Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2978-2984 Faktor-faktor yang Memengaruhi Ekspor Udang di PT BeeJay Seafood Factors Affecting Shrimp Exports at PT BeeJay Seafood Muhammad Rafi Azzahran*. Bambang Yudi Ariadi Agribisnis. Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang *Email: rafi. azzahran24@gmail. (Diterima 26-04-2025. Disetujui 04-07-2. ABSTRAK Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sumber daya perikanan yang melimpah, salah satu komoditasnya adalah udang yang menjadi komoditas ekspor utama. PT BeeJay Seafood, sebagai Perusahaan pengolahan dan ekspor hasil laut di Probolinggo, menghadapi fluktuasi ekspor udang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kurs, inflasi, harga udang di pasar domestik, dan volume produksi udang di Indonesia terhadap volume ekspor udang PT BeeJay Seafood. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder dalam kurun waktu Desember 2023 hingga November 2024. Tren ekspor udang di PT BeeJay Seafood menunjukan pola yang fluktuatif. Hasil analisis menunjukan bahwa secara parsial, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan inflasi berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan harga udang di pasar domestik dan volume produksi udang di Indonesia tidak berpengaruh terhadap ekspor udang yang dilakukan oleh PT BeeJay Seafood. Secara parsial, semua variabel independen berpengaruh terhadap ekspor udang PT BeeJay Seafood. Penelitian ini menunjukan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan inflasi perlu menjadi perhatian utama dalam strategi ekspor udang PT BeeJay Seafood. Selain itu, perusahaan perlu mempertimbangkan kebijakan harga domestik untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. Hasil Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan bagi perusahaan dalam mengoptimalkan ekspor udang. Kata kunci: ekspor, inflasi, nilai tukar, regresi, udang ABSTRACT Indonesia is an archipelagic country with abundant fishery resources, one of the commodities is shrimp which is the main export commodity. PT BeeJay Seafood, as a seafood processing and export company in Probolinggo, faces fluctuations in shrimp exports influenced by various factors. This study aims to analyze the influence of exchange rates, inflation, shrimp prices in the domestic market, and shrimp production volume in Indonesia on the shrimp export volume of PT BeeJay Seafood. This study uses a quantitative method with a multiple linear regression approach. The data used is secondary data for the period from December 2023 to November 2024. The shrimp export trend at PT BeeJay Seafood shows a fluctuating The results of the analysis showed that partially, the rupiah exchange rate against the US dollar and inflation had a positive and significant effect, while the price of shrimp in the domestic market and the volume of shrimp production in Indonesia had no effect on shrimp exports carried out by PT BeeJay Seafood. Partially, all independent variables affect PT BeeJay Seafood's shrimp exports. This study shows that fluctuations in the rupiah exchange rate against the US dollar and inflation need to be the main concern in PT BeeJay Seafood's shrimp export strategy. In addition, companies need to consider domestic pricing policies to increase competitiveness in the international market. The results of this research are expected to provide insight for companies in optimizing shrimp exports. Keywords: exports, exchange rate, inflation, regression, shrimp PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 70 persen wilayahnya terdiri atas perairan (KKP, 2. Kondisi geografis dengan wilayah laut yang luas memberikan keuntungan besar bagi Indonesia berupa melimpahnya sumber daya perikanan. Sebagai negara dengan wilayah laut yang luas, sektor perikanan menjadi salah satu komoditas penting dalam perekonomian nasional, khususnya dalam mendukung sektor ekspor. Faktor-faktor yang Memengaruhi Ekspor Udang di PT BeeJay Seafood Muhammad Rafi Azzahran. Bambang Yudi Ariadi Ekspor merupakan salah satu strategi penting dalam perdagangan internasional, kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara (Irmawati. N & Indrawati. Kerja sama antarnegara dalam perdagangan internasional dapat membuat negara-negara saling terhubung dan saling mendukung