Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN : 2685-6301 p-ISSN : 2685-5968 Edukasi Pencegahan Pengendalian Infeksi Covid-19 dan Distribusi Masker Pada Remaja di Kelurahan Renon Denpasar Selatan Putu Ayu Ratna Darmayanti. Ni Komang Sri Ariani. Wulan Tertiana S Program Studi Kebidanan. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali darmayantiratna@gmail. Abstrak Dalam menghadapi pandemi COVID-19, perilaku masyarakat yang tidak patuh pada protokol kesehatan sebaiknya diubah. Pemerintah di Indonesia telah memberikan banyak himbauan tentang perubahan yang harus dilakukan pada tatanan hidup baru. Tetapi, kenyataannya masih banyak orang yang tidak mengikuti himbauan tersebut. Sebagian besar masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan dengan baik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan COVID-19 dengan baik dan benar melalui pemberian edukasi dan distribusi masker. Metode Kegiatan yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Sasaran kegiatan ini adalah semua remaja usia 12-25 tahun di Kelurahan Renon Denpasar Selatan berjumlah 100 orang yang dilakukan pada bulan Februari 2021. Kegiatan ini dilakukan melalui dua tahapan. Tahap I dilakukan pendekatan pada petugas kelurahan Renon dan remaja, pretest, memberikan edukasi pencegahan pengendalian infeksi COVID-19 dan postes. Pada tahap kedua dilakukan pendistribusian masker secara gratis pada semua remaja di Kelurahan Renon Denpasar Selatan. Pada Tahap I PKM, hasil pretest sebagian besar responden dengan pengetahuan kurang didapatkan sebesar 52%. Sedangkan, hasil postest sebagian besar responden dengan pengetahuan baik didapatkan sebesar 64%. Pada tahap II, seluruh remaja di Kelurahan Renon telah mendapatkan masker secara gratis dan telah mengetahui cara menggunakan masker yang baik dan benar . %). Pemberian edukasi pencegahan pengendalian infeksi COVID-19 secara signifikan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan remaja terhadap kedisplinan protokol kesehatan. Diharapkan pihak petugas kelurahan Renon dapat terus membina masyarakat agar selalu mengikuti aturan pemerintah terkait protokol kesehatan. Kegiatan edukasi pada masyarakat dapat dilakukan dengan rutin agar kesadaran masyarakat meningkat dalam memutuskan penyebaran COVID-19. Kata kunci: Pencegahan. COVID-19. Masker Abstract In facing this COVID-19 pandemic, people's behavior that does not comply with health protocols should be changed. The government in Indonesia has given many appeals about the changes that must be made to the new life order. However, the truth is that there are still many people who do not follow the appeal. Most people do not adhere to health protocols properly. The purpose of this activity is to increase public knowledge, understanding, and awareness to implement COVID-19 prevention properly and correctly through the provision of education and distribution of The methods of activity used are lectures and Q&A. The target of this activity is all teenagers in Renon Village. South Denpasar, totaling 100 people, which was carried out in February 2021. This activity is carried out through two stages. Phase I is approached to Renon village officers and adolescents, pretest, providing education on the prevention of COVID-19 infection control and In the second stage, free distribution of masks was carried out to all teenagers in Renon Village. South Denpasar. In Stage I PKM, the pretest results of most respondents with less knowledge were obtained by 52%. Meanwhile, the postest results of most respondents with good knowledge were obtained by 64%. In stage II, all teenagers in Renon Village have received masks for free and have figured out how to use a good and correct mask . %). The provision of COVID-19 infection http://ejournal. id/index. php/PAMAS Article History : Submitted 04 November 2021. Accepted 28 April 2022. Published 29 April 2022 Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS) control prevention education significantly affects adolescents' knowledge level of health protocol It is hoped that renon village officials can continue to foster the community to always follow government rules related to health protocols. Educational activities in the community can be carried out regularly so that public awareness increases in deciding the spread of COVID-19. Keywords: Prevention. COVID-19. Masks PENDAHULUAN Pandemi COVID-19 begitu cepat menyebar, sehingga hampir seluruh negara di dunia melaporkan temuan kasus terinfeksi COVID-19. Hanya dalam waktu singkat telah terjadi peningkatan jumlah kasus yang membutuhkan pencegahan dan pengendalian segera. Sampai saat ini, untuk menangani kasus infeksi COVID-19 belum ditemukan obat yang efektif menyembuhkan. WHO menyebutkan Eropa saat ini sudah secara global menjadi pusat pandemi COVID-19. Ada banyak kasus positif COVID-29 dan kasus meninggal dibandingkan dengan Negara China. 1 Di seluruh dunia, sebanyak 2,24 juta orang yang telah terkonfirmasi positif COVID-19. Ada sekitar 185 negara menghadapi pandemi COVID-19 dan jumlah kasus meninggal sebanyak 153,822 orang. Negara pertama paling banyak terkonfirmasi positif COVID-19 adalah Amerika Serikat yaitu 700 ribu orang. 2 Sedangkan di Indonesia, sudah selama sembilan bulan menghadapi pandemi COVID-19 dan belum juga dapat menekan peningkatan kasus. Hingga bulan November 2020 jumlah kasus terkmonfirmasi positif COVID-19 tercatat sebanyak 543. 975 orang dan kasus baru menunjukkan adanya penambahan dalam 24 jam sebanyak 5092 orang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat DKI Jakarta menjadi pusat COVID-19 dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif terbanyak sekitar 77. 969 orang dan sebanyak 1106 orang sembuh Disusul Jawa Barat posisi kedua dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif terbanyak sekitar 924 orang dan sebanyak 440 orang sembuh setiap harinya. Ketiga adalah Jawa Timur dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif terbanyak sekitar 42. 455 orang dan sebanyak 323 orang sembuh dalam Posisi berikunya yaitu Bali dan Jawa Tengah dimana sebanyak 33 orang sembuh setiap harinya. COVID-19 telah menyebar ke Sembilan kabupaten dan kota di Bali. Terdata ada sebanyak 14568 orang terkonfirmasi positif diantaranya Kota Denpasar sekitar 3916 orang. Kabupaten Badung sebanyak 2467 orang. Kabupaten Gianyar sejumlah 1962 orang. Kabupaten Tabanan sebanyak 1436 orang. Kabupaten Buleleng sejumlah 1206 orang. Kabupaten Karangasem 1026 orang. Kabupaten Bangli 885 orang dan Kabupaten Jembrana 645 orang. 4 Berdasarkan data yang ada sebagaian besar masyarakat terutama remaja masih acuh tak acuh dalam mengikuti protokol kesehatan dengan baik. Sehingga memicu peningkatan COVID-19. Masyarakat merupakan garda terdepan yang dapat mengurangi meluasnya penyebaran COVID19. Hal ini, salah satunya bisa dimulai dengan kelomok remaja. Remaja merupakan tahap transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa dengan ciri ciri yaitu mulai ada perubahan emosional, kognitif dan http://ejournal. id/index. php/PAMAS Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS) Aktivitas remaja yang padat membuat remaja rentan mengalami berbagai masalah dan 5 Remaja sangat rawan terdampak infeksi COVID-19 dikarenakan mobilitas remaja yang tinggi. Seseorang yang terinfeksi COVID-19 dapat menimbulkan penyakit seperti sesak nafas, nyeri tenggorokan, batuk, pilek hingga diare. COVID-19 berasal dari hewan atau bersifat zoonotik yang awalnya tidak menular pada manusia. Akhir tahun 2019 pertama kali di Kota Wuhan. Provinsi Hubei. Tiongkok ditemukan kasus COVID-19. 5 COVID-19 diawali dengan tanda dan gejala yaitu panas >38 celcius, pada saluran nafas terdapat gejala bersin, batuk, sesak nafas, pilek, badan terasa lemas, sakit kepala, mual muntah dan diare yang di perparah dengan radang paru-paru an bronkitis. Bahaya yang dapat ditimbulkan COVID-19 mulai dari yang ringan seperti pilek dan batuk sampai gejala berat seperti infeksi pernafasan berat akut yang dapat menyebabkan kematian. COVID-19 dapat dicegah dengan cara menghindari kerumunan, jaga jarak kurang lebih 1-2 meter, rajin cuci tangan pada air mengalir dengan sabun selama 20-30 detik, memakai masker dengan benar, rajin berolahraga, konsumsi gizi seimbang, istirahat cukup, berhati-hati kontak dengan hewan, tidak mengkonsumsi daging yang di masak tidak sampai matang dan melakukan vaksinasi COVID-19. Peningkatan pengetahuan remaja dalam upaya mengenali tanda gejala COVID-19, upaya memberikan edukasi kesehatan dan penyuluhan tentang pencegahan dan pengendalian dan meningkatkan motivasi untuk melakukan protokol kesehatan perlu dilakukan. 7 Upaya yang harus dilakukan dalam menanggulangi COVID-19 pada remaja misalnya di lingkungan tempat tinggal mengadakan pemberian edukasi tentang COVID-19. Upaya pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19. Selain itu, pembinaan dapat dilakukan melalui organisasi-organisasi sekaa truna-truni di banjar karena remaja sudah mulai tertarik dengan organisasi. 8 Tujuan kegiatan ini dilakukan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang COVID-19, upaya pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19 serta memberikan masker gratis dan edukasi cara menggunakan masker yang baik dan benar sehingga kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan dapat meningkat. Kelurahan Renon Kecamatan Denpasar Selatan. Kota Denpasar. Provinsi Bali. Indonesia. Dimana Luas wilayah kelurahan Renon yaitu 2,54 kmA yang terbagi menjadi 5 Banjar yakni Banjar Kaja. Banjar. Kelod. Banjar Tengah. Banjar Peken dan Banjar Pande. Tahun 2016, jumlah Penduduk kelurahan Renon sebanyak 20. 774 orang. Berjenis kelamin perempuan sebanyak 443 orang dan laki-laki sebanyak 10. 331 orang. 9 Kelompok remaja di Kelurahan Renon terhimpun dalam satu organisasi sekaa truna truni di masing-masing banjar yang tentunya memiliki banyak kegiatan adat istiadat maupun sosial yang positif, sehingga harus ditunjang dengan pengetahuan dan kesadaran untuk mencegah dan mengendalikan infeksi COVID-19 melalui protokol kesehatan yang Sebagian besar remaja di Kelurahan Renon Denpasar Selatan kurang memiliki pengetahuan tentang upaya mencegah dan mengendalikan infeksi COVID-19, masih banyak yang belum http://ejournal. id/index. php/PAMAS Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS) menggunakan masker dengan benar dan menjalankan protokol kesehatan dengan tepat. Hal ini, bisa dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan pendidikan yang kurang. Sehingga, masih ditemukan remaja yang ada di Kelurahan Renon Denpasar Selatan terinfeksi COVID-19 yang dapat menghambat aktivitas, proses belajar dan pertumbuhan di masa remaja. Mencegah hal tersebut terus terjadi. Maka. Dosen Kebidanan Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bekerja sama dengan pihak Kelurahan Renon Denpasar Selatan dalam memberikan edukasi pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19, penditribusian atau membagikan masker medis secara gratis dan memberikan edukasi penggunaan masker yang benar untuk dapat memutuskan penyebaran transmisi lokal COVID-19 pada remaja usia 12-25 tahun di Kelurahan Renon Denpasar Selatan melalui dua tahapan dalam pelaksanaannya. Sehingga, remaja mempunyai pengetahuan yang baik dalam mencegah dan mengendalikan infeksi COVID-19, termotivasi dan sadar terhadap protokol kesehatan sehingga tidak tertular COVID-19. METODE PELAKSANAAN Pencegahan dan pengendalian COVID-19 dapat dilaksanakan dengan baik bila protokol kesehatan COVID-19 ditaati dan dijalankan serta memiliki pengetahuan yang baik tentang COVID-19. Guna menunjang itu semua diperlukan pemberian edukasi kepada masyarakat dan melakukan pendistribusian masker medis kepada masyarakat serta mengingatkan cara pemakaian masker yang baik dan benar. Pengabdian edukasi pencegahan pengendalian COVID-19 dan distribusi masker pada remaja bertempat di Kelurahan Renon Denpasar Selatan dilakukan oleh tiga dosen jurusan kebidanan ITEKES Bali bersama mahasiswa prodi sarjana kebidanan ITEKES Bali yang ikut berpartisipasi berjumlah lima orang. Metode Kegiatan yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Sasaran kegiatan ini adalah semua remaja usia 12-25 tahun di Kelurahan Renon Denpasar Selatan yang dilakukan pada bulan Februari 2021. Jumlah remaja yang berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian ini sebanyak 100 orang remaja di kelurahan Renon Denpasar Selatan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama fasilitator memberikan kuesioner pretest secara online. Kemudian, memberikan edukasi tentang pencegahan dan pengendalian COVID-19 dengan menggunakan powerpoint dan LCD secara online . Selanjutnya fasilitator memberikan kuesioner posttest secara online. Tahap kedua fasilitator membagikan masker medis secara gratis dan memberikan informasi cara penggunaan masker yang baik dan benar pada semua remaja di Kelurahan Renon Denpasar Selatan. Diagram alir kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui program pemberian edukasi tentang pencegahan pengendalian COVID-19 dan pendistribusian masker pada remaja kelurahan Renon Denpasar Selatan sebagai berikut: http://ejournal. id/index. php/PAMAS Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS) Gambar 1. Diagram Alir HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Kegiatan pengabdian tahap pertama di Kelurahan Renon Denpasar Selatan yang dilakukan pada hari Senin tanggal 8 Februari 2021 diikuti oleh remaja di Kelurahan Renon Denpasar Selatan sejumlah 100 orang dengan kegiatan pemberian edukasi secara online melalui zoom. Hasilnya sebagai berikut. Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Frekuensi Persent (%) Usia . Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan SMP SMA Diploma Perguruan Tinggi Total Berdasarkan Tabel 1. Karakteristik responden diatas menunjukkan sebagian besar yang mengikuti kegiatan ini berusia 12-16 tahun sebesar 60%. Sebagian besar berjenis kelamin perempuan 56% dan sebagian besar berpendidikan SMA yaitu 51%. Kegiatan tahap kedua dengan memberikan edukasi online mengenai pencegahan dan pengendalian COVID-19 dilaksanakan dengan memberikan materi melalui zoom secara singkat dan jelas http://ejournal. id/index. php/PAMAS Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS) disertai dengan gambar-gambar yang menarik, sehingga remaja di Kelurahan Renon Denpasar antusias dalam mendengarkan penjelasan yang disampaikan melalui zoom. Hasil pretest dan posttest tingkat pengetahuan remaja Kelurahan Renon Denpasar Selatan menggunakan kuesioner dengan google formulir sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Pretes dan Postest Tingkat Pengetahuan Remaja Pengetahuan Frekuensi Persent . (%) Pretest Baik Cukup Kurang Postest Baik Cukup Kurang Total Data Tabel 2. diatas, pada saat pretes online dengan google formulir didapatkan bahwa sebagian besar remaja memiliki pengetahuan kurang 52% mengenai pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19. Sehingga, tim pengabdian melakukan pemberian edukasi melalui zoom kepada remaja di Kelurahan Renon Denpasar Selatan untuk dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19. Pada saat posttest online dengan google formulir didapatkan bahwa sebagian besar remaja memiliki pengetahuan baik 64% mengenai pencegahan dan pengendalian COVID-19. PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh sebagian besar remaja berusia 12-16 tahun sebesar 60%. Penelitian yang dilakukan oleh oleh Afrianti,dkk tahun 2021 menunjukkan bahwa umur berhubungan signigfikan terhadap pengetahuan masyarakat tentang kepatuhan mengikuti protokol kesehatan. Sejalan dengan Penelitian yang dilakukan oleh Khairunnisa, dkk . , di Kota Langsa menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur terhadap pengetahuan tentang pencegahan COVID19 dengan nilai p=0,000. 