Pengembangan LKPD Menulis Puisi dengan Pendekatan Stilistika Komang Sri Rahayu Ningsih1. Andri Wicaksono2. Tri Riya Anggraini3* STKIP PGRI Bandar Lampung komangsri660@gmail. com, 2 ctx. andrie@gmail. com, 3*tri260211@gmail. Abstract: This study aims to develop a product of teaching materials in the form of LKPD, namely the Development of LKPD Writing Poetry with a Stylistic Approach. This study uses research and development methods by adapting the Jolly and Bolitho development model. For the feasibility of teaching materials, expert validation and limited field tests were carried out. Validation was carried out on the feasibility of presentation, material, and linguistics of the Indonesian Language and Literature Education Study Program STKIP PGRI Bandar Lampung. The data in the limited field test were obtained through a written test, namely a multiple choice test and a poetry writing test. Subjects in this field test consisted of 30 students of class X SMA Negeri 16 Bandar Lampung. The test results to identify elements of the form of poetry showed an increase from the average value of 55. 00 to 81. The results of the poetry writing test also showed an increase from the average score of 64. 60 to 80. ifference Thus, the LKPD developed by researchers is suitable for use for class X SMA Negeri 16 Bandar Lampung students. Keywords: development of teaching materials. LKPD, stylistics, writing poetry PENDAHULUAN Dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, siswa diharapkan memiliki empat keterampilan berbahasa, yaitu berbicara, menyimak, membaca, dan Diantara empat keterampilan tersebut, menulis dianggap keterampilan berbahasa yang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi diantara keterampilan yang lainnya, karena kegiatan menulis merupakan kegiatan yang kompleks. Menulis pada dasarnya upaya mengkomunikasikan gagasan, ide, pikiran, pendapat, opini, dan lain sebagainya melalui media tulis. Kegiatan menulis adalah suatu aktivitas seseorang dalam menuangkan hal-hal yang difikirkan dan dituangkan dalam kegiatan menulis, di antaranya ialah menulis puisi. Menulis puisi sebagai salah satu aspek yang diharapkan dikuasai murid dalam pembelajaran yang menekankan pada kemampuan mengekspresikan dalam bentuk sastra tulis yang kreatif dan dapat membangkitkan semangat, pikiran, dan jiwa pembaca. Dengan demikian, pembaca dapat memperoleh hikmah berdasarkan puisi yang dibaca. Menulis puisi bertujuan menggali dan mengembangkan kompetensi dasar murid dalam mengapresiasi sastra, juga melatih keterampilan Komang Sri Rahayu Ningsih. Andri Wicaksono. Tri Riya Anggraini Pengembangan LKPD Menulis Puisi dengan Pendekatan Stilistika Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . murid menggali nilai-nilai yang terkandung dalam puisi sehingga dapat mencintai puisi yang pada akhirnya diharapkan mereka dapat menciptakan puisi-puisi yang bermutu (Wicaksono, 2. Lemahnya keterampilan menulis puisi pada proses menentukan tema, mengembangkan tema, menentukan diksi. Selain itu, sebagian siswa kekuragan referensi mengakibatkan kurang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menulis puisi. Kelemahan tersebut merupakan kendala pada proses pembuatan puisi yang sering dihadapi sesorang ketika menulis puisi. Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa kegagalan siswa dalam menulis puisi disebabkan oleh rendahnya minat dan motivasi siswa dalam belajar menulis, diperlukan pendekatan yang inovatif, bahan ajar menulis cerpen belum lengkap, dan LKPD yang tersedia belum sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan dalam kubutuhan siswa. Kesiapan bahan ajar termasuk faktor penentu berhasil tidaknya suatu Bahan ajar adalah hal utama yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar yang mampu mengantarkan siswa menguasai tujuan pembelajaran. Bahan ajar untuk menulis puisi harus mengandung tahap penulisan yang jelas dan sistematis, sehingga mampu mengarahkan siswa untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam beberapa bait puisi. Hal paling penting, bahan ajar menulis puisi harus menuntut keaktifan siswa, memberikan pengajaran dan pengalaman yang menarik sehingga muncul kepekaan sastra pada siswa sebagai upaya menumbuhkan kebiasaan mengapresiasi sastra, khususnya apresiasi puisi. Berdasarkan kenyataan di lapangan, bahan ajar yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis puisi tidak sesuai dengan tuntutan. Bahan ajar yang digunakan hanya terbatas menugaskan siswa membuat puisi berdasarkan tema atau gambar yang ditampilkan. Bahan ajar tidak menyajikan proses penulisan yang dapat membantu siswa melakukan kegiatan menulis yang tepat. Selain itu, bahan ajar juga tidak menggunakan strategi/ teknik yang cocok untuk dikolaborasikan dalam proses penulisan puisi. Guna menanggulangi permasalahan tersebut, peneliti akan mengembangkan bahan ajar berupa lembar kegiatan peserta didik (LKPD). LKPD ini akan memberikan pendekatan yang bisa digunakan siswa untuk menulis selain itu. LKPD ini juga akan menyediakan tidak hanya materi, tetapi contoh dan latihan. Dengan adanya LKPD ini guru akan mudah memberikan pembelajaran kepada siswa karena materi yang disediakan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. KAJIAN TEORI Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan ajar yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis . maupun bahan tidak tertulis . udio, audiovisual, dan multimedia interakti. (Depdiknas dikutip Handayani, 2011:. Komang Sri Rahayu Ningsih. Andri Wicaksono. Tri Riya Anggraini Pengembangan LKPD Menulis Puisi dengan Pendekatan Stilistika Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Dalam bentuk tertulis, bahan ajar dapat berbentuk buku, modul. LKPD, brosur, handout, leafleat, wallchart, dan foto atau gambar. Dalam bentuk audio, bahan ajar dapat berupa kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio. Dalam bentuk audio visual misalnya VCD dan Film, sedangkan dalam bentuk multimedia interaktif misalnya CAI (Computer Assisted Instructio. CD (Compact Dis. , multimedia interaktif, dan bahan ajar berbasis web. Pada penelitian ini bahan ajar yang dikembangkan berbentuk LKPD menulis puisi dengan pendekatan stilistika. Pendekatan stilistik pada awalnya digunakan untuk memahami karya sastra bukan untuk memproduksi karya sastra. Akan tetapi, pendekatan stilistik dapat menjembatani pembelajaran puisi pada aspek produktif, yaitu menulis puisi. Melalui pendekatan stilistik siswa dapat puisi memahami puisi dilihat dari penggunaan bahasa puisi yang menimbulkan efek Dengan pemahaman yang lebih baik pada gilirannya siswa dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi karena pada dasarnya medium menulis puisi adalah bahasa. Stilistika adalah cabang linguistik yang mempelajari karakteristik penggunaan bahasa yang secara situsional berbeda, secara khusus merujuk pada bahasa sastra, dan berusaha dapat menjelaskan pemilihan-pemilihan khas oleh individu-individu manusia atau kelompok-kelompok masyarakat dalam menggunakan bahasanya. Menurut Ratna, . adalah ilmu tentang gaya, sedangkan stil . secara umum adalah cara-cara yang khas, bagaimana segala sesuatu diungkapkan dengan cara tertentu sehingga tujuan yang dimaksudkan dapat dicapai secara maksimal. Menurut Anggraini, . , puisi sebagai salah satu karya sastra terdiri dari dua unsur yang membangunnya, yaitu . unsur struktur fisik puisi yang meliputi diksi, citraan, kata-kata konkret, bahasa figuratif, rima, dan ritme serta . unsur struktur batin puisi yang meliputi tema, perasaan . , nada . , dan amanat. Dalam kegiatan ini diharapkan dapat . mengindentifikasikan karakteristik bahasa puisi. mengindentifikasikan unsur struktur fisik puisi yang meliputi diksi, citraan, kata-kata konkret, bahasa figuratif, rima, dan irama. mengindentifikasikan unsur struktur batin puisi yang meliputi tema, perasaan . , nada . , dan amanat. menganalisis puisi berdasarkan pendekatan LKPD merupakan materi ajar yang sudah dikemas sedemikian rupa sehingga siswa diharapkan dapat mempelajari materi ajar tersebut secara mandiri. Dalam LKPD siswa akan mendapatkan materi, ringkasan, dan tugas yang berkaitan dengan materi. Di samping itu, dalam LKPD siswa dapat menemukan arahan yang terstruktur untuk memahami materi yang diberikan (Fannie, dkk. , 2. Menurut Joni sebagaimana dikutip Harijanto . , bahan ajar memiliki fungsi yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran, misalnya . memberikan petunjuk yang jelas bagi guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar, . menyediakan bahan/alat yang lengkap yang diperlukan untuk setiap Komang Sri Rahayu Ningsih. Andri Wicaksono. Tri Riya Anggraini Pengembangan LKPD Menulis Puisi dengan Pendekatan Stilistika Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . kegiatan, . merupakan media penghubung antara siswa dan guru, . dapat dipakai oleh siswa untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan, dan . dapat dipakai sebagai program perbaikan. Pengembangan bahan ajar didasari adanya kebutuhan bahan ajar. Bahan ajar yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa, tujuan standar kompetensi dan kurikulum oleh sebab itu dibutuhkan untuk mengembangkan bahan ajar yang baru. Dapat dikatakan bahwa analisi kebutuhan diperlukan untuk memperoleh masukan terhadap isi, desain, tujuan, evaluasi bahan ajar yang Menurut Richards yang dikutip Nunan . , analisis kebutuhan mempunyai tiga tujuan utama, yaitu . sebagai sarana untuk memperoleh masukan tahapan isi, desain, dan implementasikan program pembelajaran. untuk mengembangkan tujuan umum, tujuan khusus, dan isi pelajaran, dan . menyediakan data untuk mereviu dan mengevaluasi keberadaan program. Disamping itu, analisis kebutuhan merupakan seperangkat prosedur untuk menetapkan parameter tertentu dalam sebuah program. Parameter tersebut meliputi kriteria dan landasan pengelompokkan, pemilihan, dan pengurutan materi pelajaran, metodologi, dan durasi atau lamanya belajar. Jadi dapat dikatakan bahwa analisis kebutuhan berfungsi untuk memperoleh masukan terhadap isi, desain, tujuan, evaluasi bahan ajar yang dikembangkan serta sebagai parameter dalam sebuah program. Bahan ajar berupa LKPD adalah bahan ajar yang berupa lembaran-lembaran yang terstruktur yang memuat petunjuk, tujuan pembelajaran, materi, ringkasan materi, langkah pengerjaan tugas yang disesuaikan dengan tujuan instruksional untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Langkah-langkah pengembangan bahan ajar menurut Jolly dan Bolitho . alam Handayani, 2011:. Identitas kebutuhan. Eksplorasi kebutuhan materi. Realisasi kontekstual dengan mengajukan gagasan yang sesuai, pemilihan teks dan konteks bahan ajar. Realisasi pedagogis melalui tugas dan latihan dalam bahan ajar. Produksi bahan ajar. Penggunaan bahan ajar oleh siswa. Evaluasi bahan ajar. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk bahan ajar yang efektif digunakan oleh siswa kelas X. Desain penelitian one-group Komang Sri Rahayu Ningsih. Andri Wicaksono. Tri Riya Anggraini Pengembangan LKPD Menulis Puisi dengan Pendekatan Stilistika Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . pretest-postest design ini terdapat pretest, yaitu siswa dites sebelum diberi perlakuan untuk mengetahui kemampuan siswa. Selanjutnya, diadakan postest yaitu untuk mengetahui kemampuan siswa setelah menggunakan bahan ajar hasil Penulisan LKPD dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai Perumusan KD yang harus dikuasai maksudnya rumusan KD pada suatu LKPD langsung diturunkan dari dokumen standar isi. Menentukan alat penilaian dilakukan terhadap proses kerja dan hasil kerja siswa, karena pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah kompetensi, di mana penilaiannya didasarkan pada penugasan kompetensi. Penyusunan materi LKPD sangat tergantung pada KD yang akan dicapai. Materi LKPD dapat berupa informasi pendukung, yaitu gambaran umum atau ruang lingkup substansi yang akan dipelajari. Materi dapat diambil dari berbagai sumber seperti buku, majalah, internet, jurnal hasil penelitian. Agar pemahaman siswa terhadap materi lebih kuat, maka dapat ditunjukkan referensi yang digunakan agar siswa membaca lebih lanjut tentang materi Tugas-tugas harus ditulis secara jelas guna mengurangi pertanyaan dari siswa tentang hal-hal yang seharusnya siswa dapat melakukannya, misalnya tentang tugas diskusi. Judul diskusi diberikan secara jelas dan didiskusikan dengan siapa, berapa orang dalam kelompok diskusi dan berapa lama. Struktur LKPD secara umum ialah judul, petunjuk belajar, . etunjuk sisw. , kompetensi yang akan dicapai, informasi pendukung, tugas-tugas dan langkah-langkah kerja, dan penilaian. Kemudian struktur LKPD dalam pengembangan dan penelitian adalah . judul, mata pelajaran, semester, kelas, tempat, waktu dan pokok bahasan. hari, tanggal, kelompok, nama . Standar Kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator, tujuan pembelajaran. tugas/soal-soal. Penilaian. Data dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan hasil wawancara dan kuesioner. Data yang diperoleh dari wawancara diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan karakteristik kebutuhan dan kemungkinan-kemungkinan pengembangan bahan ajar menulis cerpen. Kemudian, data kuantitatif berupa hasil menulis siswa pada uji lapangan yang dianalisis dengan menggunakan uji-t dengan menggunakan SPSS Hal-hal yang dinilai dalam angket validasi tersebut adalah kelayakan isi, kebahasaan, sajian, dan kegrafikaan bahan ajar hasil pengembangan peneliti. Untuk memberikan makna dan mengambil keputusan berdasarkan nilai yang diberikan oleh ahli validasi digunakan kriteria penilaian angket validasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Komang Sri Rahayu Ningsih. Andri Wicaksono. Tri Riya Anggraini Pengembangan LKPD Menulis Puisi dengan Pendekatan Stilistika Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Identifikasi kebutuhan terhadap siswa bertujuan untuk menjaring data tentang kebutuhan siswa. Aspek-aspek yang dijadikan dasar informasi kebutuhan siswa terhadap bahan ajar menulis puisi di kelas X SMA dalam penelitian ini sebagai berikut. Harapan-harapan siswa terhadap bahan ajar yang meliputi materi, kegiatan, tugas, evaluasi, dan perwajahan bahan ajar yang diinginkan. Tanggapan siswa terhadap kesulitan menulis puisi selama ini. Tanggapan siswa terhadap bahan ajar yang digunakan sebelumnya yang meliputi tanggapan terhadap materi dan cerpen yang dijadikan bahan ajar. Tanggapan terhadap pengembangan bahan ajar dengan pendekatan stilistika meliputi pengetahuan siswa tentang stilistika. Berikut tabel hasil analisis kebutuhan siswa. Tabel 1. Analisis kebutuhan siswa Indikator Jumlah Bahan ajar berupa LKPD Materi yang diinginkan dalam LKPD yaitu diksi, rima, dan Penggunaan bahasa yang dikembangkan dalam LKPD adalah bahasa yang mudah dipahami. Latihan yang diinginkan dalam LKPD adalah latihan menulis puisi. Bentuk perwajahan . arna, dan contoh-conto. yang diinginkan siswa. Kendala yang dihadapi ketika mempelajari materi menulis Mencari ide. Diksi Rima Gaya Bahasa Pendekatan stilistika dalam pembelajaran menulis puisi. Nilai (%) Informasi kebutuhan guru yang diidentifikasi tersebut berkaitan dengan . harapan-harapan guru terhadap bahan ajar dan pembelajaran menulis puisi yang meliputi materi yang diinginkan, bentuk penyajian materi, tujuan dan manfaat yang diharapkan, bahasa, bentuk kegiatan, bentuk tugas atau latihan, evaluasi, dan . kesulitan atau hambatan yang dialami oleh siswa yang pernah mereka temukan dalam pembelajaran dan penyebabnya, . tanggapan terhadap penggunaan bahan ajar yang ada meliputi kendala penggunaan dan keunggulan bahan ajar, . pengetahuan tentang stilistika, dan . saran-saran terhadap pengembangan bahan ajar LKPD. Berikut tabel hasil analisis kebutuhan guru. Tabel 2. Analisis kebutuhan guru Indikator Bahan ajar berupa LKPD Materi yang diinginkan dalam LKPD yaitu diksi, rima, dan majas. Jumlah Nilai (%) Komang Sri Rahayu Ningsih. Andri Wicaksono. Tri Riya Anggraini Pengembangan LKPD Menulis Puisi dengan Pendekatan Stilistika Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Penggunaan bahasa yang dikembangkan dalam modul adalah bahasa yang mudah dipahami. Latihan yang diinginkan dalam modul adalah menulis Bentuk perwajahan . ambar, warna, dan contohconto. yang diinginkan siswa. Kendala yang dihadapi ketika mempelajari materi menulis cerpen: Mencari ide. Diksi Rima Gaya Bahasa Strategi dalam menulis puisi Pendekatan stilistika dalam menulis puisi. Langkah-langkah menulis puisi Setelah bahan ajar jadi, selanjutnya direview oleh dosen yang berasal dari STKIP PGRI Bandar Lampung. Berikut hasil validasi dari para pakar. Tabel 3. Hasil validasi para pakar Saran/Komentar Komponen Hasil revisi Penilaian Kelayakan Isi 1. Selaraskan materi dengan 1. Menyelaraskan Materi SK. KD. Indikator. dengan SK. KD, dan Pertimbangkan semua soal Indikator. evaluasi merepresentasikan 2. Mempertimbangkan semua materi bahan ajar. bahan ajar. Kebahasaan Unsur Puisi perlu diperjelas. Unsur puisi diperjelas. Perbaiki penulisan sesuai 2. Merevisi beberapa kesalahan pedoman EYD. penggunaan tanda baca. Hendaknya diperhitungkan lingkungan sosial budaya kata, dan kalimat yang pembaca LKPD ini. kurang efektif dan efesien. LKPD disesuaikan dengan Sajian Contoh perlu diberi ulasan. Contoh diberi ulasan. Latihan harus jelas apa yang 2. Latihan jelas apa yang dikerjakan/ditulis oleh siswa. dikerjakan/ditulis oleh siswa. Kegrafikaan Konsisten jenis huruf pada 1. Konsisten dalam penggunaan setiap kolom yang tersedia di huruf pada setiap kolom yang tersedia di modul. Ukuran huruf di perbesar sub 2. Memperbesar huruf pada sub Pembahasan Dari hasil analisis kebutuhan dan validasi para pakar, diperoleh hasil sebagai berikut. Cover Komang Sri Rahayu Ningsih. Andri Wicaksono. Tri Riya Anggraini Pengembangan LKPD Menulis Puisi dengan Pendekatan Stilistika Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Pada bagian sampul atau cover depan berisikan nama penulis, judul LKPD dengan gambar menarik. Selain itu, warna gambar cover depan didominasi warna biru dan abu-abu pada tumpukan batu. Materi disertai contoh Materi pada LKPD dimulai dari hasil menulis dengan stilistika, lalu materi terkait mengindentifikasi diksi, rima dan majas pada puisi yang telah dibuat berdasarkan pendekatan stilistika. Hal ini untuk memudahkan siswa untuk