Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 5 No. November dan 2023, 9 - 15 KEBERADAAN MOBIL SIAGA DESA DI MASYARAKAT DI DESA BENDO. KECAMATAN PARE. KABUPATEN KEDIRI (QUALITATIVE RESEARCH) EXISTENCE AuMOBIL SIAGA DESAAy IN THE PUBLIC COMMUNITY AT BENDO. PARE. KEDIRI Bambang Wiseno1*. Didik Susetiyanto Atmojo2. Mohammad Ikhwan Khosasih3 . Suryono4 4 STIKes Pamenang *Korespondensi Penulis : bambangwiseno0601@gmail. Abstrak Mobil siaga desa diperuntukan sebagai alat transportasi pemerintahan desa dalam memberikan pelayanan sebaik-baiknya masyarakat desa. Optimalisasi pelayanan pemerintahan desa salah satunya pada penanganan kasus kesehatan yang ada sebelum ditangani oleh layanan kesehatan. Masyarakat mempunyai pandangan dan pemahaman berbeda-beda dalam pemanfaatan mobil siaga Penelitian kualitatif ini untuk mengetahui perasaan, pendapat, keinginan dan harapan masyarakat dengan adanya mobil siaga desa yang ada. Partisipan pada penelitian ini merupakan masyarakat desa yang desanya mendapatkan hibah mobil siaga desa yaitu warga RW 3. Dsn Bendo Kidul. Ds Bendo. Pare. Kediri. Partisipan diambil dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 6 warga yang bersedia berpartisipasi memberikan data penelitian dan setelah melalui analisa data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) ditemukan sebanyak 5 tema, yaitu. merasa kurang koordinasi penggunaan, merasa kurang paham kemanfaatan, merasakan manfaat, beranggapan mobil dinas perangkat desa, dan merasa susah bila dibutuhkan. Dari temuan tema diatas dimungkinkan bahwa perlu adanya kejelasan informasi penggunaan mobil siaga desa pada masyarakat sehingga pemanfaatannya lebih optimal. Mungkin diperlukan pula adanya Keputusan Kepala Desa untuk pedoman pengoperasian mobil siaga dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang disampaikan ke masyarakat. Penelitian ini hanya lingkup kecil wilayah desa, sehingga mungkin diperlukan penelitian sejenis dalam lingkup yang lebih luas untuk mengetahui sejauh mana kemanfaatan mobil siaga desa. Kata Kunci : Kinerja. Mobil. Pasien. Siaga. Transportasi Abstract The Aimobil siaga desaAn is intended as a transportation for the village government in providing the best possible service to the village community. Optimizing village government services is one of them in handling existing health cases before being handled by health services. Communities have different views and understandings regarding the use of Aimobil siaga desaAn. This qualitative research is to find out the feelings, opinions, desires and expectations of the community with the existence of an existing Aimobil siaga desaAn. Participants in this study were the peoples whose villages received Aimobil siaga desaAn grants, they are residents of RW 3. Bendo Kidul. Bendo Pare Kediri. Partisipan whoAos were taken using a purposive sampling technique. Total of 6 residents who were willing to participate in providing research data and after going through data analysis using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) found 5 themes, namely. feeling a lack of coordination in use, feeling a lack of understanding of benefits, feeling the benefits, assuming the official car for the village apparatus, and feeling difficult when needed. From the findings of the above themes it is possible that there is a need for clarity on the use of Aimobil siaga desaAn for the community so that their utilization is more optimal. It may also be necessary to have a Village Head's Decree for guidelines for operating Aimobil siaga desaAn with Standard Operating Procedures (SPO) to be conveyed to the community. This research is only a small scope of the village area, so similar research