JIEP: Journal of Islamic Education Papua DOI: 10. 53491/jiep. Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024, pp. 1 Ae 17 ISSN 3021-7180 (Onlin. Implementasi Konsep Spiritual Pedagogik Melalui Program Inpirasi Dhuha Achmad Faqihuddin1. Fajar Romadhon2. Abdillah Muflih3 1Universitas Pendidikan Indonesia, 2STAI Sayid Sabiq Indramayu, 3Islamic University of Madinah faqih@upi. edu1, fajar. romadhon@sayidsabiq. id2, 422040053@stu. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep spiritual pedagogik melalui program Inspirasi Dhuha di SMAN 7 Bandung serta dampaknya terhadap pengembangan nilai-nilai spiritual dan moral siswa. Program Inspirasi Dhuha merupakan upaya sekolah untuk mengintegrasikan dimensi spiritual dalam pendidikan melalui kombinasi kegiatan sholat dhuha dan sesi inspirasi dari berbagai inspirator Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan siswa, guru, dan pihak terkait program, serta analisis dokumen terkait program Inspirasi Dhuha. Hasil analisis diinterpretasikan untuk mengungkap sejauh mana program ini berhasil mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan serta dampaknya terhadap perkembangan karakter siswa. Melalui penelitian ini, ditemukan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana program Inspirasi Dhuha dalam mengimplementasikan konsep spiritual pedagogik. Siswa merespons program ini dengan sangat baik dan berpengaruh terhadap pengembangan karakter dan perilaku. Melalui kegiatan sholat dhuha memberikan manfaat spiritual langsung kepada siswa melalui ibadah. Sedangkan sesi inspirasi membantu mereka memahami lebih baik tentang tujuan hidup, pilihan karier, dan nilai-nilai yang perlu dipegang dalam menghadapi tantangan. Program Inspirasi Dhuha menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan formal atau sekolah umum dapat mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam lingkungan pembelajaran. Kata Kunci: Inspirasi Dhuha. Pendidikan Holistik. Spiritual Pedagogik Abstract. This research aims to analyze the implementation of the spiritual pedagogical concept through the "Inspirasi Dhuha" program at SMAN 7 Bandung and its impact on the development of students' spiritual and moral values. The "Inspirasi Dhuha" program is the school's effort to integrate the spiritual dimension in education through a combination of Dhuha prayer activities and inspirational sessions from various life inspirators. This study employs a qualitative approach with a case study method. Data is collected through participatory observation, in-depth interviews with students, teachers, and stakeholders of the program, as well as the analysis of documents related to the "Inspirasi Dhuha" The results of the analysis are interpreted to reveal the extent to which this program successfully integrates spiritual values in education and its impact on students' character development. Through this research, a deeper understanding is obtained regarding how the "Inspirasi Dhuha" program implements the spiritual pedagogical Students respond positively to this program, and it influences their character and http://e-journal. id/index. php/jiep Achmad Faqihuddin, et. Implementasi Konsep Spiritual Pedagogik. behavior development. The Dhuha prayer activity provides direct spiritual benefits to students through worship, while the inspirational sessions help them better understand life goals, career choices, and values that need to be upheld when facing challenges. The "Inspirasi Dhuha" program serves as a tangible example of how formal education or public schools can integrate spiritual values within the learning environment. Keywords: Inspirasi Dhuha. Holistic Education. Spiritual