Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 1-10 Available at http://jurnal. id/jpterpadu Jurnal Perikanan Terpadu P-ISSN: 2599-154X E-ISSN: 2745-6587 Analisis Pemanfaatan Fasilitas Pokok Di Pelabuhan Perikanan Lambada. Aceh Besar Analysis of Main Facilities Utilization in Lambada Fishery Port. Aceh Besar Kurnia1*. Faisal Syahputra2. Rachmat Hidayat3. Rosi Rahayu1 Program Studi Teknologi Produksi Bersih dan Pakan Ikan. Politeknik Indonesia Venezuela. Aceh Besar. Indonesia. Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan. Universitas Abulyatama. Aceh Besar. Indonesia. Program Studi Teknologi Hasil Ternak. Politeknik Indonesia Venezuela. Aceh Besar. Indonesia. Program Studi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Teuku Umar. Aceh Besar. Indonesia. *Korespondensi: kurniahakim26@gmail. Article Information Submitted Revised Accepted Published 09/09/2024 30/09/2024 10/10/2024 29/10/2024 Keywords : Lambada fishing port Main facilities Utilization level Abstract The purpose of this study was to determine the level of utilization of basic facilities at the Lambada Fishing Port. Aceh Besar. This study was located at the Lambada Fishing Port. Aceh Besar. The data taken in this study were secondary data, this data was taken directly at the Lambada Fishing Port management office, namely data on fishing gear, catches, fishing fleets and facilities at the port. While primary data was taken directly at the Lambada Fishing Port using questionnaires, observations and interviews. The interview method used was the purposive sampling method. Analysis of basic facilities at the Lambada Fishing Port was carried out by calculating the level of facility utilization. The results showed that the Lambada Fishing Port has an area of 1 Ha. The pier which is 400m long, the utilization rate only reached 70,75%. The area of the port pool is 3 Ha, but the utilization rate is only 3%. The depth of the port pool is also not optimal when viewed from the number of fishing boat fleets that have run aground when anchored at the Lambada Fishing Port. The strategy that can be suggested is to improve the facilities and infrastructure according to the needs and provisions to support good fisheries activities. Kurnia. Syahputra. Hidayat. , & Rahayu. Analisis pemanfaatan fasilitas produksi di pelabuhan perikanan Lambada. Aceh Besar. Jurnal Perikanan Terpadu 5. : 1-10. PENDAHULUAN Pelabuhan perikanan merupakan pusat aktivitas bagi sektor kelautan dan perikanan. Hal ini dilihat dari aktivitas sebelum melaut hingga ikan di pasarkan. Aktivitas nelayan di Pelabuhan perikanan seperti memuat pembekalan melaut . s, air bersih, dan lain-lai. , pengecekan armada Page | 1 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 39-45 penangkapan sampai memasarkan ikan hasil tangkapan kepada agen atau perusahaan yang Kondisi tersebut sehingga pelabuhan perikanan bisa memberikan dampak pertumbuhan ekonomi sehingga meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Kurnia . , menyatakan pelabuhan perikanan merupakan pusat ekonomi yang mendukung keuntungan bagi masyarakat dan pemerintah sekitar. Pelabuhan perikanan kelas pelabuhan perikanan terbagi menjadi empat yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) atau disebut kelas A. Pelabuhan perikanan Nasional (PPN) atau disebut kelas B. Pelabuhan Perikanan Pantai . atau disebut dengan kelas C dan Tepat Pelabuhan Ikan (TPI) atau disebut dengan kelas D (KKP, 2. Kurnia . menyatakan, setiap kelas pelabuhan perikanan memiliki kretiria oprasional hingga fasilitas yang dimana diatur di