Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 140 - 151 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Transformasi Manajemen BK melalui Pemanfaatan Edmodo dalam Pelaksanaan Layanan Konseling Kelompok di MAN Binjai San Putra1. Risma Dina2 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen layanan konseling kelompok berbasis digital melalui pemanfaatan aplikasi Edmodo di Madrasah Aliyah Negeri Binjai. Layanan konseling kelompok dipadukan dengan pengelolaan digital untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik, memudahkan pemantauan perkembangan, dan memperkuat dokumentasi proses konseling. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Edmodo mampu memperbaiki perencanaan layanan, meningkatkan partisipasi siswa, serta menciptakan ruang interaksi yang fleksibel dan aman. Selain itu, integrasi teknologi memperkuat efektivitas manajemen BK, terutama dalam hal komunikasi, penyimpanan data, dan evaluasi layanan. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi layanan konseling kelompok merupakan strategi penting dalam menjawab kebutuhan peserta didik di era teknologi dan meningkatkan mutu layanan BK pada satuan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Kata Kunci: manajemen BK, konseling kelompok. Edmodo, layanan digital, madrasah Abstract This study aims to analyze the effectiveness of digital-based group counseling management through the use of the Edmodo application at Madrasah Aliyah Negeri Binjai. Group counseling services were integrated with digital management to enhance student engagement, facilitate progress monitoring, and strengthen documentation throughout the counseling process. A descriptive qualitative method was employed, using interviews, observations, and documentation for data collection. The findings indicate that Edmodo significantly improves service planning, increases student participation, and provides a flexible and safe interaction space. Furthermore, technology integration enhances the overall effectiveness of counseling management, particularly in communication, data organization, and service evaluation. These results highlight that digitalizing group counseling services is a strategic effort to meet the needs of students in the technological era and improve the quality of counseling services in Islamic-based educational institutions. Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai, sanputra@insan. STKIP Budidaya Binjai, rismadina817@gmail. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 140 - 151 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Keywords: counseling management, group counseling. Edmodo, digital counseling, madrasah. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah paradigma pendidikan secara signifikan, termasuk pada pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Transformasi ini ditandai dengan meningkatnya kebutuhan akan media digital yang mampu mendukung layanan BK secara lebih fleksibel, cepat, dan sesuai dengan karakteristik siswa generasi digital. Di tengah perubahan tersebut, lembaga pendidikan seperti Madrasah Aliyah Negeri Binjai dituntut untuk melakukan inovasi, khususnya dalam manajemen layanan BK, agar dapat menjawab tantangan perkembangan peserta Seiring dengan meningkatnya paparan siswa terhadap teknologi, layanan konseling yang tidak lagi terbatas pada ruang fisik menjadi salah satu bentuk adaptasi penting dalam memaksimalkan pendampingan siswa (Nugraha, 2. Manajemen BK yang efektif membutuhkan pengelolaan layanan yang terstruktur, terdokumentasi, dan mampu menyesuaikan kebutuhan siswa dengan metode layanan yang tepat. Pada praktiknya, pendekatan tradisional yang masih dominan, seperti layanan tatap muka secara langsung dan penggunaan media cetak, tidak lagi sepenuhnya efektif menghadapi dinamika kebutuhan siswa masa Siswa saat ini cenderung lebih responsif terhadap pendekatan berbasis digital yang interaktif, cepat, serta memungkinkan komunikasi dua arah yang tidak bergantung pada ruang kelas formal (Rahmawati, 2. Oleh karena itu, modernisasi manajemen BK melalui pemanfaatan platform digital menjadi keharusan institusional untuk menjaga relevansi layanan. Salah satu bentuk modernisasi tersebut adalah penggunaan platform Edmodo sebagai media pendukung dalam layanan konseling kelompok. Edmodo menyediakan fitur diskusi, forum kelompok, unggahan materi, serta komunikasi fleksibel yang dapat dimanfaatkan dalam