Pedagogy A2024 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 Pendahuluan Spiritual Pedagogik merupakan teori atau konsep pendidikan yang menarik perhatian para pendidik dan peneliti dunia selama dua dekade terakhir (Fahrudin. Abdullah, & Faqihuddin, 2024. Masbur & Syahril, 2. Nilai-nilai spiritual pedagogik diimplementasikan dalam menekuni profesinya baik sebagai pendidik, guru maupun orang tua (Fahrudin. Islamy. Faqihuddin. Parhan, & Kamaludin, 2024. Masbur, 2. Nilai-nilai spiritual pedagogik menjadi landasan, pedoman, dan motivasi guru dalam menjalankan profesinya tampak dalam perilaku kehidupan sehari-hari sebagai prinsip pendidikan yang menjadi karakter otentik guru (Syihabuddin, 2. Konsep pedagogik spiritual tidak memiliki satu pencetus tunggal, tetapi berkembang dari berbagai teori dan pandangan tentang pendidikan yang melibatkan dimensi spiritual. Beberapa pemikir dan tokoh pendidikan telah berkontribusi dalam membentuk dan mengembangkan konsep ini. Rudolf Steiner merupakan pendiri pendekatan pendidikan Waldorf. Rudolf Steiner menekankan pentingnya pengembangan pribadi secara holistic (Uhrmacher, 1. Maria Montessori, pendiri metode Montessori, juga menganggap pentingnya perkembangan pribadi yang seimbang (Courtier et al. , 2. Meskipun tidak secara eksplisit fokus pada dimensi spiritual, pendekatannya memberikan perhatian pada perkembangan sosial, emosional, dan moral anak, yang dapat dianggap sebagai elemen-elemen spiritual. Montessori mendorong siswa untuk bekerja secara mandiri dengan materi yang dirancang khusus untuk mendukung siswa menemukan kesalahan sendiri. Pengalaman pendidikan membekali anak-anak tidak hanya dengan pengetahuan tetapi juga dengan kemampuan untuk belajar mandiri secara efektif dan fleksibel (Denervaud. Knebel. Immordino-Yang, & Hagmann, 2020. Faqihuddin & Nugraha, 2. Filsafat Moral Maria Montessori karakter sebagai cita-cita kesempurnaan diri individu melalui perhatian yang terkonsentrasi pada pekerjaan yang penuh usaha. Rasa hormat terhadap orang lain tumbuh dari dan melengkapi karakter selanjutnya mengembangkan gagasan solidaritas sosial yang melampaui kerja sama menuju tujuan bersama (Frierson, 2. Teori kecerdasan majemuk oleh Howard Gardner mengakui variasi kecerdasan dalam individu. Konsep ini dapat dihubungkan dengan dimensi spiritual, karena menyoroti kecerdasan moral dan kecerdasan eksistensial sebagai bentuk-bentuk kecerdasan yang melibatkan nilai-nilai dan pemahaman tentang makna hidup (Gardner. Dalam Islam dikenal istilah tarbiyah, taAolim dan taAodib mempunyai arti tertentu http://e-journal. id/index. php/jiep Achmad Faqihuddin, et. Implementasi Konsep Spiritual Pedagogik. namun ketiganya secara implisit berkaitan satu sama lain (Faqihuddin, 2024b. Ridwan. Selain tarbiyah, taAolim dan taAodib, pendapat lain memasukkn istilah Tadris dan Tazkiyah (MaAozumi. Syihabudin, & Najmudin, 2. Secara khusus dijelaskan bahwa Konsep tarbiyah merupakan suatu proses pengembangan, pemeliharaan, pelestarian, pengelolaan, transfer ilmu, bimbingan, penyempurnaan, dan rasa memiliki peserta didik baik jasmani, pikiran, jiwa, bakat, potensi dan perasaan secara berkelanjutan, bertahap, penuh kasih sayang, hati-hati, lembut, menyenangkan, bijaksana, dan mudah menerima (Abdurrahman & Rosyidin, 2. Pendekatan pedagogi spiritual dari perspektif Barat dan menurut ajaran Al-Qur'an dan hadis menggambarkan perbedaan yang menarik. Menurut pandangan Barat, pedagogi spiritual merujuk pada proses pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai yang signifikan dalam pelaksanaannya. Nilai-nilai ini berfungsi sebagai pedoman, dorongan, dan sumber semangat bagi guru dalam menjalankan tugas