Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) ANALISIS BIAYA. VOLUME. LABA UNTUK PERENCANAAN LABA UMKM Anggianto Nugroho1. Dede Erik Setiawan2. Fridolin Sarumaha3. Rahmat Fauzi4. Sugiyanto5 Universitas Pamulang nugroho91@gmail. Volume 6 Nomor 1 Desember 2024 e-ISSN Juni p-ISSN 2715-9892 Informasi Artikel Tanggal masuk 20 September 2024 Tanggal revisi 28 Oktober 2024 Tanggal diterima 30 Desember 2024 Kata Kunci: Analisis CVP1. Perencanaan Laba2. UMKM3 Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui penerapan analisis CVP pada UMKM. Metode penelitian yang digunakan yakni review literatur yang merupakan suatu metode secara eksplisit, sistematis dan reprodusibel untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengsintesis temuan dan ide penelitian yang dihasilkan oleh peneliti dijurnal yang ada. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan objek penelitian pada UMKM. Artikel yang dipakai pada penelitian ini berjumlah 7 artikel jurnal publikasi yang diperoleh dari google scholar. Adapun rujukan dari riset ini diperoleh berdasarkan rujukan jurnal maupun artikel yang diterbitkan melalui jurnal online dengan kata kunci Auperencanaan laba umkmAy. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa penerapan analisis CVP sebagai alat perencanaan laba belum banyak diterapakan di semua UMKM, sehingga banyak yang tidak mengetahui peluang potensial dan perkiraan laba/rugi operasi untuk periode Perencanaan laba dengan analisis CVP, dapat membantu manajer untuk mencapai tujuan sesuai rencana, sehingga terhindar dari kerugian dan dapat memperoleh keuntungan yang bisa dilihat dari perhitungan BEP, perhitungan titik aman penjualan atau Margin Of Safety dan Contribusi Margin. Abstract: The purpose of this study is to determine the application of CVP analysis to UMKM. The research method used is literature review which is a method explicitly, systematically and reproducibly to identify, evaluate and synthesize research findings and ideas produced by researchers in existing The type of research is qualitative research with the object of research on UMKM. The articles used in this study amounted to 7 published journal articles obtained from google scholar. The reference from this research was obtained based on journal references and articles published through online journals with the keyword " profit planning UMKM". The results of this study found that the application of CVP analysis as a profit planning tool has not been widely listed in all UMKM, so many do not know the potential opportunities and estimated operating profit/loss for the upcoming period. Profit planning with CVP analysis, can help managers to achieve goals according to plan, so as to avoid losses and can get profits that can be seen from the calculation of BEP, calculation of safe points of sale or Margin Of Safety and Margin Contribution. PENDAHULUAN Ketidakpastian ekonomi di Indonesia bisa mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk meraih tujuan memperoleh keuntungan yang maksimal (Maharani & Marheni, 2. Oleh karena itu, perencanaan laba sangat dibutuhkan yang dapat digunakan sebagai alat kontrol dan evaluasi tingkat laba yang diharapkan (Iswara, 2. Dengan kondisi perekonomian yang Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) tidak stabil tersebut mengakibatkan harga barang-barang kebutuhan dapat melambung tinggi (De Faria Corrya et al. , 2. Keadaan seperti inilah yang membuat pelaku usaha di Indonesia harus bekerja keras dan merencanakan strategi yang harus ditetapkan agar tetap bisa bersaing dan menghadapi situasi perekonomian di Indonesia (Idah & Pinilih, 2020. Wibawa et al. , 2. Sektor UMKM mampu memberikan andil