Vol. 1 No. 1 Jurnal Deli Medical and Health Science Edition: Oktober 2023 – April 2024 http://ejournal.delihusada.ac.id/index.php/JDMHC Received : 09 November 2023 Revised: 10 November 2023 Accepted: 10 November 2023 HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA TENAGA KERJA DI LABORATORIUM PCR RSU BUN DA THAMRIN TAHUN 2023 Tampak linggom, Armanda Prima, Rizliana Anggita Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua Fakultas Kedokteran e-mail :stampaklinggom@gmail.com Abstract This research was conducted on workers at the PCR Laboratory of Bunda Thamrin in 2020-2021 to determine the relationship between work fatigue and work stress in workers. Work fatigue is a process of decreasing efficiency, work performance, and reduced endurance or physical strength of the body to continue the activities that must be done. Work stress is a pressure that cannot be tolerated by individuals both from within themselves and from outside themselves. This type of research was an analytic observational study with cross sectional approach. The time of the study was carried out in December 2020-July 2021. The population in this study were all workers who worked at PCR Laboratory of Bunda Thamrin, totaling 30 workers. Sampling was done by total sampling technique. Data collection methods were obtained from primary data and secondary data. The results of this study were processed by using Fisher's exact test. From the results of chi-square test, the relationship between work fatigue and work stress in the workforce at PCR Laboratory of Bunda Thamrin, it can be seen that 18 respondents who stated that they were tired, 13 of them had a level of work stress, stress (72,2%), while of the 12 respondents who said they were tired, 13 of them had work stress levels. stated that they are not tired 9 of them have work stress levels, not stress (75,0 %). With the P-value obtained from the output table, namely the Exact Fisher Test (P = 0,024), which is smaller than = 0,05. Based on these results, it can be concluded that there is a relationship between work fatigue and work stress on the workforce in the PCR Laboratory Bunda Thamrin. There is a relationship between work fatigue and work stress at PCR Laboratory of Bunda Thamrin in 2023 with a P-value = 0,024 < = 0,05. It is expected that workers do not force themselves to do their work and stretch their muscles or take a short break if they feel tired. Keywords: Work Fatigue, Work Stress. 17 Linggom, prima, & raden, hubungan antara kelelahan. .. 1. PENDAHULUAN Sakit. Stres kerja adalah suatu tekanan yang tidak dapat ditoleransi oleh individu baik yang bersumber dari dirinya sendiri mapun dari luar dirinya. Penyebab stres bersumber dari biologis, psikologik, sosial, dan spritual. Stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan, yang disebabkan oleh stresor yang datang dari lingkungan kerja seperti faktor lingkungan, organisasi dan individu. Tinggi rendahnya tingkat stres kerja tergantung dari manajemen stres yang dilakukan oleh individu dalam menghadapi stresor pekerjaan tersebut. Dalam Undang-Undang RI No 36 Tahun 2009, pasal 164 tentang Kesehatan, dikatakan bahwa upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan. Salah satu gejala gangguan kesehatan pada pekerja yang timbul akibat pekerjaan adalah kelelahan. Kelelahan kerja merupakan proses menurunnya efisiensi, performa kerja, dan berkurangnya ketahanan atau kekuatan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang harus dilakukan. Kelelahan kerja merupakan bagian dari permasalahan umum yang sering dijumpai pada tenaga kerja. Menurut beberapa peneliti, kelelahan secara nyata dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja dan dapat menurunkan produktivitas. Investigasi di beberapa negara menunjukkan bahwa kelelahan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kecelakaan kerja. Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti di Laboratorium PCR RSU Bunda Thamrin. Pekerja merasa lelah karena awal pandemi covid-19 begitu banyak sampel yang masuk dan kondisi tubuh mereka kaget dengan lama waktu kerja 10 jam kerja tanpa istirahat makan, minum dan buang air. Akibat dari virus yang berbahaya dapat suatu waktu terjangkit pada tenaga kerja di laboratorium serta APD lengkap yang mereka gunakan tidak sembarangan dapat dilepas dan harus sesuai standar operasional prosedur. Gejala kelelahan yang sering dirasakan pekerja seperti merasa pusing, nyeri dibagian punggung dan sering menguap. Gejala stres yang dirasakan pekerja merupakan kecemasan yang dipicu oleh tempat kerja yang memiliki potensi bahaya sewaktu-waktu apabila terjadi masalah ketika sedang bekerja yang dapat Kelelahan kerja dapat berakibat pada menurunnya kinerja dan meningkatnya kesalahan kerja yang akan memberikan peluang terjadinya kecelakaan kerja terutama di rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan (Nurmianto, 2016). Stres kerja pada pekerja laboratorium merupakan salah satu permasalahan dalam manajemen sumber daya manusia di Rumah 18 Linggom, prima, & raden, hubungan antara kelelahan. .. membahayakan kesehatan dan keselamatan diri pekerja tersebut. 2. r 1 . Kelelah an Kerja (variab el bebas/i ndepen den) Kelela han kerja adala h peras aan kelela han baik fisik maup un ment al berup a gejala dan keluh an subje ktif yang dirasa kan terha dap peker jaann ya. Kue 1. Or sion Ti din er d al Alat ak Uku Le r la Per h asa 2. an Kel Le elah la h an Kerj a (KA UPK 2) 2 . Stres Kerja (variab el terikat/ depend en) Stres kerja adala h peras aan tidak nyam an atau mera sa Kue sion er Ha milt on Anx iety METODE Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional karena variabel sebab dan akibat yang terjadi pada subjek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan dan dilakukan pada situasi yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja di Laboratorium PCR RSU Bunda Thamrin berjumlah 30 orang yang akan diteliti mengenai hubungan kelelahan kerja dengan stres kerja di laboratorium PCR RSU Bunda Thamrin. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja Laboratorium PCR RSU Bunda Thamrin berjumlah 30 orang dengan teknik total sampling. Definisi operasional adalah definisi yang rumusannya didasarkan pada sifat-sifat atau halhal yang dapat diamati. Definisi operasional adalah definisi yang rumusannya menggunakan katakatayang operasional, sehingga variabel bisa diukur. Definisi Operasional N o . Variab el Defin isi Oper asion al Ala t Uk ur H a si l U k u Sk al a Uk ur 19 Rati ng Scal 1. Or Ti din d al ak St re s 2. St re Linggom, prima, & raden, hubungan antara kelelahan. .. tertek an seseo rang yang dirasa kan dalam peker jaann ya. 3. e (HA MA) s LamaKerja 10 33,3 % 3-4 tahun 13 43,3 % > 5 tahun 7 23,3 % 30 100 Total Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat distribusi responden berdasarkan umur, jenis kelamin dan masa kerja. Dari 30 responden diketahui bahwa mayoritas tenaga kerja berusia 31-40 tahun yaitu sebanyak 14 responden (46,7 %), sedangkan tenaga kerja minoritas yaitu usia 20-30 tahun dan 41-50 tahun dengan jumlah responden yang sama yaitu sebanyak 8 responden (26,7%). Dan untuk karakteristik berdasarkan jenis kelamin diketahui bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 23 responden (76,7 %) dan 7 responden dengan jenis kelamin laki-laki (23,3%). Sedangkan karakteristik responden berdasarkan lama kerja diketahui bahwa responden terbanyak dengan masa kerja 3-4 tahun yaitu sebanyak 13 responden (43,3 %) dan responden terendah yaitu dengan masa kerja diatas 5 tahun sebanyak 7 responden (23,3 %). HASIL Rerponden yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kerja Analis di laboratorium