profesionalnya. Di sisi lain, menurut ajaran al-Qur'an dan hadits, pedagogi spiritual mengacu pada pendekatan bimbingan yang dilakukan dengan penuh kesabaran dan cinta kasih terhadap jiwa manusia. Pendekatan ini bertujuan agar individu mampu mengaktualisasikan nilai-nilai yang sudah ada dalam dirinya (Ulayyah & Abdussalam, 2. Konsep spiritual pedagogik dalam pandangan Islam mengacu pada pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan ajaran-ajaran agama Islam dengan pengembangan pribadi siswa. Tujuan utama dari konsep ini adalah membentuk individu yang memiliki pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai agama, moralitas, dan etika Islam, serta mampu menerapkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari (Marwah & Abdussalam, 2. Meskipun ada perbedaan ini, terdapat juga persamaan antara pandangan pedagogi spiritual dalam keduanya. Baik dari perspektif Barat maupun menurut al-Qur'an dan hadis, keduanya memandang pembelajaran sebagai suatu proses yang terlibat dalam nilai-nilai. Namun, perbedaan mendasar terletak pada sumber nilai-nilai tersebut. Perspektif Barat melihat nilai-nilai bisa berasal dari budaya, agama, atau pengetahuan. Sebaliknya, dalam Islam, nilai-nilai ini dianggap sebagai nilai-nilai yang bersifat ilahi. Selain itu, perbedaan penting lainnya adalah bahwa dalam pandangan Islam, pedagogi spiritual bertujuan untuk mengembangkan dan menumbuhkan nilai-nilai yang sudah ada dalam diri manusia, bukan hanya menghafal nilai-nilai yang berada di luar dirinya (Ulayyah & Abdussalam, http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 Lembaga pendidikan di Indonesia terbagi menjadi beberapa kategori, ada yang disebut Pesantren. Madrasah. Sekolah Islam Terpadu da nada pula yang termasuk kedalam kategori Sekolah Umum (Faqihuddin & Afriatien, 2. Sekolah dengan kategori Pesantren. Madrasah dan Sekolah Islam Terpadu merupakan sekolah berbasis pada nilai-nilai Islam (Supriadi. Faqihuddin, & Islamy, 2. SMAN 7 Bandung sebagai lembaga pendidikan notabene merupakan sekolah bukan sekolah Islam, bukan madrasah dan bukan pula pesantren, memiliki program Inspirasi Dhuha sebagai bagian dari strategi pendekatan holistik terhadap pembentukan karakter siswa. Realita di lapangan menunjukkan bahwa penanaman sikap spiritual di sekolah umum lebih mengandalkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Firmansyah. Surahman. Lestari. Septiani, & Sudaryat, 2. Banyak penelitian sebelumnya membahas tentang strategi pendekatan holistik terhadap pembentukan karakter siswa baik di Pesantren. Madrasah. Sekolah Islam terpadu maupun Sekolah Islam lainya (Arif & Kalimatusyaro. Faqihuddin, 2017. Faqihuddin & Subakti, 2022. Fitriani & Rizal, 2018. Nugraha. Mansur, & Kusnayat, 2021. Supian. Vahlepi, & Sholiha, 2019. Supriadi. Islamy, & Faqihuddin, 2. Namun, hingga saat ini, belum ada penelitian yang mendalam mengenai pengalaman siswa dalam program Inspirasi Dhuha di SMAN 7 Bandung. Program Inspirasi Dhuha di SMAN 7 Bandung menjadi objek penelitian yang menarik untuk dieksplorasi. Dengan mendapatkan wawasan tentang bagaimana siswa merasakan dan mengalami program ini, penelitian ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi pengambil kebijakan pendidikan, guru, orang tua, dan pihak-pihak terkait lainnya. Selain itu, studi semacam ini juga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pendekatan pendidikan holistik yang menggabungkan dimensi spiritual dan motivasional dalam upaya membentuk siswa yang berprestasi dan Dengan mengeksplorasi pengalaman siswa, penelitian ini dapat membantu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan komprehensif siswa. Metode Penelitian Penelitian