konseling kelompok. Berbeda dengan layanan tatap muka, pelaksanaan konseling kelompok berbasis Edmodo memberi ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan perasaan dan gagasan secara lebih terbuka karena adanya suasana digital yang mirip jejaring sosial tetapi tetap terkontrol (Putra, 2. Hal ini menjadikan Edmodo sebagai platform yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses konseling kelompok. Layanan konseling kelompok sendiri merupakan bagian penting dari pelaksanaan BK yang berfokus pada pengembangan kemampuan interaksi sosial, pemecahan masalah bersama, serta peningkatan kesadaran diri melalui dinamika Ketika layanan ini diintegrasikan dengan media digital seperti Edmodo, proses konseling dapat menjadi lebih fleksibel, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan siswa yang hidup dalam lingkungan digital. Selain itu, layanan ini dapat menjangkau lebih banyak siswa karena tidak terpaku pada jadwal pertemuan fisik. Kondisi ini turut meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen BK dalam menjalankan programnya (Sari, 2. Transformasi manajemen BK melalui digitalisasi juga mendukung penguatan layanan administratif yang lebih terstruktur. Dengan Edmodo, guru BK dapat melakukan dokumentasi kegiatan, menyimpan catatan perkembangan siswa, hingga memantau interaksi kelompok secara real time. Kemudahan ini menjadi bagian penting dari manajemen BK modern, yang menuntut adanya basis data akurat sebagai acuan pengambilan keputusan dan evaluasi program BK Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 140 - 151 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt (Hidayat, 2. Hal ini menunjukkan bahwa Edmodo tidak hanya mendukung aspek layanan, tetapi juga turut memperkuat aspek manajerial. Namun demikian, modernisasi layanan BK berbasis digital tidak terlepas dari tantangan, seperti tingkat literasi digital siswa, konsistensi partisipasi, serta kemampuan guru BK dalam mengelola teknologi. Tantangan ini memerlukan manajemen yang matang, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi Guru BK perlu merumuskan strategi penggunaan Edmodo yang jelas, menetapkan etika komunikasi digital, dan melakukan monitoring berkala agar konseling kelompok dapat berjalan efektif. Pengelolaan yang tepat akan berpengaruh pada meningkatnya efektivitas layanan konseling kelompok dan kualitas relasi antara guru BK dan siswa (Pratama, 2. Selain tuntutan perkembangan teknologi, aspek spiritualitas dalam pendidikan Islam juga tetap menjadi landasan penting dalam pengelolaan layanan BK di madrasah. Integrasi nilai-nilai Islam dalam konseling kelompok menegaskan bahwa tujuan layanan BK tidak hanya terkait pencapaian akademik dan psikologis, tetapi juga pembentukan karakter spiritual siswa. Nilai-nilai seperti empati, saling menasihati, kerja sama, dan kepedulian menjadi bagian yang harus diinternalisasi dalam dinamika kelompok. Dalam konteks ini, layanan konseling kelompok berbasis Edmodo harus tetap diarahkan untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas digital, tetapi juga memiliki kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai Islam (Lestari, 2. Sebagai dasar penguatan pendekatan tersebut. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 2: a a e a a a a a a a a a a a a e a a a a a A. AOIO EO Eua aI aOE a aO a aIA AA OOIO EO E a a OECOOn OE A. Artinya: AuDan tolong-menolonglah kamu dalam . kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Ay Ayat ini menegaskan pentingnya kerja sama, saling mendukung, dan memberikan bantuan dalam hal kebaikan. Tafsir para ulama menjelaskan bahwa ayat ini mengandung perintah agar manusia saling membantu dalam urusan yang membawa manfaat, baik secara individu maupun kelompok, serta membangun solidaritas dalam kebenaran. Dalam konteks layanan konseling kelompok, ayat ini menjadi landasan spiritual bahwa dinamika kelompok seharusnya menjadi wadah untuk saling memperkuat, saling menasihati, dan membimbing menuju kebaikan. Digitalisasi melalui Edmodo tidak mengubah nilai esensial ini, justru memperluas ruang kolaborasi dan interaksi siswa dalam semangat kebersamaan yang berlandaskan nilai ketakwaan dan saling tolong-menolong. Dengan menggabungkan pendekatan digital dan landasan nilai Islam. Madrasah Aliyah Negeri Binjai dapat mengembangkan layanan BK yang tidak hanya modern tetapi juga berkarakter. Transformasi ini mendorong terciptanya lingkungan belajar