Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Strategi Pembuatan Konten Edukatif di Instagram @rekamnusantara dalam Peningkatan Kesadaran Lingkungan Athiyyah Dzakirah1. Burhanuddin2. Al-May Abyan Izzy Burhani3 1,2,3 Program Studi Komunikasi Digital dan Media. Fakultas Sekolah Vokasi. IPB University *e-mail: athiyyahdzakirah@apps. id1, burhan@apps. id2, abyanizzy@apps. Received: Revised: Accepted: Available online: Abstract: This research aims to analyze the content creation strategy and communication strategy used by Rekam Nusantara's creative communication team in creating educational content on Instagram. This research uses descriptive qualitative research methods with the Uses and Gratification theory approach and Framing theory in content creation. This research shows that the creative communication team of Rekam Nusantara plays a strategic role and has responsibilities in managing content on social media, especially the @rekamnusantara Instagram account. The content creation strategy of the Rekam Nusantara creative communication team is organized through five stages: issue identification, planning, production, publication, and evaluation. With an approach based on scientific data and attractive visualizations, the Rekam Nusantara creative communication team succeeded in conveying environmental issues in an informative, educational, and inspirational. Keywords: Strategy. Content. Instagram. Environmental Awareness Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembuatan konten dan strategi komunikasi yang digunakan oleh tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara dalam pembuatan konten edukatif di Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori Uses and Gratification dan teori Framing dalam pembuatan konten. Penelitian ini menunjukkan tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara memainkan peran strategis dan memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan konten di media sosial, khususnya akun instagram @rekamnusantara. Strategi pembuatan konten tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara disusun melalui lima tahapan : identifikasi isu, perencanaan, produksi, publikasi, dan evaluasi. Dengan pendekatan yang berbasis data ilmiah dan visualisasi menarik, tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara berhasil menyampaikan isu-isu lingkungan secara informatif, edukatif, dan inspiratif. Kata kunci: Strategi. Konten. Instagram. Kesadaran Lingkungan PENDAHULUAN Digitalisasi adalah proses konversi informasi dari format analog menjadi format digital (Kusnanto et al. Penggunaan teknologi digital memungkinkan data dan informasi yang berbentuk fisik seperti kertas, film, atau tape dapat diubah menjadi bit atau byte yang dapat diolah oleh perangkat digital. Proses digitalisasi ini telah membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari manusia, baik dalam cara berkomunikasi, berinteraksi, maupun menjalin hubungan dengan orang lain. Segala jenis informasi juga dapat diakses dengan mudah kapanpun dan dimanapun. Rekam Nusantara Foundation merupakan sebuah lembaga yang berfokus dalam melakukan kajian-kajian mengenai kekayaan alam dan keanekaragaman hayati serta aksi konservasi di Nusantara. Hasil dari pengkajian yang dilakukan kemudian dikomunikasikan kepada masyarakat luas melalui media kreatif dengan tujuan memberikan perubahan terhadap pemahaman masyarakat yang lebih baik terhadap isu-isu lingkungan, kelestarian sumberdaya alam, masyarakat adat, dan isu perubahan iklim. Rekam Nusantara Foundation memanfaatkan berbagai media sosial dalam penyebaran konten, salah satunya media sosial instagram (@rekamnusantar. Dalam era digitalisasi saat ini, media sosial seperti instagram telah menjadi salah satu platform utama dalam menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Menurut data dari Hootsuite (We Are Socia. tahun 2024, instagram menempati posisi kedua setelah whatsapp sebagai media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia dengan jumlah pengguna sebanyak 85,3% dari jumlah populasi penduduk Indonesia. Ini menjadikan Instagram sebagai media yang tepat untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran publik terhadap suatu isu yang diangkat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konten adalah sebuah informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik. Konten media sosial adalah segala jenis materi yang dibagikan melalui media sosial dan memiliki tujuan untuk menarik perhatian, membangun partisipasi, atau mempromosikan sesuatu. Penyampaian informasi melalui konten harus dapat dengan jelas tersampaikan dan memenuhi kebutuhan audiens terkait informasi yang dicari sekaligus memberikan dampak (Ricko, 2. Konten yang baik idealnya tidak hanya informatif, tetapi juga mampu E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. memberikan dampak positif, baik itu peningkatan pemahaman, perubahan perilaku, atau bahkan inspirasi bagi audiens. Konten di akun instagram @rekamnusantara dibuat berfokus pada pengangkatan isu-isu Strategi pembuatan konten diperlukan mulai dari penggunaan bahasa yang efektif dan mudah dipahami, konten visual yang menarik, konten kolaborasi, dan masih banyak lagi. Strategi merupakan suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya suatu organisasi untuk mencapai suatu sasaran melalui hubungannya yang efektif dengan lingkungan dalam kondisi yang paling menguntungkan (Budio, 2. Strategi yang tepat dapat menjadikan akun instagram @rekamnusantara menjadi platform yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi nyata terhadap isu lingkungan yang ada di Indonesia. Konten media sosial mencakup semua materi, dokumen, foto, grafik, dan informasi lainnya yang dibuat, diposting, atau dikirimkan menggunakan media sosial. Menurut Huang . , konten media sosial merupakan informasi serta hiburan yang disajikan pada sebuah platform media jejaring sosial seperti YouTube. Instagram. Facebook, dan lain sebagainya yang dibuat oleh seseorang . , sebuah perusahaan dan organisasi, penempatan pada platform media sosial tersebut memungkinkan interaksi langsung dengan pengguna, sehingga dalam mewujudkan efek penuhnya konten media sosial juga harus berorientasi secara hati-hati pada kelompok sasaran. Penelitian terdahulu merupakan upaya peneliti untuk mencari perbandingan dan selanjutnya menemukan inspirasi baru untuk penelitian selanjutnya. Pada penelitian sebelumnya dengan judul AuStrategi Konten Kreatif Doteens dalam Meningkatkan Audience Engagement Melalui InstagramAy yang ditulis oleh Barizki, et al . ditemukan bahwa dalam merancang strategi konten perlu mempertimbangkan aspek pasar seperti segmentasi target posisi dan tujuan dalam pembuatan konten Selanjutnya pada penelitian berjudul AuStrategi Optimalisasi Konten Kreator pada Media Tiktok dan Instagram pada Perusahaan Dream. idAy yang ditulis oleh Tsabitah, et al . menunjukkan hasil bahwa memahami dinamika dan preferensi pengguna merupakan hal yang penting untuk mengoptimalkan strategi konten kreator. Selanjutnya pada penelitian dengan judul AuStrategi Konten Pembelajaran Bahasa Arab pada Instagram: Analisis Komparatif Akun EdukasiAy yang ditulis oleh Tauhidah, et al . ditemukan bahwa ada begitu banyak strategi konten, mulai dari menentukan fokus materi, penggunaan bahasa yang persuasif dan interaktif, desain yang bervariasi, konsistensi unggahan, serta mengoptimalkan seluruh fitur instagram. Dari ketiga penelitian tadi, belum ada yang melakukan penelitian strategi konten di akun instagram @rekamnusantara, sehingga penelitian ini akan membahas terkait strategi pembuatan konten dengan objek khususnya adalah akun instagram @rekamnusantara dan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Uses and Gratification dan teori Framing. Menurut Tehuayo et al, . , dalam merancang strategi konten yang efektif, sangat penting untuk memahami terlebih dahulu audiens dengan baik. Ini melibatkan segmentasi audiens berdasarkan demografi, psikografi, perilaku, dan preferensi. Pemahaman yang mendalam tentang audiens akan menciptakan konten yang lebih relevan dan menarik. Setelah memahami audiens, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap konten yang dibuat. Tujuan yang jelas akan membantu dalam menentukan jenis konten dan mempermudah dalam pengukuran keberhasilan sebuah konten. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembuatan konten yang digunakan oleh tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara dalam pembuatan konten edukatif di instagram. Analisis ini akan berfokus pada jenis konten yang dibuat, bagaimana konten tersebut disajikan, dan bagaimana audiens berinteraksi dengan konten tersebut. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori Uses and Gratification dan teori Framing dalam pembuatan konten. Penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang hasil penelitiannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau metode kuantifikasi yang lain (Anggito & Setiawan, 2. Penelitian kualitatif deskriptif menekankan pada penggambaran secara mendalam dan apa adanya terhadap fenomena yang sedang diteliti, dengan tujuan memperoleh pemahaman dan makna yang utuh dari realitas sosial yang diamati. Data adalah bahan mentah yang jika diolah dengan baik melalui berbagai analisis dapat melahirkan berbagai informasi (Jailani, 2. Data dalam penelitian ini memiliki dua kategori, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung dari E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. sumber utama atau lokasi pengumpulan data. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara kepada tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara, observasi langsung, dan analisis konten pada akun instagram @rekamnusantara. Konten yang dianalisis adalah lima konten terpilih yang diunggah dalam rentang periode Januari hingga Mei 2025. Data sekunder adalah informasi yang telah dikumpulkan sebelumnya oleh pihak lain untuk tujuan tertentu dan kemudian digunakan kembali oleh peneliti untuk keperluan yang berbeda. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari studi literatur melalui internet, artikel, jurnal, dan sumber lain yang relevan dengan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teori dan metode, dimana peneliti menggunakan dua teori yaitu teori Uses and Gratification dan teori Framing serta metode pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara, dan analisis konten. HASIL DAN PEMBAHASAN Rekam Nusantara Foundation adalah sebuah organisasi nonprofit yang berlokasi di Kota Bogor. Indonesia. Rekam Nusantara Foundation berkomitmen untuk mengabadikan dan melestarikan kekayaan alam nusantara yang luar biasa untuk mendorong kesadaran dan aksi bersama untuk kelestarian lingkungan dan masa depan Indonesia yang lebih baik. Rekam Nusantara Foundation dibangun melalui sebuah konsep, gagasan, kolaborasi, dan dedikasi. Rekam Nusantara Foundation berfokus untuk melakukan kajian, aksi konservasi, dan komunikasi sosial yang menekankan pada nilai-nilai yang diyakini untuk mencapai perubahan melalui ilmu pengetahuan, edukasi, cerita, dan konten yang inspiratif. Peran dan Tanggung Jawab Tim Komunikasi Kreatif Rekam Nusantara Tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara memiliki peran sebagai jembatan penghubung antara Rekam Nusantara dengan masyarakat dalam penyampaian narasi penting yang didasarkan pada data hasil penelitian dan pemikiran lima unit program kajian, yaitu Rangkong Indonesia (RI). Fisheries Resource Center of Indonesia (FRCI). Indonesia Nature Film Society (INFIS). Natural Resources Crime Unit, dan Urban and Sustainability. Berdasarkan hasil wawancara dengan Manager Tim Komunikasi Kreatif Rekam Nusantara, tim komunikasi kreatif memiliki tanggung jawab untuk merancang, mengelola, dan menyebarluaskan konten strategis yang mendukung misi konservasi laut, pengelolaan hutan oleh masyarakat adat dan komunitas lokal, pemberdayaan masyarakat pesisir, dan edukasi lingkungan. Tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara memiliki beberapa tanggung jawab utama Membuat konten edukatif Akun instagram @rekamnusantara secara konsisten menyajikan konten edukatif dan informatif dalam berbagai format, seperti infografis, feeds carousel, dan video reels. Kontenkonten ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai isu-isu lingkungan yang relevan dengan hasil kajian Rekam Nusantara dan relevan serta kondisi aktual. Konten edukasi yang