may be needed in a wider scope to find out the extent to which the Aimobil siaga desaAn is useful. Keywords : Performance. Cars. Patients. Emergency. Transportation Submitted Accepted Website : 11 Agustus 2023 : 03 November 2023 : jurnal. id | Email : jurnal. pamenang@gmail. Keberadaan Mobil Siaga Desa Di Masyarakat Di . (Bambang Wisen. Pedahuluan Mobil siaga desa dalam beberapa tahun terakhir menjadi suatu fenomena baru dalam pemerintahan desa. Kendaraan ini mudah ditemukan di jalan raya dan mobil dengan tulisan mobil siaga desa ini sering ditemukan di tempat wisata yang jauh dari lokasi desa yang tertulis di kendaraan. Fenomena ini yang menjadi keinginan dari peneliti untuk mengetahui keberadaan mobil siaga desa bagi Keberadaan transportasi ini merupakan salah salu pelayanan pemerintah untuk masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan alat transportasi untuk keperluan darurat (BNPB, 2. di wilayah desa masing-masing termasuk untuk pelayanan kesehatan. Mobil siaga desa adalah salah satu alat transportasi roda empat yang digunakan oleh pemerintah desa untuk kepentingan, kebutuhan dan keperluan operasional masyarakat desa . 2022, bojonegorokab. Mobil siaga desa diharapan mampu mengoptimalkan khususnya melayani berobat dan kebutuhan Mobil siaga merupakan salah satu alat transportasi yang penting dalam penanganan kasus rujukan kegawatdaruratan, sehingga harus siap 24 jam (Jaya dkk, 2. Kabupaten Kediri dengan jumlah desa 343 dan 1 kelurahan telah mendapatkan fasilitas mobil siaga desa. Pemerintah kabupaten kediri pada awal tahun 2022 meluncurkan mobil siaga desa yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat desa . Mobil siaga desa ini merupakan mobil dinas pemerintahan desa yang diperuntukkan antara lain untuk menunjang kelancaran tugas tugas kedinasan, meningkatkan fungsi pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kualitas hasil kerja serta untuk menunjang pelaksanaan program program pemerintahan desa. Salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat yang sangat diperlukan yaitu alat transportasi dalam keadaan darurat kesehatan warga (Roy Massie dan Grace D. Kandou. Program-program gencar dilakukan (WHO, 2. untuk tercapainya Indonesia sehat. Sarana prasarana dipersiapkan dan diadakan untuk mendukung suksesnya Indonesia sehat. Sebagai alat transportasi tentunya mobil siaga desa diharapkan dapat diperankan dalam pelayanan Masyarakat mempunyai pandangan berbeda-beda pemanfaatan mobil siaga desa. Salah satu hal yang menjadi hambatan saat ini adalah kemajemukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai tingkatan sosial dan latar belakang pendidikan yang bervariasi sehingga pengelolaan alat transportasi inipun juga bermacam-macam. Adapun sasaran dari program-program itu adalah masyarakat luas pada umumnya, maka sesuai dengan misi Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat . M) Stikes Pamenang dengan meningkatkan kinerja publikasi dan penerapan hasil penelitian di masyarakat sekaligus sebagai bentuk laporan kinerja dosen. Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan mengeksplorasi, menemukan, menguraikan dan menjelaskan masyarakat sebagai individu dewasa yang berada di desa dengan fasilitas mobil siaga desa yang tidak tergambar jelas dan diukur Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi interpretative yang lebih detail dalam memahami terhadap fenomena bantuan mobil siaga desa pada hampir kabupaten. Tujuan pendekatan penelitian ini adalah memaknai psikologis, suasana hati, keinginan dari warga masyarakat dengan keberadaan mobil siaga desa terhadap kehidupannya dan mencari kesatuan makna dengan mengidentifikasi inti fenomena yang menggambarkan secara akurat (Streubert Carpenter, 2. Penelitian kualitatif ini memberikan kesempatan kepada peneliti untuk menekankan adanya kealamiahan data dan semua kenyataan yang terkait erat dengan pengalaman hidup manusia (Creswell, 2. Pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi prinsip kesesuaian . , masyarakat yang desanya mendapatkan bantuan mobil siaga desa. Untuk kriteria inklusi penelitian sebagai berikut: . Individu dewasa yang berada di desa dengan fasilitas mobil siaga desa, . Partisipan yang bersedia terlibat dalam penelitian, . Partisipan yang bukan sebagai pengelola mobil siaga desa Keberadaan Mobil Siaga Desa Di Masyarakat Di . (Bambang Wiseno, dk. namun mempunyai pengalaman dengan keberadaan mobil siaga desa, . Partisipan bersedia diwawancarai dan direkam selama penelitian dan memberikan persetujuan publikasi hasil penelitian. Peneliti tidak akan membahas permasalahan yang ada hubungan dengan politik. Ide penelitian dimulai sejak adanya mobil siaga desa melalui pengamatan dan observasi reaksi masyarakat dengan fenomena yang ada sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui perasaan, pendapat, keinginan dan harapan masyarakat dengan adanya mobil siaga desa yang ada. Pengambilan data penelitian dilakukan dalam waktu hampir satu bulan dengan beberapa kali pertemuan dengan partisipan untuk keabsahan data yang ditemukan. Menurut Creswell . , hal penting yang mempengaruhi kualitas data penelitian, yaitu kualitas instrumen dalam pengumpulan data yaitu, peneliti sebagai instrument. Validasi instrumen pada kualitas peneliti yaitu peneliti merupakan seorang perawat, pengajar keperawatan, aktifis sosial kemanusiaan dalam pengelolaan mobil ambulans salah satu berinteraksi dengan kebutuhan kesehatan dimasyarakat, sehingga memudahkan masuk dalam situs yang diteliti. Secara umum analisis data yang akan digunakan terdiri dari 5 fase, yaitu . mengumpulkan kembali dan menyusun, . intepretasi, dan . Proses analisa data dengan mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola untuk memudahkan peneliti menemukan kategori, dilanjutkan dengan menemukan sub tema yang akan menghasilkan tema tertentu. Secara Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) seperti alur yang disampaikan oleh Smith. Flower & Larkin . dan Linda . Validitasi dan reliabilitas penelitian akan dilakukan sebagai prosedur untuk keabsahan penelitian kualitatif. Suatu penelitian kualitatif akan dapat dipercaya pengalaman partisipan secara akurat dan melaui proses yang benar (Creswell, 2. Untuk membuktikan keakuratan penelitian ini, peneliti akan menggunakan. uji derajat . , mendengarkan dan mengamati partisipan sebagai subyek penelitian . , objektivitas penelitian akan dilakukan dengan kesepakatan orang yang tidak berkepentingan dalam penelitian . serta melakukan validasi external dengan pihak terkait sehingga hasil penelitian dapat menggambarkan orang lain . Hasil Pelaksanaan penelitian dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Ketua RW 3 Dusun Bendo Kidul. Desa Bendo. Kecamatan Pare. Pengambilan data dilakukan sejak tanggal 21 Juni 2023 dengan 6 partisipan yang diambil secara acak, yaitu masyarakat yang ada di RW 3. Dusun Bendo Kidul disaat partisipan selesai melaksanakan sholat magrib di masjid setempat, yang berkenan mengikuti penelitian dan dilakukan pengambilan data. Partisipan telah mendapatkan penjelasan maksud dan tujuan dari penelitian ini yang dilakukan sebelum dilakukan indepth interview. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan Focus Group Discution (FGD) di teras masjid setelah selesai menjalankan ibadah sholat magrib sambil menunggu sholat isyak. Pengumpulan data dilakukan berulang selama 3 hari . untuk klarifikasi data dan memastikan temuan tema dengan partisipan. Proses analisa dilakukan terhadap datadata yang ditemukan dari beberapa klarifikasi data hasil pengumpumpulan data, dan dihasilkan beberapa tema temuan. Hasil temuan dari partisipan tentang keberadaan mobil siaga desa yang merujuk dari tujuan penelitian, yaitu sebanyak 5 tema yang bisa didapatkan antara lain. merasa kurang koordinasi penggunaan, merasa kurang paham kemanfaatan, merasakan manfaat, beranggapan mobil dinas perangkat desa, dan merasa susah bila dibutuhkan. Dari setiap tema yang ditemukan akan diuraikan masingmasing tema dengan beberapa kutipan wawancara dari partisipan Merasa kurang koordinasi penggunaan Partisipan merasa penggunaan mobil siaga desa belum jelas alur dan aturanya, terkoordinasi penggunaannya. Karena kadang terparkir di balai desa dan kadang tidak tahu ada di mana posisi mobil siaga desa berada. Berikut kutipan beberapa partisipan terkait dengan tema di atas. rajelas parkir e, kadang ng deso, kadang nggone sopir e . Keberadaan Mobil Siaga Desa Di Masyarakat Di . (Bambang Wiseno, dk. idak jelas parkirnya, kadang di desa, kadang di rumah sopi. (P. , . pas anakAoe pak Y. kembrukan plafon, tak bel sopir e jare digowo metu, trus sidane gawe montore Pak H (Ketika anaknya pak Y ketimpa plafon, saya telpon sopir katanya dibawa keluar, akhirnya pakai mobilnya pak H) . (P. , . lhaa aku dewe yo ra ngendi?. aya sendiri juga tidak tahu tempatnya di mana? (. empat stanby mobil siaga des. ) . (P. Merasa kurang paham kemanfaatan Kemanfaatan sesuatu hal tidak akan dirasakan oleh seseorang, bila yang bersangkutan belum pernah mendapatkan keuntungan dari hal tersebut. Terlebih bila orang itu tidak memahami dengan jelas akar pembahasannya. Begitu juga bagi masyarakat yang tidak pernah atau belum pernah mendapatkan kemanfaatan dengan keberadaan mobil siaga desa, maka masyarakat cenderung kurang paham akan manfaat adanya mobil siaga desa. Seperti tersirat dalam hasil wawancara beberapa pastisipan berikut. sak jane iku kangge sopo?. ebenarnya itu . endaraan mobil siaga des. untuk siapa?) . (P. , . sering sliweran nang dalan-dalan pasien,. ering melihat lalu lalang di jalan-jalan namun tidak membawa pasie. (P. , . aku yo pernah weruh nang pantai, mosok gae rekreasi, trus sopo sing gae?. enar itu, saya pernah lihat di pantai, apa buat rekreasi, trus siapa yang membawa ke pantai?) . (P. Merasakan manfaat Ternyata banyak juga masyarakat yang pernah mendapatkan manfaat dari adanya mobil siaga desa. Dimana pernah keluarganya yang sakit. Dari tema ini, perasaannya seperti berikut. yoo kae pas butuh ngeterke Pak Xx langsung aku telpon kamituwo. Alhamdulillah iso . ya, ketika itu mengantarkan Pak Xx langsung Alhamdulillah bis. (P. seneng nek butuh pas enek, . enang ketika memerlukan dan bisa digunakan saat it. (P. enak koyo pas acara desa ora repotAn kendaraan, iso gae montor iku, . nak seperti ketika ada acara desa tidak repotAy kendaraan, bisa menggunakan mobil it. (P. Beranggapan mobil dinas perangkat Segala sesuatu yang masuk ke pancaindera akan menghasilkan persepsi dan pikiran yang bisa menimbulkan prasangka terhadap obyek Demikian juga dengan mobil siaga desa yang terlihat sering dikemudikan oleh perangkat desa yang menyebabkan masyarakat berfikir merupakan kendaraan perangkat desa, seperti yang diucapkan oleh partisipan. ngertiku nang deso kono sing gowoni pak lurah e,. etahu saya di desa lain sana yang membawa pak lura. (P. , . mungkin bonus kangge wong deso . ungkin itu kendaraan hadiah untuk perangkat des. (P. , . mobil siaga desa iku mobil dinase pamong, mulakne enak dadi pamong, . obil siaga desa itu mobil dinasnya perangkat desa, makanya enak jadi perangkat des. (P. Merasa susah bila