yang kreatif, responsif, dan mampu memenuhi kebutuhan perkembangan siswa secara komprehensif. Layanan konseling kelompok berbasis Edmodo menjadi salah satu inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas program BK di sekolah, sekaligus memperkuat manajemen layanan agar lebih adaptif terhadap zaman. Oleh karena itu, penelitian mengenai transformasi manajemen bimbingan dan konseling melalui pemanfaatan Edmodo dalam layanan konseling kelompok menjadi penting dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris tentang efektivitas pemanfaatan teknologi dalam mendukung layanan BK, sekaligus menghadirkan kontribusi terhadap pengembangan manajemen BK di Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 140 - 151 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Selain itu, penelitian ini juga berpotensi memberi masukan praktis bagi guru BK dalam merancang program konseling kelompok yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa era digital, khususnya di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri Binjai (Wijayanti, 2. Sebagai dasar dari penelitian ini, maka diperlukan perumusan masalah yang memperjelas fokus kajian terkait transformasi manajemen BK melalui pemanfaatan Edmodo dalam konseling kelompok di Madrasah Aliyah Negeri Binjai. Penelitian ini berupaya menjawab bagaimana bentuk pengelolaan atau manajemen layanan bimbingan dan konseling ketika diintegrasikan dengan platform Edmodo, bagaimana proses pelaksanaan layanan konseling kelompok berlangsung ketika memanfaatkan Edmodo sebagai media pendukung, serta bagaimana efektivitas dan dampak penggunaan Edmodo terlihat dalam dinamika kelompok maupun perkembangan konseli. Ketiga rumusan masalah tersebut menjadi arah utama penelitian yang akan menggambarkan sejauh mana pemanfaatan teknologi digital mampu memperkuat kualitas layanan BK, meningkatkan partisipasi siswa, dan mengoptimalkan fungsi manajemen BK dalam konteks madrasah masa kini. KAJIAN TEORI Manajemen Bimbingan dan Konseling (BK) Manajemen Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian seluruh program layanan BK untuk mencapai tujuan perkembangan peserta didik. Perencanaan manajerial meliputi analisis kebutuhan, penetapan tujuan layanan, serta penyusunan program baik layanan individual, kelompok, maupun kelas, yang harus bersifat responsif terhadap konteks sekolah dan karakteristik siswa. Keefektifan manajemen BK sangat bergantung pada kapasitas guru BK dalam merancang program yang sistematis, mengorganisasi sumber daya, serta mengukur keluaran layanan melalui indikator perkembangan siswa. Selain itu, manajemen BK modern menuntut integrasi antara fungsi administratif dan fungsi layanan sehingga dokumentasi, monitoring, dan evaluasi menjadi bagian tak terpisahkan dari praktik BK di sekolah. (Nugroho, 2. Implementasi manajemen BK yang efektif memerlukan kompetensi manajerial dari tenaga BK, termasuk kemampuan komunikasi, supervisi, serta penguasaan metode asesmen dan intervensi. Kompetensi ini memungkinkan guru BK melakukan diagnosis kebutuhan siswa secara tepat, merancang intervensi yang sesuai . aik individual maupun kelompo. , serta mengevaluasi dampak program terhadap indikator psikososial dan akademik. Untuk itu, pengembangan kapasitas profesional dan pembentukan SOP . tandard operating procedure. layanan menjadi penting agar setiap tahap manajemen BK berjalan konsisten dan Keterkaitan antara kompetensi personal dan sistem manajerial menegaskan pentingnya investasi pada pengembangan profesional BK di tingkat (Rahmawati, 2. Aspek dokumentasi dan penggunaan data menjadi elemen penting dalam manajemen BK kontemporer. catatan konseling, evaluasi kelompok, serta data perkembangan siswa harus tersimpan rapi untuk mendukung pengambilan Data yang terstruktur memudahkan analisis kebutuhan yang bersifat longitudinal sehingga intervensi dapat dirancang berdasarkan bukti perkembangan siswa, bukan sekadar respons insidental. Selain itu, manajemen berbasis data mendukung akuntabilitas layanan kepada pemangku kepentingan Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 140 - 151 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt sekolah dan orang tua, serta memfasilitasi perbaikan program secara berkesinambungan melalui siklus evaluasi. Oleh karena itu, sistem informasi BK merupakan bagian instrumental dari manajemen BK yang efektif. (Hidayat, 2. Konteks budaya sekolah dan kebijakan institusional