Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 2 . 325 Ae 334 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Hubungan Antara Kepribadian Big Five dan Kecerdasan Emosional pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Ririn Praditiani1. Wilson2. Ery Hermawati3 1,2,3Program Studi Kedokteran. Fakultas Kedokteran. Universitas Tanjungpura. Pontianak praditianiririn@gmail. ABSTRACT Personality describes characteristics that are relatively permanent in individuals and will affect the behavior of these individuals. Personality is one of the factors that can affect a person's emotional intelligence. The low emotional intelligence of a person will have an impact on a personAos emotional mental cindition such as anxiety, stress, depression. The purpose of this study was to determine the relationship between the Big Five personality and emotional intelligence in students of the Medical Study Program. Faculty of Medicine. Tanjungpura University. The research method used in this study was an analytical observational design with a cross-sectional approach. The research population was students of the Medical Study Program. Faculty of Medicine. Medical University who were selected using the cluster random sampling method with 169 subjects. Bivariate analysis using Spearman correlation test with SPSS 24. 0The results by the Spearman correlation test obtained a significance value of 0. (Sig <0. for the relationship between the personality Big Five and emotional intelligence in students of the Medical Study Program. Faculty of Medicine. Tanjungpura University. There is a relationship between the Big Five personality and emotional intelligence in Medical Study Program Students. Faculty of Medicine. Tanjungpura University. Keywords : Big Five Personality. Emotional Intelligence. Medical Students. ABSTRAK Kepribadian menggambarkan karakteristik yang relatif menetap pada individu dan akan mempengaruhi perilaku dari individu tersebut. Kepribadian merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan emosional seseorang. Rendahnya kecerdasan emosional seseorang akan berdampak pada kondisi mental emosional seseorang misalnya kecemasan, stres, depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepribadian Big Five dan kecerdasan emosional pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian merupakan mahasiswa Program Studi kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Kedokteran yang dipilih menggunakan menggunaan metode cluster random sampling dengan subjek penelitian sebanyak 169 orang. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman dengan bantuan SPSS 24. Hasil yang diperoleh dengan uji korelasi spearman didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (Sig <0,. untuk hubungan antara kepribadian Big Five dan kecerdasan emosional pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran 325 | Volume 4 Nomor 2 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 2 . 325 Ae 334 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Terdapat hubungan antara kepribadian Big Five dan kecerdasan emosional pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Kata kunci : Kepribadian Big Five. Kecerdasan Emosional. Mahasiswa Kedokteran. PENDAHULUAN Kepribadian merupakan kumpulan karakteristik yang relatif menetap dalam diri individu dan memengaruhi cara berpikir, berperilaku, serta berinteraksi dengan lingkungan sosial (Karim, 2. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk memahami kepribadian adalah teori trait, yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki pola perilaku dan respon emosional yang khas. Teori ini kemudian berkembang menjadi model Big Five Personality yang terdiri atas lima dimensi utama, yaitu openness to experience, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism. Kelima dimensi ini menggambarkan perbedaan mendasar antarindividu, mulai dari tingkat keterbukaan, kedisiplinan, kemampuan bersosialisasi, hingga kestabilan emosi. Kecerdasan emosional . motional intelligenc. merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri serta orang lain secara efektif. Goleman . menjelaskan bahwa kecerdasan emosional meliputi kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Individu dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung mampu menghadapi tekanan dengan tenang, berpikir matang sebelum bertindak, serta membangun hubungan interpersonal yang harmonis. Sebaliknya, individu dengan kecerdasan emosional rendah lebih rentan terhadap stres, kecemasan, dan kesulitan beradaptasi secara sosial maupun akademik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kepribadian memiliki peran penting dalam membentuk kecerdasan emosional seseorang. Dimensi kepribadian seperti openness, conscientiousness, extraversion, dan agreeableness berhubungan positif dengan kecerdasan emosional, sedangkan neuroticism menunjukkan korelasi negatif (Atta. Ather, & Bano. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas emosional, keterbukaan terhadap pengalaman, dan kemampuan bekerja sama dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengelola emosi dan berinteraksi sosial secara adaptif. Mahasiswa kedokteran termasuk kelompok yang rentan terhadap tekanan psikologis akibat beban akademik yang tinggi, kurikulum yang padat, serta kompetisi yang ketat di lingkungan pendidikan. Kondisi tersebut sering kali memicu stres, kecemasan, bahkan depresi, yang dapat memengaruhi performa akademik dan hubungan interpersonal. Oleh karena itu, pemahaman tentang hubungan antara kepribadian dan kecerdasan emosional menjadi penting untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan pengelolaan emosi dan penyesuaian diri secara optimal selama proses pendidikan Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: apakah terdapat hubungan antara kepribadian Big Five dan kecerdasan emosional pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura? 326 | Volume 4 Nomor 2 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 2 . 325 Ae 334 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian Big Five dan kecerdasan emosional pada mahasiswa kedokteran, serta mengidentifikasi karakteristik kepribadian dan tingkat kecerdasan emosional mereka sebagai dasar pengembangan potensi pribadi dan profesional di bidang kedokteran. TINJAUAN LITERATUR Kepribadian Big Five Kepribadian merupakan kumpulan karakteristik psikologis yang relatif menetap dalam diri individu dan berpengaruh terhadap cara berpikir, merasa, serta berperilaku dalam berbagai situasi (Rakhmawati, 2. Model Big Five Personality atau Five Factor Model (FFM) adalah teori kepribadian yang paling banyak diterima dalam psikologi modern. Kepribadian manusia dapat dijelaskan melalui lima dimensi utama yang disingkat menjadi OCEAN, yaitu Openness to Experience. Conscientiousness. Extraversion. Agreeableness, dan Neuroticism. Openness to Experience mencerminkan keterbukaan terhadap pengalaman baru, imajinasi, dan kreativitas. Conscientiousness menggambarkan individu yang bertanggung jawab, terorganisir, dan memiliki disiplin diri tinggi. Extraversion menunjukkan orientasi sosial, antusiasme, dan energi positif. Agreeableness berkaitan dengan empati, kerja sama, dan kepedulian terhadap orang lain. Neuroticism menggambarkan kecenderungan terhadap emosi negatif seperti kecemasan, ketakutan, dan ketidakstabilan emosional. Setiap dimensi kepribadian berperan penting dalam menentukan cara individu menghadapi stres, membangun relasi sosial, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik dan profesional (Soto & Jackson, 2. Dalam konteks mahasiswa kedokteran, perbedaan kepribadian dapat memengaruhi gaya belajar, kemampuan empati terhadap pasien, dan pengelolaan stres akademik. Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional . motional intelligenc. adalah kemampuan individu untuk mengenali emosi diri, memahami perasaan orang lain, serta mengatur emosi secara adaptif dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Goleman . , kecerdasan emosional mencakup lima komponen utama, yaitu: . kesadaran diri . elf-awarenes. , . pengaturan diri . , . , . , dan . keterampilan sosial . ocial skill. Kecerdasan emosional yang tinggi memungkinkan seseorang untuk mengatasi tekanan, mengembangkan hubungan interpersonal yang baik, serta berperilaku prososial dalam lingkungan akademik maupun profesional (Saragih, 2. Sebaliknya, rendahnya kecerdasan emosional dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan penurunan performa akademik. Dalam dunia kedokteran, kemampuan mengelola emosi merupakan faktor penting untuk menjaga stabilitas mental mahasiswa dan membangun komunikasi efektif dengan pasien. 327 | Volume 4 Nomor 2 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 2 . 325 Ae 334 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan metode potong lintang . ross-sectiona. Pendekatan ini dipilih karena bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dua variabel, yaitu kepribadian Big Five dan kecerdasan emosional, tanpa melakukan intervensi terhadap subjek penelitian. Menurut Waruwu . , penelitian kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis melalui analisis statistik terhadap data numerik yang diperoleh dari responden secara sistematis. Penelitian dilakukan di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Pontianak, pada bulan Agustus-Oktober 2021. Populasi penelitian mencakup seluruh mahasiswa aktif angkatan 2018Ae2020 dengan jumlah sampel sebanyak 169 responden yang diperoleh menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian meliputi Big Five Inventory (BFI) untuk mengukur lima dimensi kepribadian yaitu Openness. Conscientiousness. Extraversion. Agreeableness, dan Neuroticism, serta Skala Kecerdasan Emosional berdasarkan konsep Goleman . untuk menilai kemampuan mengenali dan mengelola emosi diri maupun orang lain. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kepribadian Big Five, sedangkan variabel terikatnya adalah kecerdasan emosional. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program SPSS versi 24. 0 dengan uji korelasi Spearman Rank (SpearmanAos rh. , karena data berskala ordinal dan tidak berdistribusi normal. Kriteria signifikansi ditetapkan pada pvalue < 0,05 untuk menentukan adanya hubungan yang bermakna antara kepribadian Big Five dan kecerdasan emosional. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: HCA: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepribadian Big Five dan kecerdasan emosional pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. HCA: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepribadian Big Five dan kecerdasan emosional pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dari Komite Etik Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura dengan nomor surat izin 5442/UN22. 9/PG/2021. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Form mengingat keterbatasan tatap muka selama pandemi COVID-19. Setiap responden diminta untuk menandatangani informed consent sebelum mengisi kuesioner. Jumlah total sampel adalah 169 mahasiswa aktif Program Studi Kedokteran, terdiri atas 56 mahasiswa angkatan 2018, 56 mahasiswa angkatan 2019, dan 57 mahasiswa angkatan 2020. Distribusi karakteristik responden dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Angkatan, dan Usia 328 | Volume 4 Nomor 2 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 2 . 325 Ae 334 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Karakteristik Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Angkatan Total Usia . Total Frekuensi (Oran. Persentase (%) Mayoritas responden adalah perempuan . ,3%) dengan usia dominan 20 tahun . ,5%). Distribusi yang seimbang antarangkatan menggambarkan representasi yang baik terhadap populasi mahasiswa kedokteran Universitas Tanjungpura. Hasil Analisis Data Kepribadian Big Five Variabel kepribadian Big Five terdiri atas lima dimensi utama: Openness to Experience (O). Conscientiousness (C). Extraversion (E). Agreeableness (A), dan Neuroticism (N). Hasil kategorisasi dimensi kepribadian disajikan pada tabel berikut. Tabel 3 Kategorisasi Kepribadian Big Five Kategori Frekuensi Persentase (%) Sedang Rendah Total Tinggi Sedang Rendah Total Opennes to Experience Tinggi Conscientiousness Extraversion 329 | Volume 4 Nomor 2 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 2 . 325 Ae 334 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Kategori Frekuensi Persentase (%) Tinggi Sedang Rendah Total Tinggi Sedang Rendah Total Tinggi Sedang Rendah Agreeableness Neuroticism Total Hasil menunjukkan bahwa dimensi Openness. Conscientiousness, dan Extraversion mayoritas berada pada kategori sedang, sedangkan Agreeableness dan Neuroticism mayoritas berada pada kategori tinggi. Temuan ini menandakan bahwa mahasiswa kedokteran cenderung terbuka terhadap pengalaman baru, memiliki disiplin, serta berorientasi sosial tinggi, namun di sisi lain juga menunjukkan kecenderungan emosional yang labil atau mudah cemas (Meysarani & Listiyandini, 2. Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional diukur melalui lima dimensi, yaitu pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati, dan keterampilan sosial. Distribusi kategorinya disajikan dalam tabel berikut. Tabel 3. Kategorisasi Kecerdasan Emosional Kategori Frekuensi Persentase (%) Tinggi Sedang Rendah Total Tinggi Sedang Rendah Total Pengenalan Diri Pengendalian Diri 330 | Volume 4 Nomor 2 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 2 . 325 Ae 334 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Kategori Frekuensi Persentase (%) Tinggi Sedang Rendah Total Tinggi Sedang Rendah Total Tinggi Sedang Rendah Total Motivasi Diri Empati Keterampilan Sosial Mayoritas mahasiswa berada pada kategori sedang dalam setiap dimensi kecerdasan emosional. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar mahasiswa mampu mengenali dan mengelola emosinya dengan cukup baik, meskipun masih terdapat tantangan dalam pengendalian diri dan empati. Kecerdasan emosional yang stabil berkontribusi terhadap keberhasilan akademik dan profesional di bidang kedokteran (Goleman, 2016. Agus & Wilani, 2. Uji Prasyarat dan Hipotesis Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa sebagian besar data berdistribusi normal, kecuali dimensi Conscientiousness. Oleh karena itu, uji korelasi dilakukan menggunakan metode nonparametrik SpearmanAos rho. Tabel 4 Hasil Uji Korelasi Spearman antara Kepribadian Big Five dan Kecerdasan Emosional Dimensi Arah Koefisien Signifikansi Keterangan Kepribadian Korelasi Korelasi Openness Positif 0,648 0,000 Kuat Conscientiousness Positif 0,532 0,000 Sedang Extraversion Positif 0,493 0,000 Sedang Agreeableness Positif 0,368 0,000 Lemah Neuroticism Negatif -0,655 0,000 Kuat Nilai signifikansi 0,000 < 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kepribadian Big Five dan kecerdasan emosional. Dimensi Openness dan Neuroticism menunjukkan hubungan paling kuat, masing-masing positif dan negatif. Semakin tinggi 331 | Volume 4 Nomor 2 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 2 . 325 Ae 334 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. tingkat keterbukaan, semakin tinggi pula kecerdasan emosional seseorang, sedangkan semakin tinggi tingkat neurotisisme, semakin rendah kemampuan mengelola emosi (Avsec. Talsic, & Mohoric, 2. Pembahasan Hasil penelitian ini memperkuat teori kepribadian Big Five yang menyatakan bahwa karakteristik kepribadian memengaruhi regulasi emosi individu. Mahasiswa dengan skor Openness tinggi menunjukkan kemampuan berpikir terbuka, kreatif, dan mampu menyesuaikan diri terhadap tekanan akademik. Conscientiousness yang tinggi juga mencerminkan sifat disiplin, tekun, dan bertanggung jawab, faktor penting dalam dunia kedokteran yang menuntut ketelitian tinggi (John & Srivastava, 1. Sebaliknya. Neuroticism yang tinggi berhubungan dengan emosi negatif seperti kecemasan dan ketidakstabilan emosi, yang dapat menghambat kemampuan mengelola Hal ini sejalan dengan temuan Taneja et al. bahwa mahasiswa kedokteran dengan tingkat neurotisisme tinggi lebih rentan mengalami stres akademik. Sementara itu, hubungan positif antara Extraversion dan Agreeableness dengan kecerdasan emosional menunjukkan bahwa individu yang ramah dan mudah bersosialisasi cenderung memiliki kemampuan empatik yang lebih tinggi. Temuan ini mendukung penelitian Jordanova & Macedonia . , yang menemukan bahwa Extraversion dan Agreeableness berkontribusi terhadap komunikasi efektif dan kemampuan interpersonal yang baik dalam konteks pendidikan kedokteran. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kecerdasan emosional mahasiswa kedokteran dapat dilakukan dengan memperkuat dimensi kepribadian positif seperti Openness dan Conscientiousness, sekaligus mengelola kecenderungan Neuroticism. Program pelatihan emotional intelligence dalam kurikulum kedokteran diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan emosional dan performa profesional calon dokter di masa depan. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada hubungan kepribadian Big Five dengan kecerdasan emosional tanpa mempertimbangkan faktor eksternal lain seperti dukungan sosial, budaya, atau kondisi lingkungan akademik. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan desain longitudinal serta memasukkan variabel tambahan seperti stres akademik dan kesejahteraan psikologis untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa kedokteran memiliki kepribadian Big Five pada kategori sedang untuk dimensi Openness to Experience. Conscientiousness, dan Extraversion, serta tinggi pada Agreeableness dan Neuroticism. Hal ini mencerminkan karakter yang terbuka, disiplin, dan sosial, namun dengan kecenderungan emosionalitas tinggi. Tingkat kecerdasan emosional mahasiswa juga tergolong sedang pada 332 | Volume 4 Nomor 2 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 2 . 325 Ae 334 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. seluruh dimensi, mencakup pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepribadian Big Five dan kecerdasan emosional . < 0,. Dimensi Openness. Conscientiousness. Extraversion, dan Agreeableness berhubungan positif, sedangkan Neuroticism berhubungan negatif. Korelasi terkuat ditemukan pada dimensi Openness . = 0,. dan Neuroticism . = -0,. , yang menunjukkan bahwa keterbukaan terhadap pengalaman serta stabilitas emosi berperan penting dalam membentuk kecerdasan emosional mahasiswa kedokteran. Saran Mahasiswa disarankan untuk aktif mengembangkan kemampuan sosial dan emosional melalui kegiatan organisasi, pelatihan, dan interaksi sosial yang beragam guna memperkuat kepribadian dan kestabilan emosional. Pihak fakultas diharapkan dapat mengintegrasikan pelatihan kecerdasan emosional dalam kurikulum kedokteran untuk mendukung kesehatan mental dan profesionalisme mahasiswa. Peneliti selanjutnya disarankan memperluas populasi dan meneliti faktor lain yang memengaruhi kecerdasan emosional, seperti dukungan keluarga dan stres akademik, agar hasilnya lebih komprehensif dan aplikatif. DAFTAR PUSTAKA