ini akan menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang fenomena yang sedang diteliti, dalam hal ini, pengalaman siswa dalam program Inspirasi Dhuha di SMAN 7 Bandung. Partisipan penelitian akan dipilih melalui teknik purposive sampling http://e-journal. id/index. php/jiep Achmad Faqihuddin, et. Implementasi Konsep Spiritual Pedagogik. (Creswell, 2. Partisipan terdiri dari 10 siswa yang telah mengikuti program Inspirasi Dhuha, serta 5 guru dan koordinator program. Jumlah partisipan akan ditentukan berdasarkan pencapaian titik jenuh informasi, di mana data yang diperoleh telah jenuh dalam menghasilkan wawasan baru. Peneliti berperan sebagai human instrument (Sugiono, 2. Peneliti memastikan bahwa etika penelitian diikuti dengan menjaga kerahasiaan identitas partisipan dan mendapatkan izin dari lembaga sekolah dan partisipan sebelum melakukan pengumpulan data. Untuk mengupulkan data, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan siswa yang menjadi partisipan. Wawancara fokus pada pengalaman siswa dalam mengikuti program Inspirasi Dhuha, perubahan dalam motivasi belajar mereka, dan dampak yang dirasakan setelah mengikuti program. Peneliti juga melakukan observasi terhadap partisipan selama kegiatan program Inspirasi Dhuha. Observasi akan mengamati interaksi siswa dengan tokoh-tokoh inspiratif, serta reaksi dan dinamika yang terjadi (Creswell, 2. Data dari wawancara dan observasi akan dianalisis menggunakan pendekatan analisis Langkah-langkah analisis meliputi pemilahan data, pengkodean tematis, identifikasi pola-pola dan tema-tema, serta pembuatan narasi yang menggambarkan pengalaman siswa secara mendalam. Hasil penelitian akan dipresentasikan dalam bentuk narasi yang mendalam dan mendetail tentang pengalaman siswa dalam program Inspirasi Dhuha. Temuan akan diorganisasi menjadi tema-tema utama yang menggambarkan perubahan motivasi belajar, pengaruh dimensi spiritual, dan dampak program (Miles & Huberman, 1. Hasil dan Pembahasan Salah satu inisiatif yang dapat berdampak signifikan terhadap peningkatan spiritual dan motivasi belajar siswa yaitu program Inspirasi Dhuha. Program ini menggabungkan aspek spiritual dan motivasi dalam satu rangkaian kegiatan, dimana siswa tidak hanya melakukan sholat dhuha secara berjamaah, tetapi juga berinteraksi dengan tokoh-tokoh inspiratif yang dapat memberikan pengalaman dan wawasan yang Kegiatan Inspirasi Dhuha SMAN 7 Bandung, kegiatan ini memiliki peran krusial dalam membentuk individu yang berkualitas. Di tengah dinamika dunia pendidikan, upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa menjadi hal yang semakin esensial. Motivasi belajar berhubungan erat dengan keberhasilan akademik dan perkembangan pribadi siswa. Kegiatan Inspirasi Dhuha sudah dilaksanakan di http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 SMAN 7 Bandung sejak tahun 2016. Inspirasi Dhuha diprogramkan sekali dalam Biasanya dilaksankan pada hari senin. Dalam sebulan bisanya ada empat kali hari Senin. Hari Senin pekan pertama sampai pekan ketiga dialokasikan untuk kegiatan Upacara, sedangkan pada Senin Keempat diisi dengan kegiatan Inspirasi Dhuha. Adapun pihak yang teribat dalam program Isnpirasi Dhuha diantaranya yaitu Pengurus Dewan Keluarga Masjid Bahrul Ulum SMAN 7 Bandung. Ektrakurikuler Keagamaan/ Rohani Islam (Rohi. Keluarga Muslim (KAMUS) SMAN 7 Bandung, dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 7 Bandung. Kegiatan dilaksanakan di Lapangan SMAN 7 Bandung. Sekitar 1000 siswa berpartisipasi dalam kegiatan Inspirasi Dhuha. Sebelum kegiatan Inspirasi Dhuha dilaksanakan, siswa diinformasikan untuk membawa alat dan alas sholat, mengingat kegatan dilaksanakan di