dalam bidang ekonomi, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Fadhilah et al, 2. Udang merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki peran penting dalam sektor perikanan Indonesia, terutama karena tingginya permintaan dan kontribusinya terhadap pendapatan negara (Sulistiara et al, 2. Udang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan merupakan salah satu dari sepuluh komoditas utama ekspor Indonesia di sektor perikanan (Pudyastuti et al, 2. Nilai ekspor udang Indonesia secara keseluruhan didominasi oleh dua jenis produk yang masing-masing memberikan kontribusi signifikan, yaitu udang beku sebesar 77,38% dan udang olahan sebesar 21,91% (Mashari et al, 2. PT BeeJay Seafood merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan ekspor hasil laut, termasuk udang. Perusahaan yang berlokasi di Kota Probolinggo. Jawa Timur ini, memiliki fasilitas produksi modern dan berstandar internasional. PT BeeJay Seafood berkomitmen untuk menjaga kualitas produk dan memenuhi standar keamanan pangan global, guna memastikan bahwa setiap produk yang diekspor dapat diterima dengan baik di pasar internasional. Volume ekspor udang yang dilakukan oleh PT BeeJay Seafood cenderung berfluktuasi dari bulan ke bulan. Beberapa faktor yang memengaruhi fluktuasi tersebut antara lain nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, tingkat inflasi, harga udang di pasar domestik, serta volume produksi udang di Indonesia. Nilai tukar mata uang sangat berpengaruh dalam transaksi perdagangan internasional karena menentukan daya saing harga produk ekspor di pasar luar negeri (Tyas, 2. Perubahan nilai tukar dapat memengaruhi harga produk ekspor di pasar internasional melalui penyesuaian nilai transaksi dalam mata uang asing. Kondisi ini berdampak langsung terhadap minat pembeli internasional terhadap produk ekspor dari suatu negara. Oleh karena itu, kestabilan nilai tukar merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kelangsungan kegiatan ekspor. Inflasi juga menjadi faktor penting dalam menentukan harga dan biaya produksi. Inflasi yang tinggi dapat melemahkan nilai tukar dan meningkatkan biaya produksi, sehingga memengaruhi keputusan ekspor (Rasyid. Y & Suprihhadi. H, 2. Selain itu, harga udang di pasar domestik juga turut menentukan kebijakan ekspor. Jika harga domestik tinggi, perusahaan cenderung lebih memilih menjual produk di dalam negeri. Sebaliknya, jika harga domestik rendah, ekspor menjadi pilihan yang lebih menguntungkan. Nainggolan et al . menyatakan bahwa faktor lain yang tidak kalah penting adalah volume produksi nasional. Produksi yang tinggi akan memperbanyak ketersediaan pasokan untuk ekspor, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar internasional dengan lebih baik dan mendukung kelancaran distribusi produk ke luar negeri. Namun, jika produksi menurun, maka pasokan untuk pasar internasional juga akan terbatas (Mejaya et al, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren ekspor udang yang dilakukan oleh PT BeeJay Seafood dalam kurun waktu tertentu, mengetahui seberapa besar pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, inflasi, harga udang di pasar domestik, dan volume produksi udang di Indonesia terhadap volume ekspor udang yang dilakukan oleh PT BeeJay Seafood, mengukur tingkat signifikan pengaruh masing-masing variabel tersebut terhadap fluktuasi volume ekspor yang dilakukan oleh perusahaan, dan mencari tahu apakah variabelvariabel tersebut berpengaruh secara simultan terhadap ekspor udang yang dilakukan oleh PT BeeJay Seafood. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di PT BeeJay Seafood yang berlokasi di Kota Probolinggo. Jawa Timur. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja . karena perusahaan ini telah melakukan kegiatan ekspor hasil laut, termasuk udang, sejak tahun 2006. Pengumpulan data dilakukan dari bulan Agustus hingga Desember 2024. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif berusaha menyajikan gambaran yang tepat, objektif, dan terstruktur tentang fakta, karakteristik, serta hubungan antarfenomena yang sedang diteliti (Rukajat, 2. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2978-2984 Penelitian ini memiliki satu variabel dependen dan empat variabel independen. Variabel dependen yang digunakan adalah volume ekspor udang PT BeeJay Seafood yang diukur dalam kilogram. Variabel independen mencakup nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, tingkat inflasi, harga udang di pasar domestik, dan volume produksi udang di Indonesia. Peneliti menggunakan keempat variabel tersebut untuk mengetahui pengaruhnya terhadap volume ekspor perusahaan. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengumpulan data langsung dari pihak perusahaan. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari publikasi instansi resmi seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Bank Indonesia (BI). Data yang digunakan merupakan data time series bulanan dari Desember 2023 hingga November 2024. Tabel 1. Harga Udang di Pasar Domestik dan Volume Produksi Udang di Indoneisa Harga Udang di Pasar Volume Produksi Udang di Bulan Domestik (Rp/K. Indonesia (K. Desember 2023 Januari 2024 Februari 2024 Maret 2024 April 2024 Mei 2024 Juni 2024 Juli 2024 Agustus 2024 September 2024 Oktober 2024 November 2024 Sumber: Kementerian Perikanan dan Kelautan . Tabel 1 menyajikan data mengenai harga udang di pasar domestik dan volume produksi udang di Indonesia selama periode Desember 2023 hingga November 2024 yang didapatkan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Harga udang di pasar domestik mengalami fluktuasi selama periode tersebut, dengan harga terendah sebesar Rp 60. 000 per kilogram pada Januari 2024 dan harga tertinggi sebesar Rp78. per kilogram pada November 2024. Volume produksi udang di Indonesia juga menunjukkan variasi dari bulan ke bulan, dengan produksi terendah sebesar 12. 000 kg pada Desember 2023 dan produksi tertinggi sebesar 000 kg pada September 2024. Tabel 2. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika dan Inflasi Bulan Nilai (R. Inflasi (%) Desember 2023 2,61 Januari 2024 688,87 2,57 Februari 2024 743,65 2,75 Maret 2024 781,12 3,05 April 2024 Mei 2024 164,36 2,84 Juni 2024 411,03 2,51 Juli 2024 342,96 2,13 Agustus 2024 872,15 2,12 September 2024 417,95 1,84 Oktober 2024 619,05 1,71 November 2024 861,31 1,55 Sumber: Bank Indonesia . Tabel 2 menyajikan data mengenai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan tingkat inflasi di Indonesia selama periode Desember 2023 hingga November 2024 yang diperoleh dari Bank Indonesia. Nilai tukar rupiah menunjukkan tren yang relatif stabil, dengan nilai tertinggi sebesar Rp 411,03 pada Juni 2024 dan nilai terendah sebesar Rp 15. 417,95 pada September 2024. Tingkat Faktor-faktor yang Memengaruhi Ekspor Udang di PT BeeJay Seafood Muhammad Rafi Azzahran. Bambang Yudi Ariadi inflasi di Indonesia menurun secara bertahap dari 2,61% pada Desember 2023 menjadi 1,55% pada November 2024, meskipun sempat naik menjadi 3,05% pada Maret 2024. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dengan dua atau lebih variabel independen (Astriwati, 2. Model analisis yang digunakan adalah sebagai berikut: Y = a X a X a X a X Keterangan: Y = Ekspor udang PT BeeJay Seafood (K. X = Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika (R. X = Inflasi (%) X = Harga udang di pasar domestik (Rp/K. X = Volume Produksi Udang Indonesia (K. = Koefisien Regresi Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel Kriteria pengujiannya adalah HCA ditolak jika t-hitung lebih besar dari t-tabel . -hitung > t-tabe. , yang berarti variabel independen tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap volume Sebaliknya, jika t-hitung lebih kecil dari t-tabel . -hitung < t-tabe. , maka HCA diterima, yang berarti variabel tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara individu terhadap volume ekspor udang di PT BeeJay Seafood. Selain itu, untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, peneliti menggunakan uji F. Uji ini dilakukan dengan membandingkan nilai F-hitung dengan F-tabel. Jika F-hitung lebih kecil dari F-tabel (F-hitung < F-tabe. , maka HCA diterima, yang berarti seluruh variabel independen secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor udang PT BeeJay Seafood. Sebaliknya, jika F-hitung lebih besar dari F-tabel (F-hitung > F-tabe. , maka HCA ditolak, yang menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Tren Ekspor Udang di PT BeeJay Seafood 4500,00 4000,00 3500,00 3000,00 2500,00 2000,00 1500,00 1000,00 500,00 0,00 