dikemas dengan menarik seperti infografis lebih mungkin untuk dilihat daripada artikel asli karena visualisasi data dapat meningkatkan perhatian di media sosial (Srg et al. , 2. Mengelola media sosial . hususnya instagra. Instagram menjadi platform utama yang dikelola oleh tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara dalam mengkomunikasikan pesan-pesan lingkungan. Setiap unit program Rekam Nusantara juga memiliki akun instagram tersendiri dan sering melakukan kolaborasi melalui fitur kolaborator postingan dengan akun instagram utama @rekamnusantara. Perkembangan media sosial instagram sangatlah pesat, yang berawal dari sebuah aplikasi membagi foto dan video, sekarang telah menjadi pusat informasi yang terbilang cukup efektif (Utami & Yulianti. Berkolaborasi Tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara juga aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal seperti peneliti, komunitas lokal, dan mitra. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat akurasi dan kredibilitas pesan yang disampaikan dalam setiap konten yang Komunikasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dapat meningkatkan kesadaran masalah, merumuskan strategi bersama, dan membangun E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. kesepakatan yang mendorong kerjasama dalam upaya pelestarian lingkugan (Koessler et al. Merancang kampanye Kampanye merupakan salah satu bentuk aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat baik secara pribadi maupun kelompok yang biasanya dilakukan dengan kelembagaan dan memiliki tujuan untuk memberikan dampak atau pengaruh sesuai dengan hal yang kita kampanyekan (Fadli & Sazali 2. Sebagai organisasi yang berfokus pada kajian lingkungan, tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara juga merancang kampanye digital yang berkaitan dengan hari-hari penting lingkungan, seperti Hari Bumi. Hari Laut Sedunia. Hari Rangkong. Hari Perikanan Sedunia, dan lain sebagainya. Kampanye lingkungan di media sosial telah menjadi salah satu strategi yang semakin populer untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu-isu lingkungan dan mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan (Judijanto & Al-Amin, 2. Memfasilitasi partisipasi publik Instagram menyediakan berbagai fitur yang dapat memberikan kesan interaktif. Tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara memanfaatkan fitur-fitur interaktif tersebut seperti kuis dan polling. Hal ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan interaksi dan timbal balik dengan audiens instagram mereka, baik itu followers maupun non-followers. Banyaknya fitur-fitur yang dihasilkan oleh media sosial instagram di setiap perkembangan teknologi ini menjadikan seluruh elemen masyarakat di Indonesia gemar menggunakan platform tersebut (Safitri et al. Pemilihan Instagram sebagai Media Utama Gambar 1. Profil Instagram Rekam Nusantara (Per Tanggal 14 Mei 2. Saat ini, instagram tidak hanya digunakan oleh individu, tapi juga digunakan oleh komunitas, organisasi, perusahaan, dan bahkan pemerintah. Instagram bukan aplikasi jejaring sosial untuk berbagi foto pertama yang ada, tetapi lebih efisien dibandingkan aplikasi berbagi foto lainnya di platform seluler (Sayekti, 2. Era digital saat ini menjadikan instagram sebagai media utama dalam melakukan kampanye promosi, edukasi, dan pelayanan publik karena kemampuannya menjangkau jutaan pengguna dengan berbagai cara yang menarik dan aksesnya yang mudah. Tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara memilih media sosial instagram sebagai media utama karena menyediakan berbagai fitur dan target audiens yang mendukung publikasi konten Rekam Nusantara. Berbagai pilihan format konten sangat cocok untuk menampilkan dokumentasi keanekaragaman hayati di Indonesia seperti kehidupan hutan dan laut atau pengangkatan isu lingkungan di daerah perkotaan. Target audiens utama dari akun instagram @rekamnusantara adalah pengguna dengan rentang usia 18-34 tahun. Manurut data dari Napoleon Cat, usia pengguna instagram E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. di Indonesia paling banyak berada di rentang usia 18-24 tahun . 7%) dan 25-34 tahun . 9%) pada periode Januari 2025. Gambar 2. Data Usia Pengguna Instagram di Indonesia (Sumber: Napoleoncat. Irwan Setiadi selaku manager komunikasi kreatif Rekam Nusantara mengatakan bahwa fitur instagram seperti reels, carousel, dan story memungkinkan penyampaian konten yang memiliki pembahasan kompleks dan berbasis pada data ilmiah secara kreatif dan lebih mudah dipahami. Selain itu, menurut Irwan, kemampuan membangun komunitas melalui penggunaan hashtag yang relevan dengan isi konten akan meningkatkan potensi untuk konten menjadi viral atau muncul di FYP (For Your Pag. Bisa juga dengan melakukan kolaborasi dengan influencer lingkungan yang sesuai dengan fokus konten instagram Rekam Nusantara. Strategi Pembuatan Konten Peneliti menganggap bahwa strategi pembuatan konten di instagram perlu disusun berdasarkan pedoman yang jelas dan terorganisir, mulai dari perencanaan konten, penentuan segmentasi dan kebutuhan audiens, proses produksi, dan mekanisme evaluasi konten. Penggunaan media sosial perlu diiringi dengan strategi pembuatan konten yang tepat agar proses komunikasi memberikan hasil yang memuaskan (Thifalia & Susanti, 2. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Uses and Gratification dan teori Framing untuk melihat apakah strategi konten yang digunakan oleh tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara sesuai dengan kedua teori tersebut. Teori Uses and Gratification pertama kali diperkenalkan oleh Elihu Katz. Jay G. Blumlerm, dan Michael Gurevitch dalam bukunya The Uses on Mass Communication: Current Perspectives on Gratification Research. Ketiga ilmuwan tersebut melihat bahwa audiens memiliki hasrat . ecara psikologis dan sosia. untuk memilih apa yang mereka inginkan dari adanya terpaan media. Menurut Wakas & Wulage, . , teori ini memprediksikan bahwa audiens mengandalkan media untuk memenuhi kebutuhan spesifik dan dalam prosesnya akan mengembangkan dependensi kepada media. Selanjutnya media atau konten yang dikonsumsi tadi dapat menimbulkan pengaruh pada audiens Berdasarkan hasil wawancara dengan Irwan Setiadi selaku manager komunikasi kreatif Rekam Nusantara, dalam proses perencanaan dan produksi konten instagram @rekamnusantara terdapat beberapa tahapan. Pertama, tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara akan melakukan identifikasi terhadap isu aktual dalam dunia lingkungan, misalnya isu kerusakan terumbu karang. Tim komunikasi kreatif juga menggunakan data ilmiah dari hasil tim peneliti Rekam Nusantara. Kedua, proses perencanaan. Pada proses ini, tim komunikasi kreatif akan menyusun kalender konten yang selaras dengan agenda lingkungan global ataupun lokal, misalnya Hari Mangrove Sedunia. Ketiga, setelah melakukan identifikasi isu dan perencanaan konten, tim komunikasi kreatif akan mengeksekusi konten pada proses produksi. Keperluan aset visual seperti foto dan illustrasi didapatkan dari hasil jepretan fotografer Rekam Nusantara dan desainer grafis tim komunikasi kreatif. Aset-aset tersebut akan digunakan pada konten infografis, video pendek, dan feeds carousel. Salah satu contoh konten yang menggunakan visual menarik dan narasi yang dibangun berbasis data adalah konten reels AuFakta E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Hutan Mangrove dan Padang LamunAy. Ada juga konten feeds dengan judul AuOcean accountsAy yang menggunakan dokumentasi foto kehidupan laut. Setelah konten selesai diproduksi, konten tersebut akan diunggah di instagram @rekamnusantara. Gambar 3. Konten feeds AuOcean AccountsAy dan reels AuFakta Hutan Mangrove dan Padang LamunAy (Diunggah pada 20 dan 17 Januari 2. Terakhir, konten yang sudah diunggah akan melewati tahap evaluasi. Tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara mengevaluasi konten dengan melihat hasil insight konten untuk mengoptimalkan konten-konten selanjutnya. Insight pada instagram merupakan fungsi yang dapat menjelaskan kinerja postingan dan akun dari waktu ke waktu (Sibtiyah & Latief, 2. Dengan melihat insight, kita dapat melakukan evaluasi konten dan merancangkan konten dengan lebih baik berdasarkan pada hasil insight pada konten sebelumnya. Contohnya. Konten AuOcean AccountsAy mendapatkan jumlah penonton sebanyak 1. 