pada perekonomian di Indonesia. UMKM merupakan usaha yang dijalankan oleh orang pribadi, rumah tangga, atau perusahaan dengan skala kecil (Tania & Batu, 2. Berdasar UU Nomor 20 Tahun 2008. SAK EMKM Bab I Ayat 1: Usaha Mikro adalah bentuk usaha produktif yang dimiliki orang pribadi atau perusahaan yang telah sesuai dengan ketentuan usaha mikro yang ditetapkan dalam UU ini. Usaha kecil adalah orang pribadi atau perusahaan yang bukan anak perusahaan dan baik langsung ataupun tidak langsung dimiliki, dikuasai oleh, atau bagian dari usaha menengah atau besar apabila memenuhi kriteria sebagai usaha kecil milik usaha kecil usaha produktif dilakukan oleh unit bisnis. kegiatan perdagangan dalam arti hukum. Usaha kecil yang didirikan serta dioperasikan sendiri oleh orang atau badan dan yang tidak secara langsung atau tidak langsung dimiliki oleh usaha kecil atau perusahaan besar yang memiliki keuntungan bersih, anak perusahaan atau cabang langsung atau tidak langsung. ekonomi produktif. atau omset tahunan menurut hokum. Suatu usaha dapat dikategorikan sebagai UMKM dengan kriteria tertentu seperti modal yang disetor, laba yang diperoleh setiap tahunnya, asset yang dimiliki, jumlah karyawan dan kriteria lainnya (Cahyani et al. , 2020. Mayasari, 2019. Zukrina et al. , 2. Dalam menjalankan usahanya. UMKM memiliki modal yang kecil dengan tujuan akhirnya yaitu memperoleh laba yang akan digunakan untuk mengembangkan usahanya tersebut. Meskipun standar modal yang diklasifikasikan ke dalam usaha UMKM tergolong kecil namun upaya mengelola usaha dengan modal UMKM tidak boleh tidak dapat asal-asalan. Modal kecil yang masuk ke dalam golongan UMKM apabila dilakukan pengelolaan yang tepat maka akan menghasikan modal yang terus diputar untuk kegiata operasional usaha sehingga membuat modal usaha semakin besar. Upaya usaha dalam menargetkan perputaran modal yang besar tentu diharapkan dapat menjadi motivasi setiap pelaku usaha untuk terus berupaya dalam mendorong peningkatan penjualan, efisiensi biaya, dan peningkatan terhadap keuntungan akhir yang disebut sebagai laba usaha. Mendapatkan keuntungan atau laba adalah salah satu indikator dalam menilai kemampuan manajemen dalam pengelolaan perusahaan yang dimiliki (Riza et al. , 2. Pentingnya sebuah usaha menghasilkan laba yang tinggi dan optimal maka diperlukan pengelolaan terhadap aktivitas dan kegiatan usaha yang dilakukan oleh pelaku usaha sebagai upaya mereka memperoleh laba. Proses manajemen perusahaan merupakan salah satu bentuk keberlanjutan hidup perusahaan (Basmar et al. , 2021. Novia, 2. Manajemen yang baik adalah jika dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya secara efisien dan efektif. Manajemen harus memprediksi tindakan apa yang dapat dilakukan agar perusahaan dapat maju pada penjualan produk yang dapat dilakukan dengan analisis biaya, produk yang akan dijual dan laba yang ingin dicapai. Upaya yang dapat dilakukan manajemen dan pelaku usaha untuk menghasilkan kegiatan usaha yang efisien dan efektif maka diperlukan pengelolaan terhadap dasar pencatatan yang baik untuk mencatat setiap kegiatan dan aktivitas usaha. Manajemen pun dituntut untuk Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) dapat menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam perusahaan dan mampu mengendalikan kegiatan operasionalnya dengan baik. Dasar manajemen dalam menemukan solusi yang muncul saat sebuah usaha melakukan kegiatan opersional yaitu dengan membaca angka-angka pada pos penjualan / sumber pemasukan dan biaya / sumber pengeluaran usaha. Apabila dua pos pemasukan dan pengeluaran usaha dapat tersusun secara rapih dan dapat dibaca maka pelaku usaha dapat mengetahui trend dan pencapaian sebuah usaha dari periode ke periode, karena hasil dari data yang dihasilkan berdasarkan aktivitas usaha di masa lalu dapat dijadikan sebagai dasar keputusan yang dapat digunakan sebuah usaha pada masa Karena apabila terjadi kesalahan dalam penentuan keputusan, hal ini dapat mengakibatkan perusahaan tersebut tidak mampu bersaing dengan kompetitor lain bahkan dapat terjadi kebangkrutan akibat tidak dapat beradaptasi dengan situasi perekonomian di Indonesia (Basmar et al. , 2021. Iskandar & Rahadi, 2. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sangat penting untuk harga jual dan Biaya menjadi sumbet utama dalam penentuan target keuntungan karena tanpa biaya maka upaya perusahaan dalam memperoleh capaian laba tidak akan mungkin diperoleh. Biaya yang optimal merupakan biaya yang dihitung berdasarkan tingkat kebutuhan dan aktivitas kegiatan usaha yang dihitung berdasarkan anggaran biaya yang telah disusun menggunakan data masa yang lalu dengan harapan anggaran tersebut dapat memproyeksikan biaya di masa mendatang. Tingkat biaya dalam proses manufaktur menentukan harga jual produk itu sendiri, yang selanjutnya mempengaruhi tingkat penjualan dan pada akhirnya menentukan tingkat keuntungan. Analisis CVP merupakan suatu analisis yang dapat digunakan untuk dapat mengetahui hubungan dari biaya, volume, dan keuntungan (Fadila et al. , 2. Alat analisis ini dapat dipergunakan untuk proses bisnis untuk memperhitungkan keuntungan dalam jangka pendek. Dengan memakai analisis CVP, pelau usaha dapat melihat hubungan antara perubahan volume penjualan, perubahan harga penjualan, dan biaya total . iaya tetap dan variabe. Analisis biaya, volume penjualan, dan keuntungan adalah dasar pencatatan yang dapat dilaksanakan menggunakan metode analisa sederhana. Output dari hasil analisa CVP ini memiliki beragam manfaat diantaranya memperoleh capaian penjualan sesuai target, terhindar dari potensi risiko kebangkrutan, dan mampu mengetahui kontribusi keuntungan yang harus dipoleh dalam mencapai titik impas atau break event point. Berdasarkan data yang terbentuk dengan menggunakan metode analisis CVP maka data untuk dasar keputusan strategis keberlangsungan usaha dapat tercatat rapih sehingga membentuk trend yang dapat dianalisa kembali menggunakan grafik tabel, diagram, plot, dan analisa data visual lainnya yang dapat membantu pelaku usaha dalam menghasilkan keputusan untuk target usaha. Analisis CVP membantu manajer memahami tren total biaya produk dan margin operasi seiring dengan perubahan volume produksi, harga jual, dan biaya variabel atau tetap. Ini memungkinkan manajer untuk menentukan volume penjualan yang diharapkan dan bauran produk menggunakan sumber daya yang tersedia. (Fadila et al. , 2. METODE Penelitian ini menggunakan metode literatur review (Sugiyono, 2017, 2018, 2. Jenis penelitian yakni penelitian kualitatif yang merupakan teknik penelitian yang dapat memperoleh data deskriptif yang terdiri dari kata-kata tertulis ataupun lisan serta tingkah laku Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) orang-orang yang tampak (Darmalaksana, 2. Tujuan penelitian kualitatif yakni memberikan kemudahan untuk menemukan gambaran secara keseluruhan dari sudut pandang orang yang diteliti. Penelitian kualitatif ini mengacu pada gagasan, persepsi, pendapatan maupun keyakinan setiap orang yang diteliti dan semuanya tidak bisa diukur menggunakan Objek penelitian dalam literatur review ini yakni usaha UMKM. Data yang dikumpulkan berupa bentuk dokumentasi dari semua artikel yang diperoleh dalam laporan penelitian ini. Artikel yang dipakai pada penelitian ini berjumlah 7 artikel jurnal publikasi yang didapatkan dari google scholar. Adapun