Gambar 1. Tren Ekspor Udang PT BeeJay Seafood Berdasarkan grafik pada gambar 1, tren ekspor udang di PT BeeJay Seafood menunjukkan pola yang fluktuatif selama periode Desember 2023 hingga November 2024, dengan kecenderungan mengalami penurunan pada lima bulan terakhir. Ekspor udang mengalami peningkatan bertahap pada awal periode dan mencapai puncaknya pada bulan Maret. Setelah itu, meskipun angka ekspor masih relatif tinggi pada bulan April dan Juni, volume ekspor mulai menunjukkan penurunan. Sejak bulan Juli, ekspor udang mengalami penurunan signifikan yang terus berlanjut hingga mencapai titik terendah pada bulan September. Walaupun terdapat sedikit peningkatan pada bulan Oktober dan November, angka ekspor tetap lebih rendah dibandingkan awal tahun. Tren ini dapat Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2978-2984 mengindikasikan adanya pengaruh dari beberapa faktor, seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, tingkat inflasi, harga udang domestik, serta volume produksi udang di Indonesia. Uji Regresi Linear Berganda Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda yang dilakukan, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 0,704 X 1579,143 X Ae 0,035 X Ae 3,703 X Keterangan: Y = Ekspor udang PT BeeJay Seafood (K. X = Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika (R. X = Inflasi (%) X = Harga udang di pasar domestik (Rp/K. X = Volume Produksi Udang Indonesia (K. Hasil persamaan regresi terhadap faktor-faktor yang memengaruhi ekspor udang di PT BeeJay Seafood dapat diartikan sebagai berikut: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika (X ) Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika memiliki nilai koefisien sebesar 0,704. Artinya, setiap kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika sebesar Rp 1, maka akan meningkatkan volume ekspor udang di PT BeeJay Seafood sebesar 0,704 Kg. Temuan ini sejalan dengan penelitian Sitorus et al . yang menyatakan bahwa kurs atau nilai tukar berpengaruh positif terhadap volume ekspor udang. Oleh karena itu, semakin tinggi nilai tukar rupiah, maka semakin besar pula jumlah ekspor yang dapat dilakukan. Inflasi (X ) Inflasi menunjukkan nilai koefisien sebesar 1. 579,143. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan tingkat inflasi sebesar 1%, maka akan meningkatkan volume ekspor udang sebesar 1. 579,143 Kg atau 1,579 ton. Hasil ini mendukung temuan Pramastya . , yang menyimpulkan bahwa inflasi berpengaruh positif terhadap ekspor udang, karena kenaikan inflasi dapat mendorong pertumbuhan Harga udang di pasar domestik (X ) Harga udang di pasar domestik menghasilkan nilai koefisien sebesar -0,035. Artinya, kenaikan harga udang di pasar domestik sebesar Rp 1, maka akan menurunkan volume ekspor udang di PT BeeJay Seafood sebesar 0,035 Kg. Dengan kata lain, kenaikan harga domestik dapat mengurangi daya saing produk di pasar internasional. Layna . juga menemukan bahwa kenaikan harga domestik akan menyebabkan penurunan ekspor, karena biaya produksi perusahaan meningkat dan daya tarik udang Indonesia menurun di pasar global. Volume produksi udang di Indonesia (X ) Volume produksi udang di Indonesia memiliki nilai koefisien sebesar -3,703. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan volume produksi secara nasional sebesar 1 Kg, justru akan menurunkan volume ekspor udang PT BeeJay Seafood sebesar 3,703 Kg. Dengan demikian, peningkatan produksi nasional tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan ekspor perusahaan. Hasil ini bertentangan dengan temuan Ramadhani . , yang menyatakan bahwa kenaikan volume produksi nasional dapat meningkatkan volume ekspor udang. Uji t Berdasarkan Tabel 3, peneliti mengetahui bahwa masing-masing variabel independen memiliki nilai t-hitung yang berbeda dan menunjukkan tingkat signifikansi yang bervariasi terhadap ekspor udang di PT BeeJay Seafood. Hasil ini menggambarkan bagaimana setiap faktor ekonomi yang diteliti memberikan dampak yang tidak seragam terhadap volume ekspor perusahaan. Variabel nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika menunjukkan nilai t-hitung sebesar 2,134. Nilai ini lebih besar daripada t-tabel pada tingkat signifikansi 0,10. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tukar berpengaruh secara signifikan terhadap ekspor udang di PT BeeJay Seafood dengan tingkat keyakinan sebesar 90 persen. Artinya, perubahan nilai tukar rupiah, khususnya ketika melemah Faktor-faktor yang Memengaruhi Ekspor Udang di PT BeeJay Seafood Muhammad Rafi Azzahran. Bambang Yudi Ariadi terhadap dolar Amerika, cenderung meningkatkan daya saing harga produk ekspor sehingga mendorong peningkatan volume ekspor. Tabel 3. Perbandingan Nilai t-hitung dan t-tabel Pada Pengaruh Ekspor Udang di PT BeeJay Seafood t-tabel No. Variabel Independen Nilai Koefisien t-hitung Sig. Keterangan 0,10 0,05 Nilai tukar rupiah terhadap 0,704 2,13 1,89 2,36 0,070 Signifikan 90% dolar Amerika (XCA) Inflasi (XCC) 579,14 5,55 1,89 2,36 0,001 Signifikan 95% Harga udang di pasar -0,035 -1,81 1,89 2,36 0,112 Tidak Signifikan domestik (XCE) Volume produksi udang di -3,703 -1,20 1,89 2,36 0,267 Tidak Signifikan Indonesia (XCE) Sumber: Data diolah . Variabel inflasi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap ekspor udang dengan nilai thitung sebesar 5,550, yang lebih besar daripada nilai t-tabel pada tingkat signifikansi 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa inflasi memengaruhi ekspor udang secara signifikan dengan tingkat keyakinan sebesar 95 persen. Dengan kata lain, kenaikan inflasi dalam konteks ini mungkin sejalan dengan perubahan kondisi ekonomi domestik, seperti pelemahan nilai tukar atau peningkatan efisiensi biaya produksi, yang secara tidak langsung mendorong pertumbuhan ekspor. Sementara itu, variabel harga udang di pasar domestik memiliki nilai t-hitung sebesar -1,817, yang lebih kecil dibandingkan nilai t-tabel. Nilai ini menunjukkan bahwa variabel harga udang di pasar domestik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ekspor udang. Dengan kata lain, fluktuasi harga udang dalam negeri tidak cukup kuat memengaruhi volume ekspor, kemungkinan karena perusahaan lebih mempertimbangkan permintaan global dan nilai tukar dalam mengambil keputusan ekspor. Pada variabel volume produksi udang di Indonesia, nilai t-hitung yang diperoleh sebesar -1,207 tidak melampaui nilai t-tabel. Hal ini menandakan bahwa volume produksi udang secara nasional tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ekspor udang di PT BeeJay Seafood. Temuan ini menjelaskan bahwa meskipun produksi nasional meningkat, belum tentu peningkatan tersebut berdampak langsung pada ekspor perusahaan karena distribusi pasokan, kebijakan perusahaan, dan prioritas pasar dapat bervariasi. Uji F Hasil uji F yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa nilai F-hitung sebesar 29,816, sedangkan nilai F-tabel sebesar 4,12. Karena nilai F-hitung lebih besar daripada F-tabel (F-hitung > F-tabe. , maka hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel-variabel independen yang terdiri dari nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika (XCA), inflasi (XCC), harga udang di pasar domestik (XCE), dan volume produksi udang Indonesia (XCE) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, yaitu volume ekspor udang PT BeeJay Seafood (Y). Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan pada satu atau beberapa variabel independen dapat memengaruhi tingkat ekspor udang PT BeeJay Seafood. Oleh karena itu, faktor-faktor ekonomi tersebut perlu diperhatikan dalam strategi ekspor untuk meningkatkan daya saing di pasar KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan tiga hal pokok sebagai berikut: Tren ekspor udang PT BeeJay Seafood selama Desember 2023 hingga November 2024 bersifat fluktuatif, dengan kecenderungan penurunan pada lima bulan terakhir. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan inflasi berpengaruh positif terhadap volume ekspor udang PT BeeJay Seafood, sedangkan harga udang di pasar domestik dan volume produksi udang nasional berpengaruh negatif. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2978-2984 Nilai tukar rupiah dan inflasi berpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor yang dilakukan oleh PT BeeJay Seafood, sementara harga udang di pasar domestik dan volume produksi udang di Indonesia tidak berpengaruh secara signifikan. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor, sehingga penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor ekonomi dalam strategi ekspor perusahaan. DAFTAR PUSTAKA