turut membentuk model manajemen BK yang diterapkan di lapangan. Faktor seperti dukungan kepala sekolah, alokasi waktu layanan, ketersediaan ruang konseling, serta kebijakan kolaborasi dengan guru mata pelajaran dan orang tua sangat memengaruhi pencapaian tujuan BK. Manajemen BK yang sukses bukan hanya soal teknis pengelolaan program, tetapi juga tentang membangun jejaring internal . engan guru, wali kelas, komite sekola. dan eksternal . engan layanan kesehatan atau psikolo. untuk memastikan layanan komprehensif bagi siswa. Integrasi kebijakan dan praktek inilah yang memungkinkan manajemen BK bergerak dari sekadar administrasi menjadi agen perubahan dalam pengembangan peserta didik. (Lestari, 2. Perubahan lanskap pendidikanAitermasuk pergeseran ke pembelajaran digitalAimenuntut manajemen BK melakukan adaptasi strategis dalam perencanaan dan evaluasi layanan. Manajemen harus mempertimbangkan aspek kesiapan teknologi, etika komunikasi digital, serta mekanisme pemantauan yang sesuai untuk layanan online maupun hybrid. Selain itu, aspek keberlanjutan program BK perlu difokuskan: bagaimana program yang dirancang dapat terus berjalan meski ada perubahan kondisi . pembelajaran jarak jau. , bagaimana memastikan keterlibatan siswa, serta bagaimana mengukur dampak jangka pendek dan panjang dari intervensi BK. Dengan demikian, manajemen BK yang adaptif akan mampu menjaga relevansi layanan di era digital dan memaksimalkan peran BK dalam mendukung perkembangan akademik dan non-akademik siswa. (Wijaya, 2. Pelaksanaan Layanan Konseling Kelompok Berbasis Edmodo / Digital Layanan konseling kelompok bertujuan memperkuat keterampilan sosial, empati, pemecahan masalah bersama, serta dukungan emosional melalui interaksi kelompok. Ketika dipindahkan ke platform digital seperti Edmodo, perencanaan sesi kelompok harus mempertimbangkan dinamika komunikasi asinkron dan sinkron, struktur topik diskusi, serta mekanisme moderasi untuk memastikan setiap anggota dapat berpartisipasi aman dan produktif. Pelaksanaan yang baik membutuhkan fasilitator yang terampil memandu diskusi virtual, menyusun tugas reflektif, dan menggunakan aktivitas interaktif yang mendorong Oleh karena itu, desain sesi konseling kelompok digital harus menggabungkan prinsip-prinsip psikoterapeutik kelompok dengan teknik pembelajaran daring yang memadai. (Sari, 2. Pemanfaatan Edmodo menawarkan fitur-fitur yang mendukung proses konseling kelompokAiseperti forum diskusi, pengumuman kelompok, unggahan materi, dan tugas tertulisAiyang dapat difungsikan sebagai alat untuk memfasilitasi refleksi bersama dan monitoring perkembangan. Fitur asinkron memberi ruang bagi siswa yang membutuhkan waktu untuk merespon, sementara fitur sinkron memungkinkan kegiatan interaktif seperti diskusi kasus atau role play secara Namun, efektivitas pelaksanaan juga bergantung pada pemahaman fasilitator terhadap dinamika online, pengaturan kode etik komunikasi, serta strategi untuk memfasilitasi keterbukaan dan kepercayaan antar anggota Oleh sebab itu. Edmodo bukan sekadar teknologi. ia merupakan medium praktis yang harus dioperasionalisasikan melalui teknik fasilitasi yang (Pratama, 2. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 140 - 151 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Aspek keamanan dan etika komunikasi menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok digital. Fasilitator perlu menetapkan aturan bermain yang jelas terkait privasi, batasan berbagi informasi pribadi, serta mekanisme pelaporan apabila muncul konten yang memerlukan tindak lanjut Selain itu, penggunaan platform digital harus disertai investigasi terkait aksesibilitasAiapakah semua siswa memiliki perangkat dan koneksi yang memadaiAiagar praktik konseling tidak menimbulkan ketimpangan layanan. Manajemen pelaksanaan harus mencakup protokol untuk kasus yang memerlukan intervensi individual atau rujukan ke layanan profesional ketika isu yang diungkapkan dalam kelompok bersifat serius. (Susanto, 2. Evaluasi pelaksanaan konseling kelompok berbasis Edmodo perlu menggunakan indikator kualitatif dan kuantitatif: perubahan keterampilan sosial, tingkat partisipasi, kualitas interaksi, hingga dampak terhadap motivasi belajar dan kesejahteraan psikologis siswa. Pengumpulan data bisa dilakukan melalui refleksi tertulis siswa, rating skala perkembangan, analisis isi forum diskusi, serta wawancara kelompok. Evaluasi yang sistematis memungkinkan