dibutuhkan Mobil standar pabrik dengan adanya tulisan mobil siaga desa yang ada menjadi salah satu aset untuk kegiatan desa transportasi untuk menolong orang sakit. Namun karena masih standar sehingga posisi kursi mobil susah bila dibutuhkan untuk sebagai alat trasnportasi orang sakit / Hal ini diungkapkan oleh partisipan yang pernah mengendarai mobil siaga desa, sebagai berikut. ora iso nek gae wong balungan dowo, . idak bisa kalau untuk mengangkut orang yang berbadan tingg. (P. , . Lhaayoiku kursine ora koyo ambulan, sik . aka dari itu kursi mobil Keberadaan Mobil Siaga Desa Di Masyarakat Di . (Bambang Wiseno, dk. tidak seperti ambulans, ini masih . ursi menghadap depa. ) (P. , . angel nek gowo pasien sing kudu turu . usah bila untuk mengangkut terlentan. , . boyoke nekuk . unggungnya meneku. (P2, , sikil yoo raiso jujur . aki pun juga tidak bisa luru. , (P. Pembahasan Partisipan menyampaikan pendapat, perasaan dan keinginannya dari keberadaan mobil siaga desa sehingga ditemukannya tema hasil penelitian. Dari temuan tersebut dapat diuraikan kemungkinan mengapa hal tersebut dapat terjadi. Uraian dari masing-masing tema seperti dibawah ini. Merasa kurang koordinasi penggunaan Sebagai alat transportasi bergerak, mobil siaga desa tentunya tidak akan berada di dipergunakan untuk kegiatan. Kendaraan operasional untuk kegiatan siaga, harusnya berada dalam titik tertentu dan selalu siap bila dibutuhkan, dengan demikian bila tidak ada di titik tersebut berarti kendaraan dalam keadaan dipergunakan untuk Pengguna atau pemakai mobil siaga desa wajib ada laporan kegiatan, sehingga bila ada yang membutuhkan bisa jelas keberadaannya. Hal ini dimungkinkan karena belum ada atau tidak adanya peraturan desa yang mengatur secara resmi Seperti disampaikan oleh salah satu perangkat desa yang mengatakan bahwa belum ada peraturan desa tentang hal tersebut. Merasa kurang paham kemanfaatan Mengetahui merupakan awal dari suatu kegiatan untuk melakukan sesuatu yang dimulai dari merasakan dan memahami sebelum kegiatan itu terjadi. Masyarakat desa belum banyak yang tahu tentang keberadaan mobil siaga desa yang ada, walaupun setiap hari sering melihat kendaraan tersebut di jalanan. Sosialisasi tentang mobil siaga desa dan manfaat serta tersampaikan ke seluruh lapisan warga, sehingga hal ini memungkinkan adanya ketidakpahaman keberadaan mobil siaga yang sebenarnya di desa. Masyarakat desa masih kurang mendapatkan informasi terkait mobil siaga desa. Hal ini seperti di sampaikan oleh salah seorang warga yang mendengarkan penjelasan tentang mobil siaga desa. Merasakan manfaat Keadaan memerlukan tindakan yang cepat dan tepat untuk mendapatkan penanganan, termasuk juga dalam hal masalah kesehatan. Alat transportasi diperlukan dalam hal ini untuk bisa mengangkut pasien/orang sakit ke tempat pelayanan kesehatan dengan cepat untuk segera mendapatkan pertolongan. Mobil siaga desa sebagai salah satu kendaraan yang ada di desa yang Keberadaanya dirasakan manfaatnya oleh warga yang pernah mendapatkan layanan mobil siaga desa dalam pemenuhan mengalami masalah kesehatan. Beranggapan mobil dinas perangkat Alat transportasi ini sering dipakai pemerintahan desa, baik saat jam kerja kantor maupun diluar jam kerja kantor pemerintahan desa. Masyarakat melihat dan berfikir yang akhirnya muncul anggapan bahwa kendaraan mobil siaga desa adalah merupakan fasilitas mobil dinas untuk perangkat desa. Anggapan ini tidak dapat dipungkiri akan dirasakan oleh warga karena seringnya kendaraan ini dipakai oleh perangakat desa. Sebagai perangkat desa memang harus memberikan pelayanan sebaiknya kepada masyarakat desanya dalam keadaan apapun. Salah seorang perangkat desa yang tidak bersedia disebutkan