JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 EFEKTIFITAS KONSUMSI PUTIH TELUR REBUS TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI WILAYAH PUSKESMAS PULUBALA KABUPATEN GORONTALO Masmuni Wahda Aisya1. Sabrina Usman2. Rita Abubakar Dali2 1 Program Studi D-IV Bidan Pendidik Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo. 2 Sarjana Terapan Kebidanan Program Studi D-IV Bidan Pendidik Universitas Muhammadiyah Gorontalo Email:wahda. megarezky@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Penelitian ini dilakukan di Wilayah Puskesmas Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas konsumsi putih telur rebus terhadap proses penyembuhan luka perineum. Metode Penelitian: Penelitian ini termasuk jenis penelitian survei analitik dengan rancangan penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini yaitu semua ibu bersalin dengan ruputure perineum pada tahun 2018 berjumlah 34 orang. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan chi square dengan =0,05 diperoleh p = 0. 000 yang artinya ada efektifitas konsumsi putih telur terhadap proses penyembuhan luka perineum di Puskesmas Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Simpulan: Terdapat efektifitas konsumsi putih telur rebus terhadap proses penyembuhan luka perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo dengan nilai p = 0. Kata Kunci: Luka Perineum. Putih Telur Rebus ABSTRACT Background: This research was conducted in Pulubala District Health Center Pulubala District. Gorontalo Regency. The purpose of this study to determine the effectiveness of the consumption of boiled egg whites on the perineal wound healing process. Methods: This study included a type of analytic survey research with experimental research design. The subjects of this study are all maternity mothers with ruputure perineum in 2018 amounted to 34 people. Results: Based on statistical test result using chi square with = 0,05 obtained p = 0. 000 which means there is effectiveness of egg white consumption to perineum wound healing process at Pulubala Health Center Pulubala District. Gorontalo Regency. Conclusions: There is effectiveness of egg white consumption to perineum wound healing process at Pulubala Health Center Pulubala District. Gorontalo Regency. Keywords: Perineal Wound. White Boiled Egg JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 PENDAHULUAN Asuhan persalinan normal bertujuan menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui upaya yang terintegrasi dan lengkap dengan intervensi yang seminimal mungkin agar prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang optimal. Robekan jalan lahir selalu memberikan perdarahan dalam jumlah yang bervariasi banyaknya. Perdarahan yang berasal dari jalan lahir selalu harus diperhatikan yaitu sumber dan jumlah perdarahan sehingga dapat Sumber perdarahan dapat berasal dari perineum, vagina, serviks, dan robekan uterus . uptur uter. Perdarahan dapat dalam bentuk hematoma dan robekan jalan lahir yang dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena (Pasiowan, 2. Kematian ibu merupakan kematian yang terjadi pada masa kehamilan, persalinan dan nifas oleh sebab tertentu. Indonesia berada di peringkat ketiga tertinggi untuk Angka Kematian Ibu (AKI) di Negara ASEAN. Peringkat pertama yaitu Laos dengan 470/100. 000 kelahiran hidup sedangkan yang terendah yaitu Singapura dengan 3/100. 000 kelahiran hidup (WHO, 2013 dalam Dartiwen, 2. Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI, 2. masih cukup tinggi, menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI, 2. yaitu: 359/100. 000 kelahiran hidup, sedangkan sasaran kematian maternal 2013 adalah 102/100. 000 kelahiran Penyebab utama dari kematian ibu di Indonesia tersebut adalah perdarahan . %), eklampsi . %), infeksi . %), abortus . %), persalinan lama . %), emboli obstetric . %), komplikasi puerpurium . %), dan lain-lain . %) (Reza 2. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Jumlah ibu nifas tahun 2016 sebanyak 24. kunjungan nifas (KFI) sebanyak 20. 