Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan Volume 14. No. April 2023 ISSN:2086-3861 E-ISSN: 2503-2283 Pemijahan Semi Alami Ikan Tambakan (Helostoma temmincki. Induced Spawning of Kissing Gouramy Fish (Helostoma temmincki. Muhammad Fadhil Akbar . Suherman , dan Retno Cahya Mukti Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Indralaya. Ogan Ilir. Sumatera Selatan. Indonesia Balai Benih Ikan Bedegung. Muara Enim,Sumatera Selatan. Indonesia *Penulis korespondensi : email : retnocahyamukti@unsri. (Diterima Desember 2022 /Disetujui Maret 2. ABSTRACT Kissing gouramy (Helostoma temminck. is a native Indonesian fish found in several rivers in Sumatra and Kalimantan. It is now difficult to obtain aquaculture seeds from public waters because of the excessive catching of aquaculture fish for their eggs. Fish farming has not been done much to meet market demand. This activity aims to determine the semi-natural spawning of kissing gouramy on fecundity, fertilization rate and hatching rate. The stages carried out in this activity are the stages of broodstock selection, hormone injection, spawning and hatching of eggs. The size of the male parent used was 237. 5 g, while the size of the female parent used was 250 g, the male:female ratio was 2:1, the dose of ovaprimA hormone used was 0. 2 mL kg of the female parent's weight, and 0. 4 mL kg of the weight of the male parent. Parameters observed included fecundity, degree of fertilization, degree of penetration, and air quality. The fecundity, degree of fertilization, hatching, and air quality data obtained were processed and presented in the form of tables and figures which were then analyzed descriptively. The resulting data obtained were fecundity 95,329 grains, ferlization rate 93. 5% and hatching rate 95. Water quality in the main pond is a temperature of 27. 5 C and a pH of 7. 16, while the water quality in the rearing aquarium is a temperature of 27. 6 C and pH 8. From the results obtained, it can be concluded that induced spawning of kissing gouramy shows high yields. Keywords :kissing gouramy, cultivation, induced spawning ABSTRAK Ikan tambakan (Helostoma temminck. adalahiikan asli Indonesia terdapat di beberapa sungai di Sumatera dan Kalimantan. Benihiikan tambakan yang berasal dari perairan umum saat ini sudah mulai sulit didapatkan karena penangkapan ikan tambakan ini dilakukan secara berlebihan untuk diambil telurnya. Budidaya ikan tambakan belum banyak dilakukan untuk memenuhi permintaan Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pemijahan ikan tambakan secara semi alami terhadap fekunditas, derajat pembuahan dan derajat penetasan yang dihasilkan. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu tahapan seleksi indukan, penyuntikan hormon, pemijahan dan penetasan telur. Induk jantan yang digunakan berukuran 237,5 g, sedangkan ukuran induk betina yang digunakan yaitu 250 g, perbandingan induk jantan:betina yaitu 2:1, dosis hormon ovaprimA yang digunakan yaitu 0,2 mL kg dari bobot induk betina, dan 0,4 mL kg dari bobot induk jantan. Parameter yang diamati yaitu fekunditas, derajat pembuahan, derajat penetasan, dan kualitas air. Data fekunditas, derajat pembuahan, derajat penetasan, dan kualitas air yang diperoleh diolah dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Data hasil yang diperoleh yaitu fekunditas 95. 329 butir, derajat pembuahan sebesar 93,5% dan derajat penetasan sebesar 95,6%. Kualitas air pada kolam induk yaitu suhu sebesar 27,5 C dan pH sebesar 7,16, sedangkan kualitas air pada akuarium pemeliharaan yaitu suhu sebesar 27,6 C dan pH 8,49. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemijahan ikan tambakan secara semi alami menunjukkan hasil yang tinggi. Kata Kunci: ikan tambakan, budidaya, pemijahan semi alami To Cite this Paper: Akbar. Suherman. Mukti. , 2023. Pemijahan Semi Alami Ikan Tambakan (Helostoma temmincki. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 39-46. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. PENDAHULUAN Ikan tambakan (Helostoma temminck. adalah ikanaasli Indonesia terdapat di beberapa sungai di Sumatera dan Kalimantan. Ikan tersebut hidup di sungai, anak sungai dan daerah genangan kawasan hulu hingga hilir bahkan di muara-muara sungai yang berlubuk dan berhutan Komoditas ikan ini tergolong ekonomis penting karena harganya yang tinggi, dan rasa dagingnya yang gurih membuat ikan tambakan sangat digemari dikalangan masyarakat Indonesia bahkan di beberapa negara seperti Brunei dan Malaysia. Ikan tambakan juga banyak diperdagangkan untuk dibudidaya di Asia Tenggara. Berdasarkan keunggulan tersebut, ikan tambakan digolongkan sebagai ikan potensial untuk dibudidayakan, sehingga perlu dilakukan kegiatan pembenihan ikan tambakan (Mariska et al. , 2. Di alam ikan tambakan menjadi targetppenangkapan yang potensial. Benih ikan tambakan yang berasal dari perairan umum saat ini sudah mulai sulit didapatkan karena penangkapan ikan tambakan ini dilakukan secara berlebihan untuk diambil telurnya. Budidaya ikan tambakan belum banyak dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar. Kebutuhan masyarakat akan konsumsi ikan terus meningkat dari tahun ke tahun. Produksi ikan di Indonesia harus didukung oleh benih yang unggul dan berkualitas. Pembenihan ikan dilakukan untuk menghasilkan benih ikan yang nantinya akan digunakan pada segmen pembesaran. Pada proses pembesaran sendiri pakan yang diberikan harus mencukupi kebutuhan nutrisi ikan. Menurut Sari, . mengemukakan bahwa pemberian pakan dengan kandungan protein 35% dapat menghasilkan pertumbuhan terbaik pada ikan tambakan. Pembenihan ikan tambakan dapat dilakukan secara pemijahan alami dan buatan. Pemijahan ikan tambakan secara alami dilakukan tanpa adanya campur tangan dari manusia dengan melakukan migrasi ke hutan, rawa atau anak-anak sungai untuk melakukan pemijahan (Nurdawati dan Prasetyo, 2. Balai Benih Ikan Bedegung (BBI) merupakan salah satu lokasi yang telah melakukan kegiatan pembenihan ikan tambakan secara semi alami. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui pemijahan ikan tambakan secara semi alami sehingga menghasilkan fekunditas telur yang tinggi, derajat pembuahan . ertilization rat. yang tinggi serta derajat penetasan telur . atching rat. yang tinggi. Selain itu juga diharapkan hasil yang diperoleh dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai rujukan pembudidaya ikan ataupun masyarakat dalam kegiatan pembenihan ikan tambakan secara semi alami. MATERI DAN METODE Waktu dan Tempat Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan Bedegung (BBI) Bedegung. Muara Enim. Sumatera Selatan pada bulan Desember 2021-Januari 2022. Alat dan Bahan Alat yang digunakan ialah timbangan digital dengan ketelitian 0,1g, syringe dengan ketelitian 0,1 mL, ember atau baskom dengan volume 5 L, mistar dengan ketelitian 0,1 mm, saringan dan jarring ikan, pH meter, termometer, dan waring. Selanjutnya bahan yang digunakan adalah, ikan tambakan dengan bobot per ikannya 250 g, hormon gonadrotropin dan pakan komersil dengan kandungan proten 35%. Prosedur Kegiatan Seleksi Induk Kegiatan ini diawali dengan melakukan tahapan seleksi indukan ikan tambakan (Helostoma temencki. pada kolam beton yang berukuran 2 x 3 m dengan ketinggian air berkisar antara 60-80 cm dengan padat tebar 100-150 ekor/ kolam (Lisna, 2. Indukan tambakan diseleksi dan diamati tingkat kematangan gonadnya, salah satu caranya adalah dengan melihat bagian bawah perut ikan tambakan apakah sudah besar mengarah ke lubang genital (Ernawati et al. Sebanyak 12 ekor ikan tambakan yang diantaranya 8 ekor ikan jantan dan 4 ekor ikan betina yang telah matang gonad akan dilakukan sampling dan pengukuran bobot ikan yang berguna untuk mengetahui dosis penyuntikan yang diperlukan dalam prosesnya. Ikan tambakan yang akan dijadikan induk memiliki bobot rata-rata 237,5 g pada indukan jantan dan 250 g pada indukan Ikan yang telah disampling diletakkan pada jaring berukuran 2 x 5 m sebagai tempat To Cite this Paper: Akbar. Suherman. Mukti. , 2023. Pemijahan Semi Alami Ikan Tambakan (Helostoma temmincki. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 39-46. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. pemeliharaan induk sementara. Seleksi induk disajikan dalam Gambar 1. Gambar 1. Seleksi induk Penyuntikan Hormon Setelah dilakukan tahapan seleksi indukan kemudian ikan indukan ikan tambakan dilakukan penyuntikan hormon, penyuntikan ini merupakan bagian dari suatu upaya rangsangan hormonal yang dilakukan untuk menstimulus pematangan gonad indukan ikan tambakan. Penyuntikan hormon ovulasi menggunakan ovaprimA, dilakukan untuk merangsang proses ovulasi. Sesuai dengan fungsinya ovaprimA berperan di dalam mamacu terjadi ovulasi dan pemijahan pada ikan, yaitu pada saat pematangan gonad dimana sGnRH analog berperan merangsang hipofisi untuk melepas gonadrotropin (Sugistia et al. , 2. Penyuntikan dilakukan dengan pengambilan ikan yang sebelumnya telah disiapkan pada kolam beton kemudian dilakukan penyuntikan hormon ovaprimA dengan dosis 0,2 mL kg untuk induk betina, dan 0,4 mL kg untuk induk jantan. Penyuntikan dilakukan pada bagian punggung sirip atau bagian sebelah sirip, dengan kemiringan penyuntikan sudut 45o-60o. Penyuntikan dilakukan hanya 1 kali saja pada pukul 12. 00 WIB. Adapun tahap penyuntikan hormon disajikan dalam Gambar 2. Gambar 2. Penyuntikan hormon Pemijahan Induk Setelah dilakukan proses penyuntikan kemudian indukan ikan tambakan dilakukan tahapan pemijahan, tahapan pemijahan dilakukan setelah ikan disuntik dan kemudian diletakkan ke dalam kolam pemeliharaan. Pemijahan ikan tambakan ini berlangsung secara semi alami. Pemijahan berlangsung dalam waktu 8-12 jam setelah penyuntikan. Hal ini sejalan dengan penelitian Arfah et To Cite this Paper: Akbar. Suherman. Mukti. , 2023. Pemijahan Semi Alami Ikan Tambakan (Helostoma temmincki. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 39-46. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. , . yang menyatakan bahwa waktu ovulasi tercepat terjadi 8 jam setelah penyuntikan. Pemijahan berlangsung dalam waktu 8-12 jam setelah penyuntikan. Penetasan Telur Setelah ikan berhasil memijah proses selanjutnya adalah penetasan. Penetasan telur ikan tambakan dilakukan di tempat yang sama yaitu di tempat pemijahan indukan ikan tambakan yaitu di kolam semen berukuran 2 x 3 m , akan tetapi indukannya harus dipisahkan dari telurnya agar tidak dimakan oleh indukannya. Telur ikan tambakan mulai menetas 12 jam, dan penetasannya juga tidak sekaligus. Pengamatan dilakukan seteah 24 jam (Hasan et al. , 2. Parameter Fekunditas Fekunditas dihitung berdasarkan metode gravimetrik, di mana diambil sampel telur sebanyak satu gram untuk kemudian dikonversi terhadap bobot keseluruhan telur yang diovulasikan. Adapun rumus fekunditas adalah sebagai berikut : F = (Wg/W. x N Keterangan : = Fekunditas . umlah telur dalam satuan gonad/ika. = Bobot gonad . = Bobot sampel . = Jumlah telur dalam sampel Derajat Pembuahan Nilai derajat pembuahan atau fertilizition rate (FR) dihitung dengan menggunakan rumus menurut sebagai berikut: FR (%) = x 100% Derajat Penetasan Untuk mendapatkan nilai derajat penetasan atau hatching rate (HR) dihitung menggunakan rumus Effendie . , sebagai berikut: HR (%) = x 100% Kualitas Air Pengukuran dilakukan pada air mediappemeliharaan induk meliputi suhu dengan menggunakan termometer dan derajat keasaman . H) dengan menggunakan pH meter pengukuran dilakukan setiap hari pada waktu pagi, siang dan malam. Analisis Data Data fekunditas, derajat pembuahan, derajatppenetasan, dan kualitas air yang diperoleh diolah dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar yang kemudian dianalisis secara deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Data fekunditas, derajat pembuahan, derajat penetasan dan kelangsungan hidup larva ikan tambakan disajikan dalam tabel 1. sebagai berikut. Tabel 1. Data fekunditas, derajat pembuahan, derajat penetasan ikan tambakan To Cite this Paper: Akbar. Suherman. Mukti. , 2023. Pemijahan Semi Alami Ikan Tambakan (Helostoma temmincki. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 39-46. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Fekunditas . Derajat pembuahan (%) Derajat penetasan (%) Berdasarkan Tabel 1. menunjukkan nilai fekunditas ikan tambakan sebanyak 95. 329 butir. Faktor yang menentukan fekunditas ikan adalah mutu pakan, hormonal dan lingkungan. Muniarsih . dalam Firmantin et al. , . menyatakan bahwa hubungan asam lemak dan vitamin E dalam tubuh ikan berbanding lurus, semakin tinggi kadar vitamin E makin besar peluang asam lemak untuk tidak teroksidasi, sehingga makin banyak cadangan asam lemak yang dapat dimanfaatkan untuk perkembangan gonad. Pakan dengan lemak omega-3 yang lebih tinggi pada perlakuan D mampu meningkatkan fluiditas membran sel dan prostaglandin telur yang menyebabkan aksi gonadotropin dalam pembentukan telur meningkat sehingga fekunditas juga meningkat. Darwisito . menyatakan bahwa keberadaan asam lemak esensial omega-3 pada membran sel apat mempengaruhi ifat fluiditas membran sel serta berfungsi sebagai prekursor kuning telur senyawa prostaglandin yang berperan sebagai hormon reproduksi. Asam lemak esensial yang terkandung dalam telur ikan berpengaruh terhadap stadia awal embriogenesis dan menentukan apakah embrio tersebut dapat berkembang atau tidak. Pembuahan atau fertilisasi adalah bergabungnya inti sperma dengan inti sel telur dalam sitoplasma hingga membentuk zigot. Pada dasarnya fertilisasi adalah merupakan satuan atau fusi sel gamet jantan dan gamet betina untuk membentuk sel zigot. (Effendie, 1. Ciri-cirinya telur terbuahi memiliki warna kuning bening dan inti sel terlihat utuh atau sempurna sebaliknya telur tidak terbuahi memiliki warna putih susu dan inti sel telur terlihat tidak utuh atau tidak sempurna (Burmansyah et al. , 2. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Rustidja, . yaitu telur yang terbuahi memiliki ciri transparan, sehingga mudah dibedakan dengan telur yang mati. Telur ikan tambakan disajikan pada Gambar 3. Gambar 3. Telur ikan tambakan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuahan (FR) sebanyak 93,5% (Tabel . Faktor yang mempengaruhi persentase pembuahan antara lain kualitas telur, kualitas sperma dan sex ratio. Sex ratio yang tepat, akan membuat proses fertilisasi terjadi optimal karena jumlah sel telur mampu terbuahi oleh sel sperma. Hal ini diduga karena dengan sex ratio yang tepat, jumlah sel telur dan sperma berada pada kondisi optimal. Perbandingan jumlah jantan dalam pemijahan ikan biawan sangat berpengaruh pada tingkat pembuhaannya, ini memberikan penjelasan bahwa dengan jumlah jantan yang lebih banyak memberikan peluang terbuahinya telur secara optimal, karena dengan banyaknya jumlah sperma jantan hingga mampu membuahi telur induk betina dan telur dapat terbuahi dengan sempurna. Faktor pembuahan sangat ditentukan oleh seberapa banyak telur yang dapat dibuahi oleh sperma, semakin banyak telur yang dibuahi oleh sperma semakin tinggi daya tetasnya dan sebaliknya. Hal ini didukung Masrizal dan Efrizal . bahwa daya tetas telur ikan selalu ditentukan oleh pembuahan sperma, kecuali bila ada faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Berdasarkan Tabel 1. menunjukkan daya tetas telur ikan tambakan menunjukan nilai 95,6%. Derajat penetasan pada hasil kegiatan ini dikategorikan tinggi karena dengan nilai derajat To Cite this Paper: Akbar. Suherman. Mukti. , 2023. Pemijahan Semi Alami Ikan Tambakan (Helostoma temmincki. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 39-46. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. penetasan dengan nilai 30-50 % adalah dianggap rendah, dan > 60% dianggap tinggi (Hijriyati. Dalam pengamatan daya tetas telur semakin matang telur yang dipijahkan maka semakin baik hasil penetasan telur, karena kemungkinan sperma mencapai inti telur secara maksimal akan Menurut Effendi . , telur-telur hasil pemijahan yang dibuahi selanjutnya berkembang menjadi embrio dan akhirnya menetas menjadi larva, sedangkan telur yang tidak dibuahi akan mati dan membusuk. Lama waktu perkembangan hingga telur menetas menjadi larva tergantung pada spesies ikan. Masrizal dan Efrizal . bahwa daya tetas telur ikan selalu ditentukan oleh pembuahan sperma, kecuali bila ada faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Selanjutnya dikemukakan pula bahwa faktor internal yang mempengaruhi tingkat penetasan telur adalah perkembangan embrio yang terlambat akibat kualitas sperma yang tidak baik. Larva yang telah menetas disajikan pada Gambar 4. Gambar 4. Larva yang telah menetas Kualitas Air Kualitas air budidaya ikan tambakan tambakan dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Kualitas air budidaya ikan tambakan Parameter Kolam indukan Akuarium pemeliharaan larva Suhu (A C) 7,16 8,49 Air adalah media hidup ikan, kualitas air adalah variabel yang sangat penting dalam memelihara ikan, karena akan mempengaruhi pertumbuhan dan sintasan larva ikan. Kualitas air merupakan faktor penting dan pembatas bagi mahluk hidup yang hidup dalam perairan baik faktor kimia, biologi dan fisika. Hasil pengukuran pH selama melakukan proses kegiatan pemeliharaan indukan dan larva yaitu kisaran 7-8,50. Menurut Effendi . menyatakan bahwa air yang baik untuk budidaya ikan adalah kisaran netral dengan pH 7,0- 8,0. Derajat keasaman . H) merupakan suatu ekspresi dari konsentrasi ion hydrogen (H ) di dalam air, besarannya dinyatakan minus logaritma dari konsentrasi ion H, pH menunjukan kekuatan antara asam dan basah dalam air. Berdasarkan hasil pengukuran suhu air media pemeliharaan selama kegiatan diperoleh suhu 26,528AC. Suhu air mempunyai pengaruh besar pertukaran zat atau metabolism mahluk hidup Selain mempunyai pengaruh pertukaran zat, suhu berpengaruh terhadap kadar oksigen terlarut dalam air, semkin tinggi suhu suatu perairan maka akan semakin cepat perairan tersebut mengalami kejenuhan akan oksigen. pH yang basa inilah menjadi salah satu penyebab kegagalan dalam proses budidaya ikan tambakan, yang mana pada habitatnya bahwasanya ikan tambakan merupakan ikan perairan rawa, perairan rawa sendiri sebagian besar memiliki pH yang asam (Arifin et al. , 2. KESIMPULAN Data hasil yang diperoleh yaitu fekunditas sebesar 95. 329 butir, derajat pembuahan sebesar 93,5%, dan derajat penetasan sebesar 95,6%. Kualitas air pada kolam induk yaitu suhu sebesar To Cite this Paper: Akbar. Suherman. Mukti. , 2023. Pemijahan Semi Alami Ikan Tambakan (Helostoma temmincki. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14 . : 39-46. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. 27,5 C dan pH sebesar 7,16, sedangkan kualitas air pada akuarium pemeliharaan yaitu suhu sebesar 27,6 C dan pH 8,49. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Balai Benih Ikan (BBI) Bedegung yang telah mengizinkan penulis melaksanakan kegiatan dan kepada semua pihak yang sudah membantu dalam menyelesaikan kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA