P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:25-34 Jurnal Language education literature PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURES TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DONGENG FANTASI DI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 LUBUKLINGGAU Yogiansyah Pratama1. Agung Nugroho2. Sri Murti 3 Universitas PGRI Silampari1,2,3 jordianyahptratama@gmail. com1, agungaryonugroho886@umm. id2, srimurti@umm. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tuntas atau tidaknya hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran picture and pictures terhadap kemampuan menulis teks dongeng fantasi di siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 7 Lubuklinggau Tahun pelajaran 2023/2024. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII. 2 SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Pada teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis uji-t. Hasil penelitian ini setelah diterapkan model pembelajaran picture and pictures dapat menuntaskan hasil belajar siswa dalam materi menulis teks dongeng fantasi di siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Hal ini berdasarkan nilai rata-rata pretest sebesar 48,12 dan nilai postest 71,43. Data tes yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji-t diperoleh thitung . > ttabel . ,0. untuk taraf signifikan 5%. Hal ini bearti Ho ditolak dan Ha diterima, dengan kata lain hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran picture and pictures secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan siswa dalam menulis teks dongeng fantasi di siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau Kata Kunci : Picture and Pictures . Menulis teks dongeng fantasi ABSTRACT This research aims to determine whether or not the learning outcomes have been completed through the application of the picture and pictures learning model on the ability to write fantasy fairy tale texts in class VII students at SMP Negeri 7 Lubuklinggau. This research uses a quasiexperimental method and a quantitative descriptive approach. The population of this research is students of SMP Negeri 7 Lubuklinggau for the 2023/2024 academic year. The sample for this research was students in class VII. 2 of SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Data collection techniques were carried out using test techniques. The data analysis technique was carried out using the normality test and t-test hypothesis test. The results of this research, after applying the picture and pictures learning model, can complete student learning outcomes in the material of writing fantasy fairy tale texts in class VII students at SMP Negeri 7 Lubuklinggau. This is based on the average pretest score of 48. 12 and posttest score of 71. The collected test data was then analyzed using the t-test, obtaining tcount . > -t table . for a significance level of This means that Ho is rejected and Ha is accepted, in other words the hypothesis proposed in this research can be accepted as true, so it can be concluded that the application of the picture Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:25-34 and pictures learning model can significantly improve students ability to write fantasy fairy tale texts in class VII students at SMP Negeri 7 Lubuklinggau Keywords : Learning Picture and Pictures, write fantasy fairy tale texts PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah memiliki peran, kedudukan dan fungsi yang sangat penting sebagai sarana pengembangan keterampilan siswa dalam menggunakan bahasa pada kegiatan sehari-hari. Terdapat empat keterampilan berbahasa seperti: keterampilan menyimak . istening skill. , keterampilan berbicara . peaking skil. , keterampilan membaca . eading skill. , keterampilan menulis . riting skill. (Tarigan, 2. Keempat keterampilan tersebut saling berhubungan hal inilah yang umum disebut satu kesatuan caturtunggal. Pada keterampilan menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis dalam tujuan, misalnya memberitahu, menyakinkan, atau menghibur (Dalman, 2. Melalui sebuah tulisan seseorang dapat berkarya, seperti menulis teks dongeng fantasi dan dapat dinikmati pembaca umum dan dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. Menulis juga merupakan kegiatan penuangan ide yang memiliki pengaruh yang sangat luas dan lebih awet dibandingkan ucapan (Naim, 2. Adapun pendapat para ahli lain memyatakan bawa menulis merupakan segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan gagasan dan menyampaikan informasi memalui bahasa tulis kepada masyarakat pembaca untuk dapat dipahami (Suandi, dkk. , 2. Menulis teks dongeng fantasi merupakan suatu materi yang ada pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum Merdeka sehingga siswa dituntut mampu menguasai kompetensi tersebut. Dongeng fantasi merupakan dongeng sepenuhnya dikembangkan berdasarkan khayalan, fantasi atau imajinasi dan terdapat nilai moral yang merujuk pada pengertian baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebvagainya ( Nurgiantoro, 2. Pembelajaran menulis teks dongeng fantasi dinilai menyenangkan, karena siswa dapat terlihat langsung dengan rangsangan imajinasi, serta dapat menimbulkan kreativitas dan antusias siswa dalam menulis dongeng fantasi. Dalam dongeng fantasi terdapat nilai Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:25-34 moral baik secara tersirat maupun tersurat, hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada pendidikan karakter siswa yang pada saat ini mengalami penurunan moral. Nilai pelajaran moral yang biasanya mengambarkan sifat jelek manusia melalui peran tokoh dalam sebuah dongeng fiksi, ini bertujuan supaya pembaca menghindari sifat buruk tersebut, dongeng fantasi juga biasanya diperankan oleh tokoh yang berwatak jujur, cerdas, senang, dan penuh keajaiban. Dongeng fantasi juga termasuk kedalama teks narasi yang bersifat fiktif dan fiksi didasarkan pada urutan-urutan suatu kejadian atau peristiwa (Dewi, dkk. , 2. Pada pembelajaran menulis teks dongeng fantasi banyak siswa yang menganggap bahwa menulis merupakan kegiatan yang sulit, dalam mengembangkan ide, maupun menentukan topik dalam penulisan dongeng fantasi. Berdasarkan hasil wawancara guru dan siswa ada beberapa faktor penghambat keterampilan menulis dongeng fantasi yakni: kurangnya pemahaman kosa kata, mengalami kesulitan dalam menentukan topik, maupun dalam mengembangkan Faktor yang menyebabkan kesulitan siswa dalam menulis dongeng fantasi yakni: kurangnya latihan, kurangnya minat siswa dalam menulis. Menciptakan sebuah doengeng fantasi harus mengacu pada proses untuk membangun imajinasi dan menyusun kata-kata dengan terampil hal ini bertujuan untuk membangun narasi yang koheren, sehingga menjadi sebuah karya fiksi yang menarik. Menulis dongeng fantasi juga membutuhkan pengetahuan tentang kebahasaan dan kekayaan kosa kata serta keterampilan berimajinasi atau berfikir kreatif (Putri, dkk. , 2. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan ibu Ice Rahmadiyanti S. Pd. selaku guru Pendidikan Bahasa Indonesia kurikulum merdeka kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau, menunjukan hasil belajar siswa yang masih rendah. Nilai pada pembelajaran Bahasa Indonesia di bawah kriteria ketuntasan maksimum (KKM), yang telah ditetapkan sekolah yaitu 68 dengan jumlah peserta didik 32 siswa, adapun peserta didik yang belum memenuhi KKM. Peserta didik yang tuntas mencapai KKM 31% . peserta didi. , sedangkan peserta didik yang belum tuntas 69% . peserta didi. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, penyebab menurunnya kemampuan siswa dalam menulis teks dongeng fantasi: kesulitan dalam menuangkan ide, lemahnya daya imajinasi siswa, kurang memahami struktur dongeng fantasi, dan kurangnya minat siswa terhadap materi disebabkan oleh model pembelajaran yang digunakan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:25-34 Jurnal Language education literature sebelumnya kurang tepat seperti model pembelajaran problem based learning. Pentingnya untuk mengetaui model pembelajaran hal ini bertujun supaya model pembelajaran pada materi yang akan di ajarkan sejalan demi terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif. Model pembelajaran diartikan sebagai suatu rancangan atau pola konseptual yang memiliki nama, sistematis dapat digunakan dalam menyusun kurikulum, mengatur aktivitas peserta didik, memberi petuntuk bagi pengajar, mengatur setting pembelajaran, mencuptakan lingkungan belajar yang mendukung, mengarahkan kepada tujuan yang diharapkan, serta mengevaluasinya seperti mengukur, menilai dan memberikan feedback (Asyafa, 2. Upaya untuk mengatasi permasalahan di atas peneliti mempunyai ide alternatif mengoptimalkan pembelajaran tersebut dengan menerapkannya model pembelajaran Picture and Pictures. Penerapan atau implementasi adalah kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Diterapkannya Picture Pictures mengoptimalkan serta menuntaskan permasalahan siswa dalam menulis dongeng Model ini juga pernah dilakukan oleh Utomo, dkk. , . yang berjudul AuPenerapan Model Picture and Picture Terhadap Kemampuan Menulis KaranganAy berdasarkan hasil penelitian tersebut Penerapan Model Pembelajaran Picture and Pictures dalam menulis dongeng karangan terbukti efektif. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Rozak . yang berjudul AuPenerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Bermedia Audio Visual Dalam Pembelajaran Menulis Teks Dongeng Fantasi Pada Kelas VII SMP Ay berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan jika penggunaan media audio visual berpengaruh dan efektif terhadap pembelajaran menulis dongeng fantasi. Model pembelajaran Picture and Pictures dianggap sebagai model pembelajaran yang menyenangkan karena siswa dapat terlibat langsung sehingga siswa yang sebelumnya pasif dalam kegiatan pembelajaran menjadi aktif. Karena fokus model pembelajaran Picture and Pictures ini menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan secara logis, yakni gambar menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran (Shoimin, 2. Hal ini tentunya sanggat berbeda dengan model pembelajaran yang diterapkan sebelumnya yang dinilai tidak efektif karena tidak bisa menuntaskan hasil Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:25-34 pembelajaran siswa, sebelumnya guru hanya menggunakan metode tradisional seperti ceramah, sedangkan siswa hanya dijadikan sebagai subjek saja, inilah yang membuat proses belajar mengajar menjadi tidak efektif. Dengan diterapkannya model pembelajaran Picture and Picture ini diharapkan proses belajar mengajar siswa menjadi lebih optimal, meningkatkan kreativitas siswa, dan mampu menuntaskan secara signifikan permasalahan dalam penulisan dongeng fantasi. Model pembelajaran picture and pictures juga merupakan model pembelajaran yang menggunakan pendekatan komunikatif (NafiAah, 2. Berdasarkan penjelasan di atas, dilakukan penelitian dengan judul AuPenerapan Model Pembelajaran Picture and Pictures terhadap Kemampuan Menulis Teks Dongeng Fantasi di Siswa Kelas VII SMP Negeri 7 Kota Lubulinggau. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Menggunakan pendekatan quasy eksperimen semu dengan desain penelitian pretest, treatmen dan postest. Data penelitian ini yaitu data tes dan nontes. Data tes meliputi kemampuan menulis teks dongeng Data nontes meliputi observasi dan wawancara. Teknik analisis data meliputi uji normalitas data dan uji t-test. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi data penelitian yang dilakukan untuk memberikan gambaran secara umum mengenai data-data yang diperoleh di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2024 sampai 12 Februari 2024 di siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau tahun pelajaran 2023/2024 dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VII. 2 dengan jumlah siswa 32 orang. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan dengan rincian satu kali pemberian tes awal . re-tes. Selanjutnya pada pertemuan ke dua pembelajaran menerapkan model pembelajaran picture and pictures dalam menulis teks dongeng fantasi. Kegiatan akhir yang dilakukan adalah pemberian tes akhir . ost-tes. untuk mengetahui ketuntasan siswa dalam menulis cerita fantasi. Pemberian pre-test dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:25-34 Jurnal Language education literature picture and pictures dalam materi menulis teks dongeng fantasi. Pemberian tes awal dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2024 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang. Siswa yang tuntas sebanyak 6 Siswa 18,75% dan yang tidak tuntas sebanyak 26 Siswa 81,25% . Nilai rata-rata secara keseluruhan adalah sebesar 48,12%. Secara deskriptif jelas bahwa kemampuan awal siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran picture and pictures dikatakan belum tuntas karena nilai rata-ratanya di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal KKM yaitu 68. Pada pertemuan terakhir dilakukan post-test yang dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2024 diikuti oleh 32 siswa. Kemampuan akhir yang diperoleh melalui post-test . es akhi. Tes akhir dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan diterapkan model pembelajaran picture and pictures dalam materi menulis teks dongeng fantasi. Siswa yang mendapatkan nilai >68 dengan kriteria tuntas adalah 22 orang 69%. Sedangkan nilai <68 dengan kriteria tidak tuntas adalah 10 orang 31%. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran picture and pictures terhadap kemampuan menulis teks dongeng fantasi di siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai rata-rata dan simpangan baku pretest dan postest seperti tabel di bawah ini: Tabel 1 Rata-rata dan Simpangan Baku Variabel Pretest Postest Jumlah Sampel Rata-rata 48,12% 71,43% Simpangan Baku 17,18 Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data hasil tes siswa berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan ketentuan perhitungan data statistik mengenai uji normalitas data dengan taraf signifikan Ou0,05 maka masing-masing data dapat dikatakan berdistribusi normal. Berikut hasil data perhitungan dengan menggunakan SPSS 24. Berdasarkan hasil uji normalitas data menggunakan SPSS versi 24 dapat disimpulkan bahwa data tes awal dan tes akhir berdistribusi normal dengan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:25-34 Jurnal Language education literature taraf kepercayaan = 0,05. Berdasarkan pengolahan data uji AtA . melalui penerapan model pembelajaran picture and pictures terhadap kemampuan siswa menulis teks dongeng fantasi di siswa kelas VII SMP Negerei 7 Lubuklinggau. Berdasarkan hasil perhitungan SPSS dengan menggunakan uji t-test diperoleh nilai T hitung 10,094 . Dengan kata lain Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran picture and pictures dalam kemampuan menulis teks dongeng fantasi di siswa kelas VII. 2 SMP Negeri 7 Lubuklinggau secara signifikan Pembahasan Pembahasan hasil penelitian ini berdasarkan hasil data tes awal . yang dilakukan tanggal 29 Januari 2024, dan hasil tes akhir . pada tanggal 12 Februari Penulis dapat menyimpulkan bahwa model pembelajaran picture and pictures secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan siswa dalam menulis teks dongeng fantasi di siswa kelas VII. 2 SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Pada saat pelaksanaan tes awal pretest sebelum menerapkan model pembelajaran picture and pictures nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 20 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa 77 dengan nilai rata-ratanya adalah 48,12. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis cerita fantasi sebelum diterapkannya model pembelajaran picture and pictures belum mencapai ketuntasan hasil belajar. Hal ini disebabkan pada saat pelaksanaan pretest siswa dinilai kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran, kurangnya daya imajinasi siswa, dan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi teks dongeng fantasi beserta struktur dan unsur pembangunnya. Kemudian pembelajaran picture and pictures. Adanya perubahan cara mengajar yang dirasakan siswa sebagai hal yang baru, siswa dinilai sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran picture and pictures, karena pada model pembelajaran ini menggunakan gambar sebagai representasi dari realitas kehidupan nyata yang bertujuan untuk merangsang imajinasi peserta didik untuk membuat sebuah teks dongeng fantasi. Adapun langkah-langkah menerapkan model pembelajaran picture and pictures yaitu: . Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Menyajikan materi sebagai pengantar. Guru menunjukkan gambar-gambar yang Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:25-34 berkaitan dengan materi. Guru menunjuk siswa secara bergantian. Guru menanyakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Guru mulai memberikan konsep atau materi. Kesimpulan dan rangkuman. Pada pertemuan selanjutnya postest penulis memberikan intruksi kepada siswa untuk membuat sebuah cerita fantasi dengan memperhaikan unsur dan struktur pembangunnya berbantuan gambar-gambar fiksi yang telah penulis siapkan. Setelah proses pembelajaran selesai diperoleh nilai terendah siswa 29 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa 97 sedangkan nilai rata-ratanya 71,43%. Sehingga kemampuan siswa dalam menulis teks dongeng fantasi di siswa kelas VII. 2 SMP Negeri 7 Lubuklinggau setelah diterapkannya model pembelajaran picture and pictures dapat menuntaskan hasil pembelajaran. Peserta didik yang tuntas sebanyak 22 siswa 69%, sedangkan yang tidak tuntas sebanyak 10 orang 31%. Sehingga kemampuan siswa menulis teks dongeng fantasi di siswa kelas VII. 2 SMP Negeri 7 Lubuklinggau setelah menerapkan model pembelajaran picture and pictures menjadi lebih baik. Alhasil dapat disimpulkan bahwa kemampuan kemampuan akhir siswa terdapat peningkatan. Untuk mendukung pendapat di atas, menurut (Shoimin, 2. menjelaskan model pembelajaran picture and pictures adalah model pembelajaran yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan yang logis. Sedangkan menurut (Siswanto dan Ariani, 2016:. model pembelajaran picture and pictures mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Adapun pendapat (NafiAah, 2. Model pembelajaran picture and pictures merupakan model pembelajaran yang menggunakan pendekatan komunikatif. Berdasarkan sudut pandang yang dikemukakan para ahli dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran picture and pictures adalahn suatu pembelajaran yang menggunakan media gambar untuk sajian informasi, materi, memperlihatkan gambar yang berkaitan dengan materi yang akan Gambar bertujuan merangsang imajinasi siswa agar menjadi termotivasi dan diharapkan ketercapaian proses pembelajaran yang efektif. Setelah penulis menerapkan model pembelajaran picture and pictures pada materi pembelajaran menulis teks dongeng fantasi terdapat peningkatan dari hasil belajar pretest banyak siswa yang belum tuntas 26 siswa dan siswa yang tuntas 6 siswa. Dengan hasil perolehan nilai siswa terendah 20 dan nilai tertinggi 77. Sedangkan hasil Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:25-34 belajar postest siswa yang tuntas 22 siswa dan siswa yang tidak tuntas 10 siswa. Dengan hasil perolehan nilai siswa terendah adalah 29 dan nilai tertinggi 97. Diketahui bahwa siswa yang tidak tuntas pada hasil pretest dan postest mendapatkan nilai paling rendah dalam menulis teks dongeng fantasi dengan 8 indikator penilaian: Kesesuaian judul dengan tema, kesusuaian alur cerita, pemilihan diksi, kerapian tulisan, orientasi, komplikasi, resolusi, koda. Nilai terendah terdapat pada aspek struktur dongeng fantasi seperti orientasi, komplikasi, resolusi, koda. Hal ini dikarenakan ada beberapa siswa yang dinilai kurang motivasi, tidak bisa membangun imajinasi, tidak menguasai kosa kata dan tidak kreativitas. Berdasarkan hasil perhitungan analisis data dengan menggunakan aplikasi SPSS 4 diketahui nilai uji AutAy . yaitu 10,094 -tailed 0,000 <0,05 maka jika t hitung >ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran picture and pictures secara signifikan da pat kemampuan siswa dalam menulis teks dongeng fantasi dengan memperhatikan struktur pembangunnya di siswa kelas VII. 2 SMP Negeri 7 Lubuklinggau. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kemampuan menulis teks dongeng fantasi kelas VII. 2 SMP Negeri 7 Lubuklinggau setelah diterapkannya model pembelajaran picture and pictures dinyatakan tuntas secara signifikan. Setelah diberikan tes akhir diperoleh rata-rata nilai pembelajaran sebesar 64,11% dan presentase jumlah siswa yang tuntas yaitu 56,24% dengan demikian mengalami peningkaran sebesar 37,49%, serta hal ini dibuktikan dari hasil pengujian uji-t dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai T hitung 10,094 dengan d/b=N-1. =31 pada taraf kepercayaan 95%. Artinya Ha diterima dan Ho ditolak dengan demikian hipotesis yang di ujikan dalam peneltian ini dapat diterima DAFTAR PUSTAKA Asyafah. Menimbang Model Pembelajaran (Kajian Teoritis-Kritis atas Model Pembelajaran Dalam Pendidikan Isla. Tarbawy , 22. Dalman. Keterampilan Menulis. Depok: PT Raja Grafindo Persada. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:25-34 Dewi. Triyadi. , & Setiawan. Penggunaan Media Line Webtoon Dalam Pembelajaran Menulis Teks Dongeng Fantasi Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Purwasari. JDPP , 105. Nafi'ah. Model-model Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA. Naim. Proses Kreatif Penulisan Akademik. Tulung Agung: Akademia Pustaka.