PCR Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin yang berjumlah 30 orang, adapun karakteristik responden dalam penelitian ini adalah umur, jenis kelamin dan masa kerja sebagaimana yang tercantum pada tabel 4.1 Tabel 4.1 Distribusi Karakteristik Responden Karakteris tik 1-2 tahun Frekuen si Persenta se % 20-30 Thn 8 26,7 % 31-40 Thn 14 46,7 % 41-50 Thn 8 26,7 % Total 30 100 Laki-laki 7 23,3 % Perempuan 23 76,7 % Total 30 100 Usia Analisa univariat ini bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti. Data ini merupakan data primer yang dikumpulkan melalui pengisian kuesioner yang telah dilakukan terhadap 30 responden di laboratorium PCR Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin. Data uji J. kelamin 20 Linggom, prima, & raden, hubungan antara kelelahan. .. univariat ini terdiri atas kelelahan kerja (variabel independen) dan stres kerja (variabel dependen) sebagaimana yang tercantum pada tabel 4.2 Analisa bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel indepen yaitu kelelahan kerja dengan variabel dependen yaitu stres kerja pada tenaga kerja di laboratorium PCR Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan. Uji statistik yang dilakukan yaitu uji chi square dimana nilai P-value yang gunakan dalam tabel output adalah Exact Fisher Test. Jika P-value lebih kecil dari α (P< 0,05), artinya terdapat hubungan yang bermakna (signifikan) dari kedua variabel yang diteliti. Sedangkan bila Pvalue lebih besar dari α (P> 0,05), artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna (signifikan) dari kedua variabel yang diteliti sebagaimana yang tercantum pada tabel 4.3 Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Variabel Variabel Frekuensi Persentase % Kelelahan kerja Tidaklelah Lelah Total 12 40 % 18 60 % 30 100 Streskerja Tidakstres 14 46,7 % stres 16 53,3 % Total 30 100 Tabel 4.3 Hasil Uji Exact Fisher Hubungan Kelelahan Kerja Dengan Stres Kerja Stres kerja Stres Juml ah F % F % F % 75 ,0 3 25 ,0 1 2 1 0 0 27 5 ,8 1 3 72 ,2 1 8 1 0 0 27 5 ,8 1 3 72 ,2 1 8 1 0 0 Kelela Tidak han stres kerja Penilaian terhadap kelelahan kerja dan stres kerja tenaga kerja analisis di laboratorium PCR Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin dilakukan dengan membagikan kuerioner kepada responden. Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa dari 30 responden 12 responden menyatakan tidak lelah (40 %) sedangkan 18 responden lainnya menyatakan lelah (60 %). Dan berdasarkan tingkat stres, sebanyak 14 responden yang memiliki tingkat stres kerja, tidak stres (46,7 %) dan 16 responden lainnya memiliki tingkat stres kerja, stres (53,3%). Tidak lelah Lelah Lelah 9 P Val ue 0.0 24 Berdasarkan tabel 4.3 hasil uji chi square hubungan kelelahan kerja dengan stres kerja pada 21 Linggom, prima, & raden, hubungan antara kelelahan. .. tenaga kerja di Laboratorium PCR RSU Bunda Thamrin Medan dapat dilihat bahwa dari 18 responden yang menyatakan lelah 13 diantaranya memiliki tingkat stres kerja, stres (72,2 %), sedangkan dari 12 responden yang menyatakan tidak lelah 9 diantaranya memiliki tingkat stres kerja, tidak stres (75,0 %). Dengan nilai P-value yang diperoleh dari tabel output yaitu Exact Fisher Test (P = 0,024) yang lebih kecil dari α 4. = 0,05.berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan kelelahan kerja dengan stres kerja pada tenaga kerja di Laboratorium PCR Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin. Dengan nilai proporsi ratio = 2,700 yang artinya bahwa kelelahan kerja yang lelah memiliki peluang 2,700 kali lebih besar dalam peningkatan stres kerja pada tenaga kerja di Laboratorium PCR Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin. Pelalawan Provinsi Riau (Doctoral Dissertation, Universitas' Aisyiyah Yogyakarta), Yogyakarta KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh mengenai Hubungan Antara Kelelahan Kerja Dengan Stres Kerja Pada Tenaga Kerja Di Laboratorium PCR RSU Bunda Thamrin Tahun 2021 engan jumlah responden berjumlah 30 orang, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Amir, J., Wahyuni, I., & Ekawati, E, 2019, Hubungan Kebisingan, Kelelahan Kerja Dan Beban Kerja Mental Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Bagian Body Rangka Pt. X. Jurnal Kesehatan Masyarakat (EJournal), 7(1), halaman 345350. 