fasilitator dan manajer BK untuk menilai aspek mana dari pelaksanaan yang efektif dan bagian mana yang perlu ditingkatkanAimisalnya teknik moderasi, struktur sesi, atau materi intervensi. Dengan demikian, evaluasi menjadi sarana penting untuk menghubungkan pelaksanaan digital dengan tujuan perkembangan yang (Ramadhani, 2. Integrasi Edmodo dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok juga membuka peluang kolaborasi lintas peranAiantara guru BK, wali kelas, orang tua, dan tenaga profesional di luar sekolah. Kolaborasi ini dapat meningkatkan dukungan lingkungan bagi siswa dan memperkuat kesinambungan strategi intervensi yang telah dirancang dalam kelompok. Selain itu. Edmodo memungkinkan dokumentasi interaksi kelompok yang dapat dijadikan bahan supervisi, pembinaan profesional bagi guru BK, dan referensi untuk pengembangan program selanjutnya. Namun, pemanfaatan kolaboratif ini harus diatur dengan kebijakan yang jelas mengenai akses data, peran masing-masing pihak, dan mekanisme koordinasi agar kolaborasi berjalan efektif dan bertanggung (Wijayanti, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana transformasi manajemen Bimbingan dan Konseling dilakukan melalui pemanfaatan Edmodo dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok di Madrasah Aliyah Negeri Binjai. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti mengeksplorasi proses, pengalaman, dinamika interaksi, serta persepsi guru BK dan peserta didik terhadap penggunaan Edmodo sebagai media pendukung layanan konseling Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman makna dan praktik manajerial BK yang berkembang secara alami di lingkungan sekolah, sehingga data dikumpulkan dalam bentuk kata-kata, tindakan, dan dokumen yang menggambarkan fenomena secara mendalam. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang melakukan observasi, wawancara semi-terstruktur, dan telaah dokumentasi program untuk memperoleh data yang komprehensif terkait perencanaan, pelaksanaan, kendala, serta efektivitas layanan konseling kelompok berbasis Edmodo. Sumber data dalam penelitian ini mencakup guru BK, peserta didik yang Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 140 - 151 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt mengikuti layanan konseling kelompok, serta dokumen manajemen BK seperti program tahunan, jadwal layanan, laporan evaluasi, dan rekaman aktivitas Edmodo. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles. Huberman, dan Saldaya yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan selama penelitian Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber, triangulasi metode, dan pengecekan anggota . ember chec. untuk memastikan bahwa temuan mencerminkan kondisi sebenarnya. Seluruh proses penelitian dilaksanakan dengan mempertimbangkan etika penelitian, termasuk menjaga kerahasiaan partisipan, memperoleh persetujuan informan, serta memastikan bahwa penggunaan Edmodo sebagai sumber data tetap mematuhi standar privasi dan batasan akses yang berlaku. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengelolaan / Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Edmodo Pengelolaan layanan bimbingan dan konseling ketika diintegrasikan dengan Edmodo menunjukkan pola manajemen yang lebih sistematis dan terdokumentasi dibandingkan layanan konvensional. Guru BK dapat merancang rencana layanan, menyimpan perangkat bimbingan, serta mengatur agenda konseling secara digital sehingga mempermudah alur koordinasi maupun pengarsipan dokumen. Pendekatan manajerial digital ini sejalan dengan pandangan bahwa pemanfaatan teknologi pada pendidikan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan karena menyediakan ruang kerja yang terstruktur dan mudah diakses (Supriyanto, 2. Proses perencanaan layanan juga menjadi lebih fleksibel karena guru BK dapat menyusun kontrak layanan, instrumen asesmen, serta bahan konseling dalam satu platform yang terpusat. Edmodo menyediakan fitur assignment, folder, dan library yang memudahkan konselor dalam menyiapkan materi konseling kelompok tanpa harus menggunakan banyak platform yang terpisah. Ketersediaan ruang penyimpanan ini meningkatkan keakuratan perencanaan serta meminimalkan kehilangan data, yang sebelumnya menjadi kelemahan dalam layanan non-digital (Hidayat, 2. Dalam aspek pengorganisasian, guru BK dapat mengelompokkan peserta didik ke dalam kelas-kelas Edmodo yang disesuaikan dengan kebutuhan