762 orang dan berhasil menjangkau sebanyak 983 akun. Lalu interactions sebanyak 134 yang didapatkan dari 121 likes, 0 comments, 2 shares, dan 11 saves. Gambar 4. Insight konten AuOcean AccountsAy E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Sementara konten AuFakta Hutan Mangrove dan Padang LamunAy mendapatkan jumlah penonton sebanyak 12. 581 orang dan berhasil menjangkau 8. 721 akun. Lalu interactions sebanyak 427 yang didapatkan dari 385 likes, 0 comments, 23 shares, dan 19 saves. Pada konten ini, jangkauan yang didapatkan berasal dari iklan dan organik. Sehingga lebih banyak mendapatkan jumlah jangkauan dibandingkan konten AuOcean AccountsAy. Dapat dikatakan bahwa penggunaan iklan juga cukup berpengaruh terhadap performa konten tersebut. Gambar 5. Insight konten AuFakta Hutan Mangrove dan Padang LamunAy Menurut Irwan, ada beberapa hal yang menjadi motivasi audiens mengunjungi dan melihat konten-konten yang disajikan di instagram @rekamnusantara. Pertama, audiens yang mencari informasi terpercaya tentang kondisi ekosistem lingkungan di Indonesia. Kedua, audiens yang mencari konten informatif namun dikemas dengan menarik, mulai dari visualnya hingga cara penyampaian narasi dengan bentuk storytelling inspiratif. Ada juga audiens yang mengikuti instagram @rekamnusantara karena ingin dikenal sebagai bagian dari komunitas peduli lingkungan. Tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara juga melakukan pertimbangan kebutuhan audiens dalam membuat sebuah konten. Konten berbentuk infografis dan feeds carousel contohnya, cocok untuk audiens yang menginginkan informasi cepat, atau konten berbentuk video reels yang cocok untuk audiens yang ingin lebih mendalami suatu isu tertentu. Selanjutnya, teori Framing. Teori Framing menekankan bahwa cara suatu isu atau peristiwa disajikan oleh media dapat mempengaruhi cara masyarakat memahaminya (Nurhayati 2. Analisis Framing dipakai untuk mengetahui bagaimana realitas dibingkai oleh media, dengan demikian realitas sosial dipahami, dimaknai, dan dikonstruksi dengan bentukan dan makna tertentu (Damayanti et al. Pilihan kata, sudut pandang, serta aspek mana yang ingin ditonjolkan atau dihilangkan, semuanya merupakan bagian dari strategi Framing. Tujuan utama Framing adalah untuk mengidentifikasi dan memhami skema atau cara pandang yang digunakan individu atau media dalam melihat dan menafsirkan dunia. Pada akun instagram @rekamnusantara, konten dengan narasi budaya dan alam sebagai identitas bangsa Indonesia sering ditampilkan untuk menunjukkan kekayaan budaya dan keindahan alam Indonesia, seperti tradisi lokal, keanekaragaman hayati, dan lanskap alam yang memukau. Nilainilai lokal begitu kental dalam konten-konten mereka. Framing ini menekankan pentingnya budaya dan alam sebagai identitas bangsa dan mendorong rasa bangga dan kepedulian terhadap E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Terdapat juga konten yang dibalut dengan narasi krisis tertentu, seperti permasalahan kerusakan Mangrove atau deforestasi hutan. Framing krisis ini digunakan untuk membangun urgensi tanpa bermaksud menimbulkan kepasrahan terhadap suatu permasalahan. Salah satu dari sekian banyak konten yang menggunakan framing kekayaan alam dan framing krisis adalah konten dengan judul AuJaga Mangrove. Jaga HarapanAy. Pada slide pertama terdapat judul konten AuJaga Mangrove. Jaga HarapanAy, pilihan kata ini menunjukkan bahwa dengan menjaga ekosistem Mangrove, maka kita akan menjaga kehidupan yang berkelanjutan. Pada slide selanjutnya, konten ini menjelaskan bahwa masyarakat menganggap Mangrove tidak memiliki manfaat dan akhirnya masyarakat mengabaikan Ekosistem Mangrove kemudian mengalami kerusakan dan menyebabkan banjir rob yang merendam wilayah pesisir, hal ini ditunjukkan dengan foto pemukiman yang terendam banjir. Pada slide selanjutnya, terdapat solusi yang dilakukan oleh masyarakat pesisir demi menjaga kelestarian Mangrove, mengurangi dampak bencana yang dapat ditimbulkan, serta peningkatan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Gambar 