1. Ada hubungan antara kelelahan kerja dengan stress kerja di Laboratorium PCR RSU Bunda Thamrin Tahun 2021 dengan nilai P-value = 0,024<α = 0,05. 2. Sebanyak 18 responen memiliki tingkat kelelah dengan persentase 60% Dewi, B. M, 2018, Hubungan Antara Motivasi, Beban Kerja, Dan Lingkungan Kerja Dengan Kelelahan Kerja. The Indonesian Journal Of Occupational Safety And Health, 7(1), 20. Sebanyak 16 responden memiliki tingkat stres dengan persentase 53,3% 5. Dimkatni, N. W, 2020, Apakah Beban Kerja, Stres Kerja Dan Kualitas Tidur Mempengaruhi Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit. Sam Ratulangi Journal Of Public Health, 1(1). DAFTAR PUSTAKA Ahmadun, M., & Syaifudin, S. P, 2017, Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Stres Kerja Di Puskesmas Kualakampar Kabupaten Djatmiko, R. D. (2016). Keselamatan dan kesehatan kerja. Deepublish. 22 Linggom, prima, & raden, hubungan antara kelelahan. .. Fauziyyah, L. A, 2019, Gambaran Beban Kerja, Kelelahan Kerja Dan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Ruang IGD Dan Ruang Intensif, Purwokerto: Disertasi Doktor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Ningsih, E., Muis, M., & Rahim, M. R,(2018). Hubungan Stres Kerja Dan Beban Kerja Mental Dengan Kelelahan Kerja Perawat Rawat Inap RS Unhas. Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Cetakan ketiga. Jakarta: PT Rineka Cipta. Harwanto, Y. D., & Arjanggi, R, 2020, Kelelahan Kerja Ditinjau Dari Stres Kerja Pada Karyawan. Psisula Prosiding Berkala Psikologi, 2. Rhamdani, I., & Wartono, M., 2019, Hubungan Antara Shift Kerja, Kelelahan Kerja Dengan Stres Kerja Pada Perawat. Jurnal Biomedika Dan Kesehatan, 2(3), halaman 104-110. Ismail, F., & Supriyadi, S, 2020, Hubungan Stres Kerja Dengan Kelelahan Kronis Pada Perawat Di Ruang Rawat Inap RSUD Wonosari. Jurnal Keperawatan Akper Yky Yogyakarta, 12(1), 9-18, Yogyakarta : Jurnal Keperawatan Akper Yky Yogyakarta Salim, G., Suoth, L. F., & Malonda, N. S. (2019). Hubungan Antara Kelelahan Kerja Dengan Stres Kerja Pada Sopir Angkutan Umum Trayek Karombasan–Malalayang Kota Manado. Kesmas, 8(7). Kirana, V. D. C., & Dwiyanti, E, 2017, Hubungan Stres Kerja Dengan Kelelahan Pada Perawat Dengan Metode Pengukuran Dass 21 Dan Ifrc. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, 6(1), halaman 133-140. Sari, I. P. S, 2020, Hubungan Beban Kerja Dengan Stres Kerja Perawat Di RSI Nashrul Ummah Lamongan. Hospital Majapahit (Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Majapahit Mojokerto), 12(1), 9-17, Mojokerto : Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Majapahit Mojokerto Lendombela, D. P., Posangi, J., & Pondaag L, 2017, Hubungan Stres Kerja Dengan Kelelahan Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap RSU Gmim Kalooran Amurang. Jurnal Keperawatan, 5(1). Utami, P., Wahyuni, I., & Ekawati, E. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stres Kerja Dan Pengendalian Stres Kerja Pada Tenaga Kerja Di Bagian Cargo Pt. Angkasa Pura Logistik Bandar Udara Lubis, Z. A. (2016). Hubungan Stres Kerja dengan Tingkat Kelelahan Kerja pada Pekerja Bagian Pengolahan di Pabrik Kelapa Sawit Sei Intan PTPN V Riau Tahun 2016. 23 Linggom, prima, & raden, hubungan antara kelelahan. .. Internasional Ahmad Yani Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(5), 311-317. Vanchapo, A. R., & Mkes, M, 2020, Beban Kerja Dan Stres Kerja : Qiara Media. 24