dalam penelitian adalah tes dalam ranah kognitif, ranah afektif dan psikomotorik. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan prosedur penelitian dirancang dan dilaksanakan dengan sistematis dan terencana dengan baik. Maka penerapan literasi digital yang telah dilaksanakan sebanyak dua siklus dengan pemaparan hasil sebagai berikut. Siklus I Diketahui persentase ketuntasan untuk nilai kognitif siswa pada saat nilai mata pelajaran matematika yang diberikan oleh gurunya 4 orang atau 15,38% yang mendapatkan nilai yang v3i1. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X mencapai KKM 65. Namun setelah tindakan kelas pada siklus I jumlah siswa yang mencapai nilai di atas KKM 65 meningkat dari 4 atau 15,38% siswa menjadi 10 siswa atau 38,46%. Pada siklus I belum bisa dikatakan berhasil dikarenakan masihada 61,54% yang belum meningkat atau belum mendapatkan nilai di atasKKM maka akan dilanjutkan pada siklus II. Sedangkan pada ranah afektif pada saat pengamatan pelaksanaan siklus I didapatkan nilai afektif siswa 4 siswa dengan jumlah persentasi 15,38% dengan keterangan baik sekali, 12 siswa dengan persentase 46,15% dengan keterangan baik dan 10 siswa dengan persentasi 38,46% dengan keterangan cukup Pada ranah psikomotorik peningkatan terjadi saat pengamatan yang terjadi pada siklus I sebanyak 7 siswa dengan persentase 26,92% dengan keterangan baik sekali, 13siswa dengan persentasi 50% dengan keterangan baik dan 6 siswadengan persentasi 23,07% dengan persentase cukup. Siklus II Diketahui persentase ketuntasan saat tindakan kelas pada siklus I sesuai dengan hasil penilaian teskinerja yaitu 10 siswa atau 38,46% yang mendapatkan nilai di atas KKM 65. Namun setelah tindakan kelas pada siklus II jumlah siswa yang mencapai nilai di atas KKM 65meningkat dari 10 siswa atau 38,46% menjadi 21 siswa atau 84,61% oleh karena itu untuk peningkatan persentase ketuntasan belajar siswameningkat hingga mencapai 100% atau semuanya mendapat Sedangkan pada ranah afektif pada saat pengamatan pelaksanaan siklus I didapatkan nilai afektif 4 siswa dengan jumlah persentasi 15,38% dengan keterangan baik sekali, 12 siswa dengan persentase 46,15% dengan keterangan baik dan 10 siswa dengan persentasi 38,46% dengan keterangan cukup. Maka pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 11 siswa dengan keterangan Baik sekali dengan persentasi 42,3% dan 15 siswa dengan persentase 57,69% dengan keterangan Baik. Pada ranah psikomotorik peningkatan terjadi saat pengamatan yang terjadi pada siklus I sebanyak 7 siswa dengan persentase 26,92% dengan keterangan Baik Sekali, 13 siswa dengan persentasi 50% dengan keterangan Baik dan 6 siswa dengan persentasi 23,07% dengan keterangan Cukup maka pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 16 siswa dengan keterangan Baik Sekali dengan persentase 61,53% dan keterangan Baik mendapatkan 38,46% dengan jumlah siswa 10 orang. Pada level kognitif taksonomi bloom terdapat enam aspek yaitu memahami/mengerti, mengaplikasi, menganalisis, menciptakan dan mengevaluasi. Pada aspek memahami/mengerti, siswamampu mencari materi pembelajaranmengenai bruto, tara dan netto setelah sebelumnya dijelaskan oleh peneliti. Perlunya pengawasan ketika melalukan pembelajaran menggunakanhandphone menjadi hal yang penting. Pada aspek menerapkan, siswa mampu menerapkan bagaimana cara mencari materi pembelajaran melalui internet dengan menggunakan aplikasi google atau crome. Selanjutnya siswa menganalisis dengan merangkum hasil pencarianmateri melalui internet, dan padatahap evaluasi siswa yaitu pemberiantes untuk mengetahui pengetahuan siswa setelah merekamempelajarinya. Pada Ranah afektif dilihat dari kegiatan pembelajaran berlangsung. Ranah afektif dinilai melalui lembar pengamatan. Pada ranah ini aspek penilaiannya yaitu memperhatikan guru. ketika menjelaskan, kedisiplinan, mengerjakan tugas, sopan dan membantu teman. Penilaian dengan aspek ini dilakukanagar siswa mampu mengembangkan sikap patuh dan hormat kepada guru teman dan mengikuti segala tata tertib yang ada Pada aspek psikomotorik aspek yang dinilai adalah gagasan siswa, kecepatan siswa mencari informasi,keaktifan, dan ketepatan jawaban. Pada aspek gagasan siswa, siswa diminta untuk berfikir dengan mengabungkan atau melengkapi hasil atau jawaban siswa yang lain. Penilaian psikomotorik melatih siswa agar mampu mengemukakan gagasan dari materi yang diapatkan, bagaimana memanfaatkan waktu dengan kecanggihan internet, ketepatan dalam menjawab pertanyaan dan respon dan rekasi siswa ketika menerima pelajaran. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis literasi digital Reach Area dalam mata pelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas Vi menggunakan siklus I dan siklus II dapat dilihat hasil Kognitif jumlah siswa yang lulus KKM 65 pada pembelajaran matematika adalah 15,38%, maka dilakukanlah siklus I dan mendapatkan hasil 38,46% meningkat 23%. Pada hasil siklus I dianggap tidak memuaskan dilakukan siklus ke II dengan jumlah kelulusan84,61% meningkat 46,15% dari siklus I. Suasana pembelajaran menggunakan literasi digital membuat kondisi kelas menjadi lebih aktif dan efisien dalam kegiatan belajar, ranah afektif pada siklus I dengan rata-rata 12,62 % meningkat pada siklus II menjadi 16,4 %. Sedangkan ranah psikomotorik didapatkan hasil pada siklus I 10,41% naik menjadi 13,2%. DAFTAR PUSTAKA