11 Usia dapat mendorong seseorang dalam menentukan perilaku untuk mencari sumber pengetahuan sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan kinerja seseorang. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berjenis kelamin perempuan sebesar 56%. Penelitian yang dilakukan oleh Wisdyana dan Setiowati . , membuktikan ada pengaruh pengetahuan remaja terhadap jenis kelamin dengan nilai p=0,044. 13 Remaja laki-laki tentu memiliki perbedaan dalam mendapatkan informasi tentang pendidikan kesehatan dibanding Pada laki-laki biasanya mencari informasi kesehatan melalui teman sebaya dan media http://ejournal. id/index. php/PAMAS Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS) Namun, remaja perempuan cenderung mencari informasi melalui tenaga kesehatan, guru dan orang tua. 14 Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ambohamsah, dkk tahun 2021 di Desa Sidorejo menunjukkan bahwa sebagaian besar peserta penyuluhan kesehatan adalah perempuan 76%. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa sebagian besar berpendidikan SMA yaitu 51%. Penelitian yang dilakukan oleh Khairunnisa, dkk . , di Kota Langsa menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan SMA sebesar 80,6% dan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan terhadap pengetahuan tentang pencegahan COVID-19 dengan nilai p=0,000. 11 Sejalan dengan penelitian Purnamasari dan Effendi . , di Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa setengahnya responden memiliki pendidikan SMA sebesar 50%. 16 Pada dasarnya pendidikan yang dimiliki seseorang bisa menjadi faktor dasar pembentukan dan perubahan perilaku dan pengetahuan. Pelaksanaan pemberian edukasi dilakukan secara daring melalui zoom. Tingkat pengetahuan remaja diukur melalui pretes dengan google formulir didapatkan bahwa sebagian besar remaja memiliki pengetahuan kurang sebanyak 52 orang . %). Pada saat posttest dengan google formulir didapatkan bahwa sebagian besar remaja memiliki pengetahuan baik sebanyak 64 orang . %) mengenai pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19. Penelitian yang dilakukan oleh Thaha, dkk tahun 2021 di Kabupaten Toraja Utara menunjukkan bahwa adanya pengaruh pengetahuan remaja terhadap Pendidikan kesehatan secara signifikan dengan nilai p=0,004. 18 Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Doda, dkk . di Batukota Manado menunjukkan bahwa sebagaian besar responden telah memiliki pengetahuan yang baik tentang COVID-19 sebesar 91%. Pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan COVID-19 dan cara menggunakan masker sesuai standar yang benar. KESIMPULAN Selama pelaksanaan kegiatan ini tidak ada hambatan dan telah terlaksana dengan lancar dan baik. Kesimpulan kegiatan ini yaitu seluruh peserta mengikuti kegiatan pemberian edukasi pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19 sejumlah 100 orang remaja yang tinggal di Kelurahan Renon Denpasar . %), pemberian edukasi ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja dimana saat diberikan pretest sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebesar 52% dan mengalami peningkatan pengetahuan saat posttest yaitu sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebesar 64%, dan seluruh remaja telah hmendapatkan masker medis secara gratis dan mendapatkan informasi cara penggunaan masker medis sesuai standar . %). Kegiatan edukasi pada masyarakat dapat dilakukan rutin dan berkala dengan melibatkan institusi pendidikan agar kesadaran masyarakat meningkat dalam memutuskan penyebaran COVID-19. http://ejournal. id/index. php/PAMAS Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS) PENUTUP Tim pengabdian kepada masyarakat ini mengucapkan terima kasih atas kelancaran kegiatan pengabdian ini kepada Ketua YPPLPK Bali. Rektor ITEKES Bali. Kepala LPPM ITEKES Bali atas dukungannya dan remaja di kelurahan Renon Denpasar Selatan yang ikut berpartisipasi. DAFTAR PUSTAKA