PERMEN KP 08 Tahun 2012. Fasilitas pelabuhan perikanan ini terbagi menjadi tiga kelompok yaitu fasilitas pokok, fungsional dan penunjang (KKP, 2. Fasilitas pelabuhan perikanan ini memiliki fungsinya Tiga fasilitas ini merupakan faktor utama aktifitas yang ada dipelabuhan tersebut (Mawarni et al. , 2. Sehingga pihak pengelola wajib mengoprsionalkan pelabuhan perikanan sesudai dengan fungsinya. Membangun pelabuhan perikanan harus dilihat dari faktor oseonografi, daerah penangkapan ikan, potensi ikan dan tempat yang strategi (Bulotio et al, 2. Salah satu pelabuhan perikanan yang memiliki lokasi yang strategi adalah pelabuhan perikanan Lambada. Pelabuhan perikanan ini berada di Kabupaten Aceh Besar dan letaknya berdektan dengan pusat kota yaitu di Kota Banda Aceh. Lokasi pelabuhan perikanan ini langsung berhadapan dengan selat malaka. Perairan Selat Malaka memiliki sumber daya ikan yang berpotensi (Kirab et al, 2. Pelabuhan perikanan Lambada termasuk pelabuhan yang potensial untuk melakukan kegiatan perikanan. Pelabuhan ini memiliki sarana prasarana yang dimana memiliki lahan sebesar 1 Ha, panjang dermaga mencapai 400 m, kedalaman kolam mecapai 1 m serta memiliki fasilitas lainnya (PP Lambada, 2. Meskipun pelabuhan ini memiliki fasilitas yang lengkap namun pelabuhan ini masih memiliki banyak permasalahan. Hasil survai awal, kapal banyak melakukan pendaratan Hasil Tangkapan Ikan (HTI) bukan didalam pelabuhan, namun melakukan pendaratan ikan di pasar. Hasil survai awal juga menunjukkan kapal banyak yang mengalami kekandasan, sehingga kapal yang datang pada sore hari harus melakukan pendaratan jauh dari dermaga pendaratanmencapai A1 m. Bukan itu juga, dermaga pendaratan ikan hasil tangkapan yang ada memiliki kondisi yang kurang layak. Hasil paparan diatas menunjukkan fasilitas pokok yang ada di pelabuhan perikanan Lambada harus diteliti. Oleh karena ini penelitian yang berjudul analisis pemenfatan fasilitas pokok di pelabuhan perikanan Lambada. Aceh Besar perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pemanfaatan fasilitas pokok di pelabuhan perikanan Lambada. Aceh Besar. Page | 2 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 39-45 Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pihak pengelola pelabuhan perikanan Lambada serta permerintah Aceh dalam memingkatkan pemanfaatan pelabuhan perikanan Lambada. Aceh Besar. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di pelabuhan perikanan Lambada. Desa Lambada Lhok. Kabupaten Aceh Besar. Provinsi Aceh. Sebelah Utara pelabuhan perikanan Lambada berhadapan dengan Selat Malaka, sebelah Barat berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Bahan dan Alat Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu ATK, handphone dan meteran. Sumber Data Data primer dalam penelitian ini diambil langsung di PP Lambada menggunakan kuisioner, observasi langsung di lapangan dan wawancara. Data sekunder adalah data yang diambil di pengelola . Pelabuhan Perikanan (PP) Lambada dimana data yang digunakan yaitu data volume produksi hasil tangkapan, armada penangkapan dan profil Pelabuhan Perikanan Lambada. Penentuan responden wawancara ditentukan secara purposive sampling. Responden yang diambil adalah yang dapat memahami isi kuesioner yaitu satu orang kepala Pelabuhan Perikanan Lambada, dua orang pegawai pelabuhan perikanan yang bertugas mencatat hasil penangkapan ikan dan lima orang nelayan ukuran kapak 5-30 GT. Analisis Data Panjang dermaga ikan Perhitungan kebutuhan panjang dermaga pendaratan ikan dilakukan dengan pendekatan volume produksi hasil tangkapan