SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 239-247 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 ANALISIS FAKTOR BUDAYA. SOSIAL. PRIBADI DAN PSIKOLOGIS TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA BUTIK YULIA GRACE Chairul Adhim Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yapis Dompu chairuladhim@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor budaya, sosial, individu dan psikologis terhadap perilaku konsumen dalam melakukan pembelian pada Butik Yulia Grace di Kabupaten Dompu. Penelitian ini adalah deskriptife Populasi penelitian ini adalah Masyarakaat atau konsumen yang ada dikabupaten Dompu dengan menggunakan sampling kebetulan atau accidental Alat analisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa faktor budaya dan Psikologis berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian sedangkan untuk faktor sosial dan pribadi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian. Kata Kunci : Budaya. Sosial. Pribadi. Psikologis. Perilaku Konsumen. Keputusan Abstract This study aims to determine the effect of cultural, social, individual and psychological factors on consumer behavior in making purchases at the Yulia Grace Boutique in Dompu Regency. This research is a quantitative description. The population of this research is the people or consumers in Dompu district using accidental sampling. The analysis tool uses multiple regression analysis. The research findings show that cultural and psychological factors have a negative and significant effect on consumer behavior in purchasing decisions while social and personal factors have a positive and significant effect on consumer behavior in purchasing decisions. Keywords: Culture. Social. Personal. Psychological. Consumer Behavior. Purchasing Decisions PENDAHULUAN Perkembangan tehnologi dan informasi membawa dampak bagi berkembangnya tingkat persaingan dalam pemenuhan kebutuhan Peran pemasaran semakin penting dalam perusahaan dari skala kecil hingga besar , baik itu perusahaan yang menhasilkan barang dan jasa dalam menghadapi tingkat Persaingan yang semakin ketat, perubahan lingkungan yang cepat dan kemajuan tehnologi yang pesat mendorong pelaku usaha untuk selalu melakukan perubahan yang berorentasi pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan secara lebih baik agar dapat menarik serta mempertahankan pelanggan dan Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 239-247 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 mengungguli pesaing. Melihat kondisi tersebut menyebabkan perusahaan semakin dituntut untuk mempunyai stategi yang tepat. Menurut Kotler dan Keller . , menyatakan bahwa memahami perilaku konsumen merupakan hal yang penting yang harus dilakukan oleh pemasar. Karena bidang ilmu perilaku konsumen mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, serta memanfaatkan barang, jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat mereka. Dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen perusahaan harus dapat bergerak cepat karena obyek atau konsumen mempunyai keinginan ataupu persepsi yang berbeda beda. Apalagi konsumen berasal dari beberapa segmen yang berbeda sehingga keinginan dan kebutuhan yang dibutuhkan juga beragam. Dan perusahaan juga harus mampu memberikan dampak nilai lebih dibanding pesaing terhadap produk yang ditawarkan sehingga konsumen mampu menarik minat untuk membeli Keputusan pembelian konsumen menjadi faktor yang paling penting penentu eksitensi suatu perusahaan. Suatu perusahaan dapat terus eksis jika ada dorongan dari konsumen dalam memutuskan pembelian kembali terhadap produk dan mendapat respon yang positif. Konsumen akan membentuk sebuah prefernsi atas merk Ae merk yang ada dalam kumpulan pribadi dan konsumen akan membentuk niat untuk membeli merek yang diminati dan berujung pada pembelian kembali (Kotler & keller, 2. Menurut kotler . ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis. Faktor budaya berhubungan perilaku dan keinginan untuk mendapatkan dengan persepsi atau Faktor sosial berhubungan dengan kelas sosial ataupun strata dari individu. Faktor pribadi berhubungan dengan karakteristik psikologis individu atau konsumen. Faktor psikologis berkaitan langsung dengan lingkungan dia berada seperti motivasi. Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia yang tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia. Manusia membutuhkan karena pakaian menawarkan berbagai kebaikan dan manfaat bagi pemakainya. Jadi semua kalangan akan membutuhkan pakaian demi untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, hal ini tentunya memunculkan berbagai faktor yang dapat menentukan keputusan dalam melakukan pembelian bisa dilihat dari faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis. Butik Yulia Grace merupakan butik yang ada dikabupaten Dompu Khususnya di Kecamatan Woja dan Butik Yulia Grace ini letak sangat strategis di pasar Wodi . Butik ini sudah dikenal oleh masyarakat Kabupaten Dompu karena butik ini mampu untuk memenuhi trend ataupun gaya masyarakatsaat ini dalam menawarkan produk yang akan dijual. Selain dari produk hargapun yang relatif dapat dijangkau oleh masyarakat dan merk-merk yang ditawarkan adalah brand-brand terkenal atau yang menjadi hits at ini dan Butik Yulia Grace juga dapat di jangkau oleh masyarakat. Tentunya akan selalu ada faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan keputusan pembelian pada Butik Yulia Grace. Ada beberapa hasil penelitian yang menunjukan bahwa keputusan pembelian di pengaruhi oleh faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan psikologis, sebagaimana hasil penelitian dari Sriwaardiningsih. Enggal. , et al . Amalia. Firda . Fathor. S . Timmerman, et al . dan wahyuni dan Arie . masih ditemukan adanya gap riset dalam temuan hasil penelitiannya. Oleh karena itu berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis mempunyai pengaruh terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian pada Butik Yulia Grace di Kabupaten Dompu. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 239-247 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 LANDASAN TEORI Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran madalah suatu tindakan yang dilakukkan perusahaan yang dilakukan untuk mengatur proses pertukaran. Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan, pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran individu-individu dalam organisasi (Kotler : 2. Sedangkan menurut Tjiptono . manajemen pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi penentuan harga, promosi, distribusi barang / jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi. Perilaku Konsumen Perilaku konsumen menyangkut masalah keputusan yang diambil seseorang dalam persaingannya dan penentuan untuk mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa. Kebanyakan perusahaan meneliti keputusan membeli konsumen amat terperinci untuk menjawab mengenai apa yang dibeli konsumen untuk mencari jawaban atas dasar pertanyaan mengenai apa yang mereka beli, dimana dan berapa banyak, tetapi mempelajari tingkah laku konsumen bukan hal yang mudah, jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen. Menurut Swastha dan Handoko . perilaku konsumen adalah sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barangbarang dan jas, termaksud didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tertentu. Pengambilan keputusan konsumen . onsumer decision makin. adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengaevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya. Menurut Kotler . , keputusan pembelian konsumen dipengharuhi oleh faktor budaya, sosial, pribadi dan Faktor Budaya Keputusan pembelian daapat dipengaruhi oleh faktor budaya yang meliputi peran budaya, sub budaya dan kelas sosial konsumen. Faktor Sosial Penentu dalam keputusan pembelian dalam faktor sosial terdiri dari kelompok acuan, keluarga serta peran dan status sosial. Faktor Pribadi Pada faktor pribadi keputusan pembeli dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yang terdiri dari usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli. Faktor Psikologis Faktor pembelian seseorang dipengaruhi faktor psikologis terdiri dari motivasi, persepsi, pembelajaran serta keyakinan dan sikap. Keputusan Pembelian Konsumen Menurut Kotler . bahwa tahap-tahap yang dilewati pembeli untuk mencapai keputusan membeli melewati lima tahap, yaitu : Pengenalan Masalah Proses pembelian dimulai saat pembeli mengnali sebuah masalah atau kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal Pencarian Informasi Konsumen yang tergugah kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Mencari bahan bacaan, menelepon teman, dan mengujungi Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 239-247 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 toko untuk mempelajari produk. Melalui pengumpulan informasi konsumen mengetahui tentang merek yang bersaing dasn keistimewaan merek tersebut. Evaluasi Alternatif Beberapa konsep dasar akan membantu untuk dapat memahami proses evaluasi konsumen yang terdiri dari . konsumen berusaha untuk memenuhi suatu kebutuhan, . konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk, . konsumen smemamndang masing-masing produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda beda daslam memeberikan manfaat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan itu. Keputusan Pembelian Tahap evaluasi, konsumen membentuk preferensi atas merk dalam kumpulan Konsumen juga mungkin membentuk niat untuk membeli produk yang paling disukai. Gambar 1 Kerangka Konseptual Penelitian Faktor Budaya (X. Faktor Sosial (X. Keputusan Pembelian (Y) Faktor Individu (X. Faktor Psikologis (X. METODEI PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptitif kuantitatif, bermaksud untuk meneliti dan menetukan informasi sebanyak-banyaknya dari suatu fenomena tertentu dan berusaha memberi gambaran secermat mungkin mengenai masalah yang di cari. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik teretntu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. (Sugiyono : 2. Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen yang membeli pakainan pada butik Yulia Grace selama bulan November 2019 sebanyak 35 orang. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan tehnik Accidential Sampling ( Sampling kebetulan ) sedangkan accidential sampling merupakan tehnik penentuan sampel berdasarkan kebetulan/insidential bertemu dengan peneliti yang digunakan sebagai sampel. Pelaksanaan accidential sampling dalam penelitian ini adalah konsumen yang melakukan pembelian pada Butik Yulia Grace. Sehingga pengambilan responden disesuaikan dengan kebutuhan peneliti yaitu sebanyak 35 orang pelanggan butik. Tehnik pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuisioner atau angket. Didukung oleh jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kuisioner atau angket. Skala data yang digunakan untuk pengukuran variabel ini skala likert. Menurut Sugiyono . skala likert digunakan yntuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Pertanyaan dalam kuesioner dibuat dengan menggunakan skala 1-5 untuk mewakili pendapat dari nilai untuk skala tersebut adalah : Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 239-247 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Alat uji yang digunakan untuk menguji penelitian ini berupa uji validitas, uji reliabilitas dan uji asumsi klasik. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji F dan uji t. Tehnik analisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Menurut Sugiyono . analisis regresi berfungsi untuk menganalisis hubungan dan pengaruh antara satu variabel terikat dan variabel bebas. Dalam penelitian analisis regresi berganda digunakan untuk membuktikan sejauh mana hubungan Budaya (X. Sosial (X. Pribadi (X. dan Psikologis (X. berpengaruh terhadap keputusan pembelian pakaian (Y), dengan model sebagai berikut : Y = a b1 X1 b2 X2 b3 X3 b4 X4 e Dimana : : Variabel Terikat (Keputusan Pembelia. : Koefisien regresi Faktor Budaya : Variabel Faktor Budaya : Koefisien regresi faktor sosial : Variabel faktor sosial : Koefisien regresi faktor Pribadi : Variabel Faktor Pribadi : Koefisien regresi Faktor Psikologis : Variabel Faktor Psikologis : Standar eror HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Hasil Uji Validitas Bulir Pernyataan Keterangan X1. 0,716 0,282 VALID X1. 0,823 0,282 VALID X1. 0,841 0,282 VALID X2. 0,784 0,282 VALID X2. 0,780 0,282 VALID X2. 0,834 0,282 VALID X3. 0,767 0,282 VALID X3. 0,513 0,282 VALID X3. 0,625 0,282 VALID X3. 0,640 0,282 VALID X3. 0,739 0,282 VALID X4. 0,773 0,282 VALID X4. 0,780 0,282 VALID X4. 0,778 0,282 VALID Y1. 0,791 0,282 VALID Y1. 0,743 0,282 VALID Y1. 0,829 0,282 VALID Y1. 0,653 0,282 VALID Sumber : Data diolah SPSS . Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 239-247 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Jumlah Pertanyaan Crondbach Apha Standar crondbach Alpha 0,707 0,60 0,718 0,60 0,672 0,60 0,667 0,60 0,751 0,60 Sumber : Data diolah SPSS . Keputusan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada t Tabel 2, maka diperoleh hasil nilai reliabilitas yang diperoleh untuk variabel X1 sebesar 0,707. X2 sebesar 0,718. X3 sebesar 0,672. X4 sebesar 0,667, dan Y sebesar 0,751. Jadi nilai dari CronbachAos Alpha tersebut adalah lebih besar atau diatas > 0. 60 sehingga semua item adalah Tabel 3. Hasil Uji Regresi Berganda Sumber : Data diolah SPSS . Tabel 4. Hasil Uji Nilai F . Data : Diolah SPSS . Tabel 5. Hasil Uji Nilai t (Parsia. Sumber : Data diolah SPSS . Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 239-247 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Pengaruh Faktor Budaya Terhadap Perilaku Konsumen dalamKeputusan Pembelian Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor budaya berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian pada Butik Yulia Grace. Hal ini mengindikasikan bahwa hasil yang diperoleh tidak mendukung teori, yang menyatakan bahwa faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan mendalam pada tingkah laku konsumen (Kotler, 2001: . Jadi hal ini membuktikan bahwa faktor budaya tidak menentukan seorang individu ataupun konsumen dalam mengambil keputusan pembelian suatu produk pada Butik Yulia Grace. Tentunya ini menjadi dasar bahwa tidak selamanya faktor budaya akan dapat mempengaruhi keputusan pembelian, khususnya pada butik Yulia Grace sehingga faktor-faktor lain yang sangat menentukan perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian dari dari Sriwardiningsih. Et al . Amalia . Fathor . Wahyuni dan Arie . dan Timmerman. Et al . menyatakan bahwa faktor budaya memiliki pengaruh positif dan siginifikan terhadap keputusan pembelian. Pengaruh Faktor Sosial Terhadap Perilaku Konsumen dalam Keputusan Pembelian Hasil penelitian diketahui bahwa faktor sosial berpengaruh dan signifikan terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian pada Butuk Yulia Grace. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi hubungan dengan teman, keluarga, dan orang tua, maka semakin tinggi keputusan konsumen untuk melakukan pembelian. Ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa faktor sosial merupakan sekolompok orang yang sama -sama mempertimbangkan secara dekat persamaan di dalam status atau penghargaan komunitas yang secara terus menerus bersosialiusasi di antara mereka sendiri baik secara formal maupun informal. Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor sosial merupakan hal yang penting sebagai bahan pertimbangan individu atau konsumen dalam melakukan keputusan pembelian terhadap suatu produk. Hasil kajian ini didukung oleh penelitian Sriwardiningsih. Et al . , dan Fathor . , yang menyatakan bahwa faktor sosial memiliki pengaruh yang positif dan signifikan berpengaruh terhadap keputusan pembelian, hasil yang berbeda diperoleh oleh Wahyuni dan Arie . Pengaruh Faktor Pribadi Terhadap Perilaku Konsumen dalam Keputusan Pembelian Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pribadi berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian pada Butik Yulia Grace. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor pribadi sangat menentukan keputusan melakukan pembelian, karena faktor pribadi menggabungkan antara tatanan psikologis dan pengaruh lingkungan, dimana semakin tinggi jabatan orang tua dalam bekerja, mapan dari segi ekonomi dan gaya hidup yang semakinn meningkat maka semakin tinggi keputusan untuk membeli suatu produk pada Butik Yulia Grace. Ini juga dapat mempengaruhi seorang individu dalam memilih jenis-jenis ataupun merk-merk produk yang dibeli. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian Sriwardiningsih, et al . , fathor . dan Wahyuni dan Arie . yang menyatarkan bahwa faktor pribadi berpegaruh psoitif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 239-247 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Pengaruh Faktor Psikologi Terhadap Perilaku Konsumen dalam Keputusan Pembelian Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor psikologis berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian pada Butik Yulia Grace. Hal ini menunjukan bahwa faktor psikologis yang terdiri dari motivasi, persepsi, pengetahuan, keyakinan dan sikap tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa semakin tinggi motivasi, persepsi, pengetahuan, keyakinan dan sikap seseorang terhadap suatiu produk maka semakin tinggi keputusan konsumen melakukan Ini dikarenakan faktor psikologis bukan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada perilaku inidividu ataupun konsumen dalam mengambil keputusan dalam melakukan pembelian pada butik Yulia Grace. Jadi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian belum sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor psikologis, karena lebih banyak faktor-faktor yang lain sebagai bahan pertimbangan individu atau konsumen dalam melakukan pembelian. Hasil kajian ini tidak sesuai dengan penelitian dari Fathor . dan Timmerman, et al . yang menyatakan bahwa faktor psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pemebelian. SIMPULAN Faktor budaya berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian pada Butik Yulia Grace, hal ini tentunya tidak mendukung teori yang ada sehingga faktor lain lebih berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada butik Yulia Grace. Faktor sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian pada butik Yulia Grace. Hal ini membuktikan bahwa faktor sosial yang mampu mempengaruhi minat masyarakat karena di peroleh informasi melalui kelompok bermain. Faktor individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian pada butik Yulia Grace. Tentunya penaruh dari keluarga dan kemampuan ekonomi konsumen menjadi dasar keputusan pembelian pada butik Yulia Grace. Faktor psikologis berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian. Jadi faktor psikologis yang terdiri dari motivasi, persepsi tidak mampu mempengaruhi minat konsumen dalam mengambil keputusan pembelian pada butik Yulia Grace. DAFTAR PUSTAKA