layanan. Pengelompokan ini penting karena konseling kelompok menuntut keteraturan struktur agar dinamika kelompok berkembang secara kondusional. Melalui Edmodo, konselor dapat memastikan setiap siswa berada pada kelompok yang tepat dan dapat memonitor perkembangan masing-masing secara real time. Hal ini mendukung gagasan bahwa platform digital memungkinkan pemetaan peserta didik menjadi lebih akurat (Arifin, 2. Pada sisi pelaksanaan. Edmodo memberikan sarana komunikasi yang bersifat moderasi, yakni komunikasi tetap terkontrol karena guru BK memiliki otoritas penuh sebagai moderator kelas digital. Kemampuan pengendalian ini membuat manajemen layanan lebih aman, kondusif, dan terhindar dari gangguan komunikasi yang tidak relevan. Konselor juga dapat mengatur jadwal unggahan materi secara berurutan sehingga konseli memperoleh layanan secara bertahap. Pengaturan ini sesuai dengan pendekatan manajemen layanan bimbingan modern yang menekankan keteraturan sebagai kunci efektivitas (Wibowo, 2. Monitoring dan evaluasi layanan menjadi aspek pengelolaan yang paling terbantu oleh penggunaan Edmodo. Fitur progress tracking memungkinkan guru Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 140 - 151 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt BK melihat keterlibatan siswa, membaca umpan balik, serta menilai perkembangan dinamika kelompok melalui interaksi yang terekam otomatis. Evaluasi menjadi lebih objektif karena semua data tersimpan dalam bentuk digital sehingga dapat dibandingkan antara satu sesi dan sesi lainnya. Evaluasi berbasis data ini selaras dengan prinsip e-counseling yang menekankan pentingnya analisis berbasis log aktivitas (Rachmawati, 2. Selain itu, pengelolaan layanan melalui Edmodo dapat meningkatkan transparansi layanan karena peserta didik mengetahui jadwal, materi, aturan, serta tahapan konseling secara jelas. Transparansi ini membantu konseli merasa lebih aman dan memahami proses layanan yang mereka jalani. Layanan yang transparan diyakini meningkatkan kepercayaan dan keterlibatan konseli dalam proses konseling (Nugroho, 2. Dengan demikian. Edmodo tidak hanya menjadi media pendukung, tetapi juga instrumen pembentukan budaya layanan yang akuntabel. Kendati demikian, ada tantangan dalam pengelolaan digital seperti kesiapan literasi teknologi peserta didik yang tidak seragam. Meski begitu, guru BK dapat mengatasinya dengan memberikan orientasi penggunaan Edmodo sebelum layanan dimulai. Pendampingan ini penting karena dalam manajemen layanan BK, kesiapan teknis menjadi prasyarat utama keberhasilan layanan digital (Pratiwi, 2. Dengan demikian, hambatan teknis bukan menjadi penghalang utama selama konselor mampu menyiapkan strategi mitigasi yang tepat. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen layanan BK berbasis Edmodo menghasilkan tata kelola layanan yang lebih terstruktur, terdokumentasi, fleksibel, serta mudah dievaluasi. Pengelolaan ini memperkuat paradigma bahwa teknologi digital dapat menjadi fondasi manajemen layanan konseling modern yang responsif terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, sekaligus mendorong efektivitas layanan yang lebih tinggi dibanding pendekatan konvensional. Proses Pelaksanaan Layanan Konseling Kelompok Berbasis Edmodo Pelaksanaan layanan konseling kelompok melalui Edmodo berlangsung dalam alur yang terencana dengan tahapan pembukaan, transisi, inti, dan penutup sebagaimana kaidah konseling kelompok. Pada tahap pembukaan, guru BK memanfaatkan fitur announcement untuk memberikan informasi awal mengenai aturan kelompok, tujuan layanan, dan pedoman interaksi. Peserta didik merespons pengumuman tersebut melalui komentar yang menunjukkan kesiapan mengikuti Kesiapan ini penting karena keberhasilan dinamika kelompok sangat dipengaruhi oleh tahap pembukaan yang menciptakan rasa aman (Corey, 2. Pada tahap transisi, guru BK menggunakan forum diskusi interaktif untuk menumbuhkan kepercayaan, membangun iklim penerimaan, dan membantu peserta beradaptasi dengan komunikasi digital. Diskusi di Edmodo bersifat tidak sinkron, sehingga konseli dapat menyampaikan pendapat tanpa tekanan waktu. Model komunikasi ini sangat mendukung konseli yang cenderung pemalu atau lambat merespons dalam konseling tatap muka. Hal ini memperkuat pandangan bahwa media digital dapat memperluas ruang keterlibatan konseli yang sebelumnya terhambat oleh faktor psikologis (Rahmawan, 2. Pada tahap inti, guru