Lapangan SMAN 7 Bandung. Setelah penyabutan kedatangan siswa. Pengurus OSIS. KAMUS dan para guru mengarahkan siswa untuk mengambil air Selanjutnya siswa menuju lapangan sambil membawa alas sholat. Setelah semua siswa yang beragama Islam berkumpul di lapangan, sholat dhuha dilaksankan secara berjamaah. Setelah sholat dhuha berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir dan doa. Kegiatan dilanjurkan mendengarkan Inspirasi dari tokoh kehidupan. Adapun ibadah untuk siswa non-muslim menyesuaikan sesuai dengan keyakinan dan kepercayaanya masing-masing. Menurut hasil wawancara dan observasi Inspirator yang didatangkan bukan hanya dari kalangan agamawan/ Ustadz, akan tetapi berbagai macam profesi dan latar belakang didatangkan untuk memberikan inpirasi dan berbagi Adapun Inspirator yang pernah hadir diantaranya para alumni yang telah sukses. Anggota TNI. Anggota Polisi. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Istri Wali Kota. Seorang Penghafal Quran yang divonis lumpuh. Mahasiswa Berprestasi. Dosen. Pebisnis. Ustadz/ Kyai, dan profesi lainya. Kegiatan Inspirasi Dhuha dirancang tidak terlalu resmi seperti halnya Upacara. Kegiatan dibuat sesantai mungkin dengan model Talkshow, dengan model Talkshow ini siswa bisa secara leleuasa menggali pengalaman kehidupan dan spiritual Inspirator. http://e-journal. id/index. php/jiep Achmad Faqihuddin, et. Implementasi Konsep Spiritual Pedagogik. Gambar 1. Kegiatan Shalat Dhuha Bersama Pendidikan Islam inklusif diterapkan untuk membina peserta didik dalam menjaga hubungannya dengan Tuhan dan dengan sesama manusia (Dianita & Abdussalam, 2020. Faqihuddin & Romadhon, 2. Hasil penelitian terhadap kegiatan sholat dhuha terkait dampak dari kegiatan sholat dhuha terhadap dimensi spiritual Hasil analisis wawancara dan observasi menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dalam persepsi dan pemahaman siswa tentang aspek spiritual. Banyak siswa melaporkan peningkatan dalam kecenderungan untuk merenung dan memikirkan nilainilai kehidupan secara lebih mendalam setelah mengikuti program Inspirasi Dhuha. Hal ini diperkuat dengan banyaknya siswa yang dengan kesadaran pribadi melaksankan ibadah sholat dhuha saat jam istirahat tanpa adanya paksaan. Ini mengindikasikan bahwa kegiatan sholat dhuha tidak hanya memberikan manfaat spiritual langsung melalui ibadah, tetapi juga mempengaruhi perspektif siswa terhadap kehidupan secara AuKegiatan sholat dhuha bareng satu sekolah itu menurut aku sangat seru. Kan beda ya suasanya kalau sholat sendiri dengan sholat bareng. Apalagi satu sekolah ikut sholat bareng-bareng. Aku biasanya merasakan kondisi begini itu ya kalau engga hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Sekarang mah bisa sering merasakan suasana iniAy. (Wawancara bersama Siswa A) Sesi Inspirasi berpengaruh terhadap perkembangan Siswa dalam berbagai aspek. Dampak dari sesi inspirasi dalam program Inspirasi Dhuha terhadap perkembangan siswa dalam berbagai aspek kehidupan. Hasil wawancara dengan siswa, guru, dan inspirator mengungkapkan bahwa sesi inspirasi telah memberikan wawasan yang http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 berharga tentang berbagai profesi dan pengalaman hidup. Siswa menyampaikan bahwa sesi inspirasi membantu mereka memahami lebih baik tentang tujuan hidup, pilihan karier, dan nilai-nilai yang perlu dipegang dalam menghadapi tantangan. AuAku merasa senang dengan adanya kegiatan Inspirasi Dhuha, dari kegiatan ini aku mendapatkan banyak hal. Mulai dari pengalaman orang-orang sukses, sampai aku jadi tau bagaimana mereka bisa sukses. Semoga ini jadi bekal buat aku untuk memilih karir yang aku pilih nanti kalua udah