namanya, membenarkan jika ada kemungkinan anggapan tersebut. Karena selama ini memang kendaraan sering berada di balai desa dan kalaupun tidak maka yang mengemudikan / membawa kendaraan bukanlah warga masyarakat biasa dan hanya oleh orang atas perintah perangkat desa. Merasa bahwa mobil susah untuk pasien tertentu Keberadaan Mobil Siaga Desa Di Masyarakat Di . (Bambang Wiseno, dk. Disebutkan sebagai mobil siaga desa harus siap untuk digunakan dalam keadaan Salah satu dari manfaat yang diharapkan dari awal adalah memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat dalam keadaan darurat khususnya untuk pertolongan ibu hamil dalam mendapatkan Namun dengan pengaturan kursi / jok . agian dala. mobil siaga saat ini tampaknya masih belum maksimal untuk bisa memberikan layanan ini. Mobil siaga desa susah untuk mengangkut pasien yang membutuhkan posisi tidur/ terlentang dikarenakan semua kursi masih standar seperti kendaraan lainnya yang hanya bisa untuk penumpang dengan posisi duduk. Padahal untuk pasien yang tidak memungkinkan diangkut dengan posisi duduk harus diangkat dan diangkut dalam kondisi berbaring untuk menghindari permasalahan yang lebih buruk. Keberadaan mobil siaga desa menurut Warga di RW 3. Dsn. Bendo Kidul. Ds. Bendo. Kec. Pare dari penelitian ini bahwa warga beranggapan bahwa mobil siaga desa adalah kendaraan untuk perangkat dan pemerintahan desa. Warga tidak tahu alur pemakaian mobil siaga desa dan belum banyak memahami manfaat dalam kebutuhan Namun mobil siaga desa dapat digunakan untuk kebutuhan transportasi kesehatan warga yang sakit . rang yang membutuhka. yang memungkinkan untuk diangkut dengan kondisi kursi mobil siaga desa . ursi standar yang menghadap ke Satu kendaraan siaga untuk satu desa menyebabkan kebutuhan transportasi dalam keadaan gawat darurat atau kebutuhan kesehatan lainnya kadang masih kurang sehingga menggunakan kendaraan pribadi karena akses untuk mendapatkan fasilitas belum banyak dipahami oleh warga. Selain itu, keadaan dan pengaturan kursi di mobil siaga desa belum layak untuk angkutan emergency seperti mobil ambuilance. Kesimpulan Kendaraan yang bertuliskan Mobil Siaga Desa yang beberapa tahun terakhir menjadi kendaraan yang sering terlihat, menurut warga di RW 3. Dsn. Bendo Kidul. Ds. Bendo. Kec. Pare yang desanya merupakan salah satu desa yang mendapat bantuan mobil siaga desa, warga masih ada yang belum memahami manfaat mobil siaga karena melihat kendataan ini di tempat wisata sehingga muncul juga pendapat bahwa kendaraan ini merupakan kendaraan operasional pemerintahan desa yang diperuntukkan bagi perangkat desa. Satu kendaraan operasional dalam satu desa mengetahui prosedur pemanfaatan sehingga merasa tidak mendapatkan manfaat. Warga yang pernah mendapatkan fasilitas kendaraan ini untuk keperluan transportasi ke rumah sakit berpendapat dan berharap untuk keperluan kegawatdaruratan kesehatan perlu ada perubahan/ modifikasi bentuk kursi sehingga bisa optimal untuk mengangkut warga yang membutuhkan posisi terlentang/ Penelitian ini hanya dilakukan pada partisipan di suatu kelompok warga di sebuah Karena keterbatasan waktu dan kesempatan serta menyesuaikan dengan tujuan penelitian ini maka tidak dilakukan pengambilan data pada kelompok yang lebih Untuk itu mungkin perlu penelitian lebih lanjut dengan lingkup yang lebih luas untuk mengetahui kemanfaatan mobil siaga desa secara luas. Ucapan Terima Kasih Peneliti sampaikan terima kasih kepada semua yang telah memberikan support dalam penelitian ini. Staff pM Stikes Pamenang, dan seluruh perangkat/staff di RW3. Dusun Bendo Kidul. Desa Bendo Kec. Pare. Kab. Kediri dan partisipan yang telah bersedia terlibat dalam penelitian ini. Daftar Pustaka