6. Konten feeds AuJaga Mangrove. Jaga HarapanAy (Diunggah pada 28 April 2. Selain itu, banyak juga konten yang menggunakan narasi kampanye dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Contoh kontennya adalah feeds berjudul AuNo Future without NatureAy yang berisikan kampanye menjaga hutan, laut, dan satwa liar demi masa depan yang berkelanjutan. Kampanye ini juga dibuat untuk merayakan Hari Bumi. Pemilihan judul AuNo Future without NatureAy menggambarkan bahwa tidak ada kehidupan tanpa adanya lingkungan alam yang lestari. Konten ini berisikan rekomendasi kegiatan yang bisa dilakukan untuk menambah wawasan serta kesadaran Rekomendasi kegiatan tersebut dijabarkan dalam lima slide dan dilengkapi dengan visualisasi kegiatannya. Pada slide terakhir, terdapat kalimat Call to Action (CTA) yang mengajak audiens untuk ikut menjaga hutan, laut, dan satwa liar. Framing kampanye ini cukup menarik untuk dibagikan kepada audiens agar semakin banyak yang menyadari kekayaan alam Indonesia. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Gambar 7. Konten feeds AuNo Future without NatureAy (Diunggah pada 22 April 2. Terdapat juga konten reels AuRekam Nusantara-FRCI Goes to SchoolAy yang merupakan dokumentasi kegiatan sosialisasi ke sekolah yang berlokasi di garis pantai dan dikelilingi hutan Mangrove. Selain itu, tim Rekam Nusantara juga mengajak menanam Mangrove di lingkungan sekolah agar generasi muda semakin mengenal manfaat menjaga Mangrove. Framing ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian budaya dan alam memerlukan kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat. Hal ini juga ditekankan pada caption AuEdukasi menjadi bagian penting dalam penguatan pengetahuan di tingkat masyarakat. Hal sekecil apapun bisa Yuk ambil bagian!Ay. Gambar 8. Konten reels AuRekam Nusantara-FRCI Goes to SchoolAy (Diunggah pada 28 Februari 2. KESIMPULAN Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara memainkan peran strategis dan memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan konten di media sosial instagram @rekamnusantara. Dalam pengelolaan tersebut disertai dengan proses perancangan strategi yang sesuai dengan tujuan Rekam Nusantara, yaitu mengabadikan kekayaan alam nusantara dan menginspirasi kesadaran lingkungan serta tindakan kolektif untuk kelestarian lingkungan di masa Strategi pembuatan konten tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara disusun melalui lima tahapan : identifikasi isu, perencanaan, produksi, publikasi, dan evaluasi. Dengan pendekatan yang berbasis data ilmiah dan visualisasi menarik, tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara berhasil menyampaikan isu-isu lingkungan secara informatif, edukatif, dan inspiratif. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Strategi pembuatan konten yang digunakan oleh tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara sudah sesuai dengan pendekatan teori Uses and Gratification dan teori Framing. Penggunaan teori Uses and Gratification terlihat dalam upaya tim untuk memenuhi kebutuhan audiens terhadap suatu informasi yang terpercaya, menarik secara visual, dan membangun keterlibatan. Sementara teori Framing diterapkan melaui narasi yang menonjolkan identitas budaya, krisis lingkungan, dan ajakan kolaborasi yang persuasif. Dengan pendekatan ini, strategi pembuatan konten tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara tidak hanya efektif dalam menyampaikan pesan, tetapi juga mendorong keterlibatan Saran Saran dari peneliti kepada tim komunikasi kreatif Rekam Nusantara, tim bisa menyusun panduan strategi konten yang tertulis dan terstruktur agar proses kerja lebih terdokumentasi dan dapat dijadikan acuan untuk kedepannya. Tim juga dapat melakukan analisis kebutuhan dan preferensi audiens secara berkala agar relevansi konten tetap terjaga dengan baik. Terakhir untuk evaluasi konten sebaiknya tidak hanya berfokus pada data kuantitatif insight instagram seperti like, comment, dan share, tetapi juga mempertimbangkan dampak secara kualitatif seperti perubahan persepsi atau keterlibatan aktif audiens dalam menjagaa kelestarian lingkungan. DAFTAR PUSTAKA