didaratan (Pane, 2. = (VPT x (L . -s 2. /(VPU x HPR x FP) Keterangan: VPT VPU : Panjang dermaga pendaratan dengan pendekatan volume produksi hasil tangkapan didaratkan . : Volume produksi . hasil tangkapan yang didaratkan di pelabuhan perikanan dalam setahun . on/tahu. : LoA kapal terpanjang . : Jarak antara 2 kapal penangkapan ikan . -15 . : Jarak haluan/buritan kapal ke ujung dermaga . : Rata-rata volume produksi ikan hasil tangkapan yang didaratkan per unit kapal yang mendaratkan di pelabuhan perikanan . on/unit kapa. ekivalen rata-rata volume produksi ikan hasil tangkapan yang didaratkan per pendaratan . on/kali pendara. Page | 3 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 39-45 HPR : Banyak hari pendaratan riil ikan hasil tangkapan per tahun setiap kapal sebagai pedoman . ari/tahu. : Banyaknya frekuensi periode penggunaan dermaga per hari di pelabuhan perikanan . ntuk pendaratan hasil tangkapa. Luas dan kedalaman kolam pelabuhan perikanan Penentuan kebutuhan luas dan kedalaman kolam pelabuhan dapat dilakukan dengan menggunakan formulasi yang dipakai Direktorat Jenderal (Ditje. Perikanan . vide Lubis . sebagai berikut: Luas kolam pelabuhan perikanan L = Lt . x n x l x. Keterangan : L : Luas kolam pelabuhan . Lt : Luas untuk memutar kapal atau Ar2 . r : Ukuran kapal terpanjang . A : 3,14 3 : Konstanta n : Jumlah kapal maksimum yang berlabuh . l : Panjang kapal rata-rata . b : Lebar kapal rata-rata . Kedalam kolam pelabuhan D =d AH S C Keterangan : D : Kedalaman kolam pelabuhan . d : Draft kapal terbesar dengan muatan penuh . H : Pasang surut kolam pelabuhan . S : Tinggi angkutan kapal yang melaju . ,1-0,3 . C : Jarak aman dari lunas kapal ke dasar perairan . ,25-1 . Tingkat pemanfaatan fasilitas pelabuhan perikanan Sesudah menghitung point 1 dan 2 maka selanjutnya menghitung tingkat pemanfaatan fasilitas pokok pelabuhan perikanan yaitu: Dermaga pendaratan ikan Tempat tambat kapal setelah membongkar ikan hasil tangkapan Luas dan kedalaman kolam pelabuhan Formulasi yang digunakan untuk menghitung tingkat pemanfaatan fasilitas (Lubis, 2. Tingkat pemanfaatan = Pemanfaatan fasilitas / Kapasitas fasilitas X 100% Jika dari perhitungan didapatkan sebagai berikut : Persentase pemanfaatan > 100%, tingkat penggunaan fasilitas melampaui kondisi optimal Page | 4 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 39-45 Persentase pemanfaatan = 100%, tingkat penggunaan fasilitas mencapai kondisi optimal Persentase pemanfaata < 100%, tingkat penggunaan fasilitas belum mencapai optimal. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Pelabuhan Perikanan Lambada Pelabuhan perikanan Lambada memiliki tempat yang sangat strategis, terletak di dekat jalan Secara geografis pelabuhan perikanan tersebut berada pada posisi 050 61Ao17. 56Ay LU, 950 39Ao 06. 74Ay BT. Pelabuhan Perikanan Lambada Lhok terletak di kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh Besar. Provinsi Aceh. Hasil wawancara, pelabuhan perikanan ini berbatasan dengan Gampong Cot Paya di sebelah selatan, sebelah Timur berhadapan langsung dengan Gampong Labui. Sebelah utara dengan sungai Lambada Lhok dan sebelah selatan berdahapan langsung dengan Samudera Hindia. Kapal perikanan merupakan armada penangkapan ikan. Sesudah melakukan aktifitas pengkapan di laut maka kapal ikan akan melakukan pendaratan di pelabuhan perikanan (Dianita et al, 2. Kapal perikanan ini juga memiliki katagori yaitu perahu papan . erahu tanpa moto. , motor tempel dan kapal motor. Umumnya pelabuhan perikanan menggunakan kapal motor, hal ini memudahkan nelayan