mengetahui bentuk dari sebuah diksi, rima dan majas dari contoh yang sudah dipaparkan pada materi. Latihan Selanjutnya berkenaan dengan latihan yang terdapat dalam LKPD yaitu menulis puisi dengan petunjuk yang sudah diperintahkan pada tiap-tiap bagian soal. Komang Sri Rahayu Ningsih. Andri Wicaksono. Tri Riya Anggraini Pengembangan LKPD Menulis Puisi dengan Pendekatan Stilistika Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Bahan ajar menulis puisi hasil pengembangan yang berupa LKPD dengan spesifikasi seperti dikemukakan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata sebelum menggunakan bahan ajar hasil pengembangan dan sesudah siswa menggunakan bahan ajar hasil pengembangan peneliti yang mengalami peningkatan dalam menulis puisi. Berdasarkan hasil uji lapangan kelas X dalam menulis puisi menunjukkan peningkatan dalam menulis puisi. Hal ini dibuktikan dengan hasil tes menulis puisi setelah siswa menggunakan bahan ajar hasil pengembangan peneliti nilai rata-rata siswa enulis cerpen meningkat. Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis puisi dapat dilihat dari nilai rata-rata sebelum menggunakan bahan ajar hasil pengembangan dan setelah menggunakan bahan ajar menulis puisi yang berjudul menulis puisi dengan pendekatan stilitika. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai ratarata menulis puisi. Sebelum menggunakan bahan ajar hasil pengembangan, nilai rata-rata siswa dalam menulis puisi 62,96 dan dapat dinyatakan cukup baik. Setelah menggunakan bahan ajar hasil pengembangan peneliti, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 81,69. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t dengan menggunakan SPSS 21 diketahui bahwa bahan ajar menulis puisi hasil pengembangan berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan menulis puisi iswa. Hasil perhitungan statistik uji-t melalui SPSS 21 memperlihatkan hasil sebelum dan sesudah penggunaan bahan ajar berbeda secara signifikan. Dengan kata lain, terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam menulis puisi setelah menggunakan bahan ajar hasil pengembangan peneliti. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut: . kecermatan isi. Kecermatan isi dalam bahan ajar ini meliputi . bahan ajar yang dibuat sesuai dengan pengalaman siswa, . bahan ajar dilengkapi dengan materi yang mudah dipahami . bahan ajar yang dilengkapi dengan contoh. penyajian materi yang sistematis, . penggunaan bahasa dan pilihan kata yang Dengan demikian, kegiatan pembelajaran menulis puisi dapat dilakukan Komang Sri Rahayu Ningsih. Andri Wicaksono. Tri Riya Anggraini Pengembangan LKPD Menulis Puisi dengan Pendekatan Stilistika Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . dengan siswa lebih baik dan efektif. Bahan ajar yang baik adalah bahan ajar yang disusun harus sesuai dengan karakteristik siswa dan menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai oleh siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan hasil identifikasi kebutuhan siswa bahan ajar guru dan siswa relatif sama dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen di dalam kelas. Prototipe bahan ajar hasil pengembangan telah dikembangkan berdasarkan kebutuhan guru dan siswa Kelas Selanjutnya, hasil perhitungan uji-t menunjukkan pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar. SIMPULAN Bahan ajar menulis cerpen hasil pengembangan yang berupa modul dengan spesifikasi seperti dikemukakan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata sebelum menggunakan bahan ajar hasil pengembangan dan sesudah siswa menggunakan bahan ajar hasil pengembangan peneliti yang mengalami peningkatan dalam menulis cerpen. DAFTAR PUSTAKA