Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Uji Adaptasi Empat Galur Jagung Hibrida (Zea mays L. Pada Dataran Menengah Tanggamus Adaptation Test Of Four Maize Hybrid (Zea mays L. On The Medium Plains Tanggamus Ira Anggraini1 . Jaenudin Kartahadimaja1*. Nurman Abdul Hakim1 Teknologi Perbenihan. Jurusan Budidaya Tanaman Pangan. Politeknik Negeri Lampung. Jl. Soekarno Hatta No. Rajabasa. Bandar Lampung Diterima 13 Januari 2020 Disetujui 27 Maret 2020 ABSTRAK Jagung mempunyai peran strategis bagi perekonomian nasional, jagung penyumbang terbesar kedua setelah padi dalam subsektor tanaman pangan. Uji adaptasi merupakan kegiatan uji lapangan terhadap tanaman dibeberapa agroekologi bagi tanaman untuk mengetahui keunggulan dan interaksi varietas terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui galur jagung hibrida rakitan Politeknik Negeri Lampung yang mampu beradaptasi di dataran Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gisting Kabupaten Tanggamus pada bulan September 2017 Ae Februari 2018 dengan metode Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS) yang terdiri dari 1 faktor yaitu galur, 3 ulangan, 5 genotipe yaitu 4 galur A (PL 300 X PL . B (PL 101 X PL . C (PL 401 X PL . D (PL 403 X PL . dan varietas NK 22 sebagai Hasil penelitian uji adaptasi pada dataran menengah Tanggamus menunjukkan bahwa galur A. C, dan D mampu beradaptasi pada dataran menengah dapat dilihat dari hasil biji per hektar yang setara dengan varietas Kata kunci : Dataran menengah, jagung, uji adaptas. ABSTRACT Corn has a strategic role for the national economy. Corn is the second largest contributor after rice in the food crops sub-sector. Adaptation test is a field test activity on plants in some agroecology for plants to determine the superiority and interaction of varieties on the environment. The purpose of this study was to determine the hybrid maize assembled by the Politeknik Negeri Lampung that was able to adapt in the medium plains. This research was conducted in Gisting Village. Tanggamus Regency in September 2017 - February 2018 with Perfect Randomized Group Design Method (RKTS) consisting of 1 factor, namely maize lines, 3 replications, 5 genotypes consist of 4 lines A (PL 300 X PL . B (PL 101 X PL . C (PL 401 X PL . D (PL 403 X PL . and varieties of NK 22 as a comparison. The results of the adaptation test in the Tanggamus show that lines A. C, and D are able to adapt to the medium plain can be seen from the seed yield per hectare which is equivalent to the comparative varieties. Keywords: Medium plains, corn,adaptation test * korespondensi: : jaenudinkartahadimaja@polinela. Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Kartahadimaja telah berhasil PENDAHULUAN Jagung merakit beberapa galur hibrida F1 s a t u komoditas tanaman pangan antara lain galur A (PL 300 X PL B (PL 101 X PL . C (PL prioritas dalam 401 X PL . D (PL 403 X PL Indonesia. Menurut Betran et al. yang sudah dilakukan UDHP (Uji Daya Hasil Pendahulua. di Sutoro dataran rendah (Polinel. jagung bergantung pada varietas Upaya peningkatan produksi penggunaan varietas, pemupukan Masalah Indonesia optimum, dan adalah jika suatu saat Indonesia populasi tanam. Faktor Ae faktor tersebut saling berkaitan sehingga . oleh negara asing dalam peningkatan produksi jagung bukan hal yang mustahil suatu saat Indonesia akan mengalami krisis sehingga diperoleh hasil yang tinggi produksi jagung yang sangat hebat. (Suwardi dan Roy, 2. galur inbred. Bangsa Indonesia harus berusaha Uji keperluan benih jagung hibrida terhadap negara lain dengan cara melakukan perakitan benih jagung keunggulan dan interaksi varietas dimulai dari perakitan galur Ae galur inbred sebagai tetua persilangan menengah kabupatem Tanggamus pada perakitan benih hibrida F1 menggunakan galur A (PL 300 X PL . B (PL101 X PL . plasma nutfah berbasis lokal atau (PL 401 X PL . D (PL 403 X nasional (Kartahadimaja, 2. PL . dengan varietas NK 22 Dalam pada dataran sebagai pembanding. Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Lokasi ketinggian tempat 670 mdpl dan pada ketinggian 610 mdpl dengan memiliki tipe tanah jenis Andosol. Bahan Andosol dengan tekstur tanah debu penelitian ini adalah empat galur liat berpasir. Dengan suhu rata Ae tanaman jagung hibrida A (PL 300 rata 28 o C Ae 30 o C, kelembaban X PL . B (PL 101 X PL . , 91% serta curah hujan 231 mm per C (PL 401 X PL . D (PL 403 tahun (Dinas Pertanian Kabupaten X PL . dan varietas NK 22 sebagai pembanding. Tanggamus, 2. Metode Pengujian empat galur jagung menengah untuk mengetahui apakah tinggi karena lebih dipengaruhi oleh faktor keadaan iklim atau sifat genetik dari setiap galur tersebut, maka perlu dilakukan penelitian dengan harapan terdapat galur yang mampu beradaptasi dengan baik dan menghasilkan produksi yang tinggi di dataran menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui galur jagung hibrida rakitan Politeknik Negeri Lampung Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS). Perlakuan terdiri dari empat galur dan satu varietas pembanding yaitu galur A (PL 300 X PL . B (PL 101 X PL . C (PL 401 X PL . (PL 403 X PL . dan E varietas NK 22 sebagai pembanding. Data dianalisis dengan sistem SAS, jika ada perbedaan diantara perlakuan, maka akan diuji lebih lanjut dengan Uji Lanjut BNT pada taraf nyata 5 Variabel jumlah daun diatas tongkol, tinggi BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan Ae Februari 2018 di Desa Gisting Atas Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus Pengamatan pada bulan September 2017 beradaptasi di dataran menengah. letak tongkol, bobot 100 butir, hasil biji per tanaman, dan hasil biji per Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis sidik ragam tinggi letak tongkol, jumlah baris menunjukkan bahwa pada variabel pertongkol, jumlah tongkol per tinggi tanaman maksimum, jumlah tanaman, hasil biji per tanaman, tongkol, dan bobot 100 butir menunjukkan hasil signifikan dan sehingga tidak perlu dilakukan uji perlu dilakukan uji lanjut BNT Sedangkan Tabel 1. Hasil analisis sidik ragam terhadap variabel penelitian Variabel Galur Tinggi tanaman maksimum * Jumlah daun total Jumlah daun diatas tongkol * Tinggi letak tongkol Bobot 100 butir Hasil biji per tanaman Hasil biji per hektar Keterangan : *= berpengaruh nyata ns = tidak berpengaruh nyata Koefisien 3,91 5,44 4,29 7,82 6,90 14,63 14,63 Tabel 2. Rerata tinggi tanaman maksimum, jumlah daun total, jumlah daun diatas tongkol, dan tinggi letak tongkol Genotipe Tinggi m . Jumlah . Jumlah . A (PL 300 X PL . 248,21 a 12,20 a 6,00 ab B (PL 101 X PL . 222,46 b 13,07 a 6,33 a C (PL 401 X PL . 218,85 b 12,80 a 5,60 b (PL 256,40 12,47 5,67 b E (NK . 252,59 a 12,87 a 5,60 b BNT 0,05 17,65 1,30 0,47 Nilai Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama dalam satu kolom menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf 5% Uji BNT. Tinggi . 77,02 a 73,51 a 68,42 a 83,97 a 79,83 a 11,27 Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Tinggi Maksimum. Tanaman karena batang yang rendah/sedang akan mengurangi kerebahan jika Tinggi merupakan salah satu komponen pertumbuhan yang dapat dijadikan parameter tinggi tanaman yang parameter adaptasi suatu varietas dilakukan, tinggi tanaman yang baik terdapat pada galur B dan C. Sifat Pada oleh faktor PPVT tinggi tanaman A. D dan varietas interaksi antar lingkungan dengan NK 22 yang diamati termasuk genetik (Amir dan Nappu, 2. terlalu panjang. Tinggi tanaman Pada parameter tinggi tanaman yang terlalu tinggi mengakibatkan galur A (PL 300 X PL . dan D kemungkinan kerebahan menjadi (PL 403 X PL . menunjukkan hasil tidak berbeda nyata dengan Stoskopf varietas NK 22 sebagai varietas Sufiani Sedangkan galur B (PL 101 X PL . dan C (PL penting bagi beberapa tanaman, 401 X PL. berbeda nyata dengan varietas NK 22 sebagai Menurut kehilangan hasil akibat kerebahan PPVT (Pusat mencapai 5 Ae 25%. Kerebahan Perlindungan Varietas Tanama. Angga umumnya terjadi setelah tanaman mencapai masak fisiologi karena sangat pendek <100 cm, pendek 100, 1 Ae 150 cm, sedang 150, 1 Ae sedangkan kondisi batang telah 200 cm, panjang 200, 1 Ae 250 cm dan sangat panjang >250 cm. Tinggi Jumlah Daun Total. Pada parameter jumlah daun total galur jagung yang baik adalah yang A (PL 300 X PL. B (PL 101 X PL . C (PL 401 X PL rendah/sedang Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 . , dan D (PL 403 X PL . tinggi dibandingkan galur lainnya. menunjukkan hasil tidak berbeda nyata dengan varietas NK 22 Pada Menurut . Gardner Kartahadimaja , bahwa jumlah daun dan menengah Galur A (PL 300 X PL B (PL 101 X PL . C (PL genotipe dan lingkungan. Daun 401 X PL . , dan galur D (PL 403 X PL . setara dengan E aktivitas fotosintesis yang lebih tinggi dibandingkan dengan daun Dengan kesetaraan