Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 1-10 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Pengembangan Profesionalisme Guru dalam Pendidikan Komprehensif Siti Nur Afifatul Hikmah Prodi Tadris Bahasa Indonesia. Institut Agama Islam Darussalam Balokagung Banyuwangi afifahikmah16@gmail. Submitted: 12-01-2. Reviewed: 12-01-2023 | Accepted: 19-01-2023 ABSTRAK Guru adalah ujung tombak sistem pendidikan. Secara umum, perhatian utama dan terkonsentrasi harus diberikan kepada guru. Oleh karena itu, tanpa dukungan guru yang profesional dan berkualitas, perbaikan apapun yang ditujukan untuk peningkatan mutu pendidikan tidak akan memberikan dampak yang berarti. Peneliti memfokuskan pada masalah pengembangan kemampuan profesional guru dalam administrasi pendidikan secara komprehensif dan produktivitas aktivitas guru dalam administrasi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sifat penelitian fenomenologi. Peneliti menggunakan paradigma fenomenologis konstruktivis dan mempertimbangkan interpretasi berdasarkan latar belakang peneliti serta pengalaman pribadi, budaya dan sejarah. Observasi dan wawancara dengan beberapa guru digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan analisis data dengan: . meringkas data, . menampilkan data, dan . menarik kesimpulan dan Sebaliknya, bentuk pengembangan keterampilan profesional guru untuk manajemen pendidikan yang komprehensif didasarkan pada pelatihan, pembinaan, basis pengetahuan yang kuat dan penguasaan nasihat profesional. Selain itu, dalam manajemen pendidikan yang komprehensif, produktivitas kerja guru meliputi kemampuan intelektual, rasa percaya diri, semangat atau semangat, orientasi hasil, rasa percaya diri dan kemampuan intelektual. Kata Kunci: Pengembangan. Profesionalisme Guru ABSTRACT Teachers are the spearhead of the education system. In general, the main and concentrated attention should be given to the teacher. Therefore, without the support of professional and qualified teachers, any improvements aimed at improving the quality of education will not have a significant impact. The researcher focuses on the problem of comprehensively developing the professional abilities of teachers in educational administration and the productivity of teacher activities in educational This study uses a qualitative approach with the nature of phenomenological research. Researchers use a constructivist phenomenological paradigm and consider interpretations based on the background of the researcher as well as personal, cultural, and historical experiences. Observations and interviews with several teachers were used as data collection techniques. The data analysis method used in this research is descriptive qualitative analysis. The researcher performs data analysis by: . summarizing the data, . displaying the data, and . drawing conclusions and verifying them. In contrast, this form of teacher professional skills development for comprehensive education management is based on training, coaching, a strong knowledge base, and mastery of professional advice. In addition, in comprehensive education management, teacher work productivity includes intellectual abilities, self-confidence, enthusiasm or enthusiasm, result orientation, selfconfidence, and intellectual abilities. Keywords: Development. Teacher Professionalism JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 1-10 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan penting dalam perkembangan kemampuan kognitif sejak anak-anak hingga dewasa. Pendidikan memainkan peran penting bagi setiap individu yang berjuang untuk memenuhi potensi mereka. Pertumbuhan dan perkembangan setiap individu dapat berupa kreativitas, pengetahuan yang luas, kepribadian yang baik dan tanggung jawab. Pendidikan adalah suatu sistem dari unsur-unsur yang saling berhubungan secara fungsional atau suatu kesatuan yang terpadu dan saling berhubungan yang diharapkan dapat mencapai tujuan. Kemampuan ini memberikan keterampilan seseorang dalam memecahkan masalah dan tugas. Pelatihan kognitif lebih baik bila diajarkan sejak