besarAy. (Wawancara Siswa B) Gambar 1. Kegiatan Talkshow bersama Inspirator Kehidupan saat Kegiatan Inspirasi Dhuha Kegiatan Inspirasi Dhuha merupakan Integrasi Konsep Spiritual Pedagogik dalam Pendidikan Formal (A et al. , 2024. Faqihuddin, 2024a. Jiyanto et al. , 2. Adapun implikasi dari hasil penelitian terhadap integrasi konsep spiritual pedagogik dalam pendidikan formal diantaranya yaitu hasil penelitain ini mendukung gagasan bahwa pendekatan holistik yang mencakup aspek spiritual dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan siswa (Hidayati et al. , 2024. Taufiqqurrahman & Mubarok, 2. Program Inspirasi Dhuha menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan formal atau sekolah umum dapat mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam lingkungan pembelajaran (Sinta. Fahrudin. Faqihuddin, & Nurhuda, 2. Hal ini membenarkan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pendidikan spiritual dan moral sudah muncul dalam kegiatan pendidikan taman kanak-kanak, sekolah, perguruan tinggi dan universitas (Dosbenbetova. Kiyassova. Akhmet. Mirzageldiyev, & Aldabergenov, 2020. Hermawan. Nugraha, & Faqihuddin, 2. http://e-journal. id/index. php/jiep Achmad Faqihuddin, et. Implementasi Konsep Spiritual Pedagogik. Hasil penelitian terkait implementasi konsep spiritual pedagogik melalui program Inspirasi Dhuha di SMAN 7 Bandung menunjukkan bahwa temuan penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan dan potensi positif dari integrasi nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran formal (Faqihuddin. Ilyasa. Rahardja. Firmansyah. Faqihuddin, & Muflih, 2. Program Inspirasi Dhuha memberikan wawasan yang berharga bagi sekolah lain yang ingin mengadopsi pendekatan serupa untuk memperkaya pengalaman pendidikan siswa. Keterbatasan penelitian ini, seperti ukuran sampel yang terbatas dan fokus pada satu sekolah sebaiknya penelitian selanjutnya melibatkan lebih banyak sekolah dan melacak perkembangan jangka panjang siswa setelah mengikuti program. Selain itu, penelitian masa depan dapat mempertimbangkan pendekatan metodologi yang berbeda untuk lebih mendalam dalam menganalisis dampak spiritual pedagogik. Program Inspirasi Dhuha di SMAN 7 Bandung, yang melibatkan kegiatan sholat dhuha dan sesi inspirasi dari inspirator atau praktisi berbagai bidang, dapat memiliki beberapa pengaruh positif terhadap motivasi siswa. Berikut pengaruhnya terhadap motivasi siswa: Peningkatan Tujuan dan Visi Hidup Sebuah studi mengemukanan bahwa motivasi tidak hanya bersumber dari dalam diri . otivasi instrinsi. , melainkan bisa didapatkan dari luar diri . otivasi ekstrinsi. (Zaccone & Pedrini, 2. Motivasi ekstrinsik merupakan salah satu konsep psikologis paling penting dalam pendidikan (Joy Kistnasamy, 2. Sesi inspirasi dari inspirator baik dari narasumber dengan latar belakang profesi dan juga kisah sukses alumni SMAN 7 Bandung dapat membantu siswa melihat contoh nyata kesuksesan dalam berbagai profesi atau bidang. Hal ini dapat memotivasi siswa untuk menentukan tujuan dan visi hidup mereka sendiri dengan lebih jelas, karena mereka mendapatkan wawasan tentang berbagai pilihan yang ada di depan mereka, hal ini termasuk dalam motivasi yang bersumber dari luar diri . otivasi ekstrinsi. Pemahaman Nilai Pendidikan Pendidikan mempunyai peranan yang menentukan terhadap perkembangan pribadi individu (Egerau. Cosarba, & Torkos, 2022. Subakti & Faqihuddin, 2. Inspirator khususnya alumni SMAN 7 Bandung yang sudah sukses berbicara tentang bagaimana pendidikan yang mereka alami sangat berkontribusi pada kehidupan dan http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 2 No. 1 Februari-Juli 2024 karier mereka. Hal