untuk menoprasionalkan armada penangkapan. Kapal yang melakukan kunjungan di pelabuhan perikanan Lambada yaiitu kapal motor. Umumnya kapal motor yang didaratkan yaitu 5-20 GT. Gambar 1 menunjukkan pada tahun 2018 kapal yang berukuran 5 GT yaitu mencapai 38 unit, tahun 2019 yaitu mencapai 82 unit, tahun 2020 mencapai 17 unit, tahun 2021 mencapai 30 unit, tahun 2022 mencapai 38 dan tahun 2023 yaitu mencapai 40 unit serta 10-20 GT mencapai 2 unit. Jumlah Armada Kapal (Uni. 5 GT 10-20 GT Data Frekuensi Kunjungan Kapal Per Tahun Gambar 1. Data frekuensi kunjungan kapal/tahun Page | 5 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 39-45 Hasil wawanca menyatakan kenaikan armada penangkapan pada tahun 2019 meningkat karena adanya kapal yang memilih melakukan aktifitas pendaratan atau perisitirahatan di pelabuhan perikanan Lambada. Kurnia . menyatakan, pada bulan Mei 2019 produksi ikan hasil tangkapan berlimpah. Kondisi tersebut, armada penangkapan banyak melakukan pendaratan ikan hasil tangkapan di berbagai pelabuhan perikanan salah satunya di PP Lambada. Tahun 2020 armada penangkapan menurun. Hasil wawancara menyatakan, turunya kunjungan karena adanya pandemic, sehingga aktifitas melaut tidak banyak dilakukan. Tahun 2021-2024 angka meningkat secara kumulatif. Hasil wawancara jugu menunjukkan, armada yang berukuran 10-20 GT melakukan aktifitas peristirahatan saja, jarang melakukan aktifitas pembongkaran. Hal ini disebabkan karena kasus kolam pelabuhan perikanannya yang dangkal. Rahayu et al. , . menyatakan tanpa adanya alat tangkap, maka nelayan tidak bisa serta mengahasilkan produksi ikan hasil tangkapan. Alat tangkap yang ada di pelabuhan perikanan Lambada adalah Purse seine dan pancing ulur. Hasil wawancara menyatakan, nelayan sering mengunakan pancing biasa, dikarekan untuk sekala kecil dan hanya digunaka sesekali saja. Nelayan yang ada di pelabuhan perikanan Lambada banyak mengukunakan alat tangkap pancing ulur yaitu mencapai 97% dan yang menggunakan alat tangkap purse seine yaitu mencapai 3% (Gambar . Hasil wawancara di lapangan juga menyatakan, ikan yang dominan yang didapatkan yaitu ikan Cakalang (Katsuwonus pelami. Tongkol (Eutenus affini. Talang (Scomberoides lysa. Kuwe (C. Gurita (Octopus alatu. Kerapu (Epinephelus fuscoguttatu. dan ikan layang (Decapterus Purse Seine Pancing Ulur Gambar 2. Data alat tangkap nelayan di PP Lambada. Aceh Besar Page | 6 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 39-45 Selanjutnya, pelabuhan perikanan Lambada memiliki banyak fasilitas. Fasilitas yang ada di pelabuhan perikanan Lambada tidak semuanya bisa di oprasionalkan. Salah satunya cold storage. SPBU dan TPI (Tempat Pelelangan Ika. Fasilitas ini tidak bisa digunakan karena adanya kerusakan pada mesin, bangunan yang rusak dan fasilitas TPI tidak digunakan karena nelayan lebih suka melakukan pendaratan produksi hasil tangkapan di luar pelabuhan. oleh karena itu Tabel 1 merupakan fasilitas pelabuhan perikanan di PP Lambada. Tabel 1. Fasilitas pelabuhan perikanan Lambada. Aceh Besar No Fasilitas Fasilitas Pokok Lahan Pagar keliling Dermaga Turap/revitmen Pemecah gelombang Kolam pelabuhan/alur sungai Kedalaman kolam/alur Jalan komplek Drainase Fasilitas Fungsional Kantor administrasi pelabuhan Kantor syahbandar Tempat pemasaran ikan (TPI) Tangki air dan instalasi SPDN Instalasi listrik Genset Pabrik es Cold storage Gedung pengepakan SSB Fasilitas Penunjang Rumah staf Tempat ibadah MCK Kebersihan, keamanan dan ketertiban Komputer Sumber : PP Lambada. Aceh Besar Ukuran/Volume 1 ha 400 m2 3 ha 450 m2 16 kl 8 kl 36 