6%), kunjungan nifas lengkap 18. %). Tahun 2017 Jumlah ibu nifas 101, kunjungan nifas (KFI) 926 . %), kunjungan nifas 284 . %). Sementara data Dinas Kabupaten Gorontalo Jumlah ibu nifas tahun 2016 sebanyak 7. kunjungan nifas (KFI) sebanyak 6. %), kunjungan nifas lengkap 6. %). Jumlah ibu nifas tahun 2017 873, kunjungan nifas (KFI) 433 . 7%), kunjungan nifas 139 . %). Salah satu permasalahan kematian ibu nifas adalah luka perineum, luka jahitan perineum jika tidak segera sembuh dan terjaga kebersihannya dapat berubah menjadi patologis seperti terjadinya hematoma, peradangan atau bahkan terjadi infeksi (Supiati. Siti Yulaikah. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya ruptur perineum antara lain faktor ibu yang terdiri dari paritas, jarak kelahiran, cara meneran yang tidak tepat, dan umur ibu. Faktor janin yang terdiri dari berat badan bayi baru lahir dan Faktor persalinan pervaginam terdiri dari ekstraksi forceps, ekstraksi vakum, trauma alat dan episiotomi, kemudian faktor penolong persalinan yaitu pimpinan persalinan yang tidak tepat (Prawitasari, 2. Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalian pertama dan tidak jarang pada persalinan selanjutnya. Dampak dari terjadinya ruptur perineum atau robekan jalan lahir pada ibu antara lain terjadinya infeksi pada luka jahitan dimana dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir (Anggraini, 2. Infeksi nifas terjadi sebagai akibat komplikasi luka perineum antara lain metritis, endometritis, bahkan sampai Kematian pada ibu postpartum diakibatkan penanganan komplikasi yang lambat dimana mengingat kondisi fisik ibu post partum yang masih lemah JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 (Ambarwati, 2010 dalam Setyowati. Berdasarkan Kebijakan Program Pemerintah yang dilandasi oleh Gerakan Sayang Ibu (GSI) yaitu kebijakan program nasional yang berisikan paling sedikit empat kali melakukan kunjungan masa nifas yang salah satunya bertujuan mendeteksi adanya komplikasi atau masalah yang terjadi pada masa nifas. Pada kunjungan hari keenam salah satu asuhan yang diberikan adalah menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal (Rifani, 2. Luka perineum dapat disembuhkan salah satunya dengan asupan nutrisi yang bagus terutama tinggi protein. Telur merupakan jenis lauk pauk protein hewani yang murah, mudah ditemukan, ekonomis dan salah satu makanan paling padat nutrisi. Kandungan nutrisi telur utuh mengandung lebih dari 90% kalsium dan zat besi, satu telur mengandung 6 gram protein berkualitas dan 9 asam amino esensial. Nutrisi yang baik akan menghambat atau bahkan menghindari keadaan malnutrisi. Zat besi dapat menggantikan darah yang hilang, sedangkan protein merupakan zat yang pembangun otot, jaringan tubuh, serta jaringan tulang, namun tak dapat disimpan oleh tubuh, maka untuk menyembuhkan luka memerlukan asupan protein setiap hari (Supiati dan Siti Yulaikah, 2. Berdasarkan Nurulhatam Pelaksanaan inovasi penyembuhan luka dengan menggunakan air rebusan daun sirih merah dan mengkomsumsi telur rebus didapatkan hasil penyembuhan luka pada Ny. K memerlukan waktu 6 Hal ini ditunjukan bahwa luka sudah kering dan jaringan-jaringan pada luka perineum sudah menyatu sempurna. Sejumlah membuktikan manfaat telur rebus dibutuhkan untuk kesembuhan luka jahitan perineum pada ibu nifas, mayoritas responden sembuh normal dengan waktu yang dibutuhkan antara 67 hari, lamanya waktu yang dibutuhkan untuk kesembuhan jahitan luka perineum terlihat nyata, waktu kesembuhan yang dibutuhkan ibu nifas yang tidak mengkonsumsi telur rebus rata-rata 7 Terdapat kesembuhan luka jahitan perineum pada ibu nifas antara yang mengkonsumsi telur rebus dan yang tidak mengkonsumsi telur rebus (Rifani, 2. Berdasarkan data awal di Puskesmas Pulubala tahun 2015 ibu nifas sebanyak 442 orang dengan rupture perineum sebanyak 195 orang, tahun 2016 ibu nifas sebanyak 387 orang dengan rupture perineum sebanyak 212 orang, dan tahun 2017 bulan Januari sampai dengan November jumlah ibu nifas sebanyak 124 orang dengan rupture perineum pada primipara sebanyak 59 orang dan multipara sebanyak 65 orang. Hasil survey awal dilakukan pada bulan November 2017 ditemukan diantaranya mengalami keterlambatan penyembuhan luka . embuh lebih dari 7 har. sebanyak 3 orang, sedangkan lainnya mengalami penyembuhan luka perineum yang normal dimana luka sembuh antara 6 sampai 7 hari. Hal ini berarti masih ada masalah keterlambatan penyembuhan luka perineum pada ibu post partum di Puskesmas Pulubala Kecematan Pulubala Kabupaten Gorontalo. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental dengan pendekatan pretest and posttest with control group design yaitu desain eksperimen kuasi yang dilakukan dengan membagi kelompok menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, lalu kedua kelompok tersebut dilakukan pretest sebelum eksperimen diberikan dan posttest sesudah eksperimen diberikan (Sugiyono, 2. Penelitian efektifitas konsumsi putih telur rebus JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 terhadap proses penyembuhan luka perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin dengan luka perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo pada bulan Januari sampai dengan November 2017 sebanyak 124 Sampel yang digunakan dalam penilitian ini adalah seluruh ibu bersalin berjumlah 34 orang, sampel dibagi menjadi 2 kelompok yakni 17 ibu bersalin dengan luka perineum yang diberikan putih telur dan 17 ibu bersalin dengan luka perineum yang tidak diberikan putih telur. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Distribusi Responden Menurut Usia Usia < 20 tahun 20-35 tahun Total Jumlah Tabel 2. Distribusi Responden Menurut Pendidikan Pendidikan Tidak sekolah SMP SMA Perguruan Tinggi Total Jlh Sumber: olahan data . Berdasarkan tabel 2 menunjukkan dari 34 responden didapatkan sebagian besar responden memiliki pendidikan SD sebanyak 13 responden . 20%). SMP sebanyak 8 responden . 50%) dan pendidikan SMA sebanyak 6 responden . 60%), perguruan tinggi sebanyak 2 . 90%) dan tidak lulus sekolah sebanyak 5 orang . 70%). Tabel 3. Distribusi Responden Menurut Pekerjaan Pekerjaan IRT Honorer Sumber: olahan data . Jumlah Total Berdasarkan tabel 1 menunjukkan dari 34 responden didapatkan sebagian besar responden memiliki umur 20-35 tahun yaitu sebanyak 26 responden . 47%), umur < 20 tahun sebanyak 8 responden . 53%). Sumber: olahan data . Berdasarkan tabel 3 menunjukkan dari 34 responden didapatkan sebagian besar responden memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sebanyak 33 responden . 06%), dan sebagai honorer sebanyak . 94%). Analisis Univariat Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Derajat Rupture Perineum Kelompok Kelompok Luka Perineum Jumlah Persentase (%) Derajat II Derajat i Derajat II Derajat i Sumber: olahan data . Berdasarkan tabel 4 menunjukkan dari 34 responden pada kelompok kontrol didapatkan luka perineum derajat II sebanyak 11 responden . 71%) dan derajat i sebanyak 6 responden . 29%). Kelompok didapatkan luka perineum derajat II sebanyak 16 responden . 12%) dan derajat i sebanyak 1 responden . 88%). JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 Tabel 5. Distribusi Perbedaan Penyembuhan Luka Perineum Pretest. Posttest Kelompok Kontrol Dan Perlakuan Penyembuhan luka perineum Cepat Lambat Total Konsumsi putih telur Kelompok Perlakuan Kelompok Kontrol Post Pre Sumber: olahan data . Berdasarkan tabel 5 menunjukkan dari 17 responden pada kelompok kontrol keterlambatan penyembuhan sebanyak Sementara pada kelompok perlakuan diberikan putih telur rebus proses penyembuhan luka < 6 hari sudah membaik sebanyak 17 responden . %). Analisis Bivariat Tabel 6. Efektifitas konsumsi putih telur rebus terhadap proses penyembuhan luka Kelompok Penyembuhan Luka Cepat Lambat Total Kontrol Perlakuan Jumlah X2 hitung Value Sumber: olahan data . Berdasarkan tabel 6 menunjukkan hasil uji chi square didapatkan nilai