yang sudah menua. Daun Ae daun Ae tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Jumlah Tongkol. Daun Pada Diatas muda dibandingkan dengan daun yang ada dibawah tongkol. pengamatan jumlah daun diatas Tinggi Letak tongkol galur Galur B (PL 101 X Pada tongkol galur A (PL 300X PL B (PL 101 X PL . C (PL 401 X PL . , dan D (PL 403 X menunjukkan hasil berbeda nyata PL . menunjukkan hasil tidak dengan galur A (PL 300 X PL berbeda nyata dengan varietas NK Jumlah daun diatas tongkol pada galur B (PL 101 X PL. menengah Galur A (PL 300 X PL menunjukkan hasil tidak berbeda . B (PL 101 X PL . C (PL nyata dengan varietas pembanding 401 X PL . , dan galur D (PL NK 22. Jumlah daun tongkol yang 403 X PL . setara dengan E baik terdapat pada galur B yaitu 6,33 helai. Daun Ae daun tersebut Dengan kesetaraan dapat melakukan fotosintesis lebih nyata dengan (PL Tongkol. Pada Ae Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 tersebut memiliki peluang untuk satu pedoman untuk pelaksanaan dikembangkan lebih lanjut. Sifat Menurut Moedjiono dan tinggi tanaman berkorelasi positif Mejaya dengan tinggi tongkol, semakin . tinggi tanaman semakin tinggi letak tongkol dari permukaan tanah. Sifat tinggi letak tongkol dari tinggi tanaman dan tinggi tongkol, permukaan tanah setiap varietas tertentu (Amir dan Nappu, 2. yang pendek. Siswati Tinggi tongkol merupakan salah Tabel 3. Rerata bobot 100 butir, hasil biji per tanaman dan hasil biji per hektar Hasil Hasil biji / hektar . A (PL 300 X PL . 38,67bc 189,05a 10,08a B (PL 101 X PL . 39,52bc 185,61a 9,90a C (PL 401 X PL . 35,99c 164,39a 8,77a D (PL 403 X PL . 41,69bc 193,80a 10,34a E (NK . 47,11a 235,57a 12,56a BNT 0,05 5,28 53,37 2,85 Nilai Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama dalam satu kolom menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf 5% Uji BNT. Bobot Genotipe Bobot 100 butir . Butir. Pada PL . C (PL 401 X PL . , dan (PL menunjukkan hasil galur galur A menunjukkan hasil tidak berbeda (PL 300 X PL . B (PL 101 X PL . C (PL 401 X PL . , dan D (PL403 X PL . berbeda nyata Menurut Agrita dengan E varietas NK 22 sebagai komponen bobot 100 biji juga dapat Sedangkan antara galur dipengaruhi oleh faktor genotip dan A (PL 300 X PL . B (PL 101 X Kondisi Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 yang paling berpengaruh adalah temperatur pada saat pertumbuhan. Temperatur dapat Hasil biji Per hektar. Pada parameter hasil biji per hektar ukuran biji maksimum. Ukuran biji menunjukkan hasil galur A (PL 300 maksimum dapat tercapai pada suhu X PL . B (PL 101 X PL . rata-rata 25 o C. (PL 401 X PL . dan D (PL 403 Pada Hasil Biji Per tanaman. X PL . tidak berbeda nyata dengan E varietas NK 22 sebagai tanaman menunjukkan hasil galur A (PL 300 X PL . B (PL 101 X Pada pengujian hasil biji per PL . C (PL 401 X PL . dan hektar di dataran menengah (Tabel D (PL 403 X PL . tidak berbeda nyata dengan E varietas NK 22 menunjukkan hasil varietas NK 22, dengan kesetaraan galur- galur tersebut setara dengan tersebut galur Ae galur tersebut Dengan setara dengan kesetaraan tersebut, galur Ae galur dengan NK 22 sebagai varietas tersebut dapat dikembangkan lebih Keempat galur tersebut memiliki peluang untuk dijadikan Purnomo . dalam Sari sebagai varietas komersial di masa yang akan datang. tanaman pertanian pada umumnya KESIMPULAN merupakan tanaman yang sangat Keempat galur jagung hibrida cahaya menjadi salah satu faktor yang diuji menunjukkan hasil pembatas utama dalam pertumbuhan . ,08 ton/H. B . ,90 ton/H. C . ,77 menyebabkan penurunan biomassa ton/H. D . ,34 ton/H. dan dan hasil biji tanaman jagung. varietas NK 22 . ,56 ton/H. Keempat memiliki adaptasi pada dataran Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Tunggal Rakitan Politeknik Negeri Lampung. Bandar Lampung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol. :17-22. Agrita. Arpila D. Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk Fosfat dengan Pupuk Kotoran Ayam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L. ) Hibrida Varietas Bisi-2 Inceptisol Jatinangor. Sumedang Sari. Uji Daya Hasil 12 Hibrida Harapan Jagung Manis (Zea mays l. Var. Saccharat. Di Kabupaten Maros. Sulawesi Selatan. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. http://journal. id/index. p/bulagron/article/viewFile/628 0/4835 Diakses pada tanggal 9 Juni 2016. Tanggamus setara dengan NK 22. DAFTAR PUSTAKA