ini dapat membantu siswa memahami nilai pendidikan formal dan melihat hubungan langsung antara usaha mereka dalam pendidikan dengan tujuan masa depan yang ingin dicapai Pengenalan terhadap Kemungkinan Karier Pendidikan merupakan cara yang aman dan menjanjikan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kekuatan spiritual, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dalam masyarakat, bangsa, dan negara (Faqihuddin, 2024d. Musdiani. Pengenalan karir di pendidikan formal terhitung jarang dan sangat terbatas. Melalaui kegiatan Inspirasi Dhuha, inspirasi dari berbagai macam profesi dapat membantu siswa mengenali beragam peluang karier yang mungkin belum mereka Dengan pendidikan dan pengembangan diri mereka untuk mendukung tujuan karier yang ingin Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri Hasil studi menunjukkan bahwa mendengarkan kisah orang lain dapat melahirkan rasa percaya diri (Karina. Aprilia. Ramadhini, & Lesmana, 2023. Khaerunnisa et al. , 2. Pada saat sesi talkshow antara inspirator dan para siswa, mereka diberikan kesempatan secara leluasa untuk saling menggali. Pada saat mendengar kisah sukses dari inspirator bisa membantu siswa yang merasa tidak percaya diri untuk lebih percaya pada potensi mereka sendiri. Ini dapat mengurangi rasa takut dan merangsang motivasi untuk berusaha lebih keras. Rasa Kepedulian Sosial Pendidikan agama mampu memupuk kesadaran penuh kasih (Ayres, 2021. Chaq & Mahmudin, 2024. Faqihuddin & Sinta, 2. Sesi inspirasi juga dapat membuka mata siswa terhadap isu-isu sosial dan memberi mereka inspirasi untuk berkontribusi lebih banyak dalam komunitas atau masyarakat. Salah satunya misalkan yang disampaikan oleh Istri Wali Kota, dimana menceritakan tentang aktivitasnya dalam mengatasi isu-isu tentang perempuan dan anak. Hal ini dapat memotivasi siswa untuk belajar dan berkembang agar dapat berperan dalam membuat perubahan positif. http://e-journal. id/index. php/jiep Achmad Faqihuddin, et. Implementasi Konsep Spiritual Pedagogik. Penumbuhan Semangat Belajar Motivasi siswa yang tinggi merupakan salah satu penyebab tingginya hasil belajar siswa (Ardiya & Syahfutra, 2. Inspirasi dari inspirator yang telah berhasil dapat menumbuhkan semangat belajar. Siswa lebih termotivasi untuk meraih prestasi akademik tinggi atau memiliki keterampilan yang relevan dengan karier yang ingin mereka kejar. Kesimpulan Spiritual pedagogik menekankan pada pengembangan nilai-nilai internal, pertumbuhan batin, dan pemahaman mendalam tentang makna hidup, bukan hanya aspek-aspek akademis semata. Dalam konteks agama, spiritual pedagogik juga dapat mencakup integrasi nilai-nilai agama dan ajaran moral dalam proses pembelajaran. Melalui program Inspirasi Dhuha siswa diberi pengalaman dalam kegiatan sholat dhuha yang memberikan manfaat spiritual langsung melalui ibadah dan kesempatan untuk Program Inspirasi Dhuha menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan formal atau sekolah umum dapat mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam lingkungan pembelajaran. Program Inspirasi Dhuha berdampak pada perkembangan siswa dalam berbagai aspek kehidupan. Sesi inspirasi telah memberikan wawasan yang berharga tentang berbagai profesi dan pengalaman hidup. Pada saat sesi inspirasi membantu mereka memahami lebih baik tentang tujuan hidup, pilihan karier, dan nilainilai yang perlu dipegang dalam menghadapi tantangan. Beberapa pengaruh positif lainnya yaitu : . Peningkatan Tujuan dan Visi Hidup. Pemahaman Nilai Pendidikan. Pengenalan terhadap Kemungkinan Karier. Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Rasa Kepedulian Sosial. Penumbuhan Semangat Belajar. Daftar Pustaka