p = 000 diketahui terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kotrol dan kelompok perlakuan, oleh karena itu nilai signifikan lebih kecil dari 5% . = 0. < 0. sehingga pada kasus ini terdapat efektifitas konsumsi putih telur rebus terhadap proses penyembuhan luka perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo PEMBAHASAN Karakteristik responden Umur Umur adalah umur individu terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. Semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja. Bertambahnya umur seseorang maka kematangan dalam berpikir semakin baik, sehingga akan termotivasi dalam memeriksakan kehamilan dan mengetahui pentingnya ANC (Padila, dalam Sylvianingsih, 2. Usia penyembuhan luka lebih cepat terjadi pada usia muda dari pada orang tua. Orang yang sudah lanjut usianya tidak dapat mentolerir stres seperti trauma jaringan atau infeksi. Usia 2035 tahun merupakan usia yang aman untuk kehamilan dan persalinan, karena pada usia tersebut fungsi alatalat (Wiknjosastro, dalam Utami, 2. Pendidikan Pendidikan proses kehidupan yang dimiliki oleh setiap individu berupa interaksi individu dengan lingkungannya. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka makin mudah dalam memperoleh menerima informasi, sehingga kemampuan ibu dalam JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 berpikir lebih rasional (Anggraeni. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin mudah seseorang untuk menerima informasi pengetahuan yang dimiliki tentang kunjungan masa nifas. Sebaliknya, semakin rendah pendidikan, maka kemungkinan sulit ibu untuk menerima informasi maupun ideAeide Ibu nifas dengan luka perineum umumnya datang dari pendidikan SD terutama masyarakat kalangan bawah karena pendidikan masih dirasakan mahal. Pekerjaan Pekerjaan ibu yang dimaksudkan adalah apabila ibu beraktifitas ke luar rumah maupun di dalam rumah kecuali pekerjaan rutin rumah Ibu yang bekerja akan memiliki sedikit waktu untuk memeriksakan masa nifas khususnya luka perineum. Sedangkan ibu yang tidak bekerja, akan memiliki banyak waktu untuk memeriksakan masa nifasnya (Notoatmodjo, 2010 dalam Sylvianingsih, 2. Analisis Univariat Gambaran penyembuhan luka perineum Berdasarkan menunjukkan dari 34 responden pada kelompok kontrol didapatkan luka perineum derajat II sebanyak 11 responden . 71%) dan derajat i sebanyak 6 responden . 29%). Kelompok perlakuan didapatkan luka perineum derajat II sebanyak 16 responden . 12%) dan derajat i sebanyak 1 responden . 88%). Faktorfaktor yang menyebabkan terjadinya ruptur perineum antara lain faktor ibu yang terdiri dari paritas, jarak kelahiran, cara meneran yang tidak tepat, dan umur Faktor janin yang terdiri dari berat badan bayi baru lahir dan presentasi. Faktor persalinan pervaginam terdiri dari ekstraksi forceps, ekstraksi vakum, trauma alat dan episiotomi, kemudian penolong persalinan pimpinan persalinan yang tidak tepat (Prawitasari, 2. Hasil penelitian di atas menjelaskan bahwa rupture perineum pada persalinan responden terbanyak yakni rupture derajat II. Rupture sendiri terjadi akibat proses persalinan. Banyak faktor yang perineum antara lain pimpinan persalinan yang tidak tepat, bayi lahir lebih dari 3000 gram serta persalinan pada Berdasarkan hasil penelitian Pasiowan . didapatkan klasifikasi robekan jalan lahir terbanyak adalah derajat dua . ,1%). Hasil penelitian Suciana berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa ada hubungan antara paritas . = 0,. , jarak kelahiran . = 0,. dan lama persalinan kala II . =0,. dengan kejadian ruptur perineum, serta tidak ada hubungan antara partus presipitatus . = 0,. dengan kejadian ruptur perineum. Lama persalinan kala II menjadi variabel bebas yang paling berpengaruh terhadap kejadian rupture perineum spontan. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kejadian ruptur perineum spontan di RSUD Tugurejo Semarang lebih banyak dialami oleh ibu primipara dan lebih banyak persalinan dengan jarak kelahiran serta lama persalinan kala II yang beresiko sehingga rentan terjadinya ruptur perineum spontan pada persalinan Berdasarkan tabel 7 menunjukkan dari 34 responden pada kelompok kontrol yang tidak diberikan putih telur mengalami keterlambatan penyembuhan sebanyak 17 responden . 00%) dan penyembuhan luka perineum pada kelompok perlakuan 100% lebih cepat sembuh <6 hari. Faktor-faktor yang mengakibatkan luka perineum adalah kesalahan mengejan, gawat janin, kelainan letak dan bayi besar. Dampak yang ditimbulkan sangat besar jika perawatan yang kurang maksimal JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 diantaranya penyembuhan luka yang lama dan terjadi infeksi pada luka perineum, kondisi perineum yang terkena lochea menjadi lembab, hal itu menunjang pengembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada perineum dan hal itu tentu saja akan perineum (Widyasih, dalam Suparyanto. Percepatan penyembuhan luka jahitan perineum dalam masa nifas sangat diharapkan untuk menghindarkan ibu nifas dari bahaya infeksi atau keluhan penambahkan asupan atau konsumsi tinggi protein dalam menu makan Makanan tinggi protein ini bisa didapatkan dari telur. Telur merupakan jenis lauk pauk protein hewani yang murah, mudah ditemukan, ekonomis dan salah satu makanan paling padat nutrisi. Kandungan nutrisi telur utuh mengandung lebih dari 90% kalsium dan zat besi, satu telur mengandung 6 gram protein berkualitas dan 9 asam amino esensial. Nutrisi yang baik akan menghambat atau bahkan menghindari keadaan malnutrisi. Zat besi dapat menggantikan darah yang hilang, sedangkan protein merupakan zat yang pembangun otot, jaringan tubuh, serta jaringan tulang, namun tak dapat disimpan oleh tubuh, maka untuk menyembuhkan luka memerlukan asupan protein setiap hari (Supiati. Siti Yulaikah. Berdasarkan asumsi peneliti rata-rata pada kelompok kontrol penyembuhan luka perineum pada 17 responden mengalami kemunduran dalam proses penyembuhan pada hari ke 3 dengan jumlah responden 7 orang . %). Pada penyembuhan dengan cepat terjadi sejak hari pertama pemberian putih telur. Ini didukung dengan ruptur perineum derajat II sebanyak 16 responden . dimana robekan yang terjadi hanya sekitar garis tengah atau melebar dibagian perineum, untuk itu perlu adanya peranan tenaga kesehatan dalam dukungan bersifat edukatif serta kerja sama antara sesama sejawat demi kelangsungan taraf hidup sehat pada masyarakat khususnya ibu nifas dengan luka perineum. Pengobatan yang dapat dilakukan untuk ruptur perineum adalah dengan memberikan antibiotik yang cukup. Perawatan luka perineum pada ibu setelah melahirkan berguna untuk menjaga kebersihan, mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Perawatan bersamaan dengan perawatan vulva. Halhal yang perlu diperhatikan adalah: Mencegah kontaminasi dengan rectum. Menangani dengan lembut jaringan luka. Membersihkan darah yang menjadi sumber infeksi dan bau (Suciana, 2. Penelitian ini sejalan dengan Kurniati . Berdasarkan hasil penelitian pada tingkat penyembuhan luka perineum, terdapat hampir seluruh responden kesembuhan lukanya cepat yaitu 29 orang . ,9%), dan sisanya kesembuhannya sedang. Dalam penelitian ini tidak ada responden yang kesembuhan luka perineum-nya Hal penyembuhan luka perineum dipengaruhi banyak faktor lain seperti status gizi, penanganan petugas, personal hygiene, aktivitas berlebih, dan lain-lain. Analisis Bivariat Efektifitas konsumsi putih telur rebus terhadap proses penyembuhan luka Berdasarkan tabel 8 menunjukkan hasil uji chi square didapatka nilai p = JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 000 diketahui terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kotrol dan kelompok perlakuan, oleh karena itu nilai signifikan lebih kecil dari 5% . = 0. < 0. sehingga pada kasus ini terdapat efektifitas konsumsi putih telur rebus terhadap proses penyembuhan luka perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Menurut Suwiyoga dalam Lestari . perawatan perineum yang tidak benar dapat mengakibatkan kondisi perineum yang terkena lokhea dan perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada perineum. Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat ke saluran kandung kencing ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi kandung kencing maupun jalan lahir. Perbaikan gizi merupakan salah satu kunci dari penyembuhan luka. Ibu nifas dianjurkan makan dengan diit seimbang, cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Faktor gizi utama protein akan sangat penyembuhan luka perineum karena pergantian jaringan sangat membutuhkan protein yang berfungsi sebagai zat pembangun sel-sel yang telah rusak. Peningkatan diperlukan untuk proses inflamasi, imun dan perkembangan jaringan granulasi. Protein utama yang disintesis selama fase penyembuhan luka adalah kolagen. Kekuatan kolagen menentukan kekuatan kulit luka seusai sembuh. Kekurangan intake protein saat proses penyembuhan penyembuhan luka. Salah satu sumber makanan yang kaya akan protein adalah putih telur. Putih telur mengandung protein yang sangat tinggi, mutu protein, nilai cerna dan mutu cerna paling baik dibandingkan dengan protein hewan Protein putih telur kaya akan nutrisi diantaranya protein niacin, riboflavin, klorin, magnesium, kalium, sodium, ovalbumin dan mempunyai nilai biologis tinggi karena mengandung asam amino lengkap dibanding protein hewan lainnya (Setyowati, 2. Asumsi peneliti, dapat dilihat bahwa terdapat perbandingan yang jauh antara penyembuhan luka perineum yang diberikan putih telur memiliki luka cepat kering dan jaringan menutup pada hari perineum yang tidak diberikan putih telur memiliki penyembuhan lambat dimana pada hari ketiga luka masih basah dan Responden mengkonsumsi putih telur memiliki berpengaruh dalam penyembuhan luka Hal ini tidak lepas dari tanggung jawab dan peranan bidan dalam memberikan pelayanan yang maksimal khusunya penyembuhan luka perineum dengan memberikan penyuluhan tentang pentingnya nutrisi bagi penyembuhan luka perineum. Penelitian penelitian yang dilakukan Handayani . dimana hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh nilai p-value 0,005 yang berarti lebih kecil dari -value . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh gizi terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Adapun penelitian lain yakni Supiati dan Siti Yulaikah . Analisis yang digunakan adalah independen t-test. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk kesembuhan luka jahitan perineum antara ibu nifas yang mengonsumsi telur rebus mengonsumsi telur rebus mengalami perbedaan dengan t hitung lebih kecil dari t tabel sedangkan selisih waktu yang penyembuhan lebih cepat 1,7 hari, namun perbedaan waktu yang dibutuhkan untuk kesembuhan luka jahitan perineum pada JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 ibu nifas tidak signifikan di mana nilai p value lebih besar dari 0,05. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada hasil dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai Penyembuhan luka perineum dengan penerapan konsumsi putih telur lebih cepat sebanyak 17 responden . %). Penyembuhan luka perineum dengan tidak dilakukan penerapan konsumsi putih telur lebih lambat sebanyak 17 responden . %) dan 2 responden lebih cepat . %). Terdapat efektifitas konsumsi putih penyembuhan luka perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo dengan nilai p = 0. Saran Bagi Puskesmas Sebagai sarana pelayanan kesehatan dan dapat meningkatkan pelayanan diberbagai bidang guna menjawab era pelayanan kesehatan ibu nifas dengan luka perineum, serta meningkatkan penyembuhan luka perineum dengan Bagi Institusi Pendidikan Sebagai mengenai efektifitas konsumsi putih penyembuhan luka perineum pada ibu Khususnya mahasiswa dapat Bagi Ibu Nifas Sebagai bahan masukan untuk khususnya putih telur baik untuk proses penyembuhan luka perineum. Bagi peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian yang sejenis dan mengembangkan variabel yang lebih luas lagi. DAFTAR PUSTAKA