kva 5 ton 8 ton 2 unit 30 m2 1 unit 5 Orang 1 unit Fasilitas Pokok Pelabuhan Perikanan Lambada. Aceh Besar Tabel 1 menunjukkan, fasilitas pokok yang ada di pelabuhan perikanan Lambada terdiri dari laham, dermagam turap, pemecah gelombang, kedalaman kolam pelabuhan perikanan. Meskipun fasilitas di pelabuhan perikanan lengkap, namu banyak yang rusak. Salah satunya pada dermaga pelabuhan. Kurnia . menyatakan, dermaga pelabuhan perikanan merupakan fasilitas terpenting untuk memenuhi kebutuhan pelaku penangkapan ikan. Hasil pengamatan, pelabuhan perikanan Lambada memiliki dua bagian dermaga yaitu dermaga pendaratan ikan (Gambar . Hasil pengamatan, dermaga pendaratan ikan banyak melakukan peristirahatan ditimbang membongkar ikan hasil tangkapannya. Hasil wawancara, nelayan lebih suka melakukan pendaratan ikan langsung di pasar ikan . okasinya di luar pelabuha. , hal ini bertujuan untuk memudahkan nelayan menjualkan ikannya. Hasil observasi, nelayan lebih Page | 7 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 39-45 memilih mendaratkan kapalnya di wilayah pasar karena lokasi parkir kapal sanggatlah dekat dibandingkan dengan pelabuhan perikanan. Gambar 3. Dermaga pendaratan ikan Hasil perhitungan, tingkat penfaatan dermaga pendaratan ikan sudah mencapai 70,75%. Hal ini dilihat dari pemanfaatan fasilitas dibagi dengan kapasitas yang ada pelabuhan. Meskipun sudah mencapai hampir optimal, kondisi dermaga tidak sesuai dengan fungsinya. Hasil observasi, dermaga banyak dilakukan untuk memperbaiki alat tangkap, sebagai teman bermain masyarakat sekitar dan aktifitas-aktifitas lainnya. Hasil perhitungan menunjukkan, tingkat pemanfaatan luas kolam pelabuhan hanya mencapai 3%. Perhitungan ini dilihat dari luas kapal memutar, jumlah maksimum yang berlabuh, panjang kapal rata-rata dan lebar kapal rata-rata. Kurnia . , luas kolam pelabuhan bisa menentukan armada kapal melakukan pendaratan kapalnya. Namun berbeda dengan pelabuhan perikanan Lambada, meskipun luas kolam pelabuhan sudah mencapai aturan yang ditulis di PERMEN KP 08 Tahun 2012. Tentatang Pelabuhan Perikanan namun pelaku pelabuhan banyak merasa terganggu. Hal ini dilihat dari kondisi pelabuhan yang memiliki aktivitas tidak sesuai dengan Kondisi di lapangan juga menunjukkan, kolam pelabuhan yang kandas. Hal ini dilihat pada Gambar 4. Gambar 4 menunjukkan kolam pelabuhan kandas. Hasil wawancara, setiap air laut surut maka sekitaran kolam PP Lambada juga surut. Nelayan yang ingin melakukan aktivitas isitrahat atau pembongkaran harus pada pagi jam 10. 00, karena air sedang pasang sehingga armada penangkapan bisa masuk ke PP Lambada. Hasil observasi, kondisi ini juga berpengaruh terhadap lokasi pelabuhan dimana lokasi PP Lambada terletak di aliran sungai. Syahputra . menyatakan pelabuhan perikanan yang terletak di aliran sungai maka kondisi kolam pelabuhan tidak ideal, hal ini mengakibatkan material dari laut Menggendap dialiran sungai. Page | 8 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 39-45 Gambar 4. Kondisi kolam pelabuhan PP Lambada KESIMPULAN Pelabuhan perikanan Lambada. Aceh Besar memiliki fasilitas pokok. Namum fasilitas pokok di pelabuhan perikanan Lambada ditemukan dalam kondisi rusak, seperti dermaga. Meskipun panjang dermaga sudah mencapai 400 m2, namun tingkat pemanfaatnya kurang, hanya mencapai 70,75%. Luas kolam pelabuhan seluas 3 Ha, namun tingkat pemanfaatan kurang, hanya mencapai Selain itu pelabuhan perikanan Lambada. Aceh Besar memilik lahan dengan ukuran 1 Ha, memiliki turap dengan panjang 333 m, serta memiliki drainase. DAFTAR PUSTAKA