rujukan dari riset ini diperoleh berdasarkan rujukan jurnal maupun artikel yang diterbitkan melalui jurnal online dengan kata kunci Auperencanaan laba umkm. pdfAy. Tabel 1. Hasil Pencarian Data Keterangan Jumlah yang diperoleh Jumlah tidak dapat di download Jumlah yang repository Total HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian yang dilakukan oleh Budi Santoso et all. , 2022 berjudul Penerapan Analisis Cost Volume Profit (CVP) Analysis Untuk Perencanaan Laba Jangka Pendek pada TKIT Al Fathony Depok dengan melihat pengelolaan keuangan dan bagaimana profitibitas TKIT Alfathony yang mana menggunakan analisi CVP. Analisis CVP menggabungkan semua informasi keuangan perusahaan sehingga manajemen dapat menilai bauran penjualan produk, bauran, penetapan harga atau biaya yang diperlukan untuk mencapai tingkat keuntungan yang diharapkan dengan sumber daya yang tersedia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mengelola keuangan, merencanakan keuangan TKIT Alfathony masuk dalam kategori cukup baik, namun untuk hal pengendalian pendapatan serta biaya masuk dalam kategori Dalam menghitung keuntungan dengan menggunakan analisis CVP hasil yang diperoleh yakni keuntungan yang hampir sama dengan tanpa menggunakan analisis CVP, sehingga hasil perhitungan BEP dan margin dalam kategori aman (Guilding & Ji, 2022. Okpala & Osanebi, 2. Dalam penelitian Alsah Dyah Tania dan Reminta Lumban Batu pada tahun 2022 dengan judul Analisis Break Even Point pada UMKM AuTengteng Mamah MiminAy Desa Jayamulya Kabupaten Karawang. Pada penelitian ini BEP digunakan sebagai alat untuk menguji layak atau tidaknya usaha dan mengetahi titik impas. Hasil yang diperoleh adalah fixed cost produksinya adalah Rp 168. 000 serta variable costnya Rp 1. UMKM ini bisa memproduksi tengteng per harinya sebanyak 2. 000 menggunaka harga jual Rp 2. 500 per Untuk titik impas sebesar Rp 237. 020,3 per hari dengan 94,8 unit produk tangteng. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa titik impas pada perusahaan tersebut penting agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ananda T. E Lawalata et all. , 2022 pada UD. Bintang Timur Ambon, menunjukkan hasil bahwa BEP atau titik impas periode Juli s/d Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) Desember 2020 dengan ukuran produk minyak kayu putih 150ml sebesar Rp. dengan unit terjual 31 unit, ukuran 300ml sebesar Rp. 000 dengan unit terjual 19 unit dan 600ml sebesar Rp. 999 dengan total unit terjual 9 unit. Dari hasil tersebut memperlihatkan bahwa UD. Bintang Timur Ambon sudah mencapai penjualan diatas BEP. Hasil kedua yang diperoleh dari penelitian tersebut yakni margin of safety pada UD. Bintang Timur Ambon tahun 2020 pada produk minyak kayu putih mengalami penurunan yakni untuk ukuran 150ml sebesar 93% atau Rp. 200, untuk ukuran 300ml yakni 85% atau Rp. 000 dan untuk 600ml 80% atau Rp. 000, sehingga UD. Bintang Timur Ambon akan mengalami kerugian. Pada penelitian Alifiah Wulansari Mustofa et all. , 2022 dengan judul Analisis Cost Volume Profit (CVP) sebagai Alat Perencanaan Laba Pada UD. Zacyndo. Hasil penelitian yakni UD. Zacybdo memproduksi sepatu safety OZERO tipe GS 17, yang mana telah memberikan kontribusi dalam periode Januari s/d Maret tahun 2022 terhadap laba usaha. Zacyndo juga mampu mendapatkan hasil penjualan untuk mendapatkan keuntungan tertentu karena jumlah penjualan bulanan melebihi BEP. Untuk Margin of safety dan perhitungan operatif leverage UD. Zacyndo juga menunjukkan fluktuasi dalam tiga bulan terakhir. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi UD. Zacyndo yaitu dapat menentukan penjualan minimal yang harus dilanjutkan dan membuat rencana penjualan yang harus dicapai untuk mencapai keuntungan yang diharapkan. Penjualan minimal diperlukan sebagai target capaian periode untuk mengetahui seberapa besar kinerja dan performa manajemen usaha. Upaya dalam mencapai target yang telah direncanakan sebelumnya membutuhkan kriteria tertentu yang membahas mengenai sumber pemasukan dan sumber pengeluaran. UD. Zacyndo sebagai mitra usaha yang berfokus terhadap penjualan sepatu keamanan perlu melakukan identifikasi terhadap faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan penjualan serta mengoptimalisasi sumber keuntungan berupa profit. Merujuk pada hasil penjualan yang tercatat berdasarkan data penjualan UD. Zacyndo maka diketahui produk penyumbang kontribusi margin keuntungan terbesar ada di produk sepatu safety OZERO tipe GS 17. Diketahuinya produk unggulan sepatu safety OZERO tipe GS 17 yang memberikan sumbangan keuntungan usaha maka perencanaan untuk penjualan periode berikutnya dapat menggunakan dasar biaya dan tingkat penjualan berdasarkan unit sepatu safety OZERO yang diproduksi dan Penelitian yang dilakukan oleh Cantik Rosianna et all. , 2021 dengan judul Analisis Cost Volume Profit Terhadap Perencanaan Laba UMKM Keripik Ibu, memperoleh hasil bahwa BEP atau titik impas pada penelitian yang dilakukan di keripik ibu yang mana dapat memperoleh laba yang tinggi jika penjualan lebih dari Rp. 167 untuk bulan Oktober Ae April. Untuk margin of safety sebesar 93,41% yang mana ketika terjadi penurunan penjualan keripik dari total margin of safety usaha tersebut akan mengalami kerugian, ataupun sebaliknya ketika margin of safety yang didapat besar, sehingga usaha tersebut cenderung mengalami kerugian yang kecil. Penjualan keripik dengan perolehan keuntungan yang tidak terlalu besar per penjualan unit satuan jual keripik maka mengharuskan usaha bidang makanan tersebut melakukan perhitungan break event point atau titik impas dengan mengedepankan volume Karena dengan tercapaianya volume penjualan yang telah disesuaikan berdasarkan biaya dan estimasi keuntungannya akan menghasilkan perhitungan keuntungan yang lebih Atas rincian penjualan tersebut diketahui bahwa jika penjualan keripik mencapai Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) Rp15. 167 atau lebih tinggi dari nilai penjualan tersebut maka perolehan laba yang akan didapat juga menjadi lebih tinggi. Upaya memperoleh capaian laba yang lebih tinggi dari perhitungan estimasi titik impas dapat dibuat dengan merujuk pada biaya yang dikeluarkan serta kemampuan serapan produk yang terjual kepada konsumen. Laba yang konsisten dapat dihasilkan apabila dalam melaksanakan pencatatan dan perencaan periode mendatang didasarkan pada data historical sehingga proyeksi atau forecast atas penjualan periode mendatang dapat dihitung secara kalkulasi. Pada penelitian Nur Fitria Riza et all. , 2022 dengan judul Analisis Volume Laba Terhadap Perencanaan Laba UMKM Toko Panamart Harian, yang mana toko tersebut hanya menggunakan pencatatan pengeluaran biaya produksi yang mana tidak memisahkan antara biaya variable dan biaya tetap usaha. Dari penelitian ini, yang mana usaha dari toko panamart pada bulan januari s/d agustus 2020 dapat mengalami keadaan yang lebih baik dari bulan Penelitian ini juga mendapatkan estimasi pejualan yang mana dapt meningkat sebesar 47%. Untuk margin kontribusi diperoleh sebesar Rp. 000 dengan rasio 37% yang mana usaha ini dapat menutupi biaya tetap usaha. BEP atau titik impas untuk bulan januari s/d agustus 2020 sebesar Rp. Margin of safety toko panamart yakni Jika usaha toko panamart ingin berjalan dengan baik maka toko harus dapat menjual produk dengan prensetase tinggi salah satu caranya yakni dengan mengadakan