BK menyampaikan stimulus masalah melalui materi, pertanyaan terbuka, dan aktivitas reflektif yang diunggah melalui fitur assignment atau post. Konseli kemudian memberikan tanggapan dalam bentuk komentar, unggahan tugas, atau pesan pribadi sesuai dengan kebutuhan. Respons-respons ini memperlihatkan bagaimana dinamika kelompok terbentuk: ada konseli yang Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 140 - 151 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt menjadi pemantik diskusi, ada yang memberikan dukungan emosional, dan ada yang melakukan refleksi personal. Dinamika ini membuktikan bahwa konseling kelompok dapat berlangsung efektif meskipun tidak dilakukan secara tatap muka. Selain dinamika pendalaman masalah, terdapat pula proses peer support yang muncul alami melalui interaksi antar konseli. Peserta didik memberikan tanggapan yang menguatkan, mengklarifikasi, atau memberikan perspektif alternatif terhadap masalah teman sebaya. Fenomena dukungan sebaya ini merupakan indikator keberhasilan konseling kelompok karena menunjukkan adanya kohesi, empati, dan partisipasi aktif (Johnson & Frank, 2. Edmodo, dengan desain komunikasinya, ternyata mampu menstimulasi kohesi tersebut. Selama pelaksanaan, guru BK tetap berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan diskusi, menengahi perbedaan pendapat, serta memastikan interaksi tetap sesuai etika. Dengan adanya rekam jejak digital, konselor dapat memahami pola respons konseli dan menilai perkembangan dinamika kelompok secara berkesinambungan. Pola ini tidak selalu dapat diamati dalam sesi tatap muka, sehingga pelaksanaan melalui Edmodo memberikan kelebihan berupa data perilaku yang lebih lengkap (Suharto, 2. Pada beberapa sesi, guru BK juga memanfaatkan fitur unggahan dokumen dan video untuk memperkuat pemahaman konseli. Penggunaan multimedia dalam konseling terbukti meningkatkan kedalaman refleksi serta memperkaya pengalaman belajar emosional peserta didik (Fitriana, 2. Integrasi multimedia mendukung tercapainya tujuan konseling kelompok, terutama dalam membantu konseli memahami isu pribadi melalui pendekatan visual. Kendala yang muncul selama pelaksanaan terutama berkaitan dengan keterlambatan respons konseli akibat faktor jaringan atau kurangnya notifikasi. Namun guru BK dapat mengatasi kendala tersebut dengan memberi batas waktu respons yang fleksibel. Pendekatan fleksibel ini tetap menjaga ritme konseling tanpa menekan konseli secara berlebihan, sesuai prinsip layanan BK yang humanis (Husen, 2. Dengan demikian, pelaksanaan layanan konseling kelompok berbasis Edmodo membuktikan bahwa platform digital dapat menjadi wadah yang efektif bagi konseli untuk berproses secara emosional dan sosial. Semua tahapan konseling dapat berlangsung secara utuh, terpantau, dan adaptif sehingga memberikan kualitas layanan yang sebanding bahkan lebih unggul dari layanan tatap muka dalam aspek dokumentasi dan aksesibilitas. Efektivitas dan Dampak Penggunaan Edmodo terhadap Dinamika Kelompok dan Perkembangan Konseling Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Edmodo memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan dinamika kelompok. Keterlibatan konseli dalam diskusi meningkat karena mereka merasa lebih nyaman mengekspresikan pendapat secara tertulis. Ekspresi tertulis ini memungkinkan konseli menuangkan pikiran lebih mendalam, terstruktur, dan reflektif. Kemampuan refleksi yang lebih kuat merupakan indikator positif dalam perkembangan konseling kelompok (Corey, 2. Efektivitas layanan juga terlihat dari meningkatnya partisipasi konseli dalam aktivitas konseling. Banyak peserta yang sebelumnya pasif dalam sesi tatap muka menjadi lebih aktif ketika layanan berpindah ke Edmodo. Hal ini menunjukkan bahwa Edmodo mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi semua tipe kepribadian. Media digital terbukti dapat mengatasi hambatan psikologis seperti rasa malu, kecemasan, atau tekanan sosial (Wardani, 2. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 140 - 151 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Dengan demikian, efektivitas layanan meningkat karena lebih banyak suara konseli terdengar. Aspek berikutnya adalah kedalaman pemahaman konseli terhadap masalah pribadi. Melalui aktivitas penugasan reflektif dan diskusi berulang, konseli menunjukkan perkembangan dalam melihat masalah secara lebih komprehensif. Fitur komentar yang dapat dibaca ulang membantu konseli melakukan self-review terhadap perkembangan emosinya. Komponen refleksi ini penting karena konseling yang efektif adalah konseling yang menghasilkan wawasan internal (Hendriani, 2. Dari sisi dinamika kelompok, terdapat peningkatan nilai empati yang terlihat dari respons antarkonseli. Mereka tidak hanya menanggapi pertanyaan guru BK, tetapi juga saling merespons, memberi dukungan, dan memvalidasi perasaan teman sebaya. Interaksi ini menunjukkan adanya kohesi kelompok dan rasa kebersamaan yang kuat. Dalam konseling kelompok, kohesi merupakan indikator utama efektivitas karena memfasilitasi keterbukaan dan perubahan perilaku (Johnson & Frank, 2. Edmodo juga berdampak pada peningkatan keteraturan dan konsistensi konseli dalam mengikuti layanan. Adanya pengingat otomatis melalui notification membuat konseli tidak melewatkan sesi, sehingga keberlanjutan layanan terjaga. Konsistensi ini merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan konseling karena perubahan perilaku memerlukan proses berulang dan terstruktur (Sanjaya, 2. Dengan demikian, efektivitas layanan meningkat melalui keterjagaan ritme proses Dampak lain yang terlihat adalah meningkatnya kesadaran diri konseli terhadap perilaku digital yang positif. Karena semua interaksi terekam, konseli menjadi lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam mengunggah komentar maupun pendapat. Sikap ini menunjukkan bahwa layanan konseling berbasis Edmodo tidak hanya meningkatkan dinamika kelompok tetapi juga membentuk etika komunikasi digital yang baik. Dalam aspek perkembangan emosional, konseli menunjukkan peningkatan kemampuan mengelola perasaan, memahami perspektif orang lain, dan membuat keputusan yang lebih tepat mengenai isu pribadi mereka. Proses konseling yang terdokumentasi membantu konselor memberikan umpan balik lebih akurat sehingga intervensi lebih tepat sasaran. Ketepatan intervensi ini menjadi faktor yang meningkatkan efektivitas keseluruhan layanan (Rachmawati. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa penggunaan Edmodo bukan hanya efektif sebagai media pendukung, tetapi juga sebagai sarana pengembangan diri peserta didik. Platform ini meningkatkan partisipasi, kedalaman refleksi, kohesi kelompok, serta konsistensi layanan sehingga menghasilkan dampak signifikan terhadap perkembangan emosional, sosial, dan akademik konseli. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Edmodo dalam manajemen layanan konseling kelompok memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan efektivitas Bimbingan dan Konseling di Madrasah Aliyah Negeri Binjai. Penggunaan Edmodo terbukti memperbaiki kualitas perencanaan layanan melalui dokumentasi yang lebih rapi dan sistematis, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses konseling kelompok, serta memperluas ruang Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 140 - 151 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt interaksi yang aman dan nyaman bagi peserta didik yang cenderung pasif dalam sesi tatap muka. Selain itu, integrasi media digital ini juga memperkuat proses evaluasi karena seluruh aktivitas konseling terdokumentasikan dengan baik dan dapat dianalisis secara lebih objektif. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital dalam manajemen BK bukan sekadar penyesuaian teknologi, tetapi merupakan upaya strategis untuk menjawab kebutuhan generasi peserta didik masa kini sekaligus meningkatkan kualitas layanan konseling dalam konteks madrasah berbasis nilai-nilai Islam. SARAN Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pihak madrasah memperluas pemanfaatan Edmodo atau platform digital serupa dalam layanan konseling kelompok maupun layanan BK lainnya karena terbukti mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan layanan. Guru BK perlu mendapatkan pelatihan yang lebih intensif mengenai optimalisasi fitur Edmodo agar pelaksanaan konseling berbasis digital dapat berjalan lebih terstruktur dan Selain itu, diperlukan dukungan sarana seperti akses internet yang stabil dan ketersediaan perangkat bagi siswa agar tidak ada hambatan teknis dalam pelaksanaan layanan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi platform digital lain atau membandingkan model konseling tatap muka dan digital sehingga pengembangan manajemen BK dapat semakin relevan, adaptif, dan berkualitas dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi pendidikan. DAFTAR PUSTAKA