usia dini. Pendidikan adalah usaha sadar untuk membantu peserta didik menguasai tugas-tugas kehidupannya sendiri dan bertanggung jawab secara lisan dan moral. Pendidikan dalam hal ini juga dimaknai sebagai upaya untuk membentuk individu menjadi pribadi yang lebih Unsur pendidikan adalah siswa, guru, interaksi pedagogik antara siswa dan guru, bahan/isi pengajaran . , konteks yang mempengaruhi pendidikan pedagogik, alat, metode, tindakan guru, penilaian dan tujuan pendidikan. Dengan demikian kondisi guru sebagai salah satu unsur penyelenggara sistem pendidikan. Guru memiliki kedudukan dan peran penting dalam memimpin keseluruhan upaya penyelenggaraan pendidikan yang Guru merupakan faktor terpenting dalam pengembangan seluruh sistem pendidikan. Oleh karena itu, tanpa guru yang profesional dan berkualitas, peningkatan mutu pendidikan tidak akan memberikan kontribusi yang berarti. Dengan kata lain, peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari guru yang berkualitas dan profesional. Mutu pendidikan dianggap penting karena menentukan keberlangsungan pembangunan mutu pendidikan di suatu negara. Itulah sebabnya hampir semua negara di dunia selalu berusaha meningkatkan kualitas pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidup. Ironisnya, beberapa guru terbukti memalsukan ijazah dan sertifikat untuk mendongkrak nilai. Demi memenuhi tingginya tuntutan sertifikasi guru S1 dan D4, para guru tak segan-segan memburu atau memalsukan riwayat mengajarnya. Ini mungkin dimulai ketika guru menyusun file laporan atau pendataan guru. Dalam hal ini, peningkatan kinerja guru memegang peranan penting dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran, yang dapat JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 1-10 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 mempengaruhi mutu lulusan dan pencapaian tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus meningkatkan keterampilan guru agar guru dapat bekerja dengan baik dan Guru harus diberikan kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi selama guru sekurang-kurangnya bergelar sarjana, pelatihan dan seminar harus diselenggarakan dan tunjangan sertifikasi harus diberikan. Wujud kualitas guru yang baik adalah karena tingginya produktivitas kerja guru. Hal ini sangat penting untuk mencapai tujuan pembangunan pendidikan. Kajian ini berkaitan dengan kajian sebelumnya, yang pertama dilakukan oleh Hani Risdiany . dengan judul AuPengembangan Profesionalisme Guru dalam Penyelenggaraan Pendidikan Bermutu di IndonesiaAy, yang membahas tentang upaya-upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengembangkanmemenuhi potensi mereka. Pertumbuhan dan perkembangan setiap individu dapat berupa kreativitas, pengetahuan yang luas, kepribadian yang baik dan tanggung jawab. Pendidikan adalah suatu sistem dari unsur-unsur yang saling berhubungan secara fungsional atau suatu kesatuan yang terpadu dan saling berhubungan yang diharapkan dapat mencapai tujuan. Kemampuan ini memberikan keterampilan seseorang dalam memecahkan masalah dan tugas. Pelatihan kognitif lebih baik bila diajarkan sejak usia dini. Pendidikan adalah usaha sadar untuk membantu peserta didik menguasai tugas-tugas kehidupannya sendiri dan bertanggung jawab secara lisan dan moral. Pendidikan dalam hal ini juga dimaknai sebagai upaya untuk membentuk individu menjadi pribadi yang lebih Unsur pendidikan adalah siswa, guru, interaksi pedagogik antara siswa dan guru, bahan/isi pengajaran . , konteks yang mempengaruhi pendidikan pedagogik, alat, metode, tindakan guru, penilaian dan tujuan pendidikan. Dengan demikian kondisi guru sebagai salah satu unsur penyelenggara sistem pendidikan. Guru memiliki kedudukan dan peran penting dalam memimpin keseluruhan upaya penyelenggaraan pendidikan yang Guru merupakan faktor terpenting dalam pengembangan seluruh sistem pendidikan. Oleh karena itu, tanpa guru yang profesional dan berkualitas, peningkatan mutu pendidikan tidak akan memberikan kontribusi yang berarti. Dengan kata lain, peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari guru yang berkualitas dan profesional. Mutu pendidikan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 1-10 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 dianggap penting karena menentukan keberlangsungan pembangunan mutu pendidikan di suatu negara. Itulah sebabnya hampir semua negara di dunia selalu berusaha meningkatkan kualitas pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidup. Ironisnya, beberapa guru terbukti memalsukan ijazah dan sertifikat untuk mendongkrak nilai. Demi memenuhi tingginya tuntutan sertifikasi guru S1 dan D4, para guru tak segan-segan memburu atau memalsukan riwayat mengajarnya. Ini mungkin dimulai ketika guru menyusun file laporan atau pendataan guru. Dalam hal ini, peningkatan kinerja guru memegang peranan penting dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran, yang dapat mempengaruhi mutu lulusan dan pencapaian tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus meningkatkan keterampilan guru agar guru dapat bekerja dengan baik dan Guru harus diberikan kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi selama guru sekurang-kurangnya bergelar sarjana, pelatihan dan seminar harus diselenggarakan dan tunjangan sertifikasi harus diberikan. Wujud kualitas guru yang baik adalah karena tingginya produktivitas kerja guru. Hal ini sangat penting untuk mencapai Secara keterampilannya untuk menciptakan pembelajaran yang menghasilkan pengalaman bermakna bagi siswa (Mufaridah et al. , 2. Kajian ini berkaitan dengan kajian sebelumnya, yang pertama dilakukan oleh (Risdiany, 2. dengan judul AuPengembangan Profesionalisme Guru Dalam Mewujudkan Kualitas Pendidikan Di IndonesiaAy, yang membahas tentang upaya-upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengembangkan profesionalisme guru. guru dengan berbagai cara Kegiatan seperti program pengembangan profesional akademik, kursus pelatihan dan lokakarya, program sertifikasi guru dan pengembangan kesehatan guru. Kesamaan penelitian ini adalah guru dapat mengembangkan profesionalitasnya dalam mengimplementasikan mutu pendidikan di Indonesia, sedangkan perbedaan dalam penelitian ini adalah guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Kedua. Andi Abd Muis . berjudul AuPengembangan Guru yang Kreatif dan Inovatif dalam Meningkatkan Kualitas Siswa Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah ParepareAy membahas bagaimana guru mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 1-10 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Berdasarkan hal tersebut maka peneliti menitikberatkan pada pengembangan kemampuan profesional guru dalam manajemen pendidikan yang komprehensif dan pengembangan produktivitas kerja guru dalam manajemen pendidikan yang komprehensif. Aspek ini merupakan bagian dari permasalahan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa dalam pengembangan profesi guru perlu dilakukan peningkatan profesi Pertumbuhan profesional mengacu pada kemampuan guru dalam menguasai materi dengan baikPengelolaan bahan ajar atau pengelolaan metodologi pengajaran dan profesionalitas seorang guru dalam memotivasi kegiatan pembelajaran. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam pendekatan kualitatif, peneliti mendeskripsikan dan menganalisis kehidupan dan pemikiran setiap individu (Syamsudin dan Damayanti, 2. Fokus penelitian kualitatif ini bukan untuk mempromosikan postmodernisme itu sendiri, tetapi untuk melihat secara dekat implikasi situasi kontekstual yang dapat membentuk praktik penelitian dengan cara tertentu (SavinBaden & Major, 2. Oleh karena itu, kebenaran dalam penelitian kualitatif adalah ruang, biografi, posisi, dan praktik termediasi yang dapat mempengaruhi cara kita melihat dan Peneliti memilih pendekatan kualitatif berdasarkan fenomena dan fakta yang terjadi di alam (Hikmah, 2. Peneliti menggunakan paradigma fenomenologis konstruktivis dengan mempertimbangkan interpretasi berdasarkan latar belakang peneliti serta pengalaman pribadi, budaya dan sejarah. Peneliti menggunakan jenis penelitian fenomenologis. Jenis penelitian fenomenologis ini dapat diartikan sebagai studi tentang pengalaman hidup manusia yang diawali dengan suatu peristiwa, dan metodenya terdiri dari pemeriksaan bagaimana individu secara subyektif mengalami dan memberi makna pada fenomena tersebut (Mufaridah et al. , 2. Tentang teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara dengan beberapa guru. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan analisis data dengan: . meringkas data, . menampilkan data, dan . menyimpulkan dan memverifikasi (Miles et al. , 2. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 1-10 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada sub bab ini dipaparkan hasil dan pembahasan terkait dengan judul AuPengembangan Profesionalisme Guru Dalam Pendidikan KomprehensifAy. Terdapat dua permasalahan yang seyogyanya perlu dibahas dalam penelitian ini. Hal tersebut menyesuaikan dengan fokus penelitian. Hasil Sub bab ini memaparkan hasil penelitian dari judul AuPengembangan Profesionalisme Guru Dalam Pendidikan Komprehensif: Kreatif Dan InovatifAu terdapat dua hal antara lain Bentuk Pengembangan Profesionalisme Guru Dalam Mengelola Pendidikan Secara Komprehensif yang didalamnya memuat tentang . elatihan, pembinaan, dasar ilmu yang kuat, dan penguasaan kiat-kiat profes. dan Produktivitas Kerja Guru dalam Mengelola Pendidikan Secara Komprehensif memuat tentang (Kemampuan Intelektual. Ketegasan. Semangat/Antusiasme. Berorientasi Pada Hasil. Assertif. Keterampilan Interpersonal. Keterbukaan. Keinginan. Proaktif. Pemberdayaan, dan Teknis Pengetahuan. Keterampilan. Keputusan, dan Tanggungjawab. Pembahasan Bentuk Pengembangan Profesionalisme Guru dalam Mengelola Pendidikan Secara Komprehensif . Pelatihan dalam Sistem Pendidikan Pelatihan mengembangkan kemampuan profesional guru dalam kegiatan mengajar. Pendidik melaksanakan pendidikan guru menjadi profesional dan memaksimalkan kegiatan Dengan berkesinambungan, dapat direncanakan untuk mendukung pendirian sekolah dasar pada tahun 1970-an. Tujuan khusus pelatihan guru adalah pelatihan guru baru yang hanya memiliki kemampuan pedagogik dasar dan tidak memiliki latar belakang JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 1-10 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . Pembinaan Pendidikan dan pelatihan guru dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu langkah yang dilaksanakan adalah promosi keterampilan pedagogis, pribadi, sosial dan profesional. Pengelolaan dan pengembangan lebih lanjut profesi guru dilakukan melalui jabatan fungsional. Semua guru memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pelatihan dan kegiatan pengembangan profesional. Upaya peningkatan dan pengembangan keterampilan profesional guru dapat dilaksanakan melalui berbagai inisiatif, antara lain: . memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan, . menyelenggarakan program in-service training reguler bagi guru, dan . menyiapkan forum akademik bagi guru dalam kegiatan penyuluhan. Basis Data yang Kuat Basis pengetahuan yang kuat mewujudkan masyarakat teknologi dan masyarakat ilmiah di abad ke-21. Guru harus memahami dasar pendidikan untuk pembelajaran seperti: Penerapan pembelajaran dan teori belajar, memahami dasar Siswa, bahan ajar, kualifikasi yang dapat dicapai dan mengembangkan rencana studi. yaitu Manajemen tip profesional Nasihat profesional tentang penelitian dan pengajaran guru sebagai ilmu bukan hanya konsep tertulis. Ini adalah pendidikan sebagai proses praktis dan ilmiah, dan penelitian pendidikan harus didasarkan pada praktik pedagogis. Produktivitas Kerja Guru dalam Penyelenggaraan Pendidikan Secara Menyeluruh Produktivitas tenaga kerja adalah perbandingan antara apa yang dihasilkan dengan total output guru. Dalam hal ini, diperlukan strategi untuk memperbaiki dan mengendalikan pendidikan secara komprehensif. Beberapa strategi penting yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja guru salah satunya adalah pelatihan dan motivasi Pendidikan guru dilakukan untuk mengatasi lemahnya kepemimpinan pedagogik guru, sedangkan motivasi berprestasi digunakan untuk mengatasi rendahnya semangat kerja. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 1-10 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . Kemampuan Intelektual Kapasitas intelektual adalah kapasitas mental yang dibutuhkan individu untuk melakukan aktivitas intelektual. Artinya kemampuan intelektual adalah cara seseorang melakukan aktivitas mental berdasarkan pengetahuan dan berpikir jernih. Dalam hal ini, keterampilan intelektual diperlukan dan penting bagi guru. Dengan kemampuan intelektual yang baik, seorang guru dapat menguasai pemikiran, pikiran dan keterampilan kognitif yang dapat membantu menanamkan pengetahuan kepada . Kekuatan Kekuatan adalah keputusan yang harus dibuat dengan cepat dan jelas dalam situasi yang tidak dapat ditangani dan dipertahankan dalam diri seseorang. Keyakinan diri seorang guru dalam pembinaan tidak lebih dari mencegah munculnya masalah yang tidak pernah mendapat kejelasan. Suatu kekuatan yang harus cepat dinilai dalam suatu masalah. Misalnya ketika siswa mempunyai masalah, guru harus mengambil sikap yang tegas untuk mengatasi masalah tersebut. Hal ini berlaku baik di lingkungan belajar maupun sebagai warga sekolah. Kegembiraan / Antusiasme Semangat dan semangat guru sangat mempengaruhi pembelajaran. Guru yang berpikiran tinggi memenangkan tempat di hati siswa. Selain itu, guru yang antusias memiliki dampak dan perubahan psikologis pada siswa. Berorientasi Hasil Orientasi hasil adalah kemampuan guru mempertahankan komitmen pribadi yang tinggi terhadap kinerja tugas, dapat diandalkan, bertanggung jawab, kemampuan mengidentifikasi risiko dan peluang secara sistematis, memperhatikan keterkaitan antara perencanaan dan hasil dalam hal keberhasilan organisasi. Guru yang baik adalah guru yang menghargai dan berfokus pada hasil siswa. Hasil yang dicapai siswa tidak lain adalah upaya guru untuk meningkatkan minat siswa. Sikap yang baik, melatih keterampilan kognitif dan keterampilan psikomotorik. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 1-10 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . Percaya Diri Ketegasan adalah harga diri seorang guru yang mengungkapkan perasaan jujur namun menghormati orang lain dengan cara yang meningkatkan kepuasan hidup pribadi dan kualitas hubungan. Dalam dunia pendidikan, seorang guru harus mampu memberikan saran kepada siswanya. Siswa membutuhkan sikap percaya diri terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Kemampuan Interpersonal Keterampilan interpersonal adalah kualitas yang dapat diandalkan saat berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Ini mencakup berbagai skenario komunikasi dan kolaborasi. Keterampilan interpersonal ini sangat penting bagi guru karena mencakup kemampuan untuk berkomunikasi dan membangun hubungan dengan siswa di dalam dan di luar kelas. Hubungan yang baik dengan siswa juga menciptakan komunikasi yang baik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, bahwa pengembangan profesionalisme bagi seorang guru perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu Hal yang perlu dilakukan adalah tahap pelaksanaan rencana pembelajaran terpadu secara menyeluruh, yang meliputi rincian proses pembelajaran. KESIMPULAN Bentuk pengembangan keterampilan profesional guru dalam manajemen pendidikan holistik didasarkan pada pelatihan, pembinaan, basis pengetahuan yang kuat dan penguasaan nasihat profesional. Selain itu, dalam manajemen pendidikan yang komprehensif, produktivitas kerja guru meliputi kemampuan intelektual, rasa percaya diri, semangat atau semangat, orientasi hasil, rasa percaya diri dan kemampuan intelektual. UCAPAN TERIMA KASIH Dalam penelitian ini, peneliti mengucapkan terima kasih atas dorongan dari berbagai Secara khusus, peneliti ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Institut Agama Islam Banyuwangi (IAIDA) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 1-10 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Masyarakat (LPPM) yang telah mendukung dan mendorong para pendidik . untuk menuangkan ide dan pemikirannya. menulis artikel penelitian. DAFTAR PUSTAKA