promo. Penelitian yang dilakukan oleh Rumanintya Lisaria Putri pada tahun 2017 dengan judul Analisis Break Even Point Sebagai Alat Bantu Perencanaan Laba pada UMKM Batik Djoyokoesomo Blitar. Fungsi perencanaan laba adalah menetapkan tujuan bagi perusahaan. Tujuan perusahaan adalah aspek paling mendasar dari pengambilan keputusan. Perencanaan laba pada dasarnya adalah rencana yang diambil perusahaan untuk menghasilkan laba dengan menerapkan analisis biaya, kuantitas, laba atau titik impas yang digunakan untuk mengakomodasi perubahan harga jual unit. Campuran produk terjual. Perencanaan laba yakni rencana kerja yang diperhitungkan secara matang dengan implementasi keuangan berupa laporan laba rugi, neraca, kas dan modal kerja. Hasil dari penelitian tersebut yakni belum adanya penerapan analisis BEP sebagai bentuk alat bantu untuk perencanaan laba pada UMKM Dengan adanya perencanaan laba menggunakan analisis BEP bisa membantu manajer untuk mewujdukan visi maupun misi sesuai dengan yang telah ditetapkan sehingga tidak mengalami kerugian dan menghasilkan laba yang bisa dilihat dari perhitungan BEP, perhitungan MOS dan contribusi margin. Untuk pencapaian titik impas pada tahun 2013 s/d 2016, penjualan terbesar yakni pada tahun 2016 dengan jumlah penjualan sebanyak 500 pcs, dan untuk pencapaian titik impas terendah yakni tahun 2013 sebanyak 300 pcs. Penjualan pada UMKM Batik Djojokoesomo setiap tahunnya sudah mulai baik dan berada diatas titik impas yang artinya UMKM ini sudah bisa memperoleh keuntungan setiap tahunnya. Analisis BEP dan margin of safety dapat digunakan untuk regulasi volume penjualan, karena analisis ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai UMKM tersebut dan mengetahui rencana pengurangan atau peningkatan penjualan UMKM Batik Djojokoesomo agar tidak mengalami kerugian. Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) SIMPULAN Penerapan analisis CVP sebagai alat perencanaan laba belum banyak diterapakan di semua UMKM, sehingga banyak yang tidak mengetahui peluang potensial dan perkiraan laba/rugi operasi untuk periode mendatang. Perencanaan laba dengan analisis CVP, dapat membantu manajer untuk mencapai tujuan sesuai rencana, sehingga terhindar dari kerugian dan dapat memperoleh keuntungan yang bisa dilihat dari perhitungan BEP, perhitungan titik aman penjualan atau Margin Of Safety dan Contribusi Margin. Dasar pengetahuan pada usaha UMKM mengenai pentingnya perhitungan dan pencatatan untuk mengetahui nilai biaya, volume penjualan, dan keuntungan yang akan dicapai dalam suatu kegiata usaha masih menjadi hambatan bagi pelaku UMKM. Pelaku UMKM perlu diberi pembekalan ilmu yang dapat dengan mudah diimplikasikan kepada masing-masing kegiatan pada industri usaha yang berbeda-beda. Terpenuhinya syarat pelaku usaha untuk melaksanakan analisis CVP dapat mendorong pelaku UMKM dalam memperoleh informasi serta data yang lebih akurat untuk dasar perencanaan usaha di masa mendatang. Adapun dengan implemntasi pelaku UMKM terhadap analisis CVP, maka pelaku UMKM diharapkan memperoleh beragam nilai menfaat seperti memperoleh capaian penjualan sesuai target, terhindar dari potensi risiko kebangkrutan, dan mampu mengetahui kontribusi keuntungan yang harus dipoleh dalam mencapai titik impas atau break event point. Diharapkan UMKM yang ada dapat menerapkan analisis CVP agar mampu melakukan pemisahan antara biaya tetap dan variable. Dan juga memiliki kemudahan dalam melihat kontribusi laba dari produk selama periode tertentu, dan pemilik usaha dapat membuat keputusan mengenai dengan perluasan produksi maupun peningkatan volume penjualan untuk memperoleh laba yang telah menjadi suatu target usaha tersebut. DAFTAR PUSTAKA